Cari Blog Ini

Rabu, 30 September 2020

Pembuatan Vidio Pembelajaran

 PEMBUATAN VIDIO PEMBELAJARAN 


Oleh : Sumarjiyati,S.Pd.I

Rabu,30 September 2020, Kelompok Kerja Guru PAI SD se DIY mengadakan webinar dengan pemateri Bp Asep Sakhban Solihin,M.Pd dari SD N Sendono Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Peserta dalam kegiatan ini ada 272 guru dari pengurus  KKG kecamatan dan pengurus KKG Kabupaten se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum pemateri menyampaikan materi pada hari ini di buka dengan berdoa di pimpin oleh moderator dan di lanjutkan sambutan oleh Bapak Bukhori Muslim selaku Kabid Pakis   DIY.

Materi dari Bapak Asep

Membuat Vidio pembelajaran bisa dengan menggunakan banyak cara namun untuk kesempatan ini akan di berikan  2 cara yaitu sebagai  berikut 


1.      Dengan Powerpoint

Langkah-langkah

1)      Tentukan topik

2)      Tentukan tujuan

3)      Buat Materi

4)      Buat slide powerpoint

5)      Rekam suara presentasi power point kita

Cara rekam suara

ü  Klik menu slide show

ü  Record slide show  

ü  Star recording

ü  Untuk menyimpan (Klik file pilih export pilih creat a video,tentukan jenis display

Creat video pilih kkata dialog pilih volder penyimpanan kasih nama.

ü  Untuk menambah bacson: klik insert klik audio pilih voulder penyimpanan music on my pc

6)      Export hasil perekaman tersebut

2.      Dengan Powerpoint + aplikasi rekam layar

Cara membuat video dengan powerpoint + aplikasi perekam layar itu,

Aplikasi perekam layar itu banyak sekali seperti ScreenOMatic, OBS, bandicam, filmora , faststone, dll. Namun Dalam webinar ini disampaikan khusus terkait penggunaan faststone capture.

Aplikasi FastStone adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk merekam layar laptop atau layar PC kita, sehingga apapun yang tampil di layar laptop kita itulah yang akan terekam dan menjadi video. Biasanya aplikasi FastStone digunakan untuk membuat tutorial-tutorial yang menampilkan langsung layar laptop, misal: tutorial desain coreldraw, tutorial desain photoshop. Dengan menampilkan video tutorial tersebut akan memudahkan orang lain dalam belajar. Aplikasi ini bisa kita gunakan untuk membuat video pembelajaran.

Cara mengambil gambar egan fastston Captur cukup mudah dapat mengambil gambar secara keseluruhan pada layar computer dapat mengambil gambar Sebagian saja.

Langkah pertama yaitu kita douwnload aplikasi Faststone, pilih yang portebel.

Ikuti petunjuk sederhana di layer untuk melihat Faststone captur. Ikon secara otomatis akan ditempatkan di layar selama proses instalasi.


Setelah dibuka, klik aplikasinya di dalam folder FastStone Capture V9.0, kemudian klik saja dan tunggu hingga aplikasi terbuka. Aplikasinya bernama “FastStone Capute.exe” 

Setelah muncul tampilan aplikasi dari FastStone, klik “Screen Recorder” dengan icon bergambar film


Untuk menyisipkan gambar pada power point







Kemudian muncul tampilan screen recorder. Klik “Record” titik warna merah




Kemudian akan muncul dua buah garis di cursore mouse kita, arahkan saja di pojok layar laptop dan kemudian klik kanan, kemudian muncul lagi dua buah garis di cursor mouse kemudian arahkan di pojok layar laptop bawah. Intinya dua buah garis ini adalah pilihan layar kita yang akan direkam, semakin besar kita mensetting layar laptop maka layar laptop yang terekam semakin besar / full screen.

Jika sudah mensetting ukuran layar yang akan di rekam, langkah berikutnya klik start sehingga layar akan merekam (akan merekam  sesuai tujuan anda merekam layar laptop anda)

Tampilan saat perekaman, jika mau mengakhiri merekam klik kotak warna hitam di pojok kanan sepeerti pada gambar berikut

Jika sudah selesai klik kotak warna merah, kemudian akan muncul tampilan apakah anda akan menyimpan (save), resume (lanjut merekam), atau batal simpan (discard).



Setelah selesai power point yang telah kita buat bisa di share lewat Youtube atau pun WAG dan media sosial lainya.

Demikian materi yang di sampaikan Bp Asep  semoga bermanfaat selamat mencoba. Terus berkarya mari buat pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Salam literasi salam 

Guru Blogger Indonesia

Gunungkidul,30 September 2020




Sabtu, 26 September 2020

Obrolan Parenting

 

Menumbuhkan  Ketaqwaan Pada Anak Ditengah kondisi School From Home



Sebenarnya wabah corona sudah ada di Indonesia dari bulan Januari namun baru pada bulan maret di ketahui secara pasti wabah tersebut sampai di Indonesia karena ada  seorang yang terjangkit oleh wabah corona di Jakarta. Akhirnya pemerintah memberlakukan untuk WFH dan setelah 3 bulan maka di pertengahan bulan Juni pemerintah memberlakukan  New normal. Dalam keadaan ini bukannya wabah sirna namun malah semakin banyak orang yang terpapar corona akhirnya di berlakukan lagi PSBB pada bulan September ini.

 

Pada awalnya kita semua kaget, terkejut bahkan kecewa terutama anak-anak kita yang tidak bisa sekolah dan bermain di luaran rumah dengan teman-teman mereka, Sebagian masyarakat kecewa dengan hal ini. Kalau keadaan  tidak di kelola dengan baik maka prestasi atau semangat belajar anak-anak akan menurun, di sini peran keluarga sangatlah penting dan yang utama adalah seorang ibu. Dalam hal ini Allah pun memerintahkan kita untuk bisa mendidik anak-anak kita dengan baik. Tidaklah akan dekat padaku orang-orang yang mengerjkan perkara wajib dan mengikuti dengan yang sunah maka aku akan dekat dan akan menyayanginya.

Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonya. Begitu pula anak-anak kita, kita harus bisa memberi contoh teladan yang baik jika ingin anak-anak kita menjadi baik.

Dalam At -Tahrim  ayat 6 di sebutkan :

أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا

يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Terjemah Arti: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Maksudnya, hai orang yang diberi karunia berupa keimanan oleh Allah, tunaikanlah tuntutan dan syarat keimanan. Maka “peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” yang memiliki ciri-ciri mengerikan. Menjaga diri dengan menunaikan perintah Allah dan menjauhi laranganNya serta bertaubat dari perbuatan yang membuat Allah murka dan mengundang azab serta menjaga keluarga dan anak-anak dengan cara mendidik, mengajarkan serta memaksa mereka untuk menunaikan perintah-perintah Allah. Seorang hamba tidak akan selamat hingga menunaikan perintah Allah terhadap dirinya sendiri dan orang-orang yang ada di bawah kekuasaannya seperti istri dan anak, serta yang lainnya yang berada di bawah kekuasaannya.

Bagaimana caranya kita untuk bisa menjaga diri kita dan keluarga kita anak-anak kita dari api neraka. Merujuk dari Q.S. Ali Imran 133-135. Ciri-ciri orang yang taqwa :

1.      Suka bersedekah

Bersedekahlah kamu di waktu lapang ataupun sempit. Sudah banyak kisah yang kita dengar bahwa dengan bersedekah maka rijki kita justru malah semakin bertambah dan berkah.

Banyak hal bisa kita ajarkan anak-anak kita dari sini. Sebagai contoh kita bisa ajarkan di setiap hari jumat membuat nasi bungkus yang dibagi-bagikan tetangga kita dengan melibatkan anak disana. Dan banyak contoh bisa kita lakukan dengan melibatkan anak-anak kita agar mereka terbiasa untuk berbagi.

2.      Menahan amarahnya

Jika kita marah berusahalah kita segera mugkin untuk membaca ta’awud dan segera berwudu, hati-hati jaga perkataan karena perkataan yang di ucapkan saat marah itu bisa jadi yang di ijabah Allah. Konon dulu ada kisah cerita seorang ibu yang memasak dan anaknya menaburi pasir dalam masakan tersebut. Apa yang ibu itu katakan dalam keadaan marah beliau mengatakan “ya Allah nak, anak pinter semoga kelak kau jadi imam di mekah”. Ternyata doa ibu tersebut di kabulkan oleh Allah Swt. Sekarang anak tersebut benar-benar menjadi seorang imam di mekah.

3.      Memaafkan kesalahan orang lain

4.      Menyukai orang-orang yang berbuat baik

5.      Mohon ampun kepada Allah

Bisa jadi anak-anak kita yang masih suka membantah atu berbuat yang tidak sesuai yang kita inginkan  itu di akibatkan oleh kesalahan-kesalahn yang kita lakulan. Maka segeralah untuk istighfar memohon ampun pada Allah Swt.

 

Ketika kita melihat banyak ayat yang memerintahkan kita untuk bertaqwa. Semua dapat kita jadikan pedoman mendidik dan mengarahkan anak-anak kita sesuai dengan yang di perintahkan Allah.

Barang siapa bertaqwa kepada Allah maka dia akan diberikan jalan keluar dan di berikan rijki dari arah yang tidak di sangka-sangka. Banyak orang yang setelah bertaqwa ekonominya yang dulu lemah kini bida jadi maju dan berkecukupan.

 

Cara mendidik anak sesuai dengan Surat Al-Lukman ayat 13 sampai 19. Siapakah Luqman itu. Ia adalah nama hamba yang Allah jadikan Namanya menjadi nama di salah satu surat di Al-quran karena sifat beliau yang bijaksana dan taqwa yang di milikinya serta bagaimana beliau mendidik anaknya agar menjadi muslim yang setia pada Allah. Cara-cara tersebut adalah:

1.      Jangan engkau menyekutukan Allah

2.      Berbakti pada orang tua   

3.      Ketika orang tua  mengajarkan berbuat maksiat kepada Allah tidak boleh diikuti

4.      Setiap perbuatan akan mendapat balasan

5.      Mendirikan salat, amar ma’ruf nahi mungkar

6. Jangan sombong. “Dan janganlah kamu palingkan mukamu di dunia ini karena sombong/membaggakan diri”

7.       Lunakkan suaramu, bersikap tawadu’lah.

Anak adalah peniru yang ulung. Jadi kita harus berhati-hati dalam bertindak dan berucap. Usahakan jangan berantem dengan pasangan di hadapan anak-anak kita. Banyaklah bertaubat.

Jangan kita berlaku dzolim :

1.      Dzolim pada Allah

Perhatikan tauhidnya, menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan.Cara cinta pada Allah yitu dengan dekat kepadaNya. Tiap anak bisa melakukan sesuatu, sampaikan itu kepada anak bahwa itu karena Allah.

2.      Dzolim pada orang lain

3.      Dzolim pada diri sendiri

Sebagai orang tua kita berkwajiban untuk bisa menjadi ibu yang baik, memberi nama yang baik,berikan endidikan yang terbaik.Jika ingin anak-anak kita baik maka kita harus berbuat baik terlebh dahulu.Tanamkan ke anak  bahwa Allah selalu mengawasi kita dan semua perbuatan kita akan di minta pertanggungjawabannya kelak. Kita harus bersikap tegas. Ingat tegas tidak berarti keras.

Dimana saja kita berada usahakan bisa memberi warna bukan di beri warna. Ajak orang lain untuk berbuat baik cegah untuk berbuat mungkar.

Selanjutnya cara mendidik dari versi ibunya Maryam (hanna)

Saat masih dalam kandungan Ibu Maryam bertekad dan berdoa “ Ya Allah aku bertekad bahwa anak dalam kandunganku ini kelak jadi anak yang mengabdi kepadaMu, menjadi penolong agamaMu. Dan Allah pun mengabulkan doa Ibunya Maryam. Maryam menjadi seorang wanita yang taat dan solihah wanita yang terbaik pada saat itu.

Cara mendidik  Hanna ( Ibu Maryam)

1.      Bertekad.Jadi apapun anak-anak kita yang terpenting anak-anak kita kokoh akidahnya

2.      Memberi nama yang baik

3.      Mendoakan

4.      Pengasuh yang baik ( Sekarang kita carikan guru/sekolah terbaik)

5.      Memberikan makanan yang halal

Itulah cara-cara pendidikan anak sesuai yang di contohkan dalam Al-Quran. Semoga kita mampu menjadi orang tua yang mampu mendidik anak-anak kita denagn sabar hingga bisa menjadikannya anak-anak yang solih solihan anak-anak yang dapat menentramkan hati penyejuk jiwa dan manjadi tabungan kita di akhirat kelak.

Peran paling besar di masa pandemi ini  adalah orangtua. Jadilah orang tua yang taqwa jika kita menginginkan anak-anak kita taqwa. Cara mengasuh mereka petama perhatikan tauhidnya tanamkan segala sesuatu yang di lakukan hanya untuk Allah. Manfaatkan moment moment indah bersama buah hati kita. Kita bisa prioritaskan antara pekerjaan dan Pendidikan anak-anak kita. Menurut mbk oki moment Bersama anak tak kan terulang lagi jadi sebisa mungkin kita untuk mengatur yang terbaik antara anak dan pekerjaan agar semua bisa berjalan dengan lancar. Jangan hadapi kondisi ini dengan stress.

Betapa maha baiknya Allah yang telah memberi kepercayaan pada kita kesempatan untuk bisa memiliki seorang anak kita perlu syukuri hal itu karena banyak di luar sana  orang yang tidak bisa memiliki seorang anak. Maka hal yang perlu kita lakukan adalah  terus mencari ilmu bagaimana cara terbaik untuk mendidik anak-anak kita.Kita harus punya panduan selalu minta pertolongan Allah agar kita mampu untuk bersabar dengan  segala yang di miliki anak-anak kita yang sangat beragam. Doa dan ihtiyar maximal semuanya kita serahkan pada Allah. Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak yang solih solihah. Aamiin

 

Salam sehat

Salam literasi

Salam guru blogger Indonesia

Sumarjiyati,S.Pd.I **Gunungkidul, 27 September 2020

Selasa, 22 September 2020

GATOT

 Gatot Gunungkidul


Oleh : Sumarjiyati,S.Pd.I

Di awal kehamilan anak keduaku, aku rasakan lain dari kehamilan anak pertamaku dulu. Setiap aku melihat nasi dan makanan lainnya rasa mual langsung makin menjadi. Badan terasa lemas dan seperti malas untuk beraktivitas. Bagaimana tidak setiap makan apapun aku selalu merasa mual dan langsung muntah. Melihat keadaanku tetanggaku tidak tega dan suatu ketika beliau datang ke rumah dengan membawakan aku degan (kelapa muda) dan singkong rebus. Sedikit selera makanku bertambah aku makan singkong rebus yang beliau bawakan untukku tadi. Alhamdulilah satu dua potong aku makan aku tidak merasakan mual sama sekali. Senang rasanya bisa makan namun tidak langsung keluar.

Dari sana aku bayangkan untuk bisa makan gatot. Salah satu  makanan yang terbuat dari singkong ini menggugah selera makanku. Makanan Ini mengandung karbohidrat dan banyak gizi. Tentu saja jika aku makan makanan ini maka sudah bisa menggantikan makan nasi. Artinya aku bisa mendapatkan kekuatan untuk bisa beraktivitas. Banyak kerjaan yang tertunda dengan kondisiku itu, tak heran jika aku makan singkong dan gatot aku mempunyai kekuatan untuk bisa beraktivitas jadi pekerjaanku bisa aku selesaikan dengan lancar.

Sejak saat itu aku selalu mengkonsumsi singkong, tiwul, gatot, ubi serta buah saja sampai usia kandunganku memasuki bulan ke enam aku tidak makan nasi sama sekali. Apalagi makan  nasi, melihat dan mencium aromanya saja sudah tidak kuat. Baru memasuki bulan ke tujuh usia kehamilanku aku sedikit mulai makan nasi. Aku nikmati keadaan kehamilanku ini dengan iklas.  Setiap bayi dalam kandungan membawa keadaan yang berbeda-beda.

***

Baiklah disini aku akan sampaikan tentang makanan khas dari Gunungkidul ini yaitu gatot. Gatot cocok di makan saat suasana santai, makanan khas Gunungkidul satu ini bisa juga di jadikan  untuk oleh-oleh. Dengan kandungan karbohidrat yang tinggi maka dengan makan gatot dapat menunda lapar. Gatot bisa di variasi  dalam dua varian rasa. Bisa dengan di kukus beri parutan kelapa muda serta di taburi gula, bisa juga di masak dengan di goreng beri bumbu  bawang putih dan garam. Lalu bagaimana proses pembutan gatot?. Proses pembuatannya sangatlah lama. Sebanding dengan proses pembuatannya rasa dari gatot ini pasti tidak mengecewakan. Rasanya yang kenyal dan gurih membuat memakan makanan satu ini mempunyai sensasi tersendiri.

Sebelum jadi gatot kita akan buat gaplek terlebih dahulu.

Cara Membuat Gaplek Singkong

Terlebih dahulu kita membuat gaplek sebelum menuju cara membuat gaplek gatot. Proses pembuatannya sangat mudah namun membutuhkan waktu yang cukup lama dan harus memiliki ketelatenan. Bahan yang diperlukan hanyalah ketela pohon. Hal yang perlu diingat, terdapat dua jenis gaplek.

Gaplek berwarna hitam, warna ini didapatkan dari proses fermentasi jamur dan bakteri. Singkong dibiarkan di luar rumah siang, malam, panas ataupun hujan. Jenis ini yang dipakai untuk gatot.

Gaplek berwarna putih, singkong dijemur namun tidak sampai mengalami fermentasi. Prosesnya benar-benar dijaga sehingga hasilnya bersih. Tipe yang satu ini nantinya akan dijadikan tiwul ataupun tepung singkong.

Membuat gaplek hitam untuk gatot, hal pertama kita kupas singkong kemudian potong menjadi lebih kecil agar cepat kering. Jika ada singkong dengan daging berwarna biru keunguan sebaiknya dibuang karena biasanya beracun. Rendamlah dalam air lalu cuci hingga bersih.

Jemur singkong di bawah sinar matahari langsung. Jika tidak hujan, siramlah singkong secara merata setiap pagi. Siram sedikit saja tidak sampai membuatnya terlalu basah.

Penjemuran dilakukan sekitar 5 sampai 7 hari sampai daging singkong berubah menjadi kehitaman dan teksturnya mulai kering. Hampir selesai dalam cara membuat gaplek, tinggal diangkat kemudian disimpan. Saat singkong sudah berbentuk gaplek, singkong menjadi tahan lebih lama, tidak perlu terburu-buru untuk mengolah.

Untuk selanjutnya proses pembuatan gatot bisa di lakukan.

Bahan membuat gatot

Yang perlu disiapkan hanyalah gaplek sebagai bahan utamanya, kelapa, gula serta garam. Kita sendiri dapat membuat gaplek dengan cara di atas maupun dengan membeli gatot instan. Singkong kering ini bisa didapatkan di daerah Wonosari, Gunungkidul dan sekitarnya.

 Siapkan bahan untuk membuat gatot:

ü  Gaplek 500 gram

ü  Kelapa ½ butir, diparut

ü  Garam secukupnya

ü  Gula sesuai selera

ü  Bawang putih ( jika ingin buat yang varian rasa asin dan di goreng)

Cara Membuat Gaplek Gatot

1.      Terlebih dahulu rendamlah gaplek kering ke dalam air selama kurang lebih 2 sampai 3 hari

2.      Ketika teksturnya mulai lunak terlihat kenyal, angkat kemudian potong tipis sekitar ½ cm.

3.      Kukus selama 30 menit hingga matang.

4.      Kemudian tata gatot di atas daun pisang lalu beri taburan kelapa parut, garam dan gula sesuai selera

5.      Untuk gatot yang di goreng setelah di kukus di diamkan agar dingin dulu baru kemudian di beri bumbu bawang putih dan garam setelah itu di goreng.

6.      Gatot siap dihidangkan

Cara membuat gatot singkong telah selesai, paling enak di sajikan dan di makan dalam keadaan hangat. Jajanan satu ini paling enak dijadikan camilan ketika bersantai. Rasanya kenyal dengan aroma khas dari proses fermentasi. Mantap juga disajikan bersama dengan teh manis.

Gatot memiliki ciri khas dengan perpaduan rasa gurih dengan sedikit rasa manis maupun asin. Teksturnya yang kenyal ditambah dengan sedikit kasar dari parutan kelapa menambah citarasa tersendiri saat memakan gatot.

Mengonsumsi gatot dapat membuat perut terasa kenyang yang dapat bertahan lebih lama. Karena pencernaan membutuhkan waktu yang lama untuk mencerna gatot. Saat ini memakan gatot semakin lebih mudah karena kita tidak perlu repot-repot mengikuti proses pembuatannya yang cukup ribet dan lama. Jika berkunjung ke Yogyakarta tepatnya di Gunungkidul kita  bisa membeli di toko “gatot dan tiwul yu tum”

 Dengan alamat : Jl. Pramuka No. 36, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul 55812, Daerah Istimewa Yogyakarta


Gatot manis ( kukus )

Gatot asin ( Goreng)

Dengan dua varian rasa kita tinggal pilih sesuai selera kita, dua-duanya begitu enak dan gurih. Selamat mencoba !

Gunungkidul 23 September 2020

Minggu, 20 September 2020

Jin Ular Hijau

 

JIN ULAR HIJAU


Oleh : Sumarjiyati,S.Pd.I

Suara kokok ayam memecah kesunyian dini hari, Bu Darmi segera menyibakkan selimut dan bergegas bangun untuk segera tunaikan salat dan menyiapkan masakan untuk keluarganya. Hal yang selalu ia lakukan sebelum ia beraktivitas ke sawah yaitu menyiapkan menu makanan di rumah. Dengan begitu ia tidak lagi memikirkan untuk segera pulang ke rumah saat bekerja di sawah. Pikiran tenang bekerja pun lancar. Biasanya Bu Darmi pulang saat hari hampir menjelang duhur kemudian pergi kesawah lagi setelah jam asar .

Keluarga Bu Darmi termasuk keluarga yang sederhana suami yang bekerja serabutan dan jika tidak ada yang memintanya bekerja ia membantu istrinya bekerja di sawah. Bu Darmi memiliki empat orang anak dua putri dan dua  lainya putra. Untuk bisa menyekolahkan putra dan putrinya memang Bu Darmi dan suaminya perlu kerja keras. Bu Darmi dan suaminya hanya mengandalkan hasil panen dan hasil  suaminya bekerja yang tidak menentu. Keadaan itu kadang membuat suami Bu Darmi berpikir bagaimana agar mendapatkan uang yang banyak, panen yang melimpah hingga apapun yang ia inginkan dengan mudah ia dapatkan.

Sawah Bu Darmi memang tidak begitu luas di bandingkan dengan tetangga-tetangganya namun itulah harapan satu-satunya untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Apapun dan seberapapun hasilnya Bu Darmi tetap sabar menerimanya. Suatu ketika saat Bu Darmi bekerja di sawah bersama suaminya merasa sangat lelah dan Bu Darmi berpamitan untuk pulang lebih dulu. “ Pak..aku pulang dulu ya, badanku kok tidak seperti biasanya,aku mau istirahat sebentar di rumah barangkali nanti membaik”. “ iya mak pulang dulu sana ! aku mau meneyelesaikan ini dulu tanggung, sebentar juga selesai “. Jawab suaminya .

Bu Darmi pun bergegas pulang sedangkan suaminya tetap melanjutkan bekerja mencabuti rumput-rumput yang tumbuh di antara tanaman padi miliknya. Seketika Pak Warno suami Bu Darmi di kejutkan dengan ular hijau yang melintas di depanya. Ya Allah..sentaknya kaget. Pak warno pun tanpa sadar meloncat untuk menghindari ular itu. Huuuf  Pak Warno tarik nafas panjang. Beruntung Pak Warno tidak jatuh. Ia pun segera ambil minum yang di bawakan istrinya tadi pagi,  air putih yang ia teguk bisa sedikit menenangkan dan menghilangkan rasa kaget yang baru saja ia alami.

Pak Warno masih duduk dan belum juga melanjutkan bekerja. Pak warno melihat lihat di sekelilingnya namun ia tidak menemukan ular tadi, tentu saja tidak ia temukan barangkali ular tadi sudah pergi dan menyelinap di rerumputan. Padahal rencana Pak Warno hari ini pekerjaannya harus kelar agar esok sudah bisa malakukan pekerjaan yang lain. Pak warno terasa enggan untuk bangkit dan melanjutkan kerjaanya ia masih teringat ular hijau tadi. Pak warno pun memutuskan untuk segera pulang saja . Sembari membereskan alat-alat yang ia dan istrinya bawa tadi pagi ia juga masih memperhatikan di sekelilingnya apakah ular tadi masih bersembunyi disana. Selesai membereskan alat-alat Pak Warno pun dengan mempercepat langkahnya agar segera sampai di rumah.

“Mak,mak…” panggil pak Warno pada istrinya. Bu Darmi pun kaget saat mendengar suaminya berteriak. “ Iya pak aku di sini, kenapa bapak teriak-teriak to,” ada apa? tanya Bu Darmi.  “kok bapak sudah pulang?” Pak Warno pun menceritakan apa yang ia alami. “Halah bapak ini kayak anak kecil saja, melihat ular melintas kok takutnya begitu hebohnya”.  Sudah-sudah ganti baju sana bapak ikut istirahat sini atau bapak mau makan saja dulu”. “Mamak ga tau sih bagaimana ula itu menatapku”. Kata Pak Warno. “Walah bapak ini ada-ada saja. Sudah sana ganti baju dulu”. Bu Darmi seperti keheran-heranan melihat tingkah suaminya.”Ya mak.. aku ganti baju saja dulu belum lapar nanti saja bareng sama mak”.

 Adzan duhur berkumandang. Bu Darmi pun segera bangun dari tidunya, badanya sudah sedikit enak setelah satu jam bisa merebahkan tubuhnya di dipan kecil yang berada di ruang bagian depan rumahnya. Ia dapati suaminya juga tidur di tikar di  dekat pintu di ruangan yang sama. “ pak pak bangun sudah adzan duhur “ suara Bu Darmi membangunkan Pak Warno suaminya. “ Sebentar mak, aku masih lelah “. Sambil membalikkan badan Pak Warno tidak segara bangun. Memang pak Warno tidak begitu rajin dalam beribadah istrinya yang selalu mengingatkan dan mengajak pak Warno agar selalu melakukan salat  namun Pak Warno kadang masih enggan melakukannya.

 Dalam tidur siangnya Pak Warno bermimpi sepertinya ular yang di sawah tadi datang lagi dan masuk ke dalam rumah. Dalam mimpinya ular itu mengatakan sesuatu pada pak Warno. “Hai kamu,mau tidak jika panenmu bisa melimpah “? Tanyanya pada pak Warno. Pak warno sontak kaget dan bangun dari tidurnya. Ia melihat sekelilingnya, tidak ada ular disana lalu siapa yang bicara tadi. Masa ular bisa bicara pikirnya. Ia pun bangkit menuju kamar mandi dan segera cuci muka. Yaa hawa panas yang ia rasakan sedikit sejuk ketika ia membasuhkan air ke mukanya.

Tanpa ia sadari ia menatap pada atap kamar mandi. Begitu kagetnya, disana ada ular hijau yang ia lihat di sawah dan juga yang mendatanginya dalam mimpi tadi. Pak Warno pandangi ular itu, seperti tak percaya ia kucek-kucek matanya apakah penglihatannya yang salah. Tidak ternyata tidak salah ,benar ular itu ada di sana. Ssstttt sana pergi kamu, sambil pak warno melambai-lambai tanganya. Ular tetap tidak bergerak. Pak warno kemudian keluar kamar mandi bermaksud untuk mengambil kayu untuk di gunakan mengusir ular tersebut.

Kembali pak Warno masuk kamar mandi dan akan memukul ular tadi namun apa yang ia lihat, Pak Warno tidak menjumpai ular tadi. Pak warno tak habis pikir dengan apa yang ia lihat. Pak Warno di buatnya penasaran. Kejadian yang baru ia alami tadi tidak di ceritakan pada istrinya. Dalam benak Pak Warno  ia harus bisa menemukan ular itu, karena Pak Warno merasa ada yang aneh dengan ular tersebut. Untuk itu setelah ba’do asar ia akan Kembali ke sawah. Berharap ia akan menemukan ular hijau yang selalu mengikutinya itu.

“Mak,gimana badannya sudah terasa enakkan belum”? tanya pak Warno pada istrinya. “ Sudah pak”. Jawab Bu Darmi.” Kalau begitu ayo kita ke sawah lagi kerjaan kita belum kelar tadi pagi belum selesai sudah keburu pulang “. Ajak pak Warno pada istrinya. “Bapak saja yang ke sawah aku akan menyelesaikan pekerjaan rumah pak, ternyata cucian sudah  menumpuk”. Jelas Bu Darmi. “Baiklah mak, aku berangkat ya “!. “ya hati-hati pulangnya jangan terlalu sore ya ! “ Pesan bu Darmi

Sesampainya di sawah Pak Warno segera melanjutkan pekerjaannya yang tadi pagi sempat tertunda. Dalam hatinya ada perasaan was-was, perasaanya ada yang lain dari biasanya. Sampai menjelang maghrib Pak Warno masih asik dengan kerjanya ia seperti bekerja dengan kekuatan super ia tidak merasa capek sama sekali. Akhirnya Pak Warno bisa menyelesaikan pekerjaannya. Sawah sudah kelihatan bersih, tanaman padi di hadapanya sudah kelihatan menghijau lebat tanpa ada rumput-rumput yang menggannggu pertumbuhannya. Pak Warno merasa puas, sayup sayup terdengar suara memanggil namanya.

“Segeralah pulang nanti malam aku akan menyusulmu, berikan yang aku mau dan kamu akan aku beri seperti yang kamu mau. Bukannya kamu ingin hasil panenmu melimpah ? “ Pak Warno menengok ke belakang, tak di jumpai satu orang pun disana. Pak Warno melihat ular hijau itu melintas di depanya lagi, segera Pak Warno mengikutinya namun Pak Warno terlalu lambat untuk mengejarnya. Sampai pada pinggir persawahan miliknya Pak Warno berhenti. Semakin ia di buat penasaran dan ingin bisa segera menamgkap ular itu.

Pak Warno sadar hari sudah gelap ia pun ingat pesen istrinya untuk pulang tidak terlalu sore. Ia pun segera pulang. Dalam perjalanan pulang pak warno masih memikirkan tentang ular itu,tentang suara itu.  Tertarik juga pak Warno dengan kata-kata itu. Sudah menjadi keingannya sejak dulu untuk bisa panen melimpah, apa yang di minta suara itu? dia minta apa ? beberapa pertanyaan menghinggapi pikiran pak Warno. Dalam hatinya menyetujui permintaan suara itu.Sudah lama Pak Warno menginginkan panenya melimpah.

Bu Darmi sangat kwatir  dengan suaminya. Sampai adzan maghrib berkumandang namun suaminya belum juga kelihatan batang hidungnya. Sembari sesekali menengok keluar rumah Bu Darmi menunggu suaminya dengan  menyelesaikan pekerjaan rumah tangga melipat baju-baju jemurannya tadi siang. Terdegar Langkah mendekati pintu depan. “ Assalamu’alaikummak mak, buka pintunya !” Suara pak Warno jelas terdengar. “Wa;alaikumsalam pak,iya iya sebentar “. Sambil meletakkan baju yang ia lipat Bu Darmi segera membukakan pintu untuk suaminya.

Beberapa pertanyaan muncul dari Bu Darmi setelah Pak Warno sudah selesai mandi dan duduk santai di ruang tengah rumahnya. Sambil menikmati teh panas dan singkong goreng yang di sediakan Bu Darmi. Malam ini Pak Warno terasa  sangat lelah setelah sore tadi menyelesaikan mencabuti rumput-rumput liar di sawahnya. Berharap esok panennya bisa melimpah. Malam semakin larut Pak Warno dan Bu Darmipun segera istirahat. Sejak beberapa bulan terakhir Pak Warno dan Bu Darmi tidak tidur dalam satu dipan karena tidak selalu bisa tidur bersamaan.Bu Darmi kadang masih harus menyelesaikan pekerjaannya sedangkan Pak Warno sering tertidur lebih dulu di ruang tengah.

Berbeda malam itu Pak Warno tidur di kamar, setelah seharian bekerja rasanya ingin ia segera tidur dengan nyenyak.  Ia pun tidak menunggu lama untuk bisa terlelap. Dalam remang-remang ia dapati istrinya mendekati dirinya, setengah sadar ia dapati istrinya berbaring di sebelahnya. Tidak seperti biasanya. Pak Warno dan istrinya pun melakukan  selayaknya pasangan suami istri.

Mentari pagi bersinar ramah menyapa  hari nan indah. Bu Darmi memperhatikan Pak Warno dengan baik karena merasa ada yang lain dengan Pak Warno. “ Bapak ada apa kok pagi ini kelihatan fress sekali ? “. Tanya Bu Darmi pada suaminya. “Aaah mak bisa saja lhu, ga ada apa-apa mak, Cuma bapak heran, tumben semalem mamak menyusulku “. Kata Pak Warno. Bu Darmi kaget dengan jawaban Pak Warno. “Menyusul ? aku menyusul bapak ? kapan pak? Tidak pak aku ketiduran didepan televisi dan bangun-bangun sudah hampir jam 4. Aku tidak menyusul bapak.

Lalu siapa yang menyusulku semalam, apakah aku hanya mimpi. Aah sudahlah berarti aku hanya mimpi. Pikir pak Warno. Malam - malam berikutnya seperti sama Pak Warno selalu melayani istrinya dengan baik.Pak Warno semakin semangat dalam bekerja. Setiap malam ia selalu tidur Bersama istrinya. Ia heran kenapa istrinya sekarang berubah. Pak Warno pun tak mau ambil pusing ia tetap jalani kwajibanya. Suatu ketika di malam hari setelah ia melakukan kewajibanya terhadap istrinya.Ia merasa ada yang aneh ia dapati ular yang keluar dari kamarnya namun berkepala manusia. Pak Warno tercengang dengan hal itu. “Mak mak kamu mau kemana “. Tanya Pak Warno pada bayangan istrinya yang meninggalkannya.Tanpa pedulikan suara pak Warno  ia keluar dari kamar.

Pak Warno ketakutan melihat ular yang begitu besar keluar dari kamarnya. Ia pun mencari istrinya. Ia dapati istrinya tidur di dipan ruang depan dalam rumahnya. Pak Warno semakin merasa takut. Siapa yang tidur bersamnaya tadi? siapa yang berlalu meninggalkannya keluar dari kamar itu?. Pak Warno tidak tega membangunkan istrinya yang kelihatannya sangat lelah setelah seharian bekerja untuk memanen padi di sawah. Untuk musim panen kali ini sungguh di luar dugaan. Panen bu Darmi begitu banyak bahkan tiga kali lipat lebih banyak.

Di pagi hari Pak Warno dengan sedikit ragu menanyakan  pada istrinya kejadian yang hampir tiap malam Pak Warno lakukan. Bu Darmi begitu kaget karena selama ini tidak merasa tidur bersama Pak Warno apalagi sampai melakukan sesuatu. Segera Pak Warno menceritakan hal yang di alaminya. Bu Darmi tercengang dengan hal itu. Pak ada apa dengan bapak ada apa dengan keluarga kita. Pak Warno pun ingat akan suara yang di dengar di sawah waktu itu bahwa “jika kamu ingin panen melimpah maka harus menuruti keinginanku” setelah mendengar suara itu langsung ada ular yang melintas. Pak warno ingat dengan jelas kejadian itu.

Malam nanti Pak Warno akan benar-benar memperhatikan apa yang akan terjadi pada dirinya. Malam itu Pak Warno pura-pura tidur. Pintu kamar dengan pelan terbuka namun tidak di dapati ada orang yang masuk. Angin berhembus masuk  kamar dan ruangan menjadi sangat dingin. Pak warno melihat dengan tidak begitu jelas ada ular besar masuk ke kamarnya Pak Warno merinding namun tetap ia tahan rasa takut yang menyelinap dirinya. Ya ular itu perlahan berubah menjadi manusia dengan  paras cantik dengan rambut panjang terurai. Semakin merinding bulu kudu Pak Warno.

Perlahan rupa cantik berubah menyerupai wajah istrinya lalu mendekati Pak Warno. Segera Pak Warno membuka mata dan bertanya pada wanita itu. “Siapa kamu? Apa yang akan kau lakukan ? jangan mendekat ! ucap Pak Warno. Wanita itu pun tertawa, “apa kamu bilang aku tidak boleh mendekat ? kamu sudah siap  panenmu yang tiga tahun terakhir ini melimpah akan kembali seperti dulu dengan hasil yang pas-pasan. Kamu lupa dengan kata-kataku. Kenapa kamu bilang apa yang kamu alami malam-malam kita selama ini”.Ucap wanita itu.  “Hentikan hentikan semua !”.  Pak Warno dengan nada tinggi mengucapkan agar wanita itu pergi dan jangan kembali lagi. Seketika  wanita itu berubah menjadi ular dan meninggalkan kamar itu, hawa dingin yang menyelinap pun segera hilang.

Pak Warno kemudian sadar akan hal yang di alaminya. Menyesal, takut dan entah perasaan apa lagi yang membelenggu hatinya. Ia segera menjumpai istrinya ia menangis dan meminta maaf atas keteledorannya. Istrinya pun hanya bisa menangis dan berusaha memaafkan suaminya. “ Mak maafkan aku ya, aku tertarik dengan hasil panen melimpah , tidak tau jika ternyata aku harus balas dengan hal itu. Aku hanya berpikir bagaimana hasil panen kita melimpah,namun ternyata aku ambil jalan yang salah. Aku mengikuti keinginan ular itu dengan setengah sadar mak, maafkan aku ya “.

“Bapak aku maafkan pak, namun yang terpenting bapak harus memohon ampun pada Allah Tuhan yang maha pengampun dan yang kuasa atas dirikita”, ucap Bu Darmi. Jangan hanya karena kepuasaan sesaat kita keluar dari jalanNya. Setiap jiwa sudah mendapatkan rijkinya masing-masing pak, semua sudah di atur olehNya. Jadi kita tidak perlu kwatir dengan rijki kita. Bapak harus lebih dekat dengan Allah dan selalu meminta hanya padanNya jangan yang lain”.  Jika memng rijki kita masih jauh ya yang penting kita berusaha dan sabar pak.

“ Iya mak aku hilaf aku hanya ingin mendapatkan yang lebih dengan cepat, ternyata imbalan yang di minta ular itu sangat keterlaluan. Semoga aku terlepas dari kejaran ular itu ya mak. Aku ingin kembali normal “. Semoga Allah mengampuniku. Aamiin serentak bu Darmi dan pak Warno mngucapkannya.

Tanpa terasa telah tiga tahun kejadian yang menimpa pak Warno dan bu Darmi dengan panen yang melimpah.  Tidak tau apa yang akan terjadi ke depan yang jelas pak warno sudah bertaubat dan bu Darmi telah memaafkan Pak Warno. Harapan mereka, Allah mengampuni kesalahan  Pak Warno dan Allah akan selalu memberi rahmat,rijki dan apa yang di butuhkan oleh keluarga pak Warno dan bu Darmi.

Panen berikutnya ternyata keluarga Bu Darmi mengalami penurunan entah apa sebabnya,namun mereka tetap sabar dan terus berusaha serta berkeyakinan Allah akan selalu memberi rijki pada ummatnya  dengan jalanNya. Kwajiban kita ihtiyar selanjutnya serahkan pada Allah SWT apapun hasilnya kita harus bisa terima dengan iklas.

Salam literasi,Nubarmisteri September 2020

Gunungkidul.21 September 2020

Benang Rindu

Benang Rindu Merah senja membawa kisah Pada sebait kata yang menggugah Jiwa meronta karena terpisah Bukan karena tak cinta namun...