Cari Blog Ini

Sabtu, 21 Maret 2026

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di bulan Syawal nan fitri. Dalam kesrmpstan ini penulis sedikit menyampaikan pesan dari kutbah hari raya idul fitri. Hari raya idul fitri tahun ini jatuh di hari Jumat dan juga Sabtu. Perbedaan ini bukan yang oertama kalinya terjadi. Namun tidak mengapa kita saling menghormati dengan perbedaan yang ada. Yang terpenting kita bisa mengambil hikmah atau pelajaran di dalam kita melaksanakan ibadah puasa dan bisa mengamalkannya di bulan- bulan  berikutnya.

Manusia memilik Empat sifat. Yaitu :
1.Sifat Bahimiyah (kehewanan/rakus)
Kecenderungan manusia untuk hanya mementingkan kebutuhan fisik seperti makan, tidur, dan syahwat secara berlebihan, mirip binatang ternak. Pertanda meembenarkan segala cara untuk e mencapai tujuan
2. Sifat Sabu’iyah
Sifat yang memicu kemarahan, kezaliman, permusuhan, dan keinginan untuk menyerang atau menguasai orang lain.
3. Sifat Syaithoniyah
Sifat yang mendorong perbuatan dosa, maksiat, tipu daya, iri hati, dan kesombongan. Ini membuat manusia menghalalkan segala cara. 
4. Sifat Rububiyah
Sifat penuh keimanan kisabaran dan taat kepada Allah Swt.
Orang yang dapat  memiliki sifat yang no 4 maka dia akan selamat,  memiliki akhlakul karimah dan menjadi orang yang  muttaqin.
Keempat sifat ini saling berebut pengaruh dan harus dikendalikan dengan akal dan iman. 

Ramadan mendidik untuk kita menjadi solih. Solih individu yaitu melaksanakan tugas ibadah kepada Allah. Dan Solih sosial yaitu sifat peduli terhadap orang lain, membnatu orang yang membutuhkan. 
Dalam Q.S Al baqoroh 147 disebutkan
Artinya: Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka, janganlah sekali-kali engkau (Nabi Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.
Untuk memantapkan hati orang-orang yang baru masuk Islam dan umat Nabi Muhammad di masa mendatang tentang kebenaran ajaran-Nya, Allah menegaskan bahwa kebenaran itu datang dari Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu
Menetapi janji, sabardalam  kemiskinan dan kesengsaraan.

Bulan Ramadan yang penuh Rahmat, ampunan dan pembebasan api neraka.
Bulan syawal meneruskn ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadan. Kita gunakan untuk memperbaiki hubungan  dengan Allah.
Kita jadikan saling memamaafkan, di golongkn orang-orang yg beruntung  dunia akhirat, mari bermunajab meminta Allah untuk di beri petunjuk untuk  keselamatan dunia dan akhirat.

Semoga kita di golongkan hamba-hambaNya yang mendapatkan keberkahan dan menjadi orang-orang yang muttaqin. Aamiin
Selamat hari raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin.

Gunungkidul, 20 maret 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...