Cari Blog Ini

Senin, 14 Juni 2021

Menyelaraskan Diksi Sesuai Tema Puisi

Menyelaraskan Diksi Sesuai Tema Puisi
Alhamdulillah, puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga saya
berkesempatan mengikuti  seminar WCS di grup seminar writer class school ini.  Seminar ini diadakan dalam rangka Anniversary 1 tahun WCS. 

Salawat serta salam, teruntuk Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi teladan dan sumber inspirasi kita dalam menapaki perjalanan hidup. Semoga kita mendapat syafaatnya di akhir kelak nanti. Amiin ya Allah.

Untuk hari pertama ini akan mendapatkan materi dari *Kak Kris P Azalea* 
Berikut biodata Kak Kris
Materi dalam kesempatan hari ini adalah tentang puisi.  Berikut materi yang di sampikan oleh Kak Kris. 

*MENYELARASKAN DIKSI SESUAI DENGAN TEMA PUISI*

Kebanyakan menulis puisi asalkan imajinasi ada. Nah, disini kita harus bisa selaraskan tema itu. Sama seperti layaknya bikin novel masa kita pengin nulis tema thiller tapi lebih ke romance. Tentu ngak nyambung. 

Begitu pula dengan puisi, untuk tema harus lah  selaras. 

Bagi suatu puisi itu sangat penting dalam sebuah Diksi, Rima dan Irama. 

Akankah ketika bikin puisi tema nyindir. Eh, isinya tentang kesedihan yaitu gugurnya sang pujangga. Nyambung? Ngak. 

Nah, apa sih yang perlu dilakukan untuk menyelaraskan puisi itu.
*Langkah Awal Menulis Puisi*

Niat saja tidak cukup. Semua itu harus dibarengi dengan aksi.

Bagaimana harus memulainya? Coba mulailah dengan ini.

*1. Membaca Buku*

Seorang penulis untuk bisa menjadi penulis yang baik harus punya hobi baca buku. Kenapa? Dari kegiatan ini kamu bisa mendapatkan banyak referensi, mulai dari topik tulisan hingga ragam diksi yang unik bin nyeleneh untuk ditiru dalam tulisanmu.

Nah, sebelum menulis puisi, cobalah untuk membaca buku yang di dalamnya ada puisinya.

Mau buku kumpulan puisi, majalah, koran, dan lain sebagainya.

Bacalah! Yang penting ada contoh puisi di dalamnya.

Dengan banyaknya referensi yang kamu baca, semakin banyak pula inspirasi dan diksi yang akan kamu dapatkan. Tapi, membaca buku saja tidak cukup untuk membuat puisi yang menawan. Apa modal lainnya menulis puisi selain membaca buku?

 Peka terhadap lingkungan sekitar.

Apa pun itu yang ada di sekitarmu bisa menjadi salah satu sumber inspirasi paling banyak untuk dijadikan puisi. Mulai dari angin, cuaca, gunung meletus, dan lain sebagainya.

*2. Tema*

Setelah punya referensi dan stok diksi, tentukan tema dari puisi yang ingin kamu buat.

Bagaimana caranya?

Tema adalah pokok dasar atau inti dari puisi yang akan kamu buat.

Misalnya saja Romansa maka isinya tak jauh dari cinta-cintaan. Maka bahas yang berhubungan dengan cinta. Jangan membuat tema cinta tapi isinya sindiran. Itu beda jalur, Dek!

*3. Perhatikan Diksi dan Rima.*

Diksi adalah pilihan kata yang selaras.

Kata adalah rangkaian huruf, contoh: aku adalah satu kata yang merujuk pada diri sendiri. Kata dan diksi berbeda ya!

Diksi ini pemilihan kata. Di mana kamu harus memilih kata yang benar-benar tepat dan selaras agar makna yang terkandung dalam puisi bisa serasi. Tanpa pemilihan kata yang baik dan pas, maknanya pun akan rancu.

Contoh:

Saya lapar, saya mau minum. < Aneh kan? Masa lapar tapi malah minum?

Saya lapar dan mau makan di warteg. < Ini baru pas. Di sinilah letak penggunaan diksi. Untuk memberikan gambaran yang tepat pada pembaca.

Setelah diksi, ada rima.

Rima adalah pengulangan bunyi pada awal maupun akhir bait. Sehingga ketika dibaca bisa menghasilkan bunyi yang indah.

Contoh:

Linglung

Bambung

Limbung

Bingung

Dari satu bait di atas, maka dapat diambil kesimpulan di awal menggunakan rima awal sempurna (Linglung <> Limbung) dan rima awal tidak sempurna (bambung <> bingung).

Untung di akhir kata menggunakan rima sempurna (linglung <> bambung <> limbung <> bingung).

Rima sendiri ada delapan jenisnya.

• Rima akhir sempurna
• Rima akhir tidak sempurna
• Rima akhir ganda
• Rima akhir ganda tidak sempurna
• Rima awal
• Rima berdasarkan konsonan
• Rima berdasarkan algoritma metaphone
• Rima berdasarkan algoritma soundex

Tidak perlu mengetahuinya secara sempurna keseluruhan. Cukup tahu rima itu apa sudah bisa menjadi bekal untukmu menulis sebuah puisi.

4. Merangkai Kata
Langsung saja tulis apa yang ingin kamu jadikan puisi. Ungkap segala hal yang kamu rasakan dalam larik puisi yang singkat, padat, dan bermakna. Ekspresikan semua yang ada di hati dan pikiran ke dalam madah bait-bait puisi.

Setelah selesai merangkai kata menjadi larik dan bait, perhatikan kembali bagaimana susunannya.

Jika masih belum sesuai dengan apa yang disebut aturan puisi, perbaiki hingga bisa menjadi sebuah puisi yang indah.

Namun, zaman kiwari terkenal akan puisi kontemporernya. Puisi yang tidak terikat aturan.

Bebas, kamu ingin memilih membuat puisi yang bagaimana.

Apakah ingin menantang diri dengan menjajal puisi bermatra atau bebas.

*5. Judul*

Judul itu sama seperti pemilihan diksi dalam puisi. Mudah bin susah. Karena judul harus menggambarkan apa yang terkandung dalam puisi tetapi juga click bait untuk menarik atensi pembaca sehingga mau membaca karyamu.

Judul bisa dibuat sebelum dan sesudah puisi.

Tapi, kalau kamu pemula, lebih baik buat judul setelah puisi jadi saja. Lebih gampang menarik alur puisi. Mudahnya sih menarik satu kata kunci dalam setiap baitnya.

Ibaratnya tulisan artikel di mana dalam setiap section pasti terkandung keyword atau kata kunci untuk memudahkan algoritma Google menemukan artikelmu. Sama saja dengan membuat judul dalam puisi.

Carilah kata kunci dalam setiap baitmu dan rangkai satu judul yang menarik.

Ingat, judul puisi harus bisa mewakili keseluruhan isi dalam puisi. Bukan sebatas satu kata yang menarik tapi alur puisinya berbeda dari gambaran judul.

*6. Endapkan*

Sudahkah jadi satu puisimu?

Maka tindakan yang harus kamu lakukan adalah mendiamkannya selama beberapa hari hingga kamu lupa apa yang kamu tulis tersebut.

Jika sudah amnesia. Buka lagi dan baca, perhatikan makna dalam setiap kata yang tertuang.

Hal ini memiliki tujuan untuk memperbaiki apa yang sudah kamu tulis.

Kamu akan lebih mudah mengenali di mana letak kekurang tepatan penulisan puisimu.

Teknik ini bukan sekadar bualan.

Bahkan Joko Pinurbo atau JokPin juga menganjurkannya.

*7. Evaluasi, Koreksi, Revisi*

Terakhir, evaluasi apakah tulisanmu sudah memenuhi apa yang ingin disampaikan dalam judulnya. Apakah isinya sesuai dengan penggambaran?

Jika belum, koreksi di mana letak yang kurang tepat.

Catat di mana saja yang kurang tepat tersebut dan jadikan catatan penting yang tidak akan diulang lagi di penulisan-penulisan selanjutnya.

Apabila sudah tahu bagian mana yang harus diperbaiki, langsung revisi dengan yang baru. Yang lebih serasi.

Ingat! Dalam proses ini kamu harus jeli, cermat, dan teliti.

Eyang Sapardi Djoko Damono mencetuskan bahwa pensyair tidak boleh selibat emosional dengan apa yang ditulis. Itulah mengapa adanya proses pengendapan.

Dalam candaannya, puisi amarah maka penuh dengan pentungan. Alias tanda baca seru (!).

Demikianlah materi dalam kesempatan hari ini, belajar dan terus belajar untuk bisa lebih baik semoga setelah ini saya mampu untuk membuat puisi yang tentu bisa memberi inspirasi untuk orang lain. 
Terimakasih semoga bermanfaat. 

Gunungkidul, 14 Juni 2021

11 komentar:

  1. Ilmu banget, saya suka sekali point nomor 3...
    jadi memiliki gambaran dalam menentukan diksi dan rima dalam menulis puisi...
    Terimakasih, sehat selalu Ibu Atik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. InsyaAllah Pak Indra.. Dengan menulis juga bisa membuat kita sehat.. Hehe

      Hapus
  2. Thank you very much for sharing ilmunya,..

    BalasHapus
    Balasan
    1. You're welcome❤️❤️☺️☺️😘

      Hapus
  3. sarat ilmu
    terima kasih sudah berbagi Bu Atik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 bund.. Belajar ini.. Pingin sekali buat puisi..

      Hapus
  4. Suka menulis puisi tapi belum banyak ilmunya. Terima kasih informasinya. Harus banyak belajar dari sini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama bund.. Aku jga pungin buat pyisi ini lgi belajar..

      Hapus
  5. Biasanya, puisi itu muncul karena hati yang sedang galau. Kalau zaman ABG dulu, puisi bisa ke luar karena sedang naksir seseorang. Nah, sekarang, ketika dewasa ini, apakah munculnya karena sedang naksir seseorang? Waow.. Hehe...

    Puisi kadang kala sulit dipahami. Itu yang saya rasakan, ketika pernah membaca puisi dari penyair Bali. Saya bingung, apa maksudnya, apa maknanya, apa artinya?

    Tapi, pada akhirnya tetap saya baca juga, saya nikmati juga. Sebab, di situlah keindahan puisi. Karya yang mencerminkan isi hati, meskipun tidak selamanya akan seperti itu.

    BalasHapus
  6. Hehe.. Hati yang sedang bahagia juga bisa kan Pak di tuangkan dalam bentuk puisi.. .
    Kadang juga saya tak bisa langsung menahami satu puisi... Perlu jeda bbrpa waktu d bca ulng untuk bisa memahami maksut puisi tersebut..

    BalasHapus
  7. Wah, penikmat dan sepertinya jago bikin puisi nih. Hihi, kalau saya terkadang butuh waktu lama untuk bisa memahami hakikat dari sebuah puisi dengan diksi diksi khusus. Sastra yang setiap baitnya padat makna. Sementara saya terbiasa dengan kalimat lugas. Hehe ...

    Informatif tulisannya 👍🏻

    BalasHapus

Benang Rindu

Benang Rindu Merah senja membawa kisah Pada sebait kata yang menggugah Jiwa meronta karena terpisah Bukan karena tak cinta namun...