Cari Blog Ini

Selasa, 28 Juni 2022

Maha Besar Allah dengan Segala Firman-Nya

Ucapan syukur yang tak terhingga atas segala rahmat dan kasih sayang Allah kepada kita semua atas segala nikmat, terutama nikmat sehat. Dengan sehat kita bisa beraktivitas dengan baik. Puji syukur atas nikmat iman dan Islam yang senantiasa tertanam dalam hati kita. Dengan nikmat Iman dan Islam segala sesuatu dapat kita kaitkan dengan kemahabesaran Allah dan dapat meningkatkan kwulitas ibadah kita kepada-Nya

Apa yang terjadi saat ini semua adalah atas kehendak-Nya. Tanpa terkecuali baik keadaan susah maupun senang. Semua terjadi atas ijin-Nya. Jangan lupa untuk selalu mensyukurinya. Serasa seperti mimpi ya.. saat setelah saya berkeinginan untuk bisa berkunjung ke Bali beberapa kali gagal karena suatu hal ternyata pada kesempatan ini telah saya lalui. Ini salah satu contoh nyata bahwa sebesar apapun keinginan kita namun jika Allah tidak mengijinkan maka tak kan pernah terjadi dan sebaliknya sesuatu yang tidak mungkin jika Allah berkehendak kun fayaqun terjadi maka terjadilah.  Sebagai hambanya kita hanya wajib berihtiyar dan selebihnya kita serahkan pada Allah yang maha kuasa atas diri kita.

Alhamdulilah setelah perjalanan panjang tepat adzan subuh berkumandang saya dan rombongan keluar tol colomadu Jawa Tengah. Segera kami mencari masjid tuk segera bisa tunaikan salat Subuh. Segera kami siapkan diri untuk salat Subuh berjamaah.  Saat setelah salat Subuh, MasyaAllah  seorang bapak menawarkan minuman hangat. Betapa Allah Maha Kasih. Saya juga rombongan pun menikmati air teh dan juga kopi. Kami memilih sesuai selera. Selama perjalanan malam dan dalam waktu yang cukup lama tentu minuman yang hangat sungguh bisa nembuat  kami fress kembali.

Saya pun mengucap terimakasih dan rombongan pamit setelah menikmati minuman hangat tersebut. Rombongan melanjutkan perjalanan, dalam perjalanan betapa rasa syukur dan takjub atas kuasa-Nya. Ya.. sunrice dapat kami lihat. Waaw.. baru kemarin saya menikmati sunrice di pulau Bali pagi ini sudah dapat saya lihat dan nikmati di Jawa Tengah. Terimakasih Ya Rabb 🤲🏻.  " Dan nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan" 
Itu sediki yg nikmat Allah yang dapat saya rasakan. Dalam perjalanan jauh ini begitu banyak yang dapat saya saksikan dan hal itu membuat saya begitu kecil , kerdil, dan lemah tak berdaya. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.
 

Pemandangan laut luas saat saya menyeberang, sunsite yang jelas saya lihat dengan indahnya. Awan biru di hiasi gumpalan awan putih begitu indah. Semua adalah nikmat. Dan hal yang dapat menambah syukur dan kecintaan kita pada sang maha kuasa.
Sampai disini dulu sedikit yang dapat saya sampaikan semoga bisa bermanfaat untuk sahabat literasi. Tunggu cerita saya selanjutnya ya.. terkait  dengan destinasi wisata yang saya  lakukan selama 5 hari di pulai Bali. Semoga sahabat semua terinspirasi dan berkesempatan untuk bisa datang sendiri ke Pulau Bali dan menikmati kemahabesaran Allah disana. Aamiin
Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.


#lombablogpgri
#menulissetiaphari
#Day20
Gununhkidul, 29 Juni 2022

Senin, 27 Juni 2022

Alllah is The Best Planners

Selamat pagi sahabat ... Bagamana kabarnya? semoga sahabat senantiasa dalam keadaan sehat dan tetap semangat lalui hari. Walau terkadang hidup tak sesuai yang kita harapkan yakinlah bahwa semua yang kita dapati adalah hal terbaik dari Allah. 

Jujur tulisan ini untuk menambah kekuatan saya sendiri namun tak ada salahnya jika hal ini bisa sedikit membantu sahabat semua yang mengalami hal seperti yang sata alami. Iya di saat malam tiba kita bisa sadari dengan apa yang terjadi dengan diri kita.  Baik hal terbaik ataupun terburuk. Mungkin sebagian orang telah tertidur pulas namun kita masih saja terjaga. Karena di antara kita ada yang berada di waktu WIB, WITA ataupun WIT. Sudah tenang saja…iya tau hidup adalah ujian dan selalu saja ada ujian. Ujian satu orang dengan lain tidaklah sama.  DEG DEGAN NERVEOUS MENTAL TERGUNCANG itu pasti ada walaupun sedikit pasti ada ya kaan?? kalo yang banyak sampe parah coba tenangin diri ya, karena berlebihan itu tidak baik.

Ada hal yang perlu kita siapkan tapi sebelum hari besok ingat-ingat, ingat-ingat kita awal masuk kelas TK, SD, SMP, SMA bahkan kuliah.  Sekolah yang takut banget buat hadapi teman baru, guru baru dan teman baru. Bahkan mau kelas pertama se takut itu, apalagi itu masuk kerja pertama. Dan akhirnya kita sudah masuk kerja.  TIDAK MENYANGKAKAN TERNYATA KITA BISA LALUI KETAKUTAN, TERNYATA semua bisa kita lewati.  Hari-hari besar alias ujian-ujian sudah menunggu kita ingat banget seperti  sudah di depan mata. Belum ditambah kita juga harus belajar buat hadapi ujian itu dan persiapin yang lain. Dan mungkin fokus kita tidak cuma itu, karena kita  manusia biasa, mungkin kita ada sedikit masalah sama orang tua, anak, temen, guru,  intinya ga semulus itu hidup kita, yang dimana itu bikin mental kita harus lebih kuat. Ternyata kita juga sudah lewat masa-masa itu, dimana kita awalnya pasti ada terbesit pikiran ‘ya Allah banyak bgt ujiaannyaa…ya Allah kapan selesai aku sudah capek banget…ya Allah aku bisa melewati tidak yaa? dan akhirnya kita menunggu hari dimana ujian kita masing-masing, kita sudah berusaha dengan belajar, kita sudah ibadah berdoa, atau kita juga udah melakukan hal-hal baik supaya jalan kita dimudahkan. Walaupun kita tetep panik dengan rumor-rumor yang ada sebelum dan sesudah ujian. Menurut saya wow saja yang dulu kita cuma denger cerita tentang ujian masuk sekolah, ujian akhir sekolah, bahkan ujian saat mau masuk kerja. 

Percayalah ‘kalo rezeki tidak akan kemana'. Setiap hidup adalah fase mengejar rijki atau  impian dan  soal rezeki dari Allah (tp disisi lain kita harus berikhtiar juga) kita pasti  sudah sering baca juga ‘Allah kasih kita yang terbaik karena Allah 'is the best planners’ tapiii kata dan kalimat itu harus kita percaya supaya beneran bekerja. Coba kita tanamkan dalam pikiran, pasti kita akan jauh lebih tenang. karena kita tidak ada yang tau rencana Allah buat kita. Mungkin besok ada  kabar baik yang kita terima. Maka kita bisa bagikan kabar baik kita untuk orang lain. Kenapa? Ya agar orang lain bisa terinspirasi dari kita dan juga ikut merasakan kebahagiaan itu. Jika kita dapat kabar yang tidak menyenangkan maka kita juga harus sial dan tidak perlu berlarut dalam kesedihan. 

Ibarat kita lagi main game, terus kita seperti main puzzle Setiap orang harus pasang satu puzzle  di papan puzzlenya. Nah, pasti tidak semua orang langsung benar pasang puzzlenya. Pasti ada beberapa yang langsung benar antara puzzle dan papan puzzlenya, dan ada beberapa yang harus coba beberapa kali untuk benar. 

Jadi, mungkin memang belum rezeki kita untuk mendapatkan kabar bahagia itu mungkin kita harus beberapa kali mengalami ujian untuk kita masuk di fase bahagia di saat  yang tepat. Untuk  itu bisa jadi tidak sekali, bisa beberapa kali sampe itu memang Allah berikan untuk kita disaat yang tepat. Ya karena kita tidak tau rezekinya dimana,  cuma Allah yang tau. ibaratnya kita seperti  hanya  menebak” dan berharap yang terbaik.

Ingat, kita udah sejauh ini, hal baik dan buruk itu pasti ada coba  kalau kita baca lagi ke atas, kita semua bisa lalui  hal-hal berat itu, jadi pasti  hari ini kita bisa juga karena Allah bersama semua orang yang selalu meminta. Dan akan memberikan apa yang kita pinta.  Hanya startnya beda-beda, yang sudah dapet rezeki bersyukurlah  dan sudah mulai startnya, tp bukan berarti yang start akhir kalah di finishkan? Allah tidak akan kasih kita jalan yang salah.  

Sudah tenang, biarkan hari esok seperti apa adanya, tidak usah terlalu beban.  Bismillah  apa yang kita ikhtiarkan itu yang terbaik buat kita, karena  tidak ada usaha yang sia-sia🥰🦋✨semangatt, semoga lebih tenang ya!! kita saling doakan, kita semua besok dapet yang terbaik dari Allah aamiin.
Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.

#lombablogpgri
#tantanganmenulissetiaphari
Day19

Bali, 28 Juni 2022

Minggu, 26 Juni 2022

Destinasi Wisata di Bali

Bismilahirahmanirahiim awali hari dengan hati berseri menyambut pagi tuk raih sejuta mimpi. Bersyukur dengan nikmat sehat yang telah Allah berikan, hingga dapat mengikui agenda yang telah di  tetapkan bersama rombongan K3S Paliyan.

Setelah berwisata dari pantai tanah lot dan monument rakyat Bali. Saya dan rombongan perwisata ke pantai kuta. Di sini kita di suguhkan sunset. Sayang sunset hati ini  kurang bersahabat karena sedikit ada mendung yang menutupi. Tak apa walau demikian saya  masih bisa menikmati sunset di pantai kuta yang begitu indah.

Di hari kedua saya dan rombongan K3S menuju ke Kabupaten Bangli. Desa adat panglipuran disini volume domestik meningkat sejak di nobatkan desa terbersih di dunia. Betul saja setelah saya datang la gsung disini kami di buat kagum dengan keadaan setiap rumah. Bangunan sederhana namun sangat bersih. Setiap rumah memiliki ruang tersendiri untuk bisa menjaga keseimbangan. Ada tiga keseimbangan dalam hidup. Yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam

Di dalam rumah penduduk pasti ada pura. Pura pertama untuk menjalin hubungan pada yang maha kuasa. Kedua pura keluarga yaitu sangga.Untuk hubungan mnusia yaitu penghuni di rumah yaitu beberapa bangunan yang terpisah.

Di setiap rumah terdapat bale dangin yaitu terletak di sisi bgian timur.  Di bale ini biasa untuk upacara-upacara seperti pernikahan, kematian, pangur dan sebagainya. Untuk hubungn alam yaitu disana kita jumpai  lumbung padi dan juga hewan. Namun setelah berkembangnya jaman hingga  aturan desa melarang untuk merwat binatang di rumah namun boleh merawat hewan dan di tempatkan di tegalan.
Kita sebagai pendatang boleh masuk ke rumah-rumah penduduk. Dan mereka akan menyambut dengan senang hati.
Saya pun memasuki salah satu rumah penduduk dan bisa berbincang langsung dengan tuan rumah. Mereka sangat ramah dan menyambut kami dengan baik.
Di halaman rumah tanaman  sangat terjajar rapi.
Banyak kita jumpai bunga-bunga cantik di halaman penduduk walau sempit namun tertata rapi.
Setelah kita banyak berbincang dan saya pun pamit. Dan melanjutkan perjalanan.
Disini juga banyak penduduk ysng berjualan sovener. 

Selanjutnya saya dan rombongan  mengarah ke kabupaten Badung selatan. Gunungkidulnya di Bali atau bukit cimbaran  dua obyek menanti disana pantai pandawa. Kita melewati tol yang perada di atas air laut. Jln anderpas.. yang dulu merupakan biang kemacetan. Proyek pengerjaanya di percepat. Tol ngurah rai tol penua tol nusa dua.
GWK di sana kita menyaksikan tari kecak tari tradisional Bali. 3 kali seminggu.
Perjalanan dari hotel ke desa panglipuran sekitar 2 jam. Cukup jauh memang namun kami tetap semangat.
5 panca yatnya suatu bentuk persembahan yang dasarnya turut iklas. Jangan memaksakan diri tp sesuai kemampuan masing-masing. Dese kali patre. 1. Hari raya galungan, 2. Upacara di tanah lot yaitu dewa yatnya Desa patung dewi saraswati ilmu yng memberikan ilmu pengetahuan.3. prita yatna yg tertuju pada leluhur specifik ngaben. 4. Menuse yatnya manusia perlu di upacari untuk keluhuran hidupnya. Melalui proses kumur selama 6 bulan dalam perut kemudian setelah lahir. Mengubur ari-ari, kepus punset lepasnya tali pusar, sunatan bagi laji-laki. Menak kelih datangnya darah haid bagi wanita. Menikah ini semua tanggung jawab orang tua.5. buta yatnya bentuk kepeduluan pada alam. Karena bnyak kontribusi pada manusia. Alam di upacarai, rumahpun pengijeng karang.. supaya nyaman, supaya betah, di kasih makan juga. Upacara terendah yang di lakukan setiap orang  yaitu Puje tri sande.. matari terbit, siang hati dan sore tenggelam. Ibu masak kita sisihkan sebagai rasa terimakasih. Hari baik untuk upacara ngaben, ada orang meninggal, ada biaya. Jika ada yang meninggal namun belum ada biaya maka upacara tersrbut di tunda. Mayat di kubur dulu. Bari setelah ada dana maha  yang bersanhkutan untuk minta hari baik pada pendeta. Dan baru kemudian dilaksanakan.

#lombablogpgri
#tantanganmenulissetiaphari
Day18
Bali,27 Juni 2022

Asal Mula Pura di Tanah Liot Bergeser

Selamat malam sahabat tercinta. Alhamdulilah atas segala nikmat yang Allah berikan. Ucapan syukur tak terhingga terutama nikmat sehat yang Allah berikan telah membuat kita semua lancar dalam jalani aktivitas kita hari ini.
Dalam kesempatan ini saya masih akan berbagi tentang destinasi wisata. Kali ini saya akan ceritakan perjalanan saya dan rombongan K3S kapanewon Paliyan, Gunungkidul, DIY. Rombongan  ini berangkat dari Paliyan pukul 07.00 WIB menuju Bali. Semangat yang luar biasa dan hati bahagia terpancar dari senyum yang tersungging di semua anggota K3S Paliyan. Ya ... Setelah sekian waktu tak dapat melakukan kegiatan wisata dan  kali ini kesempatan itu hadir. 
Pukul 23.00 kami tiba di pelabuhan Ketapang Banyuwangi. 15 menit kemudian kami mulai menyeberang dan satu jam setelahnya kami tiba di Bali. Rombongan melanjutkan perjalanan darat hingga pukul 04.00 WITA. Kami turun dari Bus dan di jemput dengan mobil pribadi menuju penginapan untuk transit kami mandi dan salat subuh kemudian pukul 06.30 WTA rombongan menuju rumah makan Dewata dan kami makan pagi.
Tujuan wisata pertama adalah tanah liot atau pantai lot Bali. Pantai ini berada di tanah laut. Tak lupa kami berfoto bersama.
Setelah berfoto kami menikmati pemandangan laut yang begitu indah. Maha benar Allah dengan segala firmanya. Betapa kita terlihat kecil di hadapan-Nya. Melihat laut luas dan ombak yang berkejar-kejaran. Apa yang dapat kita banggakan. Jabatan, harta benda suami istri dan anak-anak? Tidak, semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah dan semua akan kembali kepada-Nya. Selagi kita punya kesempatan untuk memanfaatkan apa yang kita miliki maka manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebelum masa itu hilang. Sebelum yang kita miliki akan Allah ambil. Semoga kita senantiasa berada dalam bimbingan Allah hingga kita tak lupa siapa diri kita.

Kembali ke cerita pura di pantai liot ini sebenarnya  banyak pura yang terdapat di pulau Bali. Untuk pura di tanah liot dibangun sekitar abad ke-15 oleh seorang pendeta hindu dari pulau jawa yang dikenal dengan nama Daeng Nirata kalau di Bali lebih dikenal kadaeng sakti waw raung artinya. Kadaeng sebutan dari Bali sakti artinya memiliki kemampuan ilmu tinggi dan waw raung artinya nembe rawuh atau baru datang.
Jadi kisah pendirian pura erat sekali dengan perjalanan keagamaan yang dilakoni oleh pendeta hindu dari pulau jawa ini yang namanya Dang Hiyang Nirata pada akhir abad ke-15. Tidak jauh dari kita masuk ke Bali harus melewati segoro rumpet ( segoro sempit) yang memisahkan pulau Jawa dan Bali atau selat Bali. Bedanya sekarang kita menyeberang dengan menggunakan kapal Feri, kalau jaman dulu tidak ada kapal Feri, tapi mereka pakai getek dan bersemedi di atas buah labu hingga dalat membawa beliau datang ke Bali.
5
Dari segi keilmuan dapat dilihat karena faktor abrasi yang sangat parah hingga bisa menggeser pulau itu. Tapi dari sejarahnya pura itu di geser oleh pendeta Dang Hiyanh Nirata, kenapa beliau geser ke tengah laut?  Karena beliau di serang oleh lurah disana yang bernama Ki Brandase Braban Sakti.
Ceritanya lurah ini sebelum kehadiran pendeta, lurah ini memiliki banyak pengikut. Sejak pendeta itu disana banyak pengikutnya yang meninggalkannya. Karena mungkin warga sudah jenuh mdndapatkan ajaran yang di sampaikan.

Itulah keterangan yang saya dapatkan dari gaet tentang sejarah bagaimana pura yang ada di tanah lot ini bisa bergeser dan berada di tanah tengah laut. Bagi umat Hindu  bisa beribdah disana. Dari perjalanan hari ini dapat di liat di pinggir jalan di depan setiap rumah terdapat banyak janur mekengkung. Hal ini karena baru saja dilaksanakanya perayaan hari besar Galungan dan Kuningan.

Setelah satu jam menimati suasana pantai tanah lot kami melanjutkan perjalanan ke Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Di sana dapat kita liat perjuangan rakya Bali dari membuka hutan untuk di jadikan rumah warga hingga perjuangan melawan penjajah.
Selanjutya saya dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju rumah makan dan untuk melskukan salat duhur. 
Sampai disini dulu perjalanan yang daoat sata ceritakan. Tunggu ya..untuk perjalan sata dan rombongan selanjutnya. 
Salam sehat salam literasi tetap semangat dan teruslah berkarya.
#lombablogpgri
#tantanganmenulissetiaphari
Day17
Bali, 26 Juni 2022

Sabtu, 25 Juni 2022

Bersyukur akan Mnambah Nikmat

Selamat pagi sahabat, mari sambut pagi dengan hati berseri  awali dengan bismilah dan senyuman merekah semoga membawa berkah niaykan satu segala aktivitas lillah karena Allah. 
Dalam kesempatan ini saya akan melanjutkan untuk berbagi perjalan refresing yang beberaoa lalu saya ikuti bersama KPRI Mekar Gedangsari. Kita lanjutkan perjalanan setelah dari sarangan sata akan menuju ke Lawu Park. Lokasi tidak begitu jauh dari telaga Sarangan, perjalanan tidak kurang dari satu jam.

Setibanya di Lawu Park hal yang tak ketinggalan saya dan juga teman-teman berfoto ria. Moment inilah yang selalu kami lakukan dimana kami tiba di suatu tempat. Terasa ada yang kurang jika belum berfoto ria. Pohon pinus berjajar rapi menghiasi biground dalam foto pertana kami. Selanjutnya kami berjalan naik. Bunga-bunga cantik tumbuh disana. MasyaAllah sungguh indah ciptaanNya. Hati bahagia tak terkira. Bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Dan nikmat mana lagi yang kamu  dustakan. Betapa Allah begitu banyak memberikan karunia-Nya kepada kita. Saat kita merasakan kebahagiaan kita harus ingat juga banyak orang-orang di luar sana yang tidak di berikan kesempatan seperti kita dan merasakan kebahagiaan seperti kita.
Lalu apa pelajaran dari hal ini, jika kita bahagia jangan lupa diri dan jika kita bersedih tentu juga jangan terlalu larut. Bahagia dan sedih itu berbeda  tipis. Saat bahagia kita harus bersyukur dan jika bersedih kita harus bersyukur. Boleh jadi dari rasa sedih yang kita alami Allah akan menyiapkan kebahagiaan yang lebih dari yang kita bayangkan.
Kesabaran keiklasan seperti yang Nabi contohkan itu menjadi bukti nyata bahwa Allah akan memberikan balasan terindah bagi orang yang sabar.  Dan jadikan sabar dan salat sebagai penolongmu.
Setelah romb9ngan melihat-lihat penandan indah dan bunga-bunga cantik yang membuat hari juga berbunga-bunga. Akhirnya tepat pukul 15.30 WIB rombongan kembali melanjutkan perjalann pulang

Itulah sedikit yang dapat saya bagikan dakam kesempatan ini. Terimakasih, salam sehat salam literasi tetap semangat dan teruslah berkarya.

#lombablogpgri
#tanganmenulissetiaphari
Day16
Gunungkidul, 26 Juni 2022


Jumat, 24 Juni 2022

Ke Sarangan Yuuk...

Hampir 3 thun terakhir kita tidak melaksanakan aktivitas di luar berkerumun dan menyangkut banyak orang. Keadaan yang membuat kita harus menahan untuk tidak beraktivitas di luar. Pandemi membatasi kita melalukan hal tersebut. Setelah di perbolehkannya untuk beraktivitas maka banyak orang yang mulai  melaksanakan refresing. Tak ketinggalan anggota Koperasi Mekar Gedangsari memutuskan untuk bisa refresing bersama. Sekitar 250an anggota koperasi yang terdiri dari guru SD, TK dan juga karyawan dan karyawati mengikuti kegiatan tersebut.


Sarangan dan lawu park adalah tujuan kami. Terdiri dari 4 Bus pariwisata berangkat tepat puku 07.30 WIB dan sampai lokasi Sarangan  pukul 11.15. Kami di suguhkan pemandangan waaw..masyaAllah begitu indah. Sejuk nyaman dan lelah hilang seketika. Di balik keindahan telaga sarangan ternyata ada kisah yang begitu menyedihkan konon katanya  ada pasangan suami istri yang hidup pada zaman kerajaan pengging. Saat perang antara kerajaan pengging dan mataram pecah, Ki Pasir dan Nyi Pasir keluar kerajaan karena tidak ingin terkena akses peperangan. Ketika tiba di daerah Surakarta di tepi Bengawan Solo, pasangan suami istri ini bertemu bocah laki-laki berumur sekitar 10 tahun. Bocah tanpa ayah dan ibu  kemudian di angkat sebagai anak.

Sampailah mereka  di kaki gunung lawu. Mereka membabat alas  dan bercocok tanam disana. Saat istrinya sedang tidak bersamanya Ki Pasir menemukan dua butir telur. Satu telur ia rebus dan yang satunya ia kubur. Ia  membelah telur yang di rebus, setengah ia makan dan setengahnya lagi ia sisakan untuk istri.

Beberapa saat setelah makan  tiba-tiba ia rasakan ada keanehan. Sekujur tubuhnya terasa gatal. Kemudian ia mencari telaga untuk ia mandi dan berendam. Ia tetap merasakan gatal. Ketika istrinya datang kembali dan tak di dapati suaminya. Kemudian ia makan sebagian telur yang di sisakan suaminya. Hal yang sama dirasakan oleh Nyi pasir. Suami istri sama-sama merasakan gatal dan saat mereka saling menatap terlihat wajah yang menyerupai naga. Badan mereka kibas-kibaskan sampai akhirnya membentuk kubangan. Pohon-pohon roboh dan kubangan itu semakin lebar dan dalam. Sampai akhirnya Ki Pasir dan Nyi Pasir meninggal di sana. Itulah sedikit kisah dari awal mula terbentuknya telaga Sarangan.
Sekarang telaga sarangan menjadi destinasi wisata yang banyak di kunjungi dan sudah banyak bangunan-bangunan di sekitar telaga.
Di sini kita bis naik kuda dan berkeliling melihat indahnya pemandangan di sekitar telaga Sarangan. Atau bisa juga kita naik skeetbort, rasakan sensasinya. Pasti di jamin kita puas. 
Setelah puas melihat pemandangan rombangan segera makan siang dan salat duhur. Kemudian melanjutkan perjalanan  ke Lawu Park. Tak lupa saya membeli oleh-oleh khas Sarangan yaitu bunga Anggrek dan juga makanan khas di sini. 
Demikian sedikit  saya ceritakan perjalan  ke Sarangan, terimakasih telah bersamai dan membacatukisan sederhana ini. Tunggu cerita selanjutnya ya.. . Salam sehat salam literasi tet ap semangat dan terus berkarya.

#lombablogpgri
#menulissetiaphari
Day15
Gunungkidul, 25 Juni 2022

Fastabikhul Khoirat

 

Fastabikhul Khoirat



Alhamdulilah agenda sekolah tahun pelajaran 2021/2022 sudah terealisasi semua. Penilaian akhir semester telah usai dan saatnya b\pembagian raport. Seluruh siswa  naik kelas. Kelas Enam lulus dan semua di terima di SMP baik di SMP negeri ataupun di pesantren. Libur kenaikan kelas mulai tanggal 27 Juni 2022 dan masuk kembali tanggal 12 Juli 2022. Penyembelehan hewan kurban di agendakan tanggal 12 Juli 2022 atau di hari tasrik tanggal 11 Dulhijah 1443 H. Piket guru di tanggal 1 Juli 2022. Panitia persiapan penyembelehan hewan kurban mengadakan rapat di hari terakhir masuk tanggal 24 Juni 2022 seusai penerimaan raport. Hasil dari  rapat tersebut diantaranya memastikan petugas sudah siap melaksanakan tugasnya sesuai dengan pembagian tugas masing-masing.

Pembagian raport diadakan di halaman sekolah. Siswa yang mendapatkan peringkat kelas  satu dua dan tiga di panggil untuk berbaris ke depan dan akan di berikan sedikit hadiah dari sekolah. Ada aura bahagia terpancar pada wajah mereka. Dari 15 siswa yang mendapatkan juara hanya tiga siswa laki-laki selebihnya permpuan. Ibu kepala sekolah menghimbau untuk siswa laki-laki lebih menngkatkan belajarnya agar bisa berprestasi seperti siswa perempuan. Siswa perempuan juga jangan mau kalah artinya sseluruh siswa di harapkan untuk lebih giat dalam belajar. Jangan mau kalah dengan siswa yang lain. Fastabikhul khoirot berlomba-lomba untuk kebaikan.

Tepuk tangan yang meriah terdengar begitu menggema di halaman sekolah SDN Karanganyar tercinta. Setelah foto bersama seluruh siswa masuk ke kelas masing-masing untuk menerima raport. Sebelum  semua memasuki kelas masing-masing ibu kepala sekolah mengingatkan agar saat masuk tanggal 11 Juli 2022 siswa membawa bekal nasi serta minum karena pembelajaran sudah normal kembali. Setelah dua tahun  pembelajaran secara daring dan PTMT maka u.ntuk tahun 2022/2023 sekolah sudah kemabli normal.

Dengan belajar secara luring dan tidak terbatas lagi di harapkan semua siswa bisa memperoleh pendidikan secara maximal. Hingga karakter siswa dapat terbentuk dan membawa siswa pada gebnerasi yang kuat tangguh beriman dan bertaqwa. Aamiin

Salam sehat salam literasi, ttap semangat dan terus berkarya.

#LombaBlogPgri

#Tantangan MenulisSetiaphari

Day14

 

Maha Besar Allah dengan Segala Firman-Nya

Ucapan syukur yang tak terhingga atas segala rahmat dan kasih sayang Allah kepada kita semua atas segala nikmat, terutama nikmat...