Tulis yang Kita Lakukan, Lakukan yang Kita Tulis
Cari Blog Ini
Kamis, 05 Agustus 2021
Benang Rindu
Sabtu, 31 Juli 2021
Pembagian Hewan Kurban di SD N Karanganyar
Pembagian Hewan Kurban di SD N Karangnayar
Dalam Rangka meneladani kisah Nabi Ibrahim as dan Ismail as, SD N
Karaganyar mengadakan penyembelihan hewan kurban. Pelaksanaan penyembelihan di
lakukan di hari tasrik hari Rabu tanggal 11 Dulhijah 1441 H 21 Juli 2021. Walaupun PTM tidak di laksanakan, untuk kegiatan penyembelhan hewan kurban di SD N Karanganyar siswa masuk ke sekolah untuk menerima pembagian hewan kurban. Siswa berangkat ke sekolah dengan memperhatikan prokes kesehatan pencegahan penularan virus covid-19 dengan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Agar tidak terjadi kerumunan maka siswa datang ke sekolah dengan cara bergantian sesuai jadwal yang telah disampaikan.
Di zaman yang sudah berkemajuan sekarang ini, perlu di imbangi dengan
kemajuan dalam mengelola hati, sehingga diharapkan nantinya hidup sebuah
generasi yang memiliki kehidupan yang seimbang, antara memenuhi kehidupan
materi juga mampu memenuhi kebutuhan rohani. Sehingga menguasai IPTEK dan
IMTAQ.
Untuk itulah maka momentum Idul Adha di manfaatkan untuk
menempa manusia merasakan kelemahan, kelaparan dan ketidak mampuan serta
bagaimana berbagi dengan sesama agar
semua umat bisa merasakan apa yang dirasakan sabagian orang yang mampu yang diwujudkan dengan menunaikan ibadah
kurban untuk dibagikan kepada seluruh umat Islam yang bertujuan menjadikan
manusia yang tataqun ( bertaqwa ).
Tujuan
Dilaksanakannya
1.
Membantu
siswa yang sebagian besar kurang mampu
2.
Menumbuhkan
sifat iklas berkurban
3.
Menumbuhkan
rasa kesetiakawanan sosial sesama muslim
4.
Mengangkat
derajat manusia
Anggaran
Kegiatan
Semua biaya
yang keluar dari akibat kegiatan ini ditanggung oleh Pengadaan
1. Infak
jumat, yang di kumpulkan dari siswa SD N Karanganyar selama satu tahun ( berhubung
pembelajaran masih secara daring dan siswa tidak masuk ke sekolah maka untuk memenuhi
kekurangan infaq Jumat maka sekolah meminta iuran setiap siswa Rp.10.000,00.
2.
Guru-guru
SD N Karanganyar
3.
Proposal
kepada BMT UMMAT
Alhamdulilah
untuk tahun ini bisa kurban 1 ekor sapi.
Pelaksanaan
Pembagian Hewan Kurban
Di tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan pembagian di berikan secara
serentak dan di tahun 2020 kemarin dalam kondisi pandemi covid -19 pembagian di
lakukan melalui beberapa kelompok kelas di jam yang berbeda. Di tahun ini pun
juga masih sama yaitu dalam kondisi
covid-19 masih melanda. Pembagian hewan
kurban di mulai dari kelas satu pada
pukul 10.00 WIB dan di lanjutkan kelas yang lain dan selesai pukul 13.30 WIB.
Alhamdulilah pelaksanaan
pembagian hewan kurban berjalan dengan lancar. Semoga kegiatan ini bermanfaat
dan kita bisa meneladani perilaku iklas Nabi Ibrahim serta senantiasa bisa menjadi hamba-hamba Allah
yang selalu mentaati perintah -Nya.
Terimaksih pada semua pihak atas segala bantuannya semoga Allah SWT
membalas dengan kebaikan yang lebih.
#AiseiWritingChallenge
Gunungkidul, 1 Agustus 2021
PTM 2021
PTM 2021
Tahun pelajaran baru 2021/2022 telah tiba.
Semangat baru dengan berbagai persiapan untuk bisa melaksanakan pembelajaran secara tatap
muka telah dilakukan. Mulai pembagian jadwal untuk pergantian jam tiap kelasnya,
ruang kelas yang sudah di lengkapi sarana prasarana yang di butuhkan untuk
tetap menjaga protokol kesehatan penularan wabah covid-19 dan lain sebagainya.
Berbagai pihak telah menyetujui akan adanya PTM, namun apa hedak dikata
ternyata pada saat sebelum mulai memasuki tahun pelajaran baru di bulan Juli
telah diterima Surat Edaran dari Bupati Gunungkidul dan Surat Edaran dari Ka
Dikpora Kabupaten Gunungkidul terkait adanya aturan untuk Pemberlakuan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat hal ini di lakukan untuk membatasi interaksi,
pertemuan antara orang dengan orang dan kelompok dengan kelompok yang diharapkan dapat
menguurangi penularan Covid-19.
Harapan tinggalah harapan dengan surat edaran
tersebut maka PTM pun belum bisa terwujud. Banyak pihak yang merasa berat namun
dengan berbagai alasan untuk keamanan maka semua dapat menerima ketentuan ini.
Apapun yang dirasakan semua harus tetap dijalani. Pemberian pemahaman terhadap
wali murit dan juga masyarakat pun di
sampaikan dari sekolah. Akhirnya wali murit yang menginginkan PTM tetap di
jalankan akhirnya bisa menerima.
Pengenalan lingkungan sekolah dilakukan
dengan mengirim video kepada siswa baru kelas
satu tahun pelajaran 2021/2022. Untuk
melihat keadaan siswa baru maka guru mengundang siswa untuk masuk ke zoom
meeting. Guru memperkenalkan diri dan di ikuti dengan siswa baru, walau tak
semua bisa gabung namun alhamdulilah kegiatan bisa berjalan lancar. Semoga
keadaan semakin membaik dan harapan untuk dilakukan PTM bisa segera terwujud.
Siswa belajar dengan senang, orang tua tenang dan guru juga akan merasa senang.
#AiseiWritingChalenge
Gunungkidul, 31 Juli 2021
Jumat, 30 Juli 2021
Praktek Dokter Umum
Kamis, 29 Juli 2021
Rindu ku Terobati
Rinduku Terobati
Dua tahun lamanya Rio tak bisa berjumpa dengan sahabatnya akibat
pandemi yang melanda negeri ini. Pernah dia berjanji akan datang di hari ultah
sahabatnya itu dan akan berikan kejutan saat bertemu nanti. Tak sabar Rio
menanti hari itu, hari dimana ia bisa ungkapkan sesuatu terhadap sahabat kecilnya.
Rio terpaksa harus merantau ke kota untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.
Rio ingin membantu ibunya menyekolahkan adik satu-satunya. Setelah kepergian
ayahnya untuk selama-lamanya Rio tak berharap lebih untuk bisa melanjutkan
sekolah. Ia memilih bekerja dan menghasilkan uang agar bisa membantu Ibunya.
Sedangkan Dara sahabat Rio tetap berada di desa dan bisa melanjutkan
sekolah sampai lulus kuliah dan bekerja sebagai guru di Sekolah Dasar tak jauh
dari kampungnya. Walaupun keduanya berbisah setelah lulus dari SMA namun
keduanya masih saling mengirim kabar. Persahabatan mereka tetap terjalin, tak
jarang saat Dara punya masalah ia sering curhat pada Rio.
Masih terbayang saat terakhir
mereka bertemu di rumah Dara. Saat itu Rio berpamitan untuk kembali ke
kota setelah masa cutinya selesai selama satu minggu. Orang tua Dara pun sudah
menganggap Rio seperti anak sendiri. Rio anak yang ramah dan suka membantu tak
heran jika orang tua Dara menyukainya.
Siang itu Ibu Dara sengaja memasak untuk Rio. Ada plecing, beberuk,
sop ikan, goreng ikan, tak ketinggalan sayur kesukaan putrinya yaitu sayur
lebui, lengkap dengan kerupuk. Semakin lengkap lagi dengan adanya irisan
pepaya dan es kelapa muda. Waah serasa nikmat makan bersama keluarga Dara.
Seperti enggan untuk meninggalkan kampung nan damai.
Segera Rio mengambil handphone yang tergeletak di meja pojok kamar
kostnya. Segera ia mengirim pesan lewat WhatsApp.
[Ra, bulan Delapan akan segera tiba, semoga keadaan membaik dan aku
akan pulang untuk penuhi janjiku]
Lama tak ada balasan. Rio pun jadi bimbang tanda ceklis dua menunjukkan pesan telah diterima. Namun belum
ada tanda-tanda ceklis berubah jadi biru yang artinya pesan telah dibaca. Kemana
Dara kok belum dibalas juga pesanku. Sambil menunggu balasan dari Dara, Rio pun
sedikit mengibur diri dengan menyanyikan lagu yang sedang hits saat ini. “Tanpa
Batas Waktu”. Rio tersenyum sendiri karena lirik lagu itu mengisahkan seseorang
yang sedang merindu. Sedangkan benar Rio sedang merindu namun orang yang ia
rindukan tak mengetahuinya. Uuuuh sangat menyedihkan ya.. batiin Rio.
Rio berharap ia bisa ungkapin semua yang ia rasakan pada Dara di
hari ulang tahunnya yaitu di bulan Agustus ini. Rio tak ingin nanti menyesal
karena apa yang ia rasakan belum tersampaikan.
Handphone dalam genggamanya pun bergetar. Segera Rio buka pesan WhatsApp
tersebut. Dan betapa terkejutnya Rio membuka pesan itu. Yaa. Ada gambar menu
makanan yang ia rindukan saat terakhir bersama Dara. Senyum bahagia Rio saat membuka
dan membaca pesan Dara yang mengatakan Dara menunggu kedatangan Rio.
Rio semakin yaqin ada perasaan yang sama antara dirinya dengan
sahabatnya dari kecil itu. Yaa.. Dara Regita seorang gadis manis yang telah
mampu membuka hatinya itu. Segeralah berlalu pandemi agar kerinduan ini segera
terbayar dan keadaan membaik serta alam pun berpihak untuk pertemukan Rio
dengan sosok Dara yang ia rindukan.
#KamisMenulis
#SahabatLagerunal
Gunungkidul, 29 Juli 2021
Senin, 26 Juli 2021
Membuat Outline
Kamis, 22 Juli 2021
Buar Membuatnya Sadar
Buar Membuatnya
Sadar
“Kau lihat senja
itu, Na?” ucapnya padaku. Ia memandang senja
yang mulai menghilang.
“Kenapa dengan senja
itu, Mas? Balik tanyaku sambil kulihat mata sayu menunjukkan rasa yang tak menentu. Suamiku
sepertinya memikirkan Sesuatu.
“Senja itu sangat
indah. Aku senang melihatnya namun aku merasa senja bisa mewakili rasa yang
selama ini menghimpit jiwaku. Ya … penyesalan terdalamku. Andai aku dulu tak buar
dalam membelanjakan hasil jerih payahku tentu aku saat ini bisa bahagiakanmu, Na.”
Ucapnya lirih. Tak pernah aku duga sebelumnya. Dia merasakan bahwa dia belum
bisa bahagiakan aku.
“Mas, mengapa berpikiran
bahwa aku tak bahagia.” Jawabku.
“Aku tau, Na.
Kau tak bahagia kan? Dari kamu jadi istriku kita hanya seperti ini terus belum
bisa seperti mereka.
“Tak apa, Mas.
Semoga lambat laun keadaan kita makin membaik.
Percakapan
berakhir saat gelap mulai merayap. Kami masuk rumah dan segera tunaikan salat
maghrib. Aku lihat akhir-akhir ini setelah Ayah mertuaku meninggal, suamiku
begitu rajin melaksanakan salat wajib maupun sunah. Sudah 30 tahun aku hidup
bersamanya. Sejak pertama kami menikah aku sering mengingatkannya untuk salat
jika waktu sudah tiba. Tidak untuk kali ini, suamiku selalu salat tepat waktu.
Mungkin kehilangan sosok Ayahlah yang membuatnya berubah. Tak peduli apa yang
membuatnya berubah yang jelas aku sangat bersyukur dengan perubahan yang ada
pada dirinya.
Selesai salat
maghrib berjamaah kami pun makan malam dengan hidangan seadanya. Aku tinggal Bersama
mertua sejak awal menikah sampai saat ini, wajar saja karena suamiku merupakan
anak tunggal. Anak laki satu-satunya yang menjadi tumpuan harapan orang tuanya.
Aku pun tak bisa menolak saat aku
diminta untuk tinggal Bersama mertua. Mereka sudah aku anggap seperti orang tua
sendiri. Sampai Ayah mertuaku menghembuskan nafas terakhirnya akulah yang ada
di sampingnya. Aku yang menuntun mengucap kalimah tahlil.
Suamiku sejak
kecil di manja oleh orang tuanya, apapun permintaanya selalu di tururi dan itulah
yang membuat suamiku seperti tak merasakan kekurangan apapun. Pada saat telah
memiliki penghasilanpun dia buar dalam membelanjakan hartanya. Aku
mengenalnya dari teman ayahku yang kebetulan seorang polisi. Saat pertama kali
datang kerumah Ayah sudah menanyakan kapan akan menikahiku. Tentu saja dia
kaget, karena selama ini dia banyak teman wanita yang hanya dijadikan teman
biasa, datang kerumahnya itu hal yang biasa. Tapi tidak dengan ayahku, sekali
ada cowok datang kerumah maka segera di tanyakan keseriusanya. Akhirnya akupun
menikah dengaannya tanpa mengetahui lebih jauh tentangnya.
“Na,” Panggilan
suamiku walau telah memiliki anak dia tetap memanggil namaku “Ana”
“Maafin aku ya,
Na? Dia masih tetap merasa bersalah.
“Memangnya Mas melakukan
apa sih”. Akupun penasaran kenapa suamiku selalu minta maaf dan itu tak biasa
dia lakukan. Akupun selama ini juga tak merasa dia punya kesalahan yang fatal.
“Jujur, Na.Aku
dulu sebelum menikahimu aku telah memiliki pinjaman, SK aku gadaikan dan
uangnya hanya untuk kebutuhanku saat aku ke Lampung.” Jelasnya.
“Ke lampung?
Aku ulangi penjelasanya.
“Iya, aku pergi
ke Lampung hanya untuk menemui seseorang. Seseoarng yang telah membuatku gelap
mata hingga uang sebanyak itu pun telah aku habiskan bersamanya. Aku buar,
dalam waktu seminggu di Lampung telah menghabiskan begitu banyak uang. Aku
menyesal ,Na.” Sambil tertunduk, suamiku jelaskan semuanya.
Begitu sesak
dada ini, akibat dari perbuatan masa muda suamiku, tak terasa butiran hangat
menetes di pipiku. ,Suamiku yang nota ben anak tunggal yang tiap kemauanya
harus di turuti maka apapun yang dia mau dan dia inginkan berusaha untuk bisa
terpenuhi tak peduli punya uang atau tidak. Dia terbiasa dengan mengambil
hutang. Hingga aku berusaha keras agar segala kekurangan kebutuhan aku bisa mencukupinya.
Aku selalu menurut padanya karena jika tidak pasti terjadi keributan dan aku
tak inginkan hal itu.
Semoga setelah
dia menyadari kesalahanya dia benar-benar tulus meminta maaf dan akan merubah
sikapnya yang buar. Hal itu tentu saja membuat kehidupan kami selalu
kekurangan seberapa besar gaji yang di hasilkan suami akan selalu habis.
#KamisMenulis
#SahabatLagerunal
Gunungkidul, 22Juli 2021
Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu
Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...
-
Sayur Cinta Untuk yang Terkasih Sebagai seorang istri tentunya harus bisa memasak untuk suami dan keluarga. Jika seorang istri tak bisa ...
-
Bunga Bunga indah Harum mewangi Kehadiranmu selalu dinanti Sebagai penyejuk hati Menemani sang mentari Melati, anggr...
-
Terima, sadari , perbaiki Mendengar suaranya benci apalagi sampai melihat wajahnya. Bagaimana tidak aku menganggap d...






