Cari Blog Ini

Rabu, 30 Desember 2020

Rintiik Hujan Di Penghujung Tahun 2020

Pagi ini rintik hujan menemaniku untuk menulis sebuah kisah. Entah berawal darimana, tiba-tiba kita dipertemukan dalam dunia maya.Tiada dipungkiri getaran itu masih ada, namun keadaan telah berbeda.Kau telah memiliki dua buah hati begitu pula denganku telah memiliki dua buah hati. Kau bahagia bersama keluargamu akupun juga bahagia bersama keluarga kecilku.

Kurang lebih dua puluh tiga tahun kita terpisah.Jalinan masa lalu hanya sekedar kisah.Selayaknya anak SMP pada jamannya. Kenangan pertama mengenal rasa memang tidak bisa terlupa, namun kini hanya bisa kita jadikan kenangan dalam kehidupan.

Tahun 2020 telah membawa kita dalam pertemuan melalui dunia maya kau disana aku disini. Saling bertanya kabar dan cerita indah keluarga kita. Saling mendo'a adalah cara terindah yang bisa kita lakukan. Kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyatan dan esok adalah harapan.
Aku hanya sebagian kecil masa lalumu,dia adalah hari ini dan harapan . Mari kita jadikan kenangan sebagai catatan kecil dalam kehidupan kita. Mimpi-mimpi bersama pasangan kita semoga dapat kita raih. Selamat berbahagia, semoga Rahmad Allah Swt selalu tercurah untuk keluargamu dan keluargaku.

Salam sehat,salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.
#Kamis menulis sahabat lage
Gunungkidul,31 Desember 2020

Harapan Bunda


Puisi sederhana,patidusa formasi 4321,1234
Harapan Bunda
Selamat ulang tahun putriku
Tujuh belas tahun
Kini usiamu
Sehat

Cantik
Semakin dewasa
Itu harapan bunda
Semoga tercapai segala cita

Gunungkidul,31 Desembar 2020
06.10 WIB,tepat kelahiranmu pagi itu.

Di Penghujung Tahun Cantik

Di Penghujung Tahun Cantik
Rintik hujan sore ini membawaku pada sebuah angan yang dulu sempat terbersit dalam benakku. Sebuah harapan untuk bisa menulis dan mencetak buku.Di tahun cantik ini merupakan sejarah baru dunia dan khususnya bagiku,dimana saat wabah melanda negri ini dan membuat tatanan baru kehidupan aku bisa melakukan sesuatu yang akhirnya aku mampu berdiri dan percaya diri untuk bisa menulis,walau hanya sekedar menulis apa yang aku alami.

Selama BDR banyak waktu yang dapat aku gunakan untuk belajar bersama orang-orang hebat dan akhirnya mendapatkan suatu karya yang dapat aku wariskan kepada anak cucuku khususnya dan semoga bermanfaat untuk orang lain pada umumnya .

Benar apa yang di sampaikan para pakar hebat bahwa menulis bisa membuat bahagia, kita bisa mencurahkan segala uneg uneg yang terpendam dan apa yang kita tulis bisa menginspirasi orang lain adalah hal teristimewa.
Hari ini satu hari sebelum tahun 2020 meninggalkanku buku antalogi ke-19 berjudul i'm jealous of the rain sudah cetak dan dalam proses pengiriman. Ternyata jika ada kemauan Allah pasti kasih jalan,tidak menyangka selama kurang lebih delapan bulan bisa menghadilksn buku antalogi sejumlah itu. Bahkan dari hasil buku antalogi itu aku sudah bisa menjualnya. Itu adalah bonus tersendiri saat aku bisa menulis.

Alhamdulilah puji syukur padaMu ya rabb.
Selain aku menghasilkan beberapa buku antologi aku juga dalam proses menyelesaikan buku solo berharap januari sudah bisa terbit.
Bersyukur pada Allah yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan dan membimbingku untuk mampu menyelesaikan tugas-tugasku, Terimakasih para nara sumber  hebat yang telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat. Terimakasih juga untuk suami dan anak-anakku yang telah mendukung aku dalam menyelesaikan  tulusan-tulisanku, terimakasih saudara dan juga sahabat-sahabatku di dunia maya yang selalu memberi motivasi, sahabatku terdekat yang selalu membimbing, mendoakan dan memberi suport untukku agar selalu semangat dan selalu jaga kesehatan. Semoga Allah selalu mencurahkan rahmad untuk kita semua.

Di tahun cantik ini pula aku harus kehilangan debay dalam kandunganku, aku tahu ini yang terbaik bagiku Allah Swt lebih sayang sama dia sehingga saat usia 2 bulan dalam kandunganku harus ia ambil kembali. Banyak pelajaran berharga dengan apa yang aku alami. Semoga kejadian yang aku alami mengajariku untuk menjadi  pribadi yang kuat, iklas, sabar dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Allah tidak akan memberikan ujian pada hambaNya  melebihi dari kesanggupanya.
Tetap husnudzon padaNya semua ada hikmah yangvterkandung di dalamnya.Tenanglah disana sayang semoga menjadi tabungaku di syurga.
Semoga tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini.

Selam sehat,salam literasi,tetap semangat dan terus berkarya. 

Des30AiseiWtitingChallenge
Senja di Gunungkidul,30 Desember 2020

Selasa, 29 Desember 2020

Menulis Fiksi

 

# Selasa Berbagi

Menulis Fiksi



Kali ini, dalam kelas berbagi kita kedatangan Nara sumber yang keren abissss, yakni @mazmo atau Pak koBianglala atau Pak Sudomo.

Beliau memiliki segudang pengalaman menulis yang akan dibagi dalam komunitas Lagerunal ini.

Selain itu, #SelasaBerbagi edisi menulis fiksi akan ada 3 bagian setiap pertemuannya.

Termasuk pertemuan pertama hari ini, Selasa 29 Deember 2020 yaitu Bagian 1 tentang tema, bagian 2 tentang premis, dan bagian 3 tentang tantangan.



Perbedaan  tema dan judul

Judul lebih spesifik dibandingkan tema. Judul bisa saja merupakan tema tulisan, tetapi tema tulisan tidak harus judul.

Menulis fiksi



Tema               : Merupakan ide pokok cerita

Premis             : Dasar pemikiran yang digunakan sebegai langkah awal dalam mewujudkan ide cerita yang dituangkan dalam  satu kaliamat.

4 unsur premis    : Karakter, tujuan, komplikasi/masalah,  resolusi ( peleraian masalah )



Tantangan menulis premis :

            Sahid adalah anak ketiga dari keluarga sederhana, masa sulit ia lalui dengan hura-hura, orangtuanya sampai menangis dibuatnya, bahkan sampai harus menelan hinaan dari tetangganya, namun doa tulus orang tua Sahid menjadikannya seorang pemuda sukses, dimana Sahid bisa membahagiakan orang tuanya dengan membangunkan rumah untuk orang tuanya.

v  Tema               : Pemuda dan dunianya

v  Karakter           :         - Sahid           : Anak yang nakal namun bisa berubah ketika lulus SMA dan bekerja

- Orang tua   : Sabar, tulus, ikhlas

v  Tujuan             : Kesabaran, kegigihan dan doa bisa merubah hal buruk menjadi sesuatu yang  berbuah  manis.

v  Hambatan         : Saat lulus SMA susah untuk mencari pekerjaan, dengan susah payah orang tua  Sahid   meminta Sahid untuk kuliah di kotanya sambil bekerja

v  Resolusi           : Dengan semangat dan kegigihan, Sahid mampu membuktikan bahwa dia tidak sesuai anggapan orang-orang yang menilai sahid hanya dengan satu sisi saja, Sahid sukses menyelesaikan kuliah dan bekerja sebagai PNS.

Sahabat lage demikian Selasa berbagi salam sehat, salam literasi mohon masukannya untuk tantangan menulis premis ya..

Gunungkidul, 30Desember 2020




Melalui Tekad Yang Kuat Keterbatasan Bisa Terkalahkan

 

Melalui Tekat Yang Kuat keterbatasan Bisa Terkalahkan




Alhamdulilahirabbil ‘alamin puji syukur kehadirat Allah Swt yang pada hari ini saya masih diberikan kesehatan, kesempatan untuk terus belajar. Jangan jadikan wabah sebagai hambatan untuk kita terus belajar dan belajar. Kali ini saya mendapatkan ilmu untuk belajar bersama  dari Gumun. Di grup baru ini saya akan medapatkan ilmu tentang menulis esai. Belajar bersama orang-orang hebat semoga membawa kebaikan dan bisa menebar manfaat.

Sebelum membahas tentang esai, Bapak Ridwan  Hidayat dari Bandung sebagai instruktur pelatihan memberikan motifasi untuk peserta agar semangat menulis belajar dari orang-orag hebat terdahulu.

Tidak  ada yang tidak  mungkin, memang benar menulis adalah keterampilan berbahasa tingkat tinggi, membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk bisa menulis. Tapi beliau setuju dengan sebuah kalimat bahwa menulis bukan bakat, melainkan kebiasaan yang terlatih. Jadi menulis itu sebuah keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih semua orang.

Menulis di sini ialah proses merangkai ide dan gagasan menjadi suatu tulisan yang utuh sehingga bisa dipahami orang lain.

 Dengan menulis seseorang bisa menyampaikan apa yang ada dalam pikiran menjadi kata-kata.

Untuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis.

Yakinlah kita bisa semua, mencoba memulai tanpa harus memikirkan bagus atau tidak tulisan kita.

Kita ingat tokoh terkenal yang dulunya memiliki keterbatasan tetapi dengan tekad yang kuat Alhamdulillah menjadi dikenal dunia.

Einstein

 Terkenal sebagai ilmuwan sekaligus penemu multitalenta. Namun ternyata masa kecil tokoh ini dilalui di atas jalan terjal. Ia baru bisa berbicara pada umur 4 tahun, membaca saat berusia 7 tahun, dan pernah dikira cacat mental. Namun kerja kerasnya di bidang fisika diganjar Hadiah Nobel. Jadi, keterlambatan dalam proses kerja bukanlah hambatan bila kita mau berupaya memperbaikinya.

Wesley Wee

 Menulis buku hanya menggunakan satu ibu jari kaki untuk mengetik ke komputer miliknya. Mengetik dengan kesepuluh jari saja tak semua orang bisa. Namun Wesley tetap tekun untuk menyelesaikan tulisannya.

Terjebak di kursi roda selama 38 tahun, membuat Wesley Wee tidak bisa melakukan banyak aktivitas. Bahkan dia tidak bisa makan dan mengenakan baju sendiri.

Artinya segala keterbatasan yang kita miliki insyaAllah bisa kita hadapi dan menuai hasil. Disini kita diajak dan belajar bersama untuk mencoba action.

Menulis, menulis, menulis dan menulis dengan keterbatasan yang kita miliki insyaAllah dengan semangat, ketekunan, dan mau belajar kita bisa berkarya.

Mengutip dari hasil tulisan teman yang dulu juga mengeluh tidak bisa menulis tapi Alhamdulillah dengan belajar dan terus belajar serta mencoba alhamdulillah 88 peserta Diklat Gumun menulis artikel beberapa bulan lalu yang diadakan gumun.

Alhamdulillah banyak karya yang sudah dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional

Inilah yang dikatakan buah dari keuletan dan keinginan kita untuk belajar dan mencoba.

Pesan Bapak Ridwan “Jangan menyerah kita bisa berbagi digrup ini karena niat dan tujuan akhir kita sama disini belajar menulis dan membuat karya yang dapat dikenang anak cucu kita bahkan memberikan kemaslahatan untuk dunia pendidikan atau sebagainya..

Demikian sekilas tentang pesan dari Bapak Ridwa Hidayat. Semoga kita bisa segera mempraktekkan menulis, menulis dan menulis.

Salam sehat,salam literasi dan tetap semangat.

Des28AiseyWritingChallenge

Gunungkidul,30 Desember 2020

Minggu, 27 Desember 2020

HIKMAH DI TENGAH WABAH

 

HIKMAH DI TENGAH WABAH

Esai

Oleh : Sumarjiyati,S.Pd.I

 

Pengantar

Pada bulan Maret 2020 tepatnya pada tanggal 16  Maret 2020 merupakan awal sejarah bagi dunia Pendidikan di Indonesia. Paendemi Covid-19 melanda  keseluruh negeri, pemerintah mewajibkan semua siswa  dari jenjang  TK/PAUD,SD/MI,SMP/MTS,SMA/MASMK dan PT untuk WFH, demikian guru harus work from home dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh atau lebih di kenal dengan pembelajaran daring ( dalam jaringan).

Sejak keluarnya peraturan pemerintah tersebut mau tidak mau guru harus berusaha agar mampu melaksanakan pembelajaran secara online, namun tetap bisa dirasa menyenangkan oleh siswa. Bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini  pembelajaran harus tetap berjalan. Pembelajaran secara daring harus diterapkan agar peserta didik  tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan  pengajaran dan pendidikan yang layak sebagimana yang di amanatkan pada pasal-pasal dalam UUD 1945. Di masa Pandemi ini guru di tuntut untuk lebih cerdas, aktif, kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugasnya.

Kesulitan dan hambatan guru, orangtua dan siswa

Hampir kesulitan yang di alami guru sama dalam menyampaikan pembelajaran daring tersebut. Di karenakan pembelajaran selama ini  masih di lakukan secara klasikal tatap muka dimana guru belum dapat mengoptimalkan berbagai media pembelajaran yang ada terutama media online dalam jaringan. Tidak hanya guru siswa pun juga merasa tergopoh-gopoh untuk beradaptasi dengan  pembelajaran online ini karena pembelajaran yang di alami saat ini merupakan hal baru dan di rasa cepat bagi mereka.

Begitu pula dengan orang tua di rumah yang harus mendampingi putra putri mereka untuk pembelajaran online ini, mereka merasa punya tugas baru untuk mengawasi mendampingi belajar putra putri mereka dan membantu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang di berikan guru terutama anak-anak di jenjang TK/PAUD SD/MI mereka belum bisa mandiri dan masih sangat tergantung dengan orang tua. Banyak para orang tua yang mengeluhkan hal tersebut. Orang tua yang tidak memiliki latar belakang pendidik di paksa harus menjadi pendidik atau guru dengan secara tiba-tiba.

Selain harus mendampingi anak belajar bagi orang tua yang bekerja maka harus benar-benar bisa membagi waktu dengan baik, mereka dituntut untuk menyelesaikan tugasnya dan juga harus bisa dampingi anak belajar. Hal ini menjadikan orang tua yang kurang siap dengan keadaan ini  akan merasa stress. Belum lagi jika satu rumah  hanya memiliki satu Hp yang harus di gunakan beberapa anak mereka. Juga karena kendala jaringan atau sinyal kurang kuat membuat anak-anak merasa kurang fokus dengan pembelajaran. Di kota-kota besar mungkin tidak masalah namun untuk di daerah  tertentu atau di pegunungan maka akan sangat menghambat pembelajaran jarak jauh.

Anak-anak merasa lebih nyaman belajar bersama gurunya di sekolah.  Jika di sekolah mereka bisa menghilangkan penat saat belajar dengan bermain bersama-teman-teman mereka, namun dirumah mereka hanya belajar sendiri yang membuat anak-anak kangen suasana sekolah dan jenuh dalam belajar. Di sini di tuntut peran guru dan orang tua agar pembelajaran di rumah tidak lagi membosankan.

Hikmah  dari covid-19

Kendala atau hambatan yang di rasakan guru, orang tua ataupun siswa sebenarnya ada hikmah yang dapat kita ambil. Dimasa pandemi ini kita harus bisa mengambil peluang yang ada jangan jadikan covid-19 sebagai sebuah musibah yang menyeramkan menakutkan bahkan sampai membuat kita putus asa. Justru dengan adanya wabah ditengah kesulitan yang ada kreativitas  harus keluar agar kita dapat bertahan dan menang menghadapi wabah tersebut. Dari pandemi ini kita bisa ambil sisi positifnya, banyak hal baru yang bisa kita pelajari dan kita peroleh.  

Sebagai orang tua kita bisa banyak waktu bersamai anak-anak kita di rumah.  Semua aktivitas di rumah manjadikan keluarga kita semakin harmonis, kita benar-benar bisa dampingi anak belajar dan berperan langsung untuk pendidikan mereka. Kita bisa  mengetahui perkembangan  anak-anak dan kekurangan-kekurangan mereka. Dengan demikian maka sebagai orang tua kita baru merasakan betapa jasa guru itu begitu besar. Ternyata tugas guru sangatlah berat. Mendidik satu dua anak saja orang tua begitu susah apalagi guru-guru yang harus mendidik berpuluh puluh siswa.

Sebagai guru kita harus belajar meningkatkan kompetensin, menggali berbagai ilmu untuk menunjang pembelajaran jarak jauh agar bisa berjalan sesuai yang di harapkan pemerintah dan juga semua pihak. Webinar-webinar dapat kita lakukan untuk menambah wawasan dan ilmu dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

Guru harus kreatif dalam memodifikasi metode pebelajaran yang di gunakan agar pembelajaran jarak jauh bisa menyenangkan. Kita di tuntut untuk mampu membuat pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode. Apapun metodenya  yang terpenting semua siswa bisa menerima dan bisa masuk ke hati siswa.  Kita juga bisa memanfaatkan TIK yang tersedia, serta kita harus tetap tenang dalam menghadapi siswa dengan segala keterbatasanya. Sejatinya guru dan siswa harus bisa berinteraksi sebagaimana orang tua dengan anaknya. Sering berdialog adalah hal yang terpenting baik dengan orang tua ataupun dengan siswa kita. Terakhir kita bisa tarik kesimpulan dan kita review apa yang telah kita lakukan. Selanjutnya kita bisa tutup  pelajaran dengan kalimat-kalimat hikmah dan kebaikan.

Semoga apa yang kita lakukan senantiasa dalam bimbingan dan rahmatNya sehingga menjadikan pembelajaran jarak jauh dengan lancar dan dapat membuat peserta didik kita tetap semangat dan mampu meraih asa. Harapan semoga pandemi covid-19 segera berlalu dan meninggalkan bumi kita,sehingga pembelajarn bisa di laksanakan seperti dulu dan bisa di tambah dengan metode-metode baru yang di lakanakan saat pandemi ini. Tentu pembelajaran akan semakin menyenangkan.

Sabtu, 26 Desember 2020

ICE BREAKER PENYEMANGAT BELAJAR

 ICE BREAKER PENYEMANGAT BELAJAR




Selamat sore sahabat literasi apa kabar hari ini? Semoga kita selalu di berikan kesehatan sehingga bisa tetap beraktivitas dengan lancar. Dalam kesempatan kali ini saya akn berbagi tentang materi yang di berikan Kak Kusumo. Berikut undangan yang saya terima dari salah satu grup WA.

Kepada Yth.

Kepala dan Guru di Seluruh Indonesia

Mengajak untuk ikut belajar online bersama KAK KUSUMO Trainer ICE BREAKER Nasional pada

Hari         : Sabtu

Tanggal   : 26 Desember 2020

Pukul       : 19.30 WIB s/d 21.00 WIB

Tempat : GRUP WhatsApp (WA) ICE BREAKER KAK KUSUMO 256

Narasumber : Kak Kusumo ( Penulis Buku ice breaker / Trainer Nasional dari Surabaya )

Agenda : Pelatihan online dengan Tema ice breaker penyemangat belajar,kiat menghadirkan suasana belajar yang segar dan menyenangkan

Silahkan Tautan ini Boleh di Share di Grup Yang Lainnya Agar Semakin Banyak Guru Guru yang Mendapat Kesempatan untuk Belajar Bersama,

Demikian dan terima kasih

Dari undangan  tersebut saya langsung tertarik dan segera gabung ke grup.

Jadwal yang tertera di undangan dan pelaksanaan ternyata tidak sesuai karena suatu hal, namun Kak Kusumo telah menyampaikan kata maaf karena perubahan jadwal tersebut. Tidak mengurangi semangat saya untuk mengikuti kegiatan ini walaupun ada perubahan jadwal saya tetap menyimak dan inilah sedikit materi  yang saya peroleh dari  kak kusumo.

Kak Kusumo membuka kegiatan dengan mengucap salam dan memeperkenalkan diri.

Kita Belajar Materi Ice Breaker Perkenalan dengan 6 Aspek Perkembangan :

Contoh :

Tok tok tok (ibu jari)

Ada siapa ada siapa (jari kelingking)

Kak Kusumo Kak Kusumo (jari telunjuk)

Di mana di mana (jari manis)

Itu dia itu dia (jari tengah)

Catatan : Gerakkan Jari Buka Tutup untuk Tiap Jari Berpasangan,

 

6 Aspek Perkembangan dengan Metode Perkenalan Sambil Menggerakkan Jari Jari :

1.      Aspek Fisik Motorik

2.      Aspek Bahasa

3.      Aspek Sosem

4.      Aspek Seni

5.      Aspek Kognitif

6.      Aspek Agama

Para peserta di minta untuk mempraktekkannya di tempatnya masing-masing, kemudian kak kusumo memberikan contoh dalam bentuk  video.

Ini contoh cuplikan Videonya,

Materi yang di tampilkan dalam Video tersebut :

1.      Tepuk Gembira,

2.      Sesi Tak Kenal Maka Ta'arruf dengan 6 Aspek Perkembangan,

Para peserta di persilahkan untuk mencoba. Selamat Mencoba!

Penjelasan 6 Aspek :

1.      Aspek Fisik Motorik : ada gerakan di semua jari tangan

2.      Aspek Bahasa : ada kata kata yang di Ucapkan saat menggerakkan jari

3.      Aspek Sosem (Sosial Emosional) : anak belajar bersosialisasi dengan mengenalkan dirinya kepada temannya

4.      Aspek Seni : ada nada / intonasi suara

5.      Aspek Kognitif : jari yang sama / sejenis di pertemukan, misal ibu jari kanan menempel sejajar dengan ibu jari kiri, dst

6.      Aspek Agama : adab / sopan santun saat menyampaikan perkenalan

Kak Kusumo memberikan contoh ice breaking yang lain dengan mengenalkan arah/[posisi dalam bahasa Ingrris kepada anak dengan metode langgam/lagu.

Contohnya :

“DIRECTION (ARAH / POSISI)”

Where is di mana

In Front of di depan

Behind di belakang

Beside is di samping (2X)

Up above is di atas

Under beneath di bawah

Here over there di sini dan di sana (2X)

Irama Lagu : Anak Kambing Saya

 

Selanjutnya  Mengenalkan Arah / Posisi dengan Versi Bahasa Arabnya,

Contohnya :

“ARAH / POSIS”I

Aina di mana

Amama di depan

Waro'a di belakang

Bi jiwari di samping (2X)

Fawqo ala di atas

Tahta itu di bawah

Huna Hunaka di sini dan di sana (2X)

Irama Lagu : Anak Kambing Saya

 

Ayo masih semangat mencoba kan !

Kak Kusumo kemudian membagikan link youtube https://youtu.be/jP7VDsxhnSw

Suasana grup semakin asik dan semangat selanjutnya  belajar Ice Breaker "Senam Otak" Bernyanyi dengan Angka :

Angka 1 : Angkat jari Telunjuk

Angka 2 : Angkat jari Tengah dan Manis

Angka 3 : Angkat Ibu jari,Telunjuk dan Kelingking

Angka 4 : Angkat semua jari kecuali Kelingking

Angka 5 : Angkat semua jari

Mulai Bernyanyi :

"satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan

siapa rajin ke sekolah cari ilmu sampai dapat

sungguh senang amat senang

bangun pagi pagi sungguh senang" (AT Mahmud)

Ubah lirik lagu tersebut menjadi senam angka :

1 2 3 4     5 4 3 1

5 4 3 1     2 3 4 5 1

(tiap baris di ulang 2 kali sambil gerakkan jari jarinya sesuai dengan kode angkanya)

Peserta di persilahkan untuk mengirim  rekaman dalam mempraktekkan ice breaking dari kak kusumo. Ibu muhaini sangat luar biasa dalam mempraktekkan lagu ice breaking. Aina di mana.

Ingat prinsip belajar :

1.Aku dengar aku lupa

2.Aku lihat aku Ingat

3.Aku berbuat akupun bisa

InsyaAllah setelah kita mencoba maka kita akan bisa dan tidak akan lupa.

Kak Kusumo masih memberikan contoh ice breaker yang perlu kita coba lagi. Menyemangati anak anak dengan Ice Breaker "Menggapai Bintang"

Contoh Teksnya :

Tangan Ke Atas Menggapai Bintang,

Tangan ke Samping Burungnya  terbang,

Tangan ke Depan Bertepuk Tangan,

Tangan di Lipat Siap Berdo'a

Tangan di Lipat Siap Belajar

untuk aba aba sebelum berdo'a, contohnya :

Ini kananku ini kiriku

Kita satukan lalu berdo'a

Lalu berdo'a

Lalu berdo'a

( irama lagu "panjang umurnya")

 

Kita lanjut belajar ice breaker lagi Mengenalkan Berbagai Arah / Posisi Kepada Anak,

contohnya dengan Aba Aba berikut ini :

(masih menggunakan jari)

1 Ke atas

2 Ke depan

3 Ke Kanan

4 Ke Kiri

5 Ke Bawah

6 Ke Belakang,

(Sambil Gerakkan Jari Telunjuk Sesuai dengan Aba Aba yang Kita Ucapkan),

Setelah itu bisa dinyanyikan dengan nada "Panjang Umurnya" :

Ini ke Atas

Ini ke Depan

Ini ke Kanan

Ini ke Kiri

Ini ke Bawah

Ini ke Belakang

Selamat Mencoba,

 

Peserta pun mencoba di tempat masing-masing denag teap semangat.

Setelah bermain kita lanjut ice breaker Semangati Anak dengan Lagu ini :

"Aku Anak Juara"

Aku adalah Anak Juara

Selalu Riang Serta Gembira

Karena Aku Rajin Belajar

Tak Kenal Malas ataupun Lelah

Lalalala .....

Setiap Hari Kubaca Buku

Bertukar Ilmu Bersama Guru

Ilmu yang Berkah Indah Barokah

Smangat Belajar tak Pernah Punah

Lalalala .....

( Lirik Lagu "Aku Anak Gembala")

 

tips :

Menyanyikan bersama Anak dengan Ekspresi Wajah Ceria dan Antusias,

Kita harus bisa berkreasi dengan Gerakan untuk Kata Kata yang dinyanyikan,

Kita belajar 1 ice breaker lagi,

Variasi Tepuk Konsentrasi untuk Awal Pembelajaran,

Contohnya :

“TEPUK SISWA CERIA”

Kalau Kau Siswa Ceria Tepuk Tangan XXX

Kalau Kau Siswa Ceria Tepuk Paha XXX

Kalau Kau Siswa Ceria Mari Kita Lakukan Kalau Kau Siswa Ceria Tepuk Bahu XXX

Kalau Kau Siswa Ceria Petik Jari XXX

Kalau Kau Siswa Ceria Bilang Horee Horee

Kalau Kau Siswa Ceria Mari Kita Lakukan Lakukanlah Semuanya (dari Awal)

Kita bisa  memberi Aba Aba Tepuk dengan Ekspresi Wajah Ceria dan Antusias,

X = jumlah tepukan dan tempo tepukan,

Disertai Gerakan untuk Tiap Tepuk,

Dari irama "Kalau Kau Suka Hati"

 

Sambil pesrta mempraktekkan di tempat masing-masing maka Kak Kusumo melanjutkan materi.

Apa sih ice breaker itu?

Ice : beku ,breaker : pemecah kebekuan belajar

Ice breaker : mencairkan suasana kelas yang sebelumnya kaku, monoton, membosankan menjadi bergairah, menyemangati siswa dan menyenangkan

 

Ada 4 fungsi utama ice breaker dalam pembelajaran :

1.jeda pembelajaran ketika jenuh

2.penyeimbang otak kanan dengan otak kiri

3.cara termudah otak untuk menyerap informasi, berkomunikasi dan bersosialisasi

4.sarana pendekatan kepada siswa

 

Kapan waktu yang tepat memberikan ice breaker?

Sesuai dengan tingkat usia anak yang kita hadapi, karena tingkat usia anak berbanding lurus dengan tingkat konsentrasinya, maksud berbanding lurus 1 tahun = 1 menit

Selanjutnya peserta masih di beri contoh ice breaking oleh kak kusumo dengan  Ice Breaker aba aba "HALLO", biasanya di jawab "HAI"

untuk Variasi dan Konsentrasi saat anak anak di beri aba aba "HALLO" bisa di ganti dengan Jawaban "FOKUS", menjawabnya sambil menggerakkan jari telunjuk tangan kanan menyentuh bagian samping kanan dahi (otak) yang ada di kepala,

Tidak terasa sudah sekitar 1,5 jam belajar bersama Kak Kusumo. Beliau berharap materi yang disampaikan bermanfaat dan beliau berharpa untuk bisa bertemu dengan keluarga besar guru-guru di daerah masing-masing dalam acara  pelatihannya sehari full seperti di daerah-daerah yang sudah pernah mengadakan/mengundang.

Di akhir acara Kak Kusumo menawarkan buku panduan lengkap dan detailnya dalam buku ice breaker yang di tulis beliau sendiri.

Dengan kita belajar materi ini semoga dalam pembelajaran tidak ada lagi yang namnaya bosan,sehingga anak-anak didik kita lebih bisa fokus dan lebih mudah menerima dan menyerap materi yang kita sampaikan.

Demikian sekilas ilmu yang saya dapatkan di siang menjelang sore hari ini. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat, salam literasi, tetap semangat dan terus berkarya.

Dec26AiseiWritingChallenge

Gunungkidul,26 Desember 2020

 

 

Benang Rindu

Benang Rindu Merah senja membawa kisah Pada sebait kata yang menggugah Jiwa meronta karena terpisah Bukan karena tak cinta namun...