Cari Blog Ini

Selasa, 29 Juni 2021

Kembali Menyapa

 

Kembali Menyapa


Malam

Kembali menyapa

Telah  sekian purnama

 Tak lelah  menunggu hadirnya


Sampai

Hari berganti

Bulan melangkah pelan

Memandang purnama dan keindahan


Esok

Mentari bersinar

Dengan sejuta  harapan

Bayangmu datang mendekat

Senyum indah mampu memikat


Kasih

Pujaan hati

Kapan kau datang

Membelai penuh kasih sayang

Pada indah malam bertabur bintang

Mendekap penuh cinta yang pernah terbuang

 

Gunungkidul, 29 Juni 2021

Senin, 28 Juni 2021

Menentukan Sudut Pandang

Menentukan Sudut Pandang
Alhamdulilah, malam hari ini aku bersyukur masih bisa ikuti Kelas cerpen ini. Diantara sekian anggota grup ini ada beberapa yang keluar dari grup dengan berbagai alasan. Berharap aku tetap bisa bertahan dan nanti bisa lulus serta  bisa memanfaan ilmu yang di peroleh ini.

Berikut materi dari Kak epidda.

Sudut pandang merupakan cara suatu cerita dikisahkan atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tidakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam suatu karya kepada pembaca (Abrams, 1981: 142). Sudut pandang dalam fiksi mempersoalkan siapa yang menceritakan atau dari posisi mana atau siapa peristiwa dan tindakan tersebut dilihat. Menurut Lubbock (1965: 251 -257) sudut pandang merupakan hubungan antara tempat pencerita berdiri dan ceritanya; dia ada di dalam atau di luar cerita. 

Sudut pandang atau point of view adalah sebuah teknik bercerita yang akan membuat ‘rasa’ yang berbeda pada alur dan cara penyampaian cerita.  Dengan sudut pandang, penulis seolah-olah dapat menjadi pelaku utama atau menjadi orang lain dalam cerita tersebut.

Menurut Teori Sastra sudut pandang sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang pertama dibagi lagi menjadi dua, yaitu: sudut pandang orang pertama-tokoh utama dan sudut pandang orang pertama-tokoh sampingan.

Sementara sudut pandang orang ketiga juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu sudut pandang orang ketiga serba tahu/mahatahu, dan sudut pandang orang ketiga pengamat.

Sementara itu, secara umum terdapat berbagai macam teori tentang sudut pandang. Diantaranya ada sudut pandang campuran dan ada juga sudut pandang pihak kedua. Nah, Berikut kami paparkan macam-macam sudut pandang tersebut beserta dengan contoh penggunaannya.

1. Sudut Pandang Orang Pertama 
Sudut pandang orang pertama biasanya menggunakan kata ganti “aku" atau “saya" atau juga “kami” (jamak). Pada saat menggunakan sudut pandang orang pertama, Anda seakan-akan menjadi salah satu tokoh dalam cerita yang sedang dibuat. Si pembaca pun akan merasa melakoni setiap cerita yang dikisahkan.

Sudut Pandang Orang Pertama (Tokoh Utama)
Sesuai dengan namanya–sudut pandang orang pertama (tokoh utama)–si penulis seolah-olah ‘masuk’ dalam cerita tersebut sebagai tokoh utama/tokoh sentral dalam cerita (first person central). Segala hal yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, tingkah laku, atau kejadian yang tokoh “aku" lakukan akan digambarkan pada cerita tersebut.
Ia akan menjadi pusat kesadaran dan pusat dari cerita. Jika ada peristiwa/tokoh di luar diri “aku", peristiwa/tokoh itu akan diceritakan sebatas keterkaitan dengan tokoh “aku".

Contoh sudut pandang orang pertama tokoh utama:
Aku sedang mengamati lemari jam yang berdiri kaku di pojok ruangan. Ukiran jati bertuliskan huruf Jawa kuno menjadi saksi bisu kelahiranku. Ditempat ini, 20 tahun lalu aku dilahirkan…….dst .

Sudut Pandang Orang Pertama (Tokoh Sampingan)

Pada teknik ini, tokoh “aku" hadir tidak dalam peran utama, melainkan peran pendukung atau tokoh tambahan (first personal peripheral). Kehadiran tokoh “aku" dalam cerita berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang cerita kepada pembaca.
Sementara tokoh utama, dibiarkan untuk menceritakan dirinya sendiri lengkap dengan dinamika yang terjadi. Dengan kata lain, tokoh “aku" pada teknik ini hanya sebagai saksi dari rangkaian peristiwa yang dialami (dan dilakukan) oleh tokoh utama. 

Contoh sudut pandang orang pertama tokoh sampingan:
Brak!!! Sekali lagi aku dibuat kaget dengan suara pintu dari samping kamarku. Erika pergi terburu-buru sambil lari tunggang langgang. Sepertinya ia terlambat kuliah lagi. Erika adalah gadis yang manis, ia ramah dengan semua orang. Tidak heran jika banyak orang menyukainya.

2. SUDUT PANDANG ORANG KETIGA
Pada teknik sudut pandang orang atau pihak ketiga. Kata rujukan yang digunakan ialah “dia" “ia" atau nama tokoh dan juga mereka(jamak). Kata ganti ini digunakan untuk menceritakan tokoh utama dalam sebuah cerita.
Selain kata ganti yang digunakan, ada satu hal lagi yang membedakan antara sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga, yaitu kebebasan peran di dalam cerita. Pada sudut pandang orang pertama, si penulis bisa menunjukkan sosok dirinya di dalam cerita, dan ini tidak berlaku pada sudut pandang orang ketiga.
Pada sudut pandang orang ketiga, si penulis berada ‘di luar’ isi cerita dan hanya mengisahkan tokoh “dia" di dalam cerita.
Sudut Pandang Orang Ketiga (Serba Tahu)
Pada sudut pandang orang ketiga serba tahu, si penulis akan menceritakan apa saja terkait tokoh utama. Ia seakan tahu benar tentang watak, pikiran, perasaan, kejadian, bahkan latar belakang yang mendalangi sebuah kejadian.
Ia seperti seorang yang mahatahu tentang tokoh yang sedang ia ceritakan.Oh ya, selain menggunakan kata ganti “ia" atau “dia", kata ganti yang biasa digunakan ialah nama dari si tokoh itu sendiri. Hal ini berlaku juga untuk sudut pandang orang ketiga (pengamat).

Contoh sudut pandang orang ketiga serba tahu:
Sudah 6 bulan ini Naomi terjun pada dunia tarik suara. Ayah dan ibunya tidak ada yang merestui jalur karier yang ia geluti. Ia sampai beradu argumen dengan sang ayah yang memang memiliki watak keras. Keduanya sempat bersitegang sebelum akhirnya dipisahkan oleh sang ibu dengan derai air mata.

Sudut Pandang Orang Ketiga (Pengamat)
Teknik ini hampir sama dengan teknik sudut pandang orang ketiga serba tahu, hanya saja, tidak semahatahu teknik itu.Pada sudut pandang orang ketiga penulis menceritakan sebatas pengetahuannya saja.
Pengetahuan ini diperoleh dari penangkapan pancaindra yang digunakan, baik dengan cara mengamati (melihat), mendengar, mengalami, atau merasakan suatu kejadian di dalam cerita. Pengamatan pun dapat diperoleh dari hasil olah pikir si penulis tentang tokoh “dia" yang sedang ia ceritakan.

Contoh Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat:
Entah apa yang terjadi dengannya seminggu belakangan ini. Pulang dari kantor langsung menunjukkan muka masam. Belum lagi puasa bicara yang sudah ia lakukan seminggu belakangan ini. Apa mungkin karena hubungan dia dan sang kekasih yang tidak direstui oleh keluarga?

Sudut Pandang Campuran
Pada sudut pandang campuran, si penulis dapat menggabungkan antara sudut pandang orang pertama dan orang ketiga. Ada kalanya si penulis ‘masuk’ ke dalam cerita (bukan sebagai tokoh utama) dan ada kalanya ia berada di luar cerita menjadi orang yang serba tahu.


Sedangkan sudut pandang orang kedua
Sedangkan sudut pandang orang kedua agak sulit. Karena agak sulit, maka kita juga jarang menemukan cerpen seperti ini. Pasalnya (sesuai dengan yang saya kutip dari flpku.wordpress.com tentang Sudut Pandang) si penulis harus:
Menjadikan pembaca sebagai pelaku utama sehingga membuatnya menjadi merasa dekat dengan cerita karena seolah menjadi tokoh utama. Dan juga penulis harus konsisten tak menyebut “aku”. 
Contoh:
Ini hari pertamamu masuk kerja. Harus sempurna! Maka jadi sejak tiga jam lalu, kau sibuk bolak-balik di depan cermin. Mengecek baju, rambut, sampai riasan di wajahmu. Lalu setelah kau memoleskan lipgloss sebagai sentuhan final yang kau rasa akan memesona teman-teman barumu di kantor nanti, kau mengambil parfum. Menyemprotkannya di belakang telinga, pergelangan tangan, selangkangan, dan ke udara. Sedetik berikutnya, kau melewati udara beraroma lili dan lavender itu, berharap supaya wanginya menempel di rambut dan blazer barumu. (Novel The Girls’ Guide to Hunting and Fishing – Melissa Bank)
Sumber : studiobelajar.com, salamadian.com, nasionalis.id
Demikian materi WCS malam hari ini, semoga  bermanfaat.
Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.

#KelasCerpen
Gunungkidul, 28 Juni 2021

Jumat, 25 Juni 2021

Kulepas Engkau dengan Iklas

 

Kulepas Engkau dengan Iklas



Merelakan seseorang yang sangat berarti dalam hidup adalah sesuatu yang sulit dilakukan. Ada perasaan sedih yang teramat dalam dan disertai rasa sepi yang berkecamuk dalam jiwa. Semua perasaan yang rumit itu seakan mengisyaratkan bahwa kita sedang merasa kehilangan.

Setiap orang pasti pernah mengalami perasaan kehilangan. Rasa kehilangan terjadi ketika adanya kehampaan dalam hidup, sejak seseorang tak lagi bersamanya. Namun sebesar apa rasa kehilangan setiap orang juga berbeda. Begitu pula dengan penyebab seseorang kehilangan. Kehilangan yang tiba-tiba membuat rasa kehilangan itu begitu sangat mengagetkan terasa begitu dalam.

“ Sudahlah iklaskan , semua sudah takdir “.

Itulah kata-kata semua orang yang aku dengar. Mereka tak mengalami apa yang aku alami dan rasakan. Mudah saja mereka berkata seperti itu. Tapi aku tidak semudah itu melepaskannya, mengiklaskan kepergiannya bukan perkara yang mudah. Aku butuh waktu untuk mnerima semua ini.

Kejadian minggu pagi itu telah merenggut suamiku. Suamiku pergi tanpa pesan dia pergi begitu cepat. Mobil rombongan yang membawanya dalam acara hajatan tetanggaku mengantarkannya untuk pergi selama-lamanya. Derai air mata dan sesak didada tak bisa aku hindari. Bumi terasa berhenti berputar dan akupun hanya membisu. Tak peduli omongan orang lain tak peduli nasehat mereka. Aku hanya ingin menikmati kesendirianku bersama bayang-bayangnya.

Gara-gara pembunuh itu, suamiku pergi dan biarkan aku kesepian. Ya, aku menganggap tetanggaku yang punya hajat itu adalah seorang pembunuh. Aku benci dia dan semua keluarganya aku benci mereka. Andai saja keluarga itu menerima saran dari sesepuh desa untuk melaksanakan hajatan itu dengan  melakukan kebiasaan yang selalu dilakukan di kampungku tentu tidak akan terjadi kecelakaan itu.

Itulah yang kurasakan setelah kepergian suamiku. Butuh waktu lama aku untuk bisa bangkit berdiri dan berjalan. Hidup harus terus berjalan dan berkat kesabaran orang-orang terdekatku akupun bisa sadar dari mimpi buruk ini. Lambat laun aku menyadari kesalahnaku dengan menganggap tetanggaku sebagai pembunuh. Aku maafkan mereka aku serahkan semua pada-Nya..

Allah mengambil suamiku namun Allah gantikan dengan kasih sayang-Nya lewat orang-orang yang hadir memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus. Hanya orang-orang yang tulus yang mampu tetap bertahan berada di dekatku. Memberikan perhatian support dan doa.

Allah memberikan ujian berupa kehilangan pada ku untuk mengajarkan hikmah didalamnya. Dari kehilangan aku tau arti dari perjuangan, arti dari bersyukur dan menghargai. Dulu aku tipe istri yang manja apapun suamiku selalu membantu pekerjaanku tak ingin aku terlalu lelah dia begitu perhatian dan selalu buatku tersenyum bahagia.

Kini apapun pekerjaanku aku selesaikan sendiri, tanpa ada yang membantuku termasuk mendidik dan bersamai dua orang buah hatiku. Aku jadi Wanita yang mandiri dan kuat. Walau memang aku akui aku sangat lelah dan merindukannya. Tanpa sadar aku menyebut namanya.

[Yaah pulanglah, apa kau tak kasihan melihat aku disini sendiri mengurus semuanya]

Sementara anak gadisku yang beranjak remaja pun mendengar apa yang aku katakan.

“ Ma, ayah sudah tidak ada, ayah sudah di syurga, ayah tidak bisa pulang”, ucap anakku.

 Kulihat air matanya menetes dipipinya. Akupun memeluknya.

“Iya nak ayah sudah tenang disana, maafkan Mama ya, harusnya Mama tidak seperti itu”. Kembali aku terisak dan menahan semua kerinduan ini. Aku iklas ya Rabb.

#Tugas-Keempat

#KelasCerpen

#TemaKehilangan

Gunungkidul, 26 Juni 2021

Kamis, 24 Juni 2021

Satu Keyaqinan

 

Satu Keyaqinan



Saat menulis tantangan dari Aisei untuk membuat quotes aku pernah menuliskan tentang impian “ Impian kita bisa jadi nyata jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya”. Siapa sih yang tak punya mimpi dalam hidupnya. Aku yaqin setiap orang pasti memiliki mimpi. Lalu bagaimana kita bisa menggapai mimpi itu. Seperti halnya diriku yang bermimpi ingin bisa menulis dan segera terbitkan buku. Pada awalnya memang seperti tak mungkin, aku yang baru belajar menulis di tahun 2020 tapi bermimpi menulis buku solo.

Memang aku menyukai menulis sejak dulu, walau hanya menulis tentang apa yang aku alami namun bagiku menulis itu sesuatu yang buat aku bahagia. Terkadang apa yang kita rasa sulit untuk di ungkapkan ke orang lain namun dengan kita menuliskannya maka kita bisa keluarkan segala yang kita rasakan dan kita  kan merasa lega.

Hasratku tuk mewujudkan mimpiku begitu menggelora setelah banyak teman yang satu gelombang dalam belajar menulis menerbitkan buku. Aku harus semangat aku pasti bisa. Satu kata yang selalu buatku mampu singkirkan keraguan yaitu “ Yaqin”. Ya berbekal keyaqinan itu maka aku harus berani tuk kalahkan segala kemalasan dan terkadang mengorbankan waktu istirahatku untuk bisa wujudkan mimpiku. Dengan selalu ingat tentang mimpi, aku selalu disiplin, konsisten dan sabar maka akupun bisa mewujudkan mimpiku.

Bulan April buku solo perdanaku terbit walau masih berkisah tentang buku cerpen namun aku bahagia. Sebelum berhasil menulis buku solo aku berlatih untuk bergabung menulis buku antologi, setiap moment tertentu diadakan event menulis aku selalu gabung. Alhamdulilah 30 buku antalogi berhasil aku tulis. . Untuk buku solo kedua tentang Pendidikan sudah keluar ISBN dan tinggal pilih cover mana yang tepat, insyaAllah bulan Juni ini bisa terbit.

Semoga buku-buku yang aku tulis bermanfaat untuk diriku dan tentunya untuk orang lain.








Tiada hal yang tak mungkin dan sia-sia selama kita mau belajar dan selalu konsisten dengan apa yang kita lakukan insyaAllah mimpi kita akan terwujud. Allah maha baik tetaplah berusaha dan iringi dengan doa, Allah akan berikan apa yang kita minta dan kita butuhkan. yaqinlah Allah akan kabulkan dan akan berikan jalan niscaya apa yang menjadi harapan dan impian kita kan jadi nyata.

Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.

Gunungkidul, 24 Juni 2021

Senin, 21 Juni 2021

Dialog Tag

Dialog Tag


Dalam kesempatan malam ini di kelas WCS cerpen aku mendapatkan ilmu. Aku suka sekali  baca cerpen dan ingin sekali bisa menulis cerpen.  Selama ini aku menulis cerpen sekedar menulis saja, menceritakan apa yang aku rasakan,  bersyukur banyak teman yang memperhatikan tulisanku dan memberikan komentar tentang bagaimana penulisan yang benar. Bukan berlatar belakang dari guru Bahasa Indonesia tentu saja aku banyak kekurangan dalam hal tata bahasa. 
Dengan keinginan kuat akupun mengikuti WCS kelas cerpen ini,  berharap banyak ilmu yang akan aku dapati. Malam ini kembali aku mendapatkan ilmu tentang dialog tag. Berikut pemaparan materi dari Kak Ratna. 
*DIALOG TAG*
1. Apa Dialog Tag itu?
Dialog tag adalah sebuah frase yang mengikuti dialog. Fungsinya adalah untuk menginformasikan kepada pembaca identitas si pengucap dialog.
2. Kapan dan di mana penggunaan dialog tag?
Dialog tag digunakan setelah pengucapan dialog. Didahului dengan . (titik) atau , (koma) kemudian tanda " (petik) tergantung situasi dialognya.
3. Contoh dialog tag
"Anak itu memang cerdas," kata ibu✔️
"Mak, aku ingin berhenti sekolah," ujarku sore itu.
"Sudah, Dik," jawabnya.
"Jangan pergi!" seruku padanya.
A. Netral
- ujar
- salam
- celetuk
- ucap
- desak
- kata
- pamit
- harap
- pesan
- cetus
- tutur
- papar
- ungkap
- tandas
- tanya
- tegur
- sapa
- ajak
- panggil
- pungkas
- tegas
- ajak
- pinta
- tunjuk
- beber
- seloroh
- cakap
- lontar
- akunya

B. Netral sebagai respon
- sahut
- lanjut
- jawab
- tawar
- tolak
- sambut
- sanggah
- imbuh
- terang
- balas
- tangkas
- tambah
- sambung
- jelas
- sela
- sosor
- tukas
- potong
- kilah
- usul
- putus
- protes
- urai
- saran
- berondong
- timpal
- kekeh
- kelit
- deham

C. Ada Emosi
- sindir
- hina
- gerutu
- sungut
- rengek
- tekad
- resah
- cemooh
- ejek
- kelakar
- canda
- cela
- ledek
- gerundel
- puji
- keluh
- adu
- perintah
- cibir
- tuntut
- decit
- cicit

D. Emosi Bernada Rendah
- bisik
- gumam
- decak
- desah
- rintih
- desis
- sesal
- ulang
- lirih
- racau
- batin
- ringis
- hembus
- goda
- rajuk

E. Emosi Bernada Tinggi
- jerit
- geram
- usir
- bentak
- berang
- hardik
- teriak
- tuduh
- tampik
- tantang
- pekik
- tekan
- sembur
- seru
- erang
- serang
- cecar
- raung
- sergah
- murka
- dengus
- ketus
- marah

Bagaimana cara penggunaannya?

Kalau masih bingung, ini ada tipsnya.
Dialog tag hanya digunakan untuk mempertegas siapa yang bicara.
Contoh 1 :
"Aku tidak akan kembali padanya lagi. Kita sudah putus," kata Mia.
Keterangan : Setelah kata putus, diikuti dengan koma, petik, kemudian kata Mia merupakan dialog tag dan menggunakan huruf kecil.

Contoh 2 :
"Aku tidak akan kembali padanya lagi. Kita sudah putus," katanya.
atau
"Aku tidak akan kembali padanya lagi. Kita sudah putus," kataku.
Keterangan : Dialog tag bisa diakhiri dengan nama tokoh atau "katanya" atau "kataku".
Contoh 3 :
"Aku tidak akan kembali padanya lagi. Kita sudah putus," tangis Mia.
Keterangan : Dialog tag tidak hanya berupa "kata...." tapi kamu juga bisa pakai "tangis, ucap, ujar, keluh, dll"

Contoh 4 :
"Aku tidak akan kembali padanya lagi. Kita sudah putus!" bentaknya.
Keterangan : Meskipun diikuti ! (tanda seru) atau ? (tanda tanya) awal dialog tag tetap huruf kecil.

WARNING!!! 
Dialog tag harus selalu didahului dengan , (koma) dan diawali dengan huruf kecil.
Berikut ini adalah contoh yang salah. Sekali lagi, ini adalah CONTOH YANG SALAH LOH YAAAAAA. hehe
Contoh yang salah :
"Aku tidak akan kembali padanya lagi. Kita sudah putus," Kata Mia. (1)
atau
"Aku tidak akan kembali padanya lagi. Kita sudah putus." kata Mia. (2)
Keterangan : K di contoh (1) besar dan dialog di (2) diakhiri dengan titik jadi contoh tersebut tidak tepat untuk dialog tag.

Sekarang bagaimana kalau setelah dialog diikuti dengan aksi? Ya, berarti tidak diperlukan dialog tag lagi.
Contoh 1 :
"Aku tidak akan kembali padanya lagi. Kita sudah putus!" Mia melempar telepon genggamnya ke sofa.
Keterangan : Melempar telepon genggam ke sofa merupakan aksi jadi tidak diikuti dialog tag.

Contoh 2 :
"Aku tidak akan kembali padanya lagi. Kita sudah putus." Mia menunduk, menangis lagi.
Keterangan : Menunduk, menangis lagi merupakan aksi.
Nah... sekarang gimana kalau mau pake dialog tag + aksi?
Contoh :
"Aku tidak akan kembali padanya lagi. Kita sudah putus," bisiknya. Mia menunduk, menangis lagi.
Oke, tetapi ada pengecualian juga....
Contoh :
"Aku tidak akan kembali padanya lagi. Kita sudah putus," dia menunduk, menangis lagi, "kukira Andi tidak akan pernah menyakitiku. Hatiku terluka dan sekarang semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Keterangan : "dia menunduk, menangis lagi," itu bukan dialog tag. Itu merupakan aksi juga, tetapi karena masih nyambung dengan dialog pertama jadi di awal (dia) menggunakan huruf kecil kemudian di akhir ketika mau masuk dialog lagi diikuti dengan koma.

Demikian materi yang dapat aku terima semoga bermanfaat.  Tulis apa yang anda lakukan lakukan apa yang anda tulis. Semoga setelah mengikuti kelas cerpen ini tulisanku bisa lebih bsik lagi.  Terimakasih
Salam sehat,  salam literasi tetap semangat dan terus berkarya. 

Gunungkidul,  21 Juni 2021

Kamis, 17 Juni 2021

Perpustakaan

Perpustakaan

Perpustakaan

Engkau tempat
Kami berkelana

Kau bagai syurga
Tak terhitung berapa
Nikmat yang dirasa

Setiap rak adalah dunia
Setiap rak adalah tubuh
Ilmu dan wawasan tersedia
Setiap buku  sumber ilmu

Sekumpulan nila-nilai berharga
Tersimpan indah tebarkan edukasi
Pagi siang entah malam
Jasamu tak terbatas waktu

Terimakasih tuk semua
Selalu menitipkan jawaban
Dari sejuta tanya

Tentang peristiwa
Selalu tersedia

Perpustakaan

#kamisMenulis
#SahabatLagerunal
Gunungkidul, 17 Juni 2021

Senin, 14 Juni 2021

Memaknai Sila Kedua Pancasila

Memaknai Sila kedua Pancasila





Pancasila merupakan buah pikiran, musyawarah, dan mufakat yang dilakukan para tokoh penting pada masa perjuangan kemerdekaan. Hasil buah pikir tersebut di harapkan mampu membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik mewujudkan Indonesia yang merdeka berdaulat adil dan Makmur.

Dalam Pancasila, ada lima sila atau pedoman yang perlu diketahui. Kelima sila tersebut memiliki arti dan makna tersendiri yang harus dipahamioleh masyarakat Indonesia. Minggu lalu saya mencoba untuk menulis tentang bagaimana memahami Pancasila sila kesatu. Untuk minggu ini saya akan berusaha untuk bisa menulis tentang bagaimana memaknai sila Pancasila sila kedua.

Sila kedua yang berbunyi 'kemanusiaan yang adil dan beradab'. Tanpa memahami maknanya, susah untuk kisa menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Dari sila kedua Pancasila dapat kita ambil beberapa makna yang pertama Kesadaran perilaku setiap rakyat Indonesia akan disesuaikan dengan nilai-nilai moral dan tuntutan hati nurani yang ada pada sanubari setiap pribadi masing-masing.

Atas kesadaran tersebut, diharapkan bisa memberikan peran dari masing-masing lembaga masyarakat Indonesia untuk melakukan atau melaksanakan pembangunan sesuai kapasitasnya.

Misalnya kita sebagai seorang pendidik harus mampu memberikan contoh bagaimana kita bersikap terhadap anak didik kita dari berbagai karakter dan tingkat sosial yang ada tanpa harus membedakan asal dan golongan mereka.

Kedua tentang hak asasi manusia ialah serangkaian pengakuan serta menghormati Hak Asasi Manusia ( HAM ) antar individu yang sejatinya dimiliki seseorang ketika ia baru dilahirkan. Semua warga negara Indonesia berhaq mendapatkan kehidupan yang layak, pendidikan, kesehatan, rasa nyaman dan mendapatkan keadilan.

Ketiga tentang kemanusiaan yaitu mengembangkan atau menumbuhkan sikap saling mencintai antar sesama makhluk, atas dasar kemanusiaan. Dengan demikian akan tercipta kehidupan masyarakat yang aman tentram serta dapat mengurangi tindak kejahatan.

Keempat Makna sila kedua pancasila yang keempat adalah proses untuk bisa menerapkan kehidupan yang adil dan beradab.

Makna yang satu ini sangat penting, mengingat pembangunan yang ada harus merata serta harus dilakukan dengan terus mempertimbangkan jumlah penduduk, wilayah, dan hal-hal lainnya.

Kelima sikap tenggang rasa. Pengalaman dalam mewujudkan sikap yang terkandung dalam sila kedua Pancasila ini bisa memberikan dorongan dalam memunculkan dan mengembangkan sikap tenggang rasa atau saling hormat menghormati dalam hubungan sosial, baik antar individu maupun kelompok masyarakat. Perbedaan yang ada dalam masyarakat  tetap bisa terjaga dengan bersikap dan bertindak sesuai norma-norma, tidak melanggar aturan-aturan  yang berlaku dengan mengedepankan akhlak dan adab dalam bertindak dan bersikap insyaAllah perbedaan yang ada tidak menjadikan masalah sehingga dapat mewujutkan masyarakat yang aman dan tentram.

 

Itulah beberapa hal yang bisa kita amalkan dalam penerapan pengalaman sila kedua Pancasila, semoga semakin kita memahami makna dari sila-sila Pancasila akan menambah kecintaan kita pada tanah air dan kita bisa ikut berperan serta untuk menciptakan Indonesia yang adil makmur dan sejahtera.

Salam sehat, tetap semangat dan terus berkarya.

 

#HariKesaktianPancasila

#AiseiWritingChallenge

#Juni2021Challenge

Gunungkidul, 15 Juni 2021 

Menyelaraskan Diksi Sesuai Tema Puisi

Menyelaraskan Diksi Sesuai Tema Puisi
Alhamdulillah, puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga saya
berkesempatan mengikuti  seminar WCS di grup seminar writer class school ini.  Seminar ini diadakan dalam rangka Anniversary 1 tahun WCS. 

Salawat serta salam, teruntuk Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi teladan dan sumber inspirasi kita dalam menapaki perjalanan hidup. Semoga kita mendapat syafaatnya di akhir kelak nanti. Amiin ya Allah.

Untuk hari pertama ini akan mendapatkan materi dari *Kak Kris P Azalea* 
Berikut biodata Kak Kris
Materi dalam kesempatan hari ini adalah tentang puisi.  Berikut materi yang di sampikan oleh Kak Kris. 

*MENYELARASKAN DIKSI SESUAI DENGAN TEMA PUISI*

Kebanyakan menulis puisi asalkan imajinasi ada. Nah, disini kita harus bisa selaraskan tema itu. Sama seperti layaknya bikin novel masa kita pengin nulis tema thiller tapi lebih ke romance. Tentu ngak nyambung. 

Begitu pula dengan puisi, untuk tema harus lah  selaras. 

Bagi suatu puisi itu sangat penting dalam sebuah Diksi, Rima dan Irama. 

Akankah ketika bikin puisi tema nyindir. Eh, isinya tentang kesedihan yaitu gugurnya sang pujangga. Nyambung? Ngak. 

Nah, apa sih yang perlu dilakukan untuk menyelaraskan puisi itu.
*Langkah Awal Menulis Puisi*

Niat saja tidak cukup. Semua itu harus dibarengi dengan aksi.

Bagaimana harus memulainya? Coba mulailah dengan ini.

*1. Membaca Buku*

Seorang penulis untuk bisa menjadi penulis yang baik harus punya hobi baca buku. Kenapa? Dari kegiatan ini kamu bisa mendapatkan banyak referensi, mulai dari topik tulisan hingga ragam diksi yang unik bin nyeleneh untuk ditiru dalam tulisanmu.

Nah, sebelum menulis puisi, cobalah untuk membaca buku yang di dalamnya ada puisinya.

Mau buku kumpulan puisi, majalah, koran, dan lain sebagainya.

Bacalah! Yang penting ada contoh puisi di dalamnya.

Dengan banyaknya referensi yang kamu baca, semakin banyak pula inspirasi dan diksi yang akan kamu dapatkan. Tapi, membaca buku saja tidak cukup untuk membuat puisi yang menawan. Apa modal lainnya menulis puisi selain membaca buku?

 Peka terhadap lingkungan sekitar.

Apa pun itu yang ada di sekitarmu bisa menjadi salah satu sumber inspirasi paling banyak untuk dijadikan puisi. Mulai dari angin, cuaca, gunung meletus, dan lain sebagainya.

*2. Tema*

Setelah punya referensi dan stok diksi, tentukan tema dari puisi yang ingin kamu buat.

Bagaimana caranya?

Tema adalah pokok dasar atau inti dari puisi yang akan kamu buat.

Misalnya saja Romansa maka isinya tak jauh dari cinta-cintaan. Maka bahas yang berhubungan dengan cinta. Jangan membuat tema cinta tapi isinya sindiran. Itu beda jalur, Dek!

*3. Perhatikan Diksi dan Rima.*

Diksi adalah pilihan kata yang selaras.

Kata adalah rangkaian huruf, contoh: aku adalah satu kata yang merujuk pada diri sendiri. Kata dan diksi berbeda ya!

Diksi ini pemilihan kata. Di mana kamu harus memilih kata yang benar-benar tepat dan selaras agar makna yang terkandung dalam puisi bisa serasi. Tanpa pemilihan kata yang baik dan pas, maknanya pun akan rancu.

Contoh:

Saya lapar, saya mau minum. < Aneh kan? Masa lapar tapi malah minum?

Saya lapar dan mau makan di warteg. < Ini baru pas. Di sinilah letak penggunaan diksi. Untuk memberikan gambaran yang tepat pada pembaca.

Setelah diksi, ada rima.

Rima adalah pengulangan bunyi pada awal maupun akhir bait. Sehingga ketika dibaca bisa menghasilkan bunyi yang indah.

Contoh:

Linglung

Bambung

Limbung

Bingung

Dari satu bait di atas, maka dapat diambil kesimpulan di awal menggunakan rima awal sempurna (Linglung <> Limbung) dan rima awal tidak sempurna (bambung <> bingung).

Untung di akhir kata menggunakan rima sempurna (linglung <> bambung <> limbung <> bingung).

Rima sendiri ada delapan jenisnya.

• Rima akhir sempurna
• Rima akhir tidak sempurna
• Rima akhir ganda
• Rima akhir ganda tidak sempurna
• Rima awal
• Rima berdasarkan konsonan
• Rima berdasarkan algoritma metaphone
• Rima berdasarkan algoritma soundex

Tidak perlu mengetahuinya secara sempurna keseluruhan. Cukup tahu rima itu apa sudah bisa menjadi bekal untukmu menulis sebuah puisi.

4. Merangkai Kata
Langsung saja tulis apa yang ingin kamu jadikan puisi. Ungkap segala hal yang kamu rasakan dalam larik puisi yang singkat, padat, dan bermakna. Ekspresikan semua yang ada di hati dan pikiran ke dalam madah bait-bait puisi.

Setelah selesai merangkai kata menjadi larik dan bait, perhatikan kembali bagaimana susunannya.

Jika masih belum sesuai dengan apa yang disebut aturan puisi, perbaiki hingga bisa menjadi sebuah puisi yang indah.

Namun, zaman kiwari terkenal akan puisi kontemporernya. Puisi yang tidak terikat aturan.

Bebas, kamu ingin memilih membuat puisi yang bagaimana.

Apakah ingin menantang diri dengan menjajal puisi bermatra atau bebas.

*5. Judul*

Judul itu sama seperti pemilihan diksi dalam puisi. Mudah bin susah. Karena judul harus menggambarkan apa yang terkandung dalam puisi tetapi juga click bait untuk menarik atensi pembaca sehingga mau membaca karyamu.

Judul bisa dibuat sebelum dan sesudah puisi.

Tapi, kalau kamu pemula, lebih baik buat judul setelah puisi jadi saja. Lebih gampang menarik alur puisi. Mudahnya sih menarik satu kata kunci dalam setiap baitnya.

Ibaratnya tulisan artikel di mana dalam setiap section pasti terkandung keyword atau kata kunci untuk memudahkan algoritma Google menemukan artikelmu. Sama saja dengan membuat judul dalam puisi.

Carilah kata kunci dalam setiap baitmu dan rangkai satu judul yang menarik.

Ingat, judul puisi harus bisa mewakili keseluruhan isi dalam puisi. Bukan sebatas satu kata yang menarik tapi alur puisinya berbeda dari gambaran judul.

*6. Endapkan*

Sudahkah jadi satu puisimu?

Maka tindakan yang harus kamu lakukan adalah mendiamkannya selama beberapa hari hingga kamu lupa apa yang kamu tulis tersebut.

Jika sudah amnesia. Buka lagi dan baca, perhatikan makna dalam setiap kata yang tertuang.

Hal ini memiliki tujuan untuk memperbaiki apa yang sudah kamu tulis.

Kamu akan lebih mudah mengenali di mana letak kekurang tepatan penulisan puisimu.

Teknik ini bukan sekadar bualan.

Bahkan Joko Pinurbo atau JokPin juga menganjurkannya.

*7. Evaluasi, Koreksi, Revisi*

Terakhir, evaluasi apakah tulisanmu sudah memenuhi apa yang ingin disampaikan dalam judulnya. Apakah isinya sesuai dengan penggambaran?

Jika belum, koreksi di mana letak yang kurang tepat.

Catat di mana saja yang kurang tepat tersebut dan jadikan catatan penting yang tidak akan diulang lagi di penulisan-penulisan selanjutnya.

Apabila sudah tahu bagian mana yang harus diperbaiki, langsung revisi dengan yang baru. Yang lebih serasi.

Ingat! Dalam proses ini kamu harus jeli, cermat, dan teliti.

Eyang Sapardi Djoko Damono mencetuskan bahwa pensyair tidak boleh selibat emosional dengan apa yang ditulis. Itulah mengapa adanya proses pengendapan.

Dalam candaannya, puisi amarah maka penuh dengan pentungan. Alias tanda baca seru (!).

Demikianlah materi dalam kesempatan hari ini, belajar dan terus belajar untuk bisa lebih baik semoga setelah ini saya mampu untuk membuat puisi yang tentu bisa memberi inspirasi untuk orang lain. 
Terimakasih semoga bermanfaat. 

Gunungkidul, 14 Juni 2021

Minggu, 13 Juni 2021

Mengapa Tak Pernah Jujur

 

Mengapa Tak Pernah Jujur



Sayup-sayup terdengar

Nyanyian melodi rindu

Kemana sinar bulan itu

Kuingin kau temaniku

Menghabiskan waktu

Lambaian daun-daun berbisik

Dia kan bercerita tentang hati ini

Malam-malam sepi begini

Terasa panjang dan sangat menyiksa diri

Rasa sunyi, rasa rindu pada dirimu

Menyatu di dalam kebisuan malam ini...

Kau disana aku disini

Mengapa kita saling menyiksa diri

Kita tahu kita saling merindu

Rinduku rindumu berpadu

Namun kita tak pernah juur mengakuinya

Mengapa kita harus hidup tersiksa

Sedangkan cintaku cintamu menyatu

Jangan biarkan membara

Api cemburu di dalam hidup ini...

 

Gunungkidul, 13 Juni 2021

 

Sabtu, 12 Juni 2021

Bukan Ini yang Kuharapkan

Sejak senja mulai menampakkan jingganya,  Tika telah bersiap untuk suatu pertemuan yang ia rindukan.  Menunggu sekian waktu membuatnya semangat untuk segera bertemu kekasih hatinya.  Ya malam nanti Adit berjanji akan menemuniya.  

Detik waktu terus berputar hingga malam pun tiba,  entah ada kendala apa Adit tak jua kunjung datang.  Jam tangan yang mrlingkar manis di tangan menunjukkan pukul 21.05 WIB Adit terlihat batang hidungnya. Senyum mengembamg di sudut bibir Tika seraya melihat Adit,  Tika pun menyapa dengan sejuta bahagia.  
"Selamat malan Dit,  apa kabar"?. Sapa Tika dengan ramah. 
" Selamat malam Tik, alhamdulilah baik,maaf aku terlambat,   kamu sendiri bagaimana?,  kembali Adit menanyakan keadaan Tika. 

Keduanya melanjutkan perbincangan sampai tak terasa malam semakin larut. Pertemuan yang Tika harapkan dan berharap bisa menghilangkan sedikit rasa yang beberapa hari sebelumnya mereka rasakan,  kecewa dan marah terhadap keadaan bukanlah hat terbaik, namun baik Tika maupun Adit berusaha untuk tidak tampakkan rasa itu. Bibir boleh berucap namun hati tak bisa di bohongi. Ternyata Adit sedikit merasa kecewa dengan sikap Tika,  namun Tika tak menyadari hal mana yang buat Adit kecewa karena Tika merasa sudah berusaha bersikap dan berikan yang terbaik untuk Adit.  Jika memang belum sesuai yang di inginkan Tika mohon maaf.

Pertemuan malam ini tidak seperti yang Tika bayangkan,  walau berbincang sampai larut namun Tika merasa Adit menyembunyikan sesuatu dan enggan untuk menyampaikannya pada Tika. 
Hingga Adit berpamitan tetep Tika masih merasa ada yang di rasakan Adit,  tak seperti biasanya Tika tak mendapatkan Adit yang begitu ceria,  Adit yang begitu semangat dan Adit yang bijaksana tiap ambil keputusan. 
" Dit,  aku kangen, kangen sama semua tentangmu,  kembalilah, kembalilah Dit.. Maafkan aku. Aku tak seperti yang kau kira.  Aku masih tetap sama seseorang yang selalu ingin bersamamu lewati hari menggapai mimpi kita". 
Ya rabb Kau maha tahu atas apa yang hamba-Mu rasa dan inginkan,  berikan yang terbaik untuk kami bimbing kami ya rabb untuk menjaga semua ini.  Tiada kuasa apapun kecuali hanya pasrah terhadap apa yang Kau timpakan pada kami.  
Bimbing kami ya rabb..  Aamiin
#ceritamala
#menulissantai
Gunungkidul,  13 Juni 2021





Rabu, 09 Juni 2021

Semua Atas Kehendak-Nya

 

#Tugas_Ketiga

#Kelas_Cerpen

#WCS_70_Atik Suripto

Tema : Janji

Jumlah Kata : 497

Semua Atas Kehendaknya



Tika adalah gadis manis biasa saja ia termasuk anak yang penurut, tidak pernah melakukan hal-hal yang membuat orang tuanya marah. Ia bukanlah anak yang pandai di sekolahnya dulu, namun ia memiliki sifat yang menonjol yaitu orangnya selalu rajin. Membaca adalah hobinya, buku adalah teman setianya. Dengan buku diary kecilnya ia selalu bercerita, ia curahkan segala isi kepalanya. Tika terlalu takut untuk dekat dengan lawan jenis sehingga ia menghindari segala hal yang akan menjurus pada perkenalannya dengan lawan jenis melebihi teman.

Bukan tanpa alasan ia lakukan itu, karena Tika sudah merasa berjanji untuk menunggu seseorang yang ia anggab akan menjadi teman hidupnya. Ia begitu yaqin dengan hal itu hingga beberapa teman cowoknya yang akan mendekatinya ia tolak dengan cara yang halus. Tak mau Tika untuk menyakiti dan di sakiti maka ia pun menutup diri dengan tak menerima  siapapun.

Terlalu anehkah Tika? Tidak ia hanya berusaha setia pada seseorang. Tika berharap pada saatnya ia dipertemukan dengan seseorang yang namanya sudah  terpatri dalam hatinya. Tika selalu berupaya untuk menunggunya. Berbagai upaya ia lakukan untuk mengisi harinya dengan kegiatan-kegiatan positif.

Lima tahun sudah penantian Tika, selama itu pula ia berusaha keras untuk menjaga hati dan rasa yang berkecamuk dalam dada, ingin teriak, berontak namun teteplah Tika tak kuasa. Tika yaqin apapun yang menimpanya adalah hal terbaik yang Allah berikan untuknya. Pernah ia katakan“ bahwa jika berjodoh kita pasti akan dipertemukan”.

Kenyataan berkata lain hingga ada seseorang datang kerumah untuk melamar Tika. Tika tak mampu untuk memberikan jawaban. Tika berdoa dan minta petunjuk-Nya. Dalam doanya ia begitu yaqin harus menerima orang yang belum lama ia kenal untuk menjadi pendamping hidupnya. Terlalu Lelah Tika mencari alasan untuk orang yang datang mendekatinya. Tika tak bisa berkata apa-apa saat kedatangan seseoarang untuk melamarnya. Untuk itu ayah Tika berkesimpulan bahwa Tika menyetujui lamaran itu.

Saat acara pertemuan dua keluarga bermusyawarah menentukan hari pernikahan, tiba-tiba orang yang selama ini di tungu Tika datang.

“Tika ada apa ini, tolong jelaskan ke aku, aku sudah datang aku akan penuhi janjiku”. Afif memohon jawaban dari Tika penuh harap.

“Kenapa kau baru datang Fif, kenapa? Aku Lelah, aku capek menunggumu karena batas waktu yang sudah kita sepakati, maafkan aku, bukan aku tak setia namun aku sudah berusaha.  Dan saat ini seseorang telah datang untuk melamarku, aku tak kuasa untuk menolaknya karena orang tua sudah merestui dan inginkan pernikahanku”. Jelas Tika dengan mata berkaca-kaca.

“Tak bisa begini Tik, kau boleh batalkan acara itu, kita jelaskan ke mereka tentang kita”. Afif kekeh untuk Tika bisa batalkan acara lamaran itu. Namun tak semudah itu karena musyawarah telah terjadi antara dua keluarga.

Manusia hanya bisa merencanakan Tuhanlah yang menentukan segalanya. Tika berusaha untuk bisa pahamkan ke Afif. Bila kamu tak mampu berjodoh dengan orang yang kamu cintai, maka doakan agar dia berjodoh dengan seseorang yang lebih baik darimu, itulah puncak tertinggi dalam mencintai, setulus-tulusnya cinta, seiklas-iklasnya hati. Teriring doa terbaik untuk Afif semoga kau dapatkan jodoh terbaik.

Gunungkidul, 10 Juni 2021

Hal Terindah

 

Hal Terindah





Hari boleh berganti namun mimpi dan harapan tetap sama, mencoba menjaga diri dan perasaan untuk tetap bisa menenemukan satu nama yang terukir indah dalam hatinya. Tak pernah lelah Adit berdoa dan berusaha mencari Tika hingga Allah berikan jawaban atas doa-doa Adit.  Adit bisa menemukan Tika melalui seseorang. Tika dan Adit telah lama memendam rasa.

Bak hujan di siang nan terik, setelah Adit menghubungi Tika dan akhirnya keduanya menjalin kisah walau harus berjauhan, namun tak mengapa antara keduanya bisa saling menjaga dan percaya. Jarak dan waktu bukan suatu penghalang untuk keduanya. Setiap saat jika memang keduanya punya waktu longgar mereka bisa saling menyapa lewat video call atau pun sekedar menyapa dengan chat.

***

Pagi itu udara begitu sejuk mentari mulai naik dan memberikan kehangatanya pada bumi, suara burung berkicau bersama titik-titik embun pagi mengiringi langkah kaki.  Betapa bersyukurnya hari itu dimana Tika merasa terlahir kembali karena Tika sudah bisa menemukan seseorang yang ada dalam hatinya.

Beberapa saat setelah Tika sampai di tempat ia bekerja. Tika jumpai sahabatnya Lia telah datang lebih dulu. Tika pun mengucap salam dan segera duduk ditempat duduknya yang berdekatan dengan tempat duduk Lia. Derrrt derrt… suara ponsel tika bergetar, Tika pun segera mebukanya. Seulas senyum mengembang di sudut bibirnya, aura bahagia terpancar disana. Belum ia meletakkan tas nya Lia sahabatnya langsung menghampiri Tika.

“Tik…  selamat ulang tahun ya, semoga selalu sehat, sisa umur yang ada makin berkah dan semoga apa yang kau cita-citakan tercapai, aamiin.”Bisik Lia dengan posisi masih berpelukan.

“Aamiin…terimakasih Lia”. Tika terharu dengan ucapan dan doa dari sahabatnya itu.

Kembali ponsel Tika bergetar, disana ia jumpai Adit mengirimkan video Adit sedang  bernyanyi lagu Selamat Ulang Tahun. Terharu Tika mendengarnya.Tika tak menduga bahwa Adit ingat tanggal lahirnya, setelah sekian tahun terpisah.

[Terimakasih Adit, terimakasih untuk semuanya. Kamu bisa bernyanyi  ternyata, suara kamu merdu sekali apa lagi kamu menyanyikan lagu itu”. Puji Tika.]

[Maaf Tik, aku ga bisa berikan hal terindah dihari ulang tahunmu ini, teriring do’a terbaik untukmu ya, terimalah laguku, berusaha tuk berikan suara terindahku untuk orang yang begitu aku sayangi.]

[Jangan begitu Dit, itu hal terindah yang aku terima darimu, ketulusan dan kesetianmu lebih dari cukup bagiku, aku tak meminta lebih.]

Serasa begitu dekat walau hanya lewat ponsel, sesuatu yang dari hati bisa sampai ke hati pula. Semoga cinta keduanya tetap abadi indah bersemi sampai akhir nanti. Menyatu dalam naungan kasih-Nya.

#Event HUT WCS ke1

Gunungkidul, 10 Juni 2021

Selasa, 08 Juni 2021

Kalimat Efektif

Kalimat Efektif

 

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca.

Dengan kata lain, kalimat efektif  adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pndengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimasud oleh penulis atau pembicaranya.

Ciri-ciri Kalimat Efektif dan contoh

1.      Kesepadanan

Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.

Contoh :

Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT). (Tidak Menjamakkan Subjek)

Contoh:

Tomi pergi ke kampus, kemudian Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif)

Tomi pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan (efektif)

2.      Kecermatan dalam pemilihan dan penggunaan kata

Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).

Contoh :

Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif).

Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).

3.      Kehematan

Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:

1)      Menghilangkan pengulangan subjek.

2)      Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.

3)      Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.

4)      Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.

Contoh:

Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (tidak efektif)

Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)

Dia sudah menunggumu sejak dari pagi..( tidak efektif)

Dia menunggumu Sejak pagi.( efektif )

 

4.      Kelogisan

Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

Contoh:

Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)

Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)

5.      Keparalelan atau Kesajajaran

Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.

Contoh:

Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif)

Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)

Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif)

Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif)

6.      Ketegasan

Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat, ada beberapa cara, yaitu:

Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat)

Contoh:

Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.

Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. (ketegasan)

 

Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.

Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. (ketegasan)

Membuat urutan kata yang bertahap

Contoh:

Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (salah)

Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (benar)

Melakukan pengulangan kata (repetisi)

Contoh:

Cerita itu begitu menarik, cerita itu sangat mengharukan.

Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.

Contoh:

Ø  Anak itu bodoh, tetapi pintar.

Mempergunakan partikel penekanan (penegasan), seperti: partikel –lah, -pun, dan –kah.

Ø  Contoh:

Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku?

Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini

Sumber: dosenpendidikan.co.id

 

Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan, 08 Juni 2021

1. Senjapriany || Maaf ka aku masih kurang paham dengan kata ambigu, terus satu lagi yang dimaksud dengan hiponimi kata itu apa?

2. Superordinat itu apa ka?

3. Bagaimana cara mengurangi penggunaan kata tidak efektif? Terkadang saya suka bingung saat buat kalimat hehehe, terima kasih kak

Apa dalam sebuah cerpen harus logis bun? Maksudnya kan ada pula kalanya cerpen yg ada majasnya?

Jawab

1.      Nah ini, kita memang harus banyak belajar.

Intinya, kita kembali lagi belajar tentang SPOK.

Banyak berlatih dan membaca.

Dengan kita banyak membaca, otomatis pikiran dan otak kita akan berubah dengan sendirinya. Dan ini akan membuat tulisan jadi berkembang.

2.      Jadi superordinat itu berkesinambungan dengan hiponimi.

Kalo hiponimi benda terkecil. Sedangkan superordinat itu benda terbesar.

Contoh, melati kan hiponim terhadap bunga.

Maka bunga adalah superordinat terhadap melati.

 

3.      Maksud dari logis kan suatu kalimat yang katanya masuk akal.

Warna itu termasuk superordinat dari jenis warna. Misalnya merah, berarti warna merah merupakan hiponim.

Ini salah satu yang harus dihindari.

Contoh kalimatnya :

Ia memakai baju warna merah

Adanya kata warna merah menjadi kalimat tidak aktif.

Nah, seharusnya bagaimana?

Seharusnya,

Ia memakai baju merah

Demikian materi hari ini semoga bermanafaat, tetap semangat, belajar tak mengenal usia jangan lelah untuk terus belajar.

 

#Day4 WCS_MateriKelasCerpen

Gunungkidul, 8 Juni 2021 

Benang Rindu

Benang Rindu Merah senja membawa kisah Pada sebait kata yang menggugah Jiwa meronta karena terpisah Bukan karena tak cinta namun...