Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label kamis menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamis menulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Maret 2023

Semangat

Semangat

Setiap hari itu proses jadi dewasa
Edisi kehidupan terus berjalan dan harus dilalui
Manfaatkan setiap detik waktu yang dimiliki
Asa yang menjulang tinggi harus digapai
Niat tulus tuk raih ridho Ilahi
Genderang semangat harus digelorakan
Agar senantiasa kuat, ikhlas jalani segala alal rintang yang menghadang
Tiba saatnya kan kita raih segala impian yang tersemai

Gunungkidul, 16 Maret 2023

Kamis, 01 Desember 2022

Pandangan Pertama tentang Blog


Alhamdulilah segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan rahmad-Nya, nikmat sehat dan kesempatan hingga masih bisa bertemu di Kamis menulis di awal Desember 2022 ini.
Dalam tema Kalis kali ini tentang blog, tepatnya pandangan pertama tentang blog. Waah bicara soal blog jadi teringat dengan Om Jay dan juga Pak Brian. Saat pertama mengenal blog, saya benar-benar dibuat penasaran. Apasih blog itu.. nha..dari belajar menulis bersama PGRI lah saya mengenalnya. Pada awalnya saya ragu aoakah bisa saya memikiki blog. Ternyata untuk memiliki blog itu syaratnya cukup mudah yang terpenting memiliki email. Karena dalam mengikuti belajar menulis harus memiliki blog maka sayapun harus login dan daftar ke blog. Sesuai anjuran Om Jay saya akhirnya memiliki blog. Blog yang saya miliki blog gratisan.

Jika mengingat pertama mengelola blog, saya jadi tersenyum sendiri. Saat itu saya selalu merepotkan Pak Brian. Dengan sabar beliau selalu membantu dan menjawab pertanyaan saya mengenai blog. Bagaimana meng-aploud foto, vidio dan sebagainya. Terimakasih Pak Brian untuk ilmu dan kemurahan hati Pak Brian yang sabar membantu saya. Apalah saya jika tanpa bantuan Pak Brian, tentu saya tak bisa menulis hingga menerbitkan buku. 
Melalui blog gratisan yang saya kelola, akhirnya saya memiliki buku 3 solo dan sekitar 34 antalogi.

Blog menurut saya sebagai tempat atau rumah kita. Bagaimana  kita mau merawat dan menjaga itu tergantung kita. Blog dapat kita gunakan untuk mencurahkan segenap  rasa yang ada di dalam hati kita. Kita bisa menulis apapun. Bisa puisi, cerpen artikel bahkan bisa kita gunakan untuk iklan juga. Namun seiring berjalanya waktu blog yang saya miliki bisa saya gunakan untuk media pembelajaran. Terutama saat BDR, blog saya gunakan untuk penyampaian materi kepada siswa saya. Dengan memiliki blog saya sangat terbantu untuk penyelesaian pembelajaran daring saat itu.

Tidak hanya blok pribadi saya juga telah memiliki blog YPTD dan kompasiana. Bedanya untuk di blog keroyokan saya harus mengikuti ketentuan yang ada di akun tersebut.  Jiia tidak maka kita bisa saja di blokir dan tidak bisa menulis lagi di sana.

Ternyata memiliki blog tidaklah sesulit yang saya bayangkan dulu. Jadi bagi teman-teman yang belum memiliki blog, ayo segera daftar dan miliki blog pribadi agar kita bisa menulis dan berbagi sedikit yang kita punya. Berbagi itu indah dan berbagi itu tak akan rugi.

Kedepan saya ingin bisa seperti teman-teman yang lain bisa memiliki blog yg berbayar dan menghasilkan, serta bisa konsisten menulis di blog hingga bisa menghasilkan karya-karya yang bermanfaat.
Ddmikian sedikit berbagi cerita, semoga bermanfaat. Salam literasi.


Gunungkidul, 1 Desember 2022

Kamis, 10 November 2022

Menjaga Semangat Berliterasi

 

Menjaga Semangat Berliterasi


Sepuluh November moment yang tepat untuk kita jadikan semangat dalam memperjuangan segala hal yang kita inginkan. Sikap semangat, rela berkurban, ikhlas, gigih yang dimiliki oleh para pahlawan bisa kita jadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula dalam berliterasi, dibutuhkan semangat kita untuk selalu konsisten dalam berliterasi khususnya menulis. Jujur saya pribadi jika tak mengikuti tantangan dari grup pasti tidak ada semangat untuk menulis. Alhamdulilah dua bulan mengikuti tantangan menulis bersama Om Jay dan kompasiana bisa  saya lalui. Walaupun tidak mendapatkan juara, namun setidaknya saya merasa menang dalam kalahkan tantangan ini.

Apa saja yang bisa kita tulis? Sebagai seorang guru banyak hal yang dapat kita tulis. Mulai dari perencanaan pembelajaran, Program semester, Program Tahunan dan sebagainya. Hal itu tentu tak dirasa berat karena memang sudah tugas kita.. Ada hal lain yang juga bisa kita tuliskan yaitu tentang kegiatan kita sehari-hari missal tentang proses belajar mengajar. Hal itu  mungkin bisa membertikan motivasi bagi orang lain. Terkadang  menurut kita hal yang biasa namun menjadi hal yang penting bahkan luar biasa bagi orang lain. Untuk itu niatkan dalam hati menulis untuk berbagi. Dengan demikian kita tak akan merasa berat melakukannya. Siapa sih yang tak ingin berbagi? Jika kita mampu maka kita akan senang bila bisa berbagi dengan orang lain. Ada kebahagiaan tersendiri yang dapat kita rasakan jika apa yang kita berikan yang kita bagi adalah hal yang bermanfaat bagi mereka.

Di dalam Grup menulis Lagerunal selalu ada tantangan menulis di hari Kamis dengan tema yang berbeda. Disini kita tertantang untuk bisa taklukkan Kamis Menulis. Setidaknya seminggu sekali kita bisa tetap menjaga merawat untuk bisa menulis. Sayang diantara sekian anggota Lagerunal hanya beberapa yang aktif. Padahal kegiatan ini sangatlah bermanfaat untuk menjaga konsisten kita dalam menulis. Hasil tulisan di undi di hari berikutnya dan akan mendapatkan hadiah buku dari donator ternyata tidak membuat peserta Kamis Menulis bertambah. Mungkin banyak diantara anggota grup Lagerunal yang sibuk serta ada tugas yang lebih penting.

Harapan di Ultah Lagerunal yang ketiga nanti banyak peserta yang tambah semangat untuk selalu mengikuti program Lagerunal khususnya Kamis Menulis.  Menulis banyak kaitannya dengan membaca jadi jika ingin bisa menulis maka membacalah. Untuk itu ayo sahabat Lagerunal sahabat literasi dari penjuru Negeri mari rawat semangat berliterasi dengan motivasi untuk berbagi. Berbagi itu indah berbagi itu tak akan rugi, salam literasi. Semangat!

Tulis, tulis dan tulis saja, nanti tulisan kita pasti akan menemui takdirnya. Seperti kalimat yang Om Jay yang sering kita dengar yang dapat kita jadikan cambuk untuk semangat menulis “ Menulislah setiap hari dan buktikan keajaiban yang terjadi”.

#KamisMenulis

#SahabatLagerunal

Gunungkidul, 11 November 2022

Kamis, 16 Juni 2022

Seseorang yang Menginspirasiku

 

Seseorang yang Menginspirasiku


Dari sekian banyak orang yang menginspirasiku, saat ini aku sebagai penulis pemula memiliki seseorang yang bisa membuatku berubah dan semangat untuk mendukung apa yang menjadi aktivitasku saat ini. Ya … aku mengenalnya hanya lewat buku-buku karyanya, namun bagiku dia adalah sosok yang sangat aku kagumi.  Mungkin karena aku termasuk orang yang susah untuk bisa menceritakan sesuatu yang aku alami, dan hanya dengan menulis aku bisa bercerita dan merasa lega setelah apa yang aku alami tersebut aku tuliskan. Maka dari sosok inilah aku terinspirasi dan termotivasi untuk bisa wujudkan impianku.

Sejak SMA aku sudah mulai senang mebaca buku-buku Asma Nadia, entah mengapa aku suka dengan sosok seorang Asma Nadia. Dari perjalanan hidupnya Sejak kecil sampai sukses dengan karya-karyanya membuatku termotivasi untuk menulis. Baginya menulis sarana untuk bisa mencapai Ridho-Nya dan Juga dapat membuat kita  sehat.

Asma Nadia semasa kecil hidup dan tumbuh dalam himpitan ekonomi keluarga. Keluarga Asma Nadia harus hidup berpindah-pindah dari satu rumah sewa ke rumah sewa lain di Jakarta. Keluarga Asma bahkan pernah tinggal di tepi rel kereta api, di kawasan Gunung Sahari.

Di usia tujuh tahun Asma terbentur dari tempat tidur kala, bermimpi buruk. Keluarga mengganggap luka di kepalanya sebagai luka biasa. Namun, beberapa hari setelah itu Asma terus merasa kesakitan. Keluarga membawa Asma ke dokter. Dari hasil pemeriksaan intensif menyimpulkan bahwa ia mengalami gegar otak. Deritanya bertambah ketika jantung dan paru-parunya dinyatakan tidak sehat. Selama sepuluh tahun, Asma tidak lepas dari obat dan aktivitas bolak-balik ke rumah sakit untuk check up. Karena sakit yang di deritanya pula ia tak bisa selesaikan kuliahnya. Hari harinya di jalani dengan menulis.

Sudah banyak perhargaan yang ia dapatkan baik penghargaan nasional dan regional di bidang kepenulisan. Namun, Asma memutuskan untuk tetap memelihara rasa tidak percaya diri. Rasa tidak percaya diri dapat mendorongnya untuk tetap menulis, terus berkarya dan berproses menjadi lebih baik.

Menurut Asma, alasan utama menulis agar dapat meraih cinta dan ridha-Nya. Memberikan nilai edukasi tentang kebaikan dan kebenaran dalam berbagai hal. Ia menerapkan menulis setiap hari secara konsisten. Melakukan banyak riset dan gemar membaca, merupakan langkah awal menjadi penulis. Ia meyakini bahwa karya-karya yang dihasilkan sekarang merupakan akumulasi dari kegemarannya membaca yang dapat memperkaya wawasan.

Melalui karya-karyanya, ia pernah mendapat berbagai penghargaan. Selain menulis, Asma kerap memberi materi dalam berbagai lokakarya yang berkaitan dengan penulisan dan feminisme, baik di dalam dan di luar negeri. Dari menulis pula ia telah berkeliling sampai 200 kota di penjuru dunia. MasyaAllah sungguh capaian yang luar biasa.

Banyak buku karyanya yang sudah di adopsi menjadi film. Seluruh royalty dari buku Emak Naik Haji di sumbangkan untuk  kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dia juga merintis Rumah Baca Asma Nadia yang tersebar di berbagai kota, rumah baca ini memiliki sekolah dan kelas komputer serta tempat tinggal bagi anak yatim secara gratis untuk membaca dan beraktivitas bagi anak-anak dan remaja yang kurang mampu. Ada sekitar 140 perpustakaan yang dikelola bersama relawan untuk kaum yang kurang beruntung dan tidak mampu. Seperti mimpiku aku ingin membuat perpustakaan di rumah agar banyak anak-anak yang datang dan suka membaca hingga banyak ilmu yang akan mereka dapatkan. Miris melihat anak-anak jaman now yang jarang sekali yang suka membaca mereka lebih memilik bermain game di hp.

Semoga aku bisa meraih mimpi-mimpiku seperti sang motivator Asma Nadia. Asma dengan penyakit yang di deritanya saja bisa bangkit dan sukses, kenapa aku yang Allah berikan kesehatan tidak bisa? Aku ingin hidupku lebih berarti dengan berbagi lewat tulisan-tulisanku. Dan berharap pula semoga dengan tulisanku aku bisa seperti Asma Nadia, dari menulis bukan hanya dapat membuatnya berkeliling dunia namun juga bisa melakukan banyak hal kebaikan dan bermanfaat untuk banyak orang.

Tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita selalu berani mencoba dan pantang menyerah untuk belajar dan terus belajar, konsisten untuk tetap menulis. Lalui prosesnya sabar dan tekun, mau menerima kritik dan saran dari orang lain InsyAllah mimpi kan jadi nyata.


Dan 3 buah buku solo sebagai bukti akan keseriusan dan juga semangat yang aku lakukan untuk meraih mimpiku. Semoga harapan dan mimpi-mimpiku yang lain segera dapat tereujud. Aamiin

 #kamismenulissahabatlagerunal

#tantanganmenulissetiaphari

#Day7

Gunungkidul, 16 Juni 2022

Kamis, 03 Maret 2022

Terwujudnya Insan Beriman dan Bertaqwa, Cerdas, Terampil, Berbudaya dan Beradap”

 

Terwujudnya Insan Beriman dan Bertaqwa, Cerdas, Terampil, Berbudaya dan Beradap”


Tiga belas tahun sudah saya mengabdikan diri di SD N Karanganyar, Gedangsari Gunungkidul. Di SD ini saya banyak mendapatkan hal baru yang dapat saya gunakan untuk meningkatkan kualitas diri dalam hal belajar mengajar. Dari tahun ke tahun alhamdulilah banyak pencapain yang di raih sekolah ini. Empat SD yang terdapat di Gugus II Ngalang, SD Karanganyarlah yang memiliki siswa terbanyak. Artinya masyarakat percaya di SD ini mereka memiliki harapan terbaik untuk putra putri mereka menjadi seperti yang mereka harapkan.

Dalam memasukkan anak ke suatu sekolah tentu yang di lihat pertama adalah  Visi dan Misi sekolah.  Dari Visi dan Misi inilah orang tua dapat mengetahui capaian yang akan di peroleh oleh putra putri mereka. Di antara Visi Sekolah SD Karanganyar adalah “Terwujudnya insan beriman dan bertaqwa, cerdas, terampil, berbudaya dan beradap”

Berikut penjabaran dari visi SD N Karanganyar :

1.      TERWUJUDNYA INSAN BERIMAN DAN BERTAQWA

ü  Tertib menjalankan ibadah sesuai agamanya

ü  Unggul dalam aktifitas keagamaan

ü  Memiliki keyakinan teguh dan mengamalkan ajaran agama dengan benar

ü  Jujur,disiplin dan bertanggung jawab


  Kegiatan beribadah sesuai dengan keyakinan

2.      CERDAS

ü  Nilai Akademis baik

ü  Meningkatnya lulusan yang melanjutkan ke sekolah favorit/unggulan.

ü  Mampu berfikir aktif kreatif dalam pemecahan masalah

3.      TERAMPIL

ü  Memiliki keterampilan life skil

ü  Terampil membantu orang tua dalam kegiatan keluarga

ü  Terampil dalam bidang seni dan budaya


                   Kegiatan ektrakulikuler TI

4.      BERPRESTASI

ü  Menjuarai berbagai lomba di bidang akademis

ü  Menjuarai berbagai lomba di bidang non akademis

    Juara Satu O2SN Tingkat   Kabupaten

5.      BERKEPRIBADIAN DAN BERADAB

ü  Berakhlak mulia.

ü  Sopan santun dalam bermasyarakat.

ü  Memiliki kepedulian sosial.

ü  Bermartabat dalam hidup dan kehidupan.

ü  Menghargai keragaman budaya Indonesia.

ü  Menjunjung budaya local berwawasan global.


   Budaya mengucap salam serta santun  dalam bersikap

 Budaya antri

Untuk mencapai apa yang menjadi Visi dan Misi SD Karanganyar telah melaksanakan berbagai kegiatan. Sayang untuk dua tahun terakhir di masa pandemi ada beberapa kegiatan yang tak dapat di laksanakan. Kegiatan yang tak dapat di laksanakan di antaranya tentang menjujung budaya local berwawasan global. Kegiatan tersebut sebelum pandemi dapat di laksanakan dengan mengadakan pentas seni untuk menampilkan hasil kreasi siswa mulai dari kelas Satu sampai kelas Enam. Lomba-lomba kretivitas dan lomba keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan yang maha Esa juga tak dapat dilaksanakan. Namun untuk tertib menjalankan ibadah sesuai agamanya, sekolah masih dapat memantaunya.

Para siswa mendapatkan pengetahuan tentang beriman pada Tuhan yang maha Esa. Siswa di berikan pengertian bahwa iman tidak hanya sekedar percaya adanya Tuhan akan tetapi siswa di beri pemahaman bahwa iman harus di sertai tindakan. Yaitu setelah percaya adanya Tuhan maka sikap dan perilaku kita harus dapat mencerminkan perilaku yang sesuai dengan norma-norma dan tuntunan agama.

Pemantauan yang dilakukan oleh guru tehadap siswa adalah sebagai sarana atau cara mendisiplinkan siswa untuk tetap melaksanakan kewajibanya sebagai seorang hamba. Jika iman sudah tertanam dalam hati semua siswa maka ada ataupun tak ada bapak ibu guru siswa tetap menjalankan kewajibanya. Dimanapun dan dalam keadaan apapun siswa tetap patuh. Beriman adalah modal utama untuk siswa bisa menjadi insan yang mulia dan beradap. Seberapapun cerdas dan pintar seseorang tanpa memiliki dasar iman yang kuat maka akan mudah terombang ambing oleh keadaan.

Besar harapan sekolah dapat mencapai visi dan misi yang telah di tetapkan. Semua itu tak lepas dari peran orang tua yang ikut berperan aktif untuk bisa tanamkan perilaku beriman dan  bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa.

Salam sehat, salam literasi tetap semangat lakukan hal terbaik apa yang kita bisa. 


 #kamismenulis

#sahabatlagerunal

Gununkidul, 3 Maret 2022

Kamis, 24 Februari 2022

Seindah Langit Biru

Rasa sesak di dada begitu menyiksa Mira. Betapa tidak, dua hari tak bisa menghubungi sesorang yang  selalu bisa buatnya tertawa. Ya Aldi ... Seorang laki-laki biasa namun bagi Mira begitu luar biasa. Sosok yang mampu membuatnya kuat dan bangkit dari keterpurukan. Aldi-lah yang selalu bisa buat Mira kuat lalui hari tanpa seorang Ayah dan Ibu. Bersyukur Mira menemukan Aldi yang setelah sekian lama menghilang. 


Pagi itu, Mira tetap berusaha menghubungi Aldi. Tak ada tanda-tanda Aldi bisa di hubungi. Roman muka Mira seperti gumpalan awan putih yang bergerombol dan entah kapan akan memudar jadi putih bersih.  Mira berusaha tegar, ia lakukan aktivitas seperti biasa. Hati tak bisa di bohongi. Kegalauan Mira sangat berpengaruh dengan tugas-tugas yang harus diselesikan. Hari terasa begitu lambat. Perasaan tiap melakukan pekerjaan Mira selalu gagal. Ya Rabb .... Pasrah Mira.

Adzan Duhur berkumandang, tiba waktunya untuk Mira beristirahat. Segera Mira beranjak untuk ke kamar mandi. Tiba-tiba nada dering handphone miliknya berbunyi.  Deert derrt.... Segera Mira ambil handphone yang sedari tadi tergeletak di meja tugasnya. Kak Aldi, nama dalam panggilan vidia call itu. Seketika roman bahagia terlihat jelas di muka  oval Mira yang bersih. Lesung pipit menghiasi pipinya saat tersenyum membuat orang yang melihatnya gemes.

"Halo, Kak Al ... Apa kabar? Kak Al kemana aja sih? Mira kangen tauu, " pertanyaan bertubi-tubi Mira lontarkan dengan sikap manjanya.
Aldi yang terpesona dengan rengekan manja Mira, hanya terdiam.
"Iih Kak Al, gimana sih orang ditanya malah senyum-senyum aja". Protes Mira.
Dengan sabar Aldi menjawab 
"Alhamdulilah, Dik. Kak Al baik-baik aja," jawab Aldi dengan lemah lembut.
"Terus Kak Al kemana aja dua hari ga kasih kabar ke Mira?, tanya Mira.
"Maaf Dik, Kak Al lagi bener-bener sibuk. Ada waktu sedikit untuk istirahat mau hubungin kamu takut waktunya kurang, kamu tau kan bagi Kak Al jika hubungin kamu hanya sebentar nanti malah bikin nyesek aja," jelas Aldi 
"Hmmmmmm, gitu ya?." Masih dengan muka masamnya. 
"Diiiik," panggil Aldi 
"Lihat Kak Al!. Seru Aldi. 
"Dik Mira ga kangen niih sama Kak Al?, tanya Aldi.
Lama Mira terdiam. Mira sebenarnya sangat kangen, tapi Mira malu  kalau harus bilang kangen. Namun tanpa diucapkan pun Aldi tau Mira juga jangen. Aldi hanya memancing agar Mira tak ngambek lagi.
"Dik Mira tau, Kak Al ga mau kehilngan Dik Mira. Ka Al dua hari ini begitu tersiksa dan ingin segera bertemu Dik Mira. Tapi ternyata Dik Miranya ga kangen sama Kak Al. Ya sudah Kak Al ga bisa apa-apa. Udah ya Kak Al tutup ya vc nya." Ucap Aldi.
"Iiiiih Kak Al.... Jangan," pinta Mira. 
"Lagian Dik Mira cuekin Kak Al, ya udah mending Kak Al pergi.jawab Aldi.
"Ga Kak, Mira kangen, Mira ga mau jauh-jauh dari Kak Al. Kak Al ga keberatan kan jika  Mira  minta Kak Al segera jemput  Mira. Bawa kemana Kak Al pergi," masih dengan gaya manjanya. Mira memohon.
"Dik Mira  ga minta pun, Kak Al akan segera jemput Dik Mira. Tunggu esok Kak Al pulang dan akan bawa Dik Mira selalu ada di dekat Kak Al selalu dan selamnya", jawab Aldi tegas. 

Seketika gumpalan awan putih pun memudar menjadi awan yang begitu cerah. Roman wajah Mira terlihat jelas terpancar berjuta kebahagiaan. Senyum mengembang di sudut bibir mereka. Aldi dan Mira berpandangan dan tak bisa berkata-kata, namun sinar mata mereka pancarkan cahaya keindahan. 
"Ok, udah adzan duhur kan, kita salat duhur dulu ya! ajak Aldi. 
"Iya Kak Al,  kita salat duhur dulu," jawab Mira. 


#kamismenulis
#sahabatlagerunal
Gunungkidul, 24 Februari 2022





Kamis, 16 Desember 2021

Tanamkan Jujur Sejak Dini

 

Tanamkan Jujur Sejak Dini



Maraknya korupsi yang ada di negeri ini membuat hati begitu prihatin. Banyak rakyat yang masih merasakan berbagai kekurangan namun banyak dijumpai pula orang atau pejabat tertentu yang melakukan korupsi. Apa yang bisa kita lakukan agar bangsa ini terbebas dari korupsi. Bagaimana kita jadikan anak-anak kita sebagai penerus bangsa agar memiliki keteguhan hati agar kelak dalam memimpin bangsa ini terhindar dari korupsi dan hal-hal yang dapat membuat negara kita rugi.

Jika bukan mulai dari kita lalu siapa lagi? Sembilan  nilai anti korupsi  harus kita tanaman pada diri dan juga anak-anak kita. Sembilan nilai anti korupsi tersebut yaitu Jujur, Peduli, Disiplin, Mandiri, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani, dan Adil. Kesembilan nilai tersebut dapat kita tanamkan pada anak-anak kita dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai tersebut tidak dapat di lakukan dengan instan, namun harus dimulai pendidikan pada usia dini sampai ke jenjang pendidikan lanjut dan juga pendidikan tingkat profesi yang baik. Pendidikan modal bagi generasi anak-anak yang kelak menjadi pemimpin dimasa yang akan datang, menggantikan generasi pemimpin-pemimpin sekarang.

Perilaku jujur dapat kita tanamkan dalam hati anak-anak kita. Saat  menjalankan ibadah puasa Ramadhan misalnya, dimana kita bisa saja minum dan makan jika tak ada yang melihatnya. Namun kita harus tanamkan bahwa walaupun kita sebagai orang tua tidak bisa selalu  mengawasi mereka namun mereka harus yakin bahwa Allah melihat kita. Dalam keadaan haus dan lapar kita harus bisa menahan agar tidak makan dan minum. Dengan demikian anak-anak kita akan takut untuk melakukannya.

Contoh lain misalnya saat ulangan, kita harus bangga anak kita mendapat nilai pas-pasan namun mengerjakannya tanpa mencontek. Bukan malah bangga nilai ulangan anak kita sempurna namun hanya mencontek. Lebih bangga lagi jika anak-anak kita mendapatkan nilai bagus dengan usahanya sendiri mengerjakan ulangan tanpa mencontek. Di sini anak akan belajar kerja keras untuk mendapatkan nilai bagus. Saat itulah kita harus bisa berikan apresiasi untuk mereka.

Dengan meminta anak-anak kita untuk selalu bersikap jujur dari kecil maka anak pun akan terbiasa dalam keadaan apapun pasti takut untuk melakukan kecurangan. Jika nilai kejujuran sudah kita tanamkan dari kecil maka bukan tidak mustahil lagi anak-anak kita calon pemimpin negeri ini akan terhindar dari korupsi.

 

 


#kamismenulis

#antikorupsi

Gunungkidul, 16 Desember 2021

Rabu, 01 Desember 2021

Tentang Rindu

Tentang Rindu



Hai sahabat lage, apa kabar semua? semoga selalu sehat hingga dapat beraktvitas dan selesaikan tugas-tugas kita dengan penuh semangat diberi kelancaran. Aamiin. Dalam kesempatan Kamis menulis ini aku akan mencoba untuk bisa menuangkan segala isi hatiku terinspirasi dari sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Virza dengan judul “Tentang Rindu” Sebenarnya banyak lagu yang aku suka namun mendengar lagu ini hatiku seperti terketuk. Berikut lirik lagunya:

Pagi telah pergi

Mentari tak bersinar lagi

Ntah sampai kapan kumengingat

Tentang dirimu

Kuhanya diam

Menggenggam menahan

Sgala kerinduan

Memanggil namamu

Disetiap malam

Ingin engkau datang dan hadir

Dimimpiku rindu

Dan waktu kan menjawab

Pertemuan ku dan dirimu

Hingga sampai kini aku masih ada disini

Kuhanya diam

Menggenggam menahan

Sgala kerinduan

Memanggil namamu

Disetiap malam

Ingin engkau datang dan hadir

Dimimpiku rindu

Dan bayangmu akan slalu bersandar dihatiku

Janjiku pastikan pulang bersamamu

Kuhanya diam

Menggenggam menahan

Sgala kerinduan

Memanggil namamu

Disetiap malam

Ingin engkau datang dan hadir

Dimimpiku

Kuhanya diam

Menggenggam menahan

Sgala kerinduan

Memanggil namamu

Di setiap malam

Ingin engkau datang dan hadir

Di mimpiku

Slalu dimimpiku

Rindu

Kerinduan sosok seorang Ayah yang dengan kesibukan kita terkadang kita lupa akan perjuangan beliau membesarkan kita dengan penuh kesabaran, tanggung jawab, kasih sayang yang tak terhingga. Betapa beliau ingin melihat kita sukses lancar dalam usaha kita. Saat kita jauh dan sukses beliau hanya ingin sekedar mendengar kabar kita. “Say halo” barang sebentar akan membuatnya tenang dan bahagia. Tapi apa yang kita lakukan jika mereka tak menghubungi kita, terkadang kita lupa, dan kebanyakan saat kita susah baru kita ingat akan sosok seorang Ayah, Ya Rabb ampuni hamba.






Jangan sia-siakan kesempatan yang ada, gunakan dengan sebaik-baiknya. Jenguk beliau, bahagiakan beliau jangan kita datang saat kita butuh saja. Menyesal itu datang belakangan dan semoga kita tak mengalami hal demikian. Menyesal di kala hidup belum sempat buatnya bahagia. Berikan yang terbaik, Ayah tak meminta kita lebih beliau hanya ingin kita bisa dampinginya saat renta, mendoakannya ketika telah tiada.

Ayah salam kangen untuk sang pejuang hidupku. Semoga Allah limpahkan kasih sayang-Nya untukmu. Damailah disisi-Nya Ayah.



#KamisMenulis

#SahabatLagerunal

Gunungkidul, 2 Desember 2021 

Rabu, 27 Oktober 2021

Ku Raih Mimpi Melalui Blog

 Ku Raih Mimpi Melalui Blog


Dari gruup WA aku jumpai twitboon tentang  selamat hari blogger. Waah ternyata ada hari blogger. Satu tahun aku mengenal blog rasanya terasa bahagia bisa mengikuti event hari blogger ini. Tahun 2020 membawaku mengenal blog dan berusaha untuk bisa menulis di blok. Pada awalnya bingung mau nulis apa. Beruntung aku bisa gabung di grup menulis gelombang 8 dari PGRI yang di prakarsai Om Jay.

Dari sana peserta di wajibkan untuk membuat blog. Om Jay yang saat itu begitu sabar mendampingi peserta bagaimana cara membuat blog.Tak lupa juga untuk Pak Brian yang selalu membantu aku dalam mengatasi segala kesulitan dalam membuat blog. Terimakasih untuk beliau semoga menjadi amal jariyah. Jadwal kegiatan belajar menulis diadakan setiap hari selama 30 kali pertemuan. Materi yang di buat resume dan di tulis di blog serta di kirim ke email Om Jay. Naah dari sana blog setiap hari terisi tulisan resume kegiatan menulis. Pada event-event tertentu kadang Om Jay mengirimkan gambar untuk bisa di ceritakan dan di buat tulisan.

Kali pertama saat menulis tantangan tentang uang satu lembar uang 100 ribuan, aku mendapatkan hadiah dari Om Jay berupa pulsa senilai 100 ribu. Bahagia begitu aku rasakan. Aku pun semakin hari semakin semangat untuk menulis, walau mungkin tulisanku hanya berupa curhatan atau impian. Aku tak peduli yang penting aku menulis setiap hari.

Benar apa yang Om Jay sampaikan menulislah setiap hari dan buktikan apa  yang terjadi. Menulis blog setiap hari dan dari komen beberapa sahabat mayaku aku bisa kalahkan tantangan satu persatu dan akhirnya dari blog lahirlah buku 32 antologi dan juga 2 buku solo. Hal yang dulu anggap itu semua tak mungkin namun karena keinginan yang kuat dan niat untuk bisa berbagi maka hal yang tak mungkin itu bisa jadi nyata.

Setelah pelatihan selesai tentu aku masuk ke komunitas lagerunal dari sini saya bisa selalu belajar untuk memperbaiki  tulisanku. Berharap kedepan melalui blog aku bisa menulis sesuatu yang lebih bermanfaat untuk orang lain terutama dalam hal ini menyangkut tentang tugasku sebagi guru PAI. Aku ingin kedepan blog yang aku buat berisi konten-konten materi PAI yang saya ajarkan.

Hari rabu malam di grup lagerunal aku mendapatkan link untuk bisa merayakan hari blogger ini. Dalam pertemuan ini saya bisa tau beberapa wajah-wajah sahabat lagerunal. Walau tak semuanya bisa gabung namun aku merasakan senang  dari percakapan para master hebat-hebat seperti Pak Brian, Mas Mo, Pak Rizky, Pak Padil, Pak Indra, Bu Pipit dan tentu Pak D yang sangat di tunggu-tunggu kehadirannya. Alhamdulilah aku mendapatkan energi positif untuk semangat ngeblog dan bahkan bermimpi untuk bisa membuat grup guru Blogger Gunungkidul. Seperti yang sudah di rintis oleh sahabat-sahabat lagerunal seperti komunitas guru blogger Lebak.

 

Terimakasih sahabat mayaku, selamat hari blogger, salam literasi teruslah menulis dan berbagi, menginspirasi melalui blog. Menulislah dan buktikan apa yang akan terjadi.


Gunugkidul, 28 Oktober 2021

KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026

  KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026 Sabtu, 12 September 2026, kegiatan karang pamitran tingkat ...