Cari Blog Ini

Kamis, 17 Juni 2021

Perpustakaan

Perpustakaan

Perpustakaan

Engkau tempat
Kami berkelana

Kau bagai syurga
Tak terhitung berapa
Nikmat yang dirasa

Setiap rak adalah dunia
Setiap rak adalah tubuh
Ilmu dan wawasan tersedia
Setiap buku  sumber ilmu

Sekumpulan nila-nilai berharga
Tersimpan indah tebarkan edukasi
Pagi siang entah malam
Jasamu tak terbatas waktu

Terimakasih tuk semua
Selalu menitipkan jawaban
Dari sejuta tanya

Tentang peristiwa
Selalu tersedia

Perpustakaan

#kamisMenulis
#SahabatLagerunal
Gunungkidul, 17 Juni 2021

Senin, 14 Juni 2021

Memaknai Sila Kedua Pancasila

Memaknai Sila kedua Pancasila





Pancasila merupakan buah pikiran, musyawarah, dan mufakat yang dilakukan para tokoh penting pada masa perjuangan kemerdekaan. Hasil buah pikir tersebut di harapkan mampu membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik mewujudkan Indonesia yang merdeka berdaulat adil dan Makmur.

Dalam Pancasila, ada lima sila atau pedoman yang perlu diketahui. Kelima sila tersebut memiliki arti dan makna tersendiri yang harus dipahamioleh masyarakat Indonesia. Minggu lalu saya mencoba untuk menulis tentang bagaimana memahami Pancasila sila kesatu. Untuk minggu ini saya akan berusaha untuk bisa menulis tentang bagaimana memaknai sila Pancasila sila kedua.

Sila kedua yang berbunyi 'kemanusiaan yang adil dan beradab'. Tanpa memahami maknanya, susah untuk kisa menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Dari sila kedua Pancasila dapat kita ambil beberapa makna yang pertama Kesadaran perilaku setiap rakyat Indonesia akan disesuaikan dengan nilai-nilai moral dan tuntutan hati nurani yang ada pada sanubari setiap pribadi masing-masing.

Atas kesadaran tersebut, diharapkan bisa memberikan peran dari masing-masing lembaga masyarakat Indonesia untuk melakukan atau melaksanakan pembangunan sesuai kapasitasnya.

Misalnya kita sebagai seorang pendidik harus mampu memberikan contoh bagaimana kita bersikap terhadap anak didik kita dari berbagai karakter dan tingkat sosial yang ada tanpa harus membedakan asal dan golongan mereka.

Kedua tentang hak asasi manusia ialah serangkaian pengakuan serta menghormati Hak Asasi Manusia ( HAM ) antar individu yang sejatinya dimiliki seseorang ketika ia baru dilahirkan. Semua warga negara Indonesia berhaq mendapatkan kehidupan yang layak, pendidikan, kesehatan, rasa nyaman dan mendapatkan keadilan.

Ketiga tentang kemanusiaan yaitu mengembangkan atau menumbuhkan sikap saling mencintai antar sesama makhluk, atas dasar kemanusiaan. Dengan demikian akan tercipta kehidupan masyarakat yang aman tentram serta dapat mengurangi tindak kejahatan.

Keempat Makna sila kedua pancasila yang keempat adalah proses untuk bisa menerapkan kehidupan yang adil dan beradab.

Makna yang satu ini sangat penting, mengingat pembangunan yang ada harus merata serta harus dilakukan dengan terus mempertimbangkan jumlah penduduk, wilayah, dan hal-hal lainnya.

Kelima sikap tenggang rasa. Pengalaman dalam mewujudkan sikap yang terkandung dalam sila kedua Pancasila ini bisa memberikan dorongan dalam memunculkan dan mengembangkan sikap tenggang rasa atau saling hormat menghormati dalam hubungan sosial, baik antar individu maupun kelompok masyarakat. Perbedaan yang ada dalam masyarakat  tetap bisa terjaga dengan bersikap dan bertindak sesuai norma-norma, tidak melanggar aturan-aturan  yang berlaku dengan mengedepankan akhlak dan adab dalam bertindak dan bersikap insyaAllah perbedaan yang ada tidak menjadikan masalah sehingga dapat mewujutkan masyarakat yang aman dan tentram.

 

Itulah beberapa hal yang bisa kita amalkan dalam penerapan pengalaman sila kedua Pancasila, semoga semakin kita memahami makna dari sila-sila Pancasila akan menambah kecintaan kita pada tanah air dan kita bisa ikut berperan serta untuk menciptakan Indonesia yang adil makmur dan sejahtera.

Salam sehat, tetap semangat dan terus berkarya.

 

#HariKesaktianPancasila

#AiseiWritingChallenge

#Juni2021Challenge

Gunungkidul, 15 Juni 2021 

Menyelaraskan Diksi Sesuai Tema Puisi

Menyelaraskan Diksi Sesuai Tema Puisi
Alhamdulillah, puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat, hidayah, dan inayah-Nya sehingga saya
berkesempatan mengikuti  seminar WCS di grup seminar writer class school ini.  Seminar ini diadakan dalam rangka Anniversary 1 tahun WCS. 

Salawat serta salam, teruntuk Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi teladan dan sumber inspirasi kita dalam menapaki perjalanan hidup. Semoga kita mendapat syafaatnya di akhir kelak nanti. Amiin ya Allah.

Untuk hari pertama ini akan mendapatkan materi dari *Kak Kris P Azalea* 
Berikut biodata Kak Kris
Materi dalam kesempatan hari ini adalah tentang puisi.  Berikut materi yang di sampikan oleh Kak Kris. 

*MENYELARASKAN DIKSI SESUAI DENGAN TEMA PUISI*

Kebanyakan menulis puisi asalkan imajinasi ada. Nah, disini kita harus bisa selaraskan tema itu. Sama seperti layaknya bikin novel masa kita pengin nulis tema thiller tapi lebih ke romance. Tentu ngak nyambung. 

Begitu pula dengan puisi, untuk tema harus lah  selaras. 

Bagi suatu puisi itu sangat penting dalam sebuah Diksi, Rima dan Irama. 

Akankah ketika bikin puisi tema nyindir. Eh, isinya tentang kesedihan yaitu gugurnya sang pujangga. Nyambung? Ngak. 

Nah, apa sih yang perlu dilakukan untuk menyelaraskan puisi itu.
*Langkah Awal Menulis Puisi*

Niat saja tidak cukup. Semua itu harus dibarengi dengan aksi.

Bagaimana harus memulainya? Coba mulailah dengan ini.

*1. Membaca Buku*

Seorang penulis untuk bisa menjadi penulis yang baik harus punya hobi baca buku. Kenapa? Dari kegiatan ini kamu bisa mendapatkan banyak referensi, mulai dari topik tulisan hingga ragam diksi yang unik bin nyeleneh untuk ditiru dalam tulisanmu.

Nah, sebelum menulis puisi, cobalah untuk membaca buku yang di dalamnya ada puisinya.

Mau buku kumpulan puisi, majalah, koran, dan lain sebagainya.

Bacalah! Yang penting ada contoh puisi di dalamnya.

Dengan banyaknya referensi yang kamu baca, semakin banyak pula inspirasi dan diksi yang akan kamu dapatkan. Tapi, membaca buku saja tidak cukup untuk membuat puisi yang menawan. Apa modal lainnya menulis puisi selain membaca buku?

 Peka terhadap lingkungan sekitar.

Apa pun itu yang ada di sekitarmu bisa menjadi salah satu sumber inspirasi paling banyak untuk dijadikan puisi. Mulai dari angin, cuaca, gunung meletus, dan lain sebagainya.

*2. Tema*

Setelah punya referensi dan stok diksi, tentukan tema dari puisi yang ingin kamu buat.

Bagaimana caranya?

Tema adalah pokok dasar atau inti dari puisi yang akan kamu buat.

Misalnya saja Romansa maka isinya tak jauh dari cinta-cintaan. Maka bahas yang berhubungan dengan cinta. Jangan membuat tema cinta tapi isinya sindiran. Itu beda jalur, Dek!

*3. Perhatikan Diksi dan Rima.*

Diksi adalah pilihan kata yang selaras.

Kata adalah rangkaian huruf, contoh: aku adalah satu kata yang merujuk pada diri sendiri. Kata dan diksi berbeda ya!

Diksi ini pemilihan kata. Di mana kamu harus memilih kata yang benar-benar tepat dan selaras agar makna yang terkandung dalam puisi bisa serasi. Tanpa pemilihan kata yang baik dan pas, maknanya pun akan rancu.

Contoh:

Saya lapar, saya mau minum. < Aneh kan? Masa lapar tapi malah minum?

Saya lapar dan mau makan di warteg. < Ini baru pas. Di sinilah letak penggunaan diksi. Untuk memberikan gambaran yang tepat pada pembaca.

Setelah diksi, ada rima.

Rima adalah pengulangan bunyi pada awal maupun akhir bait. Sehingga ketika dibaca bisa menghasilkan bunyi yang indah.

Contoh:

Linglung

Bambung

Limbung

Bingung

Dari satu bait di atas, maka dapat diambil kesimpulan di awal menggunakan rima awal sempurna (Linglung <> Limbung) dan rima awal tidak sempurna (bambung <> bingung).

Untung di akhir kata menggunakan rima sempurna (linglung <> bambung <> limbung <> bingung).

Rima sendiri ada delapan jenisnya.

• Rima akhir sempurna
• Rima akhir tidak sempurna
• Rima akhir ganda
• Rima akhir ganda tidak sempurna
• Rima awal
• Rima berdasarkan konsonan
• Rima berdasarkan algoritma metaphone
• Rima berdasarkan algoritma soundex

Tidak perlu mengetahuinya secara sempurna keseluruhan. Cukup tahu rima itu apa sudah bisa menjadi bekal untukmu menulis sebuah puisi.

4. Merangkai Kata
Langsung saja tulis apa yang ingin kamu jadikan puisi. Ungkap segala hal yang kamu rasakan dalam larik puisi yang singkat, padat, dan bermakna. Ekspresikan semua yang ada di hati dan pikiran ke dalam madah bait-bait puisi.

Setelah selesai merangkai kata menjadi larik dan bait, perhatikan kembali bagaimana susunannya.

Jika masih belum sesuai dengan apa yang disebut aturan puisi, perbaiki hingga bisa menjadi sebuah puisi yang indah.

Namun, zaman kiwari terkenal akan puisi kontemporernya. Puisi yang tidak terikat aturan.

Bebas, kamu ingin memilih membuat puisi yang bagaimana.

Apakah ingin menantang diri dengan menjajal puisi bermatra atau bebas.

*5. Judul*

Judul itu sama seperti pemilihan diksi dalam puisi. Mudah bin susah. Karena judul harus menggambarkan apa yang terkandung dalam puisi tetapi juga click bait untuk menarik atensi pembaca sehingga mau membaca karyamu.

Judul bisa dibuat sebelum dan sesudah puisi.

Tapi, kalau kamu pemula, lebih baik buat judul setelah puisi jadi saja. Lebih gampang menarik alur puisi. Mudahnya sih menarik satu kata kunci dalam setiap baitnya.

Ibaratnya tulisan artikel di mana dalam setiap section pasti terkandung keyword atau kata kunci untuk memudahkan algoritma Google menemukan artikelmu. Sama saja dengan membuat judul dalam puisi.

Carilah kata kunci dalam setiap baitmu dan rangkai satu judul yang menarik.

Ingat, judul puisi harus bisa mewakili keseluruhan isi dalam puisi. Bukan sebatas satu kata yang menarik tapi alur puisinya berbeda dari gambaran judul.

*6. Endapkan*

Sudahkah jadi satu puisimu?

Maka tindakan yang harus kamu lakukan adalah mendiamkannya selama beberapa hari hingga kamu lupa apa yang kamu tulis tersebut.

Jika sudah amnesia. Buka lagi dan baca, perhatikan makna dalam setiap kata yang tertuang.

Hal ini memiliki tujuan untuk memperbaiki apa yang sudah kamu tulis.

Kamu akan lebih mudah mengenali di mana letak kekurang tepatan penulisan puisimu.

Teknik ini bukan sekadar bualan.

Bahkan Joko Pinurbo atau JokPin juga menganjurkannya.

*7. Evaluasi, Koreksi, Revisi*

Terakhir, evaluasi apakah tulisanmu sudah memenuhi apa yang ingin disampaikan dalam judulnya. Apakah isinya sesuai dengan penggambaran?

Jika belum, koreksi di mana letak yang kurang tepat.

Catat di mana saja yang kurang tepat tersebut dan jadikan catatan penting yang tidak akan diulang lagi di penulisan-penulisan selanjutnya.

Apabila sudah tahu bagian mana yang harus diperbaiki, langsung revisi dengan yang baru. Yang lebih serasi.

Ingat! Dalam proses ini kamu harus jeli, cermat, dan teliti.

Eyang Sapardi Djoko Damono mencetuskan bahwa pensyair tidak boleh selibat emosional dengan apa yang ditulis. Itulah mengapa adanya proses pengendapan.

Dalam candaannya, puisi amarah maka penuh dengan pentungan. Alias tanda baca seru (!).

Demikianlah materi dalam kesempatan hari ini, belajar dan terus belajar untuk bisa lebih baik semoga setelah ini saya mampu untuk membuat puisi yang tentu bisa memberi inspirasi untuk orang lain. 
Terimakasih semoga bermanfaat. 

Gunungkidul, 14 Juni 2021

Minggu, 13 Juni 2021

Mengapa Tak Pernah Jujur

 

Mengapa Tak Pernah Jujur



Sayup-sayup terdengar

Nyanyian melodi rindu

Kemana sinar bulan itu

Kuingin kau temaniku

Menghabiskan waktu

Lambaian daun-daun berbisik

Dia kan bercerita tentang hati ini

Malam-malam sepi begini

Terasa panjang dan sangat menyiksa diri

Rasa sunyi, rasa rindu pada dirimu

Menyatu di dalam kebisuan malam ini...

Kau disana aku disini

Mengapa kita saling menyiksa diri

Kita tahu kita saling merindu

Rinduku rindumu berpadu

Namun kita tak pernah juur mengakuinya

Mengapa kita harus hidup tersiksa

Sedangkan cintaku cintamu menyatu

Jangan biarkan membara

Api cemburu di dalam hidup ini...

 

Gunungkidul, 13 Juni 2021

 

Sabtu, 12 Juni 2021

Bukan Ini yang Kuharapkan

Sejak senja mulai menampakkan jingganya,  Tika telah bersiap untuk suatu pertemuan yang ia rindukan.  Menunggu sekian waktu membuatnya semangat untuk segera bertemu kekasih hatinya.  Ya malam nanti Adit berjanji akan menemuniya.  

Detik waktu terus berputar hingga malam pun tiba,  entah ada kendala apa Adit tak jua kunjung datang.  Jam tangan yang mrlingkar manis di tangan menunjukkan pukul 21.05 WIB Adit terlihat batang hidungnya. Senyum mengembamg di sudut bibir Tika seraya melihat Adit,  Tika pun menyapa dengan sejuta bahagia.  
"Selamat malan Dit,  apa kabar"?. Sapa Tika dengan ramah. 
" Selamat malam Tik, alhamdulilah baik,maaf aku terlambat,   kamu sendiri bagaimana?,  kembali Adit menanyakan keadaan Tika. 

Keduanya melanjutkan perbincangan sampai tak terasa malam semakin larut. Pertemuan yang Tika harapkan dan berharap bisa menghilangkan sedikit rasa yang beberapa hari sebelumnya mereka rasakan,  kecewa dan marah terhadap keadaan bukanlah hat terbaik, namun baik Tika maupun Adit berusaha untuk tidak tampakkan rasa itu. Bibir boleh berucap namun hati tak bisa di bohongi. Ternyata Adit sedikit merasa kecewa dengan sikap Tika,  namun Tika tak menyadari hal mana yang buat Adit kecewa karena Tika merasa sudah berusaha bersikap dan berikan yang terbaik untuk Adit.  Jika memang belum sesuai yang di inginkan Tika mohon maaf.

Pertemuan malam ini tidak seperti yang Tika bayangkan,  walau berbincang sampai larut namun Tika merasa Adit menyembunyikan sesuatu dan enggan untuk menyampaikannya pada Tika. 
Hingga Adit berpamitan tetep Tika masih merasa ada yang di rasakan Adit,  tak seperti biasanya Tika tak mendapatkan Adit yang begitu ceria,  Adit yang begitu semangat dan Adit yang bijaksana tiap ambil keputusan. 
" Dit,  aku kangen, kangen sama semua tentangmu,  kembalilah, kembalilah Dit.. Maafkan aku. Aku tak seperti yang kau kira.  Aku masih tetap sama seseorang yang selalu ingin bersamamu lewati hari menggapai mimpi kita". 
Ya rabb Kau maha tahu atas apa yang hamba-Mu rasa dan inginkan,  berikan yang terbaik untuk kami bimbing kami ya rabb untuk menjaga semua ini.  Tiada kuasa apapun kecuali hanya pasrah terhadap apa yang Kau timpakan pada kami.  
Bimbing kami ya rabb..  Aamiin
#ceritamala
#menulissantai
Gunungkidul,  13 Juni 2021





Rabu, 09 Juni 2021

Semua Atas Kehendak-Nya

 

#Tugas_Ketiga

#Kelas_Cerpen

#WCS_70_Atik Suripto

Tema : Janji

Jumlah Kata : 497

Semua Atas Kehendaknya



Tika adalah gadis manis biasa saja ia termasuk anak yang penurut, tidak pernah melakukan hal-hal yang membuat orang tuanya marah. Ia bukanlah anak yang pandai di sekolahnya dulu, namun ia memiliki sifat yang menonjol yaitu orangnya selalu rajin. Membaca adalah hobinya, buku adalah teman setianya. Dengan buku diary kecilnya ia selalu bercerita, ia curahkan segala isi kepalanya. Tika terlalu takut untuk dekat dengan lawan jenis sehingga ia menghindari segala hal yang akan menjurus pada perkenalannya dengan lawan jenis melebihi teman.

Bukan tanpa alasan ia lakukan itu, karena Tika sudah merasa berjanji untuk menunggu seseorang yang ia anggab akan menjadi teman hidupnya. Ia begitu yaqin dengan hal itu hingga beberapa teman cowoknya yang akan mendekatinya ia tolak dengan cara yang halus. Tak mau Tika untuk menyakiti dan di sakiti maka ia pun menutup diri dengan tak menerima  siapapun.

Terlalu anehkah Tika? Tidak ia hanya berusaha setia pada seseorang. Tika berharap pada saatnya ia dipertemukan dengan seseorang yang namanya sudah  terpatri dalam hatinya. Tika selalu berupaya untuk menunggunya. Berbagai upaya ia lakukan untuk mengisi harinya dengan kegiatan-kegiatan positif.

Lima tahun sudah penantian Tika, selama itu pula ia berusaha keras untuk menjaga hati dan rasa yang berkecamuk dalam dada, ingin teriak, berontak namun teteplah Tika tak kuasa. Tika yaqin apapun yang menimpanya adalah hal terbaik yang Allah berikan untuknya. Pernah ia katakan“ bahwa jika berjodoh kita pasti akan dipertemukan”.

Kenyataan berkata lain hingga ada seseorang datang kerumah untuk melamar Tika. Tika tak mampu untuk memberikan jawaban. Tika berdoa dan minta petunjuk-Nya. Dalam doanya ia begitu yaqin harus menerima orang yang belum lama ia kenal untuk menjadi pendamping hidupnya. Terlalu Lelah Tika mencari alasan untuk orang yang datang mendekatinya. Tika tak bisa berkata apa-apa saat kedatangan seseoarang untuk melamarnya. Untuk itu ayah Tika berkesimpulan bahwa Tika menyetujui lamaran itu.

Saat acara pertemuan dua keluarga bermusyawarah menentukan hari pernikahan, tiba-tiba orang yang selama ini di tungu Tika datang.

“Tika ada apa ini, tolong jelaskan ke aku, aku sudah datang aku akan penuhi janjiku”. Afif memohon jawaban dari Tika penuh harap.

“Kenapa kau baru datang Fif, kenapa? Aku Lelah, aku capek menunggumu karena batas waktu yang sudah kita sepakati, maafkan aku, bukan aku tak setia namun aku sudah berusaha.  Dan saat ini seseorang telah datang untuk melamarku, aku tak kuasa untuk menolaknya karena orang tua sudah merestui dan inginkan pernikahanku”. Jelas Tika dengan mata berkaca-kaca.

“Tak bisa begini Tik, kau boleh batalkan acara itu, kita jelaskan ke mereka tentang kita”. Afif kekeh untuk Tika bisa batalkan acara lamaran itu. Namun tak semudah itu karena musyawarah telah terjadi antara dua keluarga.

Manusia hanya bisa merencanakan Tuhanlah yang menentukan segalanya. Tika berusaha untuk bisa pahamkan ke Afif. Bila kamu tak mampu berjodoh dengan orang yang kamu cintai, maka doakan agar dia berjodoh dengan seseorang yang lebih baik darimu, itulah puncak tertinggi dalam mencintai, setulus-tulusnya cinta, seiklas-iklasnya hati. Teriring doa terbaik untuk Afif semoga kau dapatkan jodoh terbaik.

Gunungkidul, 10 Juni 2021

Hal Terindah

 

Hal Terindah





Hari boleh berganti namun mimpi dan harapan tetap sama, mencoba menjaga diri dan perasaan untuk tetap bisa menenemukan satu nama yang terukir indah dalam hatinya. Tak pernah lelah Adit berdoa dan berusaha mencari Tika hingga Allah berikan jawaban atas doa-doa Adit.  Adit bisa menemukan Tika melalui seseorang. Tika dan Adit telah lama memendam rasa.

Bak hujan di siang nan terik, setelah Adit menghubungi Tika dan akhirnya keduanya menjalin kisah walau harus berjauhan, namun tak mengapa antara keduanya bisa saling menjaga dan percaya. Jarak dan waktu bukan suatu penghalang untuk keduanya. Setiap saat jika memang keduanya punya waktu longgar mereka bisa saling menyapa lewat video call atau pun sekedar menyapa dengan chat.

***

Pagi itu udara begitu sejuk mentari mulai naik dan memberikan kehangatanya pada bumi, suara burung berkicau bersama titik-titik embun pagi mengiringi langkah kaki.  Betapa bersyukurnya hari itu dimana Tika merasa terlahir kembali karena Tika sudah bisa menemukan seseorang yang ada dalam hatinya.

Beberapa saat setelah Tika sampai di tempat ia bekerja. Tika jumpai sahabatnya Lia telah datang lebih dulu. Tika pun mengucap salam dan segera duduk ditempat duduknya yang berdekatan dengan tempat duduk Lia. Derrrt derrt… suara ponsel tika bergetar, Tika pun segera mebukanya. Seulas senyum mengembang di sudut bibirnya, aura bahagia terpancar disana. Belum ia meletakkan tas nya Lia sahabatnya langsung menghampiri Tika.

“Tik…  selamat ulang tahun ya, semoga selalu sehat, sisa umur yang ada makin berkah dan semoga apa yang kau cita-citakan tercapai, aamiin.”Bisik Lia dengan posisi masih berpelukan.

“Aamiin…terimakasih Lia”. Tika terharu dengan ucapan dan doa dari sahabatnya itu.

Kembali ponsel Tika bergetar, disana ia jumpai Adit mengirimkan video Adit sedang  bernyanyi lagu Selamat Ulang Tahun. Terharu Tika mendengarnya.Tika tak menduga bahwa Adit ingat tanggal lahirnya, setelah sekian tahun terpisah.

[Terimakasih Adit, terimakasih untuk semuanya. Kamu bisa bernyanyi  ternyata, suara kamu merdu sekali apa lagi kamu menyanyikan lagu itu”. Puji Tika.]

[Maaf Tik, aku ga bisa berikan hal terindah dihari ulang tahunmu ini, teriring do’a terbaik untukmu ya, terimalah laguku, berusaha tuk berikan suara terindahku untuk orang yang begitu aku sayangi.]

[Jangan begitu Dit, itu hal terindah yang aku terima darimu, ketulusan dan kesetianmu lebih dari cukup bagiku, aku tak meminta lebih.]

Serasa begitu dekat walau hanya lewat ponsel, sesuatu yang dari hati bisa sampai ke hati pula. Semoga cinta keduanya tetap abadi indah bersemi sampai akhir nanti. Menyatu dalam naungan kasih-Nya.

#Event HUT WCS ke1

Gunungkidul, 10 Juni 2021

Perpustakaan

Perpustakaan Perpustakaan Engkau tempat Kami berkelana Kau bagai syurga Tak terhitung berapa Nikmat yang dirasa Setiap rak adala...