Cari Blog Ini

Rabu, 10 Februari 2021

Terima, Sadari, Perbaiki

Terima, sadari , perbaiki


Mendengar suaranya benci apalagi sampai melihat wajahnya. Bagaimana tidak aku menganggap dia adalah orang yang mengakibatkan kepergian suamiku untuk selama-lamanya. Saat itu bumi seperti berhenti berputar, kaki tak lagi kuat untuk menopang segala beban tubuh mungil ini. Kecelakaan pagi itu mengantarkan suamiku pergi untuk selama-lamanya.

Dunia berubah, aku membisu dengan seribu bahasa, hanya tetes air mata yang mampu keluar dari sudut mataku. Mengalir hangat membasahi pipi. Pandangan  menerawang jauh menembus angkasa. Seolah aku ingin terbang bersamamu, nyatanya aku tak mampu.
Aku berontak aku tidak bisa terima semua ini. Menangis menangis dan menangis. Tubuh tak pernah aku perhatikan. Apalagi orang-orang di sekitarku. Aku merasa hidup ini tiada arti. Nasehat dari saudara tak bisa aku dengar dan lakukan.

Tangisan bayiku menyadarkanku. Aku tersadar dari mimpi buruk ini. Aku mulai membuka hati menerima semua yang telah terjadi. Walau sesekali aku masih bersedih. Tiada guna aku tangisi karena hidup harus tetap berjalan. Kebencian hanya akan membawa luka dan hanya menambah beban di dada.  Pelan-pelan aku maafkan orang yang aku anggap bersalah. Aku sadari dan aku terima dengan lapang dada aku segera perbaiki diri. Biarlah semua kuserahkan pada ilahi karena hanya Dialah hakim yang paling adil. 

Sesungguhnya hidup dan matiku hanya untuk-Nya. Allah lebih sayang suamiku. Biarlah ia damai di sisi-Nya. Aku tidak hidup sendiri ada dua buah hati yang menemani. Mereka membutuhkanku dan kelak akan mampu membahagiakanku mereka adalah harapanku untuk meneruskan perjuangan suamiku. 

Pada akhirnya aku harus terima takdir ini aku sadari bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati dan apapun  yang Allah takdirkan padaku adalah  yang terbaik untukku. Ada banyak hikmah yang dapat aku ambil dari kejadian ini. Aku mampu berdiri karena kasih sayang Allah. Aku tatap dunia dengan semangat dengan penuh harap rahmad dan ridho-Nya dapat menyertai setiap langkahku.

#kamis menulis
Gunungkiful,11 Februari 2021

37 komentar:

  1. Semoga adinda dan putra2..senantiasa diberkahi dgn kekuatan...ketabahan..ketegaran yg tak berlaksa sehingga mampu mengarungi dunia dgn segala lika likunya dgn penuh asa

    BalasHapus
  2. Iya mba, apapun yang terjadi pada kita kita harus dapat menerima dengan iklhas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbk.. InsyaAllah.iklas sangat mudah di ucapkan namu sulit untuk di terapkan semua butuh proses bismilah dg kembali padaNya insyaAllah iklas bisa kita terapkan dalam kehidupan kita.

      Hapus
  3. Kewajiban kita menerima semua keteapan Allah SWT
    Semoga tabah dan tetap merasa bahagia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin iya buk.. Sekarang sudah mulai lebih iklas, bhgia sll canda tawa brsama buah hati

      Hapus
  4. Berserah diri kepada Allah,semoga selalu diberi kekuatan

    BalasHapus
  5. Bunda... Tulisannya keren... Semoga kita sebagai manusia lebih baik lagi, Aamiin...

    BalasHapus
  6. Selalu bersyukur dengan apa yg terjadi membuat kita semakin paham arti hidup.

    BalasHapus
  7. Ya Allah, ikut terhanyut membaca ini. Yang sabar ya Bu, insya Allah jannah menanti

    BalasHapus
  8. Ihlas, sabar, tawakkal Bu. Insyaallah jannah menantinya.

    BalasHapus
  9. Bisa merasakan kondisi ibu waktu itu. Ada Allah pemegang segala kuasa dan ketentuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Allah sayang smua hamvanya yg iklas n sabar buk.. Allah sll ada untuk kita

      Hapus
  10. Yang sabar ya Bu, Suami ibu sudah berbahagia di Surga.

    BalasHapus
  11. Terus semangat Bu...saya juga pernah kehilangan sosok seorang ayah sejak kecil. Semoga Ibu selalu diberi kesabaran dan kekuatan untuk membesarkan anak-anak..🙏

    BalasHapus
  12. Semua atas kehendak Allah SWT.manis sekali tulisannya bu

    BalasHapus
  13. Buah hati menjadi penyemangat, Ibu. Cerita yang luar biasa.

    BalasHapus
  14. Tetap kuat, Bu! Doa terbaik dari kami semua.

    BalasHapus
  15. Yang kusadari ternyata aku terlalu fokus pada gambar pantai yang jernih airnya. DImana itu Bu

    BalasHapus
  16. Luar biasa ketegaran ibu. Semangat dan terus semangat melanjutkan hidup walau tanpa suami tercinta. Live you mom.

    BalasHapus

Perpustakaan

Perpustakaan Perpustakaan Engkau tempat Kami berkelana Kau bagai syurga Tak terhitung berapa Nikmat yang dirasa Setiap rak adala...