Cari Blog Ini

Sabtu, 26 September 2020

Obrolan Parenting

 

Menumbuhkan  Ketaqwaan Pada Anak Ditengah kondisi School From Home



Sebenarnya wabah corona sudah ada di Indonesia dari bulan Januari namun baru pada bulan maret di ketahui secara pasti wabah tersebut sampai di Indonesia karena ada  seorang yang terjangkit oleh wabah corona di Jakarta. Akhirnya pemerintah memberlakukan untuk WFH dan setelah 3 bulan maka di pertengahan bulan Juni pemerintah memberlakukan  New normal. Dalam keadaan ini bukannya wabah sirna namun malah semakin banyak orang yang terpapar corona akhirnya di berlakukan lagi PSBB pada bulan September ini.

 

Pada awalnya kita semua kaget, terkejut bahkan kecewa terutama anak-anak kita yang tidak bisa sekolah dan bermain di luaran rumah dengan teman-teman mereka, Sebagian masyarakat kecewa dengan hal ini. Kalau keadaan  tidak di kelola dengan baik maka prestasi atau semangat belajar anak-anak akan menurun, di sini peran keluarga sangatlah penting dan yang utama adalah seorang ibu. Dalam hal ini Allah pun memerintahkan kita untuk bisa mendidik anak-anak kita dengan baik. Tidaklah akan dekat padaku orang-orang yang mengerjkan perkara wajib dan mengikuti dengan yang sunah maka aku akan dekat dan akan menyayanginya.

Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonya. Begitu pula anak-anak kita, kita harus bisa memberi contoh teladan yang baik jika ingin anak-anak kita menjadi baik.

Dalam At -Tahrim  ayat 6 di sebutkan :

أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا

يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Terjemah Arti: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Maksudnya, hai orang yang diberi karunia berupa keimanan oleh Allah, tunaikanlah tuntutan dan syarat keimanan. Maka “peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” yang memiliki ciri-ciri mengerikan. Menjaga diri dengan menunaikan perintah Allah dan menjauhi laranganNya serta bertaubat dari perbuatan yang membuat Allah murka dan mengundang azab serta menjaga keluarga dan anak-anak dengan cara mendidik, mengajarkan serta memaksa mereka untuk menunaikan perintah-perintah Allah. Seorang hamba tidak akan selamat hingga menunaikan perintah Allah terhadap dirinya sendiri dan orang-orang yang ada di bawah kekuasaannya seperti istri dan anak, serta yang lainnya yang berada di bawah kekuasaannya.

Bagaimana caranya kita untuk bisa menjaga diri kita dan keluarga kita anak-anak kita dari api neraka. Merujuk dari Q.S. Ali Imran 133-135. Ciri-ciri orang yang taqwa :

1.      Suka bersedekah

Bersedekahlah kamu di waktu lapang ataupun sempit. Sudah banyak kisah yang kita dengar bahwa dengan bersedekah maka rijki kita justru malah semakin bertambah dan berkah.

Banyak hal bisa kita ajarkan anak-anak kita dari sini. Sebagai contoh kita bisa ajarkan di setiap hari jumat membuat nasi bungkus yang dibagi-bagikan tetangga kita dengan melibatkan anak disana. Dan banyak contoh bisa kita lakukan dengan melibatkan anak-anak kita agar mereka terbiasa untuk berbagi.

2.      Menahan amarahnya

Jika kita marah berusahalah kita segera mugkin untuk membaca ta’awud dan segera berwudu, hati-hati jaga perkataan karena perkataan yang di ucapkan saat marah itu bisa jadi yang di ijabah Allah. Konon dulu ada kisah cerita seorang ibu yang memasak dan anaknya menaburi pasir dalam masakan tersebut. Apa yang ibu itu katakan dalam keadaan marah beliau mengatakan “ya Allah nak, anak pinter semoga kelak kau jadi imam di mekah”. Ternyata doa ibu tersebut di kabulkan oleh Allah Swt. Sekarang anak tersebut benar-benar menjadi seorang imam di mekah.

3.      Memaafkan kesalahan orang lain

4.      Menyukai orang-orang yang berbuat baik

5.      Mohon ampun kepada Allah

Bisa jadi anak-anak kita yang masih suka membantah atu berbuat yang tidak sesuai yang kita inginkan  itu di akibatkan oleh kesalahan-kesalahn yang kita lakulan. Maka segeralah untuk istighfar memohon ampun pada Allah Swt.

 

Ketika kita melihat banyak ayat yang memerintahkan kita untuk bertaqwa. Semua dapat kita jadikan pedoman mendidik dan mengarahkan anak-anak kita sesuai dengan yang di perintahkan Allah.

Barang siapa bertaqwa kepada Allah maka dia akan diberikan jalan keluar dan di berikan rijki dari arah yang tidak di sangka-sangka. Banyak orang yang setelah bertaqwa ekonominya yang dulu lemah kini bida jadi maju dan berkecukupan.

 

Cara mendidik anak sesuai dengan Surat Al-Lukman ayat 13 sampai 19. Siapakah Luqman itu. Ia adalah nama hamba yang Allah jadikan Namanya menjadi nama di salah satu surat di Al-quran karena sifat beliau yang bijaksana dan taqwa yang di milikinya serta bagaimana beliau mendidik anaknya agar menjadi muslim yang setia pada Allah. Cara-cara tersebut adalah:

1.      Jangan engkau menyekutukan Allah

2.      Berbakti pada orang tua   

3.      Ketika orang tua  mengajarkan berbuat maksiat kepada Allah tidak boleh diikuti

4.      Setiap perbuatan akan mendapat balasan

5.      Mendirikan salat, amar ma’ruf nahi mungkar

6. Jangan sombong. “Dan janganlah kamu palingkan mukamu di dunia ini karena sombong/membaggakan diri”

7.       Lunakkan suaramu, bersikap tawadu’lah.

Anak adalah peniru yang ulung. Jadi kita harus berhati-hati dalam bertindak dan berucap. Usahakan jangan berantem dengan pasangan di hadapan anak-anak kita. Banyaklah bertaubat.

Jangan kita berlaku dzolim :

1.      Dzolim pada Allah

Perhatikan tauhidnya, menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan.Cara cinta pada Allah yitu dengan dekat kepadaNya. Tiap anak bisa melakukan sesuatu, sampaikan itu kepada anak bahwa itu karena Allah.

2.      Dzolim pada orang lain

3.      Dzolim pada diri sendiri

Sebagai orang tua kita berkwajiban untuk bisa menjadi ibu yang baik, memberi nama yang baik,berikan endidikan yang terbaik.Jika ingin anak-anak kita baik maka kita harus berbuat baik terlebh dahulu.Tanamkan ke anak  bahwa Allah selalu mengawasi kita dan semua perbuatan kita akan di minta pertanggungjawabannya kelak. Kita harus bersikap tegas. Ingat tegas tidak berarti keras.

Dimana saja kita berada usahakan bisa memberi warna bukan di beri warna. Ajak orang lain untuk berbuat baik cegah untuk berbuat mungkar.

Selanjutnya cara mendidik dari versi ibunya Maryam (hanna)

Saat masih dalam kandungan Ibu Maryam bertekad dan berdoa “ Ya Allah aku bertekad bahwa anak dalam kandunganku ini kelak jadi anak yang mengabdi kepadaMu, menjadi penolong agamaMu. Dan Allah pun mengabulkan doa Ibunya Maryam. Maryam menjadi seorang wanita yang taat dan solihah wanita yang terbaik pada saat itu.

Cara mendidik  Hanna ( Ibu Maryam)

1.      Bertekad.Jadi apapun anak-anak kita yang terpenting anak-anak kita kokoh akidahnya

2.      Memberi nama yang baik

3.      Mendoakan

4.      Pengasuh yang baik ( Sekarang kita carikan guru/sekolah terbaik)

5.      Memberikan makanan yang halal

Itulah cara-cara pendidikan anak sesuai yang di contohkan dalam Al-Quran. Semoga kita mampu menjadi orang tua yang mampu mendidik anak-anak kita denagn sabar hingga bisa menjadikannya anak-anak yang solih solihan anak-anak yang dapat menentramkan hati penyejuk jiwa dan manjadi tabungan kita di akhirat kelak.

Peran paling besar di masa pandemi ini  adalah orangtua. Jadilah orang tua yang taqwa jika kita menginginkan anak-anak kita taqwa. Cara mengasuh mereka petama perhatikan tauhidnya tanamkan segala sesuatu yang di lakukan hanya untuk Allah. Manfaatkan moment moment indah bersama buah hati kita. Kita bisa prioritaskan antara pekerjaan dan Pendidikan anak-anak kita. Menurut mbk oki moment Bersama anak tak kan terulang lagi jadi sebisa mungkin kita untuk mengatur yang terbaik antara anak dan pekerjaan agar semua bisa berjalan dengan lancar. Jangan hadapi kondisi ini dengan stress.

Betapa maha baiknya Allah yang telah memberi kepercayaan pada kita kesempatan untuk bisa memiliki seorang anak kita perlu syukuri hal itu karena banyak di luar sana  orang yang tidak bisa memiliki seorang anak. Maka hal yang perlu kita lakukan adalah  terus mencari ilmu bagaimana cara terbaik untuk mendidik anak-anak kita.Kita harus punya panduan selalu minta pertolongan Allah agar kita mampu untuk bersabar dengan  segala yang di miliki anak-anak kita yang sangat beragam. Doa dan ihtiyar maximal semuanya kita serahkan pada Allah. Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak yang solih solihah. Aamiin

 

Salam sehat

Salam literasi

Salam guru blogger Indonesia

Sumarjiyati,S.Pd.I **Gunungkidul, 27 September 2020

6 komentar:

Benang Rindu

Benang Rindu Merah senja membawa kisah Pada sebait kata yang menggugah Jiwa meronta karena terpisah Bukan karena tak cinta namun...