Cari Blog Ini

Senin, 29 November 2021

Berbincang dengan Hoaks, Media Sosial dan Dunia Digital

 

Berbincang dengan Hoaks, Media Sosial dan Dunia Digital



Senin, 29 November adalah pertemuan ke-13 Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD). Pada kesempatan ini peserta akan mendapatkan sharing dari Narasumber yang sudah taka sing lagi yaitu Ibu Aam Nurhasanah, seorang guru dan kepala sekolah di Lebak Banten.

Tema kali ini, bincang santai dengan hoaks, medsos dan dunia digital tentunya ketiga ini sangat berkaitan satu sama lain. Mengenal Bu Aam lewat grup menulis di gelombang delapan membuatku tak asing lagi. Nada bicara Bu Aam yang khas dan renyah membuatku  lebih bersemangat dan tak pernah  jemu. Melalui mentimeter.com ingin mecari tahu apa yang peserta ketahui tentang hoaks. https://www.menti.com/bpgc8gqab1. Dari sekian peserta ada 18 yang menjawab. Saya sendiri karena baru sampi rumah dan belum bisa langsung masuk ke kelas. Baru setelah mandi dan berbenah sebentar saya baru bisa menyimak materi.



Kata hoaks, sudah tak asing lagi akhir-akhir ini. Baik itu lewat WAG ataupun media sosial lainnya.

Sebanyak 21 peserta sudah menjawab voting yang dikirimkan bu Aam. Jawaban terbanyak menulis bahwa hoaks adalah berita bohong. Berita yang sesungguhnya harus diverifikasi kebenarannya. Jangan mudah percaya dan langsung membagikan jika infonya belum valid!



Daripada membagikan hoaks, lebih baik membagi ilmu yang bermanfaat. Bu Aam membagikan ilmunya tentang panduan belajar merajut di channel youtube miliknya.  https://youtu.be/M5C1DTUpy9o



Agar kita tak ikut terpengaruh apakah itu berita hoak atau bukan maka keta harus mengenali berita yang kita terima. Kita dapat mengenal ciri-ciri hoaks.

Ciri-ciri hoax yang bisa dikenali :

1.      Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan.

2.      Sumber tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintai tanggung jawab atau klarifikasi.

3.      Pesan sepihak, menyerang, dan tidak netral atau berat sebelah.

4.      Mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal.

5.      Memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, suara rakyat.

6.      Judul dan pengantarnya provokatif dan tidak cocok dengan isinya.

7.      Memberi penjulukan.

8.      Minta supaya di-share atau diviralkan.

9.      Menggunakan argumen dan data yang sangat teknis supaya terlihat ilmiah dan dipercaya.

10.  Artikel yang ditulis biasanya menyembunyikan fakta dan data serta memelintir pernyataan narasumbernya.

11.  Berita ini biasanya ditulis oleh media abal-abal, di mana alamat media dan penanggung jawab tidak jelas.

12.  Manipulasi foto dan keterangannya. Foto-foto yang digunakan biasanya sudah lama dan berasal dari kejadian di tempat lain dan keterangannya juga dimanipulasi.

Jika kita sudah mengenali ciri-ciri hoaks maka kita akan lebih berhati-hati dalam menyebarkan berita yang kita terima.

Lalu langkah apa yang harus kita hadapi ketika ada yang menyebarkan hoaks. Langkahnya  adalah jika hoaks tersebut dibagikan di sebuah grup, maka kita harus melaporkannya ke admin agar memberikan peringatan kepada orang tersebut bahkan jika sudah keterlaluan agar dikeluarkan saja dari grup.

Supaya kita terhindar dan tidak menjadi korban hoaks, hendaknya kita bijak lagi dalam menyaring informasi yang kita terima. Kita juga harus mengamankan akun kita dengan verifikasi dua langkah yang ada di pengaturan akun.

Kesimpulannya adalah jarimu adalah harimaumu. Saring dulu sebelum sharing. Laporkan biar ditangkap pulisi. Posting yang penting, jangan asal posting.

KALAU TIDAK MAU DITERKAM HARIMAU MAKA HATI-HATILAH

Lebih cakap dan cerdas di era digital dan bagikan ilmu yang memotivasi, menebar energi  positif, dan menginspirasi.  Pesan Bu Aam sebagai closing statement. Semoga kita semua dijauhkan dari menyebarkan berita hoaks,  terlebih dihindarkan dari sebagai pembuat hoaks itu sendiri.

Seperti bunyi surat QS. Al Hujarat ayat 6

"Wahai orang-orang yang beriman, jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan(kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."

Demikian bincang santai , berbagi ilmu semoga bermanfaat. Teruslah menjadi guru yang memotovasi dan menginspirasi. Terimakasih Bu Aam.

Salam sehat, salam literasi, tetap semangat tebarkan kebaikan, berbagi itu indah berbagi tak pernah rugi.

Gunungkidul, 30 November 2021

Kuraih Kemenangan

Kuraih Kemenangan



Tambahan pelajaran bagi siswa Sekolah Dasar tempat aku menimba ilmu aku ikuti. Ada beberapa tambahan pelajaran atau les wajib yang perlu di ikuti siswa.Di antaranya les Menari, Olah raga, Drumband, Hadroh dan juga BTA( Baca Tilis Al-quran). Selain les Olah Raga aku ikut les BTA. Aku sangat ingin mahir dalam membaca Al-Quran, bahkan aku bermimpi untuk bisa ikut ajang lomba MTQ yang setiap tahun di adakan.Senang melihat teman-teman yang ikut lomba dan meraih kemenangan.

Les BTA diadakan seminggu sekali di hari Rabu, les wajib yang harus di ikuti seluruh siswa ini dibagi menjadi dua kelompok di setiap kelas. Kelompok pertama diperuntukkan  siswa yang sudah bisa membaca Al-Quran sedang kelompok kedua bagi siswa yang masih Iqro'. Aku termasuk ke kelompok dua. Di awal mengikuti les tak jarang aku mendapat ledekan dan hinaan teman-teman.

"Hai, Ron. Kamu tuh kenapa sih susah banget membaca iqro, mosyok sudah kelas 4 itu-itu aja, ga naik tingkat. Harusnya kan kalau kelas 4 sudah bisa membaca Qur'an," ledek Saiful.

Aku hanya tertunduk malu dan diam seribu bahasa. Namun sahabatku Deni selalu membelaku.

" Iful, iful. Kenapa juga kamu yang repot urusi Roni bisa baca Quran apa tidak, harusnya kamu yang sudah bisa tu ajari dia," balas Deni.

" Sudah,Den. Jangan dengarkan Saiful. Toh aku memang lambat belajar Al-Qurannya," ucapku.

"Kamu aja ,Den yang ajari Roni ya, aku sibuk banyak urusan." Dengan gayanya yang sok. Saiful pun berlalu.

Beruntung guru yang mengampu les BTA sangat sabar membimbingku. Aku sekalu ikuti les dengan rajin, aku harus bisa membaca Al-Quran sebelum aku naik kelas lima. Di kelas lima sudah harus banyak setoran hafalan surat-surat pendek. Aku tak boleh tertinggal dengan teman-teman.

Setiap sore di Mushola dekat rumahku selalu ada kegiatan mengaji. Akupun mengikuti agar saat BTA di sekolah aku makin lancar membaca. Ada banyak peningkatan yang aku dapati setelah setiap hari ikut bergabung untuk mengaji di Mushola. Selain membaca iqro di Mushola tersebut ada tambahan hafalan surat-surat pendek. Hafalanku mulai tambah. Aku sangat senang sekali. Pernah di Mushola di adakan lomba menghafal aku dapat juara satu. Walau aku belum bisa membaca Al-Quran namun hafalanku sangat bagus. Itu kata guruku. Aku sering mendengarkan murotal yang di putar kakakku di rumah. Dengan mendengar setiap hari murotal itu maka hafalanku semakin bagus.

Saat di rumah ada waktu senggang aku gunakan untuk meminta kakakku mengajariku. Aku berjuang melawan rasa malas dan keinginan untuk bermain bersama teman-temanku. Ibuku selalu memintaku untuk rajin belajar dan mengaji. Jika Ibu sudah longgar dalam menyelesaikan pekerjaanya Ibu selalu berusaha untuk langsung mengajariku.

Sakit panas dan deman yang sering aku alami di saat kelas dua dulu membuatku terlambat untuk belajar Al-Quran. Berkat kesabaran Ibuku dan nasehatnya aku bisa mengejar teman-teman seusiaku.

Kini setengah semester telah kulalui di kelas 4, aku sudah bisa menamatkan jilid 6 belajar Iqro’. Aku sangat senang kini sudah bisa membaca Al-Quran, walau belum lancar namun aku akan terus membaca dan belajar. Tiap pada event lomba akupun ikuti walau di awal aku kurang percaya diri namun berkat dukungan dari Ibu guru dan juga temanku Deni serta orang tuaku, aku pun bisa mencapai kemenangan.  Saat lomba tahun ini aku juara 1 lomba hafalan tingkat kecamatan dan akan maju ke tingkat kabupaten.

“Selamat, Ron atas capaian yang kau raih. Tetap semangat sahabatku. Semoga di tingkat Kabupaten kamu juga memperoleh kemengan,” ucap Deni.

“Terimakasih, Den. Berkat kamu juga aku bisa menang dalam lomba ini,” jawabku.

“Sama-sama, Ron. Buktikan kamu bisa kawan,” pecutan semangat dari Deni selalu mampu buatku tambah semangat.

“Siap, Bos… sambil tangan kami kepalkan, aku dan Deni sangat bersemangat. Sementara Saiful tiba-tiba datang dan tak lagi mengejekku. Dia juga mengucapkan selamat padaku. Kami tersenyum bersama.


 #CerpenAnakKerjakeras

#AiseiNovemberChallenge

#OnedayOneStory

Gunungkidul, 30 November 2021


Sabtu, 27 November 2021

Senyum Terakhirmu

Senyum Terakhir



Kokok ayam terdengar dari balik selimut tipis yang membalut tubuhku. Hawa dingin merasuk  tubuhku hingga  terasa enggan diriku untuk beranjak dari pembaringan. Terdengar suara pintu kamar ibuku terbuka. Setiap malam sering aku mendengar ibuku mengayunkan langkahnya untuk mengambil wudu. Kamar ibuku bersebelahan dengan kamarku yang hanya di batasi triplek. 
"Ning, ayo bangun, Nak." Suara lembut ibuku memanggilku pelan.  
"Iya, bu," jawabku lirih. Walau aku menjawab terkadang belum tentu aku mengindahkan ajakan ibu untuk tunaikan salat malam. Namun ibu selalu sabar membangunkanku. Aku semangat bergegas bangun jika esok hari ada ulangan di sekolah. Juga saat hari Senin dan Kamis karena aku harus latihan puasa . Ya sejak aku masuk Sekolah Menengah Atas ibuku mengajakku untuk melakukan amalan sunah itu.

Dengan penuh kasih sayang ibu membuatkan makan sahur dan menemaniku belajar sampai adzan subuh berkumandang.  Tidak hanya sampai disitu. Setelah ibu menunaikan salat subuh pekerjaan rutin dapur beliau selesaikan dengan rapi. Aku hanya bisa membantu seperlunya merapikan piring bekas sarapan aku dan adikku, selebihnya ibu yang menyelesaikannya. Ibu selalu melarangku dengan alasan aku terlambat ke sekolah.

Saat kami berangkat ke sekolah, ibu juga berangkat ke warung pojok  dusun di mana kami tinggal. Ya.. ibuku berjualan kecil-kecilan, di sana  warung peninggalan Kakekku itu menjadi tumpuan ibuku untuk membantu mencukupi kebutuhan keluargaku. 

Sinar hangat mentari bersamai langkah kami menggapai cita-cita kami. Adikku satu-satunya duduk di kelas 3 SMP sedangkan aku sudah duduk di kelas 3 SMA jarak tiga tahun antara aku dan adikku membuat kami sangat akrab. Dalam keadaan  apapun kami selalu bersama.  Di iringi doa Ibu yang sangat meneduhkan. Kami pun semangat lalui hari tuk gapai cita-cita. Ibu banyak berharap pada kami agar kami bisa jadi orang yang sukses bisa bekerja dan menghasilkan uang sendiri untuk agar dapat mencukupi kebutan kami. Ibu tak ingin kami anak-anaknya mengalami seperti apa yang di alami Ibukku.
Setelah aku lulus SMA aku tak langsung kuliah, aku ingin bekerja dulu dan itu aku sampaikan ke orang tuaku. Semburat kesedihan terlihat di wajah Ibuku. Dalam benaknya ingin sekali aku dan adikku bisa sekolah sampai perguruan tinggi. Namun apa hendak di kata keadaan ekonomi keluarga kami tak mendukung. Dan aku tak ingin terlalu membebani kedua orang tuaku.
Aku pun mencari pekerjaan di kota dengan tetap pada niatku untuk nanti bisa kuliah.
"Ibu, mohon doa restumu, ijinkan aku tuk mencari pengalaman di kota," pintaku di suatu pagi. 
"Maafkan aku, Nak. Ibu tak bisa melarangmu, karena ibu juga tak bisa buat apa-apa. Teriring doa ibu, semoga Allah selalu melindungi dan memberkahimu di manapun kamu berada," jawab Ibuku.
"Bu, kenapa harus minta maaf. Ibu sudah memberikan yang terbaik untukku. Terimakasih, Ibu." Kuraih tangan ibu dan kupeluk tubuhnya yang mulai rapuh.
Aku menangis, tak tega meninggalkan Ibu. Namun demi mimpiku aku harus pergi.

Dua tahun aku berada di rantau, suka duka yang aku rasakan membuatku jadi orang yang kuat dan mandiri. Dari gaji yang aku terima, aku selalu menyisihkannya. Rasa bahagia tatkala aku juga bisa mengirimkan untuk ibu dan adikku di kampung. Walau tak seberapa namun ada kebahagiaan tersendiri yang membuatku tambah semangat dalam bekerja. Terimakasih ya rabb, atas rahmad dan rijki yang Kau berikan.

Sore itu Ayahku menelponku melalui Ibu Kost. Ayah memintaku pulang. Aku masih bingung. Di saat aku sudah di tetapkan menjadi karyawan tetap namun aku diminta pulang kampung untuk bekerja sebagai guru honor di sekolah dekat tempatku tinggal. Dalam kebimbanganku aku berdoa pada Allah untuk mohon petunjuk. Tak lupa aku minta pendapat Ibuku. Dan Ibuku  menyarankan agar aku pulang.  Allah tunjukkan jalan untuk aku meraih mimpiku. Akupun putuskan untuk pulang bekerja  menjadi guru honor yang tentu gajinya jauh lebih sedikit di bandingkan gajiku di kota. 
Bismilah aku pun pulang kampung dan mengabdikan diri sebagai guru honor. Senyum bahagia Ibuku dapat kulihat. Ibu begitu bangga padaku, meihatku menjadi guru membuatnya sangat bahagia. Akupun demikian walau gaji sedikit namun aku bahagia dengan semua ini. Bahagia bisa selalu dekat dengan Ayah Ibuku, bahagia bisa berbagi dan mengajarkan sesuatu pada siswaku. 
***
Tujuh tahun pengabdianku menjadi guru honor, akupun diangkat menjadi CPNS melalui seleksi data base. Betapa Allah sangat sayang pada hambanya. Saat kita bekerja dengan iklas maka Allah telah menyiapkan balasan terindah untuk kita. Bersyukur atas semua anugrah ini. Ibuku adalah orang pertama  merasakan kebahagiaan atas apa yang aku terima. 
"Selamat, Nak. Kamu kuat, kamu sabar dan kamu bisa rasakan betapa perjuanganmu telah buahkan hasil terindah." Ucap Ibuku
Aku tak dapat berkata apa-apa.  Tetesan bening di pipiku mewakili semuanya, Ibu sangat paham denganku. Kami pun berpelukan. Rasa haru menyertai kami. 
Setahun pengangkatanku menjadi Guru PNS. Ibuku mulai sering jatuh sakit. Belum lama di ketahui Ibuku mengindap penyakit diabetes/gula. Butuh kehatia-hatian dalam menjaga pola makan. 
Beberapa kali  Ibu harus opnum di rumah sakit. 

Tidak banyak yang bisa aku lakukan, aku hanya bisa lakukan sesuai anjuran dokter. Terkadang ibu seperti menyerah. Pernah suatu ketika beliau sampaikan bahwa dia lelah, capek setiap hari makan-makanan itu-itu saja. 
Selama ini tak pernah aku mendengar Ibu mengeluh. Aku berusaha kuatkan Ibuku untuk bisa tetap semangat dan bersabar. 

Setiap hari Ibu selalu mengkonsomsi obat. Vitamin juga tak lupa aku berikan. Beberapa hari aku lihat Ibu termenung. Ya Rabb ... Tak tega aku melihat Ibukku. Beri kesembuhan untuknya. Doaku dalam hati serta doaku setiap hari. Aku ingin melihat Ibukku yang kuat, tegar sehat seperti yang dulu. 

Hingga suatu malam, di bulan Ramadhan. Saat kami berkumpul bersama kakak-kakaku yang lain. Kebetulan kami mengadakan buka bersama di rumah. Setelah berbuka puasa bersama kami berbincang-bincang dan bersenda gurau. Sesekali kami perhatikan senyum indah ibuku terlihat di wajah keriputnya. Walau sudah keriput namun aku lihat Ibuku sangat cantik, damai terlihat disana.
Saat satu-satu kakakku berpamitan untuk ke masjid untuk melaksanakan salat tarawih, aku dan juga beberapa saudaraku tak ikut ke masjid. Seperti ada yang melarangnya. Kakak perempuanku  mengajakku untuk nanti jamaah di rumah saja, mumpung kita bisa berkumpul.
Aku pun mengiyakan, karena juga aku merasakan kebersaman malam ini begitu beda. 
Tiba-tiba, ibuku memanggil adikku. 
"As, kemari Nak. Ibu akan tidur ibu ngantuk,"ucap ibuku.
"Iya, Bu." Dengan sigap adikku Astuti menghampiri Ibukku. 
Tiba-tiba kami di kagetkan dengan  panggilan  adikku.
"Mbak, mbak ... Kemari, kenapa dengan Ibu," teriaknya.
"Kenapa, Dik," tanyaku.
"Ibu Mbak, Ibu...
Kami segera melihat keadaan Ibu yang terbaring lemah di pembaringan, padahal tadi Ibu masih ikut berbuka puasa dan hanya berpamitan akan tidur sebentar karena ngantuk. 
"Nak,"ucapnya lirih.
"Ibu,Ibu,Ibu kenapa? Tanyaku.
"Ayo,Mbak kita bawa Ibu kerumah sakit, Ibu sangat lemah,"pinta adiku.
"Nak, tak usah, Ibu tidak apa-apa. Ibu hanya lelah dan ngantuk ibu akan tidur," ucap ibu lirih.
Aku pegang tangannya.
Detik-detik sangat menyayat hati, pegangan lembut tangan Ibukku tiba-tiba melemah. Nafas Ibu tersenggal-senggal. Ya Rabb ... Ibu kenapa. Tanyaku dalam hati. 
Baru pertama ini aku mrlihat Ibuku seperti ini. Kakakku lelakiku yang baru saja pulang dari masjid, mendekat dan bidikan kalimat tahlil di telinga Ibuku. Dia pangsung meminta aku dan juga saudara yang lain untuk membaca Al-Quran Surat Yasin. 
Hatiku berdetak kencang, aroma melati berhembus dari pintu depan rumahku. Seisi kamar Ibuku beraroma melati. Aku tak tahu apa yang terjadi. Aku lihat Ibuku tersenyum dan seketika pegangan tangan Ibukku lepas. 
"Ibuuuuuuu ... "teriakku dan juga adikku.
Aku tak tahu apa yang terjadi setelah itu. 
Setelah sadar aku lihat banyak tetangga yang datang ke rumah. 
Innalilahi wa innailaihi tojiuuun...
Tak kuasa aku menahan tangis. Senyum itu senyum terakhir Ibuku.
Kembali aku menangis, di hibur oleh tetangga dan juga saydara. Aku pun segera ikut untuk menyiapkan  pemandian jenazah Ibuku. 
Seperti mimpi, secepat itu kau pergi Ibu. Selamat jalan, selamat tinggal. Kau akan selalu ada di hati. Allah lebih sayang Ibuku. Damailah disana Ibu. Jasamu tiada terkira akan selalu kujaga dan kuingat apa yang telah kau ajarkan padaku. 


Gunungkidul, 27 November 2021


Jumat, 26 November 2021

Ketrampilan Digital untuk Masa Depan Cerah

 

Ketrampilan Digital untuk Masa Depan Cerah


Rabu sore ini, 24  November 2021 ini kita telah memasuki pertemuan ke 11, pada kesempatan ini akan mendapat materi dari Bapak Deni Darmawan atau bisa di panggil uncle D dengan tema "ketrampilan digital untuk masa depan yang cerah". Berikut profil beliau :

 

Kegiatan dibuka dengan membaca Bismillahirrohmanirrohiim.

Ketrampilan digital seperti apakah yang diperlukan agar Masa depan kita cerah? bagaimana memperoleh dan memanfaatkannya?

Bapak Deni meminta untuk peserta bisa / berkunjung ke kanal youtube belau di : Deni Darmawan:

Selanjutnya Pak Deni mengirimkan video yang menarik perhatian, peserta diminta untuk melihatnya. Video wanita yang melahirkan dan sontak dokter dan juga yang hadir di ruangan persalinan kaget. Anak jaman now dari lahir sudah di hadapkan dengan media digital.



Kita sudah memasuki berbagai era. Mulai dari era Society 0.1 sampai era Societ 5.0. Begitu cepat perubahan dari era ke era. Saat ini, tidak terasa kita sudah memasuki era society 5.0. Padahal, seperti baru kemarin memasuki era society 4.0 atau revolusi industri 4.0. Mau tidak mau, kita harus siap untuk beradaptasi, bermigrasi dengan segala perubahan yang terjadi. Era selanjutnya, kita tidak tahu apakah nanti ada era society 6.0, 0.7, 0.8 dan seterusnya. Wallahu’alam

Ada satu film tentang gambaran era 2045. Coba kita simak.

https://www.youtube.com/watch?v=rjLVCpE3kuw

 

Ada sebuah film yang menarik  yang menggambarkan era masa depan. Film besutan Steven Spielberg berjudul “Ready Player One” berlatar di dunia nyata dan realitas virtual pada era 2045. Film ini akan membawa kita antara dunia nyata dan dunia virtual. Ketika dunia nyata dan realitas virtual saling tumpang tindih. Penasaran! silahkan nonton Sudah ada Netflix.

Nah, untuk kesempatan kali ini, kita bahas keterampilan di era society 4.0 atau revalousi industri 4.0. Sering juga disebut Keterampilan 4.0. atau  keterampilan abad 21.

Guru itu digugu dan ditiru. “Ing Ngarso Sung Tulodho Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani” artinya di depan memberi teladan, Di tengah membangun kemauan, Di belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian. Begitu kata Ki Hajar Dewantoro (Bapak Pendidikan Indonesia).

Semboyan itu terus kita pegang sebagai pengajar dan pendidik, agar kita terus menjadi teladan, terus mau belajar dan terus memotivasi peserta didik kita. Nah, menjadi motivator guru literasi digital (GMLD) kita harus bertransformasi menjadi menjadi guru abad 21,  yaitu menjadi guru yang multitasking. Guru yang mempunyai keterampilan digital. Guru yang sudah melek teknologi, istilah yang dipakai oleh Bapak Munif Chatib, guru harus bermigrasi agar bisa akrab dan menggunakan teknologi untuk aktivitasnya.

Silahkan baca artikel Pak Deni di portal media online tangselmedia.com., dengan judul “ Pandemi dan Literasi”

https://tangselmedia.com/guru-melek-literasi-digital.html

Silahkan baca artikel Pak Deni di portal media online tangselmedia.com

https://tangselmedia.com/guru-melek-literasi-digital.html

Suguhan bacaan yang Panjang namun berisi, kita bisa mengetahui hubungan antara Pandemi dan literasi.

Link cara membaca cepat https://www.youtube.com/watch?v=YlAwRLyB_Dk

Dimulai dengan pertanyaan apakah ketrampilan itu?

Keterampilan itu menurut para ahli atau dari beberapa literatur adalah bahwa ketrampilan itu  sama dengan kemampuan atau skill, skill itu bisa dipelajari bisa gali, bisa dilatih dari sebuah proses untuk dikembangkan dari melalui proses belajar latihan praktik dan pengalaman sehingga menjadi sebuah ketrampilan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tekanan yang dilakukan secara konsisten.

Nah, bagaimana dengan keterampilan literasi digital. Yuk liat gambar ini Bapak/Ibu. Apa itu literasi digital agar tidak gagal paham.

 


Apa saja keterampilan abad 21 atau keteramppilannnn 4.0 ini? Yuk liat gambar ini



Pak Jokowi juga pernah bilang, langkah transformasi digital dalam menghadapi era ini salah satunya mempunyai SDM talenta digital.

Jadi, keterampilan digital itu meliputi Keterampilan 4C itu : Creativity dan Inovation, Critical Thingking, Communication, and Collaboration.

Keterampilan digital itu adalah sebuah kemampuan dalam menggunakan teknologi digital misalnya seperti smartphone yang terhubung dengan jaringan internet dan kita memanfaatkan situs jejaring media sosial dan keterampilan menggunakan jenis gawai dan lainnya misalnya baribu keterampilan membuat konten digital seperti bagaimana membuat teks gambar audio dan video yang menarik sehingga menjadi sebuah informasi atau pesan yang bisa kita buat lebih menarik dan bermanfaat untuk peserta didik dan orang lain berjudul keterampilan dan mengekspor bagaimana kita menggunakan aplikasi dan platform digital.

Pertama, kreatif dan inovasi harus dimiliki oleh kita. Orang yang kreatif selalu thinking out of the box. Ia terus menggali ide, mencari ide, dan membuat ide itu agar menjadi nothing to something. Ide mampu Diwujudkan dalam sebuah produk yang bermanfaat untuk orang banyak. Jika sudah pada tahap ini maka sudah mampu melakukan “gebrakan” inovasi.

Pak Deni menyajikan artikel populer di Media Indonesia agar anak bangsa bisa melakukan “gebrakan” inovasi kala pandemi.

https://mediaindonesia.com/opini/417017/gebrakan-inovasi-kala-pandemi

Semua dimulai dari ide dan dibuktikan dalam bentuk nyata dengan melakukan terobosan berbagai inovasi.

Kedua adalah critical thinking atau berpikir kritis gerakan ini merupakan cara berpikir dalam memanfaatkan teknologi digital dan kemampuan menerima informasi sehingga kita tidak mudah termakan berita hoax ketika membenci dijaga media sosial mata Kita juga harus berpikir kritis ya kita perlu melakukan tabayyun dalam surat alhujarat ayat 6 dan perlu juga kita mengajukan sebuah pertanyaan dari informasi yang kita terima dengan menggunakan jurus wartawan 5W 1H jadi keterangannya ini juga akan mengantarkan seseorang untuk berpikir logis sistematis dan pemecahan masalah dalam setiap masalah yang terjadi.

Ketiga adalah collaboration atau kolaborasi keterampilan dalam bekerjasama dengan tim atau kelompok melakukan berbagai project sehingga anggota karena tidak berprestasi jadi kemampuan ini juga sama-sama membuat konten kreatif sehingga konten hasil kolaborasi ini tidak hanya sebagai tontonan tapi juga sebagai tuntunan tidak hanya sekedar hiburan identifikasi kemampuan ini mendorong setiap tim untuk mempresentasikan hasil project dan berkontribusi satu dengan yang lainnya mendorong setiap anggota mendengar pendapat anggota kemudian bagaimana juga anggota mengungkapkan ide-ide mereka.

Sebagaimana yang kita rasakan, bagaimana kolaborasi Om Jay dan kawan-kawan dalam membuat program berbicara, menulis dan motivator guru literasi digital. Tanpa kolaborasi, sulit rasanya mewujudkan program-program “super keren” itu. Sinergi dalam gerakan yang membangun, sehingga akan muncul guru-guru penggerak dalam kolaborasi. Dari kelas-kelas menulis juga lahir penulis-penulis buku. Dari kelas-kelas itu juga mendobrak SDM talenta digital guru.  Amazing bukan!

Pak Deni mengirimkan  video konten kreatif yang dibuat oleh mahasiswa dalam membumikan nilai-nilai pancasila. Diharapkan , hasil konten kreatif kolaborasi ini mampu membuka kesadaran generasi milenial Y dan Z agar bisa memahami dan menyerap nilai-nilai pancasila.

Keempat adalah komunikasi yang menyampaikan sebuah ide dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang menggunakan media digital seperti YouTube Instagram Facebook. Hasil berupa teks audio video dan gambar yang kita upload di media sosial dan YouTube itu menjadi pengguna terbanyak Indonesia makanya banyak orang bermunculan youtuber membuat konten kreatif. Tidak hanya pujian yang mereka dapatkan juga  tidak hanya poin tapi juga koin mendulang dolar hingga jutaan rupiah. Ya jadi youtuber  mungkin profesi zaman now.

Om Jay pernah berkata dalam webinar zoom, “Setelah guru mengikuti kegiatan GMLD, guru bisa meningkatkan performanya, sehingga tidak ada lagi guru yang dapat gaji pas-pasan. Tapi dengan memanfaatkan platform digital, guru bisa mendapat point koin, pujian dan cuan”. Guru punya segudang ilmu, jadi buatlah konten kreatif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sebagai contoh dapat kita lihat, Bagaimana Fiki Naki yang mampu memanfaatkan platform digital untuk belajar berbagai bahasa. Siapa sangka, anak kampung asal Riau ini ketika main OME.TV dan di upload ke youtube, ia mendapat pujian dan cuan.

Begitu juga dengan mahasiswi Pak Deni, namanya Bella Claudina dengan nama penanya Claudinab. Karena suka membaca novel di watpadd, Bella menulis novel dengan menggunakan noted di hape. Siapa sangka, novelnya dibaca hingga 2.5 juta dan dilirik oleh Gramedia hingga diluncurkan di Gramedia Menteng JakPus. Sya tuliskan beritanya di web prodi.

Begitu juga para guru di kelas menulis yang dipelopori oleh Om Jay. Dalam pelatihan kelas menulis, guru-guru memanfaatkan blog untuk menulis resume. Alhasil, banyak guru yang pandai menulis dan menerbitkan berbagai buku.

Dengan keadaaan zaman yang serba digital ini kadang kekawatitan akan generasi penerus bangsa hadir dalam benak kita, memang Teknologi tidak bisa kita hindari karena begitu cepat perkembangannya. Hal ini juga yg mengkahwatirkan kita sebagai orang tua. Dibutuhkan peran orang tua dan koloborasi sekolah dan masyarakat. Bahwa, anak juga perlu pendampingan agar bisa diarahkan untuk mengenal lingkungannya. Ajaklah sesekali mereka keluar mengenal alam dengan camping atau ke taman ragunanan.

Orang tua menjadi teladan, jadi harus bijak dan cerdas juga dalam menggunakan Gawai. Sebab, ortu adalah cerminan bagi anak-anak mareka. Ajaklah shalat berjamaah, mengaji bersama sehingga quality time bagi keluarga.

Allah menciptakan kita tidak sia-sia. Asah terus keterampilan. Ketika kita ikuti kelas atau pelatihan-pelatihan maka coba kita praktikan pelan-pelan. Kita berani memulai. Kadang, batuk akik itu jika tidak di gosok tidak akan menjadi batu yang mahal. Pada dasarnya manusia diberikan potensi, jika kita asah, maka akan menjadi ketrampilan.


Demikan paparan luar biasa yang di berikan Pak Deni, terima.kasih Pak Deni atas  penyampaian materi, pencerahan dan inspirasi yang diberikan. Semoga berkah ilmu yang diberi, semoga menambah motivasi kita untuk meningkatkan kompetensi di media digital dan  dapat mengimbangi dampaknya dengan baik.

Gunungkidul, 26 November 2021

Rabu, 24 November 2021

Selamat Hari Guru Nasional

 

Selamat Hari Guru Nasional



Hari Kamis, 25 November 2021 merupakan hari ulang tahun PGRI dan Hari Guru Nasional ke- 76. Berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya, di sekolah tiada peringatan yang meriah, namun tak mengurangi kebahagiaan kami sebagai guru. Mengikuti upacara live striming dan di karenakan sekolah ada agenda imunisasi bagi siswa kelas satu, dua dan lima maka  kegiatan lomba hanya di kirim melalui grup WA. Sekolah mengadakan lomba membuat puisi.



Sesampainya sekolah aku di kejutkan dengan sambutan anak-anak dengan membawakan kue dan mereka mengucapkan selamat hari guru. Terimkasih anak-anakku. Ibu tak mengharapkan apapun dari kalian selain ibu inginkan kalian bisa mengamalkan apa yang ibu ajarkan hingga dapat berguna bagi kehidupan kalian. Jadi anak-anak solih soliha, trampil dan tangguh itu harapan ibu.



Berikut foto bersama siswa kelas lima SD N Karanganyar. Di lanjutkan makan kue bersama-sama. Alhamdulilah kami benar-benar merasa bahagia merayakan hari guru di sekolah.














Berikut persembahan puisi dari siswa kelas enam dan lima. Dapat di lihat dari link youtube berikut.

https://youtu.be/ohU7tIio1Ww

Dari chat WA aku temui beberapa ucapan dan doa dari teman-temanku dan juga saudara. Semoga apa yang menjadi harapan dan do akita semua dapat terwujud.


#Selamat hari  guru ....lelahmu, letihmu tak akan menjadi sia-sia karna telah banyak kau ciptakan cahaya di tengah kegelapan, kau ciptakan beribu pengetahuan, kemahiran, keahlian  di tengah keterbatasan pengetahuan....terima kasih pahlawan bangsa tanpa tanda jasa....semangatmu , kesabaranmu selalu menjadikan suri tauladan bagi  anak didik dan  akan menjadikan putra putri  dalam membentuk karakter  bangsamu...... 🥳🥳🎂🎂🙏🏻🙏🏻🙏🏻

#Selamat hari guru, semoga berkah selalu😍

#Wah kuenyaa bagus lekkk selamat hari guru lek semogaa ilmu yang di sampaikan selama ini jadi keberkahan yg kembali lg ke lek, sehat selalu supaya bisa terus mendampingi anak2nya lek🌹

#Selamat hari guru nasional nok, om, mg-mg sukses selalu dlm mengemban tugas-tugas , menjadi guru, (pahlawan tanpa jasa )

#thank you....you too...menjadi guru yang selalu menginspirasi semua anak dan teman sesama guru, teruslah berkarya untuk negeri😘😘😘💪🏻☺

#Selamat hari guru nasional...

#Terimakasih guru..engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa🥰

Setelah kegiatan imunisasi selesai, kami guru-guru mengadakan kegiatan refresing  di tempat terdekat dari sekolah kami. Kami pergi ke ohelix hills. Waaw disini di suguhkan pemandangan di atas bukit yang begitu indah. Semilir angin mengantarkan kamiuntuk mampu lebih bersemangat lagi daalm bertugas dan berkarya, membawa generasi penerus bangsa dengan bekal ilmu yang mereka butuhkan di era digital.



Dengan mengikuti zoom meeting dengan Aisei. Alhamdulilah di hari guru ini aku mendapatkan peringkat kelima dalam lomba membuat vidio pembelajaran. Semoga kedepan aku dapat membuat vidio dengan lebih baik lagi. Terimakadih Aisei. Terimakasih untuk dukungan dan doa teman-teman di manapun berada. 


Terakhir aku baru bisa menulis tantangan menulis hari ini dengan tulisan sederhanaku ini. 


Selamat hari guru nasional, teruslah semangat dan teruslah belajar, jadilah guru yang selalu dinanti dan di rindukan, guru yang mampu menginspirasi dan memotivasi. Mendidik dan mengajar dari hati maka akan sampai ke hati pula.



 

#kamismenulis

#sahabatlagerunal

Gunungkidul, 25 November 2021

Selasa, 23 November 2021

Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital

 

Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital

Senin, 22 November 2021 tak terasa sudah pertemuan ke-10 artinya, sudah setengah perjalanan belajar bersama di Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLG). Semoga selanjutnya kita tetap bersemangat hingga kegiatan ini berakhir.dalam kegiatan GMLG. Bersyukur kepada Allah SWT atas semua nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi aktivitas kita hari ini dan seterusnya.

Hari ini kita akan menyimak satu materi dengan tema Anak muda berani bikin perubahan di dunia digital. Oleh Ibu guru yang yang sangat enerjik. Ibu Rosminiyati, berusia 51 tahun, guru SMK 2 Negeri Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Banyak sudah prestasi yang beliau torehkan, salah satunya pemenang ke dua lomba blog. Beliau adalah  peserta Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay gelombang 19 (12 Juli s.d. 17 September 2021) yang dengan penuh perjuangan baru saja lulus dari kelas belajar

Sebelum masuk ke materi inti, beliau sedikit bercerita tentang sejarah keberadaannya bersama peserta di sini.

Ibu Ros  mendaftar di kelas GMLD ini sebagai peserta, ingin belajar tentang literasi digital sekaligus tentang cara memotivasi diri dan orang-orang terdekat, khususnya anak-anak didik beliau. Namun, yang terjadi justru beliau dimasukkan ke dalam tim/panitia. Bu Ros merasa seorang guru jadul yang baru mau belajar, ternyata harus memberikan materi yang beliau sendiri belum mengerti. Waah Bu ros bisa saja ya..

Namun, beliau mengambil hikmah dari setiap kejadian. Dengan keyakinan bahwa Allah telah menyiapkan sesuatu yang indah untuknya, beliau berusa memanfaatkan kesemapatan pertama ini untuk belajar yang jauh lebih giat lagi, agar tidak mengecewakan Om Jay yang telah memberikan amanah kepada Bu Ros untuk berbagi. Dengan kerendahan hati beliau memulai menyampaikan materi.

Untuk menjadi anak muda yang berani bikin perubahan di dunia digital, Bu Ros memberikan dua pedoman yaitu :

1.      Berani, berdasarkan KBBI V online diartikan “mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sebagainya; tidak takut (gentar, kecut).

2.      Perubahan adalah hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran. (KBBI V online). Tentu saja, dalam hal ini adalah perubahan dari keadaan semula menjadi lebih baik dari pada sebelumnya.

Mengapa perlu melakukan perubahan di dunia digital?

1.      Kebutuhan. Perubahan dan perkembangan teknologi tak luput pula terjadi pada bidang pendidikan. Mau/tidak mau, suka/tidak suka, sebagai guru kita juga harus mengikuti perubahan tersebut. Untuk data GTK dan peserta didik, semuanya kini sudah menggunakan digitalisasi/online. Guru-guru dituntut untuk bisa mengisi datanya secara mandiri terkait data personal maupun riwayat pendidikan/pekerjaan, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, derasnya laju informasi di bidang ilmu pengetahuan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi menuntut guru untuk melakukan perubahan. Jika tidak, ada kemungkinan kita akan ditinggalkan oleh murid-murid kita.

2.      Menyalurkan hobi. 

3.      Tambahan penghasilan. 

4.      Berbagi 

Hal-Hal yang mempengaruhi Perubahan di Dunia Digital

1.      Tekad/semangat. Jika sudah ada keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan di dunia digital, maka kita akan berusaha belajar kapanpun, di mana pun, dan dengan siapa pun.

2.      Lingkungan. Pengaruh lingkungan besar sekali terhadap perubahan kita di dunia digital. Apabila kita berada di lingkungan orang-orang yang sangat aktif bergelut dalam dunia digital, secara sadar atau tidak, kita pun akan ikut arus tersebut. Sebaliknya, jika lingkungan kita termasuk golongan terbelakang, otomatis kita juga akan jalan di tempat.

3.      Sarana/Prasarana. Dunia digital terakit erat dengan sarana/prasarana (gawai, laptop, PC, kuota data internet, jaringan, listrik, dll.). Jika fasiltas tidak dimiliki/tidak mendukung, tentu saja kita tidak bisa melakukan perubahan di dunia digital.

4.      Kesempatan. Terkadang kita temukan keadaan seseorang ingin melakukan perubahan di dunia digital, namun karena tidak ada kesempatan, maka perubahan itu pun menjadi tertunda.

5.      Dukungan. Ada kalanya, untuk melakukan perubahan, kita memerlukan dukungan orang-orang di sekitar kita dalam bentuk dukungan fisik, mental, dan finansial. Hal ini penting, karena melakukan perubahan di bidang digital bulkanlah hal sederhana bagi orang-orang tertentu.

Kita semua di sini adalah motivator, yang artinya orang (perangsang) yang menyebabkan timbulnya motivasi pada orang lain untuk melaksanakan sesuatu; pendorong; penggerak. (KBBI V online). Dalam hal ini, kita berperan sebagai motivator bagi anak muda (murid-murid, anak-anak kita) untuk berani melakukan perubahan di dunia digital.

Untuk bisa menggerakkan orang lain agar berubah, tentunya kita sudah harus menggerakkan diri kita sendiri untuk berubah. Mengapa? Karena kita adalah guru dan orang tua yang menjadi model bagi murid-murid dan anak-anak kita. Seperti yang sama-sama kita ketahui, anak-anak tidak akan bergerak jika kita hanya menyuruh atau mengajak tanpa adanya bukti yang bisa mereka lihat atau tiru. Permasalahannya, Apakah kita sendiri sudah berubah? atau tepatnya, Apakah kita sendiri sudah berani melakukan perubahan?

Terkait perubahan, masing-masing kita tentu saja berbeda. Perubahan untuk masing-masing kita disesuaikan dengan kondisi awal yang kita punya.

Bentuk/Jenis Perubahan di Dunia Digital:

1.      Tidak bisa -> bisa;

2.      Tidak berani -> berani;

3.      Sudah bisa -> banyak/terampil;

4.      Banyak -> berkualitas;

5.      Sendiri -> kolaborasi;

6.      Sederhana/biasa -> istimewa/unik/menarik;

7.      Tidak berguna -> bermanfaat;

8.      Tidak berguna -> bermanfaat;

9.      Dan lain-lain

Untuk melakukan perubahan di dunia digital, kita tidak perlu merasa minder atau takut hanya gara-gara melihat karya-karya luar biasa dari orang-orang hebat yang sudah ada di ruang maya.

|Mereka juga bermula dari bukan siapa-siapa. Namun, karena mereka sudah memulainya, dan tentunya lebih dulu dari kita, serius melakukannya, dan dengan seperangkat kelebihan yang dimiliki, akhirnya menjadi seperti apa yang kita lihat saat ini. Hal ini tidak menutup kemungkinan terjadi pula pada diri kita jika kita melakukan hal yang sama

Selanjutnya, kita jalani prosesnya dengan sabar, karena tidak ada yang instan. Berpijak pula pada latar belakang pengetahuan dan pengalaman, serta “perangkat lunak” yang ada pada diri kita masing-masing, jangan mengukur capaian kita dengan keberhasilan orang lain. Cukuplah kesuksesan orang lain menjadi motivasi, sebagai pemantik semangat di saat kita lemah.

Masing-masing kita tahu pondasi kita. Oleh karena itu, berjuanglah sesuai kemampuan. Jika kemarin kita baru bisa mengetik di Word, dan kemudian hari ini sudah bisa ber-blog* ria, artinya kita sudah melakukan perubahan atau naik kelas. Begitulah seterusnya. Tidak perlu merasa minder atau takut hanya karena melihat karya-karya luar biasa dari orang-orang hebat. 




1.      Mengubah mindset (pola pikir), antara lain:

·         Usia tua  Merasa muda

·         Guru jadul -> Guru gaul

·         Tidak sempat ->Menyempatkan diri

·         Tidak mampu -> Saya bisa

  Usia tua sering dijadikan alasan bagi guru-guru untuk tidak berubah dan tidak mau beradaptasi dengan keadaan, dengan dalih sebentar lagi akan pensiun, dan lain-lain. Padahal, umur yang tua dengan perangkat perkembanagn dan kemajuan yang dimilikinya, justru akan menjadi daya tarik tersendiri bagi murid-murid kita untuk berubah juga. “Guru jadul aja bisa gaul, masak kamu gak?” ”Tidak sempat” juga sering diajadikan alasan. Waktu kita sama, 24 jam. Tidak ada seorang pun yang dilebihkan barang sedetik pun. Di sini, hanya butuh manajemen waktu.

2.      Meluruskan niat. Niatkan perubahan yang kita lakukan untuk kebaikan umat, khususnya anak-anak didik kita. Tidak tertutup kemungkinan, pada saat kita melakukan perubahan, banyak kendala yang menghadang. Jika niat kita baik, hanya mengharapkan rida Allah, maka akan ada banyak jalan yang memudahkan urusan kita.



3.      Berani keluar dari zona nyaman. Hal ini tidak gampang dilakukan. Banyak kesenangan yang harus ditukar dengan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi dalam gerakan perubahan diri.

Cara yang paling ampuh adalah dengan memaksakan diri. Perbuatan baik dimulai dari keterpakasaan, kemudian berubah menjadi kebiasaan, selanjutnya menjadi kebutuhan. Apabila sudah sampai pada kebutuhan, jika kita tidak melakukannya, kita akan merasa haus dan lapar.

4.      Bergabung dalam komunitas. Hal ini penting. Berada dalam ruang lingkup yang sempit, membuat kita sulit berkembang. Berada dalam komunitas, menjadikan kita semakin terbuka terhadap perubahan. Banyak sekali hal baru yang menginspirasi, memotivasi, dan menguatkan kita untuk mengubah diri. Bahkan, kesempatan berkembang luar biasa terbuka lebar.

Salah satu komunitas yang menawarkan menu lengkap dan istimewa tanpa biaya adalah Belajar Menulis PGRI yang diprakarsai Om Jay.  Di komunitas ini, kita bisa bermetamorfosa begitu cepat. Kita bisa belajar banyak hal. Jika tidak percaya, silakan buktikan sendiri.

5.      Bangun kolaborasi. Sebagai manusia yang sarat dengan keterbatasan, kolaborasi penting dilakukan. Dengan kolaborasi, kekuatan menjadi berlipat ganda, dan kekurangan bisa ditutupi. Akhirnya, terciptalah karya yang luar biasa.

6.      MULAI. Gerakan apa pun tidak akan berjalan tanpa memulainya. Karena itu, mulailah saat ini, dan jangan pernah menundanya lagi.



MasyaAllah paaparan yang luar biasa selanjutnya Ibu Ros membagikan link youtube beliau tentang bagaimana beliau bisa memotivasi diri untuk bisa berubah. Apa yang beliau samapaikan adalah merupakan hasil dari belajar menulis di PGRI

https://www.youtube.com/watch?v=6am-ohG0cbs

Selanjutnya, untuk jenis platform digital, cukuplah kita fokus pada yang kita sukai dan pahami. Seiring berjalannya waktu, kita bisa terus mengembangkan diri dengan belajar yang lainnya.

Terkait tema “Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital” bagi anak-anak kita, kita tidak perlu mengajari mereka cara menggunakan platform digital. Mereka jauh lebih pintar dan terampil dari pada kita. Sebaliknya, kitalah yang perlu belajar dari mereka.

Target kita adalah meluruskan penggunaan media digital pada mereka. Bermain game yang hampir menyita sebagian besar waktu mereka dengan gawai, kita alihkan kepada kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat.

Bagaimana caranya?

1.    Kolaborasi. Kita berada pada komunitas sekolah yang luas. Anak-anak didik kita jumlahnya banyak. Kita tidak mungkin bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu, perlu dibangun kolaborasi di antara sesama guru.

2.    Melakukan sosialisai tentang literasi digital. Kita bisa menggunakan materi yang sudah kita peroleh dari pelatihan GMLD ini. Untuk waktunya:

·         Pertemuan langsung/tatap muka di dalam ruangan kelas;

·         Pada saat upacara atau waktu khusus.

3.      Memfasilitasi murid-murid kita melakukan hal-hal positif dalam dunia digital.

·  Membuat komunitas di sekolah, misalnya: komunitas bloger sekolah, komunitas YouTuber sekolah, dan lain-lain.

4.      Memotivasi:

·         Mengadakan perlombaan;

·         Memberikan hadiah, dan lain-lain.

 

Tidak ada alasan lagi untuk kita ak bisa berkembang, bukti nyata di usia 51 tahun  namun Ibu Ros masih bisa melakukan perubahan besar untuk kemajuan diri dan juga lingkungan sekitar bahkan pengalaman beliau bisa di bagikan kepada kita. luar biasa. Kita harus sadar dan keluar dari zona nyaman, buang jauh rasa malas dan malu yang ada pada diri kita niatkan segala sesuatu untuk kebaikan serta ibadah sehingga apa yang kita lakukan akan terasa ringan dan mudah. Allah akan selalu berikan jalan.

Tidak dapat dipungkiri setiap perubahan terkadang kita akan berhadapan dengan situasi dimana kita akan mengalami yang namanya stagnasi/berhenti. Lalu apa yang mesti kita lakukan agar tidak menjadi penghalang? Kita bergabung dalam komunitas. Kita tidak akan sempat malas Ketika melihat orang-orang lain mempersembahkan karya-karya terbaik mereka, ada dorongan yang kuat untuk kita berbuat hal yang sama. Selanjutnya kembalikan ke niat awal, bahwa apa yang kita lakukan untuk kebaikan, dan akan mempunyai nilai ibadah yang diperhitungkan sebagai pahala.

Demikianlah sajian materi yang sangat apik, menarik, dan inspiratif, paparan sangat bermanfaat untuk kita terapkan pada diri kita dan tentu bisa kita berikan pada anak didik. Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman yang memenjarakan kesempatan untuk meraih keberhasilan-keberhasilan. Meskipun kecil mungkin nilainya tetapi yang pasti kita telah bergerak lebih maju.

Closing statement

Belajar tak mengenal usia. Berbagi adalah jalan menuju keabadian ilmu dan kebaikan. Di langit masih ada langit, karena itu tetaplah merunduk di saat kita telah berisi.

Mulailah gerakan perubahan dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan dari hati, tanpa menunggu instruksi, serta libatkan Allah dalam setiap urusan.

 Terimakasih, salam sehat salam literasi tetap semangat dan teruslah tebar kebaikan beri manfaat untuk sesama. Mulailah sekarang juga, jangan tunggu saat kita ada waktu, waktu tidak  menunggu kita tetapi kitalah yang harus menyiasati waktu. Segera ambil kesempatan untuk menghasilkan karya di dunia digital.

Gunungkidul, 24 November 2021

Berbincang dengan Hoaks, Media Sosial dan Dunia Digital

  Berbincang dengan Hoaks, Media Sosial dan Dunia Digital Senin, 29 November adalah pertemuan ke-13 Pelatihan Guru Motivator Literasi Digi...