Tulis yang Kita Lakukan, Lakukan yang Kita Tulis
Cari Blog Ini
Sabtu, 08 Mei 2021
Bersyukur Untuk Hari Ini
Cita-citaku
Cita-citaku
Setiap orang pasti punya mimpi ataupun cita-cita. Begitu pula
dengan ku. Hidup di lingkungan dekat pasar membuatku juga bercita-cita ingin
menjadi pengusaha sukses yang memiliki toko sendiri dan memiliki beberapa
karyawan. Toko yang aku bangun di
daerahku sendiri dan membuka cabang di daerah-daerah lain.
Seiring berjalannya waktu cita-citaku berubah layaknya anak-anak seumuranku
waktu itu jika di tanya pingin jadi apa kelak. Mereka banyak yang menjawab,
pingin jadi dokter, tantara, pramugari, dosen, arsitek, guru dan lain-lain. Ya kita
semua boleh bermimpi dan bercita-cita sah sah saja kok. Jika kita sudah punya
mimpi maka kita lebih semangat belajar untuk menggapai mimpi tersebut.
Cita-citakupun berubah ingin jadi guru, karena termotivasi pada
guru TK yang saat itu benar-benar membuat diriku kagum. Ibu guru yang ramah
cantik dan selalu damai jika aku melihatnya. Sampai-sampai tiap kali bermain bersama
teman-teman aku berperan jadi seorang guru dan teman-temanku muritnya. Hal itu
di ketahui orang tuaku dan mereka pun mendukungku untuk menjadi guru.
Saat remaja ternyata jiwa guruku sudah terlihat disana, aku sering
membantu belajar adek-adek di rumah dan juga saat di masjid aku mengajar TPA
setiap ba’da maghrib. Mereka sangat senang jika yang mengajar TPA diriku,
akupun juga sangat bahagia bisa membuat mereka bisa membaca Al-Qur’an.
Banyak kesempatan untuk aku berlatih menjadi guru, selain mengajar
TPA akupun di minta untuk membimbing pramuka di salah satu SMP di daerahku.
Dari sana tentu aku lebih banyak lagi mendapatkan pengalaman. Honor yang aku
terima dari membina pramuka tidak seberapa namun ilmu yang aku daptkan sungguh
luar biaa. Bersyukur aku dengan hal itu. Seperti Allah telah tunjukkan jalanku
untuk menggapi apa yang aku citakan.
Alhamdulilah saat ini apa yang aku cita-citakan benar-benar tercapai.
Semoga aku tidak hanya menjadi guru untuk orang lain namun juga bisa jadi guru
untuk diriku sendiri, untuk bisa memperbaiki diri dan terus berusaha belajar
dan belajar. Tiga tahun terakhir ini ternyata aku punya cita-cita ingin jadi
penulis, bukan berarti aku harus meninggalkan cita-citaku yang sudah tercapai.
Ternyata cita-citaku saat ini juga masih ada hubungannya dengan dunia guru.
Ya Rabb bimbing hamba tuk bisa capai mimpiku, tiada niat lain aku
ingin bisa lebih bermanfaat untuk orang lain. Inilah cita-citaku. Semoga Allah
meridhoi.
Apa cita-citamu saat ini ? Apapun cita-citamu semoga tercapai dan Allah mudahkan jalan untuk
menggapainya. Aamiin
#Day27JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
@jejakwarna.id
Jumat, 07 Mei 2021
Jambu Biji Buatnya berlari
Jambu Biji Buatnya Berlari
Dalam hidup kita tentu ada hal-hal yang buat kita sedih, senang
bahkan saking senang atau lucunya kita sampai tertawa. Tertawa ternyata juga
banyak manfaatnya. Asal jangan tertawa terbahak-bahak dan terus menerus ya. Saat
diminta untuk menceritakan hal-hal lucu dan buat kita tertawa yang pernah kita
alami jujur saja banyak hal yang buat aku tertawa. Namun saat ini akan aku ceritakan
sedikit kisah singkat tentang jambu biji.
Teringat saat itu aku bersama kakakku yang sedang hamil tua. Kami bertiga berkebun di pagi hari yang begitu
cerah. Embun pagi dan sinar hangat mentari serta suara burung berkicau merdu
pun tak mau ketinggalan bersaut sautan mengiringi langkah kami. Pemandangan
hijau tanaman sayur dan buah-buahan dapat kami lihat begitu subur menghijau. Dari
kejauhan terhampar bukit-bukit hijau begitu indahnya jumantara pagi itupun juga
nampak biru cerah. Sempurna.. maha besar
Allah dengan segala firmanNya.
Saat kami sudah beberapa asat melihat-lihat kebun dan segala
tanaman yang ada disana sambil berbincang-bincang sesakali aku menyanyikan lagu
yang tak sampai aku selesaikan syairnya. Tiba-tiba kami di kejutkan dengan kakakku
yang hamil tua itu berlari dan adikku pun mengikuti tanpa tau kenapa ikut lari.
Dengan cepat kakakku memetik jambu biji yang sudah terlihat kuning pertanda buah
jambu itu sudah masak. Dengan tangkas dan sangat lincah tiba-tiba kakakku meloncat
sambil memetik buah jambu itu. Tara... Jambu biji berhasil ia raih. Adikku ikut meloncat namun apa yang terjadi. Adiku
terpeleset dan jatuh. Aku yang menyaksikan kejadian itupun keheran-heranan.
Masih pada posisi yang sama kakakku berdiri sambil tetap memegang
satu buah jambu biji itu yang telah berhasil ia petik. Adikku juga masih dalam
posisi tergeletak di bawah pohon jambu serta aku yang masih tetap berdiri dan tak
segera menolong adikku. Kami saling pandang dan seketika kami tertawa bersama-sama.
Bisa di bayangkan kakakku yang hamil dengan perut sebesar itu berhasil meloncat
tanpa sadar hanya karena satu buah jambu biji yang dilihatnya dan ingin segera
di petik dan di makan tanpa menghiraukan keadaanya. Bagaimana seorang
yang berperut besar lari dan loncat secepat itu. Apakah orang hamil memang
seperti itu ya.. jika menginginkan sesuatu harus segera diambil. Kejadian
seperti itu apakah keinginan sang ibu ataukah sang bayi? Keinginan siapapun
yang jelas saat itu kakakku telah berhasil mendapatkan hal yang ia inginkan. Peluk
cium kakakku disana, bae-bae ya.. muuach..
#Day25JejakWarna WritingChallenge
#GetCloserToMe
@jejakwarna.id
Mau Jadi Apa Peranmu
Mau Jadi Apa Peranmu
Setiap manusia selalu memiliki peran dalam kehidupannya. Semua
berjalan sesuai yang telah Allah gariskan. Mau tidak mau kita harus melakukan
peran yang harus kita jalankan. Entah peran seorang yang gigih, rajin, sederhana atau peran orang
yang kuat bahkan peran orang yang selalu manja.
Menengok saat masa kecilku dulu aku sering bayangkan saja di manja
sama ayah yang bisa selalu temani aku main dan jalan-jalan. Pada kenyataannya
ayah tidak punya banyak waktu untukku. Dia bekerja dan pulang saat hari
menjelang sore dan tentu saja ayah sudah capek, jadi sampai rumah dia juga
istirahat sebentar dan hari pun sudah malam. Di malam hari akupun harus pergi
ke masjid dekat rumahku untuk belajar mengaji dan setelah usai ba’da isa akupun
harus belajar.
Sosok ibulah yang banyak menghabiskan waktu bersamaku dan adikku
satu-satunya. Ibu yang selalu bersamaiku dalam segala hal. Wajar jika aku
seorang anak yang sangat merindukan kasih sayang dan perlakuan manja dari
seorang ayah.
Jika boleh memilih dalam cerita sebuah novel, aku akan pilih diriku peran seorang anak yang selalu manja pada orang tua terutama dari seorang ayah. Namun dalam perjalan hidupnya sikap manja yang ada padanya justru bisa membuatnya mampu berdiri dan kuat saat dimana hal yang diinginkan tidak dapat terpenuhi.
Apalagi saat Ramadhan tiba dan menjelang lebaran seperti ini aku pasti
akan merengek pada ayah untuk dapat di belikan baju baru dan juga sendal baru.
Aku di ajak ayah untuk jalan-jalan dan memilih sendiri baju yang aku inginkan.
Ayah bisa gendong aku saat aku sudah terlalu capek berjalan kesana-kemari saat
memilih baju baru yang aku suka. Aku melihat ayah dengan tenang dan sabar
bersamaiku memilih baju-baju yang begitu banyak model dan warna. Aku bingung
karena semuanya terlihat bagus maka ayahpun mengatakan .”Nak, ini baju yang
cocok buat kamu, kamu akan terlihat lebih cantik dengan menggunakan baju ini”
Kata ayah kepadaku. Seketika aku akan berhenti dan menurut saja apa yang dikatakan
ayah kepadaku karena aku yaqin pilihan
ayah adalah pilihan yang tepat buatku.
Ayah aku rindu ayah. Aku ingin bertemu ayah. Ayah kini anakmu tak
meminta banyak padamu anakmu gadis kecilmu dulu hanya ingin minta saat ini
bertemu dengan ayah. Ayah aku tak akan manja lagi. Aku sekarang sudah besar dan
dewasa ayah aku sudah bisa cari uang sendiri. Ayah datanglah akan aku ajak ayah
kembali jalan-jalan dan sekarang gentian aku yang akan membelikan baju baru untuk
ayah.
Ayah.. lihatlah.. anakmu yang manja dulu kini telah mandiri ayah,
kau telah didik aku untuk jadi wanita kuat wanita yang mampu berdiri sendiri
ayah. Baru aku sadari , saat ayah bekerja diluar rumah ayah begitu capek sehingga
saat aku menginginkan ayah bersamaiku namun ayah tak selalu bisa, dan hal itu dapat
aku rasakan saat ini ayah.
Ayaah maafkan anakmu, maafkan gadismu ini ayah yang menuntut lebih
darimu. Kini anakmu akan jalankan peran terbaiknya dalam kehidupan ini. Aku
ingin ayah bangga melihatku kini. Ayah semoga Allah berikan hal terbaik untukmu, bahagia disana ayah. I mis u
#Day26JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
@jejakwarna.id
Rabu, 05 Mei 2021
Tuk Permata Hatiku
Selasa, 04 Mei 2021
Mengapa Kau Pandang Aneh?
Mengapa Kau Pandang Aneh?
Jangan memaksa orang lain untuk bisa seperti kita dan melakukan sesuai
dengan keinginan kita. Kita tidak bisa membuat orang lain sama cara berpikirnya
seperti kita dan sesuai yang kita mau. Memahami dan menghormati mereka itu akan
lebih baik.
Kadang apa yang kita lakukan di pandang aneh oleh sebagian orang. Tak
apa selama kita yaqin di jalur yang tepat dan tidak merugikan orang lain maka tetap saja
lakukan toh kita nyaman-nyaman saja.
Seperti diriku sejak SMA aku sudah di bilang aneh oleh
teman-temanku. Saat ada jam-jam kosong teman-teman suka keluar kelas dan
melakukan kesukaan mereka bareng-bareng dengan yang lain, sedangkan aku memilih
untuk masuk berada di pojok ruangan itu di sebuah perpustakaan sekedar melihat
buku yang tertata rapi dan mengambil satu diantaranya untuk aku baca.
Tidak hanya itu saat teman-teman bangga berjalan dengan pacarnya
dan pergi berdua sekedar nonton atau jalan-jalan ke pantai, namun tidak
denganku. Aku justru malas untuk pacaran, sampai-sampai ada seseorang yang mendekatiku
dan aku ingin dijadikan pacar namun apa yang aku katakan, kita berteman saja jika
kita jodoh kita pasti dipertemukan. Menurutku itu jawaban terbaik agar dia
tidak datang-datang lagi padaku dan tidak buatnya sakit. Sekali lagi aku di
bilang aneh.. saat orang lain pingin punya pacar namun tidak kesampaian aku malah
ada yang mau macarin aku tidak mau. Aku hanya tersenyum, bagiku pacaran hanya
buang-buang waktu saja.
Saat aku lulus sekolah dan sudah mulai berkerja serta menghasilkan
uang, akupun di bilang aneh. Saat hari pertama gajian teman-teman mengajakku
untuk shoping dan jalan-jalan sekedar belanja asesoris ataupun baju-baju. Untuk
menyenangkan temanku akupun turuti permitaannya. Namun aku tetap belanja
seperlunya, justru saat gajian yang waktu itu belum via transfer, aku langsung
pergi ke bank untuk menyisihkan sebagian gaji yang aku peroleh dari hasil
keringatku sendiri. Akupun bisa memanfaatkan hasil tabunganku setelah aku
perlukan.
Tidak hanya itu saat ini pun aku di bilang aneh, kenapa harus
capek-capek nulis apa sih yang kau dapat dari menulis, hanya buang-buang waktu
saja . Toh kamu sudah mapan tak perlu lagi repot dan capek-capek untuk menulis
dan membuat karya publikasi ilmiah. Buat atau tidak toh kita sudah punya gaji.
Huuuf sedih diriku jika orang berkata begitu, karena menurutku dengan menulis
kita bisa bahagia, dengan menulis maka otak kita bisa aktif dan membuat kita
sehat. Selain itu kita sebagai guru juga di tuntut untuk mampu mengembangkan
diri, salah satunya dengan cara menulis. Kita harus bisa keluar dari zona nyaman
agar ada perubahan yang membuat banyak manfaat pada diri dan lingkungan kita. Please
pandang aku dari sisi lain, dan selama ku berada pada jalan yang benar dan
tidak merugikan orang lain aku akan tetap menjadi diriku dan maaf akan aku
abaikan kata aneh yang keluar dari omongan orang lain, toh aku tidak mengusik
kehidupan mereka juga .
#Day23JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
@JejakWarna.id
Senin, 03 Mei 2021
Cintai Diri dari Setiap Detik Waktumu
Cintai Diri dari Setiap Detik Waktumu
Rasa lelah kadang menghampiriku ketika sudah seharian bekerja dan
menyelesaikan tugas-tugasku. Tugas sebagai seorang istri, ibu dan juga tugas
seorang guru. Lelah yang menghampiri sirna ketika aku sampai di rumah di sambut
dengan senyum seisi rumah terutama senyum ceria si kecil yang aku rindukan.
Hidup adalah pilihan dan aku sudah putuskan untuk menjadi seorang wanita yang harus bekerja. Mencintai dunia
anak-anak membuatku bercita-cita untuk jadi seorang guru itu artinya aku harus bekerja
keluar rumah dan sebagian waktuku kuhabiskan diluar rumah dan meninggalkan
anak-anak dan keluarga.
Sebersit rasa bersalah ada dalam benakku tatkala anak-anak sedang
membutuhkanku namun aku terpaksa harus meninggalkan mereka. Maafkan ibu nak..
bisikku lirih. Ku buang jauh-jauh rasa bersalah itu dan aku berusaha menghibur
diri bahwa apa yang aku lakukan adalah bentuk perjuangan. Perjuanagan yang nantinya
akan berbuah manis padaku dan berdampak manis pula untuk anak, dan keluargaku
juga masa depanku.
Aku tak mau larut dalam rasa bersalahku, kutepis semua bahwa
cita-citaku mulia dan aku juga berhaq untuk bahagia dengan mencintai diriku sendiri.
Aku coba untuk menghibur diri dengan melihat hal-hal yang telah aku hasilkan.
Hasil dari jerih payahku. Aku bangga dengan diriku, kekurangan dan kelebihanku.
Manusia tiada yang sempurna akupun demikian diantara kekuranganku aku
coba untuk bisa mensyukurinya, dari kekurangku aku bisa belajar untuk lebih
baik lagi, tetap berpikir positif dan tidak mau terlalu memikirkan apa yang
orang lain katakan selama aku berbuat tidak merugikan orang lain maka aku akan
tetap terus melangkah.
Untuk kelebihanku aku juga syukuri, tetap rendah hati dan tak perlu
sombong, karena di atas langit masih ada langit. Sesungguhnya apa yang menjadi kelebihan
itu adalah anugrah Tuhan yang perlu kita jaga. Tetap berusaha berikan yang terbaik
dari apa yang kita punya.
Jangan terpuruk dengan rasa bersalah, baik rasa bersalah di masa
lalu ataupun rasa bersalah yang baru saja kita rasakan. Cintai sayangi diri
dengan melakukan apa yang kita sukai, hal-hal positif yang bisa buat hati kita happy.
Sekedar memanjakan tubuh kita dengan pergi kesalon, membaca novel, jalan-jalan
di sudut kota, hanya sekedar menikmati jajanan ringan bakso bakar di sore hari
sambil menikmati lembayung senja. Aaah hidup itu indah jangan di buat susah,
syukuri setiap detik waktu yang kita punya. Selama tidak mengganggu kesenangan
orang lain so.. why not. Senyum, syukur dan bahagia dengan diri kita
hari yang kita miliki saat ini.
#Day22JejakWarnaWriringChallenge
#GetCloserToMe
@JejakWarna.id
Jumat, 30 April 2021
Inilah Aku
Kamis, 29 April 2021
Memaknai Kegagalan
Memaknai Kegagalan
Hidup harus terus berjalan, walau kadang dalam hidup kita jumpai warna warni, pernak pernik yang menghambat langkah dalam hidup kita. Saat diri ini gagal dalam satu hal dan aku merasa terpuruk Saat itulah aku butuh seseorang yang mampu buatku berdiri dan berjalan tapaki kehidupan ini. Allah satu-satunya tempat ku meminta, kusebut dalam setiap detik nafas, maka aku merasa tidak sendiri tapi ada Allah yang akan menolongku. Kenyataan kadang tak seindah harapan tapi aku yaqin bahwa apa yang aku dapati hari ini adalah hal terbaik yang Allah berikan kepadaku.
Ingin berontak dan protes pada Tuhan.. ya Rabb kenapa Kau timpakan
ini kepadaku, kenapa ya Rabb.. ini tidak adil. Begitu kira-kira yang muncul di
benak kita jika kita dapati kenyataan dalam hidup kita yang tidak sesuai dengan
harapan kita. Padahal dengan hal itu Allah sedang menguji kita Allah sayang
sama kita, hanya kita yang kurang memahami belum bisa mengambil hikmah dari
kejadian, karena hati kita masih di selimuti kesedihan. Belajar dari kegagalan-kegagalan yang aku alami maka sampilah aku pada yang sekarang ini.
Bicara kegagalan, siapa yang tidak pernah mengalami kegagalan tentu
semua mengalaminya. Lalu bagaimana kita menyikapai kegagalan? Bagiku kegagalan
adalah sukses yang tertunda, kegagalan adalah pelajaran berharga buat kita.
Jika kita dalam mencapai sesuatu kita dapati dengan mulus maka akan berkurang rasa
syukur kita. Namun jika sesuatu itu kita dapati melalui kegagalan terlebih
dahulu maka kita akan berusaha bangkit dan belajar untuk lebih baik lagi. Dari
sana maka kita tau bagaimana arti sebuah perjuangan dan setelah berhasil pun
kita akan menjaga dengan baik keberhasilan yang kita capai tersebut.
Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda merupakan kalimat
motivasi yang akrab dan sering kita dengar di telinga Benar mungkin kalimat ini
bisa untuk membakar semanagt dan daya juang kita. Memaknai kegagalan bukan
sebagai akhir segalanya melainkan awal dari usaha yang baru, cara baru,
semangat baru.
Bismilah bangkit dari kegagalan untuk suatu kesuksesan. Semoga esok
kan kita dapati hari yang lebih baik lagi, semangat lalui hari ini untuk
menyongsong hari esok.
#Day2JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
@JejakWarna.id
Rabu, 28 April 2021
Harapanku di Tahun Ini
Harapanku di Tahun Ini
Selama mentari masih bersinar di situ harapan masih ada. Dipagi
hari setiap diri terbangun dari tidur di situ ada harapan baru. Harapan itu kadang
bisa terwujud kadang juga berlalu tanpa temu. Tahun 2020 yang merupakan zaman
dimana pandemi datang menghampiri, banyak hal yang sudah di rencanakan dan di
harapkan namun tak kunjung tiba. Tahun berganti pun harapan masih saja sama
hanya ada ceklis tambahan untuk tahun ini.
Pertama dan yang utama aku berharap tahun ini aku selalu di berikan
kesehatan, karena dengan sehat aku bisa melaksanakan tugas-tugasku dan aku bisa
menggapai impianku. Sempat tertunda harapanku di tahun 2020 namun alhamdulilah
tahun ini di bulan April harapanku itu terwujud. Buku perdanaku sudah terbit.
Impian yang selama mengikuti pelatihan menulis pun bisa tercapai. Target untuk
tahun 2021 ini aku bisa tetap menulis dan terbitkan dua buku. Sangat berharap
diantara bukuku nanti adalah buku pelajaran yang aku ampu.
Kedua , setelah aku kehilangan satu persatu orang-orang yang aku
sayangi, ibu, ayah adik dan juga calon bayi yang harus di kuret di bulan Juni 2020 yang lalu, membuatku semakin
mengerti dan memahami arti kebersamaan. Dengan kejadian yang menimpa
diriku aku berharap aku bisa lebih dewasa lagi. Satu keyakinan bahwa Allah
tidak menjanjikan langit selalu biru, bunga selalu mekar dan mentari selalu
bersinar, tapi ketahuilah bahwa Allah selalu memberi pelangi disetiap badai,
senyum disetiap air mata, rahmat dan berkah di setiap cobaan dan jawaban
disetiap doa jangan menyerah terus berjuang, hidup itu indah.
Terakhir aku di tahun ini bisa bertemu seseorang yang telah sekian
lama aku nantikan kehadirannya. Aku hanya ingin katakan sesuatu padanya. Agar
diri tak merasa menanggung beban yang menghimpit dada. Kuingin tangan itu
meraih tangan ini dan berkata “aku datang untukmu”. Dia adalah orang yang telah
mampu membuka hati dan pikiran ini agar tetap mampu berdiri dan semangat untuk
menyongsong hari.
Semoga pandemi segera
berlalu sehingga lebaran tahun ini kita bisa bertemu dan berkunjung dengan sanak
saudara kita yang tahun kemarin sempat tertahan.
Itu harapan dan mimpiku, kalau kamu?
#JejakWarnaChallenge
#GetCloserToMe
#Day17JejakWarna.id
Senin, 26 April 2021
Asma Nadia Sang Motivator
Asma Nadia Sang
Motivator
Dari Sejak SMA aku sudah mulai senang mebaca
buku-buku Asma Nadia, entah mengapa aku suka dengan sosok seorang Asma Nadia. Dari
perjalanan hidupnya Sejak kecil sampai sukses dengan karya-karyanya membuatku
termotivasi untuk menulis. Baginya menulis sarana untuk bisa mencapai
Ridho-Nya dan Juga dapat membuat kita sehat.
Asma Nadia semasa kecil hidup dan tumbuh dalam himpitan ekonomi
keluarga. Keluarga Asma Nadia harus hidup berpindah-pindah dari satu rumah sewa
ke rumah sewa lain di Jakarta. Keluarga Asma bahkan pernah tinggal di tepi rel
kereta api, di kawasan Gunung Sahari.
Di usia tujuh tahun Asma terbentur dari tempat tidur kala, bermimpi
buruk. Keluarga mengganggap luka di kepalanya sebagai luka biasa. Namun,
beberapa hari setelah itu Asma terus merasa kesakitan. Keluarga membawa Asma ke
dokter. Dari hasil pemeriksaan intensif menyimpulkan bahwa ia mengalami gegar
otak. Deritanya bertambah ketika jantung dan paru-parunya dinyatakan tidak
sehat. Selama sepuluh tahun, Asma tidak lepas dari obat dan aktivitas
bolak-balik ke rumah sakit untuk check up.
Setelah lulus dari SMA 1 Budi Utomo, Jakarta, ia melanjutkan kuliah
di Fakultas Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Ia tidak
menyelesaikan kuliah yang dijalaninya, sebab ia harus beristirahat karena
penyakit yang dideritanya. Hari-harinya ia jalani dengan menulis. Ketika
kesehatannya menurun, ia tetap bersemangat menulis. Motivasi dan dukungan dari
orang-orang terdekat mendorongnya untuk terus menekuni hobinya itu.
Sudah banyak perhargaan yang ia dapatkan baik penghargaan nasional
dan regional di bidang kepenulisan. Namun, Asma memutuskan untuk tetap
memelihara rasa tidak percaya diri. Rasa tidak percaya diri dapat mendorongnya
untuk tetap menulis, terus berkarya dan berproses menjadi lebih baik.
Menurut Asma, alasan utama menulis agar dapat meraih cinta dan
ridha-Nya. Memberikan nilai edukasi tentang kebaikan dan kebenaran dalam
berbagai hal. Ia menerapkan menulis setiap hari secara konsisten. Melakukan
banyak riset dan gemar membaca, merupakan langkah awal menjadi penulis. Ia
meyakini bahwa karya-karya yang dihasilkan sekarang merupakan akumulasi dari
kegemarannya membaca yang dapat memperkaya wawasan.
Melalui karya-karyanya, ia pernah mendapat berbagai penghargaan.
Selain menulis, Asma kerap memberi materi dalam berbagai lokakarya yang
berkaitan dengan penulisan dan feminisme, baik di dalam dan di luar negeri.
Pada tahun 2009 dalam perjalanannya keliling Eropa setelah mendapatkan undangan
writers in residence dari Le Chateau de Lavigny (Agustus-September 2009), Dia
juga telah keliling 200 kota di penjuru dunia, amazing dengan menulis bisa
keliling dunia.
Beberapa bukunya yang telah diadaptasi menjadi film adalah Emak
Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela dan Assalamualaikum Beijing. Seluruh
royalti dari buku Emak Ingin Naik Haji disumbangkan untuk kegiatan sosial dan
kemanusiaan, khususnya membantu mewujudkan impian kaum Islam untuk menunaikan
ibadah haji bagi yang tak mampu. Dia juga merintis Rumah Baca Asma Nadia
yang tersebar di berbagai kota, rumah baca ini
memiliki sekolah dan kelas komputer serta tempat tinggal bagi anak yatim secara
gratis untuk membaca dan beraktivitas bagi anak-anak dan remaja yang kurang
mampu. Ada sekitar 140 perpustakaan yang dikelola bersama relawan untuk kaum
yang kurang beruntung dan tidak mampu
Hal inilah yang aku kagumi dari sosok seorang Asma Nadia. Semoga
aku bisa meraih mimpi-mimpiku seperti sang motivator Asma Nadia. Aku ingin
hidupku lebih berarti dengan berbagi lewat tulisan-tulisanku.
Tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita selalu berani mencoba
dan pantang menyerah untuk belajar dan terus belajar, konsisten untuk tetap
memulis. Lalui prosesnya sabar dan tekun, InsyAllah mimpi kan jadi nyata. Aamiin
#JejakWarnaWritingChallenge
#GetCkoserToMe
#Day16JejakWarna.id
Kau Tinggalkan Rindu di Celah Senja
Kau Tinggalkan Rindu di Celah Senja
Kutarik nafas panjang ke hembuskan perlahan, ku buka candela kamar
disana aku lihat warna jingga begitu
indahnya, entah mengapa senja selalu saja mampu membawaku mengenang sosok yang
aku kagumi. Sudah sekian purnama dia meninggalkanku dan tak kan mungkin bisa kembali.
Sosok yang selalu ada di kala aku sedang susah ataupun senang, belai lembut
tangannya, senyum indah tawarkan lara, peluk hangat tubuhnya. Aah aku rindu
semua tentangmu.
Kuhanya diam menggenggam menahan segala kerinduan. Memanggil namamu
di setiap malam ingin engkau hadir dan datang di mimpiku. Ibu.. aku rindu, datanglah.
Berkat doa yang kau ucap kala sujutmu mengantarkanku pada titik yang
kau harapkan. Kau tersenyum dan katakan, “nak sudah larut istirahatlah, kau katakan
malam dijadikan untuk kita beristirahat, memeluk mimpi-mimpi kita, tapi kita
tidak boleh lalai bahwa di antara gelap
malam Allah menunggu kita untuk mengetuk pintu-pintu ampunan dan rahmat-Nya. Aku
mengangguk pelan. Aku rindu nasehatmu ibu…
Masih jelas terbayang nyata saat-saat menjelang kepergianmu ibu…
aroma melati menyeruak ke dalam hidung dan angin lembut berhembus seoalah
mengantarkan kepergianmu. Pegangan tanganmu yang kian melemah dapat kami
rasakan. Kau tersenyum, seolah kau mengatakan jangan menangis nak, ibu akan
istirahat, kamu harus kuat iklas ya nak. Tangis kamipun pecah seketika saat kau
hembuskan nafas terakhirmu.
Ibu, belum sempat aku buatmu bahagia, namun kau telah pergi untuk
selamnaya. Taukah kau ibu kini anakmu sudah bekerja sudah bisa menghasilkan
uang sendiri seperti yang kau pinta ibu. Aku sudah memiliki dua orang buah
hati. Ibu kau ingin aku jadi ibu yang baik untuk anak-anakku bukan ? lihatlah ibu,
cucumu kini sudah mulai remaja, pasti kau bangga melihatnya. Jika boleh aku
meminta, datanglah ibu kukan bersimpuh dihadapanmu dan mohon restumu selalu, akan
kupeluk tubuhmu erat dan tak kan kulepas lagi. Akan aku ceritakan bagaimana aku
lalui hariku ibu. Aku ingin kita bercanda, aku ingin melihat senyum indahmu bersama
anak-anakku.
Kini Saat aku merindukanmu aku hanya bisa datang ke pusaranmu
kubawakan bunga harum seharum namamu, kusebut namamu dalam doaku. Ibu aku rindu
bertemu denganmu. Tenanglah dalam dekapan-Nya ibu. Tunggu aku di syurga , kita
akan berkumpul bersama dan bahagia. Aamiin.
#JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
#Day15JejakWarna.id
Gunungkidul, 26 April 2021
Sabtu, 24 April 2021
Bersyukur dan Fokus untuk Hari Ini
Bersyukur dan Fokus untuk Hari Ini
Selama masih bisa bernafas, masih merasakan hangat mentari dan
melihat jumantara siang, senja dan malam hariku adalah indah dan patut aku
syukuri.
Hal yang patut aku lakukan adalah aku “Fokus hari ini”
Rasulullah bersabda ; “ berusahalah untuk meraih apa yang
bermanfaat untukmu, mintalah pertolongan Allah dan jangan engkau lemah, jika
ada yang menimpamu, maka jangan engkau katakanan : Seandainya saya kerjakan ini
niscaya akan jadi begini dan begitu, akan tetapi katakanlah bahwa Allah yang
telah menetapkannya, apa yang Dia kehendaki, Dia berbuat karena sesungguhnya
(kata-kata) seandainya membuka peluang bagi perbuatan setan” (HR Muslim)
Setiap hembusan nafas hanya berharap selalu bisa tunaikan kwajiban
untuk meraih RidhaNya. Maka hariku hari ini adalah bersyukur tiada terkira. Tidak
perlu mengandai-andai suatuhal yang bukan menjadi milik kita. Dari bersyukur kita akan bahagia. Bersyukur dengan sejuta nikmat yang Allah berikan
kepada kita. Masih bisa bersamai
orang-orang terkasih, masih bisa rasakan makan enak tidur nyenyak dan yang
pasti bisa jalani Ramadhan dengan keaadan sehat. Tak jarang kita jumpai orang-orang di sekitar
kita tidak bisa jalani rangkaian ibadah Ramadhan dikarenakan kondisi kurang sehat bahkan harus jauh dari
orang-orang terkasih.
Dari rasa syukur ini akan muncul rasa belas kasih pada sesama yang
tidak bisa merasakan apa yang seperti kita rasa. Akankah kita peduli akankah
hati tergerak untuk bisa berbagi? Buka hati buka telinga syukuri hal yang kita
dapati berbagi adalah salah satu cara kita bersyukur untuk hari kita.
Tak kan pernah akan habis apa yang kita miliki, jika kita berbagi justru
Allah akan selalu menambah rizki kita dan tentu makin berkah. Lalui hari-hari
indah ini dengan berbagi pada sesama, berbagi tak kan rugi berbagi justru akan
membuat kita makin bersyukur dan membuat hati kita lebih bahagia.
Hariku hari ini adalah hari yang penuh syukur. Semoga Allah selalu
limpahkan kasih sayang-Nya untuk kita semua. aamiin
Salam sehat, salam literasi, tetap semangat dan terus berkarya.
#JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
#Day14JejakWarna.id
Gunugkidul, 25 April 2021
Cinta Bisa Mengubah Segalanya
Cinta Bisa Mengubah Segalanya
Bicara soal cinta, siapa
yang tak mengenal cinta. Kita terlahir juga karena cinta. Setiap orang beda
dalam mengartikan apa itu cinta. Kata orang cinta itu buta. Kenapa bisa buta
karena kadang rasa cinta yang ada membuat orang bisa terlena dan lupa bagaimana
rasanya sakit. Karena cinta sakit yang ada tidak terasa karena terbalut oleh indahnya
rasa cinta itu sendiri. Setiap detik nafas yang ada hanya hembusan kasih sayang,
rasa yang menggelora yang berkecamuk dalam dada. Cinta juga bisa membuat orang
lebih bersemangat lalui harinya bahkan kadang cinta juga membuat seseorang enggan untuk beranjak dan
merasa seperti dunia berhenti berputar.
Cinta adalah suatu sikap yang ditujukan pada seseorang terhadap
orang lain dan dinilai sebagai sesuatu yang istimewa, memengaruhi cara
berpikir, merasa, dan bertingkah laku. Cinta bisa buat kita bahagia juga cinta
kadang bisa buat kita merana. Cinta bisa mengubah segalanya. Cinta hadir dengan
tiba-tiba dan bersemayam di jiwa kita tanpa memandang usia ataupun waktu.
Cinta adalah suatu rasa yang timbul dari dalam hati dan
dimana rasa itu ada tanpa paksaan dan karena
cinta itu pula seseorang rela mengorbankan apa saja walau kadang rasa sakit dan rasa pedih harus di rasakan oleh sang
pemilik rasa cinta tersebut. Rasa sakit yang hadir kadang justru mampu memberi
kekuatan baru untuk bisa bertahan dan menjaga.
Jangan biarkan rasa cinta yang ada layu begitu saja. Ibarat bunga jika tidak di siram maka lama-lama kan
layu dan mati. Begitu pula cinta setiap saat harus kita rawat. Hal terkecil
yang bisa kita lakukan untuk merawat cinta tersebut dengan sikap perhatian, pengertian,
rela berkurban, berusaha berikan yang terbaik dan mendoakan adalah cara terindah
yang bisa kita lakukan.
Terimakasih cinta kau mengajariku banyak hal baru. Bagaimana cara
bersyukur, berjuang, menghargai dan bagaimana
cara iklas. Cinta tetaplah tumbuh berseri dalam hati, kukan selalu jaga rasa
ini sampai nanti. Pasrahku pada pemilik cinta
yang hakiki yaitu ilahi rabbi. Semakin dekat dengan-Nya maka cinta yang ada pun
akan semakin indah berseri.
Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya. Tepis
rasa sakit karena cinta, sesungguhnya rasa sakit yang ada hanyalah sebagai
bumbu untuk dapatkan kekuatan baru untuk cinta.
#JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
Gunungidul, 25 April 2021
Jumat, 23 April 2021
Aku Ingin Mengenal Dunia
Aku Ingin Mengenal Dunia
Membacalah jika ingin mengenal dunia menulislah jika ingin di kenal
dunia. Pepatah itulah yang menjadikanku selalu semangat untuk terus membaca dan
menulis. Dari kita kecil hingga kini tentu banyak buku yang telah kita baca.
Dengan membaca buku maka kita akan tau sesuatu. Betapa bahagia hati jika kita
bisa memperoleh sesuatu yang bisa membawa kita ke hal baru yang lebih baik.
Menginjak remaja aku sudah senang membaca majalah anida dan saya lanjutkan
setelah berkeluarga suka membaca majalah ummi. Dari majalah tersebut akupun banyak
mengalami perubahan sampai akhirnya aku
mendapatkan hadiah buku “fiqih wanita”
karya Syaikh kmail Muhammad Uwaidah. Hadiah yang di berikan suamiku saat itu.
Buku itu membuat banyak perubahan baru pada diriku. Merasa begitu fakir diri
ini dengan ilmu-ilmu agama khususnya mengenai hal-hal yang harus wanita lakukan
agar sesuai dengan tuntunan Allah dan rasulnya.
Dalam buku tersebut di jelaskan sangat detail tentang wanita dan
apa yang seharusnya wanita lakukan mulai dari bab toharoh ( bersuci), berhias sampai pada
bab birrul walidain dan silaturahmi. Alhamdulilah sedikt demi sedikit berubahan
nampak pada diriku. Berharap perubahan kecil itu bisa membuat suami dan
orang-orang di sekitarku merasa nyaman bila berada di dekatku.
Untuk selanjutnya agar kita di kenal dunia maka kita harus
menulis. Setelah mengikuti kegiatan belajar menulis akupun membaca buku
berjudul “uktub” karya Bapak Akbar Zainudin penulis buku Best Seller “ Man
Jadda Wa Jadda” dalam buku ini di jelaskan bagaimana kita berproses untuk bisa
menulis sebuah buku. Dari buku ini jelas aku dapati semangat baru bagi diriku
dan sampai akhirnya aku bisa menulis buku solo perdana di bulan April 2021 ini.
Bersyukur tak terhingga kepada Allah yang telah banyak berikan jalan kemudahan
mengalahkan rasa malas pada diriku. Semoga perubahan-perubahan yang ada padaku
bisa bermanfaat untuk diriku dan orang lain, baik di dunia maupun di akhirat Aamiin
Selamat Hari Buku Sedunia
Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.
#JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
Gunungkidul, 23 April 2021
Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu
Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...








