Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label AiseiAprilChallenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AiseiAprilChallenge. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 April 2021

Tetap Berbaik Sangka

 

Tetap Berbaik Sangka



Hidup jauh dari orang-orang yang disayangi dengan merantau ke luar negeri adalah pilihannya untuk bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya. Apa yang menjadi cita-citanya tercapai setelah bekerja sebagai babysister di luar negeri selama empat tahun ia mampu membangunkan rumah untuk orang tuanya. Tak lupa ia juga sisihkan uang gajinya untuk nanti bekal jika sudah tidak bekerja diluar negeri. Tidak mungkin ia akan selamnya bekerja diluar negeri. Ia berkeinginan akan membuka usaha di tanah air setelah kontrak kerjanya habis.

Empat tahun berlalu begitu cepat ia pun kemabli ke tanah air. Ia merasakn lebih tenang berada di tanah air dan dekat dengan keluarganya. Beberapa saat setelah keberadaanya di tanah air ia pun melepas masa lajangnya menikah dengan orang yang satu tahun lebih muda darinya. Itulah jodoh jika Allah berkehendak tak membedakan umur ataupun status pasti berjodoh dan itu rahasia Allah.

Setiap insan pastilah sama setelah berkeluarga pasti ingin hidup bahagia,namun tidak semuanya bisa merasakannya, diawal menikah mungkin semua terasa indah namun seiring berjalannya waktu pasti dalam rumah tangga ada saja ujian dan cobaan. Suaminya yang ia harapkan mampu memimpin keluarganya, trnyata tidak. Merasa istrinya masih berjubel dengan hasil dari luar negeri suaminya terlalu santai sehingga kurang bisa melaksanakn tugas sebagi seorang suami.

Lambat laun uang hasil dari luar negeri pun menipis. Usaha warung yang ia buka sebelum menikah pun semakin sepi. Bagaimana tidak semua kebutuhan keluarga dicukupi dengan hasil warung ushanya yang tidak seberapa. Suaminya suka bermalas-malasan.  Tak ingin semakin terpuruk sang istripun banting tulang dengan membuka usah catring kecil-kecilan. Siang malam tak ia hiraukan yang terpenting kebutuhan keluarga tercukupi. Ia tidak ingin anak-ankanya kelah terlantar dan menderita.

Terkadang ia pun juga mengeluh, namun mengeluh tak akan merubah keadaan. Ia bersabar dan berdoa agar Allah tunjukkan jalan pada suaminya agar sadar dan mampu mencukupi kebutahan keluarga. Ia yaqin semua ujian ini pasti berlalu. Ia tetap optimis dan berbaik sangka pada Allah.

Sesungguhnya berbaik sangka itu menenangkan hati walaupun keadaan mungkin tidak sebaik yang di sangkakan. Dibalik setiap ujian, Allah mengajarkan pada kita bawa hati yang tabah itu lebih indah dalam kehidupanya ini. berbaik sanka dengan Allah dan berbaik sangka pada diri sendiri karena itulah jalan ke arah ketenangan sejati.bersabar dan tetap berbaik sangka kepada Allah karena boleh jadi masa-masa sulit dan banyaknya ujian itu cara Allah untuk menjaga kita agar selalu dekat dengan-Nya.

Wahai wanita pejuang keluarga, jangan menyerah doa tulus darimu akn Allah dengar. Semoga perjuanganmu tak kan sia-sia, insyaAllah keadaan akan  berubah dan akan dapat membawamu menuju kepada kebahagiaan. Aamiin

#AprilChallenge

#Day27AiseiWritingChallenege

#kurikulumNgumpet

Termotivasi dari Seorang Asma

 

Termotivasi dari Seorang Asma



 SMA aku sudah mulai senang mebaca buku-buku Asma Nadia, entah mengapa aku suka dengan sosok seorang Asma Nadia. Dari perjalanan hidupnya Sejak kecil sampai sukses dengan karya-karyanya membuatku termotivasi untuk menulis. Baginya menulis sarana untuk bisa mencapai Ridho-Nya. Dan Juga dapat membuat kita  sehat.

Asma Nadia semasa kecil hidup dan tumbuh dalam himpitan ekonomi keluarga. Keluarga Asma Nadia harus hidup berpindah-pindah dari satu rumah sewa ke rumah sewa lain di Jakarta. Keluarga Asma bahkan pernah tinggal di tepi rel kereta api, di kawasan Gunung Sahari.

Di usia tujuh tahun Asma terbentur dari tempat tidur kala, bermimpi buruk. Keluarga mengganggap luka di kepalanya sebagai luka biasa. Namun, beberapa hari setelah itu Asma terus merasa kesakitan. Keluarga membawa Asma ke dokter. Dari hasil pemeriksaan intensif menyimpulkan bahwa ia mengalami gegar otak. Deritanya bertambah ketika jantung dan paru-parunya dinyatakan tidak sehat. Selama sepuluh tahun, Asma tidak lepas dari obat dan aktivitas bolak-balik ke rumah sakit untuk check up.

Setelah lulus dari SMA 1 Budi Utomo, Jakarta, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Ia tidak menyelesaikan kuliah yang dijalaninya, sebab ia harus beristirahat karena penyakit yang dideritanya. Hari-harinya ia jalani dengan menulis. Ketika kesehatannya menurun, ia tetap bersemangat menulis. Motivasi dan dukungan dari orang-orang terdekat mendorongnya untuk terus menekuni hobinya itu.

Sudah banyak perhargaan yang ia dapatkan baik penghargaan nasional dan regional di bidang kepenulisan. Namun, Asma memutuskan untuk tetap memelihara rasa tidak percaya diri. Rasa tidak percaya diri dapat mendorongnya untuk tetap menulis, terus berkarya dan berproses menjadi lebih baik.

Menurut Asma, alasan utama menulis agar dapat meraih cinta dan ridha-Nya. Memberikan nilai edukasi tentang kebaikan dan kebenaran dalam berbagai hal. Ia menerapkan menulis setiap hari secara konsisten. Melakukan banyak riset dan gemar membaca, merupakan langkah awal menjadi penulis. Ia meyakini bahwa karya-karya yang dihasilkan sekarang merupakan akumulasi dari kegemarannya membaca yang dapat memperkaya wawasan.

Melalui karya-karyanya, ia pernah mendapat berbagai penghargaan dan bisa keliling dunia hingga 200 kota. Amazing, dengan menulis banyak hal bisa dicapai. Ternyata keadaan sakit tidak menjadikan berhenti untuk berkarya. Semangat Asma untuk selalu menulis hingga mencapai kesuksesan.

Beberapa bukunya yang telah diadaptasi menjadi film adalah Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela dan Assalamualaikum Beijing. Seluruh royalti dari buku Emak Ingin Naik Haji disumbangkan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya membantu mewujudkan impian kaum Islam untuk menunaikan ibadah haji bagi yang tak mampu. Dia juga merintis Rumah Baca Asma Nadia yang tersebar di berbagai kota, rumah baca ini memiliki sekolah dan kelas komputer serta tempat tinggal bagi anak yatim secara gratis untuk membaca dan beraktivitas bagi anak-anak dan remaja yang kurang mampu. Ada sekitar 140 perpustakaan yang dikelola bersama relawan untuk kaum yang kurang beruntung dan tidak mampu

Hal inilah yang aku kagumi dari sosok seorang Asma Nadia. Semoga aku bisa meraih mimpi-mimpiku seperti sang motivator Asma Nadia. Aku ingin hidupku lebih berarti dengan berbagi lewat tulisan-tulisanku.

Tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita selalu berani mencoba dan pantang menyerah untuk belajar dan terus belajar, konsisten untuk tetap memulis. Lalui prosesnya sabar dan tekun ,InsyAllah mimpi kan jadi nyata. Aamiin

 

#AprilChallenege

#Day25AiseiWritingChallenge

#KurikulumNgumpet

Gunungkidul, 27 April 2021

Rabu, 21 April 2021

Perempuan Bukan Mahkluk yang Lemah

 

Perempuan Bukanlah Mahkluk yang Lemah



Setiap manusia laki-laki ataupun perempuan terlahir dalam fitrah yang sama tergantung laki-laki atau perempuan itu mengolah dirinya, nasibnya atau masa depan apa yang akan dicapai. Tinggal bagaimana dan siapa saja yang mampu untuk bisa dampingi dan membantu versi ideal dari dirinya.

Pada kenyataannya pandangan yang ada menyebutkan bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah. Mungkin dilihat dari postur tubuh dan otot memang demikian. Perempuan tak memiliki otot yang kuat perempuan tak mampu bekerja dengan menggunakan kekuatan otot seperti laki-laki. Jika yang menjadi kekuatan adalah otot mungkin hal itu benar, namun jika di lihat dari sisi yang lain seorang perempuan juga memiliki kekuatan yang tidak dimliki oleh laki-laki. Perempuan hamil dan menyusui itu adalah kekuatan yang luar biasa bagi seorang perempuan belum tentu seorang laki-laki akan mampu menanggung tugas wanita tersebut.

Perempuan dan laki-laki memiliki kekuatan masing-masing. Kekuatan  perempuan jangan di samakan dengan kekuatan  laki-laki. Laki-laki dan perempuan pastilah berbeda namun perbedaan yang ada itu untuk melengkapi kekurangan masing-masing. Bukan untuk saling mencari kekurangan dan melemahkan satu dengan yang lainya.

Seorang laki-laki mengedepankan logika dalam berpikir sedangkan perempuan cenderung menggunakan perasaan. Nah perasaan inilah yang menjadi kekuatan seorang perempuan. Dengan perasaan ini perempuan bisa mengeluarkan air mata. Menangis adalah salah satu cara untuk mengeluarkan emosi yang dirasakannya. Setelah itu seorang perempuan bisa merasa lebih lega dan kembali bisa bersemangat untuk melanjutkan aktivitasnya. Jadi perempuan bukanlah makhluk yang lemah tapi makhluk yang memiliki kekuatan tersendiri yang tidak dimiliki oleh laki-laki. So.. jangan lagi menganggap seorang perempuan itu lemah.

Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.

#Day17AiseiAprilCallenge

#KurikulumNgumpet

Gunungkidul, 21 April 2021

Selasa, 20 April 2021

Semangat Kartini di Masa Pandemi

 

Semangat Kartini di Masa Pandemi

 

Peringantan hari Kartini tahun ini jatuh pada hari Rabu, 21 April 2021. Tahun dimana pandemi masih saja mengintari negri tercinta ini. Peringatan hari Kartini didasari untuk mengingat besarnya jasa Kartini pada bangsa Indonesia terutama untuk kaum wanita. Berkat perjuangan Kartinilah para wanita Indonesia bisa mengenyam pendidikan sehingga kaum wanita bisa mendapatkan pekerjaan sesuai yang di harapkan tanpa adanya berbedaan antara kaum pria dan wanita. Walau demikian kaum wanita tetap di harapkan mampu melaksanakan tugas pokoknya sebagai pendidik untuk anak-anaknya sebagai istri yang mampu melaksanakan tugasnya melayani suami dan keluarganya.

Masa pandemi inilah banyak kesempatan untuk kita para wanita para pendidik untuk bisa selangkah lebih maju. Wanita jangan hanya berpangku tangan menerima keadaan, bergeraklah, majulah untuk mendapatkan sesuatu yang lebih bermanfaaat kedepan. Ambil semangat juang R.A Kartini yang begitu besar. Kartini dengan segala keterbatasanya saja mampu untuk maju kenapa kita di masa kini yang banyak peluang untuk maju kenapa tidak di manfaatkan.

Banyak jalan untuk kita belajar asal niat dan kesungguhan hati menyertai langkah kita. Kesempatan terbuka untuk kita jangan sia-siakan. Waktu terus berputar jangan biarkan malas bersemayam dalam hati kita. Segeralah bangun, bangkit bahkan jika perlu berlari selama masih ada mentari kita akan bisa meraih mimpi.

Jangan pernah menyerah jika kamu ingin mencoba, jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang. Saat itu kamu akan merasakan betapa bahagia hati setelah perjuangan panjang yang kau lakukan berbuah manis.

Meski sedang pandemi, pikiran dapat terus berlari tetap terbang tinggi melanjutkan semangat juang Kartini. Terkadang kesulitan harus kamu rasakan terlebih dahulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu. Selamat hari Kartini majulah wanita Indonesia majulah kartini-kartini di masa pandemi.

” Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. kehidupan manusia serupa alam” (Kartini – Habis Gelap Terbitlah Terang)

Mari untuk bisa berpikir positif, kita mampu mengalahkan rasa susah, berat dan takut yaqin bahwa kita bisa setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan, jangan menyerah dan jangan putus asa untuk menggapai cita.

Dalam Al-Quran juga di sebutkan dalam Surat Al-Insyirah ayat 5-6

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

 

Selamat hari Kartini, salam sehat salam literasi, tetap semangat dan terus berkarya.


#Day21AprilWritingChallenge

#KurikulumNgumpet

Gunungkidul, 21 April 2021


Minggu, 18 April 2021

Semangat Penggrakku Dikau Pasti Sembuh

 

Semangat Penggerakku Dikau Pasti Sembuh



Mengenalnya telah buatku lebih semangat untuk mengikuti kegiatan belajar menulis. Berada dalam satu grup bersama beliau menjadikanku mengenal tentang sosok wanita yang saya anggab sebagai seorang wanita yang mampu menggerakkan teman-teman lain untuk semangat dalam menulis resume. Diantara teman yang lain beliaulah yang sering membuat resume tercepat. Hal itu membuat teman-teman yang lain berusaha mencoba untuk segera mengirimkan resumenya.  Apalagi saya merasa jauh lebih muda dengan beliau namun kadang tidak sesemangat beliau. Beliau yang selalu mengingatkan dan mengajak untuk semangta selesaikan resume.

Bersyukur beliau peduli padaku, sampai pernah Om Jay mengirim zoom untuk ngobrol santai bersama angota gelombang 8, saat itu kebetulan hanya saya,Om Jay dan juga Bu Ismi itulah pertama kali aku melihat wajahnya. Seperti sudah berteman sekian lama kami ngobrol santi tentang belajar menulis. Beliau bilang bu atik masih muda masih semangat. Akupun jadi malu karena walau usia muda namun aku tertinggal jauh dari beliau yang rajin menulis.

Dari sana aku mulai berbenah untuk bisa perbaiki diri dan berusaha rajin untuk menulis resume. Sampai akhirnya dalam suatu kesempatan aku mendapatkan 3 x hadiah dari penerbit Andi Ofseet Yogyakarta. Alhamdulilah hadiah buku aku terima Bahagia terasa dan akupun mengikuti beliau untuk bisa mengajak teman-teman lebih semangat lagi dalam membuat resume.

Beberapa setelah kegiatan belajar menulis selesai, kami pun masih sering kontak. Walau hanya sekedar menanyakan kabar.  Alhamdulilah silaturahmi tetap berjalan. Kami pun di sibukkan denagn aktivitas kami masing-masing sampi akhirnya lama tidak aku dengar kabarnya, aku berusaha menyakan keadaannya kadang lama belum di jawab.

Terakhir beliau memberi kabar bahwa dirinya sakit. Ya Allah ya Rabb.. sembuhka beliau dari sakit yang di deritanya. Kembalikan ceria dan semangatnya. Bangkit, kuat semangat sahabatku, kartiniku yang telah mampu gerakkan teman-teman untuk semangat belajar dan menulis. Doa kami panjatkan tuk kesembuhan mu Kartiniku pejuang literasi di masa kini.

 

#Day15AprilAiseiChallenge

#KurikulumNgumpet

Gunungkidul, 19 April 2021

Rabu, 14 April 2021

Tetaplah Jadi Lentera Adikku

 

Tetaplah Jadi Lentera Adikku


 

Jika harus memilih tentu kita tidak mau jika harus menjadi single parent, Apa hendak dikata Allah berkehendak untuk itu. Takdir berkata adikku satu-satunya  harus terima semua ini. Di takdirkan menjadi seoarang ibu dan juga seorang ayah. Di awal memang berat, namun seiring waktu berlalu dia harus mampu untuk berdiri menopang segala beban yang ada. Dia harus jadi penerang kedua buah hatinya. Tidak perlu terang seterang rembulan jika ada seorang pendamping yang menemaninya membesarkan buah hati mereka tentu itu lebih buaynya bersinar. Dia hanya seperti lentera yang temaram dalam gelap namun selalu bisa membuat kedua buah hatinya nyaman, tenang, damai dalam gelapnya malam.

Hidup harus tetap berjalan hidup tidak berhenti disini. Masih ada mimpi-mimpi yang belum terwujud. Bangkit dari keterpurukan ketika harus ditinggal oleh seoarang suami yang menjadi kekuatan hidupnya, belahan jiwanya, kini separuh jiwanya telah pergi. Dan dia harus tetap mampu berdiri. Menjadi pelindung anak-anaknya dan harus mampu membimbing dan mengayomi mereka. 

Berusaha tuk bisa memenuhi segala kebutuhan hidupnya, awalnya tidak yaqin akan bisa bertahan hidup dan meneruskan mendidik dan mencukupi segala kebutuhan hidupnya. Pikiran itu muncul ketika ia sadar ia tidak bekerja dan selama ini hanya menggantungkan gaji dari suaminya. Saudara-saudara dengan sabar menasehati, menghibur dan memberikan sedikit bantuan untuk dia bisa bangkit. Allah tidak tidur dan Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan kita. Benar adanya Allah melimpahkan berjuta kasih sayang jalan keluar bagi hambanya yang benar-benar memohon kepada-Nya.

Empat musim telah beralu kepergian suaminya, di tahun-tahun awal kepergian suaminya dia memang seperti bunga yang layu. Namun kini ia bagaikan bunga yang sedang tumbuh dan mulai bersemi, senyum indah kini sering menghiasi di wajah cantiknya. Walau dalam hati tetap menangis namun ia mampu tuk berikan terbaik untuk kefua buah hayinya dan orang-orang sekitarnya. Kedua buah hatinyalah yang membuat ia semangat untuk memiliki penghasilan agar mampu mencukupi kebutuhannya.  Dengan berjualan kecil-kecilan Allah mencukupi semuanya. Dari sana alhamdulilah rezeki selalu mengalir bak air sungai yang terus mengalir memberi kehidupan pada sawah-sawah nan kering. Terimakasih ya Rabb atas semua yang Kau limpahkan pada kami.

Tetaplah jadi kartini untuk kedua buah hatimu untuk kami saudara-saudaramu dan juga orang-orang di sekitarmu. Semangat membara yang ada darimu mengajarkan kami untuk tegap berdiri dan berlari. Kita hidup tidak sendiri namun Allah akan selalu ada untuk kita. Allah mengirimkan orang-orang pengasih yang akan menyayangi kita yang akan membantu kita. Akhirnya kau pun mengucap iklas kulepas suami dengan hamdalah. Dengan kepergian suaminya  mampu  mengajarkan  ia mengerti arti sebuah perjuangan arti kasih sayang dan arti sebuah pengorbanan.

 

#Day13AiseiAprilChallenge

#KurikulumNgumpet

Gunungkidul, 14 April 2021

Senin, 12 April 2021

Kata Terindah untuk Kartiniku

 

Kata Terindah untuk Kartiniku



 

 

Hari demi hari telah terlewati hingga mengantarkanku pada bulan yang mulia ini, bulan penuh keberkahan ampunan dan rahmat. Suasana malam nan syahdu membangunkan sosok seorang kartini yang mampu mengobarkan semangat untuk menjalankan ibadah puasa. Jiwa kartininya yang luar biasa hingga mampu menggerakkan seisi rumah untuk bangkit dan segera menyantap makan sahur.

Menu hangat sudah terhidang di meja makan, seluruh anggota keluarga siap untuk menyantap menu yang ia siapkan. Menu yang di racik dengan bumbu kasih sayang yang menjadikan menu masakan akan terasa lebih nikmat. Semangat yang ia gelorakan pada sikecil begitu istimewa. Energi positif ia salurkan dengan ketulusan hati.

Seorang ibu dengan sejuta pesonanya mengantarkan keluarga menyongsong hari dengan penuh arti. Tak tau apa yang akan terjdi jika ia pergi dari kehidupan kami. Ibu kaulah kartini dalam hidupku, kau cahaya penerang dalam kegelapan kau obor semangtku untuk siap berjalan tapaki jalan yang berliku.

Ibu…

Kau sinari kehidupanku

Kau mampu mengubah hidupku

Manjadi wanita kuat nan tangguh

 

Saatku rapuh kau kuatkan aku

Saat kuberbunga kau bahagia

Kau temani setiap detik langkahku

Teriring doa tulus darimu

 

Kumampu mengubah duniaku

Yang dulu gelap menjadi terang

Kumampu wujudkan impianmu

Menjadi wanita yang mampu memberi terang

 

Cinta kasihmu selalu melekat dalam jiwaku

Ibu kaulah  kartini dalam hidupku

Selalu mampu beriku kenyamanan

Tak pernah mengeluh dalam terpaan

 

Terimakasih  untuk perjuangnmu

Tiada kata terindah selain doa untukmu

Kan kubawa namamu dalam hidupku

Tak pernah pudar menghiasi kalbuku


 

#Day11AiseiAprilChallenge

#KurikulumNgumpet

Gunungkidul, 13 April 2021

 

Jumat, 09 April 2021

April Berkisah

 

April Berkisah


 

“Menulislah setiap hari dan buktikan keajaiban yang terjadi” kalimat dari Om Jay itu sudah aku buktikan. Di mulai dari mengikuti diklat menulis pada akhir Maret 2020 yang diadakan oleh PGRI akupun mulai senang untuk menulis. Masuk di gelombang 8 yang alhamdulilah dari sana banyak mengenal orang-orang hebat. Aku mulai untuk mengamalkan ilmu yang aku dapati. Boleh di bilang terlamabat karena aku melihat teman-teman di gelombang 8 sudah banyak yang telah berhasil menulis beberapa buku solo sedangkan diriku baru bulan April ini berhasil menulis buku solo perdanaku. Tidak mengapa setidaknya ada rasa tersendiri bisa menyelesaikan buku solo perdanaku ini. Buku sederhana yang bertema kasih sayang. Buku yang bisa terselesaikan berkat mengikuti tantangan AISEI di bulan Februari 2021.

Tiada yang tidak mungkin jika kita bersungguh-sungguh. Awalnya aku tidak yaqin akan mampu menulis dan menerbitkan buku. Aku hanya menulis kisah-kisah sederhana yang aku alami mana mungkin bisa jadi buku?. Ternyata tidak demikian mulai dari menulis hal-hal kecil yang kita alami  ternyata juga bisa di jadikan buku. Berharap tullisan sederhana ini mampu memberikan inspirasi kepada orang lain. Tulisan yang kita anggap sampah namun bisa jadi bermanfaat untuk orang lain.

Bersyukur pada Allah SWT atas limpahan rahmat dan kasih-Nya hingga bisa menyelesaikan buku “ “Menebar Benih Menuai Kasih” ini. Terimakasih Ibu Rita yang bersedia menjadi editor buku perdanaku ini, terimakasih Bunda Kanjeng yang telah berkenan memberikan kata pengantar. Terimakasih suami dan anak-anakku, saudara-saudaraku, dan juga teman-teman literasai di seluruh Nusantara yang selalu setia memberikan coment, support dan bimbinganya hingga aku mampu bertahan  bisa konsisten untuk menulis.

Alhamdulilah buku bisa terbit di bulan April bulan yang di dalamnya di peringati sebagai hari Kartini. Pahlawan wanita  Nasional yang mampu memberi perubahan besar terhadap wanita-wanita Indonesia. Aku berharap lahirnya buku perdanaku ini mewujudkan bahwa wanita di tengah kesibukanya sebagai ibu rumah tangga namun masih mampu untuk berkarya jika memang di niatkan iklas dan untuk meningkatkan kwalitas diri agar mampu menjawab tantangan kedepan yang semakin maju. Apalagi tantangan seorang guru yang di wajibkan untuk bisa membuat karya ilmiah maka menulis adalah salah satu cara agar kita bisa membuat karya  ilmiah tersebut.

Berharap selanjutnya aku bisa mengembangkan untuk bisa menulis buku-buku yang lebih baik lagi yang tentunya bisa memberi manfaat kepada diri dan orang lain terutama dalam dunia pendidikan. Belajar dan terus belajar semoga Allah memberikan jalan-Nya.

Sinopsis buku “ Menebar Benih Menuai Kasih”

“Man laa yarham walaa yurham”

Artinya:

"Barang siapa tidak menyayangi maka tidak akan disayangi." (HR Bukhari dan Muslim)

Kasih sayang merupakan salah satu sifat terpuji yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Hal ini karena kasih sayang dapat mendorong manusia untuk membantu meringankan penderitaan yang dialami oleh manusia lain.

Dengan adanya kasih sayang, tercipta kepedulian, kedamaian, dan rasa empati kepada orang lain.

Kasih sayang yang Allah anugrahkan kepada kita, perlu kita jaga. Kasih sayang Allah kepada kita tak terhingga. Maka sepantasnyalah kita pun juga menyayangi semua makhluk Allah tanpa terkecuali. Seperti hadis di atas. Jika kita tidak menyayangi maka tidak akan di sayangi.

Buku ini berupa cerita dan pengalaman penulis sebagai ungkapan kasih sayang yang mampu ia berikan ke semua makhluk-Nya.

Mencoba merangkai sebuah kata untuk ungkapan kasih sayang. Semoga mampu memberi inspirasi untuk pembaca. Segera miliki dan baca buku ini semoga bermanfaat.

Terimakasih.

 

Majulah wanita Indonesia, lakukan dari hal-hal kecil yang bermafaat yang bisa kita lakukan niscaya akan bisa membuat perubahan besar terhadap dirimu, lingkunganmu dan bangsamu.

Salam sehat, salam literasi, tetap semangat dna terus berkarya.


#Day9AprilAiseiChallenge

#KurikulumNgumpet

Gunungkidul, 10 April 2021

Rabu, 07 April 2021

Kartiniku

 

Kartiniku





Siapa yang tak kenal sosok Kartini. Kartini lahir di era penjajahan, dimana tidak adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Pada masa itu, perempuan tidak boleh pergi ke sekolah ataupun bekerja. Banyak orang beranggapan bahwa tugas perempuan itu cukup tinggal di rumah dan melayani suami. Dari situlah mulai pemikiran Kartini terhadap berbagai masalah termasuk tradisi feudal yang menindas, pernikahan paksa dan poligami bagi perempuan Jawa kelas atas, dan pentingnya pendidikan bagi anak perempuan. Pemikirannya itu ia tuliskan dalam beberapa surat yang dikirimkan kepada teman-teman Belanda nya.

Dari surat-surat yang ia kirimkan ke sahabat penanya dapat di tulis menjadi sebuah buku dengan judul “habis gelab terbitlah terang”. Kartini merupakan pahlawan emanspasi wanita yang mampu membawa perubahan bagi wanita-wanita Indonesia. Atas jasa beliaulah kini wanita-wanita Indonesia bisa dan mampu berkarya seperti laki-laki.

Akupun bisa seperi ini karena sosok seorang Kartini yang hadirkan aku ke dunia. Beliau sangat berarti  dalam hidupku. Dialah ibuku, sosok Kartini yang begitu luar biasa membawa anak-anak gadisnya untuk mampu menatap dunia yang penuh warna. Dia bimbing kami dengan sabar dan penuh kasih sayang, dia beri contoh pada kami bagaimana sosok wanita yang kuat dan tangguh dalam hadapi segala tantangan dan rintangan hidup. Dia mampu berdiri bangkit di kala yang lain lemah, dia mampu kuatkan kami anak-anaknya dikala ia tersakiti.

Siang malam Dia yang selalu mensuport kami anak-anak gadisnya agar bisa menyelesaikan sekolah setinggi-tingginya. Berharap anak-anak gadisnya bisa bekerja dan menghasilkan uang sendiri. Kelak jika berkeluarga tidak hanya menggantungkan pemberian dari suami. Sebagai ibu kami harus bisa membantu suami dalam hal apapun termasuk dalam hal menghasilkan rupiah.

Terimakasih ibu, jasamu tiada tara, tiada dapat ku membalas semuanya. Belum sempat kami bahagiakanmu kau telah meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Ibu semoga kau bahagia di disana bersama bidadari-bidadari  syurga dan orang-orang terkasih. Hanya doa yang kini mampu kuberikan atas semua jasa-jasamu. Terimakasih ibu.

Rindu untuk bisa bertemu denganmu hanya bisa aku tuliskan lewat puisi untukmu.

 

RINDU IBU

Ibu ..

Langit mendung seakan turut berduka atas kepergian mu

Indahnya kebersamaan denganmu telah menjadi kenangan

Perhatianmu kasih dan cintamu tetap terukir indah dalam sanubariku

Dibawah langit ini seketika meremang

Sepinya hati ini tanpa ragamu

Namun semangat mu  tetap menyala dalam benakku

Keteladanan mengajarkanku pentingnya arti kehidupan

Keteladananmu mengajarkanku arti kedewasaan

Ibu ...

Tenang lah kau di sisi-Nya

Kubawakan untukmu sekuntum bunga

Harumnya seharum namamu yang telah banyak mengukir kebaikan untukku

Terkirim doa untukmu

Usapan batu nisan sebagai tanda rinduku padamu

Selamat jalan Ibu

Terimakasih atas semua  kebaikanmu

 


Dokume pribadi Aku dan saudara perempuanku 

#Day7AiseiAprilChallenge

#InspirasiKartini

#KurikulumNgumpet

Gunungkidul, 8 April 2021

KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026

  KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026 Sabtu, 12 September 2026, kegiatan karang pamitran tingkat ...