Cari Blog Ini

Sabtu, 30 Januari 2021

Pengingat Diri

Pengingat Diri




Waktu terasa begitu cepat, serasa baru kemarin memasuki tahun 2021. Pergantian tahun yang sangat luar biasa dari tahun-tahun sebelumnya. Ada banyak pelajaran berharga yang dapat di ambil dari pergantian tahun ini. Selama mentari masih bersinar selama itu pula harapan masih terbentang. Lakukan hal terbaik agar diri senanatiasa berikan manfaat kepada orang lain. Tentunya berikan terbaik untuk Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karunia-Nya. Selalu niatkan di pagi hari untuk beribadah kepada-Nya,niatkan semua untuk Allah, berikan yang terbaik untukNya. Hidup kita ibadah kita.

Apa yang menjadi haq Allah SWT atas hambanya?

“ Hendaknya kita beribadah kepada-Nya dan tidak menyektukan-Nya.

Barangsiapa bangun di pagi hari kemudian ia merasa bahwa tidak ada haq Allah di dalamnya maka Allah akan memberikan kepadanya empat penyakit. ( HR. AT- Tabrani)

1.      Kesedihan dan kebingungan yang tiada putusnya.

Ia akan selalu sedih sepanjang waktu ia akan bingung sepanjang zaman.

2.      Kesibukan yang terus menerus

Ia akan disibukkan didalam mengejar kehidupan dunia,tidak ada Batasan-batasan ia akan Kembali pada Allah.

3.      Kebutihan tidak akan pernah tercukupi

Kebutuhanya selalu saja kurang,sudah mendapatkan gaji namun masih sangat kurang.

4.      Angan-angan/cita-cita yang tidak akan pernah tercapai

Cita-citanya angan-angan dikejar setinggi langit namun tidak akan pernah sampai.

 

Semoga kita terhindar dari penyakit ini, kita senantiasa bersyukur denga apa yang telah Allah berikan kepada kita.

Hari ini hari terakhir di bulan Januari di tahun 2021, untuk itu jika sebulan ini kita belum bisa lakukan yang terbaik maka bismilah lilahi ta’ala untuk hari ini, untuk esok kita bisa lebih baik lagi dalam berbuat dan bertindak. Lakukan hal-hal positif yang dapat membawa kita kepada kebenaran dan syurga. Tinggalkan hal-hal buruk yang dapat membawa kita ke keburukan dan neraka. Saling mengingatkan satu sama lain. Bukan berarti penulis telah berbuat baik dan meninggalkan yang buruk, namun untuk pengingat diri agar hati selalu terjaga dengan segala goda.

 

Salam sehat, salam literasi, tetap semangat dan terus berkarya.

Jan31 AiseiWritingChallenge

Gunungkidul, 31 Januari 2021 

Jumat, 29 Januari 2021

Publik Speaking For Teacher

 

Pertemuan ke-8 kamis, 28 Januari  2020 dari PGRI dalam kegiatan Publik Speaking For Teacher kali ini akan mendapatkan materi dari Bapak Edianus Sirupang  dan Bapak Agus Sampurno. Walau dapat bergabung setelah 25 menit acara dimulai namun sedikit dapat saya terima ilmu yang beliau sampaikan mengenai Publik Speaking For Teacher.


Publik Speaking For Teacher


Untuk menjadi Publik Speaking yang baik perlu ada beberapa hal yang dapat kita lakukan diantaranya:

ü  Persiapan yang baik

ü  Kuasai materi

ü  Relaksasi tubuh

ü  Relaksasi suara

ü  Lakukan NLP sederhana

ü  Kesan pertama

ü  Posisikan kehadiran kita sama dengan audience

 

Bedakan posisi kita itu sebagai Mc atau fasilisator. Karena kedua hal tersebut pastilah berbeda. Mc  hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam sedangkan untuk fasilisator 8 jam. Untuk itu kita harus benar-benar menguasai posisi kita sebagai apa. Sebagai seorang Mc kita harus mampu membawakan susunan acara dengan baik. Tentu saja dalam kita membawakannya terkadang ada hal-hal yang tidak kita inginkan untuk itu kita harus benar-benar siap untuk menopang segala kelangsungan acara.

 

Untuk tampil didepan audience ada teknik tertentu agar penampilan kita benar-benar meyakinkan dan mampu diterima oleh audience. Kita bisa melihat di bagian dahi atau rambut para audience hindari untuk tidak saling bertatap. Hal itu akan membuat kita tidak grogi dalam menyampaikan acara.

Apabila suatu waktu kita diminta untuk menjadi Mc dadakan maka yang perlu kita lakukan adalah minta waktu sekitar sepuluh menit untuk kita persiapan. Memang secara profesional kita  harus menolak,namun terkadang disana hanya kitalah yang di pandang mampu untuk melakukannya. Maka dari itu meminta waktu sebentar untuk persiapan itu hal terbaik. Kita harus  mengetahui even apa  yang sedang dilaksanakan. Cari kata kunci.

 

Kita harus mampu memeberikan sugesti positif pada diri kita,bahwa kita mampu membawakan acara dengan baik. Kemudian berikan energi positif itu kepada audience atau orang lain. Seorang Mc harus  mengetahui kalimat improfisasi temanya seperti apa?. Kita harus bisa membedakan,jangan sampai kita jadikan lelucon yang berbau sara.

 

Teknik Bridging  dalam menjadi Mc. Bagaiman acara melatihnya hal ini ada hubunganya dengan keyword  yang kita sampikan. Kita harus betul-betul melakukan latihan, tahu kata serapan  dan tiga kata yang berhubungan serta tiga kata yang tidak berhubungan

Bagaimana kita memposisikan dengan nyaman pada diri kita?

1.      Jika kita melakukan kesalahan di panggung maka kita harus tetap tenang dan berusaha  menampilkan aura smiling voice. Kuncinya adalah iklas dalam berbicara. Jangan pernah merasa terpaksa ketika kita  berbicara dengan audience walaupun kita belum pernah bertemu.

ü  Menjadi konsekuensi kita.

Berhenti sejenak dan focus kembali,mohon maaf pada audience dan tenangkan diri

ü  Hati senang wajah ikut tersenyum

Senang dihati keluarkan senyum dari mulut.

 

2.      Bedakan tone suara

Acara yang kita laksanakna acara formal atau non formal. Jika  acara formal kita gunakan suara yang pas tone lebih rendah, jika acara nonformal tone suara lebih tinggi. Gunakan kata yang berkesinambungan  atau jembatan kata. Gunakan suara keras dan bertenaga. Latihan yang perlu kita lakukan :

ü  Latihan vocal, pernafasan, latihan bicara

ü  Latihan artikulasi (a,i,u,e,o)

ü  Hissing sound tarik nafas lima menit than dan keluarkan pelan.

ü  Mmmmmmm ( menggyman) intinasi kita/ power

ü  Berrrrrrrrrrr  ( bubling) hal ini seperti lucu tapi benar-benar melatih relaksasi.

 

3.      Kita bisa lakukan sebelum naik ke panggung.

Mengelola suara :

ü  Intonasi / nada bicara

ü  ArtikulasiAksentuasi/ penekanan

ü  Pemenggalan kalimat

ü  Kecepatan bicara

ü  Volume suara

Trick tertentu agar suara jernih dan bersih.

Ketika kita grogi air liur kita padat lebih baik kita sebelumnya tidak makan yang berminyak, Latihan vocal, pernafasan tone, latihan bicara. Untuk menjaga mood kita latihan los yang kita tanamkan adalah kita akan berbagi  ilmu diacara tersebut, bersuara seperti orang tersenyum anusiasisme itu menular. Menjadi sebuah energi hingga kita bisa memberikan pada orang lain.

Mau tidak mau jika kita di atas panggung  kita menjadi perhatian, yang terpenting kita good looking berusaha percaya diri dan rileks. Tone yang baik kita akan mampu membawakan acara dengan lancar.

Jika melihat audience mengantuk.

Libatkan audience ;

ü  Diskusi : menarik perhatian, menggali banyak hal

ü  Ice breaking

ü  Tag line / yel-yel

ü  Quis time /bermain kuis : berhubungan dengan materi

ü  Streacing exercise/Melakukan Gerakan peregangan

 

Itulah hal-hal yang perlu kita persiapkan dan lakukan untuk menjadi Publik speaking. Sebagai guru kita tentunya selain mengajar kita juga harus bisa untuk berbicara. Untuk itu kita perlu mempelajari dan berlatih untuk bisa menjadi public speaking.

 

 Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.

Jan29AiseiWritingChalleng

Gunungkidul,30 Januari 2021

Rabu, 27 Januari 2021

Biarkan Aku Bebas

#Kamis Menulis

 Biarkan Aku Bebas






Biarkan aku sedikit egois

Esok ku harap kau tidak mengejarku lagi

Biarkan aku nikmati waktuku sendiri

Aku lelah dengan sejuta inginmu

Singkirkan harapmu untuk bisa bersamaku

 

Bukan karena ada yang kurang darimu, namun

Engkau tetaplah seperti dulu

Berlari memaksakan diri

Aku tak bisa untuk menerimamu

Sikapmu yang banyak buatku  pilu

 

Biarkan aku bebas lepas dari bayangmu

Engkau lebih baik tak harapkanku

Bila waktu telah tiba

Aku akan dapati kau telah bahagia bersama dia

Seseorang yang lebih pantas mendampingimu

 

Bukan bukan aku yang terbaik untukmu

Eyang kakungmu memilihkan dia untukmu

Bersanding denganmu adalah bukan pilihanku

Aku iklas jalani kehidupanku tanpamu

Semua akan merasakan bahagia tanpa keterpaksaan


Berharap Allah ridhoi langkahku 

Menuju kota baru menggapai asa di ibu kota

Selamat tinggal kawan usah kau harap lagi

Biarkan aku bebas berkarya tanpa ada rasa yang tertinggal

Kan kusambut mentari pagi dengan sejuta mimpi

 

 

#KamisMenulis

#Sahabat Lage

(Ingat  Masa kelulusan  abu putih)

Gunungkidul,28 januari 2021


Selasa, 26 Januari 2021

Menulis Cerpen

 

#SelasaBerbagi

Sahabat Lagerunal

Menulis Cerpen



Selasa berbagi hari ini akan mendapat materi dari Bapak Susanto atau lebih dikenal dengan Pak D. Dengan moderator Bapak Sucipto.

Bapak Cipto menyapa dengan salam dan mempersilahkan Bapak Susanto untuk menyampaikan materi selasa berbagi.

Bapak Susanto, adalah anggota dari  Lagerunal kami mengenal dengan panggilan Pak D.

Saya mengenal Pak D di grup Aisei, awalnya saya share tulisan ke grup Aisei dan beliau memberikan komen, saat itu Pak D mengingatkan saya untuk penggunaan “di” yang tepat. Alhamdulialah beruntungnya jika punya teman yang bisa mengingatkan kita. Terimakasih Pak D. Dari sana saya sering juga bertanya pada Pak D dan dengan senang hati Pak D selalu menjawabnya.

Pada #SelasaBerbagi ini, beliau melanjutkan "tantangan" sebelumnya, dari mazmo (Pak Sudomo @ https://eigendomo.com/selasaberbagi-contoh-tantangan-pertemuan-kedua/)

Pada saat itu Pak sudomo menerangkan tentang alur & penokohan.

Materi itu lanjutan dari materi tentang membuat Tema & Premis

Pak D sebagai anggota Lagerunal luar biasa sudah mengisi selasaberbagi,karena memang Pak D pantas untuk membagi ilmuyang beliau miliki.

Setelah pertemuan kedua mencari bahan bacaan sebagai pedoman untuk pak D dalam menulis cerpen nanti.

Menurut beliau jika hanya belajar dengan melihat dan mengamati cerpen yang sudah ada, maka tidak tahu persis apakah penulisan narasi & dialognya sudah sesuai dengan kaidah bahasa kita. Setelah bahan terkumpul, beliau simpan sebagai pedoman bagi diri sendiri.

Namun karena kita punya blog dan ada "tuntutan" untuk mengirim tulisan, bahan tersebut Pak D tulis kembali sebagai sebuah artikel. Nah tulisan itu "tertangkap" oleh Master Fiksi kita (Momo DM) lalu didiskusikan untuk bisa dibagikan kepada kawan-kawan pada hari ini. Ya, hari selasa, hari berbagi pada grup lagerunal. Pak D adalah sosok yang rendah hati walaupun sudah banyak ilmunya namun tetap rendah hati dan merasa dirinya tidak ada apa-apanyadi bandingkan sahabat lagerunal.

Pak D menceritakan Bagaiman beliau berkomunikasi denagn salah satu grup lagerunal yaitu Ibu Rofiana dari jogja. Pak D meminta untuk membaca cerpen milik Ibu Rofiana untuk di cermati penulisannya. Pak D merasa Ibu Rofiana pintar untuk Menyenangkan hati Pak D denagn membuktikan bahwa cerpen Ibu Rofiana semakin enak dibaca. Akhirnya datang file word berisi naskah cerpen kedua.

Dari kedua naskah tersebut menguatkan niat saya untuk membagikan teknik penulisan itu dalam blog.

Mengapa fiksi jangan hanya narasi, tetapi perlu dialog?

 

Kata Mbak Istiqomah dalam  istiqomahalmaky.com, jika memoar, cerpen, dan novel nyaris berisi narasi semua itu sangat melelahkan pembacanya. Membosankan. Pembaca jadi seolah-olah didongengi, diceramahi.

Meskipun narasi adalah salah satu cara penulis menyampaikan isi cerita kepada pembaca selain aksi dan dialog. Melalui narasi pembaca dapat mengetahui seting tempat, peristiwa, pikiran tokoh, renungan-renungan tokoh (kontemplasi), dan flashback cerita sehingga pembaca dapat lebih memahami alur cerita dan dapat menikmatinya. Aksi berupa tindakan fisik yang dilakukan tokoh. Contohnya, Ia berjalan sambil sesekali bersiul-siul ringan. Untuk dialog, pasti pembaca sudah tahu. Karena dituliskan dalam bentuk kalimat langsung.

Teknik Menulis Narasi & Dialog

Jika kekuatan ucapan atau bahasa lisan adalah intonasi dan mimik/pantomimik sang penutur, maka kekuatan bahasa tulis terletak pada pungtuasi/tanda baca yang digunakan. Kalimat yang efektif juga tidak kalah menentukan. Lalu, bagaimana penulisan dialog dalam cerita yang akan kita tulis dengan tanda baca dan ejaan yang benar?

Jika penulisannya benar, tulisan akan enak dibaca. Selain itu, pembaca cerita kita makin mudah memahami makna cerita. Selain itu, jika tulisan rapi, setidaknya itu bisa menjadi nilai plus  ketika mengikuti lomba-lomba seputar dunia kepenulisan. Salah satunya seperti event yang diadakan oleh sebuah penerbit. Baik indi ataupun mayor, biasanya salah satu yang dinilai dari naskah tersebut selain isinya yang menarik adalah kesesuaian tanda baca.

Memang ada editor yang bertugas untuk memperbaiki tulisan kita bahkan membuatnya menjadi lebih hidup. Tapi, memangnya kita mau mengandalkan editor terus? Kalau bisa sendiri, kenapa enggak? Enggak ada salahnya belajar tanda baca dan membuat dialog yang benar. :-)

Narasi Sebelum dan Sesudah Dialog

Narasi menggambarkan kondisi atau keadaan sehingga pembaca mengetahui tempat, peristiwa, maupun pikiran tokoh. Efeknya, pembaca semakin mudah memahami alur serta menikmati cerita dengan baik. Istiqomah mengatakan bahwa fiksi dengan narasi terlalu panjang dan miskin dialog melelahkan untuk dibaca dan membosankan (istiqomahalmaky.com).

Bagaimana penulisan narasi yang diikuti dialog dan sebaliknya?

Pak D kemudian memberikan contoh penulisan dialog yang salah.

1.      Bisikan bapak mengagetkanku, “Nduk, Ibu sudah pulang.” (Diakhiri tanda koma pada narasi yang seharusnya tanda titik (.)

2.      Bisikan bapak mengagetkanku. “nduk, Ibu sudah pulang.” (Kalimat dialog dimulai dengan huruf kecil, seharusnya KAPITAL)

3.      “Nanti kita ke rumah nenek lagi, kalau ada waktu libur lagi” Aku kecewa dengar pernyataan ayahku. ( Tidak ada tanda titik pada akhir dialog)

4.      “Nanti kita ke rumah nenek lagi, kalau ada waktu libur lagi.” aku kecewa dengar pernyataan ayahku. (Kalimat narasi diawali huruf kecil seharusnya kapital)

Dialog Tag

Jika Anda membaca dialog seperti berikut ini.

“Duduk di sana yuk,” ajak Danu.

“Hai-hai, CLBK nih ye,” goda Juna sambil tersenyum jenaka pada kami berdua.

Kata “ajak” dan “goda” pada kalimat di atas itulah yang dinamakan dialog tag. Jadi, dialog tag adalah frase yang mengikuti dialog. Dialog tag juga sering terdapat sebelum dialog.

Fungsi dialog tag adalah memberi informasi pengucap dialog kepada pembaca. Jika dialog tag mengikuti dialog maka penulisannya diawali dengan huruf kecil setelah tanda koma dan tanda petik. Apabila dialog tag terletak sebelum dialog maka penulisannya diikuti tanda koma sebelum tanda petik ganda.

Pak D memeperjelas tentang Fungsi dialog tag. Fungsi dialog Tag adalah memberi informasi pengucap dialog kepada pembaca. Jika dialog tag mengikuti dialog maka penulisannya diawali dengan huruf kecil setelah tanda koma dan tanda petik. Apabila dialog tag terletak sebelum dialog maka penulisannya diikuti tanda koma sebelum tanda petik ganda.

Contoh lengkap di sini https://www.rinmuna.com/2019/02/macam-macam-dialog-tag.html

Contoh penulisannya sebagai berikut.

“Aku yang membuang kucing itu,” ungkap Daniel.

Iwan berkata, “Buku ini aku pinjam.”

Berikut contoh yang salah. Tanda baca titik (.) yang seharusnya tanda koma (,) dan huruf awal setelah dialog adalah huruf kapital, seharusnya huruf kecil.

“Aku yang membuang kucing itu.” Ungkap Daniel.

Iwan berkata. “Buku ini aku kupinjam.”

Wah, ternyata harus teliti menuliskan itu semua. Masih adakah teknik penulisan lainnya? Saya pun kembali berburu ilmu teknik penulisan cerita fiksi selanjutnya.

Tanda Seru dan Tanda Tanya di Akhir Dialog

Anda pernah marah, berteriak, atau sekedar memberi peringatan atau menegaskan? Jika Anda tulis maka pada akhir dialog dibubuhi tanda seru. Ingat, ya! Intonasinya tinggi.

Contoh:

 “Pergi dari rumahku sekarang!” bentak Somad.

Kalimat dialog jangan diberi tanda titik karena intonasinya tinggi. Dialog tag “bentak” ditulis dimulai dengan huruf kecil.

 “Aku tidak sejahat itu …” ucapnya lirih.

Meskipun penegasan, akan tetapi narasi “ucapnya lirih” membayangkan intonasi yang digunakan rendah.

Bolehkah mengunakan tanda seru? Boleh, namun narasi sesudahnya merupakan kalimat yang lain.

Contohnya:

 “Aku tidak sejahat itu!” Dengan lirih Sari menegaskan.

Nah, membacanya juga beda, kan?

Buanglah tanda koma pada tempatnya!

Pak D , yang masih merasa  belajar memulai menulis cerita fiksi, tanpa sadar kadang menambahkan tanda koma (,) sesudah tanda tanya.

Contohnya:

“Sedang apa kamu di sini?”, Tanya Reza.

Apa yang janggal? Penggunaan tanda koma yang tidak tepat dan menulis dialog tag “tanya” diawali huruf kapital.

Tentu kita memerlukan contoh yang benar.

“Sedang apa kamu di sini?” tanya Reza.

Tidak memerlukan tanda koma. Jadi, buanglah tanda koma pada tempatnya!”

Namun cermati kalimat berikut ini!

 “Apa kau yang melukainya?” Melirik ke arah wanita di sampingnya.

Kalimat tersebut sudah benar. Mengapa huruf awal dalam narasinya kapital? Benar! Karena sudah beda kalimat. “Melirik wanita di sampingnya” dikatakan sebagai kalimat baru.

Berbeda apabila kalimatnya seperti ini:

“Apa kau yang melukainya?” tanya Arsyil melirik wanita di sampingnya.

Kata “tanya” adalah dialog tag dan itu dikatakan masih dalam satu kalimat.

Tanda Elipsis/Titik tiga (…)

Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah).

Contoh:

“Jangan menangis lagi. Kumohon ….”

Apabila elipsisnya berada di belakang dan ada narasi lagi setelahnya, maka hanya terdapat tanda elipsis di sana.

Contoh:

“Jangan menangis lagi. Kumohon …” ucap Billy pelan.

Penggunaan En Dash (—) atau Tanda Pisah dalam Dialog

Contoh 2:

 

“Jadi kau pe—” (terpotong karena seseorang langsung menyergah ucapannya).

“Iya. Aku pelakunya,” ucap Andra cepat.

Tanda pisah bersimbol (–) en dash atau (—) em dash tidak ada tombolnya pada papan ketik. Dua tanda hubung yang dirangkai tanpa spasi (--) dapat digunakan sebagai lambang tanda pisah.

TERAKHIR, YANG TIDAK KALAH PENTING

Penggunaan Kata “kan” dalam dialog

Perhatikan contoh di bawah ini.

Contoh :

“Dia itu kekasihmu, kan?”

Letakkan tanda (,) sebelum menulis kata “kan” dalam dialog.

Demikian juga ketika menggunakan kata sapaan pendek/pengganti panggilan seperti: Nak, Kak, Bu, dan sebagainya. Gunakan tanda koma sebelum kata itu dituliskan.

“Belajar yang rajin ya, Nak.”

Nama dan Panggilan dalam Dialog

Contoh 1:

“Aku harap Ayah merestui pernikahan kami,” ucap David penuh harap.

Pada contoh pertama, kata “Ayah” diawali dengan huruf kapital. Orang yang di maksud ada di sana atau terlibat dalam percakapan tersebut.

Contoh 2:

“Aku berharap ayahmu merestui pernikahan kita,” kata Nia lirih.

Pada contoh kedua, kata “ayah” di awali dengan huruf kecil tanda bahwa sang ayah tidak ada di sana atau tidak terlibat dalam percakapan tersebut.

Contoh 3 :

“Menurut pak Aldi, tidak seharusnya kita melewati jalan ini.”

Pada contoh nomor 3, kata “pak Aldi” huruf awalnya ditulis kecil dan huruf keduanya ditulis besar karena merupakan nama orang. Hal ini dapat dipahamai karena pak Aldi tidak terlibat dalam percakapan tersebut.

 “Terimakasih Pak Aldi atas kerjasamanya.”

Pada contoh nomor 4, kata “Pak Aldi” huruf awalnya ditulis besar dan huruf keduanya ditulis besar karena merupakan sapaan. Dapat dipahami bahwa pak Aldi terlibat dalam percakapan tersebut.

Di akhhir penyampain materi Pak D tidak memberikan tantangan namun mengajak sahabatLlage untuk menyelesaikan cerpen yang sudah dirancang sebelumnya dan mengajakuntuk bergabung menulis antologi cerpen bersama Bu Kanjeng.

Namun sesudahnya, sebelum cerita itu dipublikasikan, sebaiknya disunting dengan berpedoman pada penjelasan di atas.

Dengan candanaya yang renyah Pak D meminta peserta untuk memberi pekerjaan baru untuknya sebagai editor.  Hehe

Demikian selasa berbagi kali ini, ilmu yang sangat luar biasa sangat bermanfaat bagi penulis cerpen pemula seperti saya. Terimakasih Pak D semoga jariyah mengalir untuk Pak D.

Bismilah semoga segera bisa lanjut untuk menulis cerpen.

Salam sehat,salamliterasi tetap semangat dan terus berkarya.

 

Jan27AiseiWritingChallenge

Gunungidul,27 Januari 2021

 

 

Benang Rindu

Benang Rindu Merah senja membawa kisah Pada sebait kata yang menggugah Jiwa meronta karena terpisah Bukan karena tak cinta namun...