Deep Learning kunci Emas
Meningkatkan Pra_Literasi di Paud
Alhamdulilah masih di beri kesehatan dan
kesempatan untuk bisa belajar bersama Aula BB Rulit. Dalam kesempatan ini kita
akan belajar dan berbagi dengan nara sumber hebat Kak Lina Amelina,S.Pd. Gr seorang
Penilik Kabupaten Sumedang, Penulis dan juga seorang guru penggerak. Beliau
akan berbagi tentang Deep Learning Kunci Emas Pra _Literasi Paud. Mari kita Simak
aparannya.
A. Konsep Deep Learning dalam Pendidikan
Dalam konteks pendidikan, deep
learning menekankan pada pemahaman konsep secara mendalam dan penguasaan
kompetensi dengan cakupan materi yang lebih terfokus. Pendekatan ini kontras
dengan surface learning (pembelajaran permukaan) yang mencakup banyak materi
tanpa pemahaman mendalam.
B. Elemen-Elemen Deep Learning
Meaningful learning (pembelajaran
bermakna), mindful learning (pembelajaran penuh kesadaran), dan joyful learning
(pembelajaran menyenangkan) adalah tiga elemen utama dalam deep learning.
1. Meaningful Learning: Pembelajaran
yang relevan dengan kehidupan siswa, menghubungkan konsep baru dengan
pengetahuan yang sudah ada.
2. Mindful Learning: Siswa memiliki
kesadaran penuh, fokus, dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
3. Joyful Learning: Pembelajaran yang
menyenangkan dan menggugah minat siswa, menciptakan suasana belajar yang
positif.
C. Pra-Literasi di PAUD
Pra-literasi adalah tahapan awal
dalam mengembangkan kemampuan literasi anak-anak sebelum mereka memasuki
pendidikan formal di sekolah dasar. Di PAUD, fokusnya adalah membangun fondasi
yang kuat agar anak-anak siap mengolah dan memahami informasi di kemudian hari.
Pengembangan literasi sejak usia dini sangat penting untuk mengoptimalkan
kecerdasan dan kompetensi anak, termasuk kemampuan berpikir kritis dan
analitis. Selain itu, penguatan ekosistem PAUD menjadi kunci untuk mewujudkan
generasi Indonesia Emas. Ini melibatkan kolaborasi antara guru, orang tua, dan
pemanfaatan teknologi pendidikan.
D. Komponen Pra-Literasi yang
Dikembangkan di PAUD
1. Pengembangan Bahasa: Melibatkan
kegiatan berbicara, mendengarkan, dan memperkaya kosakata anak.
2. Kesadaran Fonologis: Mengenalkan anak
pada bunyi-bunyi dalam bahasa, membantu mereka memahami hubungan antara bunyi
dan huruf.
3. Pemahaman Buku: Membacakan buku
cerita dan berdiskusi tentang isi cerita untuk meningkatkan pemahaman anak.
4. Menulis Permulaan: Memberikan
kesempatan pada anak untuk mencoba menulis atau menggambar sebagai bentuk
ekspresi diri
5. Literasi Finansial: Pengenalan konsep
uang dan penggunaannya melalui bermain peran dan kegiatan praktik.
6. Literasi Numerik: Pengenalan angka
dan konsep matematika sederhana.
E. Kegiatan yang Mendukung Pra-Literasi
di PAUD
·
Membacakan
buku cerita dengan interaktif.
·
Bernyanyi
dan bermain dengan rima.
·
Mengadakan
diskusi kelompok tentang berbagai topik.
F. Keterkaitan dengan Pra-Literasi di
PAUD
Menerapkan prinsip deep learning
dalam pra-literasi di PAUD berarti menciptakan pengalaman belajar yang
bermakna, menyenangkan, dan relevan bagi anak-anak. Misalnya:
·
Membacakan
cerita yang terkait dengan kehidupan sehari-hari anak, lalu membahasnya untuk
memastikan pemahaman yang mendalam (meaningful learning).
·
Menggunakan
permainan yang melibatkan bunyi dan kata, sehingga anak-anak fokus dan
menikmati proses belajar (mindful and joyful learning).
·
Memberikan
kebebasan untuk berekspresi melalui gambar dan tulisan, memotivasi mereka untuk
terus belajar (joyful learning).
Dengan pendekatan ini, anak-anak
tidak hanya menghafal huruf dan kata, tetapi juga memahami bagaimana mereka
berhubungan dengan dunia di sekitar mereka, sehingga fondasi literasi menjadi
lebih kuat dan bermakna.
G. Contoh Langkah Pembelajaran Deep
Learning dari Cerita Tomat Si Pembasmi Monster Sariawan untuk PAUD
Berikut adalah contoh langkah-langkah
pembelajaran deep learning yang diadaptasi dari cerita "Tomat si Pembasmi
Monster Sariawan" untuk diterapkan di PAUD, dengan mengintegrasikan
prinsip-prinsip pembelajaran mendalam yang bermakna:
Tahap 1: Membangun Konteks dan
Pengalaman Awal (Meaningful Learning)
1. Pengantar Cerita: Guru memulai dengan
membacakan cerita "Tomat si Pembasmi Monster Sariawan" dengan
ekspresif. Penekanan diberikan pada bagaimana tomat, sebagai tokoh utama,
mengatasi masalah sariawan dengan cara yang menarik.
2. Diskusi Interaktif: Setelah membaca,
guru memfasilitasi diskusi yang mengajak anak-anak untuk berpartisipasi aktif.
Pertanyaan yang diajukan meliputi:
• Siapa saja tokoh
dalam cerita ini?
• Apa masalah yang
dihadapi oleh tokoh utama?
• Bagaimana tomat mengatasi masalah sariawan?
3. Pengaitan dengan Pengalaman Pribadi:
Guru menghubungkan cerita dengan pengalaman pribadi anak-anak. Misalnya,
bertanya apakah mereka pernah mengalami sariawan, bagaimana rasanya, dan apa
yang mereka lakukan untuk mengatasinya.
Tahap 2: Eksplorasi Mendalam dan
Pemahaman Konsep (Mindful Learning)
1. Mencari Tahu tentang Sariawan: Guru
mengajak anak-anak untuk mencari tahu lebih banyak tentang sariawan. Informasi
dapat diperoleh melalui buku bergambar, penjelasan sederhana dari guru, atau
video pendek yang relevan.
2. Diskusi tentang Tomat: Guru
menjelaskan kandungan gizi dalam tomat, terutama vitamin C, dan manfaatnya
untuk kesehatan mulut dan tubuh. Penjelasan disesuaikan dengan tingkat
pemahaman anak-anak PAUD.
3. Aktivitas Sensori dan Kreatif:
Anak-anak melakukan berbagai aktivitas yang melibatkan indra dan kreativitas:
·
Mencicipi
Tomat: Anak-anak mencicipi potongan tomat dan mendeskripsikan rasanya.
·
Membuat
Kolase Tomat: Anak-anak membuat kolase gambar tomat menggunakan berbagai bahan
seperti kertas warna, biji-bijian, atau kain perca.
·
Bermain
Peran: Anak-anak bermain peran sebagai tomat yang melawan monster sariawan atau
sebagai dokter yang memberikan saran tentang cara mencegah sariawan.
Tahap 3: Aplikasi Pengetahuan dan
Refleksi (Joyful Learning)
1. Membuat Jus Tomat Sederhana: Guru
(dengan bantuan orang tua atau asisten) membuat jus tomat sederhana bersama
anak-anak. Proses pembuatan jus melibatkan anak-anak secara langsung, mulai
dari mencuci tomat hingga menuangkan jus ke dalam gelas.
2. Menyanyi dan Bergerak: Guru mengajak
anak-anak menyanyikan lagu tentang tomat atau membuat gerakan tubuh yang
menirukan pertumbuhan tomat dari biji hingga menjadi buah.
3. Refleksi Akhir: Guru memandu
anak-anak untuk merangkum apa yang telah mereka pelajari hari itu:
·
Apa
yang mereka pelajari tentang sariawan dan tomat?
·
Bagaimana
tomat dapat membantu menjaga kesehatan mulut?
·
Apa
yang bisa mereka lakukan untuk mencegah sariawan?
Integrasi Komponen Deep Learning
·
Meaningful
Learning: Mengaitkan cerita dengan pengalaman pribadi anak-anak dan memberikan
informasi yang relevan tentang kesehatan.
·
Mindful
Learning: Melibatkan anak-anak secara aktif dalam eksplorasi, aktivitas
sensori, dan kegiatan kreatif.
·
Joyful
Learning: Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui bermain peran,
bernyanyi, dan membuat jus tomat bersama-sama.
Dengan pendekatan ini, anak-anak
tidak hanya mengingat informasi, tetapi juga memahami konsep secara mendalam,
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, dan menikmati proses
pembelajaran.
H. Ide Pembelajaran di Rumah
Selain di sekolah, konsep
pembelajaran Deep Learning bisa diterapkan di rumah. Berikut adalah beberapa
ide penerapan pembelajaran tentang "Tomat si Pembasmi Monster
Sariawan" di rumah, yang disesuaikan agar orang tua dapat dengan mudah
melaksanakannya:
Tujuan:
·
Memperkuat
pemahaman anak tentang cerita dan manfaat tomat.
·
Meningkatkan
kesadaran anak tentang pentingnya menjaga kesehatan.
·
Menciptakan
kegiatan yang menyenangkan dan bermakna bersama anak.
Kegiatan yang Bisa Dilakukan di
Rumah:
1. Membaca Ulang Cerita Bersama:
·
Waktu:
Pilih waktu yang santai, misalnya sebelum tidur atau saat bersantai di sore
hari.
·
Cara:
Baca kembali cerita "Tomat si Pembasmi Monster Sariawan" dengan
intonasi yang menarik. Libatkan anak dengan meminta mereka menirukan suara
tokoh atau adegan tertentu.
·
Diskusi:
Setelah membaca, ajukan pertanyaan sederhana seperti:
·
Siapa
tokoh kesukaanmu dalam cerita ini? Mengapa?
·
Apa
yang membuat tomat bisa mengalahkan monster sariawan?
·
Apa
yang bisa kita lakukan agar tidak terkena sariawan?
2. Eksplorasi Tomat di Dapur:
·
Waktu:
Saat menyiapkan makanan atau camilan.
·
Cara:
Ajak anak untuk membantu menyiapkan tomat. Biarkan mereka mencuci, memotong
(dengan pengawasan), atau mengupas tomat.
·
Diskusi:
Sambil beraktivitas, bicarakan tentang:
·
Warna,
bentuk, dan tekstur tomat.
·
Bagaimana
tomat tumbuh (jika memungkinkan, tunjukkan gambar atau video).
·
Manfaat
tomat untuk kesehatan (misalnya, mengandung vitamin C yang baik untuk daya
tahan tubuh).
3. Membuat Kreasi Bertema Tomat:
·
Waktu:
Saat waktu luang atau akhir pekan.
·
Pilihan
Kegiatan:
·
Menggambar
atau Mewarnai: Sediakan kertas dan alat gambar, lalu minta anak menggambar
tomat atau tokoh dalam cerita.
·
Membuat
Kolase: Gunakan kertas warna, biji-bijian, atau bahan lain untuk membuat kolase
gambar tomat.
·
Membuat
Boneka Tomat: Gunakan kain flanel atau bahan bekas untuk membuat boneka tomat.
·
Pameran
Kecil: Pajang hasil karya anak di dinding atau tempat khusus di rumah.
4. Membuat Camilan Sehat dari Tomat:
·
Waktu:
Saat ingin membuat camilan untuk anak.
·
Ide
Camilan:
·
Jus
Tomat: Buat jus tomat segar bersama anak. Tambahkan sedikit gula atau madu jika
perlu.
·
Salad
Tomat: Potong tomat kecil-kecil dan campurkan dengan sayuran lain seperti
mentimun dan selada. Beri sedikit saus salad atau minyak zaitun.
·
Roti
Panggang dengan Tomat: Oleskan roti dengan saus tomat, taburi keju, lalu
panggang sebentar.
·
Libatkan
Anak: Biarkan anak membantu menyiapkan camilan (dengan pengawasan).
5. Bermain Peran:
·
Waktu:
Saat bermain bersama anak.
·
Cara:
Ajak anak bermain peran sebagai tokoh dalam cerita "Tomat si Pembasmi
Monster Sariawan." Misalnya, anak berperan sebagai tomat yang melawan
monster sariawan, atau sebagai dokter yang memberi nasihat tentang cara menjaga
kesehatan mulut.
·
Variasi:
Gunakan kostum sederhana atau properti yang ada di rumah untuk membuat
permainan lebih seru.
Tips Tambahan:
Ø Sesuaikan dengan Usia dan Minat Anak:
Pilih kegiatan yang sesuai dengan usia dan minat anak Anda.
Ø Jadikan Kegiatan Menyenangkan:
Hindari memaksa anak untuk melakukan kegiatan yang tidak mereka sukai.
Ø Berikan Pujian dan Dukungan: Berikan
pujian dan dukungan atas usaha dan hasil karya anak.
Ø Jalin Komunikasi yang Baik: Gunakan
kegiatan ini sebagai kesempatan untuk menjalin komunikasi yang lebih baik
dengan anak.
Dengan menerapkan kegiatan-kegiatan
ini di rumah, orang tua dapat membantu memperkuat pemahaman anak tentang cerita
"Tomat si Pembasmi Monster Sariawan," meningkatkan kesadaran mereka
tentang pentingnya menjaga kesehatan, dan menciptakan pengalaman belajar yang
menyenangkan dan bermakna.
berdasarkan pengalaman dari Kak Lina
sebagai pendidik dan praktisi PAUD, langkah-langkah konkret dan terstruktur
yang dapat dilakukan guru untuk menerapkan konsep deep learning dalam
meningkatkan pra-literasi pada anak usia dini mulai dari proses perencanaan
kegiatan, pemilihan metode yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, strategi
menciptakan suasana kelas yang mendorong eksplorasi dan berpikir mendalam,
teknik pendampingan individual bagi anak yang perkembangannya berbeda-beda,
hingga cara mengevaluasi progres pra-literasi secara menyeluruh tanpa membuat
anak merasa terbebani serta bagaimana peran kolaborasi antara guru, orang tua,
dan lingkungan belajar dalam memastikan bahwa proses tersebut dapat berjalan
konsisten, menyenangkan, dan efektif dalam jangka panjang yaitu
Langkah awal dimulai dari
perencanaan, seluruh guru berkumpul untuk mendiskusikan rencana pembelajaran.
Tentunya, dimulai dari pembuatan KSP yang dijadikan acuan untuk pembuatan RPP.
Tidak lupa banyak mencari inspirasi dari berbagai media, misalnya melihat you
tube. Diskusi juga dilakukan di akhir pembelajaran atau tema misalnya. Seluruh
guru mengevaluasi hasil pembelajaran yang telah dilakukan dan saling memberi
masukan. Kolaborasi dengan orang tua bisa dilakukan parenting dan komunikasi
secara berkala.
Demikan ilmu yang sangat bermanfaat
yang kita dapatkan mala mini bersama naras umber hrbat Kak Lina. Semoga kita dapat
menerapkannya dalam pembelajaran dan nantinya bisa memberi dampak yang luar
biasa bagi murid kita.
Salam literasi tetap semamgat dan
teruslah belajar dan berkarya.
Gunungkidul, 1 Desember 2025