Cari Blog Ini

Sabtu, 10 Februari 2024

Tips Membuat Outline

Ada beberapa tips yang bisa kita coba untuk membuat outline.

Langkah Pertama: Tentukan genremu!
Tentukan kamu mau membuat novel genre apa? Apakah itu Romance, Crime, Teenlith, Metropop, atau jenis novel lainnya. Kalau sudah mantap, bacalah banyak novel genre kamu dan jangan ragu-ragu untuk meniru cara penulis favorit kamu memulai novel. Percayalah semua karya hebat dimulai dengan meniru.

Langkah Kedua: Pilih Ide atau Topik Utama
Tulislah ide sebanyak-banyaknya ke dalam catatan, kemudian filter atau pilih beberapa topik yang sesuai dari kumpulan ide yang sudah kita buat tadi. Usahakan ambil ide yang paling dekat dengan diri kita atau yang paling kita pahami terlebih dahulu.

Langkah Ketiga: Buatlah Premis
Tulislah tesis atau premis cerita, kalau bisa satu kalimat saja. Tesis atau premis ini adalah gambaran dari seluruh cerita yang akan kita buat. Misalnya, “Budi yang babak belur mencari jodoh.”

Langkah Keempat: Buatlah sinopsis
Buatlah sinopsis tentang apa saja yang akan terjadi dalam cerita tersebut. Contohnya seperti ini,
“Budi adalah seorang anak tunggal dan anak dari seorang pengusaha kaya raya di dunia. Budi merasa yakin bahwa semua harta kekayaan ayahnya akan jatuh ke tangan dirinya kelak, tetapi Budi salah. Setelah ayahnya meninggal, dia mewariskan seluruh harta kekayaannya untuk dibagi-bagikan pada semua anak yatim di dunia. Bagian untuk Budi hanyalah perusahaan dan rumah untuk dikelola dan dipertahankan. Semua itu karena si ayah tidak yakin ada perempuan baik-baik yang mau menikah dengan Budi. Maka dari itu Budi harus memastikan bahwa dia menikah dengan perempuan baik yang akan disetujui oleh neneknya. Budi pun mencari calon istri yang bisa menaklukkan hati neneknya dan mendapatkan semua harta warisan tersebut.”

Langkah Kelima: Buatlah Outline menjadi tiga bagian
Setelah sinopsis jadi, kita bisa mulai membuat outline. Pecah cerita menjadi tiga bagian besar: Awal, Konflik dan Ending. Setelah itu masukkan detail ke dalam tiga bagian besar tersebut, misalnya:

1. Awal: Memperkenalkan pada pembaca, bahwa orang seperti Budi itu eksis di dunia ini.
2. Konflik: Budi dan nenek punya selera yang berbeda.
3. Ending: Budi menikah dan harta warisan itu kembali padanya.
Langkah Keenam: Buatlah Poin-Poin Bagian
Perdetail tiga bagian tersebut dengan membuat beberapa chapter pada setiap bagian. Masukkan point-point penting yang harus diketahui pembaca pada setiap chapter tersebut. Misalnya:

1. Awal

 Chapter 1: seorang anak orang kaya bernama Budi yang punya sifat sombong, tidak tahu terima kasih, suka menindas orang yang lebih lemah, rasis, dll. Harus ditunjukkan kekayaannya, mindsetnya yang sombong dan
 Chapter 2: ayah Budi meninggal dunia. Pembaca harus tahu bahwa hubungan Budi dan ayahnya tidak pernah baik sejak ibu Budi meninggal dunia 10 tahun lalu.
 Chapter 3: pengacara membacakan surat wasiat ayah. Yang harus diketahui pembaca: Budi tidak peduli pada kematian ayahnya dan tidak sabar mendapatkan harta warisan yang banyak.

2. Konflik

 Chapter 4: Budi tidak terima dengan surat wasiat itu, tapi dia harus menjalankannya. Maka dia mulai mengadakan sayembara di mana-mana (termasuk online) untuk mencari istri. Orang-orang serakah pun berdatangan dan minta bagian yang mahal sampai 50%, mengklaim mereka bisa mengelabui nenek Budi.
 Chapter 5: Budi membawa satu demi satu calon istrinya ke hadapan nenek, tapi nenek tidak suka dengan mereka. Budi yang kesal akhirnya bertengkar dengan nenek.
 Chapter 6: Budi melampiaskan kekesalannya sampai dia kena musibah. Kecelakaan dan masuk rumah sakit? Mabuk dan ditangkap polisi? Apa pun yang dilakukan Budi, akhirnya dia dan Nenek berdamai, nenek melakukan sesuatu yang membuat pandangan Budi berubah dan bertekad untuk mengubah.
3. Ending
 Budi mulai menikmati hidup secara positif dan belajar untuk mengubah sikap.
 Chapter 8: Budi bertemu dengan seorang gadis baik, yang ternyata adalah teman sekelasnya.
 Chapter 9: Budi akhirnya menikah dengan gadis baik itu dan nenek merestui hubungan mereka.

Jangan malas untuk kembali kepada bagian yang sudah dianggap “jadi” dan memperbaikinya. Karena ini semua baru outline, tidak ada tulisan yang sekali tulis, langsung jadi dan sempurna. Misalnya pada saat kita memikirkan apa yang akan terjadi di chapter 8, terpikir ide, “Kayaknya bagus nih kalau ternyata perempuan yang dicari Budi selama ini ada didekatnya, cuma tidak berani deket-deket karena sifat Budi yang jelek.” Tidak ada salahnya jika kita mengikuti ide tersebut, tapi kita harus memberi catatan bahwa gadis itu diperkenalkan juga pada pembaca di chapter sebelumnya, biar tidak terkesan mendadak.

#MateriClassCerpenWTS

Contoh Plot Twits

Contoh Plot Twist

Sebuah Pertemuan

“Menunggu seseorang?” tanya seorang wanita dengan rambut sebahu lengkap dengan jaket kerah tingginya.
Aku yang sedari tadi berteduh di depan teras toko bergeser.
“Begitulah ... anak. Aku menunggu anakku. Kalau Anda, ehm maaf siapa?”
“Mona.” Wanita yang berpakaian menarik, beda denganku yang hanya mengenakan jaket cokelat dan baju lusuh itu mengulurkan tangan. 
“Dian.” Tangannya terasa lembut saat kami bersentuhan.
“Apakah Mbak Mona juga menunggu seseorang?” 
“Tidak. Hanya kebetulan kehujanan.”
Cuaca malam minggu ini, tak bersahabat. Hujan sedari tadi mengguyur kota tiada henti. Kalau bukan karena menunggu Andi--anakku--yang diantar oleh ayahnya yang juga mantan suamiku, aku tak akan rela berdiri dalam cuaca dingin seperti ini.
“Anaknya sekolah? Kok sampai malam. Ini sudah hampir jam sembilan.”

Perkataan Mona membuyarkan lamunan. Sekali lagi kuamati, dia terlihat bersahaja dan berperilaku sopan. Bukan orang jahat tentunya. Saat senyum manisnya, menghangatkan suasana. Mulut ini tak kuasa untuk bercerita. Bagaimana cerita pernikahanku yang sudah berjalan selama lima tahun harus kandas karena orang ketiga.
“Mbak tidak tahu orangnya?”
Aku menggeleng, terlalu menyakitkan untuk mengingat kenangan yang telah lalu.
“Sebaiknya Mbak memulai hidup baru. Menunggu yang tidak pasti itu sangat menyakitkan.”

Perkataan Mona menggetarkan hati. Ia seraya mengalaminya juga. Aku jadi terharu. Benarlah kalau hati wanita hanya wanita yang mampu menyelaminya.
Ah, tanpa terasa waktu mengalir seiring derasnya arus di jalan raya depan toko. Wanita itu berpamitan, tak lama berselang terdengar panggilan ibu dari taman di samping toko. Anakku berdiri digendong seorang lelaki tegap, berjas hujan warna hitam. Wajahnya tak terlalu terlihat, tetapi dari jalannya aku tahu dia bukan Mas Tito, mantan suamiku. Dia pasti Mang Tono, sopir keluarganya.
“Ke mana Bapak, Mang?” Pertanyaanku kabur terbawa angin, entah Mang Tono dengar atau tidak.

Dalam jarak sejengkal, di bawah kanopi yang mulai basah terkena air hujan yang terbawa angin Andi segera memelukku. Ia tak memberi jeda sedikit pun.

“Aku rindu Ibu,” ucapnya yang disertai senyum hormat Mang Tono dari balik bahu Andi.
“Bapak sibuk jadi hanya saya yang mengantar.” 
Setelahnya, Mang Tono berbasa-basi dan berpamitan. Ia menyalamiku dengan hormat sembari menyelipkan sesuatu, sebuah kertas.
Tanpa menunggu, kuturunkan Andi. Badannya yang gempal cukup membuat tangan pegal. Setelah melenturkan tangan dan Mang Tono telah hilang dari pandangan, kubuka kertas yang notabene dari Mas Tito.
(Dian, maaf selama lima tahun bersama aku tak mampu jujur. Kali ini aku tak mau berbohong lagi. Ada orang ketiga di antara kita. Perpisahan sebulan lalu, kuambil karena dia. Bersama surat ini, sebenarnya aku datang. Namun, Mona melarangku untuk menemuimu. Dia ingin berbicara berdua denganmu. Maaf, bukan karena mencintai orang lain tetapi karena tak mampu menatapmu secara langsung).
Salam Perdamaian Tito
Menarik, bukan? Cerpen yang kita buat seharusnya lebih variatif karena sudah disajikan contoh juga. 
Langkah selanjutnya adalah mempraktikkan, menulis cerpen dengan menggunakan plot twist ini. 

#matericlasscepenWTS

Minggu, 14 Januari 2024

Lara Pula Pilu Anak Gaza


( Akrostik-Patidusa)

LARA PULA PILU ANAK GAZA
Oleh: Sumarjiyati

autan kesedihan anak negeri
A ncaman datang bertubi
iuh gemuruh
mbisi

asang kaki segera berlaru
U ntuk selamatkan diri
angkah terhenti
A rah

Pejamkan mata seketika terasa
I ringi bisikan hati
L antunkan doa
U sai

A nak rindukan ayah bunda
N amun hanya tersisa
A ngan melambung
K enangan
oresan luka menganga
kankah segera usai
ionis angkat kaki
A aman

Gunungkidul, 15 Januari 2024

LUKA HATI YANG UMAT RASA
Oleh: Sumarjiyati

L uapan kesedihan kami rasakan
U ntuk saudara Palestina
K etika mengamati
A wan

H ilang sudah semua kebahagiaan
A kankah kami dengar
itik terang
I ndahnya

ang lara berganti tawa
A wan biru  menyapa 
aluri bicara
G enggam

U ntukmu saudaraku seiman seperjuangan
M aju pantang mundur
A manah tersampaikan
T ampak

aga tak dapat bersua
A ntara harapan doa
S etiap hembusan
A da

Gunungkidul, 15 Januari 2024

Kamis, 11 Januari 2024

Seindah Bunga Mawar

Seindah Bunga Mawar
Oleh: Sumarjiyati


Seindah dan sewangi bunga mawar
Hadir dan beri penawar
Pada hati yang dulu terbakar
Sembuhkan luka yang mengakar

Sambut hari dengan senyuman
Hilanglah lara akibat kebencian
Sirna di telan angin beserta harapan
'Tuk songsong masa depan

Sepuluh hari pertama 
Hilangkan ego pentingkan kerjasama
Luruskan niat ihtiyar dan doa
Tercapai segala asa

Bersyukur pada Tuhan Yang Esa
Atas segala petunjuk dan hidayahNya
Niscaya kebahagiaan 'kan dirasa
Tentram jiwa meraih RidhoNya

Gunungkidul, 12 Desember 2024

Senin, 08 Januari 2024

Ku Sambut Pelangi

Pelangi pagi pancarkan sinar penuh arti
Sejenak mampu lupakan lara hati
Secercah cahaya yang lama dinanti
Datangnya pelangi bangkitkan jiwa yang mati

Semangat jalani hari
Rajut bersama sang mentari
Selalu ingat ilahi jangan sampai lupa diri
Lika liku kehidupan kan selalu menyertai

Sertakan niat suci 'tuk gapai mimpi
Allah tak pernah ingkat janji
Kan berikan hadiah terindah bagi diri
Yang selalu ihtiyar gapai mimpi

Pelangi hadir setelah hujan
Proses panjang sebuah perjuangan
Kan indah saat waktu yang ditentukan
Senyum kebahagiaan dalam untaian

Gunungkidul, 8 Januari 2023

Senin, 25 Desember 2023

4 Sifat yang Dirindukan Surga

           4 Sifat yang dirindukan surga
          (Reuni Rutin SDN Karanganyar)

ALhamdulilahirabil’alamin bersyukur atas segala Rahmat dan kasih saying Allah Swt. Agenda rutin reuni keluarga besar SDN Karanganyar yang dilaksanakan enam bukan sekali di bulan Juli dan Desember. Pada hari Sabtu, 23 Desember pelaksanaan reuni jatuh di rumah Bapak Subagya, Gedungkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta.  Reuni  ini merupakan putaran ke-4. Dalam kesempatan ini sekitar 30 personil yang hadir baik guru dan karyawan yang masih aktif di SDN Karanganyar maupun Bapak Ibu guru yang sudah purna dan mutasi. 

Suasana bahagia menyelimuti keluarga besar SDN Karanganyar setelah 6 bulan tidak bisa bersua. Saling bercerita tertawa dan merasakan keakrabaan menambah suasana hangat. Acara dibuka dengan membaca doa dilanjutkan ucapan selamat datang dari tuan rumah Bapak Subagyo. Tidak lupa acara siraman rohani dari Bapak Panut Marwanto, S.Pd.I yang merupakan alumni guru PAI SDN Karanganyar yang mutasi di SMK I Gedangsari. Dalam tauziahnya beliau menyampaikan 4 sifat yang dirindukan surga yaitu: 

1. Wajah yang sumringrah (berseri-seri)
Wajah yang berseri membuat orang lain merasa senang untuk menyapa. Wajah yang berseri muncul dari hati yang Ikhlas dan Bahagia. Agar bisa membuat orang lain atau lawan bicara kita senang kita harus memiliki wajah sumringrah atau berseri-seri. 

2.  Lisan yang fasih 
Lisan yang fasih adalah lisan yang Ketika berucap tidak menyakiti hati orang lain.

3. Hati yang taqwa
Perilaku dan tindakan yang dilakukan seseorang tergantung dengan hati masing-masing, Jika melakukan sesuatu atas dasar taqwa maka apapun tidaklah merasa berat dan menjadi beban. Apalagi di saat mengikuti kegiatan reuni SD Karanganyar saat ini. Atas dasar perintah untuk silaturahmi maka hati akan tergerak untuk bisa datang mengikuti acara ini. Jauh-jauh dating ke rumah bapak Bagyio dilandasi atas dasar ibadah yaitu menjalin silaturahmi. Banyak hikmah yang di ambil dari silaturahmi diantaranya yaitu menambah rezeki. Alhamdulilah datang ke rumah Bapak Bagyo tidak terpikir iuntuk nanti di beri makanan suguhan apa. Tapi di sini dapat dilihat banyak di sediakan jamuan makanan yang begitu enak. Itulah diantaranya bahwa kita silaturahmi tidak terpikir untuk hal makann namun atas dasar perintah untuk silaturahmi. 

4. Tangan yang dermawan 
Tangan yang di atas itu lebih baik dari tangan yang di bawah. Dalam kegiatan reuni ini Bapak Bagyo memberikan jamuan makan yang sungguh luar biasa. Makan minuman dan buah di sedikan bahkan sampai makan siang. Ini adalah sebagian contoh bahwa tangan  yang dermawan adalah memberikan jamuan bagi orang lain yang datang ke rumah kita.

Terimakasih bapak Bagyo atas semua yang sudah di sediakan untuk keluarga berar SDN Karanganyar.
Itulah sedikit tauziah yang disampaikan oleh bapak Panut Mawrwanto, S.Pd.I. Tidak hanya sekedar kangen-kangenan dalam kegiatan ini namun ada sedikit ilmu yang bisa di bagikan yang tentu bermanfaat bagi kita semua. 
Acara di akhiri dengan makan siang bersama dan saling bersalaman untuk kembali pulang. Semoga enam bulan kedepan semua anggota keluarga SDN Karanganyar dalam keadaan sehat dan bisa hadir dalam acara reuni yang ke-5 di rumah Ibu Sumarjiyati di Gunungkidul.  Terimaksih salam sehat salam literasi tetap semangt dan teerus berbagi. Berbagi itu indah berbagi ituntak akan rugi.

Gunungkidul, 25 Desember 2023

Sabtu, 16 Desember 2023

Diksi

Halo selamat siang sahabat literasi, semoga sahabat selalu sehat dan bahagia. Dalam kesempatan ini saya akan sampaikan materi day 2 belajar bersama Rulit tentang puisi. 

*Diksi* 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian diksi adalah pilihan kata yang tepat dan sesuai untuk mengungkapkan suatu gagasan atau ide.

Jenis diksi berdasarkan maknanya dibagi menjadi dua macam yang meliputi *makna konotatif dan makna denotatif.*

🖊️ Makna Konotatif
 Diksi, kata, atau kalimat yang memiliki arti bukan sebenarnya. Makna konotatif juga bisa diartikan sebagai makna kias yang berkaitan dengan nilai rasa. Diksi dengan makna konotatif ini dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dipegang masyarakat tertentu.

🖊️ Makna Denotatif
Diksi dengan makna yang sebenarnya dari suatu kalimat maupun suatu kata. Makna denotatif juga dapat diartikan sebagai makna objektif tanpa membawa suatu perasaan tertentu atau murni.

 Beberapa langkah pemilihan diksi dalam puisi:

• Menambahkan Pilihan Kosakata Baru
• Menyesuaikan antara Diksi dan Imajinasi
•Menyesuaikan antara Diksi dan Realita


*Ciri-Ciri Diksi*

1. Digunakan untuk membedakan makna yang sesuai dengan gagasan, situasi maupun nilai pendengar atau pembaca.

2. Pemilihan katanya tepat, agar bisa mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan.

3. Memakai kata-kata yang ada di masyarakat, sehingga katanya bisa dimengerti.

Secara umum, diksi memiliki fungsi untuk memperindah suatu kalimat seperti dalam puisi maupun cerita, diksi yang baik digunakan untuk menyampaikan cerita dengan runtut, menjelaskan penokohan, mendeskripsikan waktu serta latar dan lain sebagainya.

Setelah mengerti apa itu diksi 
Berikut adalah kumpulan diksi indah 
 sumber dari KBBI dan Google.
 *Kumpulan Diksi Indah* 

*A*

Abap : Bunga / Kembang Api

Abhati : Cahaya Agung

Adorasi : Pengorbanan

Afsun : Pesona

Agah : Tatap

Ajun : Maksud

Akara : Bayang

Aksa : Jauh (KBBI) / mata

Aksama : Ampunan

Alap : Bagus

Amaraloka : Dunia cinta kasih

Ambivalen : Mencintai dan membenci pada orang yang sama

Ambu : Aroma

Anak Dara : Anak perempuan yang sudh mencapai usia remaja dan belum kimpoi

Anala : Api

Anca : RIntangan

Abacai : Hacur (minang), abai

Ancala : Gunung (KBBI)

Andam Karam : Lenyap

Angggara : Buas, liar

Anila : Angin

Anindita : Sempurna

Anindya : Cantik Jelita

Anitya : Tidak Kekal

Apatis : Acuh tidak acuh

Arkais : Berhubungan  dengan masa lalu atau cerita kuno, tidak lazim dipakai lagi

Arkian : Sesudah itu; kemudian dari itu

Arumi : Harum, wangi 

Arunika : Fajar atau matahari terbit 

Astu : Puji, alem, sembah

Atma : Jiwa, arwah, sukma

Ayut : Bersetubuh, bersenggama


*B*

Bagaskara : Matahari

Baka : Abadi, awet, kekal, lestari, qadim

Baswara : Berkilau, bercahaya

Bekile : Makan yang dilakukan secara bersama-sama

Belungsang : Bentak / Hardik

Bena : Menarik / Ombak dan banjir

Benawat : Sombong

Berahi : Perasaan cinta antara 2 orang berlainan jenis

Bhama : Nafsu

Bilur : Luka panjang pada kullit (Seperti kena cambuk)

Birai : Dinding berukuran rendah di tepi jembatan atau tangga

Bongko : Mati (Jawa Kasar)

Buhul : Ikatan / simpul

*C*

Candala : Rendah, hina, nista ; kata sifat (KBBI) / rendah diri 'nggak pede' ; kata kerja (KBBI)

Candramawa : Hitam bercampur putih / Bulu kucing (KBBI) / Kebijakan

Ceraki : Pedagang bahan obat / jamu

Citta :  Maksud hati, pikiran

Cumbana : Mencium

Cumbanarasa : Kenikmatan bersenggama

*D*

Dahayu : Cantik, molek, elok

Daksa : Badan (KBBI)

Dama : Cinta Kasih 

Dampo : Sapaan orang tua yang mengadopsi anaknya (Saudara)

Dayita : Kekasih

Dersik : Desir, bunyi angin (KBBI)

Dewana : Tergila-gila

Diksi : Pilihan kata yang tepat atau selaras

Diperdom : Dimaki dengan kata makian "Perdom"

Dore : Lumpur yang sangat cair, dalam dan dapat enghisap objek yang jatuh ke dalamny (lumpur hisap)

*E*

Efemeral : Tidak kekal hanya bersifat sesaat

Eminser : Potongan yang sangat tipis dari daging, buah atau sayur

Eonoia : Pemikiran yang indah dan baik  

*F*

Faktisius : Nggak asli, tiruan, imitasi

Fiat : Persetujuan yang diberikan secara penuh atau sah dan biasanya digunakan dalam kontek formal

*G*

Galaksi : Gugusan bintang

Galau : Berat otak, bingung, kacau karut, karuut

Gamang : Merasa takut, ngeri, serta khawatir ketika melihat ke bawah

Gata : Telah pergi

Gelabah : Sedih / gelisah

Gemintang : Peta bintang, rasi bintang

Geni : Api

Geniwara : Ritual berpuasa dengan makanan yang dimasak dengan api

Genosida : Pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau daerah

Genta : Lonceng besar

Gorilya : Pencuri, maling, pencolong 
 
*H*

Halai-balai : Kusut, tidak keruh, terlantar

Harsa : Gembira / bahagia, kegembiraan

Hasta Karya : Kerajinan tangan / swakarya

Hidu : Mencium aroma / bau

Hirap : Hilang (KBBI) 

Hirta : Lumpur yang sangat halus, bewarna kuning atau kehijauan dan sering ditemukan menempel pada pipa air

Holokaus : Penghancuran / pembuhan sistematis di seluruh wilayah kekuasaan nazi

*I*

Idrak : Dalam keadaaan merasaka, mencapai, mengetahui, mengsafi (sesuatu) yang diperoleh melalui pancaindera, akal dan batin

Ina : Matahari pagi atau fajar

Indurasmi : Sinar rembulan 

*J*

Jamanikaa : Tirai atau tabir

Janardana : Menggairahkan

Japri : Jalur privat, jalur pribadi

Jeremba : Mengulurkan tangan (untuk mencapai sesuatu), menggapai

*K*

Kalbu : Hati

Kalis : Suci, bersih, murni

Kama : Dipuja 

Kampa : Getaran

Kampana : Mempunyai getaran

Kenes : Anak kecil yang lincah dan terus aktif/genit

Ketaksaan : Keraguan tentang makna, ambiguitas

Kimpoidra :  Rajanya pujangga 

Kirana : Sinarnya cantik dan molek 

Kiwari : Modern, kin dan kontemporer

Klandestin : Secara diam-diam atau rahasia

Kulacino : Bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah

*L*

Lajnah : Panitia / komisi

Laknat : Kutuk, seranah, serapah ,sumpah

Lakuna : Ruang kosong / bagian yang hilang 

Ligar : Berligar-ligar / berputar-putar

Lintang : Bintang

Lokawigna : Pengganggu dunia

*M*

Madah : Kata-kata pujian / berpanjang-panjangan

Mala : Sengsara

Mangata : Bayangan bulan di air yang terbentuk seperti jalan

Mangkus : Efektif, berhasil guna

Masygul : Bersusah hati karena suatu sebab; sedih; murung

Matrik : Batas / pembatas

Mega : Awan

Megar : Mekar (Jawa)

Membacang : Menahan

Meraki : Melakukan sesuatu dengan cinta, kreativitas dan sepenuh jiwa

Mudita : Perasaan bahagia melihat kebahagiaan orang lain

*N*

Nabastala : Langit 

Nayanika : Mata yang indah dan memancarkan daya tarik

Nirmala : Tanpa cacat, cela, bersih dan tidak bernoda

Nuraga : Empati dan berbagi rasa 

*P*

Padika : Syair

Padikaku : Metode

Padma : Teratai merah

Padmarini : Indah serta tajam

Pahang : Tangkai bunga

Pair jantungku : Detak jantungku tidak normal

Paksa : Sayap / separuh bulan

Palapa : Memikat serta menarik hati

Palawa : Bersemi

Panasea : Obat untuk semua penyakit / kesulitan

Pancarona : Bermacam warna / Panca warna ( KBBI)

Payoda : Awan / Awan yang menghasilkan air

Pedar : Benci, antipati, berang, bingit

Perdom : Kata untuk memaki

Petrikor : Aroma tanah saat terkena hujan

Pilau : Perahu

Pilon : Tidak tahu apa-apa

*R*

Rahara : Perempuan yang usisa yang selayaknya menikah

Rahsa : Rasa / Rahasia

Rajaswala : Penuh nafsu

Recaka : Bernafas

Rimpuh : Sudah tua sekali

Risak : Mengusik / mengganggu 

Rodra : Kejam

Romansa : Novel / atau kisah prosa lainnya yang berciri khas tindakan kepahlawanan, kehebatan dan keromantisan dengan latar belakang historis atau imajiner

Rucira :  Cemerlang

Ruciragati : Luwes

Rucita : Gemerlap

Rudira : Darah

Rudita : Ditangisi

Rundung : Mengganggu, mengusik terus-menerus, menyusahkan

*S*

Saban : Tiap-tiap

Sabana : Padang rumput yang ada pohonnya

Sangkil : Efektif,efesiesn, beradaya guna

Sarayu : Hembusan angin / angin

Savana : Tidak baku dari sabana

Sawala : Debat

Sehari : Sebahu, sebau, sehaluan, sepakat, sependirian, sepikiran dan seragam

Semenjana : Menengah, sedang yang biasa merujuk pada kasta

Sempena : Berkah (KBBI)

Senandika : Percakapan tokoh dengan dirinya sendiri

Sepai : Berpecah menjadi kecil dan berserak kemana-mana

Seracik : Seiris

Serendipiti : Menemukan sesuatu yanng menyenangkan saat tidak bermaksud mencarinya

Shyam : Kegelapan malam

Suar : Nyala api (cahaya) untuk tanda

Subtil : Halus, lembut

Sumarah : Menyerah pada keadaan, pasrah

Suryakanta : Kaca pembesar

Swakarya : Hasil karya sendiri

Swastaita : Matahari terbenam / sore hari

Swastamita  : Pemandangan indah matahari terbenam

*T*

Takaluf : Mengutamakan formalitas sampai menyulitkan diri sendiri

Taklif : Menyerahkan beban (tugas kewajiban) yang sangat berat

Terdayuh : Sedih

Tergamang : Merasa kesunyian

Teyan : Donasi / menyumbang

Tirta Airmata : Air kehidupan

*U*

Ufuk : Kaki langit 

Ugem : Berpegang (teguh) 

*V*

Visus : Ketajaman penglihatan / jernihnya pandangan (biasa digunakan dalam kedokteran) 

*W*

Wasana : Kekuatan bawa sadar yang memengaruhi karakter

Weharima : Kerja sama, gotong royong

Wekel : Rajin dan sunggguh-sungguh; tekun

Wiyata : Pengajaran / pelajaran
Diksi itu banyak, ada yang dari bahasa sansekerta seperti sebagian contoh-contoh di atas tadi. Bisa juga mencari sinonim alias persamaan kata yang sekiranya cocok. 

Bagi sagabat literasi bisa search google atau ke aplikasi tesaurus.

Misal pun puisi tanpa diksi-diksi dari bahasa lain misal sansekerta seperti itu, bisa  tambahkan majas biar puisi itu puitis dan gak terkesan flat seperti curhatan ke buku diary. 

Alhamdulilah sedikit berbagi tentang diksi semoga bermanfaat. Salam sehat salam literasi tetap semangat dan terus berkarya. 

Gunungkidul, 16 November 2023

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...