Cari Blog Ini

Selasa, 08 Juni 2021

Kalimat Efektif

Kalimat Efektif

 

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca.

Dengan kata lain, kalimat efektif  adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pndengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimasud oleh penulis atau pembicaranya.

Ciri-ciri Kalimat Efektif dan contoh

1.      Kesepadanan

Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.

Contoh :

Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT). (Tidak Menjamakkan Subjek)

Contoh:

Tomi pergi ke kampus, kemudian Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif)

Tomi pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan (efektif)

2.      Kecermatan dalam pemilihan dan penggunaan kata

Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).

Contoh :

Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif).

Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).

3.      Kehematan

Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:

1)      Menghilangkan pengulangan subjek.

2)      Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.

3)      Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.

4)      Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.

Contoh:

Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (tidak efektif)

Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)

Dia sudah menunggumu sejak dari pagi..( tidak efektif)

Dia menunggumu Sejak pagi.( efektif )

 

4.      Kelogisan

Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

Contoh:

Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)

Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)

5.      Keparalelan atau Kesajajaran

Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.

Contoh:

Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif)

Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)

Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif)

Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif)

6.      Ketegasan

Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat, ada beberapa cara, yaitu:

Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat)

Contoh:

Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.

Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. (ketegasan)

 

Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.

Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. (ketegasan)

Membuat urutan kata yang bertahap

Contoh:

Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (salah)

Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (benar)

Melakukan pengulangan kata (repetisi)

Contoh:

Cerita itu begitu menarik, cerita itu sangat mengharukan.

Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.

Contoh:

Ø  Anak itu bodoh, tetapi pintar.

Mempergunakan partikel penekanan (penegasan), seperti: partikel –lah, -pun, dan –kah.

Ø  Contoh:

Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku?

Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini

Sumber: dosenpendidikan.co.id

 

Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan, 08 Juni 2021

1. Senjapriany || Maaf ka aku masih kurang paham dengan kata ambigu, terus satu lagi yang dimaksud dengan hiponimi kata itu apa?

2. Superordinat itu apa ka?

3. Bagaimana cara mengurangi penggunaan kata tidak efektif? Terkadang saya suka bingung saat buat kalimat hehehe, terima kasih kak

Apa dalam sebuah cerpen harus logis bun? Maksudnya kan ada pula kalanya cerpen yg ada majasnya?

Jawab

1.      Nah ini, kita memang harus banyak belajar.

Intinya, kita kembali lagi belajar tentang SPOK.

Banyak berlatih dan membaca.

Dengan kita banyak membaca, otomatis pikiran dan otak kita akan berubah dengan sendirinya. Dan ini akan membuat tulisan jadi berkembang.

2.      Jadi superordinat itu berkesinambungan dengan hiponimi.

Kalo hiponimi benda terkecil. Sedangkan superordinat itu benda terbesar.

Contoh, melati kan hiponim terhadap bunga.

Maka bunga adalah superordinat terhadap melati.

 

3.      Maksud dari logis kan suatu kalimat yang katanya masuk akal.

Warna itu termasuk superordinat dari jenis warna. Misalnya merah, berarti warna merah merupakan hiponim.

Ini salah satu yang harus dihindari.

Contoh kalimatnya :

Ia memakai baju warna merah

Adanya kata warna merah menjadi kalimat tidak aktif.

Nah, seharusnya bagaimana?

Seharusnya,

Ia memakai baju merah

Demikian materi hari ini semoga bermanafaat, tetap semangat, belajar tak mengenal usia jangan lelah untuk terus belajar.

 

#Day4 WCS_MateriKelasCerpen

Gunungkidul, 8 Juni 2021 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Benang Rindu

Benang Rindu Merah senja membawa kisah Pada sebait kata yang menggugah Jiwa meronta karena terpisah Bukan karena tak cinta namun...