Cari Blog Ini

Kamis, 27 Agustus 2020

Special di Tahun 2020

 Special di Tahun 2020



Oleh : Sumarjiyati,S.Pd.I

Angka 39 bukan lah angka yang kecil. Apalagi untuk angka usia seseorang. Angka hampir 40 artinya sudah mencapai angka kematangan atau kedewasaan seseorang. Hari ini berkurang jatah umur hamba, hamba memohon Kau limpahkan kesehatan kepadaku  semoga sisa umur yang ada bisa memberi kemanfaatan bagi orang lain. Bersyukur atas karuniaMU ya Rabb… Kau limpahkan kesehatan, rijki yang berlimpah dengan banyak teman, anak-anak yang baik dan pekerjaan yang lancar itu sudah karunia besar dariMU. Golongkan hamba pada hamba-hambaMu yang pandai mensyukuri nikmatMu. Aamiin

Terimakasih semua yang tidak bisa ku sebut satu-satu untuk ucapan dan doanya. Doa yang sama untuk suami, anak, saudara dan semua sahabat-sahabatku. Semoga Allah mengabulkan doa dan harapan kita.




“Sugeng ambal warsa bu atik smg diparingi yuswo ingkang manfaat, barokah, sukses dan sehat selalu, bahagia dunia akhirat....Amin yra....🎂

(Mb Linda)

Selamat ulang tahun bu Atik,  semoga panjang umur sehat selalu”.

(Bu Titik)

 

Selamat ulang tahun bulek atik 🥳🥳🥳

Semoga  panjang umur sehat selalu, dan semoga di beri kelancaran dalam usaha😊😊

Amin  .......

(Mb Rara)

“Budhe....sugeng tanggap warso

Mugi yansah pinaringan kesehatan, rejeki ingkng barokah, umur panjang “🤲🤲🤲🥳

( Dik Rizky )

“Selamat hari lahir lik atik

Semoga panjang umur sehat. Bahagia. Sukses selalu amin

I lop u😘😘😘😘😘

(De Yanti)

Asslm.wr.wb.

Sugeng ambal Warso buk

Hbd,

Makin menep penggalihe,

Makin banyak karyane

Selalu menginspirasi keluarga, teman, dan umat.

Hbd....barakallah. semoga dimudahkan segala urusan dan karirnya.

Aamiiin

(Tante Ari )

https://images.app.goo.gl/jwPHrbS8Tk8GGQ4G6

(mb Tatik )

“Selamat ulang tahun mbk atik....semoga panjang umur..sehat selalu sukses selalu🙏🏻👍👍🤲🏻🤲🏻

(Mb Eny )

“Waduuh telat bu atik ,selamat ulang tahun semoga panjang umur,murah rejeki dan sukses selalu pokoknya Aamiin”.

(Bu Astuti)

Masih banyak doa-doa dari teman-teman yang di sampaikan secara langsung yang tidak dapat saya sebutkan satu-satu.

"Sayangilah apa yang ada di bumi niscaya yang di langit akan menyayangi " Hadis tersebut mengajak kita untuk bisa menyayangi semua maklhuk Allah yang di bumi. Dan akupun bisa merasakannya..Allah menyayangiku dengan mengirin banyak teman dan saudara. 

Lalu bagaimana kita menyikapi hari lahir kita?

Hal terpenting adalah kita mensyukuri apa yang telah Allah berikan pada kita, Instropeksi diri setelah sekian tahun kita jalani hidup itu akan lebih bermakna dari pada menyikapi dengan kegiatan bersenang-senang. Bebagi adalah moment terpenting dalam kita mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Berbagi tidak harus dengan harta benda tapi semampu kita, Sesuatu yang beranfaat untuk orang lain bisa kita berikan. Senyum adalah yang ringan di lakukan namun penuh makna.Maka berusahalah untuk selalu tersenyum pada orang lain agar bisa beri kedamaian bagi sesama.

Alhamdulilah buku Antologi  dengan judul “Mencermati Potret Pendidikan Era 4.0” yang insyaAllah terbit di bulan ini adalah kado indah yang kudapati setelah mengikuti pelatihan guru menulis bersama PB PGRI. Berharap segera menyusul karya buku antologi yang lain serta berharap banyak ditahun ini buku solo bisa selesai dan  terbit hingga memberikan manfaat bagi orang lain. Terimakasih bu Siti Fatimah, Bu Arnita dan Bu lutfiah yang berkenan untuk mengajak untuk berkolaborasi. Semoga kedepan kita bisa selalu menjalin kerjasama yang baik. Terimakasih Kang Encon yang telah dampingi kami dalam menelesaikan naskah buku antologi ini.


Di hari ini juga ada agenda Penilaian Prestasi Kepala Sekolah, Alhamdulilah atas perjuangan beliau Ibu Kepala Sekolah serta bantuan bapak ibu guru serta karyawan karyawati SD N Karanganyar acara berjalan lancar dan tingal menunggu hasilnya. Semoga hasilnya sesuai yang di harapkan yaitu hasil yang terbaik. Aamiin.



Harapan dan doa semoga sisa umur yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Maaf untuk suami dan anak-anakku atas waktuku yang tidak bisa seperti dulu. Terimakasih atas semua dukungan dan doanya. Semoga aku bisa seperti yang kalian harapkan. Aamiin




Salam Literasi 

Salam guru Blogger Indonesia

Gunungkidul,27 Agustus 2020


Senin, 24 Agustus 2020

Kecantikan Hanya milikNya


Oleh: Sumarjiyati,S.Pd.I
Sinar mentari terbit di ufuk timur, suara 
burung lovebird di samping rumah terdengar berkicau sangat merdu,  angin berhembus mengantarkan diri tuk lalui hari dengan semangat baru 
Kulihat halaman depan rumah bunga cantik menghiasi disana.

Ya rabb begitu besar karuniaMu... Sungguh waktu duha ini adalah duha Mu, kecantikan ini kecantikanMu, keindahan ini keindahan milikMu, kekuatan ini kekuatan milikMu, kekuasaan ini adalah kekuasan milikMu dan perlindungan ini perlindungan dariMu.

Ya Allah jika rijkiku masih di langit turunkanlah, jika masih di dalam bumi keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah. Dengan keberkahan waktu duhaMu dan kecantikanMu,keindahanMu,kekuatanMu serta kekuasanMu dan karuniakanlah padaku sebagaimana telah engkau karuniakan pada hamba- hambaMu yang solih.Wahai Rabbku,ampunilah aku,rahmatilah aku dan terimalah taubatku. Sungguh Engkau zat yang maha  menerima taubat dan dan maha pengasih.aamiin

Awali pagi dengan melaksanakan salat duha karena begitu banyak manfaatnya.Diantaranya :
1.Allah akan mengampuni dosa-dosa kita
2.Memiliki rumah di syurga.
Sabda Rasul: Barangsiapa yang melaksanajan salat duha sebanyak 4 rokaat dan 4 rokaat sebelumnya maka ia akan di bangunkan rumah di syurga.( Sholih al jami no 634)
3.wajah terlihat lebih cerah dan awwt muda
4.Pahala yang sama dengan sedekah
5.Di limpahkan rijki dan di cukupkan hatinya
Sabda Rasul: "
Wahai anak Adam,janganlah engkau luput dari 4 rokaat di awal harimu,niscaya Aku akan cukupkan untukmu rijki di sepanjang hari itu" ( H.R.Ahmad)
Begitu luar biasa balasan yang akan Allah berikan pada hamba-hambanya yang melaksanakan salat Duha.

Maka mulai  pagi nan cerah ini ayuk segera tunaikan salat Duha. Agar segala aktivitas kita di hari ini berjalan dengan lancar dan membawa manfaat.

Salam literasi salam guru blogger indonesia.
Tetap semangat..
Gunungkidul, 08.00 WIB

Minggu, 23 Agustus 2020

Permata Hati

Setiap pasangan suami istri selalu berharap bisa memiliki keturunan. Tidak jarang orang mengharapkan kelahiran seorang putra dari hasil pernikahannya dengan banyak tantangan, melalui berbagai usaha. Namun karunia terbesar yang dapat kami rasakan setelah satu tahun lebih 3 bulan usia pernikahan kami, Allah pun sayang kepada kami  Allah mepercayakan amanah kepada kami untuk memiliki seorang putra. Maha besar Engkau ya rabb atas segala nikmat dan karuniaMu terimakasih ya rabb.

Setelah detik-detik menegangkan akhirnya  pada hari Ahad, 23 Agustus tahun 2020  tepat pukul 23.23 WIB. Kau lahir ke dunia ini. Setelah melalui perjuangan beberapa jam lahir secara caesar dengan berat badan 35 Kg.

Alhamdulilah Allah mengirimkan malaikat kecil di tengah keluarga kami. Besar harapan semoga kelak jadi anak yang sehat, pintar, solih dan selalu bermanfaat untuk orang lain.
Selamat datang baby selamat datang permata hati senyum kebagiaan menyambutmu dengan sejuta harapan kelak kau bisa menjadi tabungan keluarga dunia akhirat.
Bimbing kami ya rabb untuk jadi orang tua yang mampu mendidiknya, menjaganya serta mampu mengantarkanNya sampai JannahMu.Aamiin

Gunungkidul,23 Agustus 2020 : 24.00.WIB

Kamis, 20 Agustus 2020

Mengapa Guru Harus Menulis

 

MENGAPA GURU HARUS MENULIS


Oleh : Sumarjiyati,S.Pd.I

 

Sesungguhnya tidak ada alasan bagi guru untuk tidak bisa menulis. Apakah alasan keterbatasan ilmu, waktu, media, uang atau lainnya yang dianggap menjadi penghambat.Jika alasan karena kesibukan padahal  waktu yang ada tersedia 24 jam dalam sehari semalam itu sama bagi semua orang.Tinggal bagaimana kita memanfaatkan waktu yang ada itu untuk menulis.Beberapa alasan mengapa guru harus memiliki kemampuan menulis. Pertama, dunia guru adalah dunia literasi : membaca, menulis dan mengajar. Guru yang mampu menulis dengan baik, maka ia adalah pembaca dan pendengar yang baik.Tulis apa yang kita lakukan lakukan apa yang kita tulis.Itu hal yang harus kita lakukan setiap hari dalam lingkup kerja kita. Guru penulis memiliki keilmuan yang terbarukan (renewable) sehingga tampil sebagai guru profesional sejati.Dan akan mampu membawa peserta didik kepada kemajuan zaman yang akan mereka lalui.

Kedua, adanya tuntutan pengembangan diri guru dalam kemampuan menulis. Mereka  yang hendak mengajukan kenaikan pangkat harus membuat publikasi ilmiah atau karya inovatif. Mau tidak mau seorang guru harus memulai menulis.Banyak yang bisa di lakukan guru untuk pengembangan diri tersebut.bisa dengan menulis artikel ilmiah, artikel popular, jurnal,best practis  ataupun PTK.Ketentuan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) No. 16 Tahun 2009 tanggal 10 November 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Ketiga, menulis adalah kemampuan dasar bagi manusia yang ingin hidup “1000 tahun” lagi. Gajah mati meninggalkan gading manusia mati meninggalkan karya( tulisan).Perhatikan para penulis-penulis yang telah meninggal namun karya-karyanya masih kita jumpai sampi saat ini. Jika kita bicara maka suara kita hanya akan di dengar oleh seisi ruangan saja namun jika kita menulis maka gemanya sepanjang masa,seantero jagat akan mengenal kita akan membaca tulisan kita. Pada hakekatnya manusia adalah makhluk literasi. Satu-satunya makhluk yang dianugerahi akal dan pikiran sebagai senjata menjalani kehidupan sebagai khalifah fil ard. Akal itu akan berfungsi dengan baik bahkan bisa power full manakala kemampuannya terus ditingkatkan dengan membaca dan menulis dalam mengurai dan menyelesaikan masalah (problem solving).Pesan ini juga dapat kita jumpai dalm Al-Quran Surat Al-Alaq yaitu membaca  (iqro’) dan menulis  (qolam)

Hasil gambar untuk q.s al-alaq ayat 1-5

Artinya :

1.      Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan

2.      Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah

3.      Bacalah ,dan Tuhanmulah yang mulia

4.      Yang mengajar (manusia ) dengan pena

5.      Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.


Dari ayat-ayat tersebut kita dapat ambil pelajaran agar kita mebaca dan menulis.Jadi jells di sini dengan kita membaca dengan kita menulis maka kita akan dapat mengenal dunia.

Keempat, menulis adalah kebiasaan yang menyehatkan jiwa, karena menulis adalah makanan ruhani. Dengan kata lain kebiasaan menulis akan menciptakan keseimbangan tubuh manusia, karena manusia tercipta dalam dua dimensi, dimensi ruhani dan jasmani. Selama ini banyak orang yang memperhatikan makanan kebutuhan jasmani namun mengabaikan makanan kebutuhan ruhani. Dengan menulis ide dan pemikiran seseorang akan lebih mudah dipahami dan lebih abadi dalam kenangan.Dengan menulis maka kita akan mampu mengeluarkan apa yang kita rasa kita bisa ungkapkan dalam bentuk tulisan dan itu akan bisa membuat kita Bahagia.Jika hati Bahagia maka Tindakan yang muncul pun akan membawa dampak positif dalam diri kita.

Kelima, pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti internet akan sangat mendukung dalam membangun personal branding guru-guru. Media social seperti Fasebook,WA,Twiter,IG,Blog,misalnya akan dengan mudah menyebarkan informasi dan gagasan yang dimiliki oleh guru kepada khalayak ramai tidak saja dalam cakupan lokal dan regional tetapi merambah ke ranah global (internasional). Media sosial bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan pengembangan kemampuan menulis guru-guru.Dari media social itu kita bisa ngobrol dengan teman dan hasil dari obrolan kita tersebut bisa kita jadikan sebuah tulisan.Jika tulisan tersebut gabungkan menjadi sebuah kalimat dan kalimat-kalimat itu bisa   kita  kembangkan menjadi sebuah paragraf yang runtut maka akan tercipta sebuah tulisan yang bagus dan dapat di nikmati oleh pembaca.Tentunya tulisan kita  bisa bermanfaat untuk orang lain.

Biasakan kita menulis setiap hari.

Lalu bagaimana seseorang bisa menulis setiap hari?

Menulis satiap hari butuh skill dan triknya.  Bagi orang-orang yang bisa menulis setiap hari suprise bangeet. Ada seorang penulis yang menerbitkan buku tapi bukan karyanya sendiri, dia membayar orang lain untuk menulis dan kemudian diakui sebagai karyanya. Seorang penulis profesionalpun ternyata tidak menulis setiap hari. Yang menulis adalah orang lain atau ghost writyernya.  Inilah adalah efek dari sesesorang yang hanya ingin menerbitkan buku. Dia akan bergantung kepada orang lain. Berbeda dengan orang yang mengasah kemampuanya dengan menulis setiap hari, tanpa memikirkan bukunya diterbitkan atau tidak. Ketika seseorang yang tidak mempunyai kemampuan untuk menulis buku, tapi dia mengasah keterampilannya dengan terus menerus dia akan mudah untuk dapat menerbitkan bukunya.

Pembiasaan kita menulis harus di mulai dengan, kata 'WHY' -nya terlebih dahulu.

Kenapa kita perlu menulis setiap hari? Seperti kata pepatah “Alah Bisa, Karena Biasa.” Jadi, orang yang terbiasa melakukan sesuatu akan mahir dalam melakukannya. Contoh, Ibu dan bapak guru  suka menasihati anak didiknya agar membiasakan diri untuk melakukan sesuatu. Tujuannya apa? Untuk membuat anak didik itu mahir melakukannya. Demikian pula halnya dengan menulis. Jika kita melakukannya setiap hari, maka kita akan menjadi mahir menulis.Awalnya terpaksa kemudian dipaksa oleh keadaan dan menjadi bisa akhirnya menjadi terbiasa dan menjadi mahir.

Kenapa guru tidak bisa menulis?padahal temanya adalah bidang yang dikuasainya dan biasa diajarkan kepada anak didiknya Karena,pertama: para guru terbiasa bicara. SETIAP HARI BICARA. Namun, tidak terbiasa MENULIS. Maka dari itu, kita perlu SETIAP HARI MENULIS. Agar kelak kita jadi terampil menuangkan gagasan bukan hanya melalui lisan saja. Melainkan juga dalam bentuk tulisan.

Yang kedua, kenapa kita perlu menulis setiap hari. Karena menulis setiap hari itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh kita, juga jiwa. Jadi, nanti kalau kita sudah terbiasa menulis. Melihat apapun, selalu ingin menerjemahkan apa yang kita lihat itu kedalam bentuk tulisan. Dan itu terjadi secara refleks saja. Begitu pula ketika kita merasakan sesuatu.

Orang yang tidak terbiasa menulis, bisa saja memendam perasaan itu. Atau butuh seseorang yang mau mendengarnya. Padahal, belum tentu ada yang mau dengar. Tapi jika dia terbiasa menulis, maka dia selalu punya teman untuk mencurahkan perasaannya. Caranya yaitu dengan selembar kertas dengan pena kalau dulu. Kalau sekarang, tinggal ambil smart phone maka kita bisa mencurahkannya disana.Sering kita dapati status status di wa ataupun di media sosial lainnya.Itu sekedar untuk bisa mencurahkan perasaan yang di alami. Sebenarnya tulisan-tulisan itu bisa di jadikan sebuah tulisan dan di kembangkan untuk bisa jadi sebuah paragraph dan bentuk tulisan yang Panjang.

Yang ketiga, menulis setiap hari itu merupakan healing remedy. Jadi, jika terbiasa menulis, kita bisa menjadi pribadi yang lebih sehat.  Kesimpulannya, kenapa perlu menulis setiap hari adalah; Karena seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk menuliskan naskah bukunya. Melainkan orang yang memiliki kemampuan untuk menuliskan sendiri naskahnya secara mandiri.

Kemampuan kita bisa  diasah dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan 1 hari pun dalam hidup kita TANPA MENULIS.Jadi Jika Anda sungguh-sungguh ingin menjadi penulis handal; mulai sekarang, berkomitmenlah untuk menulis setiap hari. Seberapa banyak? Kalau bisa , 1 hari 1 artikel. Nah kalau ukurannya jumlah artikel, berarti tidak ditentukan jumlah katanya. Kalau jaman dulu kalau kita mau mengirim artikel ke koran, itu ada ketentuan jumlah kata. Hal itu membuat penulis pemula kesulitan. Karena bukan hal yang mudah untuk menuanggkan gagasan secara indah dengan jumlah kata yang ditentukan. Maka bagi penulis, ukurannya adalah "1 Artikel".  Artikel itu adalah Sebuah paparan yang memuat buah pikiran penulis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Begitu ukurannya.

Jadi, yang penting dalam 1 hari itu ada karya tulis kita yang "KALAU" dibaca orang lain, mereka akan memahaminya. kenapa penulis memakai kata KALAU?  Karena, belum tentu ada orang yang membaca artikel itu. Tapi jangan bersedih yang terpenting adalah tiap hari kita menulis . Ditahap belajar ini, sebaiknya kita tidak terlalu baper soal ada yang baca apa tidak. Karena kalau orang lain baca pun belum tentu feedbacknya positif. Tidak sedikit orang yang berhenti menulis karena pembacanya memberi feedback negative.Jadi yang penting menulis saja dulu. Kalau tulisannya sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang, YAKIN bakal dibaca.

Setelah membahas tentang WHY yang berhubungan proses membiasakan diri dalam menulis itu Sekarang kita bahas WHATnya.

WHAT makes you write something?  Apa yang mendorong Anda untuk menulis? Pertanyaan ini sederhana. Tapi orang yang tidak menemukan jawaban yang tepat, akan berhenti ditengah jalan. Jadi mari kita tanyakan kepada diri sendiri dulu apa yang mendorong kita menulis. dengan kata lain, apa tujuan kita menulis?

Apakah boleh tujuan kita menulis itu  menjadikan uang sebagai pendorong utama dalam menulis. Boleh saja. Tidak masalah. Tapi nanti seiring berjalannya waktu kita akan menemukan apa dorongan yang paling cocok buat kita dalam menulis.

Kedua, menulis dengan dorongan INGIN BERBAGI PENGETAHUAN. Nah, yang ini menurut hemat penulis; paling sesuai dengan jiwa pendidik seperti kita.kita tidak menjadikan uang sebagai pendorong utama dalam menulis. Boleh saja. Tidak masalah. Tapi nanti seiring berjalannya waktu kita akan menemukan apa dorongan yang paling cocok buat kita. Jika menulis karena uang, kadang kita kecewa karena penerbit menolak. Seperti diremehkan oleh mereka . Kita juga bisa kecewa jika bayarannya ternyata tidak seperti yang kita harapkan. Royalti penulisan buku misalnya. Lalu kalau menulis setiap hari Idenya dari mana? Ini pertanyaan banyak orang. Nah ini penting di sampaikan. segala hal yang bisa ditangkap oleh panca indra kita adalah sumber ide. Tinggal kita olah saja. Pegang teguh prinsip itu. Berapa banyak rangsangan yang masuk kedalam sistem panca indra dan indra ke 6 kita? Jumlah rangsangan itu TAK TERHINGGA.  Oleh kerena  itu berarti bahwa sumber ide penulisan kita bisa SANGAT banyak.

Kalahkan dua musuh dalam menulis

Menulislah dan terus menulis,tidak ada kata terlambat.Jangan kuatir tulisan kita buruk karena tulisan yang buruk dapat kita perbaiki kita edit.Bagaimana kita memperbaiki jika kita tidak menulis.maka mulailah untuk menulis.

Menulis itu sama dengan ketrampilan,jika sering berlatih maka tulisan kita akan semakin bagus.Kalahkan dua musuh  untuk dapat menulis.yaitu :

1.      Rasa takut

Agar dapat meraihnya maka  harus kita kalahkan,jangan takut tulisan buruk teruslah menulis.

2.      Rasa malas

Kadang rasa malas itu hadir kapan saja,jangan di paksakan tapi harus semangat untuk mengalahkan.saat kondisi tubuh Lelah maka istirahatlah terlebih dahulu dengan tidur,nonton film atau dengarkan musik.Setelah rasa Lelah itu hilang maka lanjutkan untuk menulis.cari waktu yang tepat. Kita harus konsisten dengan  jadwal yang sudah kita tetapkan.

 



Rabu, 19 Agustus 2020

Senjaku di Akhir Tahun 1441 H

 Senjaku di Akhir Tahun 1441 H



Oleh : Sumarjiyati,S.Pd.I

Alhamdulillahirobbilalamin tepat pukul 17.00 WIB  aku baru sampai rumah. Tak kudapati suamiku disana, namun melihat senyum putra ku.. dan kurasakan pelukannya terasa hilang lelah yang kurasa setelah seharian harus bekerja meninggalkannya. Daffa Arkanu Dzaki aku beri nama itu....berharap kelak dengan nama itu ia mampu mepertahankan diri dari segala bahaya yang menghadang, berperilaku mulia serta cerdas. aamiin ..dia yang selalu  buatku semangat dalam jalani kehidupan ini.

“Ibu aku sudah mandi lhu… ucapnya “ Alhamdulilah iya sudah wangi , senang ibuk melihatnya anak pinter, pujiku untuknya “. “ Ibu capek aku buatin jus ya..,” Akupun langsung menjawab, waah boleh-boleh..sayang “. Segera ia buatkan  jus wortel  untukku. 

 Kesibukanku seharian dengan berbagai aktivitas di sekolah yang membuat diri ini lelah hilang seketika setelah sampai di rumah melihat anak-anak ku dan sikap dan perilaku mereka. Setelah mengganti baju dan cuci muka aku segera ke belakang rumah dengan melihat pepohonan hijau dan melihat awan senja yang selalu aku rindukan , melihatnya menambah rasa tersendiri yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata kecuali rasa syukur yang teramat sangat atas segala karuniaNya.  

Jus wortel buatan putra kecilku


Matahari sedikit tertutup awan semburat warna oranye terlihat disana, MasyaAllah sungguh indah ciptaanMu ya Robb.. hari ini akhir Tahun 1441 Hijriyah dan esok adalah tahun baru 1442 Hijriah. Sambil menikmati indahnya suasana senja akupun membaca doa akhir tahun. “Ya Allah di akhir tahun ini aku memohon kepadamu..Semoga Allah melimpahkan salawat dan kesejahteraan kepada junjungan kami, Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah aku telah melanggar larangan larangan engkau pada tahun ini dan aku tidak berhenti melanggar larangan tersebut serta engkau tidak meridhoi dan tidak melupakan pelanggaran tersebut tetapi engkau telah meangguhkan azab bagiku, padahal engkau berkuasa untuk mengazabku. Engkau telah menyeru saya untuk bertobat dari perbuatan dosa, sesudah terbukti bahwa saya telah melanggar perintah engkau dan sugguh aku memohon ampun kepada engkau maka ampunilah aku dan bagi seluruh amalan ku yang telah engkau ridhoi pada tahun ini dan Engkau telah menjanjikan pahala kepada ku maka aku memohon pahala kepada Engkau Wahai Allah wahai Yang Maha Mulia yang Maha Memiliki Keluhuran dan Kemulihan, semoga Engkau menerima amalan ku dan janganlah Engkau memutuskan harapan ku kepada Engkau Wahai yang Maha Mulia Semoga Allah melimpahkan shalawat dan kesejahteraan kepada janin ramai Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.Aamiin..

Suasana senja di akhir tahun 1441 H


Damai hati dapat aku rasakan, Aku ingin orang lain juga melihat dan merasakan suasana senjaku ini, aku mulai buka status dan segera aku aploud foto yang tadi sempat aku ambil. Tanpa sengaja aku buka status adikku satu-satunya, membacanya buat diri ini ingin segera memeluknya.Ya Rabb kuatkan adikku untuk menerima segala ketentuanMu dan muliakan lah almarhum suaminya di syurgaMu. Ya..tanggal 20 Agustus tepat 3 tahun kepergianya, Aku merasa adikku sudah bisa move on. Melihat semangatnya akhir-akhir ini hati sedikit lega namun terkadang muncul ucapan yang menandakan perasaan kehilangan yang amat sangat hingga terkadang dia seperti berbicara sesuatu seperti bukan keluar dari hatinya yang lembut. Aku bisa maklumi hal itu dan hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya dan kedua anaknya.


Sebagai hambanya sekuat apapun keinginan kita namun jika Allah tidak berkenan mengabulkan maka kita hanya bisa menerimanya dengan sabar dan iklas. Pasti setiap kejadian yang menimpa kita sedih ataupun senang ada hikmah di baliknya. Hanya kepadaNyalah kita bergantung dan berserah diri. Semoga kita jumpai hari esok dengan semangat baru berkaca pada pengalaman tahun ini. Semoga Allah meridhoi setiap langkah yang kita lalui. Aamiin


Selamat datang tahun baru 1442 Hijriyah, semoga tahun baru ini kita bisa lebih baik dari tahun kemarin.

Salam literasi

Salam guru blogger Indonesia tetap semangat dalam berkarya niatkan satu untuk ibadah dan mencari RidhoNya.

Gunungkidul, 20 Agustus 2020

Senin, 17 Agustus 2020

Mentari Kan Bersinar Lagi

 

Mentari Kan Bersinar lagi

 


Oleh : Sumarjiyati,S.Pd.I

Di awal menikah Runni dan suaminya tinggal di perumahan kecil yang ada di daerah Gamping, Sleman Yogyakarta yang mereka sewa. Memilih menempati perumahan itu karena dekat dengan tempat suaminya bekerja. Alhamdulilah selama tinggal disana mereka banyak belajar tentang arti kehidupan,mereka lebih dewasa apalagi setelah mereka di karuniai anak pertama mereka.Seorang bayi mungil cantik menambah warna dalam keluarga mereka.Yaa.. mereka Bahagia dalam kesederhanaan. Hari-hari mereka lalui dengan bahagia bahkan bisa di bilang tiada cela dalam rumah tangga mereka.

“Yah… gimana tentang permintaan simbah uti untuk kita pulang dan menemani mereka di usia senja mereka?” Tanya Runni pada suaminya sore itu.  Ya ma aku sudah pikirkan beberapa hari ini dan sepertinya kita harus menuruti keinginan simbah, mereka butuh kita ma.ga pa-pa aku yang nglaju dari Gunungkidul. Insya Allah ayah siap “. Gimana menurutmu ma.. kamu setuju ga dengan pemikiran ku ?.  Aku sih nurut ayah saja..gimana baiknya yah.. “

Sejak percakapan  sore itu Runni pun sudah mulai mempersiapkan diri dan  mempersiapkan hati untuk kelangsungan kehidupannya ke depan tinggal bersama orang tuanya di Gunungkidul. Tinggal di desa tempat ia di lahirkan. Senang tentu bisa mendampingi orangtua disana. Tak tau nanti bagaimana suaminya harus berangkat bekerja dengan jarak yang boleh di bilang tidak dekat.Paliyan Yogja bisa sampai 60 km jarak tempuh. Artinya suami Runni harus menempuh jarak 120 km perhari untuk bisa bekerja.Waaw jarak yang lumayan jauh.

Hari yang di tunggu tiba Runni dan keluarga kecilnya pun sudah siap dan menyampaikan kepada orang tuanya kesiapan mereka untuk tinggal bersama orangtuanya. Keluarga besarnya pun juga sangat merasa bahagia dengan hal itu. Karena orangtua ada yang menemani. Maklum dari ke enam saudara Runni semua sudah berkeluarga dan sudah tinggal dengan keluarga masing-masing. Hanya  Runni yang belum memiliki rumah saat itu maka orangtuanya pun mengharap Runnilah yang akan tinggal menemani orangtuanya.

Semua alat-alat rumah tangga yang ada di perumhan yang Runni dan suaminya sewa sudah tertata rapi untuk di bawa pulang ke rumah orangtuanya, “Bismilah semoga kedepan akan membawa kepada kebaikan ya Rabb.. doa Runni dalam hati “. Dengan di antar oleh beberapa tetangga terdekat di perumahna asri itu Runni dan suaminya berpamitan dan mohon maaf apabila selama  tinggal di komplek itu punya salah dan khilaf. Tak lupa Runni memberikan sedikit bingkisan sebagai tanda persaudaraan terhadap beberapa tetangga. Bagaimanapun merekalah yang selama ini membantu Runni selama tinggal di komplek perumahan itu. Mereka sudah seperti keluarga sendiri.

Keluarga di Gunungkidul pun menyambut kedatangan Runni dan keluarga kecilnya dengan penuh harap Runni dan keluarga kecilnya bisa bahagia tinggal disana. Begitu pula orang tua Runni sangat bahagia menyambut anak bungsunya karena memang sejak dulu berharap Runnilah yang menjaganya di saat senja. “ Terimaksih nduk kamu sudah bersedia tinggal bersama kami,aku tenang sekarang bisa setiap hari melihat cucuku disini “ ungkap mbah uti pada Runni. “ Iya mbah (panggilnya sebagai  anak Runni terhadap orangtua Runni) insyaAllah aku akan setiap saat bisa bersamai mbah disini”. Doakan ayah zafir ya mbah, agar dia mampu menjalankn tugasnya sebagai ayah dan juga di berikan kelancaran dalam menjalankan tugasnya dalam bekerja, pinta Runni pada mbah uti. “ Doaku selalu menyertai langkah kalian nak” .

Runni mulai berfikir bagaimana mengatur keuangan dalam rumah tangganya. Untuk biaya transportasi suaminya yang dulu saat tinggal di Gamping hanya butuh beberapa liter saja unuk mencapai kantor suaminya namun sekarang bisa di bilang tiap hari harus beli bahan bakar untuk motor yang di pakai suaminya tersebut.

Hari hari berlalu dan Runni serta suaminya bisa lalui kehidupan mereka dengan baik,hanya saja yang namanya perjalanan jarak jauh membuat suami Runni sedikit merasa lelah dan mudah sakit. Terpikir oleh Runni untuk bisa sedikit membantu suami bekerja, namun suami tidak mengijinkan, Runni pun minta persetujuan suami untuk buka usaha kecil-kecilan dirumah, minimal bisa untuk membantu membeli susu anak mereka. Suami Runni pun menyetujui keinginan Runni tersebut dengan alasan Runni tetap bisa di rumah menjaga anak mereka. Alhamdulilah usaha yang di jalankan Runni berjalan lancar

Seiring berjalannya waktu ada kesempatan suami Runni untuk mendaftar pamong Desa di desanya. Suami Runni pun berkeinginan untuk mendaftar dengan alasan bisa bekerja dekat dengan rumah yang akan mengurangi rasa capek yang ia alami ketika harus bolak balik kerja dari Paliyan ke Yogya. Ia pun minta pendapat saudara-saudaranya tentang hal itu tak lupa pula minta persetujuan istri tercintanya. Kakak ipar pun memberi gambaran bagaimana jika nanti bekerja sebagi pamong dan suami Runni pun bisa memahami..yaa mungkin secara materi hasilnya   tidak  sebanding saat bekerja di Yogya sebagai manajer di sebuah  Bimbingan Belajar ternama  di DIY. Namun di lihat dari sisi kenyamanan dalam perjalanan, apalagi kondisi jika sudah tua nanti pasti akan lebih nyaman bekerja yang jaraknya lebih dekat dengan tempat tinggal.

Test penerimaan perangkat pamong desa pun tiba, dan suami Runni pun siap mengikuti test tersebut, tentunya ia sudah mempersiapkan dengan banyak belajar dan berdoa untuk menghadapi ujian tersebut. Maklum Sebagai perangkat nanti harus paham tentang kondisi geografis wilayah desa dan kondisi masyarakat di desa itu. Sebagai pendatang ia harus banyak belajar dan bertanya tentang wilayah desa. Di antara 5 pendaftar yang mengikuti test perangkat pamong desa tersebut suami Runni-lah yang mendapatkan nilai  tertinggi. Alhamduliah usahanya tidak sia-sia, Ia  pun lolos dalam test tersebut.

Bekerja di linkungan yang berbeda dari tempatnya bekerja dulu suami Runni harus banyak belajar bahasa jawa yang halus  (bahasa jawa kromo inggil ), sebagai pamong desa dia tidak luput setiap hari untuk di undang di acara-acara resmi di desanya dan di tuntut untuk mampu berbahasa jawa yang halus. Suami Runni termasuk orang yang cerdas dan juga sumeh (orang jawa menyebutnya), dia bijaksana juga ramah kepada semua orang. Tak membutuhkan waktu lama dia mampu bersosialisasi di tempat nya bekerja.

3 tahun suami Runi bekerja sebagai pamong desa Allah pun memberikan kepercayaan padanya. Lahirlah anak kedua Runni yaitu seorang bayi laki-laki yang begitu ganteng. “Puji syukur ya rabb atas segala karuniaMu, ucap Runni lirih”, melihat bayi mungil dalam pankuannya.

Kebahagiaan yang Runni dan suaminya berikan ke orangtuanya ternyata Allah menggantikannya dengan  kebahagiaan lebih yang mereka rasakan semenjak tinggal bersama orang tua Runni. Kemudahan-kemudahan selalu berpihak pada mereka. Apalagi kehadiran buah hati mereka seorang bayi laki-laki. Seperti yang mereka harapkan. Suami Runni pun semakin semangat dalam melaksanakan tugasnya sebagai suami, ayah dan juga sebagai pamong desa. Di tengah kesibukannya dalam bekerja dia selalu menyempatkan waktu untuk anak-anak dan istrinya,. Setiap pekan pasti anak-istri di ajaknya jalan-jalan walau hanya sekedar di taman kota untuk makan  some sambil menikmati swasana taman yang indah. “Dan nikmat Tuhan mana yang kau dustakan “ Runni dan suaminya bersyukur atas semuanya. mereka selalu bahagia.

Hari Minggu  jadwal bersama keluarga,  namun hari itu ia tidak bisa bermain dan bercanda bersama keluarga di rumah. Ia harus menghadiri undangan untuk mengantarkan pengantin ke pihak besan, sebagai tetangga yang baik dia menghadiri pernikahan itu. Acara di mulai pukul 10.00 WIB namun karena perjalanan ke rumah besan menghabiskan waktu sekitar 1.5 jam perjalanan maka para tetangga yang dapat undangan tersebut sudah berkumpul  kurang dari pukul  08.00. “ Ma aku berangkat dulu ya.. jaga anak-anak “ pamit suami Runni kepada Runni pagi itu. “ iya yah..hati-hati ya.. “. Insya Allah  ma..”. Assalamu’alaikum ucap suami Runni setelah bersalaman dan mengecup kening Runni dan juga buah hati mereka. “ Wa’alaikum salam “, jawab Runni sambil tersenyum.

Perjalanan di laksanakan tepat pukul 08.00 WIB. Ada beberapa rombongan bis yang akan megantar saat itu. Suami Runni sebagai orang yang dituakan ia ikut di mobil pribadi dari pihak keluarga. Satu mobil di isi  8 orang. Saat itu suami Runni duduk di kursi paling belakang. Seperti mobil-mobil yang lain mobil yang di tumpangi  suami Runni pun segera berangkat. Rombongan bis dan juga mobil yang lain melaju dengan cepatnya.  Tiba-tiba mobil oleng dan terbalik.. seketika jerit seisi mobil pun terdengar ada satu anak balita di jog depan pun terdengar menangis.. Ya Allah… astaghfirullahal’adziim. Beberapa kali mobil berguling.. sampai akhirnya berhenti dalam posisi miring setelah bagian belakang mobil membentur batu besar di pinggir jalan.

Upz..  bagian depan mobil rusak parah dan juga bagian belakang serta  samping. Satu persatu penumpang di keluarkan dari mobil namun penumpang yang ada di belakang agak kesulitan. Butuh alat tetentu untuk bisa mengeluarkannya ..dan akhirnya pun semua penumpang dapat di keluarkan dari mobil dan segera di larikan ke rumah sakit terdekat.

“Halo Assalamu’alaikum.. ini mb Runni ya..! , salah seorang menghubungi Runni  pagi itu. Halo wa’alaikum salam, ya pak ini saya Runni, ada apa pak ada yang bisa saya bantu? jawab Runni. “ Begini  mbk.. mobil yang di tumpangi suami mb Runni kecelakaan, tolong mb Runni menyusul ke rumah sakit ya. Semua penumpang selamat mbk “. Bagai badan tanpa tulang, tubuh Runni seketika itu lemah dan tak sanggub untuk berdiri. Kakak  Runni mendengar kabar itu, dan segera menghampiri Runni. Segera Runni di antar oleh kakanya tersebut yang kebetulan rumahnya dekat dekat rumah Runni. Sambil menggendong si kecil Runni pun segaera berangkat. Dan semua keluarga di hubungi. 

Sesampianya di rumah sakit Runni sudah mendapati suaminya berbaring di ranjang dengan kondisi utuh tanpa luka hanya sedikit luka memar pada bagian pundak. Namun kenapa harus di pasang alat pemacu jantung.. Runni di persilahkan masuk ke ruangan tersebut, segera Runni memegang tangan suaminya, “yaah ayah yang kuat ya… ayah harus kuat ingat anak-anak kita yaah mereka masih butuh ayah.. “ Di pandangi wajah suaminya yang sepertinya menahan sakit. “Dok sakit.. katanya lirih”. Suami Runni berucap. “Berdoa ayah , astghfirullahal adzim ya Allah kuatkan suami hamba “. Runni selalu membisikkan kalimat tahlil di telinga suaminya..” sepertinya suami Runni mendengar dan mengikuti kalimat itu..

Hanya beberapa menit kejadian itu berlalu,dan.. ternyata Allah berkehendak lain.. suami Runni tidak dapat di selamatkan.

“Ayaaaaah… tangis Runni memecah suasana hening dirumah sakit itu… Innalilahi wainnailaihiroji’uuun..”

Mendengar tangisan Runni semua keluarga yang menunggu di luar ruangan pun tak kuasa menahan tangis terutama kakanya yang lebih dekat dengan suami Runni, Dia masuk dan melihat adik iparnya terbujur kaku ia pun tak kuasa menahan tangis. Ia segera menghampiri Runni,yang berada di pojok ruangan itu dalam posisi duduk namun sudah tidak bisa menangis dan hanya memandang dengan tatapan kosong. “ Te..sabar ya iklas ya..namun Runni hanya diam dan diam seperti patung. Tubuhnya yang kecil segera dipeluk kakaknya untuk sekedar bisa menguatkan Runni.

Pihak keluarga segera mengurus administrasi rumah sakit agar jenasah segera bisa di bawa pulang. Dengan Langkah ragu Runni pun segera berjalan dengan di gandeng oleh kakanya untuk segera pulang. “Seperti mimpi de.. ucap Runni.. “ dia pergi begitu saja tanpa pesan”. Kakak Runni tak henti-henti untuk mengajak Runni istighfar dan mengiklaskn semua. Serta menasehati Runni agar kuat, “ Te ingat adek  syamil ya.. tante jangan sedih begini, tante harus kuat kasihan dedek syamilnya dia butuh tante ..”  Dia harus minum ASI tante..” bujuk kaka Runni sesampainya di rumah. Namun Runni tetap tidak peduli dan masih tetap terdiam. Sedang tangis anaknya yang saat itu belum genap satu tahun, membuat hati semakin teriris-iris.

Hari-hari terasa sangat lama. Runni yang dulu ceria kini seperti bunga yang layu. Dia melakukan aktivitas seperlunya bahkan malah jarang beraktivitas mengurus diri saja seperti tidak mampu. Sedangkan anaknya yang kecil masih membutuhkan ASI seorang ibu. Saudara-saudara Runi pun selalu menasehati namun tetap Runni masih belum terbuka hatinya.ia seperti syok dengan kejadian yang mendadak itu. Siapa yang tak kan merasa kaget dan kehilangan ,kejadian yang begitu cepat merenggut nyawa suaminya itu.

 Usaha dan doa selalu saudara-saudara Runni lakukan bahkan pendampingan setiap hari selama 3 bulan kakaknya tinggal bersama Runni. Dan Allah pun mengabulkan doa-doa  yang di panjatkan. Berangsur Runni mulai membuka diri mau bercerita mau melakukan aktivitasnya sebagai ibu. Hanya terkadang disaat-saat tertentu ia masih suka melamun dan menangis. Wajar orang yang kehilngan seseorang yang ada di dalam hatinya, pasti merasa sedih dan kehilangan yang teramat sangat. Namun semua harus dikembalikan pada sang pemilik jiwa bahwa semua yang kita miliki adalah hanya titipan.yang suatu saat kita harus siap kehilangan. “setiap yang bernyawa pasti akan mati” Dan Runni pun pasrah dengan takdirnya.

Ya Rabb jika memang ini yang terbaik bagi hamba kuatkan hamba ya rabb. Tempatkan suami hamba di dekat hamba-hambaMu yang solih. Kuatkan hamba untuk mampu mengurus anak-anak kami. Meneruskan perjuangan suami hamba. Cukuplah engkau sebagai peneolongku ya Rabb “ Doa Runni yang selalu ia panjatkan. Allah lebih sayang suami Runni sehingga ia  mengambilnya dari sisi Runni.

3 tahun lebih Runni menjalani kehidupannya tanpa seorang suami sebagai single parent ia pun harus mampu segala hal. Doa dan cinta membuatnya kuat untuk menjalani kehidupanya. Allah Bersama orang-orang yang sabar. Dan Runni yaqin Allah akan selalu ada bagi hamba-hambanya yang selalu memohon pertolongan dariNya. Senyum ayu mengembang di sudut bibirnya tiap melihat anaknya yang sudah mulai tumbuh besar serta kelucuan si kecil. Alhamdulilah Allah karuniakan anak-anak yang bisa buat Runni tersenyum bahagia. Runni selalu menggantungkan hidupnya pada Allah ia pasrah dan menerima segala ketentuanNya. Pasti semua yang Allah berikan itu sudah yang terbaik untuk dirinya. Butuh proses untuk Runni bisa menerima semuanya. Berharap esok kan ia dapati secercah sinar mentari yang mampu buatnya lebih bahagia untuk  lalui kehidupanya menuju jannahNya.

Gunungkidul,16 Agustus 2020

 

Benang Rindu

Benang Rindu Merah senja membawa kisah Pada sebait kata yang menggugah Jiwa meronta karena terpisah Bukan karena tak cinta namun...