Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label JWwritingChallenge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JWwritingChallenge. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2021

Bersyukur Untuk Hari Ini

Bersyukur Untuk Hari Ini

Allah SWT menjanjikan pada orang-orang yang bersyukur akan di tambah nikmatnya.  Betapa  Allah begitu baik dan sayang kepada kita. Allah telah memberikan apa yang kita butuhkan, walau terkadang tidak sesuai yang kita harapkan ( berupa kesedihan atau kesenangan) namun itu merupakan cara Allah menyayangi kita. Tidak ada alasan untuk kita tidak mensyukurinya.  Jangan sampai kita tidak bersyukur.  Jangan biarkan kita menjadi orang yang kufur nikmat.
Kadang manusia lupa dengan dua nikmat yang Allah berikan kepada kita yaitu nikmat sehat dan waktu.  Untuk itu dalam kesempatan ini hal yang buatku bersyukur hari ini adalah Allah karuniakan aku nikmat sehat dan waktu.  Allah menjadikanku seorang istri, ibu dan juga seorang guru, dan aku mensyukuri semua itu. 

Dengan sehat aku bisa melakukan segala aktivitasku dengan baik dan lancar. Begitu pula dengan waktu yang Allah berikan untukkku. Aku berusaha memanfaatkan waktu yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya.  Apalagi sekarang bulan suci Ramadhan yang Allah akan lipat gandakan segala amal. Sayang jika kita tidak manfaatkan waktu kita.

Semua orang di berikan waktu sehari semalam sama yaitu 24 jam. Namun setiap orang pasti beda dalam menyikapi dan menggunakan waktu yang ada. Banyak orang yang merasa sibuk hingga waktu begitu cepat berlalu hingga tak sempat untuk melakukan kebaikan. Hal itu menjadikanya orang yang rugi.  Dalam Al- Quran pun di jelaskan tentang waktu, jangan sampai kita tergolong orang yang rugi yang menyia-nyiakan waktu. Kecuali orang yang beriman dan beramal solih itulah orang-orang orang yang beruntung.

Bersyukur dengan waktu bisa bertemu dan bergabung di "jejakwarna.Id" di sini aku bisa berlatih untuk menggapai mimpiku. Dengan berlatih menulis setiap hari aku yaqin suatu saat aku akan mampu wujutkan mimpiku. 

Terimakasih ya rabb Kau hadirkan orang-orang yang sudi bersamaiku dan menyayangiku.Terimakasih untuk orang-orang di sekitarku baik yang didepan mata ataupun di dunia maya yang selalu mendukungku mendoakanku dan selalu berikan hal terbaik untukku. Doa terbaik selalu aku panjatkan untuk kalian yang tak dapat aku sebutkan satu persatu.  
Cinta dan kasih sayang kalian sangat berarti untukku, tanpa kalian apalah aku, sosok insan lemah yang kadang untuk sekedar  berdiri saja  tak mampu namun berkat kalian kini aku mampu berjalan dan bahkan berlari. 

#Day28JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
@jejakwarna.Id

Cita-citaku

 

Cita-citaku


Setiap orang pasti punya mimpi ataupun cita-cita. Begitu pula dengan ku. Hidup di lingkungan dekat pasar membuatku juga bercita-cita ingin menjadi pengusaha sukses yang memiliki toko sendiri dan memiliki beberapa karyawan. Toko yang aku bangun  di daerahku sendiri dan membuka cabang di daerah-daerah lain.

Seiring berjalannya waktu cita-citaku berubah layaknya anak-anak seumuranku waktu itu jika di tanya pingin jadi apa kelak. Mereka banyak yang menjawab, pingin jadi dokter, tantara, pramugari, dosen, arsitek, guru dan lain-lain. Ya kita semua boleh bermimpi dan bercita-cita sah sah saja kok. Jika kita sudah punya mimpi maka kita lebih semangat belajar untuk menggapai mimpi tersebut.

Cita-citakupun berubah ingin jadi guru, karena termotivasi pada guru TK yang saat itu benar-benar membuat diriku kagum. Ibu guru yang ramah cantik dan selalu damai jika aku melihatnya. Sampai-sampai tiap kali bermain bersama teman-teman aku berperan jadi seorang guru dan teman-temanku muritnya. Hal itu di ketahui orang tuaku dan mereka pun mendukungku untuk menjadi guru.

Saat remaja ternyata jiwa guruku sudah terlihat disana, aku sering membantu belajar adek-adek di rumah dan juga saat di masjid aku mengajar TPA setiap ba’da maghrib. Mereka sangat senang jika yang mengajar TPA diriku, akupun juga sangat bahagia bisa membuat mereka bisa membaca Al-Qur’an.

Banyak kesempatan untuk aku berlatih menjadi guru, selain mengajar TPA akupun di minta untuk membimbing pramuka di salah satu SMP di daerahku. Dari sana tentu aku lebih banyak lagi mendapatkan pengalaman. Honor yang aku terima dari membina pramuka tidak seberapa namun ilmu yang aku daptkan sungguh luar biaa. Bersyukur aku dengan hal itu. Seperti Allah telah tunjukkan jalanku untuk menggapi apa yang aku citakan.

Alhamdulilah saat ini apa yang aku cita-citakan benar-benar tercapai. Semoga aku tidak hanya menjadi guru untuk orang lain namun juga bisa jadi guru untuk diriku sendiri, untuk bisa memperbaiki diri dan terus berusaha belajar dan belajar. Tiga tahun terakhir ini ternyata aku punya cita-cita ingin jadi penulis, bukan berarti aku harus meninggalkan cita-citaku yang sudah tercapai. Ternyata cita-citaku saat ini juga masih ada hubungannya dengan  dunia guru.

Ya Rabb bimbing hamba tuk bisa capai mimpiku, tiada niat lain aku ingin bisa lebih bermanfaat untuk orang lain. Inilah cita-citaku. Semoga Allah meridhoi.

Apa cita-citamu saat ini ? Apapun cita-citamu  semoga tercapai dan Allah mudahkan jalan untuk menggapainya. Aamiin

 

#Day27JejakWarnaWritingChallenge

#GetCloserToMe

@jejakwarna.id

Jumat, 07 Mei 2021

Jambu Biji Buatnya berlari

 

Jambu Biji Buatnya Berlari



 

Dalam hidup kita tentu ada hal-hal yang buat kita sedih, senang bahkan saking senang atau lucunya kita sampai tertawa. Tertawa ternyata juga banyak manfaatnya. Asal jangan tertawa terbahak-bahak dan terus menerus ya. Saat diminta untuk menceritakan hal-hal lucu dan buat kita tertawa yang pernah kita alami jujur saja banyak hal yang buat aku tertawa. Namun saat ini akan aku ceritakan sedikit kisah singkat tentang jambu biji.

Teringat saat itu aku bersama kakakku yang sedang hamil tua.  Kami bertiga berkebun di pagi hari yang begitu cerah. Embun pagi dan sinar hangat mentari serta suara burung berkicau merdu pun tak mau ketinggalan bersaut sautan mengiringi langkah kami. Pemandangan hijau tanaman sayur dan buah-buahan dapat kami lihat begitu subur menghijau. Dari kejauhan terhampar bukit-bukit hijau begitu indahnya jumantara pagi itupun juga nampak biru cerah.  Sempurna.. maha besar Allah dengan segala firmanNya.

Saat kami  sudah beberapa asat melihat-lihat kebun dan segala tanaman yang ada disana sambil berbincang-bincang sesakali aku menyanyikan lagu yang tak sampai aku selesaikan syairnya. Tiba-tiba kami di kejutkan dengan kakakku yang hamil tua itu berlari dan adikku pun mengikuti tanpa tau kenapa ikut lari. Dengan cepat kakakku memetik jambu biji yang sudah terlihat kuning pertanda buah jambu itu sudah masak. Dengan tangkas dan sangat lincah tiba-tiba kakakku meloncat sambil memetik buah jambu itu. Tara... Jambu biji berhasil ia raih. Adikku ikut meloncat namun apa yang terjadi. Adiku terpeleset dan jatuh. Aku yang menyaksikan kejadian itupun keheran-heranan.

Masih pada posisi yang sama kakakku berdiri sambil tetap memegang satu buah jambu biji itu yang telah berhasil ia petik. Adikku juga masih dalam posisi tergeletak di bawah pohon jambu serta aku yang masih tetap berdiri dan tak segera menolong adikku. Kami saling pandang dan seketika kami tertawa bersama-sama. Bisa di bayangkan kakakku yang hamil dengan perut sebesar itu berhasil meloncat tanpa sadar hanya karena satu buah jambu biji yang dilihatnya dan ingin segera di petik dan di makan tanpa menghiraukan keadaanya. Bagaimana seorang yang berperut besar lari dan loncat secepat itu. Apakah orang hamil memang seperti itu ya.. jika menginginkan sesuatu harus segera diambil. Kejadian seperti itu apakah keinginan sang ibu ataukah sang bayi? Keinginan siapapun yang jelas saat itu kakakku telah berhasil mendapatkan hal yang ia inginkan. Peluk cium kakakku disana, bae-bae ya.. muuach..

 

#Day25JejakWarna WritingChallenge

#GetCloserToMe

@jejakwarna.id

Mau Jadi Apa Peranmu

 

Mau Jadi Apa Peranmu



Setiap manusia selalu memiliki peran dalam kehidupannya. Semua berjalan sesuai yang telah Allah gariskan. Mau tidak mau kita harus melakukan peran yang harus kita jalankan. Entah peran seorang yang gigih, rajin, sederhana atau peran orang yang kuat bahkan peran orang yang selalu manja.

Menengok saat masa kecilku dulu aku sering bayangkan saja di manja sama ayah yang bisa selalu temani aku main dan jalan-jalan. Pada kenyataannya ayah tidak punya banyak waktu untukku. Dia bekerja dan pulang saat hari menjelang sore dan tentu saja ayah sudah capek, jadi sampai rumah dia juga istirahat sebentar dan hari pun sudah malam. Di malam hari akupun harus pergi ke masjid dekat rumahku untuk belajar mengaji dan setelah usai ba’da isa akupun harus belajar.

Sosok ibulah yang banyak menghabiskan waktu bersamaku dan adikku satu-satunya. Ibu yang selalu bersamaiku dalam segala hal. Wajar jika aku seorang anak yang sangat merindukan kasih sayang dan perlakuan manja dari seorang ayah.

Jika boleh memilih dalam cerita sebuah novel, aku akan pilih diriku peran seorang anak yang selalu manja pada orang tua terutama dari seorang ayah. Namun dalam perjalan hidupnya sikap manja yang ada padanya justru bisa membuatnya mampu berdiri dan kuat saat dimana hal yang diinginkan tidak dapat terpenuhi.

 Apalagi saat Ramadhan tiba dan menjelang lebaran seperti ini aku pasti akan merengek pada ayah untuk dapat di belikan baju baru dan juga sendal baru. Aku di ajak ayah untuk jalan-jalan dan memilih sendiri baju yang aku inginkan. Ayah bisa gendong aku saat aku sudah terlalu capek berjalan kesana-kemari saat memilih baju baru yang aku suka. Aku melihat ayah dengan tenang dan sabar bersamaiku memilih baju-baju yang begitu banyak model dan warna. Aku bingung karena semuanya terlihat bagus maka ayahpun mengatakan .”Nak, ini baju yang cocok buat kamu, kamu akan terlihat lebih cantik dengan menggunakan baju ini” Kata ayah kepadaku. Seketika aku akan berhenti dan menurut saja apa yang dikatakan  ayah kepadaku karena aku yaqin pilihan ayah adalah pilihan yang tepat buatku.

Ayah aku rindu ayah. Aku ingin bertemu ayah. Ayah kini anakmu tak meminta banyak padamu anakmu gadis kecilmu dulu hanya ingin minta saat ini bertemu dengan ayah. Ayah aku tak akan manja lagi. Aku sekarang sudah besar dan dewasa ayah aku sudah bisa cari uang sendiri. Ayah datanglah akan aku ajak ayah kembali jalan-jalan dan sekarang gentian aku yang akan membelikan baju baru untuk ayah.

Ayah.. lihatlah.. anakmu yang manja dulu kini telah mandiri ayah, kau telah didik aku untuk jadi wanita kuat wanita yang mampu berdiri sendiri ayah. Baru aku sadari , saat ayah bekerja diluar rumah ayah begitu capek sehingga saat aku menginginkan ayah bersamaiku namun ayah tak selalu bisa, dan hal itu dapat aku rasakan saat ini ayah.  

Ayaah maafkan anakmu, maafkan gadismu ini ayah yang menuntut lebih darimu. Kini anakmu akan jalankan peran terbaiknya dalam kehidupan ini. Aku ingin ayah bangga melihatku kini. Ayah semoga Allah berikan hal terbaik untukmu, bahagia disana ayah. I mis u



 

 #Day26JejakWarnaWritingChallenge

#GetCloserToMe

@jejakwarna.id

Rabu, 05 Mei 2021

Tuk Permata Hatiku

Sungguh bersyukur sebagai pasangan suami istri di karuniai keturunann, disaat banyak di luar sana orang berusaha tuk mendapatkan keturunan namun Allah tak kunjung juga berikan.  Semua yang Allah tetapkan untuk kita adalah yang terbaik, maka apapun yang Allah tetapkan untuk kita maka bersyukurlah. 

Menjaga dan merawat apa yang telah Allah berikan dan tetapkan pada kita adalah salah satu cara kita bersyukur. Allah telah percayakan pada kita seorang anak maka kita berkwajiban untuk menjaga, mendidik, mengarahkan dan memberikan yang terbaik untuk mereka.
Di tangan kitalah mereka akan mampu mengenal dunia dan juga sang penciptanya.  

Semua orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat dan kelak jadi anak sukses dunia dan akhirat. Untuk mencapai hal itu tidaklah mudah, namun butuh proses panjang dan doa serta peran kita sebagai orang tua. 

Nak..  Maafkan bunda  atas segala kekurangan bunda. Bunda hanya ingin kalian tau nak.. Bunda tak menuntut kalian lebih, bunda hanya ingin kalian ikuti bundamu untuk berusaha mentaati Allah, jaga salat kalian insyaAllah terjaga pula kehidupanmu. 

Jangan pernah lelah untuk belajar dan belajar.  Bunda iklaskan kau berjuang nak..  Jauh dari bunda untuk menuntut ilmu, bukan bunda tak sayang namun justru bunda begitu menyayangimu.  Sementara kita berpisah tapi untuk sementara biarlah bunda menangis menahan rindu tak bisa bersamaimu, dari pada bunda kelak menangis saat kau tak mengenal ilmu agama dan enggan untuk mendoakan ayah bundamu.

Cita-citamu sungguh mulia dan bunda tau itu butuh perjuangan yang tak mudah, banyak halal rintang yang kan menghadang, namun tetaplah kuat hadapi semua. Berdamailah dari setiap keadaan, karena setiap kejadian yang menimpa kalian itulah sebuah pelajaran yang berharga untukmu. Ambil hikmah, jangan bersedih jangan kau risau, serahkan semua pada Allah,  Dia sebaik-baik penolong. 

Seperti nama yang tersemai dalam dirimu nak..  Bunda ingin kalian bisa berikan manfaat bagi orang lain, sekecil apapun itu bermanfaatlah untuk orang-orang di sekitarmu. Hargai sekecil usahamu, jika kau punya kelebihan maka janganlah sombong,  karena sesungguhnya semua hanyalah titipan Allah. Apapun yang kita punya jika Allah berkenan mengambil maka akan mudah bagi-Nya.

Nak.. bunda ingin jadi apapun kau kelak teruslah menebar manfaat. Lakukan yang terbaik apapun peranmu, niatkan setiap usahamu,  langkahmu hanya satu untuk Allah lilahi ta'ala. Niscaya apapun hasilnya kau akan ridho dan jauh dari kata mengeluh. 

Doa bunda mnyertai setiap langkah kalian, teruslah berjuang kejar cita-cita kalian. Semoga Allah kabulkan. Aamiin

#Day24JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
@jejakwarna. Id

Selasa, 04 Mei 2021

Mengapa Kau Pandang Aneh?

 

Mengapa Kau Pandang Aneh?


Jangan memaksa orang lain untuk bisa seperti kita dan melakukan sesuai dengan keinginan kita. Kita tidak bisa membuat orang lain sama cara berpikirnya seperti kita dan sesuai yang kita mau. Memahami dan menghormati mereka itu akan lebih baik.

Kadang apa yang kita lakukan di pandang aneh oleh sebagian orang. Tak apa selama kita yaqin di jalur yang tepat dan  tidak merugikan orang lain maka tetap saja lakukan toh kita nyaman-nyaman saja.

Seperti diriku sejak SMA aku sudah di bilang aneh oleh teman-temanku. Saat ada jam-jam kosong teman-teman suka keluar kelas dan melakukan kesukaan mereka bareng-bareng dengan yang lain, sedangkan aku memilih untuk masuk berada di pojok ruangan itu di sebuah perpustakaan sekedar melihat buku yang tertata rapi dan mengambil satu diantaranya untuk aku baca.

Tidak hanya itu saat teman-teman bangga berjalan dengan pacarnya dan pergi berdua sekedar nonton atau jalan-jalan ke pantai, namun tidak denganku. Aku justru malas untuk pacaran, sampai-sampai ada seseorang yang mendekatiku dan aku ingin dijadikan pacar namun apa yang aku katakan,  kita berteman saja jika kita jodoh kita pasti dipertemukan. Menurutku itu jawaban terbaik agar dia tidak datang-datang lagi padaku dan tidak buatnya sakit. Sekali lagi aku di bilang aneh.. saat orang lain pingin punya pacar namun tidak kesampaian aku malah ada yang mau macarin aku tidak mau. Aku hanya tersenyum, bagiku pacaran hanya buang-buang waktu saja.

Saat aku lulus sekolah dan sudah mulai berkerja serta menghasilkan uang, akupun di bilang aneh. Saat hari pertama gajian teman-teman mengajakku untuk shoping dan jalan-jalan sekedar belanja asesoris ataupun baju-baju. Untuk menyenangkan temanku akupun turuti permitaannya. Namun aku tetap belanja seperlunya, justru saat gajian yang waktu itu belum via transfer, aku langsung pergi ke bank untuk menyisihkan sebagian gaji yang aku peroleh dari hasil keringatku sendiri. Akupun bisa memanfaatkan hasil tabunganku setelah aku perlukan.

Tidak hanya itu saat ini pun aku di bilang aneh, kenapa harus capek-capek nulis apa sih yang kau dapat dari menulis, hanya buang-buang waktu saja . Toh kamu sudah mapan tak perlu lagi repot dan capek-capek untuk menulis dan membuat karya publikasi ilmiah. Buat atau tidak toh kita sudah punya gaji. Huuuf sedih diriku jika orang berkata begitu, karena menurutku dengan menulis kita bisa bahagia, dengan menulis maka otak kita bisa aktif dan membuat kita sehat. Selain itu kita sebagai guru juga di tuntut untuk mampu mengembangkan diri, salah satunya dengan cara menulis. Kita harus bisa keluar dari zona nyaman agar ada perubahan yang membuat banyak manfaat pada diri dan lingkungan kita. Please pandang aku dari sisi lain, dan selama ku berada pada jalan yang benar dan tidak merugikan orang lain aku akan tetap menjadi diriku dan maaf akan aku abaikan kata aneh yang keluar dari omongan orang lain, toh aku tidak mengusik kehidupan mereka juga .

#Day23JejakWarnaWritingChallenge

#GetCloserToMe

@JejakWarna.id

Senin, 03 Mei 2021

Cintai Diri dari Setiap Detik Waktumu

 

Cintai Diri dari Setiap Detik Waktumu


Rasa lelah kadang menghampiriku ketika sudah seharian bekerja dan menyelesaikan tugas-tugasku. Tugas sebagai seorang istri, ibu dan juga tugas seorang guru. Lelah yang menghampiri sirna ketika aku sampai di rumah di sambut dengan senyum seisi rumah terutama senyum ceria si kecil yang aku rindukan.

Hidup adalah pilihan dan aku sudah putuskan untuk menjadi seorang  wanita yang harus bekerja. Mencintai dunia anak-anak membuatku bercita-cita untuk jadi seorang guru itu artinya aku harus bekerja keluar rumah dan sebagian waktuku kuhabiskan diluar rumah dan meninggalkan anak-anak dan keluarga.

Sebersit rasa bersalah ada dalam benakku tatkala anak-anak sedang membutuhkanku namun aku terpaksa harus meninggalkan mereka. Maafkan ibu nak.. bisikku lirih. Ku buang jauh-jauh rasa bersalah itu dan aku berusaha menghibur diri bahwa apa yang aku lakukan adalah bentuk perjuangan. Perjuanagan yang nantinya akan berbuah manis padaku dan berdampak manis pula untuk anak, dan keluargaku juga masa depanku.

Aku tak mau larut dalam rasa bersalahku, kutepis semua bahwa cita-citaku mulia dan aku juga berhaq untuk bahagia dengan mencintai diriku sendiri. Aku coba untuk menghibur diri dengan melihat hal-hal yang telah aku hasilkan. Hasil dari jerih payahku. Aku bangga dengan diriku, kekurangan dan kelebihanku.

Manusia tiada yang sempurna akupun demikian diantara kekuranganku aku coba untuk bisa mensyukurinya, dari kekurangku aku bisa belajar untuk lebih baik lagi, tetap berpikir positif dan tidak mau terlalu memikirkan apa yang orang lain katakan selama aku berbuat tidak merugikan orang lain maka aku akan tetap terus melangkah.

Untuk kelebihanku aku juga syukuri, tetap rendah hati dan tak perlu sombong, karena di atas langit masih ada langit. Sesungguhnya apa yang menjadi kelebihan itu adalah anugrah Tuhan yang perlu kita jaga. Tetap berusaha berikan yang terbaik dari apa yang kita punya.

Jangan terpuruk dengan rasa bersalah, baik rasa bersalah di masa lalu ataupun rasa bersalah yang baru saja kita rasakan. Cintai sayangi diri dengan melakukan apa yang kita sukai, hal-hal positif yang bisa buat hati kita happy. Sekedar memanjakan tubuh kita dengan pergi kesalon, membaca novel, jalan-jalan di sudut kota, hanya sekedar menikmati jajanan ringan bakso bakar di sore hari sambil menikmati lembayung senja. Aaah hidup itu indah jangan di buat susah, syukuri setiap detik waktu yang kita punya. Selama tidak mengganggu kesenangan orang lain so.. why not. Senyum, syukur dan bahagia dengan diri kita hari yang kita miliki saat ini.

 

#Day22JejakWarnaWriringChallenge

#GetCloserToMe

@JejakWarna.id

Jumat, 30 April 2021

Inilah Aku

Inilah Aku

Aku yang kini tak muda lagi, aku yang ingin bisa lakukan tugasku sebagai istri, ibu dan juga guru dengan baik.  Aku yang ingin bisa selalu buat tersenyum orang-orang di sekitarku.  Aku yang kini hampir 40 tahun jalani hidupku ingin bisa buat hidup lebih berarti. 

Serasa baru kemarin lulus SMA, kuliah, bekerja dan menikah.  Aku ingin di usiaku kini bisa lebih dewasa lagi dalam bersikap.  Aku ingin hidup tenang, nyaman dan bahagia tanpa harus merasa terbebani dengan hidupku dimasa lalu.

Aku ingin memaafkan dan di maafkan atas apa yang telah aku lakukan baik aku sengaja ataupun tidak.  Tak berniat sedikitpun untuk menyakiti apalagi membenci.  Aku ingin rasa itu menjauh dari hatiku.  Aku ingin damai sertai langkah hariku. Aku berusaha jalani hidupku seperti yang Allah taqdirkan untukku. Karena aku yaqin inilah hidupku inilah jalanku yang telah Allah berikan untukku.  Inilah yang terbaik buatku buat hidupku. Biarlah srmua mengalir seduai skenario-Nya.

Bagiku masa lalu adalah kenangan yang dapat aku jadikan sebagai pelajaran berharga.  Hari ini adalah kenyataan yang harus di hadapi dan di syukuri dengan berusaha berbuat yang terbaik. Sedangkan masa depan adalah harapan. Berharap hidup akan lebih baik dari hari kemarin dan hari ini. 

Saat ini akupun mulai menyenangi dunia menulis, aku menemukan kebahagiaan disini.  Aku ingin bisa berbagi lewat tulisan. Tulisan yang bermanfaat untuk diriku dan orang lain. Jangan pandang aku sebelah mata,  aku ingin capai mimpiku sesuai kemampuanku.  Aku ingin capai sesuai dengan keyaqinanku. Selama aku berbuat tidak merugikan orang lain maka akan tetap aku lakukan dan perjuangkan.  

Terimakasih untuk suport dan doanya, terimakasih untuk mencintai dan menyayangiku dengan caramu,  aku bisa rasakan arti kasih dan sayang yang kau berikan. Doa tulus selalu aku panjatkan untukmu, untuk kita dan mimpi-mimpi kita. 

Buat hidup kita lebih berarti. Berikan yang terbaik apa yang bisa kita lakukan. Jangan nodai hati dengan pikiran negatif,  berpikirlah positif dan bersyukur adalah kunci kita bisa  bahagia.  

#JejakWarnaWritingChallenge
#GetCloserToMe
@JejakWarna.id

Kamis, 29 April 2021

Memaknai Kegagalan

 

Memaknai Kegagalan



Hidup harus terus berjalan, walau kadang dalam hidup kita jumpai warna warni, pernak pernik  yang menghambat langkah dalam  hidup kita. Saat diri ini gagal dalam satu hal dan  aku merasa terpuruk Saat itulah aku butuh seseorang yang mampu buatku berdiri dan berjalan tapaki kehidupan ini. Allah satu-satunya tempat ku meminta, kusebut dalam setiap detik nafas, maka aku merasa tidak sendiri tapi ada Allah yang akan menolongku. Kenyataan kadang tak seindah harapan tapi aku yaqin bahwa apa yang aku dapati hari ini adalah hal terbaik yang Allah berikan kepadaku. 

Ingin berontak dan protes pada Tuhan.. ya Rabb kenapa Kau timpakan ini kepadaku, kenapa ya Rabb.. ini tidak adil. Begitu kira-kira yang muncul di benak kita jika kita dapati kenyataan dalam hidup kita yang tidak sesuai dengan harapan kita. Padahal dengan hal itu Allah sedang menguji kita Allah sayang sama kita, hanya kita yang kurang memahami belum bisa mengambil hikmah dari kejadian, karena hati kita masih di selimuti kesedihan. Belajar dari kegagalan-kegagalan yang aku alami maka sampilah aku pada yang sekarang ini.

Bicara kegagalan, siapa yang tidak pernah mengalami kegagalan tentu semua mengalaminya. Lalu bagaimana kita menyikapai kegagalan? Bagiku kegagalan adalah sukses yang tertunda, kegagalan adalah pelajaran berharga buat kita. Jika kita dalam mencapai sesuatu kita dapati dengan mulus maka akan berkurang rasa syukur kita. Namun jika sesuatu itu kita dapati melalui kegagalan terlebih dahulu maka kita akan berusaha bangkit dan belajar untuk lebih baik lagi. Dari sana maka kita tau bagaimana arti sebuah perjuangan dan setelah berhasil pun kita akan menjaga dengan baik keberhasilan yang kita capai tersebut.

Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda merupakan kalimat motivasi yang akrab dan sering kita dengar di telinga Benar mungkin kalimat ini bisa untuk membakar semanagt dan daya juang kita. Memaknai kegagalan bukan sebagai akhir segalanya melainkan awal dari usaha yang baru, cara baru, semangat baru.

Bismilah bangkit dari kegagalan untuk suatu kesuksesan. Semoga esok kan kita dapati hari yang lebih baik lagi, semangat lalui hari ini untuk menyongsong hari esok.


#Day2JejakWarnaWritingChallenge

#GetCloserToMe

@JejakWarna.id

Rabu, 28 April 2021

Harapanku di Tahun Ini

 

Harapanku di Tahun Ini



Selama mentari masih bersinar di situ harapan masih ada. Dipagi hari setiap diri terbangun dari tidur di situ ada harapan baru. Harapan itu kadang bisa terwujud kadang juga berlalu tanpa temu. Tahun 2020 yang merupakan zaman dimana pandemi datang menghampiri, banyak hal yang sudah di rencanakan dan di harapkan namun tak kunjung tiba. Tahun berganti pun harapan masih saja sama hanya ada ceklis tambahan untuk tahun ini.

Pertama dan yang utama aku berharap tahun ini aku selalu di berikan kesehatan, karena dengan sehat aku bisa melaksanakan tugas-tugasku dan aku bisa menggapai impianku. Sempat tertunda harapanku di tahun 2020 namun alhamdulilah tahun ini di bulan April harapanku itu terwujud. Buku perdanaku sudah terbit. Impian yang selama mengikuti pelatihan menulis pun bisa tercapai. Target untuk tahun 2021 ini aku bisa tetap menulis dan terbitkan dua buku. Sangat berharap diantara bukuku nanti adalah buku pelajaran yang aku ampu.

Kedua , setelah aku kehilangan satu persatu orang-orang yang aku sayangi, ibu, ayah adik dan juga calon bayi yang harus di kuret di  bulan Juni 2020 yang lalu, membuatku semakin mengerti dan memahami   arti kebersamaan. Dengan kejadian yang menimpa diriku aku berharap aku bisa lebih dewasa lagi. Satu keyakinan bahwa Allah tidak menjanjikan langit selalu biru, bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar, tapi ketahuilah bahwa Allah selalu memberi pelangi disetiap badai, senyum disetiap air mata, rahmat dan berkah di setiap cobaan dan jawaban disetiap doa jangan menyerah terus berjuang, hidup itu indah.

Terakhir aku di tahun ini bisa bertemu seseorang yang telah sekian lama aku nantikan kehadirannya. Aku hanya ingin katakan sesuatu padanya. Agar diri tak merasa menanggung beban yang menghimpit dada. Kuingin tangan itu meraih tangan ini dan berkata “aku datang untukmu”. Dia adalah orang yang telah mampu membuka hati dan pikiran ini agar tetap mampu berdiri dan semangat untuk menyongsong hari.

Semoga pandemi segera berlalu sehingga lebaran tahun ini kita bisa bertemu dan berkunjung dengan sanak saudara kita yang tahun kemarin sempat tertahan.

Itu harapan dan mimpiku, kalau kamu?

 

#JejakWarnaChallenge

#GetCloserToMe

#Day17JejakWarna.id

Senin, 26 April 2021

Asma Nadia Sang Motivator

 

Asma Nadia Sang Motivator






Dari Sejak SMA aku sudah mulai senang mebaca buku-buku Asma Nadia, entah mengapa aku suka dengan sosok seorang Asma Nadia. Dari perjalanan hidupnya Sejak kecil sampai sukses dengan karya-karyanya membuatku termotivasi untuk menulis. Baginya menulis sarana untuk bisa mencapai Ridho-Nya dan Juga dapat membuat kita  sehat.

Asma Nadia semasa kecil hidup dan tumbuh dalam himpitan ekonomi keluarga. Keluarga Asma Nadia harus hidup berpindah-pindah dari satu rumah sewa ke rumah sewa lain di Jakarta. Keluarga Asma bahkan pernah tinggal di tepi rel kereta api, di kawasan Gunung Sahari.

Di usia tujuh tahun Asma terbentur dari tempat tidur kala, bermimpi buruk. Keluarga mengganggap luka di kepalanya sebagai luka biasa. Namun, beberapa hari setelah itu Asma terus merasa kesakitan. Keluarga membawa Asma ke dokter. Dari hasil pemeriksaan intensif menyimpulkan bahwa ia mengalami gegar otak. Deritanya bertambah ketika jantung dan paru-parunya dinyatakan tidak sehat. Selama sepuluh tahun, Asma tidak lepas dari obat dan aktivitas bolak-balik ke rumah sakit untuk check up.

Setelah lulus dari SMA 1 Budi Utomo, Jakarta, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Ia tidak menyelesaikan kuliah yang dijalaninya, sebab ia harus beristirahat karena penyakit yang dideritanya. Hari-harinya ia jalani dengan menulis. Ketika kesehatannya menurun, ia tetap bersemangat menulis. Motivasi dan dukungan dari orang-orang terdekat mendorongnya untuk terus menekuni hobinya itu.

Sudah banyak perhargaan yang ia dapatkan baik penghargaan nasional dan regional di bidang kepenulisan. Namun, Asma memutuskan untuk tetap memelihara rasa tidak percaya diri. Rasa tidak percaya diri dapat mendorongnya untuk tetap menulis, terus berkarya dan berproses menjadi lebih baik.

Menurut Asma, alasan utama menulis agar dapat meraih cinta dan ridha-Nya. Memberikan nilai edukasi tentang kebaikan dan kebenaran dalam berbagai hal. Ia menerapkan menulis setiap hari secara konsisten. Melakukan banyak riset dan gemar membaca, merupakan langkah awal menjadi penulis. Ia meyakini bahwa karya-karya yang dihasilkan sekarang merupakan akumulasi dari kegemarannya membaca yang dapat memperkaya wawasan.

Melalui karya-karyanya, ia pernah mendapat berbagai penghargaan. Selain menulis, Asma kerap memberi materi dalam berbagai lokakarya yang berkaitan dengan penulisan dan feminisme, baik di dalam dan di luar negeri. Pada tahun 2009 dalam perjalanannya keliling Eropa setelah mendapatkan undangan writers in residence dari Le Chateau de Lavigny (Agustus-September 2009), Dia juga telah keliling 200 kota di penjuru dunia, amazing dengan menulis bisa keliling dunia.

Beberapa bukunya yang telah diadaptasi menjadi film adalah Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela dan Assalamualaikum Beijing. Seluruh royalti dari buku Emak Ingin Naik Haji disumbangkan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya membantu mewujudkan impian kaum Islam untuk menunaikan ibadah haji bagi yang tak mampu. Dia juga merintis Rumah Baca Asma Nadia yang tersebar di berbagai kota, rumah baca ini memiliki sekolah dan kelas komputer serta tempat tinggal bagi anak yatim secara gratis untuk membaca dan beraktivitas bagi anak-anak dan remaja yang kurang mampu. Ada sekitar 140 perpustakaan yang dikelola bersama relawan untuk kaum yang kurang beruntung dan tidak mampu

Hal inilah yang aku kagumi dari sosok seorang Asma Nadia. Semoga aku bisa meraih mimpi-mimpiku seperti sang motivator Asma Nadia. Aku ingin hidupku lebih berarti dengan berbagi lewat tulisan-tulisanku. 

Tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita selalu berani mencoba dan pantang menyerah untuk belajar dan terus belajar, konsisten untuk tetap memulis. Lalui prosesnya sabar dan tekun, InsyAllah mimpi kan jadi nyata. Aamiin

 

#JejakWarnaWritingChallenge

#GetCkoserToMe

#Day16JejakWarna.id

Kau Tinggalkan Rindu di Celah Senja

 

Kau Tinggalkan Rindu di Celah Senja



Kutarik nafas panjang ke hembuskan perlahan, ku buka candela kamar disana aku lihat warna jingga  begitu indahnya, entah mengapa senja selalu saja mampu membawaku mengenang sosok yang aku kagumi. Sudah sekian purnama dia meninggalkanku dan tak kan mungkin bisa kembali. Sosok yang selalu ada di kala aku sedang susah ataupun senang, belai lembut tangannya, senyum indah tawarkan lara, peluk hangat tubuhnya. Aah aku rindu semua tentangmu.

Kuhanya diam menggenggam menahan segala kerinduan. Memanggil namamu di setiap malam ingin engkau hadir dan datang di mimpiku. Ibu.. aku rindu, datanglah.

Berkat doa yang kau ucap kala sujutmu mengantarkanku pada titik yang kau harapkan. Kau tersenyum dan katakan, “nak sudah larut istirahatlah, kau katakan malam dijadikan untuk kita beristirahat, memeluk mimpi-mimpi kita, tapi kita tidak boleh lalai bahwa di antara  gelap malam Allah menunggu kita untuk mengetuk pintu-pintu ampunan dan rahmat-Nya. Aku mengangguk pelan. Aku rindu nasehatmu ibu…

Masih jelas terbayang nyata saat-saat menjelang kepergianmu ibu… aroma melati menyeruak ke dalam hidung dan angin lembut berhembus seoalah mengantarkan kepergianmu. Pegangan tanganmu yang kian melemah dapat kami rasakan. Kau tersenyum, seolah kau mengatakan jangan menangis nak, ibu akan istirahat, kamu harus kuat iklas ya nak. Tangis kamipun pecah seketika saat kau hembuskan nafas terakhirmu.

Ibu, belum sempat aku buatmu bahagia, namun kau telah pergi untuk selamnaya. Taukah kau ibu kini anakmu sudah bekerja sudah bisa menghasilkan uang sendiri seperti yang kau pinta ibu. Aku sudah memiliki dua orang buah hati. Ibu kau ingin aku jadi ibu yang baik untuk anak-anakku bukan ? lihatlah ibu, cucumu kini sudah mulai remaja, pasti kau bangga melihatnya. Jika boleh aku meminta, datanglah ibu kukan bersimpuh dihadapanmu dan mohon restumu selalu, akan kupeluk tubuhmu erat dan tak kan kulepas lagi. Akan aku ceritakan bagaimana aku lalui hariku ibu. Aku ingin kita bercanda, aku ingin melihat senyum indahmu bersama anak-anakku.

 

Kini Saat aku merindukanmu aku hanya bisa datang ke pusaranmu kubawakan bunga harum seharum namamu, kusebut namamu dalam doaku. Ibu aku rindu bertemu denganmu. Tenanglah dalam dekapan-Nya ibu. Tunggu aku di syurga , kita akan berkumpul bersama dan bahagia. Aamiin.

 

#JejakWarnaWritingChallenge

#GetCloserToMe

#Day15JejakWarna.id

Gunungkidul, 26 April 2021

Sabtu, 24 April 2021

Bersyukur dan Fokus untuk Hari Ini

 

Bersyukur dan Fokus untuk Hari Ini

 


Selama masih bisa bernafas, masih merasakan hangat mentari dan melihat jumantara siang, senja dan malam hariku adalah indah dan patut aku syukuri.

Hal yang patut aku lakukan adalah aku “Fokus hari ini”

Rasulullah bersabda ; “ berusahalah untuk meraih apa yang bermanfaat untukmu, mintalah pertolongan Allah dan jangan engkau lemah, jika ada yang menimpamu, maka jangan engkau katakanan : Seandainya saya kerjakan ini niscaya akan jadi begini dan begitu, akan tetapi katakanlah bahwa Allah yang telah menetapkannya, apa yang Dia kehendaki, Dia berbuat karena sesungguhnya (kata-kata) seandainya membuka peluang bagi perbuatan setan” (HR Muslim)

Setiap hembusan nafas hanya berharap selalu bisa tunaikan kwajiban untuk meraih RidhaNya. Maka hariku hari ini adalah bersyukur tiada terkira. Tidak perlu mengandai-andai suatuhal yang bukan menjadi milik kita.  Dari bersyukur kita akan bahagia.  Bersyukur dengan sejuta nikmat yang Allah berikan kepada kita.  Masih bisa bersamai orang-orang terkasih, masih bisa rasakan makan enak tidur nyenyak dan yang pasti bisa jalani Ramadhan dengan keaadan sehat.  Tak jarang kita jumpai orang-orang di sekitar kita tidak bisa jalani rangkaian ibadah Ramadhan dikarenakan  kondisi kurang sehat bahkan harus jauh dari orang-orang terkasih. 

Dari rasa syukur ini akan muncul rasa belas kasih pada sesama yang tidak bisa merasakan apa yang seperti kita rasa. Akankah kita peduli akankah hati tergerak untuk bisa berbagi? Buka hati buka telinga syukuri hal yang kita dapati berbagi adalah salah satu cara kita bersyukur untuk  hari kita.  Tak kan pernah akan habis apa yang kita miliki, jika kita berbagi justru Allah akan selalu menambah rizki kita dan tentu makin berkah. Lalui hari-hari indah ini dengan berbagi pada sesama, berbagi tak kan rugi berbagi justru akan membuat kita makin bersyukur dan membuat hati kita lebih bahagia.

Hariku hari ini adalah hari yang penuh syukur. Semoga Allah selalu limpahkan kasih sayang-Nya untuk kita semua. aamiin

Salam sehat, salam literasi, tetap semangat dan terus berkarya.


#JejakWarnaWritingChallenge

#GetCloserToMe

#Day14JejakWarna.id

Gunugkidul, 25 April 2021

Cinta Bisa Mengubah Segalanya

 

Cinta Bisa Mengubah Segalanya


Bicara soal cinta,  siapa yang tak mengenal cinta. Kita terlahir juga karena cinta. Setiap orang beda dalam mengartikan apa itu cinta. Kata orang cinta itu buta. Kenapa bisa buta karena kadang rasa cinta yang ada membuat orang bisa terlena dan lupa bagaimana rasanya sakit. Karena cinta sakit yang ada tidak terasa karena terbalut oleh indahnya rasa cinta itu sendiri. Setiap detik nafas yang ada hanya hembusan kasih sayang, rasa yang menggelora yang berkecamuk dalam dada. Cinta juga bisa membuat orang lebih bersemangat lalui harinya bahkan  kadang cinta juga  membuat seseorang enggan untuk beranjak dan merasa seperti dunia berhenti berputar.

Cinta adalah suatu sikap yang ditujukan pada seseorang terhadap orang lain dan dinilai sebagai sesuatu yang istimewa, memengaruhi cara berpikir, merasa, dan bertingkah laku. Cinta bisa buat kita bahagia juga cinta kadang bisa buat kita merana. Cinta bisa mengubah segalanya. Cinta hadir dengan tiba-tiba dan bersemayam di jiwa kita tanpa memandang usia ataupun waktu.

Cinta adalah suatu rasa yang timbul dari dalam hati dan dimana rasa itu ada  tanpa paksaan dan karena cinta itu pula seseorang rela mengorbankan apa saja walau kadang rasa  sakit dan rasa pedih harus di rasakan oleh sang pemilik rasa cinta tersebut. Rasa sakit yang hadir kadang justru mampu memberi kekuatan baru untuk bisa bertahan dan menjaga.

Jangan biarkan rasa cinta yang ada layu begitu saja. Ibarat  bunga jika tidak di siram maka lama-lama kan layu dan mati. Begitu pula cinta setiap saat harus kita rawat. Hal terkecil yang bisa kita lakukan untuk merawat cinta tersebut dengan sikap perhatian, pengertian, rela berkurban, berusaha berikan yang terbaik dan mendoakan adalah cara terindah yang bisa kita lakukan.

Terimakasih cinta kau mengajariku banyak hal baru. Bagaimana cara bersyukur, berjuang, menghargai  dan bagaimana cara iklas. Cinta tetaplah tumbuh berseri dalam hati, kukan selalu jaga rasa ini sampai  nanti. Pasrahku pada pemilik cinta yang hakiki yaitu ilahi rabbi. Semakin dekat dengan-Nya maka cinta yang ada pun akan semakin indah berseri.

Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya. Tepis rasa sakit karena cinta, sesungguhnya rasa sakit yang ada hanyalah sebagai bumbu untuk dapatkan kekuatan baru untuk cinta.

#JejakWarnaWritingChallenge

#GetCloserToMe

Gunungidul, 25 April 2021

Jumat, 23 April 2021

Aku Ingin Mengenal Dunia

 

Aku Ingin Mengenal Dunia


 

Membacalah jika ingin mengenal dunia menulislah jika ingin di kenal dunia. Pepatah itulah yang menjadikanku selalu semangat untuk terus membaca dan menulis. Dari kita kecil hingga kini tentu banyak buku yang telah kita baca. Dengan membaca buku maka kita akan tau sesuatu. Betapa bahagia hati jika kita bisa memperoleh sesuatu yang bisa membawa kita ke hal baru yang lebih baik.

Menginjak remaja aku sudah senang membaca majalah anida dan saya lanjutkan setelah berkeluarga suka membaca majalah ummi. Dari majalah tersebut akupun banyak mengalami perubahan  sampai akhirnya aku mendapatkan hadiah buku  “fiqih wanita” karya Syaikh kmail Muhammad Uwaidah. Hadiah yang di berikan suamiku saat itu. Buku itu membuat banyak perubahan baru pada diriku. Merasa begitu fakir diri ini dengan ilmu-ilmu agama khususnya mengenai hal-hal yang harus wanita lakukan agar sesuai dengan tuntunan Allah dan rasulnya.

Dalam buku tersebut di jelaskan sangat detail tentang wanita dan apa yang seharusnya wanita lakukan mulai dari  bab toharoh ( bersuci), berhias sampai pada bab birrul walidain dan silaturahmi. Alhamdulilah sedikt demi sedikit berubahan nampak pada diriku. Berharap perubahan kecil itu bisa membuat suami dan orang-orang di sekitarku merasa nyaman bila berada di dekatku.

Untuk selanjutnya agar kita di kenal dunia maka kita harus menulis. Setelah mengikuti kegiatan belajar menulis akupun membaca buku berjudul “uktub” karya Bapak Akbar Zainudin penulis buku Best Seller “ Man Jadda Wa Jadda” dalam buku ini di jelaskan bagaimana kita berproses untuk bisa menulis sebuah buku. Dari buku ini jelas aku dapati semangat baru bagi diriku dan sampai akhirnya aku bisa menulis buku solo perdana di bulan April 2021 ini. Bersyukur tak terhingga kepada Allah yang telah banyak berikan jalan kemudahan mengalahkan rasa malas pada diriku. Semoga perubahan-perubahan yang ada padaku bisa bermanfaat untuk diriku dan orang lain, baik di dunia maupun di akhirat Aamiin

Selamat Hari Buku Sedunia

Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.

#JejakWarnaWritingChallenge

#GetCloserToMe

Gunungkidul, 23 April 2021

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...