Cari Blog Ini

Sabtu, 06 Februari 2021

Minggu Pertama

Hujan lebat mengguyur desaku disiang hari, pohon-pohon terlihat bergoyang disapa angin, aliran air di depan rumah meluap, awan terlihat putih sepertinya hujan akan bertahan lama. Hatiku mulai berbisik lembut terurai doa untuk kau yang jauh disana. Semoga Allah senantiasa melindungi setiap langkahmu.

Sudah sepekan lamanya kau tak lagi menghubungiku setelah call terakhir tiba-tiba terputus. Pandanganku jauh menerobos lewat cendela kaca rumahku. Ada sedikit ke kwatiran menghinggapi pikiranku.  

Tiba-tiba terdengar ibu memanggilku.
"Tya, ayo nak kita makan siang, ini sudah jam satu lho! Panggil ibu seraya mengetuk pintu kamarku.
" Iya bu", jawabku dengan sedikit kaget.
" Ibu tunggu di dapur ya nak" , suara lembut  ibu masih terdengar.
"Iya ibu siap"! , jawabku.
Ibu selalu begitu, jika bilang atau mengajak aku untuk apapun harus segera di lakukan. Jika tidak maka ibu akan selalu memanggilku dan begitu banyak kata- kata yang keluar untuk menasehatiku. Namun terkadang saat aku lagi ga mood aku sangat malas untuk beranjak. Seperti hari ini saat hujan begini aku lebih suka untuk menyendiri di kamar walau hanya sekedar membaca buku-buku. 
Panggilan ibu kedua mulai aku dengar lagi, dan akupun segera beranjak untuk bersamai makan siang  ibuku tercinta.
Menu makan siang hari ini, ibu memasak sayur lodeh, ikan bandeng, tempe garit kusakaan ayah tidak pernah absen dari meja makan, apapun lauknya yang dimasak, tempe tidak boleh ketinggalan. Tadi pagi aku di minta ibu untuk   beli semuanya di tukang sayur keliling yang setiap pagi sudah berada di depan rumahku.
Sebenarnya aku juga paling males untuk beli sayuran, ujung- ujungnya ketemu sama ibuk- ibuk yang lain yang selalu menanyakan perihal calon suamiku. huuf 
"Ayo tya," kembali ibu mengajakku nada  suara ibu mulai meninggi.
"Hehe, iya ibuku cantik", sambil jalan menghampiri ibu dengan sedikit memujinya agar senyum manis ibu terlihat disana. Senyum yang buatku selalu nyaman melihatnya dan tak ingin sedikit pyn berlalu dari rasa nyaman itu.
 Alhamdulilah makan siang di temani hujan siang itu menambah kebahagian keluarga kecil ini. Keluargaku hanya terdiri dari empat orang ayah ibu dan juga kakak perempuanku, yang saat ini sudah menikah dan tinggal di kota lain bersana suaminya. Tinggalah kami bertiga di rumah. Sebenarnya detiap minggu begini kakak selalu datang berlibur ke rumah atau mengajak kami jalan -jalan walau hanya sekedar melihat- lihat hutan di dekat tempat tinggal kami atau pergi menghirup udara segar  pantai yang juga tidak jauh dari tempat tinggalku. Jarak kurang dari 12 Km dari rumah membuat jami sering pergi ke pantai. Hal dulu sering kami lakukan sebelum pandemi covid-19 hadir di seantero jagat ini.
Untuk saat ini jika kami kangen kami hanya vc. Sedikit bisa mengobati rasa kangen yang menghinggapi.  Hari ini sudah jam 13.00 WIB namun kakakku belum juga vc. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Benang Rindu

Benang Rindu Merah senja membawa kisah Pada sebait kata yang menggugah Jiwa meronta karena terpisah Bukan karena tak cinta namun...