Tulis yang Kita Lakukan, Lakukan yang Kita Tulis
Cari Blog Ini
Kamis, 16 Maret 2023
Semangat
Kamis, 01 Desember 2022
Pandangan Pertama tentang Blog
Kamis, 10 November 2022
Menjaga Semangat Berliterasi
Menjaga
Semangat Berliterasi
Sepuluh
November moment yang tepat untuk kita jadikan semangat dalam memperjuangan
segala hal yang kita inginkan. Sikap semangat, rela berkurban, ikhlas, gigih yang
dimiliki oleh para pahlawan bisa kita jadikan contoh dalam kehidupan
sehari-hari. Begitu pula dalam berliterasi, dibutuhkan semangat kita untuk
selalu konsisten dalam berliterasi khususnya menulis. Jujur saya pribadi jika
tak mengikuti tantangan dari grup pasti tidak ada semangat untuk menulis.
Alhamdulilah dua bulan mengikuti tantangan menulis bersama Om Jay dan
kompasiana bisa saya lalui. Walaupun
tidak mendapatkan juara, namun setidaknya saya merasa menang dalam kalahkan
tantangan ini.
Apa
saja yang bisa kita tulis? Sebagai seorang guru banyak hal yang dapat kita
tulis. Mulai dari perencanaan pembelajaran, Program semester, Program Tahunan
dan sebagainya. Hal itu tentu tak dirasa berat karena memang sudah tugas kita..
Ada hal lain yang juga bisa kita tuliskan yaitu tentang kegiatan kita
sehari-hari missal tentang proses belajar mengajar. Hal itu mungkin bisa membertikan motivasi bagi orang
lain. Terkadang menurut kita hal yang
biasa namun menjadi hal yang penting bahkan luar biasa bagi orang lain. Untuk
itu niatkan dalam hati menulis untuk berbagi. Dengan demikian kita tak akan
merasa berat melakukannya. Siapa sih yang tak ingin berbagi? Jika kita mampu
maka kita akan senang bila bisa berbagi dengan orang lain. Ada kebahagiaan
tersendiri yang dapat kita rasakan jika apa yang kita berikan yang kita bagi adalah
hal yang bermanfaat bagi mereka.
Di
dalam Grup menulis Lagerunal selalu ada tantangan menulis di hari Kamis dengan
tema yang berbeda. Disini kita tertantang untuk bisa taklukkan Kamis Menulis. Setidaknya
seminggu sekali kita bisa tetap menjaga merawat untuk bisa menulis. Sayang
diantara sekian anggota Lagerunal hanya beberapa yang aktif. Padahal kegiatan
ini sangatlah bermanfaat untuk menjaga konsisten kita dalam menulis. Hasil
tulisan di undi di hari berikutnya dan akan mendapatkan hadiah buku dari donator
ternyata tidak membuat peserta Kamis Menulis bertambah. Mungkin banyak diantara
anggota grup Lagerunal yang sibuk serta ada tugas yang lebih penting.
Harapan
di Ultah Lagerunal yang ketiga nanti banyak peserta yang tambah semangat untuk
selalu mengikuti program Lagerunal khususnya Kamis Menulis. Menulis banyak kaitannya dengan membaca jadi
jika ingin bisa menulis maka membacalah. Untuk itu ayo sahabat Lagerunal
sahabat literasi dari penjuru Negeri mari rawat semangat berliterasi dengan
motivasi untuk berbagi. Berbagi itu indah berbagi itu tak akan rugi, salam
literasi. Semangat!
Tulis,
tulis dan tulis saja, nanti tulisan kita pasti akan menemui takdirnya. Seperti
kalimat yang Om Jay yang sering kita dengar yang dapat kita jadikan cambuk
untuk semangat menulis “ Menulislah
setiap hari dan buktikan keajaiban yang terjadi”.
#KamisMenulis
#SahabatLagerunal
Gunungkidul,
11 November 2022
Kamis, 16 Juni 2022
Seseorang yang Menginspirasiku
Seseorang yang Menginspirasiku
Dari sekian banyak orang yang menginspirasiku, saat ini aku sebagai
penulis pemula memiliki seseorang yang bisa membuatku berubah dan semangat
untuk mendukung apa yang menjadi aktivitasku saat ini. Ya … aku mengenalnya
hanya lewat buku-buku karyanya, namun bagiku dia adalah sosok yang sangat aku
kagumi. Mungkin karena aku termasuk orang yang susah
untuk bisa menceritakan sesuatu yang aku alami, dan hanya dengan menulis aku
bisa bercerita dan merasa lega setelah apa yang aku alami tersebut aku
tuliskan. Maka dari sosok inilah aku terinspirasi dan termotivasi untuk bisa
wujudkan impianku.
Sejak SMA aku sudah mulai senang mebaca buku-buku Asma Nadia,
entah mengapa aku suka dengan sosok seorang Asma Nadia. Dari perjalanan
hidupnya Sejak kecil sampai sukses dengan karya-karyanya membuatku termotivasi
untuk menulis. Baginya menulis sarana untuk bisa mencapai Ridho-Nya dan Juga
dapat membuat kita sehat.
Asma Nadia semasa kecil hidup dan tumbuh dalam himpitan ekonomi
keluarga. Keluarga Asma Nadia harus hidup berpindah-pindah dari satu rumah sewa
ke rumah sewa lain di Jakarta. Keluarga Asma bahkan pernah tinggal di tepi rel
kereta api, di kawasan Gunung Sahari.
Di usia tujuh tahun Asma terbentur dari tempat tidur kala, bermimpi
buruk. Keluarga mengganggap luka di kepalanya sebagai luka biasa. Namun,
beberapa hari setelah itu Asma terus merasa kesakitan. Keluarga membawa Asma ke
dokter. Dari hasil pemeriksaan intensif menyimpulkan bahwa ia mengalami gegar
otak. Deritanya bertambah ketika jantung dan paru-parunya dinyatakan tidak
sehat. Selama sepuluh tahun, Asma tidak lepas dari obat dan aktivitas
bolak-balik ke rumah sakit untuk check up. Karena sakit yang di deritanya pula
ia tak bisa selesaikan kuliahnya. Hari harinya di jalani dengan menulis.
Sudah banyak perhargaan yang ia dapatkan baik penghargaan nasional
dan regional di bidang kepenulisan. Namun, Asma memutuskan untuk tetap
memelihara rasa tidak percaya diri. Rasa tidak percaya diri dapat mendorongnya
untuk tetap menulis, terus berkarya dan berproses menjadi lebih baik.
Menurut Asma, alasan utama menulis agar dapat meraih cinta dan ridha-Nya.
Memberikan nilai edukasi tentang kebaikan dan kebenaran dalam berbagai hal. Ia
menerapkan menulis setiap hari secara konsisten. Melakukan banyak riset dan
gemar membaca, merupakan langkah awal menjadi penulis. Ia meyakini bahwa
karya-karya yang dihasilkan sekarang merupakan akumulasi dari kegemarannya
membaca yang dapat memperkaya wawasan.
Melalui karya-karyanya, ia pernah mendapat berbagai penghargaan.
Selain menulis, Asma kerap memberi materi dalam berbagai lokakarya yang
berkaitan dengan penulisan dan feminisme, baik di dalam dan di luar negeri. Dari
menulis pula ia telah berkeliling sampai 200 kota di penjuru dunia. MasyaAllah
sungguh capaian yang luar biasa.
Banyak buku karyanya yang sudah di adopsi menjadi film. Seluruh royalty
dari buku Emak Naik Haji di sumbangkan untuk
kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dia
juga merintis Rumah Baca Asma Nadia yang tersebar di berbagai kota, rumah baca
ini memiliki sekolah dan kelas komputer serta tempat tinggal bagi anak yatim
secara gratis untuk membaca dan beraktivitas bagi anak-anak dan remaja yang
kurang mampu. Ada sekitar 140 perpustakaan yang dikelola bersama relawan untuk
kaum yang kurang beruntung dan tidak mampu. Seperti mimpiku aku ingin membuat
perpustakaan di rumah agar banyak anak-anak yang datang dan suka membaca hingga
banyak ilmu yang akan mereka dapatkan. Miris melihat anak-anak jaman now
yang jarang sekali yang suka membaca mereka lebih memilik bermain game di hp.
Semoga aku bisa meraih mimpi-mimpiku seperti sang motivator Asma
Nadia. Asma dengan penyakit yang di deritanya saja bisa bangkit dan sukses, kenapa
aku yang Allah berikan kesehatan tidak bisa? Aku ingin hidupku lebih berarti
dengan berbagi lewat tulisan-tulisanku. Dan berharap pula semoga dengan
tulisanku aku bisa seperti Asma Nadia, dari menulis bukan hanya dapat
membuatnya berkeliling dunia namun juga bisa melakukan banyak hal kebaikan dan
bermanfaat untuk banyak orang.
Tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita selalu berani mencoba
dan pantang menyerah untuk belajar dan terus belajar, konsisten untuk tetap menulis.
Lalui prosesnya sabar dan tekun, mau menerima kritik dan saran dari orang lain InsyAllah
mimpi kan jadi nyata.
Dan 3 buah buku solo sebagai bukti akan keseriusan dan juga semangat yang aku lakukan untuk meraih mimpiku. Semoga harapan dan mimpi-mimpiku yang lain segera dapat tereujud. Aamiin
Gunungkidul, 16 Juni 2022
Kamis, 03 Maret 2022
Terwujudnya Insan Beriman dan Bertaqwa, Cerdas, Terampil, Berbudaya dan Beradap”
Terwujudnya Insan Beriman dan Bertaqwa, Cerdas, Terampil, Berbudaya dan Beradap”
Dalam memasukkan anak ke suatu sekolah tentu yang di lihat pertama
adalah Visi dan Misi sekolah. Dari Visi dan Misi inilah orang tua dapat mengetahui
capaian yang akan di peroleh oleh putra putri mereka. Di antara Visi Sekolah SD
Karanganyar adalah “Terwujudnya insan beriman dan bertaqwa, cerdas,
terampil, berbudaya dan beradap”
Berikut penjabaran dari visi SD N Karanganyar :
1.
TERWUJUDNYA
INSAN BERIMAN DAN BERTAQWA
ü Tertib menjalankan ibadah sesuai agamanya
ü Unggul dalam aktifitas keagamaan
ü Memiliki keyakinan teguh dan mengamalkan ajaran agama dengan benar
ü Jujur,disiplin dan bertanggung jawab
2.
CERDAS
ü Nilai Akademis baik
ü Meningkatnya lulusan yang melanjutkan ke sekolah favorit/unggulan.
ü Mampu berfikir aktif kreatif dalam pemecahan masalah
3.
TERAMPIL
ü Memiliki keterampilan life skil
ü Terampil membantu orang tua dalam kegiatan keluarga
ü Terampil dalam bidang seni dan budaya
4.
BERPRESTASI
ü Menjuarai berbagai lomba di bidang akademis
ü Menjuarai berbagai lomba di bidang non akademis
5.
BERKEPRIBADIAN
DAN BERADAB
ü Berakhlak mulia.
ü Sopan santun dalam bermasyarakat.
ü Memiliki kepedulian sosial.
ü Bermartabat dalam hidup dan kehidupan.
ü Menghargai keragaman budaya Indonesia.
ü Menjunjung budaya local berwawasan global.
Untuk mencapai apa yang menjadi Visi dan Misi SD Karanganyar telah melaksanakan berbagai kegiatan. Sayang untuk dua tahun terakhir di masa pandemi ada beberapa kegiatan yang tak dapat di laksanakan. Kegiatan yang tak dapat di laksanakan di antaranya tentang menjujung budaya local berwawasan global. Kegiatan tersebut sebelum pandemi dapat di laksanakan dengan mengadakan pentas seni untuk menampilkan hasil kreasi siswa mulai dari kelas Satu sampai kelas Enam. Lomba-lomba kretivitas dan lomba keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan yang maha Esa juga tak dapat dilaksanakan. Namun untuk tertib menjalankan ibadah sesuai agamanya, sekolah masih dapat memantaunya.
Para siswa mendapatkan pengetahuan tentang beriman pada Tuhan yang maha Esa. Siswa di berikan pengertian bahwa iman tidak hanya sekedar percaya adanya Tuhan akan tetapi siswa di beri pemahaman bahwa iman harus di sertai tindakan. Yaitu setelah percaya adanya Tuhan maka sikap dan perilaku kita harus dapat mencerminkan perilaku yang sesuai dengan norma-norma dan tuntunan agama.
Pemantauan yang dilakukan oleh guru tehadap siswa adalah sebagai sarana atau cara mendisiplinkan siswa untuk tetap melaksanakan kewajibanya sebagai seorang hamba. Jika iman sudah tertanam dalam hati semua siswa maka ada ataupun tak ada bapak ibu guru siswa tetap menjalankan kewajibanya. Dimanapun dan dalam keadaan apapun siswa tetap patuh. Beriman adalah modal utama untuk siswa bisa menjadi insan yang mulia dan beradap. Seberapapun cerdas dan pintar seseorang tanpa memiliki dasar iman yang kuat maka akan mudah terombang ambing oleh keadaan.
Besar harapan sekolah dapat mencapai visi dan misi yang telah di tetapkan. Semua itu tak lepas dari peran orang tua yang ikut berperan aktif untuk bisa tanamkan perilaku beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa.
Salam sehat, salam literasi tetap semangat lakukan hal terbaik apa yang kita bisa.
Gununkidul, 3 Maret 2022
Kamis, 24 Februari 2022
Seindah Langit Biru
Kamis, 16 Desember 2021
Tanamkan Jujur Sejak Dini
Tanamkan Jujur Sejak Dini
Maraknya korupsi yang ada di negeri ini membuat hati begitu
prihatin. Banyak rakyat yang masih merasakan berbagai kekurangan namun banyak
dijumpai pula orang atau pejabat tertentu yang melakukan korupsi. Apa yang bisa
kita lakukan agar bangsa ini terbebas dari korupsi. Bagaimana kita jadikan
anak-anak kita sebagai penerus bangsa agar memiliki keteguhan hati agar kelak
dalam memimpin bangsa ini terhindar dari korupsi dan hal-hal yang dapat membuat
negara kita rugi.
Jika bukan mulai dari kita lalu siapa lagi? Sembilan nilai anti korupsi harus kita tanaman pada diri dan juga anak-anak
kita. Sembilan nilai anti korupsi tersebut yaitu Jujur, Peduli, Disiplin,
Mandiri, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani, dan Adil. Kesembilan
nilai tersebut dapat kita tanamkan pada anak-anak kita dalam kehidupan
sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut tidak dapat di lakukan dengan instan, namun harus
dimulai pendidikan pada usia dini sampai ke jenjang pendidikan lanjut dan juga
pendidikan tingkat profesi yang baik. Pendidikan modal bagi generasi anak-anak
yang kelak menjadi pemimpin dimasa yang akan datang, menggantikan generasi
pemimpin-pemimpin sekarang.
Perilaku jujur dapat kita tanamkan dalam hati anak-anak kita. Saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan misalnya, dimana
kita bisa saja minum dan makan jika tak ada yang melihatnya. Namun kita harus tanamkan
bahwa walaupun kita sebagai orang tua tidak bisa selalu mengawasi mereka namun mereka harus yakin
bahwa Allah melihat kita. Dalam keadaan haus dan lapar kita harus bisa menahan
agar tidak makan dan minum. Dengan demikian anak-anak kita akan takut untuk
melakukannya.
Contoh lain misalnya saat ulangan, kita harus bangga anak kita
mendapat nilai pas-pasan namun mengerjakannya tanpa mencontek. Bukan malah
bangga nilai ulangan anak kita sempurna namun hanya mencontek. Lebih bangga
lagi jika anak-anak kita mendapatkan nilai bagus dengan usahanya sendiri
mengerjakan ulangan tanpa mencontek. Di sini anak akan belajar kerja keras untuk
mendapatkan nilai bagus. Saat itulah kita harus bisa berikan apresiasi untuk
mereka.
Dengan meminta anak-anak kita untuk selalu bersikap jujur dari kecil
maka anak pun akan terbiasa dalam keadaan apapun pasti takut untuk melakukan
kecurangan. Jika nilai kejujuran sudah kita tanamkan dari kecil maka bukan
tidak mustahil lagi anak-anak kita calon pemimpin negeri ini akan terhindar
dari korupsi.
#kamismenulis
#antikorupsi
Gunungkidul, 16 Desember 2021
Rabu, 01 Desember 2021
Tentang Rindu
Tentang Rindu
Hai sahabat lage, apa kabar semua? semoga selalu sehat hingga dapat
beraktvitas dan selesaikan tugas-tugas kita dengan penuh semangat diberi
kelancaran. Aamiin. Dalam kesempatan Kamis menulis ini aku akan mencoba untuk
bisa menuangkan segala isi hatiku terinspirasi dari sebuah lagu yang
dinyanyikan oleh Virza dengan judul “Tentang Rindu” Sebenarnya banyak lagu yang
aku suka namun mendengar lagu ini hatiku seperti terketuk.
Berikut lirik lagunya:
Pagi telah pergi
Mentari tak bersinar lagi
Ntah sampai kapan kumengingat
Tentang dirimu
Kuhanya diam
Menggenggam menahan
Sgala kerinduan
Memanggil namamu
Disetiap malam
Ingin engkau datang dan hadir
Dimimpiku rindu
Dan waktu kan menjawab
Pertemuan ku dan dirimu
Hingga sampai kini aku masih ada disini
Kuhanya diam
Menggenggam menahan
Sgala kerinduan
Memanggil namamu
Disetiap malam
Ingin engkau datang dan hadir
Dimimpiku rindu
Dan bayangmu akan slalu bersandar dihatiku
Janjiku pastikan pulang bersamamu
Kuhanya diam
Menggenggam menahan
Sgala kerinduan
Memanggil namamu
Disetiap malam
Ingin engkau datang dan hadir
Dimimpiku
Kuhanya diam
Menggenggam menahan
Sgala kerinduan
Memanggil namamu
Di setiap malam
Ingin engkau datang dan hadir
Di mimpiku
Slalu dimimpiku
Rindu
Kerinduan sosok seorang Ayah yang dengan kesibukan kita terkadang
kita lupa akan perjuangan beliau membesarkan kita dengan penuh kesabaran,
tanggung jawab, kasih sayang yang tak terhingga. Betapa beliau ingin melihat
kita sukses lancar dalam usaha kita. Saat kita jauh dan sukses beliau hanya
ingin sekedar mendengar kabar kita. “Say halo” barang sebentar akan membuatnya
tenang dan bahagia. Tapi apa yang kita lakukan jika mereka tak menghubungi
kita, terkadang kita lupa, dan kebanyakan saat kita susah baru kita ingat akan
sosok seorang Ayah, Ya Rabb ampuni hamba.
Jangan sia-siakan kesempatan yang ada, gunakan dengan
sebaik-baiknya. Jenguk beliau, bahagiakan beliau jangan kita datang saat kita butuh
saja. Menyesal itu datang belakangan dan semoga kita tak mengalami hal demikian.
Menyesal di kala hidup belum sempat buatnya bahagia. Berikan yang terbaik, Ayah
tak meminta kita lebih beliau hanya ingin kita bisa dampinginya saat renta,
mendoakannya ketika telah tiada.
Ayah salam kangen untuk sang pejuang hidupku. Semoga Allah
limpahkan kasih sayang-Nya untukmu. Damailah disisi-Nya Ayah.
#KamisMenulis
#SahabatLagerunal
Gunungkidul, 2 Desember 2021
Rabu, 27 Oktober 2021
Ku Raih Mimpi Melalui Blog
Ku Raih Mimpi Melalui Blog
Dari gruup WA aku jumpai twitboon tentang selamat hari blogger. Waah ternyata ada hari
blogger. Satu tahun aku mengenal blog rasanya terasa bahagia bisa mengikuti
event hari blogger ini. Tahun 2020 membawaku mengenal blog dan berusaha untuk
bisa menulis di blok. Pada awalnya bingung mau nulis apa. Beruntung aku bisa
gabung di grup menulis gelombang 8 dari PGRI yang di prakarsai Om Jay.
Dari sana peserta di wajibkan untuk membuat blog. Om Jay yang saat
itu begitu sabar mendampingi peserta bagaimana cara membuat blog.Tak lupa juga
untuk Pak Brian yang selalu membantu aku dalam mengatasi segala kesulitan dalam
membuat blog. Terimakasih untuk beliau semoga menjadi amal jariyah. Jadwal kegiatan
belajar menulis diadakan setiap hari selama 30 kali pertemuan. Materi yang di buat
resume dan di tulis di blog serta di kirim ke email Om Jay. Naah dari sana blog
setiap hari terisi tulisan resume kegiatan menulis. Pada event-event tertentu
kadang Om Jay mengirimkan gambar untuk bisa di ceritakan dan di buat tulisan.
Kali pertama saat menulis tantangan tentang uang satu lembar uang
100 ribuan, aku mendapatkan hadiah dari Om Jay berupa pulsa senilai 100 ribu. Bahagia
begitu aku rasakan. Aku pun semakin hari semakin semangat untuk menulis, walau
mungkin tulisanku hanya berupa curhatan atau impian. Aku tak peduli yang
penting aku menulis setiap hari.
Benar apa yang Om Jay sampaikan menulislah setiap hari dan buktikan
apa yang terjadi. Menulis blog setiap
hari dan dari komen beberapa sahabat mayaku aku bisa kalahkan tantangan satu
persatu dan akhirnya dari blog lahirlah buku 32 antologi dan juga 2 buku solo.
Hal yang dulu anggap itu semua tak mungkin namun karena keinginan yang kuat dan
niat untuk bisa berbagi maka hal yang tak mungkin itu bisa jadi nyata.
Setelah pelatihan selesai tentu aku masuk ke komunitas lagerunal dari
sini saya bisa selalu belajar untuk memperbaiki tulisanku. Berharap kedepan melalui blog aku
bisa menulis sesuatu yang lebih bermanfaat untuk orang lain terutama dalam hal
ini menyangkut tentang tugasku sebagi guru PAI. Aku ingin kedepan blog yang aku
buat berisi konten-konten materi PAI yang saya ajarkan.
Hari rabu malam di grup lagerunal aku mendapatkan link untuk bisa
merayakan hari blogger ini. Dalam pertemuan ini saya bisa tau beberapa wajah-wajah
sahabat lagerunal. Walau tak semuanya bisa gabung namun aku merasakan senang dari percakapan para master hebat-hebat seperti
Pak Brian, Mas Mo, Pak Rizky, Pak Padil, Pak Indra, Bu Pipit dan tentu Pak D
yang sangat di tunggu-tunggu kehadirannya. Alhamdulilah aku mendapatkan energi
positif untuk semangat ngeblog dan bahkan bermimpi untuk bisa membuat grup guru
Blogger Gunungkidul. Seperti yang sudah di rintis oleh sahabat-sahabat lagerunal
seperti komunitas guru blogger Lebak.
Terimakasih sahabat mayaku, selamat hari blogger, salam literasi
teruslah menulis dan berbagi, menginspirasi melalui blog. Menulislah dan
buktikan apa yang akan terjadi.
Gunugkidul, 28 Oktober 2021
KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026
KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026 Sabtu, 12 September 2026, kegiatan karang pamitran tingkat ...
-
Sayur Cinta Untuk yang Terkasih Sebagai seorang istri tentunya harus bisa memasak untuk suami dan keluarga. Jika seorang istri tak bisa ...
-
Bunga Bunga indah Harum mewangi Kehadiranmu selalu dinanti Sebagai penyejuk hati Menemani sang mentari Melati, anggr...
-
Aku Kamu dan Dia A ku seseorang yang mengagumimu K u rasa kau tau itu U ntuk bisa bertemu butuh waktu K au juga merindukanku A kank...