Cari Blog Ini

Kamis, 12 Agustus 2021

Merdeka Belajar dengan Percaya Diri

 Merdeka Belajar dengan Percaya Diri



Kondisi pandemi yang masih belum berakhir membawa kita tetap mengikuti anjuran pemerintah melakukan PPKM, pembelajaran juga tetap melalui daring. Kebosanan yang dirasakan siswa mulai terasa. Berbagai upaya yang dilakuakan guru agar pembelajaran tetap dirasa menyenangkan telah dilakukan. Dalam menyelesaikan tugas siswa  pun bisa dengan berbagai cara bisa dicari dari berbagai  sumber belajar. Guru mengharapkan tugas yang diberikan segera diselesaikan. Harapan agar siswa disiplin dalam menyelesaikan tugasnya. Apapun hasilnya seorang guru harus menghargai hasil yang diserahkan siswa. Apapun hasilnya  kita sebagai  guru harus memberikan apresiasi pada mereka.

Dalam materi kelas 3 PABP tentang meneladani perilaku terpuji Nabi Muhammad guru tidak membatasi bagaimana kita menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam mengambil contoh sikap tersebut. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bisa berikan jawaban sesuai yang dipahami siswa. Kemandirian siswa dalam menyelesaikan tugas membawa dampak kepercayaan diri bagi siswa.

Percaya diri adalah keyakinan akan kemampuan diri sendiri. Salah satu kunci sukses dalam melakukan  suatu pekerjaan adalah percaya diri. Sifat percaya diri dapat dilatih secara terus menerus. Anak yang percaya diri suka mencoba, tidak ragu, dikerjakan dengan semangat, riang dan tidak mengeluh.

Lalu bagaimana cara memupuk rasa percaya diri pada anak. Berikut hal-hal yang perlu kita tumbuhkan pada anak-anak didik kita :

1.      Selalu bertawakal kepada Allah Swt

2.      Jangan ragu-ragu

3. Jangan malu mengerjakan kebaikan

4.      Belajar dengan rajin

5. Meningkatkan kemampuan dengan banyak berlatih

6.    Mengikuti nasehat orang tua dan guru

7.   Disiplin dengan semua pekerjaan

8.  Pandai mensyukuri nikmat Allah Swt yang berupa fisik, ilmu maupun rijki.

Itulah hal-hal untuk memupuk sikap percaya diri bagi anak didik kita agar mereka dapat meraih kesuksesan dalam kehidupannya.  Merdeka belajar dapat diterapkan melalui perilaku percaya diri. Semoga dengan percaya diri dapat menumbuhkan semangat belajar anak didik kita dan mengantarkan mereka pada kesuksesan di kemudian hari.

Salam sehat, salam literasi, tetap semangat.

Day8AiseiWritingChallenge

#MerdekaBelajar

Gunungkidul, 12 Agustus 2021

Selasa, 10 Agustus 2021

Semua Atas Kehendak-Nya

#Ujian Kelas Cerpen

Nana : Atik Suripto
Tema : Janji
Genre :  slice of life

Jumlah Kata : 500

#Krisan
Penulisan masih banyak yang salah misal penulisan imbuhan pun, yaqin, anggab dll

Dari segi cerita pembukannya bertele-tele. Malah seperti curcol aja fi diary.

Ini tokoh juga kurang jelas karakternya. 

Kenapa bisa menunggu selama itu? Siapa yang laki2.

Dari pada diceritakan perasaan Tika lebih baik gambarkan melalui adegan dan flashback singkat.

Misal ni
"Tunggu aku, setelah lima tahun merantau kekota aku akan melamarmu."

Janji itu masih menjadi jimat dan juga harapan dalam menjalani kehidupan yang sepi di desa.

Banu, lelaki yang Tika pacari sejak di bangku SMA itu .... setidaknya flashback dikit.
Pesan masih terlalu eksplisit banget. Diikutkan dalam dialog atau adegan saja. Hindari pesan berdiri sendiri.

Semua Atas Kehendaj-Nya

Tika adalah gadis  penurut, tidak pernah melakukan hal-hal yang membuat orang tuanya marah. Ia anak yang rajin. Itulah hal yang disukai orangtuanya.

Tika habiskan waktunya untuk kegiatan-kegiatan positif di kampungnya. Ia tak ingin pacaran, baginya pacaran  hanya buang-buang waktu saja. 

Terlalu anehkah Tika? Tidak ia hanya berusaha untuk menjaga diri. Tika berharap pada saatnya ia dipertemukan dengan orang terbaik untuk dirinya. Hal itu Tika sampaikan pada Afif orang yang mendekatinya. Tika meminta Afif untuk mencari pengalaman di kota.

Lima tahun sudah penantian Tika, selama itu pula ia berusaha keras untuk menjaga hati dan rasa yang berkecamuk dalam dada, ingin teriak, berontak namun teteplah Tika tak kuasa. Tika yakin apapun yang menimpanya adalah hal terbaik yang Allah berikan untuknya. Pernah ia katakan“ bahwa jika berjodoh kita pasti akan dipertemukan”. Itu diyakini Afif sebagai janji.

Kenyataan berkata lain hingga ada seseorang datang kerumah untuk melamar Tika. Tika tak mampu untuk memberikan jawaban. Tika berdoa dan minta petunjuk-Nya. Dalam doanya ia yakin untuk menerimanya. Terlalu lelah Tika mencari alasan untuk orang yang datang mendekatinya. Tika tak bisa berkata apa-apa saat kedatangan seseoarang untuk melamarnya. Untuk itu ayah Tika berkesimpulan bahwa Tika menyetujui lamaran itu.

Saat acara pertemuan dua keluarga bermusyawarah menentukan hari pernikahan, tiba-tiba orang yang selama ini di tungu Tika datang.

“Tika ada apa ini, tolong jelaskan ke aku, aku sudah datang, aku akan melamarmu”. Afif menunggu jawaban dari Tika penuh harap.
“Kenapa kau baru datang Fif, kenapa? Aku Lelah, aku capek menunggumu karena batas waktu yang sudah kita sepakati, maafkan aku, bukan aku tak setia namun aku sudah berusaha.  Dan saat ini seseorang telah datang untuk melamarku, aku tak kuasa untuk menolaknya karena orang tua sudah merestui dan inginkan pernikahanku”. Jelas Tika dengan mata berkaca-kaca.
“Apa sudah tak bisa diubah, Tika?" tanya Afif. 
Semua sudah terjadi tak semudah itu Tika batalkan. Musyawarah telah terjadi antara dua keluarga. Afif datang terlambat.

Manusia hanya bisa merencanakan Tuhanlah yang menentukan segalanya. Tika berusaha untuk  jelaskan ke Afif. Bila kamu tak mampu berjodoh dengan orang yang kamu cintai, maka doakan agar dia berjodoh dengan seseorang yang lebih baik darimu, itulah puncak tertinggi dalam mencintai, setulus-tulusnya cinta, seiklas-iklasnya hati. 

"Maafkan aku, Afif," rintih Tika
Tak kuasa Tika  menahan isaknya. 
"Sudah, sudah Tika hapus air matamu, aku memafkanmu,". Tak tega Afif melihat air mata itu keluar dari orang yang ia cintai. 
Tak percaya namun itu terjadi, Tika tak bisa hidup bersama Afif. Mengiklaskan itu jalan yang harus ia tempuh. 
"Sakit memang , Tik. Namun aku akan berusaha iklas, semoga kau bahagia denganya," desah Afif.
"Terimakasih, Afif. Aku bersalah padamu dan tak bisa balas kebaikanmu." ucap Tika.
"Bukan sepenuhnya salahmu, Tika. Aku yang lama tak berimu kabar dan membuatmu menunggu, itu juga suatu kesalahan," bisik Afif.
 
Keduanya menatap dengan penuh makna, tak kuasa menahan rasa, berjabat tangan dan saling memaafkan. Dalam satu hubungan komunikasi adalah hal yang harus dijaga. Mereka harus terima kenyataan dan itulah jalan yang digariskan  Tuhan untuk mereka.

#sokomah

Gunungkidul, 11 Agustus 2021

Senin, 09 Agustus 2021

Doa Awal Tahun

Dengan menyebut nama Allah yang maha engasih lagi maha penyayang.
Semoga Allah melimpahkan solawat dan kesejahteraan kepada pemimpin kami Nabi Muhammad  Solallahu Alaihi Wasalam beserta keluarga dan para sahabatnya. 

Ya Allah engkaulah yang maha abadi, maha terdahulu lagi maha awal. Atas anugrah Engkau yang agung dan kedermawaan Engkau yang senantiasa dapat diandalkan. Tahun baru ini sungguh telah datang. Pada tahun baru  ini kami memohon perlindungan Engkau agar kami daoat mengendalikan hawa nafsu yang akan mendorong kepada kejahatan. Serta kami mohon pertolongan Engkau agar kami menyibukkan diri dengan amalan- amalan yang mampu mendekatkan kami kepada Engkau dengan sedekat-dekatnya. 
Wahai  yang maha memiliki keluhuran dan kemuliaan, wahai yang maha penyayang di antara  para penyayang.
Semoga  Allah melimpahkan solawat dan kesejahteraan pada Nabi Muhammad pemimpin kami beserta keluarga dan sahabatnya. Aamiin... .

Gunungkidul, 1 Muharram 1443 H/ 10 Agustus 2021

Do'a Akhir Tahun

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. 
Semoga Allah melimpahkan solawat dan kesejahteraan kepada pemimpin kami Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam, beserta keluarga dan sahabatnya. 

Ya Allah, saya telah melanggar larangan Engkau pada tahun ini dan saya tidak berhenti melanggar larangan tersebut. Serta Engkau tidak meridhai dan tidak melupakan pelanggaran tersebut. Tetapi Engkau telah menangguhkan azab bagi saya, padahal Engkau menyeru saya untuk bertobat dari perbuatan dosa, sesudah terbukti bahwa saya telah melanggar perintah Engkau. 

Sungguh saya mohon ampun kepada Engkau, maka ampunilah saya. Dan bagi seluruh amalan saya yang telah Engkau ridai pada tahun ini dan Engkau telah menjanjikan pahalanya kepada saya maka saya memohon pahala pada Engkau.

Ya Allah wahai zat yang maha mulia yang maha memiliki keluhuran dan kemuliaan, semoga Engkau  menerima amalan saya. Janganlah Engkau memutuskan harapan saya kepada Engkau, wahai yang maha mulia.

Semoga Allah melimpahkan solawat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad Solallahu Alaihi wasalam beserta keluarga dan sahabatnya. Aamiin...

Gunungkidul, 9 Agustus 2021


Sabtu, 07 Agustus 2021

Belajar Mandiri



Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam adalah uswatun hasanah contoh bagi kita semua. Beliau adalah contoh seorang yang mandiri. Sejak kecil, Nabi sudah yatim piatu. Ayahnya meninggal dunia sejak beliau belum lahir. Sedangkan Ibunya meninggal ketika usianya baru 6 tahun. Kemudian Nabi diasuh oleh kakeknya. Meskipun yatim piatu Nabi tidak pernah menyusahkan orang di sekitarnya. Beliau sangat mandiri.
Setelah kakeknya meninggal dunia Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam kemudian diasuh oleh pamannya sampai dewasa. Untuk meringankan beban pamanya Nabi ikut mengembalakan ternak, baik milik pamannya maupun milik orang lain. Ketika usianya beranjak remaja, Nabi Muhammad Salallahu Alahi Wassalam ikut pamannya berdagang. Nabi menabung setiap uang yang dihasilkannya dari berdagang untuk bekal hidup mandiri. Karena kemandirianya beliau dikenal sebagai pekerja keras, jujur, disiplin dan sabar.

Sikap kemandirian Nabi Muhammad tersebut dapat kita contoh untuk diri dan anak-anak kita, anak- anak didik kita.  Sehingga dengan melatih untuk bersikap mandiri maka saat anak-anak kita tidak di samping kita mereka dapat mengatasi segala hal dalam hidupnya.
Mandiri yaitu tidak bergantung kepada orang lain. Mengerjakan segala sesuatu sesuai kemampuan yang dimilikinya. Mandiri juga berarti kemampuan seseorang untuk bertanggungjawab atas apa yang dilakukan tanpa membebani orang lain.

Dalam merdeka belajar sikap mandiri ini bisa kita tanamkan pada anak- anak kita. Mereka kita latih untuk mampu menyelesaikan tugas mereka sesuai dengan kemampuan mereka sebagai guru dan orang tua kita bisa hargai apapun hasil yang mereka lakukan. Jangan menuntut untuk anak mampu menyelesaikan tugasnya dengan sempurna, sekecil apapun usahanya patut kita hargai usaha mereka. Kita beri reward akan membuat mereka bahagia dan akan lebih semangat dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka.

Dengan bersikap mandiri maka mereka akan mendapatkan banyak manfaat yaitu :
1. Memupuk tanggungjawab
2. Memecahkan masalah
3. Berfikir kreatif dan banyak ide
4. Percaya diri yang kuat
5. Meningkatkan ketrampilan
6. Mengambil keputusan
7. Berpikir  kritis.

Itulah beberapa manfaat dari sikap mandiri. Yuuk jangan manjakan anak-anak dengan selalu menuruti apa keinginan mereka dengan selalu membantu mereka. Beri mereka kesempatan untuk bisa selesaikan tugas mereka. Demi masa depan mereka maka  dengan berusaha sungguh- sungguh untuk bisa melatih kemandirian bagi mereka itulah hal terbaik yang  bisa kita lakukan untuk mereka.
Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya. 

# Day6AiseiWritingChallenge
#MerdekaBelajar
Gunungkidul, 8 Agustus 2021

Jumat, 06 Agustus 2021

Sosialisasi Surat Edaran Menteri Agama No 22

Sosialisasi SE Mentri Agama  No 22
Sebagai upaya untuk mensukseskan  program sosialisasi Surat Edaran Menteri Agama No 22 maka Kemenag Kabupaten Gunungkidul mengadakan sosialisasi kepada ketua MGMP dan  KKG  untuk mengimbaskan keseluruh pegawai di lungkungan Kemenag Kabupaten Gunungkidul. Guru dan karyawan kemenag bertugas  untuk membantu kepala kantor dalam menyukseskan entry data sosialisasi SE memag no 22 tahun 2021 dg target 1 juta laporan. Tim buzzer kemenag GK memberikan penjelesan terkait entry data tersebut. Semoga kita bisa mencapai target sesuai yg diharapkan. 

Waktu entry dateline tanggal 9 Agustus 2021. Diharapkan setiap orang bisa entry data minimal 500 orang agar target 1 juta tercapai. Untuk mengatur strategi kita jangan lagi menggunakan aplikasi wa untuk sosialisasi tersebut. Kita harus samakan persebsi  agar lebih mudah dan target terukur.  Nanti setelah entry di mohon untuk melaporkan dengan bukti srensoot  data submit terakhir.

Dengan menggunakan  wa grup maka kita akan membutuhkan waktu yang lama dan juga melelahkan. Hal itu berdampak kebosanan karena terlalu seringnya di share dan membuat orang tak nyaman.
Maka untuk mempermudah entry kita jangan menggunakan ponsel namun gunakan laptop atau komputer untuk mengisi aplikasi.

Sosialisasi Prokes Gunungkidul menduduki peringkat ke-4 setelah Sleman, Kota Yogya, Bantul, Gunungkidul dan terakhir Kulon progo. Untuk itu Bapak Ibu diminta  bantuanya  untuk GK bisa berpartisipasi mendongkrak nilai entry. Diharapkan kita entry per orang minimal 500  entry data. 
Model lama denga WA sangat membutuhkan waktu yang lama untuk itu diharapkan menggunakan metode baru dengan menghemat lima langkah lainya kita hanya butuh 2 langkah untuk mengentry data . Hanya dua langkah kita hanya membutuhkan waktu satu menit bisa aploud sampai 10 data sekaligus bahkan sampi 30 data. Dengan metode baru ini kita hanya butuh waktu sekitar 3,3 jam untuk aploud 500 data.
Apa saja yang perlu di siapkan? 
1. Laptop/ komputer ( Tersambung pajet data)
2. Data base : target 500 / orang . Data base bisa kita olah bersama, nanti disiapkan oleh kemenag dan juga bisa ditambah dengan data siswa kita, yang paling oenting ada komponen, : Nama, Desa dan kecamatan. 

Saat membuka aplikasi bisa tampilkan beberapa cendela sekaligus, setelah satu cendela terisi  jangan di submit terlebih dulu namun silahkan  buka cendela baru dan copy link, tinggal ganti nama jika memang kecamatan berbeda diganti dengan nama kecamatan atau desa.
Yang terpenting dalam hal ini bukan nama namun  orientasi target. Jadi seorang guru bisa mensosialisasikan ke orang yang sama yang ada di data base yang diberikan kemenag.

Tanggal 8 Agustus diminta untuk melaporkan.  Untuk laporan diminta agar secrensoot submit teralkir entry.
Untuk guru yang mencapai 10 besar entry terbesar akan diberikan reward dari kemenag.
Terimakasih, diminta kesediaan dan keiklasan bapak ibu semua. 
Salam sehat, tetap semangat.

#infogpai
#KapenewonGedangsari
Gunungkidul 6 Agustus 2021

target kitaTrimakasih

Kamis, 05 Agustus 2021

Merdeka Belajar

 

Merdeka Belajar

Sejak keluarnya peraturan pemerintah mengenai work from home dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh atau lebih di kenal dengan pembelajaran daring ( dalam jaringan).  Mau tidak mau guru harus berusaha agar mampu melaksanakan pembelajaran secara online, namun tetap bisa dirasa menyenangkan oleh siswa. Bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini  pembelajaran harus tetap berjalan. Pembelajaran secara daring harus diterapkan agar peserta didik  tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan  pengajaran dan pendidikan yang layak sebagimana yang di amanatkan pada pasal-pasal dalam UUD 1945. Di masa Pandemi ini guru di tuntut untuk lebih cerdas, aktif, kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugasnya.

Banyak guru mengalami  kesulitan yang sama dalam menyampaikan pembelajaran daring tersebut. Di karenakan pembelajaran selama ini  masih di lakukan secara klasikal tatap muka dimana guru belum dapat mengoptimalkan berbagai media pembelajaran yang ada terutama media online dalam jaringan. Satu tahun telah berlalu pembelajaran daring namun masih saja kita jumpai guru yang kesulitan untuk pembelajaran jarak jauh ini di karenakan mereka belum menguasai IT. Tidak hanya guru siswa pun juga merasa tergopoh-gopoh untuk beradaptasi dengan  pembelajaran online ini karena pembelajaran yang di alami saat ini merupakan hal baru dan di rasa cepat bagi mereka.

Begitu pula dengan orang tua di rumah yang harus mendampingi putra putri mereka untuk pembelajaran online ini, mereka merasa punya tugas baru untuk mengawasi, mendampingi belajar putra putri mereka dan membantu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang di berikan guru terutama anak-anak di jenjang TK/PAUD SD/MI mereka belum bisa mandiri dan masih sangat tergantung dengan orang tua. Banyak para orang tua yang mengeluhkan hal tersebut. Orang tua yang tidak memiliki latar belakang pendidik di paksa harus menjadi pendidik atau guru dengan secara tiba-tiba.

Lalu bagaimana untuk mngatasi hal tersebut ? sebenarnya jauh sebelum pandemi ini ada Mentri Pendidikan Nadiem Makarim sudah mencanangkan untuk menerapkan Merdeka Belajar. Konsep Merdeka Belajar yang dicetuskan oleh beliau tersebut tujuannya  baik, agar peserta didik bahagia dalam menempuh pendidikan.

Para siswa diberi kebebasan untuk mengakses ilmu. Sumber ilmu bukan sebatas pada ruang kelas, guru, tetapi bisa di luar kelas, di media online atau internet, perpustakaan, dan juga di lingkungan sekitar. Guru tidak lagi menjadi sumber utama.

Dalam konteks ini, maka dibutuhkan kejelian guru untuk menterjemahkan konsep Merdeka Belajar. Guru harus kreatif agar siswa bisa dibimbing dan diarahkan sesuai konsep merdeka belajar.

Konsep merdeka belajar tidak lagi dibatasi oleh kurikulum, tetapi siswa dan guru harus kreatif, untuk menggapai pengetahuan. Siswa benar--benar dilatih untuk mandiri. Masa pandemi yang membawa begitu banyak pelajaran berharga bagi semua pihak baik guru, siswa maupun orang tua ini haruslah bisa membawa pendidikan yang lebih baik, lebih kreatif, inovatif dan tentu menyenangkan.

Saat belajar secara tatap muka gurulah sosok sebagai model namun saat ini orang tua merupakan pihak yang sangat berperan dalam pembelajaran dari rumah. Orang tua menjadi sosok yang sangat dekat dengan anak-anak di rumah. Orang tua harus bisa memberikan contoh konkrit dalam membawa anak-anak yang mandiri, bertanggungjawab, memiliki jiwa kasih sayang, menghomati dan sifat-sifat terpuji lainya yang bisa diterapkan di rumah sebagai modal membentuk anak yang tangguh yang memiliki jiwa  dan karakter yang dibutuhkan di masa yang akan datang.

Salam sehat, tetap semangat dan terus berkarya.

#Day4AiseiWritingChallenge

#MerdekaBelajar

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...