Cari Blog Ini

Kamis, 07 Oktober 2021

Vaksin

Kabar itu aku dapati melalui grup WA guru di sekolahku. Haruskah aku senang di tengah gejolak hati yang kian menderu. Antara takut, ragu, bimbang, bingung dan entah rasa apa lagi yang menghantui pikiranku. Panas dingin jelas aku rasakan, namun aku tetap berjalan tuk jalankan saran yang di anjurkan.

Pasrah pada-Mu ya rabb, keserahkan hidup dan matiku hanya untuk-Mu. Komat kamit mulutku tak berhenti membaca doa. Sapa temanku tak aku hiraukan, aku hanya berikan senyum tipis sebagai pertanda aku masih menghargai ucapan mereka. Bukan maksud hati tuk berikan luka. Aku hanya tak mampu tuk berucap dan berkata.

Detik waktu terus berjalan. Satu-satu yang terdaftar di panggil petugas. Tiba saatnya namaku disebut. Deeeeg...jantungku berdetak kencang. 
"Hai, ayo segera beranjak, Bu," ucap temanku.
Panggilan itu mengagetkanku.
"Aku, aaaku ya? Agak gugup aku membalas ucapanya.
"Iya, Bu. Silahkan ibu maju untuk di cek kesehatan ibu," perintah temanku. 
Aku berjalan seperti begitu berat. Alat tensi meter tepasang  di tanganku. Daaaan..waaw.. aku kaget, aku yang tak ada riwayat tensi tinggi, ternyata hari ini naik begitu drastis. Tensiku biasanya paling tinggi 120/ 80. Itu pun sangat jarang mencapi itu. Kini bisa mencapai 130/80. Aku di beri pertanyaan mengenai riwayat kesehatanku. Aku tak ada riwayat apapun. Aku berlanjut ke tahap berikutnya. 
Dokter cantik itu tak mampu buatku tenang dan rasa takut itu tetap menghantui.
"Monggo ,Bu. Silahkan di buka! perintah Dokter cantik itu. 
" Iya, Dok," sahutku dengan masih perasaan was-was.
"Ibu di Vaksin ya, jangan takut Ibu lemas saja tanganya jangan kaku, ga sakit kok cuma bentar. Ibu rilex saja ya! ucap dokter itu.
"Bismilah iya, Dok," jawabku.
"Ok, Bu, siap ya!
Aku pejamkan mata, dan tetap bedzikir dalam hati. Daaan
"Aaaaaaaw." Teriakanku mengagetkan seisi ruangan, bukan hanya suaraku yang terdengar keras namun tubuhku juga bergerak cepat. Kursi tempat dudukku juga bergerak.
"Belum, Ibu. Saya belum suntikkan vaksin ini ke tubuh Ibu," kata dokter.
"Belum dok,? tanyaku.
"Belum Ibu, Ibu yang tenang, sebentar kok." Dengan tenang Dokter menghiburku.
Akupun berusaha menenangkan diri, kubuka lagi baju di lengan kiriku, aku pejamkan mata. Suntikan itu mendarat di lenganku. Tak begitu terasa. Sampai Dokter mengatakan bahwa sudah selesai.  Huuuf... 
Dengan sedikit malu aku tersenyum pada dokter dan berucap.
"Makasih, Dok."
"Sama-sama, Ibu. Silahkan di tunggu di ruang sebelah ya selama 20 menit nanti ada gejala atau tidak, monggo," ucapnya lembut.
Aku pun berdiri dan berjalan menuju ke tempat yang sudah di sediakan  Di sana teman-temanku masih menunggu. Mereka tersenyum dan sedikit mengejekku.
"Waah Ibu badan gede tapi nyalinya ciut, ga sakit kan bu?  ledeknya. Hihi...beberapa teman menertawaiku. Aku pun tertawa dan kami menunggu sampai batas yang di tentukan. 


#kamismenulis
#sahabatlagerunal
Gunungkidul, 7 Oktober 2021





Minggu, 03 Oktober 2021

Disiplin dengan Terbiasa Salat

 

Disiplin dengan Terbiasa Salat



Teeeet teeeet teeeeet, bel tanda masuk kelas berbunyi. Para siswa yang asik bermain di halaman sekolah berlarian masuk ke kelas masing-masing. Tak terkecuali aku, Rian, dan Cisby.Kami siswa kelas 3 yang selalu bersama dalam kegiatan apapun. Setelah sampai kelas kami sempat berbincang tentang pelajaran dan tugasnya.

“Al, hari ini ada pelajaran PAI, ya,” tanya Cisby.

“Ada, Cis. Kita ada tugas lhu,” jelasku.

“Masa sih, ga ada Al, kita cuma diminta untuk mengisi ceklis pada lembar kegiatan ibadah,” ucap Cysbi.

Belum selesai kami bercakap, Ibu Guru sudah masuk ke dalam kelas dan menyapa para siswa. Semangat   kami muncul ketika sudah melihat Bu guru cantik dan murah senyum ini. Setelah salam, menanyakan kabar dan mengabsen semua siswa. Bu Guru menanyakan tugas yang di berikan pada kami.

Satu persatu kami menunjukkan tugas kami, ada beberapa dari kami yang tidak mengeluarkan tugas mereka, tidak juga Rian teman kami.

“Terimakasih anak-anakku kalian sudah mengerjakan tugas, dan Ibu harap apa yang kalian tulis di lembar tugas ini bisa rutin kalian kerjakan ya, tidak hanya sebatas untuk mengerjakan tugas dari Ibu, tapi kalian amalkan terus setiap hari.”

Panjang lebar Bu Guru menjelaskan pada kami. Bu Guru mengecek satu persatu  tugas kami, sampai pada tempat duduk Rian, Bu Guru berhenti lama. Di atas meja Rian, tak di jumpai selembar kertaspun.

“Lhu, Nak. Kok tugasnya belum dikeluarkan,”? tanya bu guru.

“eee eeee, “ agak gugup Rian menjawab.

“Ayo keluarkan, coba Ibu cek,”pinta Bu Guru.

“Maaf bu saya tidak mengisi lembar kerja itu karena saya belum bisa bacaan salatnya, dan saya belum melaksanakan salat,” ucap Rian.

“O… jadi itu alasan kamu tidak mengerjakan tugas ya,” tanya Bu guru lagi.

“Iya, Bu,” jawab Rian.

“Seperti yang minggu lalu Ibu sampaikan, kalian bisa mengerjakan salat tanpa harus hafal semua bacaanya, tapi yang terpenting kalian bisa baca Surat Al-Fatihah dulu ya, pelan-pelan sambil menghafal bacaan yang lainya kalian tetap melakukan salat. Yang terpenting kalian sudah terbiasa melakukan salat tepat pada waktunya,” jelas Bu Guru

“Tapi, Bu. Kata Aldi salat harus benar bacaannya dan hafal semua,”  sangkal Rian.

“Benar, dalam salat bacaan yang kita baca harus hafal dan tepat serta di pahami maknanya agar salat kita khusuk, tapi jangan jadikan alasan belum hafal bacaannya lalu meninggalkan salat,” jelas Bu Guru.

Semua siswa memperhatikan penjelasan Bu Guru dengan baik.

“Jika menungu kita hafal semua bacaannya baru salat maka kita tak akan salat, karena setiap gerakan salat berbeda bunyi bacaannya. Jadi pelan-pelan kalian menghafalnya ya, yang penting niat untuk mempelajari, menghafal dan mengamalkannya,” lanjut Bu Guru.

“Iya Bu Guru,” jawab anak-anak begitu kompak.

“Jadi sekarang tak ada alasan lagi untuk tidak salat ya, karena dalam salat itu banyak mengandung pelajaran, diantaranya melatih kita untuk disiplin dan menghargai waktu. Dengan kita rajin salat tepat waktu maka kita akan terbiasa melakukan tanggung jawab kita dengan baik dan jika salatnya baik maka baik pula amalan lainya. Kalian mengerti?

Aku dan teman-teman pun semakin paham dengan penjelasaan Bu Guru tentang salat dan maknanya. Sejak saat itu aku selalu melaksanakan salat walaupun bacaan salatku belum hafal semua. Aku tidak malu bertanya pada temanku yang sudah hafal. Setiap hari aku tahu kekurangan bacaan salatku, setiap hari pula aku rajin mempelajarinya. Sedikit- sedikit akhirnya aku sekarang bisa menghafal bacaan dalam salat.

Terimakasih Bu guru atas bimbingan salatnya. kegiatan salat duhur berjamaah di sekolah saat jam istirahat menjadikan kami lebih disiplin dan menghargai waktu. Setelah terbiasa salat tanpa diminta pun aku, Rian dan Cisby selalu menunaikannya. Kami sadar bahwa salat merupakan tanggung jawab kami sebagai seorang muslim.


#30daysreadingastorywithyourkids

#onedayonestory

Gunungkidul, 3 Oktober 2021

 

 

Kamis, 30 September 2021

Kegiatan KKG GPAI Kabupaten Gunungkidul

 

KEGIATAN KKG GPAI KABUPATEN GUNUNGKIDUL


 

Kegiatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam yang di selenggarakan tiga bulan sekali, agenda rutin KKG GPAI ini diselenggarakan di Resto Rakyat Remen Temen Ledoksari Wonosarai. Kegiatan koordinasi  antara pengurus KKG PAI SD Kabupaten Gunungkidul ini membahas tentang koordinasi kegiatan dengan MEDA dan   pembinaan dari Kasi PAIS serta informasi Aplikasi GPAI.

Acara dibuka dengan membaca basmalah dan dilanjutkan dengan sambutan ketua KKG Bapak Supriayanto,S.Pd.I. Dalam sambutanya beliau mengucapkan terimakasih atas kesediaan bapak ibu pengurus KKG dan juga korcam yang telah meluangkan waktu dan hadir dalam kegiatan rutin tiga bulanan ini.  Dalam kesempatan ini di harapkan para pengurus KKG dan korcam untuk tetap semangat dalam melaksanakan tugasnya walau beberapa agenda sempat tertunda karena adanya wabah corona.  Semoga kedepan  menjadikan lebih baik dan lebih maju.

Acara kedua yaitu pembinaan dari Kasi Pais Kabupaten Gunungkidul oleh Bapak Faqih Somadi. Beliau menyampaikan  bahwa sesungguhnya rizki yang kita peroleh bukan hanya sekedar rizki secara finansial, namun rizki kita bisa berupa teman, sahabat yang mampu mengajak kita pada kebaikan dan bisa membantu kita dalam keadaan apapun. Untuk itu kita wajib bersyukur dengan apa yang telah kita dapati.  Yaitu dalam hal ini kita dikumpulkan dengan forum ini adalah hal yang begitu indah. Kita dapat berbagi, bercerita pengalamam dalam mengajar dan dapat bertukar ilmu, menjenguk saat teman kita sakit dan banayk hal yang kita dapati bergabung dalam kelompok ini.

Selanjutnya Bapak Faqih mennyampaikan 4 tabungan surga  yaitu :

1.      Iklas bersodaqoh atau tak memunculkan.

Banyak kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari  yaitu bahwa “tangan kanan memberi, tapi tangan kiri selfi”

Artinya sama halnya kita memberi namun bisa jadi riya’. Untuk menjaga hal itu maka saat kita memberi sebaiknya tak dipamerkan melalui sosial media.

2.      Menyembunyikan musibah

Hidup tak selamanya sesuai yang kita harapkan kebahgian kesedihan kadang datang menghampiri kita. Saat kita musibah tak perlu kita perlihatkan pada orang lain agar mendapatkan simpatnya. CUkup kita terima dan kirta serahkan pada Allah SWT. Memohon agar di bebaskan dengan musibah dan kesedihan. Kita mohon ampun kepada Allah SWT.

3.      Mempererat silaturahmi

Dengan kita bersilatuhami maka kita bisa saja menyenangkan orang lain misal saat kita jenguk teman kita yang sakit, kita hibur dia kita ajak bercanda tersenyum bersama itu dapat membuat senang orang yang sedang sakit.

4.      Mengucapkan laaa haula wala kuata illa billa

Saat kita berusaha ihtiyar untuk mencapai apa yang kita inginkan alangkah baiknya untuk selalu memohon  bimbingan dari Allah SWT. Kita  berdoa dan selanjutnya kita tawakal kepada Allah. Serahkan apa yang telah kita ihtiyarkan niscaya apapun hasilnya kita tidak akan kecewa jika berhasil maka kita tidak terlalu senang dan jika tidak berhasil maka kita tak perlu sedih berlebihan. Kita yakin bahwa semua yang terjadi adalah hal terbaik yang Allah berikan kepada kita.

Bapak Faqih juga menghimbau agar para guru bisa mulai menghafal undang-undang ataupun SK Dirjen terkait dengan tugas kita sebagai guru. Beliau juga mengajak pada kita agar hafal materi yang telah kita ajarkan. Sebagai guru untuk kompetensi yang harus dikuasai adalah 4 yaitu, pedagogik, kepribadian,profesional dan sosial ini menurut UU tahun 2005 sedangkan untk UU tahun 2011 di tambahkan dua kompetensi yaitu leadership dan religius.

Untuk acara ketiga yaitu informasi dinas dari Bapak Sutadi.

Progres pendataan Emis semester ganjil 2021/2021 mengalami penurunan peringkat nasional turun menjadi peringkat 14 yang sebelumnya menduduki pringkat kesepuluh.sedangkan untuk DIY Gunungkidul mendapatkan peringkat 3 yang selisih dengan kabupaten Sleman  sebagai peringkat 2 sangat banyak.Untuk itu di harapkan GPAI segera updating data Emis. Bulan oktober ini di harapkan semua GPAI baik ASN ataupun Non ASN sudah mengerjakan. Batas waktu pengisian sampi tanggal 31 Oktober 2021.

Jika di masing-masing kecamatan terdapat guru yang belum masuk siaga, di harapkan sinkron ke dapodik kemudian mengirimkan NIK  agar bisa di proses ke SIAGA. Karena jika sudah masuk di SIAGA maka yang bersangkutan dapat mengrtahui segala info mengenai PPKB, Pretest dan lain-lain. S1 semua jurusan yang mengajar PAI bisa masuk ke SIAGA namun untuk PPG belum bisa karena belum linier.

Bagi guru PAI yang berijazah Bahasa Arab itu tidak masuk  karena Bahasa Arab masuknya ke Bahsa Asing. Jadi tidak linier jika mengajar PAI.

Terkait pencairan TPG unuk mengikuti yang TPG agama non Islam yang di cairkan perbulan agar tidak jadi kesenjangan maka untuk PAI juga kedepan akan demikian yaitu cair setiap bulan sekali.

Mohon di perhatikan untuk pengumpulan berkas di harapkan melalui korcam masing-masing jika saja korcam tidak bisa maka di harapkan saat mengumpulkan berkas ada pemberitahuan sebelumnya apa alasan tidak bisa mengumpulkan.

Info untuk guru NIP Kemenag wajib menggunakan absensi online. Tunjanagn akan disesuakan dengan absensi online jika ada keterlambatan dalam presensi maka akan dipotong. Perhitungan pemotongan tergantung berapa menit keterlambatanya

Demikian hasil dari koordinasi KKG GPAI kabupaten Gunungkidul semoga bermanfaat dan dapat segera di tindak lanjuti tentang tugas-tugas yang harus diselesaia terkait pendataan Emis.

 

NB : Dari Pak Supriyanto menambahkan terkait dengan soal PAS, KKG kabupaten akan menunjuk tim pembuat Soal.  Jadi soal PAS disediakan oleh KKG Kabupaten.

Yang kedua untk pembayaran Buku LKS monggo segera dibayarkan karena sudah memasuki bulan Oktober.

Tepat pukul 15.00 WIB acara selesai dan kegiatan di tutup dengan membaca hamdalah bersama-sama.

Gunungkidul, 30 September 2021

 

Rabu, 29 September 2021

Suka Duka Pembelajaran di Masa Corona

 

SUKA DUKA PEMBELAJARAN DI MASA CORONA


 

Pada bulan Maret 2020 tepatnya pada tanggal 16  Maret 2020 merupakan awal sejarah bagi dunia Pendidikan di Indonesia. Paendemi Covid-19 melanda  keseluruh negeri, pemerintah mewajibkan semua siswa  dari jenjang  TK/PAUD,SD/MI,SMP/MTS,SMA/MASMK dan PT untuk WFH, demikian guru harus work from home dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh atau lebih di kenal dengan belajar daring ( dalam jaringan).

Sejak keluarnya peraturan pemerintah tersebut mau tidak mau guru harus berusaha agar mampu melaksanakan pembelajaran secara online, namun tetap bisa dirasa menyenangkan oleh siswa. Bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini  pembelajaran harus tetap berjalan. Pembelajaran secara daring harus diterapkan agar peserta didik  tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan  pengajaran dan pendidikan yang layak sebagimana yang di amanatkan pada pasal-pasal dalam UUD 1945. Di masa Pandemi ini guru di tuntut untuk lebih cerdas, aktif, kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugasnya.

Banyak guru mengalami  kesulitan yang sama dalam menyampaikan pembelajaran daring tersebut. Di karenakan pembelajaran selama ini  masih di lakukan secara klasikal tatap muka dimana guru belum dapat mengoptimalkan berbagai media pembelajaran yang ada terutama media online dalam jaringan. Tidak hanya guru siswa pun juga merasa tergopoh-gopoh untuk beradaptasi dengan  pembelajaran online ini karena pembelajaran yang di alami saat ini merupakan hal baru dan di rasa cepat bagi mereka.

Begitu pula dengan orang tua di rumah yang harus mendampingi putra putri mereka untuk belajar online ini, mereka merasa punya tugas baru untuk mengawasi, mendampingi belajar putra putri mereka dan membantu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang di berikan guru terutama anak-anak di jenjang TK/PAUD SD/MI mereka belum bisa mandiri dan masih sangat tergantung dengan orang tua. Banyak para orang tua yang mengeluhkan hal tersebut. Orang tua yang tidak memiliki latar belakang pendidik di paksa harus menjadi pendidik atau guru dengan secara tiba-tiba.

Selain harus mendampingi anak belajar bagi orang tua yang bekerja maka harus benar-benar bisa membagi waktu dengan baik, mereka dituntut untuk menyelesaikan tugasnya dan juga harus bisa dampingi anak belajar. Hal ini menjadikan orang tua yang kurang siap dengan keadaan ini  akan merasa stress. Belum lagi jika satu rumah  hanya memiliki satu Hp yang harus di gunakan beberapa anak mereka. Juga karena kendala jaringan atau sinyal kurang kuat membuat anak-anak merasa kurang fokus dengan pembelajaran. Di kota-kota besar mungkin tidak masalah namun untuk di daerah  tertentu atau di pegunungan maka akan sangat menghambat pembelajaran jarak jauh.

Anak-anak merasa lebih nyaman belajar bersama gurunya di sekolah.  Jika di sekolah mereka bisa menghilangkan penat saat belajar dengan bermain bersama-teman-teman mereka, namun dirumah mereka hanya belajar sendiri yang membuat anak-anak kangen suasana sekolah dan jenuh dalam belajar. Di sini di tuntut peran guru dan orang tua agar pembelajaran di rumah tidak lagi membosankan.

Kendala atau hambatan yang di rasakan guru, orang tua ataupun siswa sebenarnya ada hikmah yang dapat kita ambil. Dimasa pandemi ini kita harus bisa mengambil peluang yang ada jangan jadikan covid-19 sebagai sebuah musibah yang menyeramkan menakutkan bahkan sampai membuat kita putus asa. Justru dengan adanya wabah ditengah kesulitan yang ada, kreativitas  harus keluar agar kita dapat bertahan dan menang menghadapi wabah tersebut. Dari pandemi ini kita bisa ambil sisi positifnya, banyak hal baru yang bisa kita pelajari dan kita peroleh.  

Sebagai orang tua kita bisa banyak waktu bersamai anak-anak kita di rumah.  Semua aktivitas di rumah manjadikan keluarga kita semakin harmonis, kita benar-benar bisa dampingi anak belajar dan berperan langsung untuk pendidikan mereka. Kita bisa  mengetahui perkembangan  anak-anak dan kekurangan-kekurangan mereka. Dengan demikian maka sebagai orang tua kita baru merasakan betapa jasa guru itu begitu besar. Ternyata tugas guru sangatlah berat. Mendidik satu dua anak saja orang tua begitu susah apalagi guru-guru yang harus mendidik berpuluh puluh siswa.

Sebagai guru kita harus belajar meningkatkan kompetensinya, harus bisa mengajar dengan menggali berbagai ilmu untuk menunjang pembelajaran jarak jauh agar bisa berjalan sesuai yang di harapkan pemerintah dan juga semua pihak. Webinar-webinar dapat kita ikuti untuk menambah wawasan dan ilmu dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

Guru harus kreatif dalam memodifikasi metode pebelajaran yang di gunakan agar pembelajaran jarak jauh bisa menyenangkan. Kita di tuntut untuk mampu membuat pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode. Apapun metodenya  yang terpenting semua siswa bisa menerima dan bisa masuk ke hati siswa.  Kita juga bisa memanfaatkan TIK yang tersedia, serta kita harus tetap tenang dalam menghadapi siswa dengan segala keterbatasanya. Sejatinya guru dan siswa harus bisa berinteraksi sebagaimana orang tua dengan anaknya. Sering berdialog adalah hal yang terpenting baik dengan orang tua ataupun dengan siswa kita. Terakhir kita bisa tarik kesimpulan dan kita review apa yang telah kita lakukan. Selanjutnya kita bisa tutup  pelajaran dengan kalimat-kalimat hikmah dan kebaikan.

Dari pembelajaran yang telah dilaksanakan di era pandemi ini hal yang paling  disukai oleh siswa dan guru adalah adanya pembelajaran yang lain dari biasanya, baik siswa atau guru kini bisa mengenal berbagai aplikasi pembelajaran. Pembelajaran melalui video-vidio youtube yang membuat siswa tidak bosan. Aplikasi-aplikasi yang membuat siswa dan guru tertantang sehingga membuat semangat dalam mengikuti pembelajarn daring. Guru yang semula hanya pasif kini harus aktif menggali hal baru untuk menunjang pembelajaran. Selain itu dalam pembelajaran jarak jauh ini kita merasakan duka. Saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung tiba-tiba terhambat oleh jaringan sehingga terpaksa siswa keluar dalam kegiatan zoom dan harus menyimak lagi pembelajaran yang sudah di laksanakan.

Adanya hambatan dan tantangan yang ada dibutuhkan kolaborasi yang baik antara guru, siswa dan juga orang tua agar pelaksanaan PJJ dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Harapan semoga pandemi covid-19 segera berlalu dan meninggalkan bumi kita, sehingga pembelajaran bisa di laksanakan seperti dulu. Ilmu baru yang di dapat selama pandemi bisa dijadikan hal baru untuk meningkatkan kualitas pembelajarn yang lebih baik dan menyenangkan.




Gunungkidul, 30 Sepetember 2021

Minggu, 26 September 2021

Berlatih Berkurban

 

Berlatih Berkurban



Bulan Dulhijah telah tiba, Ibu guru mengingatkan siswanya untuk melaksanakan amalan-amalan yang baik dilaksanakan di bulan Dulhijah. Amalam yang di anjurkan untuk di laksanakan di bulan Dulhijah adalah menyembeleh hewan kurban seperti yang di contohkan oleh Nabi Ibrahim As. Allah telah memberi nikmat yang banyak, kita sebagai seorang muslim maka di perintahkan untuk salat dan berkurban.

Ibu guru juga mengingatkan untuk setiap siswa berlatih berpuasa di tanggal 9 Dulhijah. Sebelum ibu guru melanjutkan pelajaran, Bu guru menanyakan pada siswa apakah hari ini anak-anak berpuasa sunah.

“Selamat pagi anak-anak, bagaimana keadaan kalian hari ini?” sapa Ibu Guru.

“Pagi Bu, kami semua sehat,” jawab para siswa.

“Bagaimana hari ini, apakah kalian berpuasa sunah?" Tanya Ibu Guru.

“Puasa, Bu,” jawab Amir.

“Puasa, Bu,” siswa lain menimpal.

“Saya tidak, Bu,” jawab Rian.

“Tidak apa-apa, Rian. Puasa sunah 9 Dulhijah ini dianjurkan untuk orang yang  agama Islam . Jadi kamu tak perlu melaksanakan puasa ini.” Jelas Bu Guru.

“Baik,Bu,” jawab Rian.

Bu Guru melanjutkan pelajaran hingga tak terasa jam istirahat tiba. Siswa-siswa berhamburan keluar kelas. Ada yang bermain ada yang pergi ke kantin ada juga yang pergi ke perpustakaan. Begitu pula Rian dan Amir. Dua orang sahabat ini selalu kemana-mana berdua. Walaupun berbeda agama namun mereka tetap rukun sejak kelas 1 berteman tak pernah di jumpai saling bertengkar.

“Rian kamu ga jajan ke kantin?" tanya Amir.

“Tidak, Mir. Kamu kan puasa. Aku takut mengganggu,” jawab Rian.

“Tidak apa-apa, Rian. Kamu jajan saja,” perintah Amir.

“Tidak,Mir. Aku kan tetap bersamamu di sini. Kita baca buku cerita saja yuk,” ajak Rian.

“Maaf ya, An. Gara-gara aku puasa kamu ga jajan hari ini,” ucap Amir.

“Iiih apaan sih, Mir. Bukan gara-gara kamu, tapi aku memang ga mau jajan,” jelas Rian.

“Iya deh, makasih ya, An. Kamu selalu bersamaku, bahkan saat aku berpuasa kamu rela tak jajan,” ucap Amir.

“Iya ga pa-pa,” senyum Rian mengembang.

Amir dan Rian pun tersenyum bersama dan melanjutkan untuk membaca buku cerpen di perpustakaan sambil menunggu bel masuk berbunnyi.

Selain melatih siswa berpuasa Bu Guru juga mengajak para siswa untuk latihan mengeluarkan infaq di setiap hari jumat. Uang yang terkumpul selama setahun di gunakan untuk membeli hewan kurban. Bukan hanya siswa, guru pun demikian para guru setiap bulan mengumpulkan dana dan di belikan hewan kurban juga untuk di sembelih di hari raya idul Adha.

Para siswa sangat senang sekali dalam acara penyembelihan hewan kurban mereka antusias untuk membantu pelaksanaanya. Dengan di beri tugas untuk ikut memotong hewan kurban, mereka sangat senang sekali.  Mereka di pandu dengan guru masing-masing. Tentu tidak semua ikut membantu hanya siswa di kelas atas saja yang sudah di anggap mampu, untuk yang kelas rendah mereka bertakbir dan juga melihat proses penyembelihan hewan kurban.

“Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar… lha ilaha ilallah hu Allahu akbar Allahu akbar walilah hilham.”

Bersahut-sahutan takbir berkumandang. Menambah semangat siswa dan juga semua warga sekolah untuk menyelesaikan proses penyembelihan hewan kurban.

“Anak-anak hati-hati memotong dagingnya ya, pisaunya tajam.” Kata Pak Rifa’i.

“Iya, Pak,” sambut anak-anak.

Di sela-sela mereka bekerja menyelesaikan tugas untuk memotong hewan daging, tiba-tiba salah satu siswa bertanya pada Pak Rifa'i.

"Pak, Apakah Rian akan di beri bagian juga?" tanya Nino.

"Iya, No. Semua siswa di SD ini akan mendapatkan jatah daging kurban ini, tanpa terkecuali," jawab Pak Rifa'i.

"Harusnya ga usah Pak kan dia tak beragama Islam mengapa harus diberi," protes Nino.

"Nino, agama kita ak mengajarkan seperti itu. Bukannya memberi itu suatu kebaikan. Apalagi ini moment yang tepat untuk kita bisa berbagi, dan berbagi itu tak di batasi hanya satu agama saja, No," jelas Pak Rifa'i.

"Waah enak dong, Pak. Mereka dapat jatah juga, padahal kaan ...," Nino tak melanjutkan kata-katanya.

"Sssssssst... Nino tak boleh begitu ya, kita harus bisa berbagi, kita hanya dilarang untuk toleransi dalam hal akidah saja selebihnya kita harus bisa bertoleransi dengan agama apapun dalam hal lain," himbau Pak Rifai'.

"Iya, PAk," jawab Nino.

Nino pun akhirnya paham dengan apa yang disampaikan Pak Rifa'i. Mereka melanjutkan tugas mereka dengan baik.

Pak Rifa’i bertugas menimbang jumlah daging yang akan dibagikan kepada siswa. Sementara guru yang lain juga ikut memotong memberi contoh ke para siswa. Para ibu guru sibuk menyiapkan plastik dan segala peralatan yang di gunakan untuk daging yang akan di bagikan siswa. Ada besek dan juga daun untuk membungkus daging kurban. Daun yang digunakan tak perlu membeli namun para siswa membantu membawa dari rumah.

Siswa di SD kami tidak semua beragama Islam. Ada beberapa siswa yang beragama lain mereka tetap di beri bagian daging kurban. Setelah semua siswa yang bertugas dan juga Bapak Ibu guru selesai dalam menyiapkan pembagian hewan kurban. Maka bungkusan daging yang sudah di bagi perkelas segera di bawa ke kelas masing-masing. Para siswa pun bergegas untuk mengangkat daging-daging tersebut.

Rian dan juga teman-teman yang tidak beragama Islam pun juga di minta  masuk sekolah untuk langsung bisa menerima daging kurban. Di mulai dari siswa kelas satu dan dilanjutkan kelas dua dan seterusnya sampai kelas enam, akhirnya selesai sudah pembagian hewan kurban. Ada perasaan lega dan bahagia bisa berlatih berkurban dan juga langsung berperan dalam pelaksanaan penyembelehan hewan kurban di sekolah.

“Terimaksih anak-anakku, atas partisipasi kalian penyembelehan dan pembagian hewan kurban di SD kita berjalan dengan lancar.” Kata Ibu Kepala Sekolah saat menutup kegiatan di siang itu.

“Sama-sama, Bu. Kami sangat senang bisa ikut membantu pelaksanaan penyembelehan dan pembagian hewan kurban tahun ini,” jawab Amir.

Acara ditutup dengan berdoa dan para siswa pun pulang ke rumah masing-masing dengan suka cita. Amir dan Rian pun pulang dan berencana untuk membuat sate dari daging yang mereka dapatkan dari sekolah.

 

#30daysreadingastorywithyourkids

#onedayonestory

Gunungkidul, 26 Sepetember 2021

Kamis, 23 September 2021

Mega, Lintang, Buana

 

Mega, Lintang, Buana


Di sudut kota

Kupandang awan bermahkota

Mega mendung terlihat tertata

 

Sungguh elok ciptaan-Nya

Jingga senja tak nampak olehnya

Padahal sudah waktunya

Tuk tunjukkan keindahanya

 

Dua insan saling menyapa

Jarak jauh tak mengapa

Menahan lara dan nestapa

Berharap tuk segera jumpa

 

Malam menyapa hadirkan kerlip lintang

Terbayang sosok yang tersayang

Langitkan doa pada Ilahi Rabbi

Agar selalu dilindungi

 

Jiwa tenang menghampiri

Tak lagi bersedih hati

Yakin sapa mentari pagi

Hangatkan insan penghuni buana

 

Bersyukur tuk semua

Atas anugrah Tuhan yang kuasa

Niscaya kan bertambah nikmat-Nya



 

#KamisMenulis

#SahabatLagerunal

Gunungkidul, 23 September 2021

Rabu, 22 September 2021

Rindu Hadirmu

 

Rindu Hadirmu



Hujan selalu berhasil memaksaku untuk mengingatmu. Rintiknya mampu mengantarkanku pada masa dimana saat itu kita harus berpisah. Aku tau kau pergi untuk kembali. Rasa yang membuat kita yakin akan pertemuan nanti.

Dua bulan berlalu dari hari itu, di setiap detik waktu hanya ada namamu yang terukir indah di relung hatiku.Ya kamu hanya kamu. Aku tak tau kenapa nama itu sudah terpatri disana, mungkin karena kamu, aku bisa merasakan arti dari sebuah perjuangan, pengorbanan dan arti cinta kasih. Kau mampu buatku bertahan di saat gelombang datang menghadang. Bangkit dari keterpurukan yang akhirnya bisa menatap hari esok dengan kehangatan sang mentari.

Kini aku sendiri berkalut dalam sepi, tiada tantangan, tiada canda tawa, tiada saat kau memintaku membuat sesuatu yang harus ku kirimkan untukmu. Aku rindu itu, rindu semua tentangmu. Pagi ini tiba-tiba ku tergerak tuk menyapamu tulis sebait kata untuk tuangkan rasa.

Kasih….

Terukir Indah

Sesaat bersamamu 

Hariku berseri arumi

 

Tiba Saat kau berlalu pergi

 Terasa sepi menyayat hati

Ku ingin kau kembali menemani

Aku tak bisa sendiri

 

Kuingin kau di sini

Lengkapi hari-hari

Tuk wujutkan mimpi

bersama kita sambut Mentari 

 

Kasih

Maukah kau berjanji

Tak kan tinggalkan ku lagi

Agar hati tenang kembali

 

Riuh rindu berujung temu

Berlabuh pada titik cumbanarasa

Menyatu hatiku hatimu dalam balutan rindu

Hari ini esok selamanya


Sakit yang mengimpit terkalahkan oleh doa. Lagu sebagai pengobat rindu, tak pernah terkekang oleh waktu. Rindu menyatu dalam balutan kasih. Tiada yang mampu menghentikannya. Hanya kau dan aku satu selamanya.

Belajarlah seperti hujan, meski terjatuh berulang kali namun tidak pernah berhenti memberikan ketentraman dan kesuburan pada bumi walau kita tahu terjatuh itu sangat sakit. Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu. Aku ingin orang itu selamanya. Orang itu adalah kamu yang sudah terukir jauh di relung hatiku.

Hujan dan kamu adalah rindu. Kita kan menikmatinya dalam senja-senja beranjak pulang. Dalam rasa sayang  yang tak akan pernah hilang. Bahkan saat hujan telah berhenti.

Jika hujan adalah kesedihan, matahari adalah kebahagiaan maka kita butuh keduanya untuk bisa melihat pelangi.

Gunungkidul, 23 Sepetember 2021

 

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...