Cari Blog Ini

Kamis, 05 Agustus 2021

Benang Rindu

Benang Rindu

Merah senja membawa kisah
Pada sebait kata yang menggugah
Jiwa meronta karena terpisah
Bukan karena tak cinta namun satu langkah
Untuk sebuah harapan indah
Saat bulan delapan janjikan jumpa
Namun apa hendak dikata pandemi masih melanda
Terpaksa menahan rindu yang bergelora
Tuk sebuah harapan hidup bersama
Benang rinduku pun kujaga
Delapan puluh delapan minggu menunggu
Kan kujaga setiaku
Sampai pada titik temu
Yang menjadi penghilang pilu
Rinduku rindumu menyatu
Percayalah bahwa rindu yang menggebu
Menunggu waktu untuk bertemu
Adalah bukti cintamu

# kamismenulis
#sahabatlagerunal
Gunungkidul, 5 Agustus 2021

Sabtu, 31 Juli 2021

Pembagian Hewan Kurban di SD N Karanganyar

 

Pembagian Hewan Kurban di SD N Karangnayar



Dalam Rangka meneladani kisah Nabi Ibrahim as dan Ismail as, SD N Karaganyar mengadakan penyembelihan hewan kurban. Pelaksanaan penyembelihan di lakukan di hari tasrik hari Rabu tanggal 11 Dulhijah 1441 H 21 Juli 2021. Walaupun PTM tidak di laksanakan, untuk kegiatan penyembelhan hewan kurban di SD N Karanganyar siswa masuk ke sekolah untuk menerima pembagian hewan kurban. Siswa berangkat ke sekolah dengan memperhatikan prokes kesehatan pencegahan penularan virus covid-19 dengan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Agar tidak terjadi kerumunan maka siswa datang ke sekolah dengan cara bergantian sesuai jadwal yang telah disampaikan.

 

  Di zaman yang sudah berkemajuan sekarang ini, perlu di imbangi dengan kemajuan dalam mengelola hati, sehingga diharapkan nantinya hidup sebuah generasi yang memiliki kehidupan yang seimbang, antara memenuhi kehidupan materi juga mampu memenuhi kebutuhan rohani. Sehingga menguasai IPTEK dan IMTAQ.

Untuk itulah maka  momentum Idul Adha di manfaatkan untuk menempa manusia merasakan kelemahan, kelaparan dan ketidak mampuan serta bagaimana berbagi  dengan sesama agar semua umat bisa merasakan apa yang dirasakan sabagian orang yang mampu  yang diwujudkan dengan menunaikan ibadah kurban untuk dibagikan kepada seluruh umat Islam yang bertujuan menjadikan manusia yang tataqun ( bertaqwa ).    

 

Tujuan Dilaksanakannya

1.      Membantu siswa yang sebagian besar kurang mampu

2.      Menumbuhkan sifat iklas berkurban

3.      Menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial sesama muslim

4.      Mengangkat derajat manusia

Anggaran Kegiatan

Semua biaya yang keluar dari akibat kegiatan ini ditanggung oleh Pengadaan

1.  Infak jumat, yang di kumpulkan dari siswa SD N Karanganyar selama satu tahun ( berhubung pembelajaran masih secara daring dan siswa tidak masuk ke sekolah maka untuk memenuhi kekurangan infaq Jumat maka sekolah meminta iuran setiap siswa Rp.10.000,00.

2.      Guru-guru SD N Karanganyar

3.      Proposal kepada BMT UMMAT

Alhamdulilah untuk tahun ini bisa kurban 1 ekor sapi.


Penyembelehan Hewan Kurban


Proses pembagian Hewan Kurban

Pelaksanaan Pembagian Hewan Kurban

Di tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan pembagian di berikan secara serentak dan di tahun 2020 kemarin dalam kondisi pandemi covid -19 pembagian di lakukan melalui beberapa kelompok kelas di jam yang berbeda. Di tahun ini pun juga masih sama yaitu  dalam kondisi covid-19 masih melanda. Pembagian  hewan kurban di mulai dari kelas satu  pada pukul 10.00 WIB dan di lanjutkan kelas yang lain dan selesai pukul 13.30 WIB.

Pembagian  Hewan Kurban



Alhamdulilah pelaksanaan pembagian hewan kurban berjalan dengan lancar. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan kita bisa meneladani perilaku iklas Nabi Ibrahim serta  senantiasa bisa menjadi hamba-hamba Allah yang selalu mentaati  perintah -Nya.

Terimaksih pada semua pihak atas segala bantuannya semoga Allah SWT membalas dengan kebaikan yang lebih.

 

#AiseiWritingChallenge

Gunungkidul, 1 Agustus 2021

PTM 2021

 

PTM 2021


  Tahun pelajaran baru 2021/2022 telah tiba. Semangat baru dengan berbagai persiapan untuk   bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap muka telah dilakukan. Mulai pembagian jadwal untuk pergantian jam tiap kelasnya, ruang kelas yang sudah di lengkapi sarana prasarana yang di butuhkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan penularan wabah covid-19 dan lain sebagainya. Berbagai pihak telah menyetujui akan adanya PTM, namun apa hedak dikata ternyata pada saat sebelum mulai memasuki tahun pelajaran baru di bulan Juli telah diterima Surat Edaran dari Bupati Gunungkidul dan Surat Edaran dari Ka Dikpora Kabupaten Gunungkidul terkait adanya aturan untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat hal ini di lakukan untuk membatasi interaksi, pertemuan antara orang dengan orang dan kelompok dengan kelompok yang diharapkan dapat menguurangi penularan Covid-19.

 Harapan tinggalah harapan dengan surat edaran tersebut maka PTM pun belum bisa terwujud. Banyak pihak yang merasa berat namun dengan berbagai alasan untuk keamanan maka semua dapat menerima ketentuan ini. Apapun yang dirasakan semua harus tetap dijalani. Pemberian pemahaman terhadap wali murit dan juga masyarakat  pun di sampaikan dari sekolah. Akhirnya wali murit yang menginginkan PTM tetap di jalankan akhirnya bisa menerima.

 Pengenalan lingkungan sekolah dilakukan dengan mengirim video kepada siswa  baru kelas satu  tahun pelajaran 2021/2022. Untuk melihat keadaan siswa baru maka guru mengundang siswa untuk masuk ke zoom meeting. Guru memperkenalkan diri dan di ikuti dengan siswa baru, walau tak semua bisa gabung namun alhamdulilah kegiatan bisa berjalan lancar. Semoga keadaan semakin membaik dan harapan untuk dilakukan PTM bisa segera terwujud. Siswa belajar dengan senang, orang tua tenang dan guru juga akan merasa senang. 

#AiseiWritingChalenge

 Gunungkidul, 31 Juli 2021

Jumat, 30 Juli 2021

Praktek Dokter Umum

DIBUKA PRAKTEK DOKTER UMUM

Dibuka Praktek Dokter Umum
Mulai 1 Agustus 2021

dr. DENTA AJI SAPUTRA
dr. DEA YOLANDITA

Banjaran RT05 RW01, Karangasem Paliyan
(Pojok Lapangan Trowono, belakang Yuli Production)

Jam praktek :
Senin s/d Jumat
Siang 14.00 s/d 16.00 (dr. Denta)
Malam 18.00 s/d 20.00 (dr. Dea)

Sabtu dan Minggu
Jam 14.00 s/d 20.00 (dr. Denta)

Melayani :
1. Konsultasi dokter umum (gratis)
2. Pemeriksaan Tekanan Darah (gratis), Gula darah, Asam urat dan Kolesterol
3. Suntik KB
4. Surat Keterangan Sehat
5. Surat Keterangan Istirahat
6. Pemeriksaan Rapid Antigen untuk perjalanan, syarat pekerjaan dan syarat nikah

TIDAK MELAYANI BPJS
TIDAK MELAYANI KUNJUNGAN RUMAH

Untuk pendaftaran dan konsultasi bisa menghubungi admin :
No. WA : 081393927844 (hanya melayani via chat)

Kamis, 29 Juli 2021

Rindu ku Terobati

 

Rinduku Terobati



Dua tahun lamanya Rio tak bisa berjumpa dengan sahabatnya akibat pandemi yang melanda negeri ini. Pernah dia berjanji akan datang di hari ultah sahabatnya itu dan akan berikan kejutan saat bertemu nanti. Tak sabar Rio menanti hari itu, hari dimana ia bisa ungkapkan sesuatu terhadap sahabat kecilnya. Rio terpaksa harus merantau ke kota untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Rio ingin membantu ibunya menyekolahkan adik satu-satunya. Setelah kepergian ayahnya untuk selama-lamanya Rio tak berharap lebih untuk bisa melanjutkan sekolah. Ia memilih bekerja dan menghasilkan uang agar bisa membantu Ibunya.

Sedangkan Dara sahabat Rio tetap berada di desa dan bisa melanjutkan sekolah sampai lulus kuliah dan bekerja sebagai guru di Sekolah Dasar tak jauh dari kampungnya. Walaupun keduanya berbisah setelah lulus dari SMA namun keduanya masih saling mengirim kabar. Persahabatan mereka tetap terjalin, tak jarang saat Dara punya masalah ia sering curhat pada Rio.

Masih terbayang saat terakhir  mereka bertemu di rumah Dara. Saat itu Rio berpamitan untuk kembali ke kota setelah masa cutinya selesai selama satu minggu. Orang tua Dara pun sudah menganggap Rio seperti anak sendiri. Rio anak yang ramah dan suka membantu tak heran jika orang tua Dara menyukainya.

Siang itu Ibu Dara sengaja memasak untuk Rio. Ada plecing, beberuk, sop ikan, goreng ikan, tak ketinggalan sayur kesukaan putrinya yaitu sayur lebui, lengkap dengan kerupuk. Semakin lengkap lagi dengan adanya irisan pepaya dan es kelapa muda. Waah serasa nikmat makan bersama keluarga Dara. Seperti enggan untuk meninggalkan kampung nan damai.

Segera Rio mengambil handphone yang tergeletak di meja pojok kamar kostnya. Segera ia mengirim pesan lewat WhatsApp.

[Ra, bulan Delapan akan segera tiba, semoga keadaan membaik dan aku akan pulang untuk penuhi janjiku]

Lama tak ada balasan. Rio pun jadi bimbang tanda ceklis dua  menunjukkan pesan telah diterima. Namun belum ada tanda-tanda ceklis berubah jadi biru yang artinya pesan telah dibaca. Kemana Dara kok belum dibalas juga pesanku. Sambil menunggu balasan dari Dara, Rio pun sedikit mengibur diri dengan menyanyikan lagu yang sedang hits saat ini. “Tanpa Batas Waktu”. Rio tersenyum sendiri karena lirik lagu itu mengisahkan seseorang yang sedang merindu. Sedangkan benar Rio sedang merindu namun orang yang ia rindukan tak mengetahuinya. Uuuuh sangat menyedihkan ya.. batiin Rio.

Rio berharap ia bisa ungkapin semua yang ia rasakan pada Dara di hari ulang tahunnya yaitu di bulan Agustus ini. Rio tak ingin nanti menyesal karena apa yang ia rasakan belum tersampaikan.

Handphone dalam genggamanya pun bergetar. Segera Rio buka pesan WhatsApp tersebut. Dan betapa terkejutnya Rio membuka pesan itu. Yaa. Ada gambar menu makanan yang ia rindukan saat terakhir bersama Dara. Senyum bahagia Rio saat membuka dan membaca pesan Dara yang mengatakan Dara menunggu kedatangan Rio.

Rio semakin yaqin ada perasaan yang sama antara dirinya dengan sahabatnya dari kecil itu. Yaa.. Dara Regita seorang gadis manis yang telah mampu membuka hatinya itu. Segeralah berlalu pandemi agar kerinduan ini segera terbayar dan keadaan membaik serta alam pun berpihak untuk pertemukan Rio dengan sosok Dara yang ia rindukan.


#KamisMenulis

#SahabatLagerunal

Gunungkidul, 29 Juli 2021

 

Senin, 26 Juli 2021

Membuat Outline

* Membuat outline*
Telah tiba saatnya materi minggu terakhir di kelas cerpen. Malam ini senin, 26 Juli kita akan mendapatkan materi dari Kak Ratna mengenai outline. Mari kita simak materi dari Kak Ratna. Berikut materi malam ini.

Outline

Berhenti menulis di tengah jalan, ide seolah hilang begitu saja dan berakhir nggak tahu harus melanjutkan cerita seperti apa lagi. Hal-hal demikian biasa terjadi ketika kita menulis sebuah cerita atau novel. Maka, ada baiknya sebelum menulis, kita membuat outline lebih dulu.
Outline merupakan kerangka karangan pada suatu karya tulis. Outline bisa juga diartikan sebagai rencana penulisan yang memuat garis besar keseluruhan isi cerita. Mudahnya, dengan menulis outline kita dapat meminimalisir ide yang buntu di tengah jalan dan tahu runtutan adegan per adegannya secara terstruktur, sistematis, logis, serta jelas. Ada beberapa tips yang bisa kalian coba untuk membuat outline, ya.
Langkah Pertama: Tentukan genremu!
Tentukan kamu mau mebuat novel genre apa? Apakah itu Romance, Crime, Teenlith, Metropop, dan jenis novel lainnya bisa dilihat di sini. Kalau sudah mantap, bacalah banyak novel genre kamu dan jangan ragu-ragu untuk meniru cara penulis favorit kamu memulai novel (Percayalah semua karya hebat dimulai dengan meniru.)

Langkah Kedua : Pilih Ide atau Topik Utama
Tulislah ide sebanyak-banyaknya ke dalam catatan, kemudian filter atau pilih beberapa topik yang sesuai dari kumpulan ide yang sudah kalian buat tadi. Usahakan ambil ide yang paling dekat dengan dirimu atau yang paling kamu pahami terlebih dahulu.

Langkah Ketiga : Buatlah Premis
Tulislah tesis atau premis cerita, kalau bisa satu kalimat saja. Tesis atau premis ini adalah gambaran dari seluruh cerita yang akan kalian buat. Misalnya, “Budi yang babak belur mencari jodoh.”

Langkah Keempat : Buatlah sinopsis
Buatlah sinopsis tentang apa saja yang akan terjadi dalam cerita tersebut. Contohnya seperti ini,
“Budi adalah seorang anak tunggal, dan anak dari seorang pengusaha kaya raya di dunia. Budi merasa yakin bahwa semua harta kekayaan ayahnya akan jatuh ke tangan dirinya kelak, tapi Budi salah. Setelah ayahnya meninggal, dia mewariskan seluruh harta kekayaannya untuk dibagi-bagikan pada semua anak yatim di dunia. Bagian untuk Budi hanyalah perusahaan dan rumah untuk dikelola dan dipertahankan. Semua itu karena si ayah tidak yakin ada perempuan baik-baik yang mau menikah dengan Budi. Maka dari itu Budi harus memastikan bahwa dia menikah dengan perempuan baik yang akan disetujui oleh neneknya. Budi pun mencari calon istri yang bisa menaklukkan hati neneknya dan mendapatkan semua harta warisan tersebut.”

Langkah Kelima: Buatlah Outline menjadi tiga bagian
Setelah sinopsis jadi, kita bisa mulai membuat outline. Pecah cerita menjadi tiga bagian besar: Awal, Konflik dan Ending. Setelah itu masukkan detail ke dalam tiga bagian besar tersebut, misalnya:
1. Awal: Memperkenalkan pada pembaca, bahwa orang seperti Budi itu eksis di dunia ini.
2. Konflik: Budi dan nenek punya selera yang berbeda
3. Ending: Budi menikah dan harta warisan itu kembali padanya.
Langkah Keenam : Buatlah Poin-Poin Bagian
Perdetail tiga bagian tersebut dengan membuat beberapa chapter pada setiap bagian. Masukkan point-point penting yang harus diketahui pembaca pada setiap chapter tersebut. Misalnya:
1. Awal
Chapter 1: seorang anak orang kaya bernama Budi yang punya sifat sombong, tidak tahu terima kasih, suka menindas orang yang lebih lemah, rasis, dll. Harus ditunjukkan kekayaannya, mindsetnya yang sombong dan
Chapter 2: ayah Budi meninggal dunia. Pembaca harus tahu bahwa hubungan Budi dan ayahnya tidak pernah baik sejak ibu Budi meninggal dunia 10 tahun lalu.
Chapter 3: pengacara membacakan surat wasiat ayah. Yang harus diketahui pembaca: Budi tidak peduli pada kematian ayahnya dan tidak sabar mendapatkan harta warisan yang banyak.
1. Konflik
Chapter 4: Budi tidak terima dengan surat wasiat itu, tapi dia harus menjalankannya. Maka dia mulai mengadakan sayembara di mana-mana (termasuk online) untuk mencari istri. Orang-orang serakah pun berdatangan dan minta bagian yang mahal sampai 50%, mengklaim mereka bisa mengelabui nenek Budi.
Chapter 5: Budi membawa satu demi satu calon istrinya ke hadapan nenek, tapi nenek tidak suka dengan mereka. Budi yang kesal akhirnya bertengkar dengan nenek.
Chapter 6: Budi melampiaskan kekesalannya sampai dia kena musibah. kecelakaan dan masuk rumah sakit? mabuk dan ditangkap polisi? Apapun yang dilakukan Budi, akhirnya dia dan Nenek berdamai, nenek melakukan sesuatu yang membuat pandangan Budi berubah dan bertekad untuk mengubah
1. Ending
Chapter 7: Budi mulai menikmati hidup secara positif dan belajar untuk mengubah sikap.
Chapter 8: Budi bertemu dengan seorang gadis baik, yang ternyata adalah teman sekelasnya.
Chapter 9: Budi akhirnya menikah dengan gadis baik itu dan nenek merestui hubungan mereka.
Jangan malas untuk kembali kepada bagian yang sudah dianggap “jadi” dan memperbaikinya. Karena ini semua baru outline, tidak ada tulisan yang sekali tulis, langsung jadi dan sempurna. Misalnya pada saat kalian memikirkan apa yang akan terjadi di chapter 8, anda terpikir ide, “Kayaknya bagus nih kalau ternyata perempuan yang dicari Budi selama ini ada didekatnya, cuma nggak berani deket-deket karena sifat Budi yang jelek.”, tidak ada salahnya jika kalian mengikuti ide kalian tersebut, tapi kalian harus memberi catatan bahwa gadis itu diperkenalkan juga pada pembaca di chapter sebelumnya, biar nggak terkesan mendadak.
Demikianlah materi kelas cerpen malam ini. Semoga ilmu tentang menulis cerpen kita makin bertambah sehingga dalam menulis cerpen pun kita semakin baik.
Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.

#Belajarwcs
#Tetapsemangatbelajar
Gunungkidul, 26 Juli 2021

Kamis, 22 Juli 2021

Buar Membuatnya Sadar

 

Buar Membuatnya Sadar


“Kau lihat senja  itu, Na?” ucapnya padaku. Ia memandang senja yang mulai menghilang.

“Kenapa dengan senja itu, Mas? Balik tanyaku sambil kulihat mata sayu  menunjukkan rasa yang tak menentu. Suamiku sepertinya memikirkan Sesuatu.

“Senja itu sangat indah. Aku senang melihatnya namun aku merasa senja bisa mewakili rasa yang selama ini menghimpit jiwaku. Ya … penyesalan terdalamku. Andai aku dulu tak buar dalam membelanjakan hasil jerih payahku tentu aku saat ini bisa bahagiakanmu, Na.” Ucapnya lirih. Tak pernah aku duga sebelumnya. Dia merasakan bahwa dia belum bisa bahagiakan aku.

“Mas, mengapa berpikiran bahwa aku tak bahagia.” Jawabku.

“Aku tau, Na. Kau tak bahagia kan? Dari kamu jadi istriku kita hanya seperti ini terus belum bisa seperti mereka.

“Tak apa, Mas. Semoga lambat laun keadaan kita makin membaik.

Percakapan berakhir saat gelap mulai merayap. Kami masuk rumah dan segera tunaikan salat maghrib. Aku lihat akhir-akhir ini  setelah Ayah mertuaku meninggal, suamiku begitu rajin melaksanakan salat wajib maupun sunah. Sudah 30 tahun aku hidup bersamanya. Sejak pertama kami menikah aku sering mengingatkannya untuk salat jika waktu sudah tiba. Tidak untuk kali ini, suamiku selalu salat tepat waktu. Mungkin kehilangan sosok Ayahlah yang membuatnya berubah. Tak peduli apa yang membuatnya berubah yang jelas aku sangat bersyukur dengan perubahan yang ada pada dirinya.

Selesai salat maghrib berjamaah kami pun makan malam dengan hidangan seadanya. Aku tinggal Bersama mertua sejak awal menikah sampai saat ini, wajar saja karena suamiku merupakan anak tunggal. Anak laki satu-satunya yang menjadi tumpuan harapan orang tuanya. Aku  pun tak bisa menolak saat aku diminta untuk tinggal Bersama mertua. Mereka sudah aku anggap seperti orang tua sendiri. Sampai Ayah mertuaku menghembuskan nafas terakhirnya akulah yang ada di sampingnya. Aku yang menuntun mengucap kalimah tahlil.

Suamiku sejak kecil di manja oleh orang tuanya, apapun permintaanya selalu di tururi dan itulah yang membuat suamiku seperti tak merasakan kekurangan apapun. Pada saat telah memiliki penghasilanpun dia buar dalam membelanjakan hartanya. Aku mengenalnya dari teman ayahku yang kebetulan seorang polisi. Saat pertama kali datang kerumah Ayah sudah menanyakan kapan akan menikahiku. Tentu saja dia kaget, karena selama ini dia banyak teman wanita yang hanya dijadikan teman biasa, datang kerumahnya itu hal yang biasa. Tapi tidak dengan ayahku, sekali ada cowok datang kerumah maka segera di tanyakan keseriusanya. Akhirnya akupun menikah dengaannya tanpa mengetahui lebih jauh tentangnya.

“Na,” Panggilan suamiku walau telah memiliki anak dia tetap memanggil namaku “Ana”

“Maafin aku ya, Na? Dia masih tetap merasa bersalah.

“Memangnya Mas melakukan apa sih”. Akupun penasaran kenapa suamiku selalu minta maaf dan itu tak biasa dia lakukan. Akupun selama ini juga tak merasa dia punya kesalahan yang fatal.

“Jujur, Na.Aku dulu sebelum menikahimu aku telah memiliki pinjaman, SK aku gadaikan dan uangnya hanya untuk kebutuhanku saat aku ke Lampung.” Jelasnya.

“Ke lampung? Aku ulangi penjelasanya.

“Iya, aku pergi ke Lampung hanya untuk menemui seseorang. Seseoarng yang telah membuatku gelap mata hingga uang sebanyak itu pun telah aku habiskan bersamanya. Aku buar, dalam waktu seminggu di Lampung telah menghabiskan begitu banyak uang. Aku menyesal ,Na.” Sambil tertunduk, suamiku jelaskan semuanya.

Begitu sesak dada ini, akibat dari perbuatan masa muda suamiku, tak terasa butiran hangat menetes di pipiku. ,Suamiku yang nota ben anak tunggal yang tiap kemauanya harus di turuti maka apapun yang dia mau dan dia inginkan berusaha untuk bisa terpenuhi tak peduli punya uang atau tidak. Dia terbiasa dengan mengambil hutang. Hingga aku berusaha keras agar segala kekurangan kebutuhan aku bisa mencukupinya. Aku selalu menurut padanya karena jika tidak pasti terjadi keributan dan aku tak inginkan hal itu.

Semoga setelah dia menyadari kesalahanya dia benar-benar tulus meminta maaf dan akan merubah sikapnya yang buar. Hal itu tentu saja membuat kehidupan kami selalu kekurangan seberapa besar gaji yang di hasilkan suami akan selalu habis.


 

#KamisMenulis

#SahabatLagerunal

Gunungkidul, 22Juli 2021

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...