Tulis yang Kita Lakukan, Lakukan yang Kita Tulis
Cari Blog Ini
Kamis, 30 Desember 2021
Kalian Guru yang Sangat Berharga Untukku
Jumat, 24 Desember 2021
Tak Kan Terulang
Tak Kan Terulang
Bel tiga kali berbunyi begitu nyaring, jam pelajaran selesai.
Anak-anak berkemas-kemas untuk menutup pelajaran dengan doa kemudian pulang.
Sita, Amanda dan Ririn sangat gembira. Dua mata pelajaran selesai untuk di
ujikan di hari ini. Masih ada 4 hari lagi untuk mereka menyelesaikan ujian
akhir semester.
Di hari pertama Sita dapat mempersiapkanya dengan baik, begitu pula
Amanda dan Ririn. Saat menunggu mereka di jemput, mereka berbinjang sebentar di
halaman sekolah.
"Sit, gimana ujian kamu tadi? bisa mengerjakan lancar kan?
tanya Ririn.
"Waah, lumayan aku kan sudah persiapkan dengan belajar
kemarin, jadi ya, gitu lah enak ngerjainnya," jawab Sita.
"Syukur deh kalo gitu, sebenarnya aku ada sih beberapa soal
yang ga yakin bener aku ngerjainnya," ungkap Ririn.
"Lho kenapa Rin, perasaan semua soal mudah deh," tegas
Sita.
"Aku kurang yakin aja, Sit. Tapi semoga benar jawabanku,"
jawab Ririn.
Tak lama mereka berbincang, Ayah Sita sudah datang menjemput.
"Ok, Rin, Nda. Aku pulang duluan ya,"pamit Sita.
"Sip, hati-hati Sit. Nanti sore kita belajar bersama ya !”
ungkap Amanda.
“Siap,” jawab Sita.
Beberapa menit kemudian Ayah Ririn dan Amanda datang. Tampak
halaman sekolah sudah sepi.
Selama PTMT memang sekolah tak seramai dulu. Para siswa datang
bergantian ke sekolah sesuai jadwal yang di bagikan. Begitu pula untuk ujian
akhir semester kali ini.
Sesampainya di rumah Sita menceritakan pelaksanaan ujian hari
pertamanya. Ibu Sita sangat senang mendengarnya.
"Alhamdulilah, Nak. Jika ujianmu hari ini lancar, kamu harus
tetap belajar untuk persiapan ujian besok dan beberapa hari berikutnya," kata Ibu Sita.
Sita pun mengiyakan, Ibu segera meminta Sita untuk ganti baju lalu
makan dan istirahat.
Setelah istirahat siang, Sita bangun dan di dapatinya Amanda sudah
berada di rumahnya. Sita, Ririn dan Amanda sering belajar bersama di rumah
mereka. Kadang di rumah Sita kadang di rumah Amanda ataupun Ririn.
Hari ini di Ririn tak kelihatan batang hidungnya. Satu jam berlalu
namun tak kunjung datang. Amanda hanya belajar berdua saja bersama Sita.
Keesokan harinya ujian hari kedua berlangsung. Semua siswa telah
bersiap di tempat duduknya masing-masing. Setelah berdoa Ibu guru membagikan
lembar soal dan lembar jawaban.
"Silahhan kerjakan soal dengan teliti dan benar ya, jangan
terburu-buru . Waktu kalian 90 menit," perintah Bu Guru Ida.
"Iya, Bu,"jawab seluruh siswa kompak.
Semua siswa mulai mrngerjakan. Ririn masih terpaku dengan melihat
soal yang ada di hadapannya. Kenapa Ririn belum juga mengerjakan. Tujuh menit
berlalu Ririn masih saja membuka-buka lembar soal.
"Ayo Ririn segera kerjakan soal itu," kata Bu Ida.
Suara Bu Ida mengagetkan kegelisahan Ririn.
"Iya,Bu, jawab Ririn.
"Harusnya aku kemarin datang untuk belajar bersama Sita dan
Amanda,"guman Ririn.
Soal ini sulit sekali. Aduh bagaimana ini. Ririn mulai mengerjakan
dengan asal. Ririn tak mau nanti waktu habis namun soal belum terselesaikan.
Soal Matematika kali ini membuat Ririn pusing. Memang untuk Matematika Ririn
mengaku kurang mampu menahami. Ririn tak mau berusaha malah malas untuk belajar
bersama temanya kemarin. Bagi Ririn sama saja belajar Matematika juga Ririn tak
bisa. Padahal Amanda dan Sita bisa membantu jika Ririn kesulitan memahami
Matematika, namun Ririn gengsi. Akhirnya Ririn pun tak bisa mngerjakan soal
Matematika dengan baik.
Ririn begitu sedih, Ia pun menceritakan pada Sita dan Amanda.
“Yes, aku puas ngerjain soal hari ini,” kata Sita.
“Iya Sit, aku juga. Apa yang kita pelajari kemarin keluar dalam
soal itu,” timpal Amanda.
Sementara Ririn , diam dan merasa sedih.
“Aku menyesal Sit, kemarin aku tak ikut belajar bersama kalian,” ungkap
Ririn.
“Lagian kamu kemarin kemana sih, rin? tanya Sita.
“Aku malas saja, Sit. Aku tak bisa belajar Matematika. Sebenarnya
aku pingin bisa tapi aku malu belajar bersama kalian,” jelas Ririn.
“Ya Allah, Rin. Kamu tak usah malu, kita belajar bersama kita akan
bantu,” jawab Sita.
“Iya, Rin. Lain kali kamu tetap ikut belajar bersama ya,” aku dan
Sita akan membantu.,” lanjut Amanda.
“Iya, Nda. Aku menyesal. Hal ini tak kan aku ulangi lagi. Aku ga
boleh malu. Aku harus bisa,” ucap Ririn.
Ririn berjanji dalam hati, Ririn harus berusaha lebih baik lagi
agar bisa paham dengan Matematika. Senyum tulus Sita dan Amanda mampu menyentuh hati Ririn untuk bisa lebih
bersemangat lagi. Dalam berteman harus bisa saling membantu dan memberikan support
untuk bisa lebih baik lagi.
#30daysreadingastorywithyourkids
#onedayonestory
#ChallengeDesemberAisei
Gunungkidul, 26
Desember 2021
Rabu, 22 Desember 2021
Tak Cukup di Katakan
Sabtu, 18 Desember 2021
Elegi Tahun Baru
Elegi Tahun Baru
Tiga musim berlalu, semesta mempertemukan aku dan kamu. Setelah
sekian lama tak bersua. Aku mengenalmu sejak kita masih seragam biru putih. Ada
rasa tumbuh disana yang entah kami
mengartikannya. Berawal dari sapamu di sosial media waktu itu, rasa yang
dulu ada kini mulai tumbuh. Rasa yang ada dulu membawa kita untuk bisa saling
ucapkan cinta. Meski tidak pernah bertemu.
Ardianto laki-laki berpenampilan sederhana namun bersahaja. Aku
melihat wajahnya yang agak beda dengan Ardi yang aku kenal dulu. Kini dia lebih
kelihatan dewasa. Bayanganya bertahta di hati dan pikiranku. Entah aku yang
terlalu mudah untuk mencitai atau Ardi yang memang terlihat mempesona di
mataku.
Hari ini tahun baru dan itu
bertepatan dengan hari lahirnya. Aku tahu itu dari adiknya yang dulu memang
kenal dekat denganku. Rencananya aku akan berikan sesuatu di tahun baru. Bukan
hal istimewa namun bagiku sangtlah dapat membuatnya bahagia.
Berbekal cinta dan kepercayaan diri. Akupun persiapkan sesuatu
untuk bisa ku berikan di hari indah itu. Aku ingin menemuinya setelah sekian
lama hanya bersua lewat maya. Kubawa bingkisan kecil untuknya. Bukan barang
mahal namun aku senang karena itu hasil dari karyaku sendiri. Satu buah buku
puisi yag aku tulis selama perjalanan hidupku. Memang yang aku tahu kamu tak
begitu suka baca namun karena aku suka menulis maka kamu sering membaca tulisan-tulisanku
yang kebanyakan dari ungkapan-ungkapan yang selalu mewakili rasa di hatiku.
Sekitar pukul dua belas aku
sampai di tempatmu bekerja, tepatnya di sebuah toko. Aku bayangkan binar
bahagia di matamu saat menerima bingkisan kecil dariku. Aku dan kamu pasti
sangatlah bahagia. Terlihat pengunjung toko sangat ramai, mungkin karea jam
istirahat banyak pelanggan yang datang untuk membeli barang yang di inginkan.
Aku menunggunya keluar dari toko, rasa penasaran yang teramat
sangat yang membuatku makin deg-degkan dan ingin segera bertemu
denganmu.Tiba-tiba seseorang mengagetkanku dengan menepuk pundakku.
“Hai, Ran. Sedang apa di sini siang-siang sendiri? Tanya Ariyani.
Teman sekolahku yang aku tahu dia juga bekerja di toko.
“Iiih … mengagetkanku saja
kamu, Yan” jawabku.
“Maaf, lagian kamu sendiri bengong disini,lagi nunggu seseorang
ya?” cetusnya.
“ eee iya iya Yan. Aku akan bertemu temanku.” kataku.
“Teman-atau teman niih,” ledeknya. Aku tersipu malu.
“Kamu sendiri mau ketemu siapa Yan,” tanyaku.
“ Aku mau ketemu Anto, pacarku,” jawab Aryani.
Tiba-tiba kulihat, sesorang keluar dari toko itu, dari perawakannya
aku tahu itu adalah Ardi. Dia berjalan menuju ke arah kami. Aku makin
deg-degkan. Akhirnya aku akan bertemu langsung dengannuya. Ya rabb. Tenangkan
hatiku.
“Rani, kenalkan ini Anto, kekasihku,” ucap Ariyani.
“Eeee. Iya Ar,” jawabku tebata-bata. Seperti Guntur di siang bolong
aku mendengar ucapan Ariyani.
“Ternyata Ardi adalah Anto. Nama yang aku kenal sebagi Ardi adalah
Anto dan sudah memiliki pacar. Lalu apa
artinya hubunganku sama dia selama ini. Tahu dia udah ada janji dengan Ariyani,
tentu aku tak datang hari ini,”gumanku.
Hancur hatiku, butiran bening menetes di pipiku. Aku berusaha
sembunyikan dari Ardi dan Ariyani. Hatiku makin perih kala Ardi tersenyum manis
ke arah Ariyani. Aku memang telah bertemu dengannya tetapi hatiku kini terluka.
Aku pikir perasaan kita sama, tetapi ternyata aku hanya pelarian baginya.
Hatiku hancur di tahun baru.
Gunungkidul, Desember 2021
Kamis, 16 Desember 2021
Pengembangan Kualitas Hidup melalui Program Literasi Digital
Pengembangan Kualitas Hidup melalui Program Literasi Digital
Alhamdulilah segala puji bagi Allah SWT atas segala rahmad-Nya.
Hari ini Rabu, 15 Desember 2021 masih diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan
Guru Motivator Literasi. Hari ini sudah pertemuan terakhir. Bersyukur dan senang sekali masih bisa mengikuti kegiatan pamungkas
ini. Melalui pelatihan guru motivator literasi digital angkatan pertama di
penghujung tahun 2021. Berharap dapat menutup aktivitas kita tahun ini dengan
baik dan penuh kebahagiaan, sekaligus menyambut tahun baru 2022 dengan penuh optimis.
Hari ini kita akan belajar bersama tentang pengembangan kualitas
hidup melalui literasi digital. Satu tema menarik dan penuh makna ditengah
pesatnya arus informasi yang nyaris tidak terbendung. Kemajuan teknologi
informasi digital selalu memiliki dua sisi yang saling berlawanan oleh sebab
itu senantiasa dibutuhkan sikap bijak
dan bajik dalam mengelola diri menerima dan memanfaatkan informasi yang
tersedia. Dalam hal ini literasi digital dapat menjadi salah satu strategi yang
paling efektif dalam menangkal berbagai berbagai dampak negatif, sekaligus
mengoptimalkan dampak positifnya dalam meningkatkan kualitas hidup kita, amiin
Sebagai moderator Bapak Muliadi, dengan narasumber yang terkenal
dengan kalimat bahagianya, yaitu Mr. Bams. Kita bisa langsung
menikmati kalimat bahagia dari Mr Bams setiap hari melalu web resmi beliau http://penamrbams.id
Berikut CV beliau agar kita lebih mengenalnya.
https://penamrbams.id/cv-bambang-purwanto/
Untuk membahas lebih jauh apa bagaimana mengembangkan kualitas
hidup melalui literasi digital, mari kita sambut narasumber kita Mr Bams
Kamajuan
teknologi yang sangat pesat, membuat orang terperangah. Apalagi dalam masa
pandemi, setiap orang dipaksa untuk bisa menguasai pemanfataan Teknlogi
Informasi dan Komunikasi (TIK). Seperti di materi-materi sebelumnya sudah
sangat jelas dibahas bagaimana pentingnya literasi digital.
Kalau mendengar
kalimat kualitas hidup, tentunya harus ada standar. Bagaimana kualitas hidup
kita, yang setiap orang pasti akan berbeda-beda.
Pengalaman Mr.Bams dengan pemanfaatan literasi digital inilah yang
akan disampaikan oleh beliau Bagaimana ternyata saat kita memanfaatakan
teknologi ini untuk terus belajar, berkarya, berbagi dan berbakti sebagai guru
dan manusia yang mulia.
Berikut
pengalaman beliau yang mengelola beberapa media sosial
1.
Facebook
Bambang Ayah Salwa
2.
Instagram
@ayahnasalwa
3.
Website
penamrbams.id
4.
Blog
guruMAU.my.id
5.
Chanel
Youtube Pena Mr. Bams
Pemanfaatan
semua itu harus bisa menunjang berbagai aktivitas yang dilakukan beliau yaitu :
1.
Sebagai
guru mata pelajaran Informatika di SMP Taruna Bakti Bandung
2.
Sebagai
Pembina OSIS dan MPK di SMP Taruna Bakti Bandung
3.
SebagaPembingi
Ekskul Public Speaking di SMP Taruna Bakti Bandung*
4.
Sebagai
Ketua RW 13 Perumahan Lebakwangi Asri
5.
Pegiat
Literasi , pengelola TBM AS Lebakwangi
6.
Sebagai
pengelola website PGRI Kota Bandung
7.
Sebagai
pengurus GPMB Kabupaten Bandung
Pemateri sebelumnya sudah membahas materi yang berkaitan dengan
Kecakapan Digital. Mr.Bams menyampaikan tentang pesan Presiden Joko Widodo,
silahkan banjiri dunia internet dengan konten-konten yang baik. Lawan konten
yang tidak baik dengan konten yang bisa kita buat terus menerus sehingga bisa
menyaingi konten yang tidak baik
Contoh Mr. Bams saat menggukan kata kunci Mr. Bams di mesin pencari
google, kemudian pilih gambar maka hasilnya adalah seperti gambar diatas. Ini
karena beliau terus menerus membanjiri media sosial, webiste, blog, youtube.
Maka hasilnya bisa seperti sekarang.
Saat memiliki karya dengan Kalimat Bahagia Mr. Bams beliau posting
di IG @ayahnasalwa, kemudia juga di posting di website penamrbams.id, maka
google yang baik hati akan memberitakan tempat yang layak untuk sebuah karya.
Maka teruslah kita berkarya, dan berkarya sampai kapan pun.
https://www.youtube.com/channel/UCDw-57I2kl77_hVmt9Orhjg
Ini chanel Pena Mr. Bams tempat kumpulan karya video-video
Semakin kita mengasah kemampuan kita, kepercayaan bisa datang untuk
terus memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri. Saat kita mengembangkan
diri terus menerus jangan heran, kesempatan akan datang bahkan prestasi bisa
diraih.
Saat aktif di PGRI kota Bandung, beliau hanya sebagai anggota
mendapatkan tawaran untuk membantu pengelolaan website PGRI kota Bandung, walau
hanya Berita Umum saja.
http://pgrikotabandung.or.id/berita/berita-umum
Kemampuan akan
terus terasah, dengan adanya kepercayaan yang diberikan oleh orang/lembaga
terhadap apa yang sedang dikerjakan. Mereka bisa memberikan penilaian dengan
apa yang sudah dilakukan dan terus-menerus dilakukan.
Setiap guru wajib branding personal. Kenapa ? Ya, karena kita guru.
Guru harus bisa memberitakan bahwa keberadaan guru itu harus dirasakan
manfaatnya, dimana pun berada. Di sekolah, masyarakat, lembaga, organisasi dan
keluarga.
https://www.instagram.com/p/CXLO7tjJJqf/?utm_medium=copy_link
Mr.Bams saat bersama Wakil Bupati Kabupaten Bandung Sahrul Gunawan.
Saat pelantikan Pengurus Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kabupaten
Bandung periode 2021-2025 pada tanggal 7 Desember 2021, beberapa hari waktu
yang lalu. Saya mendapatkan amanah sebagai anggota Bidang Penelitian dan
Penngembangan.
https://gpmbkabbandung.wordpress.com/
Blog ini baru dibuat. Apa yang bisa dilakukan maka kita lakukan
sebagai bentuk pengabdian dimana pun kita berada. Termasuk di GPMB Kab Bandung
https://lebakwangimembaca.wordpress.com/
Ini pun blog yang dibuatuntuk kelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) AS
Lebakwangi
Nah apa hubungannya dengan peningkatan/pengembangan Kualitas Hidup
?
Saat menggunakan teknologi yang ada dengan memaksimalkan potensi
diri untuk mau belajar, berkarya, berbagi dan berbakti maka banyak kesempatan
yang bisa diraih.
Manfaatkan tekonologi yang ada saat ini sebagai jalan kebaikan
dalam berlomba-lomba membuat kebaikan dimana pun berada.
https://www.youtube.com/watch?v=PkLTlCHi-sc
https://www.youtube.com/watch?v=PkLTlCHi-sc
https://www.youtube.com/watch?v=uKKjCsiG32g
Pekerja digital adalah pekerjaan depan layar. Bisa dilakukan dalam
waktu yang bersamaan. Maksudnya begini :Mr.Bams berikan contoh real. Saat beliau
sedang menjadi proktor PAS yang tugasnya mengawasi anak anak yang sedang ujian
online. Kita bisa sambil melakukan aktivitas lainnya. Artinya pemanfaatan waktu
dan sumber daya yang ada benar benar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bapak ibu
guru yang hebat bisa melakukan sesuai kondisi ditempat masing-masing. Teruslah
berkarya, jangan lupa karyanya dibagikan agar hasil belajarnya semakin
menempel. Dukungan keluarga sangat luar biasa.
Bahkan beliau punya Program Literasi Keluarga yang hampir 5 tahun dilakukan
yaitu :
1.
Hari
Jumat
Cek bacaan Kitab Suci. Semua anggota keluarga saling tanya sudah
sampai mana bacaannya?
2.
Hari
Sabtu
Semua anggota keluarga berbagi satu kalimat kepada seluruh anggota keluarga. Bila hari Minggu setiap bulan, kami biasakan makan diluar, jalan-jalan, nonton, diskusi dan ngobrol santai.
Mari terus
saling memberikan semangat dalam hidup ini. Jadikan alat-alat yang ada di depan
mata kita sebagai alat yang bisa dikendalikan agar hidup semakin baik. Dan yang
lebih penting adalah bagaimana menjaga semangat untuk berkarya itu sehingga
kualitas hidup makin baik. Sukses itu saat kita terus mau belajar, berkarya,
berbagi dan berbakti untuk menjadi guru mulia
Kalimat Penyemangat
Saat Allah SWT, Tuhan YME masih memberikan kesempatan dalam hidup
ini, maka manfaatkan untuk kebaikan.
Belajar, berkarya, berbagi dan berbakti terus menerus.
Riang gembiralah dalam hidup ini agar tetap tumbuh rasa optimis
dalam menjani kehidupan ini sebaik-baiknya. Manfaatkan teknologi dengan bijak
agar cakap digital. Mari kita serbu dengan konten konten kebaikan dan kebaikan.
Subhanallah, kalimat yang dahsyat penuh mukjizat pemberi semangat
bagi siapapun yang ikhlas ingin berbuat kebaikan, fastabiqul Khoirot,
terimakasih Mr Bams atas pesan pesan baiknya semoga Allah SWT memberikan pahala
yang setimpal.
Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya. Teruslah
untuk berbagi kebaikan. Berbagi itu indah berbagi tak akan rugi.
Gunungkidul, 16 Desember 2021
Tanamkan Jujur Sejak Dini
Tanamkan Jujur Sejak Dini
Maraknya korupsi yang ada di negeri ini membuat hati begitu
prihatin. Banyak rakyat yang masih merasakan berbagai kekurangan namun banyak
dijumpai pula orang atau pejabat tertentu yang melakukan korupsi. Apa yang bisa
kita lakukan agar bangsa ini terbebas dari korupsi. Bagaimana kita jadikan
anak-anak kita sebagai penerus bangsa agar memiliki keteguhan hati agar kelak
dalam memimpin bangsa ini terhindar dari korupsi dan hal-hal yang dapat membuat
negara kita rugi.
Jika bukan mulai dari kita lalu siapa lagi? Sembilan nilai anti korupsi harus kita tanaman pada diri dan juga anak-anak
kita. Sembilan nilai anti korupsi tersebut yaitu Jujur, Peduli, Disiplin,
Mandiri, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani, dan Adil. Kesembilan
nilai tersebut dapat kita tanamkan pada anak-anak kita dalam kehidupan
sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut tidak dapat di lakukan dengan instan, namun harus
dimulai pendidikan pada usia dini sampai ke jenjang pendidikan lanjut dan juga
pendidikan tingkat profesi yang baik. Pendidikan modal bagi generasi anak-anak
yang kelak menjadi pemimpin dimasa yang akan datang, menggantikan generasi
pemimpin-pemimpin sekarang.
Perilaku jujur dapat kita tanamkan dalam hati anak-anak kita. Saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan misalnya, dimana
kita bisa saja minum dan makan jika tak ada yang melihatnya. Namun kita harus tanamkan
bahwa walaupun kita sebagai orang tua tidak bisa selalu mengawasi mereka namun mereka harus yakin
bahwa Allah melihat kita. Dalam keadaan haus dan lapar kita harus bisa menahan
agar tidak makan dan minum. Dengan demikian anak-anak kita akan takut untuk
melakukannya.
Contoh lain misalnya saat ulangan, kita harus bangga anak kita
mendapat nilai pas-pasan namun mengerjakannya tanpa mencontek. Bukan malah
bangga nilai ulangan anak kita sempurna namun hanya mencontek. Lebih bangga
lagi jika anak-anak kita mendapatkan nilai bagus dengan usahanya sendiri
mengerjakan ulangan tanpa mencontek. Di sini anak akan belajar kerja keras untuk
mendapatkan nilai bagus. Saat itulah kita harus bisa berikan apresiasi untuk
mereka.
Dengan meminta anak-anak kita untuk selalu bersikap jujur dari kecil
maka anak pun akan terbiasa dalam keadaan apapun pasti takut untuk melakukan
kecurangan. Jika nilai kejujuran sudah kita tanamkan dari kecil maka bukan
tidak mustahil lagi anak-anak kita calon pemimpin negeri ini akan terhindar
dari korupsi.
#kamismenulis
#antikorupsi
Gunungkidul, 16 Desember 2021
Senin, 13 Desember 2021
Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital
Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital
Pada hari Jumat,10 Desember 2021 merupakan pertemuan ke-18 melalui
zoom meeting. Sebagai Moderator adalah
Mr.Deni Darmawan dan sebagai Narasumber Mrs.Leni Priska beliau penulis yang sangat luar biasa
tulisannya dan Trainer IT. Tema hari ini adalah” Ciptakan Peluang Melakukan Literasi
Digital”. Tema yang sangat menarik. Maraknya media digital saat ini
sangatlah di sayangkan jika kita tak ambil peluang.
Perlu kita ketahui terlebih dahulu bahwa nenurut www.duniaperpustakaan.com The World’s
Most Literate National (WMNL) telah merilis daftar Panjang negara-negara dengan
peringkat literasi di dunia. Hal ini tentu sudah kita ketahui.Adapun negara
yang menduduki peringkat teratas Literasi Digital adalah Finlandia, Belanda,
Swedia,Australia, dan Jepang. Lalu
bagaimana di Indonesia / ? ternyata Indonesia jauh dari negara-negara tersebut.
Untuk itu bagaimana kita bisa mulai dari diri kita agar bisa memanfaatkan dan
meningkatkan Literasi Digital dengan baik.
Pembangunan Tehnologi Indonesia
Tertinggal di Negara G20 ( Data
dari ICT Development Index Tahun 2017 seperti :
1.
Negara
Singapura 8,05
2.
Argentina
6,79
3.
Arab
Saudi 6,67
4.
Brasil
6,12
5.
Turki
6,08
6.
Tiongkok
5,6
7.
Meksiko
5,16
8.
Afrika
Selatan 4,96
9.
Indonesia
4,33
10.
India
3.03
Negara Indonesia berada di bawah negara-negara lain di G20. Sungguh
sangat memprihatinkan. Padahal negara Indonesia kaya dan subur.
Contoh negara literasi terbaik di dunia yaitu Negara Firlandia
tersebut menerapkan aturan dan tata tertib yang harus dipatuhi oleh rakyatnya
seperti :
Ø Sekolah di mulai usia 7 tahun
Ø Fasilitas perpustakaan di mana-mana
Ø Maternity Package dilengkapi buku
Ø Bacakan dongeng sebelum tidur
Ø Acara TV Asing dilarang dialihsuarakan
Kompetensi Literasi Digital secara formal,informal ,single dan
collective antara lain :
1.
Digital
Skills
Kemampuan digital untuk membantu memahami, menggunakan perangkat
dalam operasional digital.
2.
Digital
Ethics
Beretika baik, performen yang baik tidak mudah nyinyir di dunia
digital.
3.
Digital
Safety
Berhati-hati dalam keamanan berdigital tidak mudah memberikan data pribadi kita di dunia
digital.
4.
Digital
Culture
Kemampuan dalam membaca, menguraikan, membiasakan membangun wawasan
dalam budaya kita sehari-hari.
Manfaat Literasi Digital adalah :
1.
Menghemat
waktu
2.
Lebih
hemat biaya
3.
Memperluas
jaringan
4.
Membuat
keputusan yang lebih baik
5.
Belajar
lebih cepat dan efesien
6.
Memperoleh
informasi terkini dengan cepat
7.
Ramah
lingkungan
8.
Memperkaya
keterampilan
Manfaat yang banyak dari literasi digital, tentu manjadikan kita
untuk bersemangat dalam memanfaatkannya dengan semaximal mungkin. Bukan hanya
asal mengikuti arus dan tidak bisa memilih mana yang perlu kita lakukan. Ambil
peluang terbaik.
Cara ciptakan peluang antara lain :
1.
Kebutuhan
2.
Kemampuan
diri
3.
Hobi
4.
Lokasi
5.
Usaha
Dari pemaparan Mrs. Leni tentu kita semakin tahu bahwa Literasi
Digital sangat membantu kita dalam kehidupan sehari. Tidak semua orang tahu cara
bagaimana memanfaatkan Literasi Digital dan hanya asal menggunakan digital.
Terkadang sampai lupa waktu karena terbuai
segala iming-iming di dunia digital sehingga semua serba ingin instan. Untuk
itu perlu kehati-hatian dan bijak dalam kita menggunakan media digital ini.
Keadaan Indonesia yang tertinggal jauh dari negara-negara lain
tentu membuat kita bisa berperan untuk dapat meningkatkan Literasi Digital di
negara kita dengan memulai dari diri kita. Kita semua memiliki kompetensi
masing-masing untuk itu kita bisa andil di dalamnya sesuai dengan kemampuan
kita dalam memanfaatkan literasi digital. Dalam dunia pendidikan kita bisa
mencontoh dari negara Forlandia.
Demikian materi dari Mrs. Leni semoga beranfaat dan kita bisa
ciptakan peluang semampu yang kita bsa. Sebenarnya Negara Indonesia juga bisa
maju asal ada kerjasama dengan pemangku jabatan yang di atas trutama dalam dunia
pendidikan yang merupakan tonggak di mulainya perubahan. Yuuk mulai dari kita
untuk bisa memajukan Indonesia dengan menciptakan peluang mealui literasi Digital.
Salam sehat, salam literasi, tetap semangta dan terus berkarya.
Teruslah berbagi kebaikan berbagi itu indah berbagi tak akan rugi.
Gunungkidul, 14 Desember 2021.
Hari Kemenangan
Hari Kemenangan Oleh : Sumarjiyati Hari kemenangan hari yang suci Menyambut Lebaran dengan hati berseri Puasa sebulan telah ber...
-
Dan nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan. Itulah salah satu ayat Ar-Rahman yang tidak hanya sekali di sebutkan namun sampai ...
-
Terima, sadari , perbaiki Mendengar suaranya benci apalagi sampai melihat wajahnya. Bagaimana tidak aku menganggap d...
-
Aku Kamu dan Dia A ku seseorang yang mengagumimu K u rasa kau tau itu U ntuk bisa bertemu butuh waktu K au juga merindukanku A kank...