Cari Blog Ini

Minggu, 14 Januari 2024

Lara Pula Pilu Anak Gaza


( Akrostik-Patidusa)

LARA PULA PILU ANAK GAZA
Oleh: Sumarjiyati

autan kesedihan anak negeri
A ncaman datang bertubi
iuh gemuruh
mbisi

asang kaki segera berlaru
U ntuk selamatkan diri
angkah terhenti
A rah

Pejamkan mata seketika terasa
I ringi bisikan hati
L antunkan doa
U sai

A nak rindukan ayah bunda
N amun hanya tersisa
A ngan melambung
K enangan
oresan luka menganga
kankah segera usai
ionis angkat kaki
A aman

Gunungkidul, 15 Januari 2024

LUKA HATI YANG UMAT RASA
Oleh: Sumarjiyati

L uapan kesedihan kami rasakan
U ntuk saudara Palestina
K etika mengamati
A wan

H ilang sudah semua kebahagiaan
A kankah kami dengar
itik terang
I ndahnya

ang lara berganti tawa
A wan biru  menyapa 
aluri bicara
G enggam

U ntukmu saudaraku seiman seperjuangan
M aju pantang mundur
A manah tersampaikan
T ampak

aga tak dapat bersua
A ntara harapan doa
S etiap hembusan
A da

Gunungkidul, 15 Januari 2024

Kamis, 11 Januari 2024

Seindah Bunga Mawar

Seindah Bunga Mawar
Oleh: Sumarjiyati


Seindah dan sewangi bunga mawar
Hadir dan beri penawar
Pada hati yang dulu terbakar
Sembuhkan luka yang mengakar

Sambut hari dengan senyuman
Hilanglah lara akibat kebencian
Sirna di telan angin beserta harapan
'Tuk songsong masa depan

Sepuluh hari pertama 
Hilangkan ego pentingkan kerjasama
Luruskan niat ihtiyar dan doa
Tercapai segala asa

Bersyukur pada Tuhan Yang Esa
Atas segala petunjuk dan hidayahNya
Niscaya kebahagiaan 'kan dirasa
Tentram jiwa meraih RidhoNya

Gunungkidul, 12 Desember 2024

Senin, 08 Januari 2024

Ku Sambut Pelangi

Pelangi pagi pancarkan sinar penuh arti
Sejenak mampu lupakan lara hati
Secercah cahaya yang lama dinanti
Datangnya pelangi bangkitkan jiwa yang mati

Semangat jalani hari
Rajut bersama sang mentari
Selalu ingat ilahi jangan sampai lupa diri
Lika liku kehidupan kan selalu menyertai

Sertakan niat suci 'tuk gapai mimpi
Allah tak pernah ingkat janji
Kan berikan hadiah terindah bagi diri
Yang selalu ihtiyar gapai mimpi

Pelangi hadir setelah hujan
Proses panjang sebuah perjuangan
Kan indah saat waktu yang ditentukan
Senyum kebahagiaan dalam untaian

Gunungkidul, 8 Januari 2023

Senin, 25 Desember 2023

4 Sifat yang Dirindukan Surga

           4 Sifat yang dirindukan surga
          (Reuni Rutin SDN Karanganyar)

ALhamdulilahirabil’alamin bersyukur atas segala Rahmat dan kasih saying Allah Swt. Agenda rutin reuni keluarga besar SDN Karanganyar yang dilaksanakan enam bukan sekali di bulan Juli dan Desember. Pada hari Sabtu, 23 Desember pelaksanaan reuni jatuh di rumah Bapak Subagya, Gedungkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta.  Reuni  ini merupakan putaran ke-4. Dalam kesempatan ini sekitar 30 personil yang hadir baik guru dan karyawan yang masih aktif di SDN Karanganyar maupun Bapak Ibu guru yang sudah purna dan mutasi. 

Suasana bahagia menyelimuti keluarga besar SDN Karanganyar setelah 6 bulan tidak bisa bersua. Saling bercerita tertawa dan merasakan keakrabaan menambah suasana hangat. Acara dibuka dengan membaca doa dilanjutkan ucapan selamat datang dari tuan rumah Bapak Subagyo. Tidak lupa acara siraman rohani dari Bapak Panut Marwanto, S.Pd.I yang merupakan alumni guru PAI SDN Karanganyar yang mutasi di SMK I Gedangsari. Dalam tauziahnya beliau menyampaikan 4 sifat yang dirindukan surga yaitu: 

1. Wajah yang sumringrah (berseri-seri)
Wajah yang berseri membuat orang lain merasa senang untuk menyapa. Wajah yang berseri muncul dari hati yang Ikhlas dan Bahagia. Agar bisa membuat orang lain atau lawan bicara kita senang kita harus memiliki wajah sumringrah atau berseri-seri. 

2.  Lisan yang fasih 
Lisan yang fasih adalah lisan yang Ketika berucap tidak menyakiti hati orang lain.

3. Hati yang taqwa
Perilaku dan tindakan yang dilakukan seseorang tergantung dengan hati masing-masing, Jika melakukan sesuatu atas dasar taqwa maka apapun tidaklah merasa berat dan menjadi beban. Apalagi di saat mengikuti kegiatan reuni SD Karanganyar saat ini. Atas dasar perintah untuk silaturahmi maka hati akan tergerak untuk bisa datang mengikuti acara ini. Jauh-jauh dating ke rumah bapak Bagyio dilandasi atas dasar ibadah yaitu menjalin silaturahmi. Banyak hikmah yang di ambil dari silaturahmi diantaranya yaitu menambah rezeki. Alhamdulilah datang ke rumah Bapak Bagyo tidak terpikir iuntuk nanti di beri makanan suguhan apa. Tapi di sini dapat dilihat banyak di sediakan jamuan makanan yang begitu enak. Itulah diantaranya bahwa kita silaturahmi tidak terpikir untuk hal makann namun atas dasar perintah untuk silaturahmi. 

4. Tangan yang dermawan 
Tangan yang di atas itu lebih baik dari tangan yang di bawah. Dalam kegiatan reuni ini Bapak Bagyo memberikan jamuan makan yang sungguh luar biasa. Makan minuman dan buah di sedikan bahkan sampai makan siang. Ini adalah sebagian contoh bahwa tangan  yang dermawan adalah memberikan jamuan bagi orang lain yang datang ke rumah kita.

Terimakasih bapak Bagyo atas semua yang sudah di sediakan untuk keluarga berar SDN Karanganyar.
Itulah sedikit tauziah yang disampaikan oleh bapak Panut Mawrwanto, S.Pd.I. Tidak hanya sekedar kangen-kangenan dalam kegiatan ini namun ada sedikit ilmu yang bisa di bagikan yang tentu bermanfaat bagi kita semua. 
Acara di akhiri dengan makan siang bersama dan saling bersalaman untuk kembali pulang. Semoga enam bulan kedepan semua anggota keluarga SDN Karanganyar dalam keadaan sehat dan bisa hadir dalam acara reuni yang ke-5 di rumah Ibu Sumarjiyati di Gunungkidul.  Terimaksih salam sehat salam literasi tetap semangt dan teerus berbagi. Berbagi itu indah berbagi ituntak akan rugi.

Gunungkidul, 25 Desember 2023

Sabtu, 16 Desember 2023

Diksi

Halo selamat siang sahabat literasi, semoga sahabat selalu sehat dan bahagia. Dalam kesempatan ini saya akan sampaikan materi day 2 belajar bersama Rulit tentang puisi. 

*Diksi* 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian diksi adalah pilihan kata yang tepat dan sesuai untuk mengungkapkan suatu gagasan atau ide.

Jenis diksi berdasarkan maknanya dibagi menjadi dua macam yang meliputi *makna konotatif dan makna denotatif.*

🖊️ Makna Konotatif
 Diksi, kata, atau kalimat yang memiliki arti bukan sebenarnya. Makna konotatif juga bisa diartikan sebagai makna kias yang berkaitan dengan nilai rasa. Diksi dengan makna konotatif ini dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dipegang masyarakat tertentu.

🖊️ Makna Denotatif
Diksi dengan makna yang sebenarnya dari suatu kalimat maupun suatu kata. Makna denotatif juga dapat diartikan sebagai makna objektif tanpa membawa suatu perasaan tertentu atau murni.

 Beberapa langkah pemilihan diksi dalam puisi:

• Menambahkan Pilihan Kosakata Baru
• Menyesuaikan antara Diksi dan Imajinasi
•Menyesuaikan antara Diksi dan Realita


*Ciri-Ciri Diksi*

1. Digunakan untuk membedakan makna yang sesuai dengan gagasan, situasi maupun nilai pendengar atau pembaca.

2. Pemilihan katanya tepat, agar bisa mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan.

3. Memakai kata-kata yang ada di masyarakat, sehingga katanya bisa dimengerti.

Secara umum, diksi memiliki fungsi untuk memperindah suatu kalimat seperti dalam puisi maupun cerita, diksi yang baik digunakan untuk menyampaikan cerita dengan runtut, menjelaskan penokohan, mendeskripsikan waktu serta latar dan lain sebagainya.

Setelah mengerti apa itu diksi 
Berikut adalah kumpulan diksi indah 
 sumber dari KBBI dan Google.
 *Kumpulan Diksi Indah* 

*A*

Abap : Bunga / Kembang Api

Abhati : Cahaya Agung

Adorasi : Pengorbanan

Afsun : Pesona

Agah : Tatap

Ajun : Maksud

Akara : Bayang

Aksa : Jauh (KBBI) / mata

Aksama : Ampunan

Alap : Bagus

Amaraloka : Dunia cinta kasih

Ambivalen : Mencintai dan membenci pada orang yang sama

Ambu : Aroma

Anak Dara : Anak perempuan yang sudh mencapai usia remaja dan belum kimpoi

Anala : Api

Anca : RIntangan

Abacai : Hacur (minang), abai

Ancala : Gunung (KBBI)

Andam Karam : Lenyap

Angggara : Buas, liar

Anila : Angin

Anindita : Sempurna

Anindya : Cantik Jelita

Anitya : Tidak Kekal

Apatis : Acuh tidak acuh

Arkais : Berhubungan  dengan masa lalu atau cerita kuno, tidak lazim dipakai lagi

Arkian : Sesudah itu; kemudian dari itu

Arumi : Harum, wangi 

Arunika : Fajar atau matahari terbit 

Astu : Puji, alem, sembah

Atma : Jiwa, arwah, sukma

Ayut : Bersetubuh, bersenggama


*B*

Bagaskara : Matahari

Baka : Abadi, awet, kekal, lestari, qadim

Baswara : Berkilau, bercahaya

Bekile : Makan yang dilakukan secara bersama-sama

Belungsang : Bentak / Hardik

Bena : Menarik / Ombak dan banjir

Benawat : Sombong

Berahi : Perasaan cinta antara 2 orang berlainan jenis

Bhama : Nafsu

Bilur : Luka panjang pada kullit (Seperti kena cambuk)

Birai : Dinding berukuran rendah di tepi jembatan atau tangga

Bongko : Mati (Jawa Kasar)

Buhul : Ikatan / simpul

*C*

Candala : Rendah, hina, nista ; kata sifat (KBBI) / rendah diri 'nggak pede' ; kata kerja (KBBI)

Candramawa : Hitam bercampur putih / Bulu kucing (KBBI) / Kebijakan

Ceraki : Pedagang bahan obat / jamu

Citta :  Maksud hati, pikiran

Cumbana : Mencium

Cumbanarasa : Kenikmatan bersenggama

*D*

Dahayu : Cantik, molek, elok

Daksa : Badan (KBBI)

Dama : Cinta Kasih 

Dampo : Sapaan orang tua yang mengadopsi anaknya (Saudara)

Dayita : Kekasih

Dersik : Desir, bunyi angin (KBBI)

Dewana : Tergila-gila

Diksi : Pilihan kata yang tepat atau selaras

Diperdom : Dimaki dengan kata makian "Perdom"

Dore : Lumpur yang sangat cair, dalam dan dapat enghisap objek yang jatuh ke dalamny (lumpur hisap)

*E*

Efemeral : Tidak kekal hanya bersifat sesaat

Eminser : Potongan yang sangat tipis dari daging, buah atau sayur

Eonoia : Pemikiran yang indah dan baik  

*F*

Faktisius : Nggak asli, tiruan, imitasi

Fiat : Persetujuan yang diberikan secara penuh atau sah dan biasanya digunakan dalam kontek formal

*G*

Galaksi : Gugusan bintang

Galau : Berat otak, bingung, kacau karut, karuut

Gamang : Merasa takut, ngeri, serta khawatir ketika melihat ke bawah

Gata : Telah pergi

Gelabah : Sedih / gelisah

Gemintang : Peta bintang, rasi bintang

Geni : Api

Geniwara : Ritual berpuasa dengan makanan yang dimasak dengan api

Genosida : Pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau daerah

Genta : Lonceng besar

Gorilya : Pencuri, maling, pencolong 
 
*H*

Halai-balai : Kusut, tidak keruh, terlantar

Harsa : Gembira / bahagia, kegembiraan

Hasta Karya : Kerajinan tangan / swakarya

Hidu : Mencium aroma / bau

Hirap : Hilang (KBBI) 

Hirta : Lumpur yang sangat halus, bewarna kuning atau kehijauan dan sering ditemukan menempel pada pipa air

Holokaus : Penghancuran / pembuhan sistematis di seluruh wilayah kekuasaan nazi

*I*

Idrak : Dalam keadaaan merasaka, mencapai, mengetahui, mengsafi (sesuatu) yang diperoleh melalui pancaindera, akal dan batin

Ina : Matahari pagi atau fajar

Indurasmi : Sinar rembulan 

*J*

Jamanikaa : Tirai atau tabir

Janardana : Menggairahkan

Japri : Jalur privat, jalur pribadi

Jeremba : Mengulurkan tangan (untuk mencapai sesuatu), menggapai

*K*

Kalbu : Hati

Kalis : Suci, bersih, murni

Kama : Dipuja 

Kampa : Getaran

Kampana : Mempunyai getaran

Kenes : Anak kecil yang lincah dan terus aktif/genit

Ketaksaan : Keraguan tentang makna, ambiguitas

Kimpoidra :  Rajanya pujangga 

Kirana : Sinarnya cantik dan molek 

Kiwari : Modern, kin dan kontemporer

Klandestin : Secara diam-diam atau rahasia

Kulacino : Bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah

*L*

Lajnah : Panitia / komisi

Laknat : Kutuk, seranah, serapah ,sumpah

Lakuna : Ruang kosong / bagian yang hilang 

Ligar : Berligar-ligar / berputar-putar

Lintang : Bintang

Lokawigna : Pengganggu dunia

*M*

Madah : Kata-kata pujian / berpanjang-panjangan

Mala : Sengsara

Mangata : Bayangan bulan di air yang terbentuk seperti jalan

Mangkus : Efektif, berhasil guna

Masygul : Bersusah hati karena suatu sebab; sedih; murung

Matrik : Batas / pembatas

Mega : Awan

Megar : Mekar (Jawa)

Membacang : Menahan

Meraki : Melakukan sesuatu dengan cinta, kreativitas dan sepenuh jiwa

Mudita : Perasaan bahagia melihat kebahagiaan orang lain

*N*

Nabastala : Langit 

Nayanika : Mata yang indah dan memancarkan daya tarik

Nirmala : Tanpa cacat, cela, bersih dan tidak bernoda

Nuraga : Empati dan berbagi rasa 

*P*

Padika : Syair

Padikaku : Metode

Padma : Teratai merah

Padmarini : Indah serta tajam

Pahang : Tangkai bunga

Pair jantungku : Detak jantungku tidak normal

Paksa : Sayap / separuh bulan

Palapa : Memikat serta menarik hati

Palawa : Bersemi

Panasea : Obat untuk semua penyakit / kesulitan

Pancarona : Bermacam warna / Panca warna ( KBBI)

Payoda : Awan / Awan yang menghasilkan air

Pedar : Benci, antipati, berang, bingit

Perdom : Kata untuk memaki

Petrikor : Aroma tanah saat terkena hujan

Pilau : Perahu

Pilon : Tidak tahu apa-apa

*R*

Rahara : Perempuan yang usisa yang selayaknya menikah

Rahsa : Rasa / Rahasia

Rajaswala : Penuh nafsu

Recaka : Bernafas

Rimpuh : Sudah tua sekali

Risak : Mengusik / mengganggu 

Rodra : Kejam

Romansa : Novel / atau kisah prosa lainnya yang berciri khas tindakan kepahlawanan, kehebatan dan keromantisan dengan latar belakang historis atau imajiner

Rucira :  Cemerlang

Ruciragati : Luwes

Rucita : Gemerlap

Rudira : Darah

Rudita : Ditangisi

Rundung : Mengganggu, mengusik terus-menerus, menyusahkan

*S*

Saban : Tiap-tiap

Sabana : Padang rumput yang ada pohonnya

Sangkil : Efektif,efesiesn, beradaya guna

Sarayu : Hembusan angin / angin

Savana : Tidak baku dari sabana

Sawala : Debat

Sehari : Sebahu, sebau, sehaluan, sepakat, sependirian, sepikiran dan seragam

Semenjana : Menengah, sedang yang biasa merujuk pada kasta

Sempena : Berkah (KBBI)

Senandika : Percakapan tokoh dengan dirinya sendiri

Sepai : Berpecah menjadi kecil dan berserak kemana-mana

Seracik : Seiris

Serendipiti : Menemukan sesuatu yanng menyenangkan saat tidak bermaksud mencarinya

Shyam : Kegelapan malam

Suar : Nyala api (cahaya) untuk tanda

Subtil : Halus, lembut

Sumarah : Menyerah pada keadaan, pasrah

Suryakanta : Kaca pembesar

Swakarya : Hasil karya sendiri

Swastaita : Matahari terbenam / sore hari

Swastamita  : Pemandangan indah matahari terbenam

*T*

Takaluf : Mengutamakan formalitas sampai menyulitkan diri sendiri

Taklif : Menyerahkan beban (tugas kewajiban) yang sangat berat

Terdayuh : Sedih

Tergamang : Merasa kesunyian

Teyan : Donasi / menyumbang

Tirta Airmata : Air kehidupan

*U*

Ufuk : Kaki langit 

Ugem : Berpegang (teguh) 

*V*

Visus : Ketajaman penglihatan / jernihnya pandangan (biasa digunakan dalam kedokteran) 

*W*

Wasana : Kekuatan bawa sadar yang memengaruhi karakter

Weharima : Kerja sama, gotong royong

Wekel : Rajin dan sunggguh-sungguh; tekun

Wiyata : Pengajaran / pelajaran
Diksi itu banyak, ada yang dari bahasa sansekerta seperti sebagian contoh-contoh di atas tadi. Bisa juga mencari sinonim alias persamaan kata yang sekiranya cocok. 

Bagi sagabat literasi bisa search google atau ke aplikasi tesaurus.

Misal pun puisi tanpa diksi-diksi dari bahasa lain misal sansekerta seperti itu, bisa  tambahkan majas biar puisi itu puitis dan gak terkesan flat seperti curhatan ke buku diary. 

Alhamdulilah sedikit berbagi tentang diksi semoga bermanfaat. Salam sehat salam literasi tetap semangat dan terus berkarya. 

Gunungkidul, 16 November 2023

Selasa, 14 November 2023

Sekilas Puisi

Halo sahabat literasi  yang budiman, semoga hari  ini kita semua dalam keadaan sehat. Senin, 13 November 2023, pukul 19.30 WIB saya mengikuti kelas puisi di Ruang Literasi. Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya terima dari kelas menulis materi dari Kak Des. Kelas ini di bentuk khusus untuk belajar menulis puisi. Nha..materi pertama adalah mengenai puisi. Berikut materi dari kak Des darui Aula literasi BB Rulit.

*SEKILAS PUISI*

*Poin penting dari pengertian puisi*

Banyak sumber online yang bisa dibaca tentang pengertian puisi. Jadi, Des gak akan menjabarkan satu per satu tentang hal itu karena bisa Akak cari secara mandiri, ya.

Poin-poin penting dari pengertian puisi yang berlandaskan beberapa sumber , yakni:
✅ Bahasa imajinatif (bukan bahasa percakapan) yang ditata, padat, dan singkat
✅ Kekuatan bahasa
✅ Memiliki makna khusus
✅ Mengandung pikiran/ tanggapan penyair
✅ Kata pilihan (diksi) dilengkapi majas
✅ Penataan bunyi (rima)

Jadi, puisi itu harus puitis dan mengandung poin-poin di atas.

*Ciri-ciri puisi lama*
- tidak ada nama pengarang
- terikat aturan seperti jumlah baris setiap bait, sajak, serta jumlah suku kata pada setiap baris
- menyebar dari mulut ke mulut atau disebut sastra lisan
- menggunakan majas tetap dan klise
- berisi cerita kerajaan, fantastis, serta istanasentris

*Ciri-ciri puisi baru*
- Nama pengarang jelas
- Tidak terikat aturan rima, jumlah baris, dan suku kata
- menyebar melalui tertulis
- Majas dinamis dan berubah-ubah
- Berisi tentang sebuah kehidupan

*Intinya puisi baru lebih bebas, tidak seperti pada puisi lama.*
Namun, ada lagi jenis puisi lain, yaitu puisi kontemporer atau puisi modern. Bisa baca detail dan contohnya 👇

https://www.google.com/amp/s/www.cnnindonesia.com/edukasi/20231017165722-569-1012415/pengertian-ciri-ciri-jenis-dan-contoh-puisi-kontemporer/amp
dan 👇
https://www.ruangguru.com/blog/3-jenis-puisi-kontemporer


dipersilakan juga untuk mencari sumber lain agar lebih kuat pemahamannya.

*Ciri-ciri puisi kontemporer*
- Tak memiliki bait atau baris yang beraturan (nirbait)
- Kata-katanya lebih informal atau kurang santun dan terkadang mengandung ejekan
- Kata yang digunakan mengandung makna tersirat atau simbolis
- Tak memiliki gaya bahasa atau rima dengan aturan tertentu
- Berfokus pada ekspresi yang ingin disampaikan penulis

Singkatnya, ciri puisi kontemporer ini pasti bukan seperti ciri puisi lama dan puisi baru. 

Inilah beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam menulis puisi. Baik puisi lama ataupun baru. 
Terimakasih, salam sehat salam literasi tetap semangat dan trrus berkarya

Gunungkidul, 14 November 2023

Kamis, 09 November 2023

Jadikan Hari Pahlawan Sebagai Moment Terbaik untuk Belajar Bertanggungjawab

Jadikan Hari Pahlawan Sebagai Moment Terbaik untuk Belajar Bertanggung jawab
Jumat, 10 November 2023 bertepatan dengan hari pahlawan. Pahlawan menurut KBBI adalah *orang yang berjuang dengan gagah berani dalam membela kebenaran*. Kita tahu Indonesia merdeka berkat perjuangan para pahlawan bangsa. Mereka berjuang bertaruh nyawa untuk mendapatkan kemerdekaan. Berkat perjuangan merekalah saat ini kita bisa merasakan hidup merdeka. Bisa kita bayangkan jika kita hidup dalam tekanan, ketakutan dan keresahan jika kita di jajah. Untuk itu bersyukur kita bisa merdeka. Lalu bagaimana kita berterimakasih pada para pejuang dan bagaimana kita bersyukur kepada Tuhan yang maha Esa atas segala rahmad serta karuniaNya bangsa kita bisa merdeka. 

Tidakkah rugi jika kita hanya mengisi kemerdekaan ini dengan berfoya-foya, dengan melakukan sesuatu semau kita. Setiap orang memiliki tugas sesuai tupoksi masing-masing. Sebagai pelajar kita tentu harus berterimakasih pada para pahlawan dengan cara belajar dan mengisi kemerdekaan ini dengan hak-hal positif. 

Begitu pula jika kita sebagai guru, tugas kita begitu berat. Kita harus bisa mendidik, mengarahkan membimbing dan mengevaluasi anak-anak didik kita dengan sebaik-baiknya. Kita harus bisa memberikan contoh bagaimana kita berperilaku, bersikap dan bertindak. Sebagai seorang aparat  pun demikian kita juga harus bisa mengayomi masyarakat dan memberikan contoh-contoh yang baik. Sedangkan jika kita sebagai pengusaha atau pun pemimpin lainya kita jga harus bisa bertanggung jawab atas tugas masing-masing. Selalu menjalankan tugas kita kepada Tuhan dengan baik. InsyaAllah amalan baik  kita yang lain pun akan mengikuti.

Sebagai generasi  penerus bangsa tugas kita sangat berat. Apalagi tantangan dunia saat ini begitu berat. Kita khususnya bangsa Indonesia di jajah dengan budaya barat  yang tanpa kita sadari anak-anak kita sudah terkena imbasnya. Hp misalnya, dari hp anak-anak kita mendapatkan banyak informasi. Jika kita kurang hati-hati dan tidak mengawasi mereka. Maka anak-anak pun mudah terpengaruh dengan gaya hidup orang asing yang sangat bertolak belakang dengan budaya kita bangsa Indonesia. Sebagai orang tua kita harus jeli dan harus bisa mengontrol,  mengawasi dan mendampingi anak-anak kita dalam menggunakan hp. Sedikit kita terlena maka anak-anak kita terancam masa depanya.

Marikah di hari pahlawan ini kita berusaha untuk berjuang mulai dari diri kita masing-masing. Tanamkan sikap tanggung jawab, disiplin dan juga bekerja keras untuk bisa berikan hal terbaik untuk negeri tercinta Indonesia. Kita kenang jasa-jasa pahlawan dengan meneladani perjuangan mereka. 
Selamat hari pahlawan, salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.

Gunungkidul, 10 November 2023

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...