Cari Blog Ini

Selasa, 23 November 2021

Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital

 

Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital

Senin, 22 November 2021 tak terasa sudah pertemuan ke-10 artinya, sudah setengah perjalanan belajar bersama di Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLG). Semoga selanjutnya kita tetap bersemangat hingga kegiatan ini berakhir.dalam kegiatan GMLG. Bersyukur kepada Allah SWT atas semua nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi aktivitas kita hari ini dan seterusnya.

Hari ini kita akan menyimak satu materi dengan tema Anak muda berani bikin perubahan di dunia digital. Oleh Ibu guru yang yang sangat enerjik. Ibu Rosminiyati, berusia 51 tahun, guru SMK 2 Negeri Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Banyak sudah prestasi yang beliau torehkan, salah satunya pemenang ke dua lomba blog. Beliau adalah  peserta Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay gelombang 19 (12 Juli s.d. 17 September 2021) yang dengan penuh perjuangan baru saja lulus dari kelas belajar

Sebelum masuk ke materi inti, beliau sedikit bercerita tentang sejarah keberadaannya bersama peserta di sini.

Ibu Ros  mendaftar di kelas GMLD ini sebagai peserta, ingin belajar tentang literasi digital sekaligus tentang cara memotivasi diri dan orang-orang terdekat, khususnya anak-anak didik beliau. Namun, yang terjadi justru beliau dimasukkan ke dalam tim/panitia. Bu Ros merasa seorang guru jadul yang baru mau belajar, ternyata harus memberikan materi yang beliau sendiri belum mengerti. Waah Bu ros bisa saja ya..

Namun, beliau mengambil hikmah dari setiap kejadian. Dengan keyakinan bahwa Allah telah menyiapkan sesuatu yang indah untuknya, beliau berusa memanfaatkan kesemapatan pertama ini untuk belajar yang jauh lebih giat lagi, agar tidak mengecewakan Om Jay yang telah memberikan amanah kepada Bu Ros untuk berbagi. Dengan kerendahan hati beliau memulai menyampaikan materi.

Untuk menjadi anak muda yang berani bikin perubahan di dunia digital, Bu Ros memberikan dua pedoman yaitu :

1.      Berani, berdasarkan KBBI V online diartikan “mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sebagainya; tidak takut (gentar, kecut).

2.      Perubahan adalah hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran. (KBBI V online). Tentu saja, dalam hal ini adalah perubahan dari keadaan semula menjadi lebih baik dari pada sebelumnya.

Mengapa perlu melakukan perubahan di dunia digital?

1.      Kebutuhan. Perubahan dan perkembangan teknologi tak luput pula terjadi pada bidang pendidikan. Mau/tidak mau, suka/tidak suka, sebagai guru kita juga harus mengikuti perubahan tersebut. Untuk data GTK dan peserta didik, semuanya kini sudah menggunakan digitalisasi/online. Guru-guru dituntut untuk bisa mengisi datanya secara mandiri terkait data personal maupun riwayat pendidikan/pekerjaan, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, derasnya laju informasi di bidang ilmu pengetahuan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi menuntut guru untuk melakukan perubahan. Jika tidak, ada kemungkinan kita akan ditinggalkan oleh murid-murid kita.

2.      Menyalurkan hobi. 

3.      Tambahan penghasilan. 

4.      Berbagi 

Hal-Hal yang mempengaruhi Perubahan di Dunia Digital

1.      Tekad/semangat. Jika sudah ada keinginan yang kuat untuk melakukan perubahan di dunia digital, maka kita akan berusaha belajar kapanpun, di mana pun, dan dengan siapa pun.

2.      Lingkungan. Pengaruh lingkungan besar sekali terhadap perubahan kita di dunia digital. Apabila kita berada di lingkungan orang-orang yang sangat aktif bergelut dalam dunia digital, secara sadar atau tidak, kita pun akan ikut arus tersebut. Sebaliknya, jika lingkungan kita termasuk golongan terbelakang, otomatis kita juga akan jalan di tempat.

3.      Sarana/Prasarana. Dunia digital terakit erat dengan sarana/prasarana (gawai, laptop, PC, kuota data internet, jaringan, listrik, dll.). Jika fasiltas tidak dimiliki/tidak mendukung, tentu saja kita tidak bisa melakukan perubahan di dunia digital.

4.      Kesempatan. Terkadang kita temukan keadaan seseorang ingin melakukan perubahan di dunia digital, namun karena tidak ada kesempatan, maka perubahan itu pun menjadi tertunda.

5.      Dukungan. Ada kalanya, untuk melakukan perubahan, kita memerlukan dukungan orang-orang di sekitar kita dalam bentuk dukungan fisik, mental, dan finansial. Hal ini penting, karena melakukan perubahan di bidang digital bulkanlah hal sederhana bagi orang-orang tertentu.

Kita semua di sini adalah motivator, yang artinya orang (perangsang) yang menyebabkan timbulnya motivasi pada orang lain untuk melaksanakan sesuatu; pendorong; penggerak. (KBBI V online). Dalam hal ini, kita berperan sebagai motivator bagi anak muda (murid-murid, anak-anak kita) untuk berani melakukan perubahan di dunia digital.

Untuk bisa menggerakkan orang lain agar berubah, tentunya kita sudah harus menggerakkan diri kita sendiri untuk berubah. Mengapa? Karena kita adalah guru dan orang tua yang menjadi model bagi murid-murid dan anak-anak kita. Seperti yang sama-sama kita ketahui, anak-anak tidak akan bergerak jika kita hanya menyuruh atau mengajak tanpa adanya bukti yang bisa mereka lihat atau tiru. Permasalahannya, Apakah kita sendiri sudah berubah? atau tepatnya, Apakah kita sendiri sudah berani melakukan perubahan?

Terkait perubahan, masing-masing kita tentu saja berbeda. Perubahan untuk masing-masing kita disesuaikan dengan kondisi awal yang kita punya.

Bentuk/Jenis Perubahan di Dunia Digital:

1.      Tidak bisa -> bisa;

2.      Tidak berani -> berani;

3.      Sudah bisa -> banyak/terampil;

4.      Banyak -> berkualitas;

5.      Sendiri -> kolaborasi;

6.      Sederhana/biasa -> istimewa/unik/menarik;

7.      Tidak berguna -> bermanfaat;

8.      Tidak berguna -> bermanfaat;

9.      Dan lain-lain

Untuk melakukan perubahan di dunia digital, kita tidak perlu merasa minder atau takut hanya gara-gara melihat karya-karya luar biasa dari orang-orang hebat yang sudah ada di ruang maya.

|Mereka juga bermula dari bukan siapa-siapa. Namun, karena mereka sudah memulainya, dan tentunya lebih dulu dari kita, serius melakukannya, dan dengan seperangkat kelebihan yang dimiliki, akhirnya menjadi seperti apa yang kita lihat saat ini. Hal ini tidak menutup kemungkinan terjadi pula pada diri kita jika kita melakukan hal yang sama

Selanjutnya, kita jalani prosesnya dengan sabar, karena tidak ada yang instan. Berpijak pula pada latar belakang pengetahuan dan pengalaman, serta “perangkat lunak” yang ada pada diri kita masing-masing, jangan mengukur capaian kita dengan keberhasilan orang lain. Cukuplah kesuksesan orang lain menjadi motivasi, sebagai pemantik semangat di saat kita lemah.

Masing-masing kita tahu pondasi kita. Oleh karena itu, berjuanglah sesuai kemampuan. Jika kemarin kita baru bisa mengetik di Word, dan kemudian hari ini sudah bisa ber-blog* ria, artinya kita sudah melakukan perubahan atau naik kelas. Begitulah seterusnya. Tidak perlu merasa minder atau takut hanya karena melihat karya-karya luar biasa dari orang-orang hebat. 




1.      Mengubah mindset (pola pikir), antara lain:

·         Usia tua  Merasa muda

·         Guru jadul -> Guru gaul

·         Tidak sempat ->Menyempatkan diri

·         Tidak mampu -> Saya bisa

  Usia tua sering dijadikan alasan bagi guru-guru untuk tidak berubah dan tidak mau beradaptasi dengan keadaan, dengan dalih sebentar lagi akan pensiun, dan lain-lain. Padahal, umur yang tua dengan perangkat perkembanagn dan kemajuan yang dimilikinya, justru akan menjadi daya tarik tersendiri bagi murid-murid kita untuk berubah juga. “Guru jadul aja bisa gaul, masak kamu gak?” ”Tidak sempat” juga sering diajadikan alasan. Waktu kita sama, 24 jam. Tidak ada seorang pun yang dilebihkan barang sedetik pun. Di sini, hanya butuh manajemen waktu.

2.      Meluruskan niat. Niatkan perubahan yang kita lakukan untuk kebaikan umat, khususnya anak-anak didik kita. Tidak tertutup kemungkinan, pada saat kita melakukan perubahan, banyak kendala yang menghadang. Jika niat kita baik, hanya mengharapkan rida Allah, maka akan ada banyak jalan yang memudahkan urusan kita.



3.      Berani keluar dari zona nyaman. Hal ini tidak gampang dilakukan. Banyak kesenangan yang harus ditukar dengan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi dalam gerakan perubahan diri.

Cara yang paling ampuh adalah dengan memaksakan diri. Perbuatan baik dimulai dari keterpakasaan, kemudian berubah menjadi kebiasaan, selanjutnya menjadi kebutuhan. Apabila sudah sampai pada kebutuhan, jika kita tidak melakukannya, kita akan merasa haus dan lapar.

4.      Bergabung dalam komunitas. Hal ini penting. Berada dalam ruang lingkup yang sempit, membuat kita sulit berkembang. Berada dalam komunitas, menjadikan kita semakin terbuka terhadap perubahan. Banyak sekali hal baru yang menginspirasi, memotivasi, dan menguatkan kita untuk mengubah diri. Bahkan, kesempatan berkembang luar biasa terbuka lebar.

Salah satu komunitas yang menawarkan menu lengkap dan istimewa tanpa biaya adalah Belajar Menulis PGRI yang diprakarsai Om Jay.  Di komunitas ini, kita bisa bermetamorfosa begitu cepat. Kita bisa belajar banyak hal. Jika tidak percaya, silakan buktikan sendiri.

5.      Bangun kolaborasi. Sebagai manusia yang sarat dengan keterbatasan, kolaborasi penting dilakukan. Dengan kolaborasi, kekuatan menjadi berlipat ganda, dan kekurangan bisa ditutupi. Akhirnya, terciptalah karya yang luar biasa.

6.      MULAI. Gerakan apa pun tidak akan berjalan tanpa memulainya. Karena itu, mulailah saat ini, dan jangan pernah menundanya lagi.



MasyaAllah paaparan yang luar biasa selanjutnya Ibu Ros membagikan link youtube beliau tentang bagaimana beliau bisa memotivasi diri untuk bisa berubah. Apa yang beliau samapaikan adalah merupakan hasil dari belajar menulis di PGRI

https://www.youtube.com/watch?v=6am-ohG0cbs

Selanjutnya, untuk jenis platform digital, cukuplah kita fokus pada yang kita sukai dan pahami. Seiring berjalannya waktu, kita bisa terus mengembangkan diri dengan belajar yang lainnya.

Terkait tema “Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital” bagi anak-anak kita, kita tidak perlu mengajari mereka cara menggunakan platform digital. Mereka jauh lebih pintar dan terampil dari pada kita. Sebaliknya, kitalah yang perlu belajar dari mereka.

Target kita adalah meluruskan penggunaan media digital pada mereka. Bermain game yang hampir menyita sebagian besar waktu mereka dengan gawai, kita alihkan kepada kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat.

Bagaimana caranya?

1.    Kolaborasi. Kita berada pada komunitas sekolah yang luas. Anak-anak didik kita jumlahnya banyak. Kita tidak mungkin bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu, perlu dibangun kolaborasi di antara sesama guru.

2.    Melakukan sosialisai tentang literasi digital. Kita bisa menggunakan materi yang sudah kita peroleh dari pelatihan GMLD ini. Untuk waktunya:

·         Pertemuan langsung/tatap muka di dalam ruangan kelas;

·         Pada saat upacara atau waktu khusus.

3.      Memfasilitasi murid-murid kita melakukan hal-hal positif dalam dunia digital.

·  Membuat komunitas di sekolah, misalnya: komunitas bloger sekolah, komunitas YouTuber sekolah, dan lain-lain.

4.      Memotivasi:

·         Mengadakan perlombaan;

·         Memberikan hadiah, dan lain-lain.

 

Tidak ada alasan lagi untuk kita ak bisa berkembang, bukti nyata di usia 51 tahun  namun Ibu Ros masih bisa melakukan perubahan besar untuk kemajuan diri dan juga lingkungan sekitar bahkan pengalaman beliau bisa di bagikan kepada kita. luar biasa. Kita harus sadar dan keluar dari zona nyaman, buang jauh rasa malas dan malu yang ada pada diri kita niatkan segala sesuatu untuk kebaikan serta ibadah sehingga apa yang kita lakukan akan terasa ringan dan mudah. Allah akan selalu berikan jalan.

Tidak dapat dipungkiri setiap perubahan terkadang kita akan berhadapan dengan situasi dimana kita akan mengalami yang namanya stagnasi/berhenti. Lalu apa yang mesti kita lakukan agar tidak menjadi penghalang? Kita bergabung dalam komunitas. Kita tidak akan sempat malas Ketika melihat orang-orang lain mempersembahkan karya-karya terbaik mereka, ada dorongan yang kuat untuk kita berbuat hal yang sama. Selanjutnya kembalikan ke niat awal, bahwa apa yang kita lakukan untuk kebaikan, dan akan mempunyai nilai ibadah yang diperhitungkan sebagai pahala.

Demikianlah sajian materi yang sangat apik, menarik, dan inspiratif, paparan sangat bermanfaat untuk kita terapkan pada diri kita dan tentu bisa kita berikan pada anak didik. Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman yang memenjarakan kesempatan untuk meraih keberhasilan-keberhasilan. Meskipun kecil mungkin nilainya tetapi yang pasti kita telah bergerak lebih maju.

Closing statement

Belajar tak mengenal usia. Berbagi adalah jalan menuju keabadian ilmu dan kebaikan. Di langit masih ada langit, karena itu tetaplah merunduk di saat kita telah berisi.

Mulailah gerakan perubahan dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan dari hati, tanpa menunggu instruksi, serta libatkan Allah dalam setiap urusan.

 Terimakasih, salam sehat salam literasi tetap semangat dan teruslah tebar kebaikan beri manfaat untuk sesama. Mulailah sekarang juga, jangan tunggu saat kita ada waktu, waktu tidak  menunggu kita tetapi kitalah yang harus menyiasati waktu. Segera ambil kesempatan untuk menghasilkan karya di dunia digital.

Gunungkidul, 24 November 2021

Guruku Penyemangatku

Guruku
Sosok idola
Pembakar semangatku

Tanpamu apalah diriku
Insan lemah tertatih
Berjalan menyusup lorong

Guru kau antarkan aku
Meraih cita dan harapan
Berbalut dengan sejuta angan
Demi menggapai masa depan

Tetes keringatmu kau cucurkan
Memberi arti sebuah ketulusan
Jiwa penuh kasih sayang
Indah dalam sebuah pelukan

Kau selalu bisa
Buatku menatap dunia
Memberikan secercah cahaya

Terimakasih guruku
Doa terbaik

Untukmu

Gunungkidul, 23 November 2021

Jumat, 19 November 2021

Inklusivitas di Dunia Digital

Ingklusivitas di Dunia Digital


Rabu, 17 November 2021 dalam pelatihan Guru Motivator Literasi Digital sudah memasuki pertemuan ke-8. Pada hari ini akan mendapat materi dari bapak Muliadi seorang guru Matematika di SMK negeri 1 Tolitoli, Sulawesi Tengah. Cuaca di Tolitoli tempat beliau baru mati lampu sehingga jaringan internet tergannggu. Beliau meminta maaf terputus komunikasi dengan Bapak Dail selaku moderator pada sore hari ini hingga terlambat menyapa peserta. Inilah salah satu kendala dalam kita berinternet.


Alhamdulilah Internet kembali stabil sehingga beliau bisa menuntaskan materi pada sore hari ini dengan baik. Alhamdulillah di sore hari ini kita bisa dipertemukan oleh Allah Swt dalam keadaan sehat walafiat sehingga bisa mengikuti kegiatan GMLD dengan penuh semangat. Rasa syukur tak henti-hentinya kita sampaikan kepada Allah wajallah sebagai pemberi segala kebaikan hidup. Semakin bersyukur kita, maka Allah akan terus menambah-nambah kebaikan dan nikmatnya kepada kita semua.

Pada kesempatan sore ini  narasumber  akan menyampaikan  pengetahuan dan pengalaman dari tema "Inklusivitas di dunia digital".  Tema yang luar biasa menginspirasi kita semua untuk lebih bijak bersikap dan bertindak di tengah keberagaman dan keberbedaan yang cenderung semakin tajam ketika bergeser ke dunia digital. 

Bapak Muliadi mengawali dengan pertanyaan,  apakah Inklusifitas itu?

Inklusivitas berasal dari kata inklusi, kata ini diambil dari kata “inclusion” yang berarti mengajak masuk atau mengikutsertakan. Lawan kata inklusi adalah eksklusif atau eksclusion, artinya menegasi atau mengeluarkan. Dengan demikian inklusivitas merujuk kepada sikap menerima atau mengajak kepada siapa saja tanpa melihat perbedaan dalam konteks sosial. Sebagai sebuah sikap, inklusivitas senantiasa dikaitkan dengan sikap masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat digital.

 

Mengapa kita harus bersikap inklusif di era digital?

Masyarakat digital identik dengan kebiasaan interaksi dengan media baru melalui konsep metode baru dalam berkomunikasi di dunia digital dan memungkinkan orang-orang dari kelompok-kelompok kecil berkumpul secara online, berbagi, menjual, dan menukar barang serta informasi.

Ada beberapa alasan mengapa kita masyarakat digital harus inklusif, yaitu:

Alasan ke-1. Internet bukan lagi barang baru di Indonesia. Oleh sebab itu internet seharusnya bisa dinikmati oleh siapapun dengan mudah.

Dari data yang ada, tercatat Indonesia sebagai salah satu pengguna smartphone terbesar di dunia, setelah China, India, dan Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah pengguna internet terbesar. Berdasarkan data internetworldstats, pengguna internet Indonesia mencapai 212,35 juta jiwa pada Maret 2021. Sementara rata-rata waktu yang digunakan untuk mengakases internet adalah 8 jam 52 menit atau sekitar 75% dari waktu yang tersedia. Ini luar biasa, mengingat hampir 3/4 waktu dihabiskan hanya untuk mengamati perangkat digital yang ada.

Sebagian besar pengguna memanfaatkan media sosial untuk berinterkasi, berkomunikasi, atau sekedar mencari informasi. Tercatat aplikasi yang paling banyak digunakan secara berturut-turut yaitu youtube, whatsapp, instagram, facebook, lalu twitter

Alasan ke-2 : Dunia digital cenderung mempertajam perbedaan dan mempeluas keragaman, baik dari aspek fisik maupun pandagan, sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan sosial

contohnya apa?

Oleh sebab itu, perlu disikap secara bijak dan benar, berbagai contoh perpecahan atau perkelahian antara warga terjadi hanya akibat penggunaan media sosial.

Alasan ke-3: Keunikan yang hadir sebagai sebuah keniscayaan, perlu mendapat perlakuan yang proporsional sesuai kondisi keunikannya sehingga mereka dapat menikmati layanan dan kebutuhan sebagaimana layaknya anggota masyarakat digital lainnya.

Alasan ke-4 : Hak untuk memperoleh akses layanan dan kebutuhan di dunia digital untuk berbagai keperluan seharusnya mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

Masyarakat digital harus dapat mampu bersimpati dan berempati kepada berbagai keunikan akibat keterbatasan fisik atau mental yang diwujudkan dengan menyediakan instrument atau aplikasi yang ramah kepada penyandang disabilitas agar setiap orang dengan segala keterbatasannya dapat menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mengembangkan diri.

Dari alasan 1-4 mengungkapkan bahwa kita tidak bisa menghindari era digital, hanya 2 pilihan ikut atau ditinggalkan.  Lantas bagaimana sebaiknya kita menghadapinya? dan sebagai guru apa yang harus  kita lakukan?

Setiap anggota masyarakat berhak mendapatkan layanan internet untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan sumber daya manusianya.


Lingkungan yang inklusif dapat dilihat dari tiga hal. Jika hal tersebut berkaitan dengan kemudahan dalam mengkases internet maka yang harus dilakukan adalah menyediakan akses internet yang lebih baik. Dalam hal ini pemerintah terus berupaya membangun imprastruktur jaringan agar layanan jaringan mudah, dan terjangkau. Sementara itu jika hal tersebut, berkaitan sikap sebagai pengguna internet di dunia digital, maka sikap keterbukaan terhadap perbedaan pandangan harus dapat wujudkan dalam bentuk misalnya tidak mudah terprovokasi, dan dapat menerima perbedaan sebagai sesuatu lumrah.

3 hal penting dalam inklusivitas dunia digital : Keunikan fisik dan kemampuan, perbedaan dan keragaman.

Jika kita yang normal bisa nikmati serunya era digital dengan smartphone, bagaimana dengan saudara kita yang disabiltas?


Di lingkungan inklusif dalam penggunaan ponsel yang digunakan ada pruduk khusus ponsel yang diciptakan buat anak inklusif . tersedianya instrumen atau alat yang memudahkan para penyandang disabilitas sebagai salah satu bentuk perbedaan yang ada dalam lingkungan masyarakat digital. Sudah ada produk gadget yang memiliki fitur pembaca wajah, termasuk smartphone dengan fitur yang sesuai dengan penyandang tuna netra.

Allah menciptakan manusia sangat beragam untuk saling mengenal dan kolaborasi. Untuk itu kita bisa kembangkan inklusifitas dalam bermedia digital.

Motivasi yang harus diberikan kepada masyarakat adalah bahwa perbedaan dan keragaman adalah sebuah keniscyaan, oleh sebab itu keragaman dan perbedaan perlu dikelola secara baik dengan menonjolkan nilai-nilai yang lebih universal, seperti gotong royong.

Demikian materi dari Bapak Muliadi pada pertemuan ke-8 ini semoga bermanfaat. Salam sehat salam literasi tetap semangat terus berkarya dan teruslah berbagi.

Gunungkidul, 20 November 2021

  

Kamis, 18 November 2021

Guruku


Mentari pagi bawa langkahmu
Sosok insan berilmu
Tebarkan manfaat tak pernah jemu.

Walau banyak rintangan menghadang
Namun tak pernah hilang
Selalu ada semangat juang
Tuk murud-murid tersayang.

Senyum indahmu menyapa
Hilangkan duka nestapa
Kau ajarkan kami yang alpa
Kau ingatkan kami yang lupa
Kami yang tak bisa apa-apa.

Guru kau adalah pelita hidup
Sinarmu tak pernah redup
Semangatmu tak pernah raup
Pecutanmu sebagai peletup
Tuk bangkitkan kami yang mulai meruyup
Hingga kami memiliki ilmu yang cukup.

Guruku kau sangat mengagumkan
Kau bawa kami terbuai angan
Dunia kan kami goncangkan
Menuju sebuah pencapaian
Amalkan ilmu, budi pekerti yang kau tanamkan.

Terimakasih wahai sang guru
Yang mengajarkan kami hal yang baru
Jiwa kami mengharu biru
Sungguh kami terharu.

Kau kan selalu kudoakan
Tuk sekedar membalas apa yang kau berikan
Semoga Allah limpahkan keberkahan.


#kamismenulis
#sahabatlagerunal
Gunungkidul, 18 November 2021


Rabu, 17 November 2021

Evaluasi Akhir Tahun FKG,KKG, MGMP SMP, MGMP SMA/K, Pengawas Kantor Kemenag Kabupaten Gunungkidul 2021

 

Evaluasi  Akhir Tahun FKG,KKG, MGMP SMP, MGMP SMA/K, Pengawas Kantor Kemenag Kabupaten Gunungkidul 2021

 

Rabu, 17 November 2021 Kasi Pais mengadakan kegiatan evaluasi akhir tahun 2021 yang di hardiri perwakilan dari  FKG, KKG, MGMP SMP, MGMP SMA/K, Pengawas dan segenap  pegawai yang berada di KASI PAIS Kabupaten Gunungkidul. Dalam kegiatan ini Bapak kepala Kemenag kabupaten Gunungkidul yang seharusnya membuka kegiatan namun karena kesibukan beliau ada acara bersamaan, maka kegiatan di buka oleh Bapak Kasi PAIS Bapak H Faqih Somadi, S.Ag. M.Pd.

Susunan acara kegiatan ini sebagai berikut :

1.      Pembukaan

2.      Sambutan Kasi PAIS

3.      Evaluasi Program

4.      Tanya jawab dan usul tiap perwakilan guru

5.      Lain-lain

6.      Penutup

 

# Acara di buka dengan berdoa bersama dengan lafal basmalah

#Sambutan Kasi Pais

Ucapan terimakasih kepada bapak ibu guru PAI TK, SD, SMP, SMA/K dan juga SLB serta bapak ibu tamu undangan. Semoga keiklasan bapak ibu dalam menghadiri kegitan ini dicatat sebagi amal ibadah bapak ibu semua. Penyelenggaraan kegiatan ini berlangsung dengan menggunakan anggaran Dipa tahun 2021.

Evaluasi akan menjadi intropeksi kegiatan selama tahun 2021 serta merancang program tahun 2022 yang akan datang. Semoga kegiatan ini bermafaat bagi kelangnsungan dan perbaikan untuk pendidikan agama baik Islam, Kristen, Katolik Hindu dan Buda.

Sebelum evaluasi di mulai Bapak Faqih memperkenalkan staf yang berada di Kasi PAIS Kabupaten Gunungkidul.

1.      Bapak Sutadi ( Data Emis)

2.      Bapak Fathur Rozi ( Perencana kegiatan)

3.      Ibu Amin Arifah ( Penanganan TPG bagi SMP)

4.      Ibu Erna ( Penanganan TPG SD)

5.      Agus Slamet Widada (TPG SMA/K)

Terimakasih kepada para staf untuk kerjasamanya hingga PAIS bisa memberikan pelayanan terbaik bagi bapak ibu guru semua.

Selanjutnya Bapak Fahry Razi menyampaikan  program yang sudah terlaksanan di tahun 2021 per 17 Novemer 2021. Anggaran satker mendapatkan dana sebesar Rp 80.0750.000,00. Dana teralokasi untuk ;

1.      Evaluasi Ujian  PAI/ Agustus 2021

2.      Kegiatan program pengembangan keprofesional berkelanjutan untuk 80 orang guru (2 angkatan)

3.      Kebuthan ATK dan pengawas serta pemeliharaan

4.      Koordinasi evaluasi

5.      Pembinaan Guru PAI

6.      Pembinaan Rohis (SMK,SMA) Tema Cita Tanah Air dan Radikalisme

7.      Evaluasi Akhir Tahun

8.       Belanja Modal

Berkaitan dengan  Tunjangan Profesi Guru bapak Sutadi menyampaikan beberapa hal.

Evaluasi pendataan emis periode Januari-Juni 2020/2021 Guungkidul berada di peringkat ke-2 di bawah Kabupaten Bantul. Untuk semester 2 posisi turun menjadi peringkat 3 di bawah posisi Sleman. Untuk itu bagi guru mohon untuk pendataan emis dapat dilaksanakan dengan baik karena emis terdaftar di dapodik baru masuk ke server di semester berikutnya. Jika di semester ini tidak mengupdate emis maka semester berikutnya by name tidak muncul.

Berbeda dengan aplikasi siaga pendis. Siaga pendis adalah aplikasi yang dikembangkan untuk Pendidikan Agama Islam. Terkait dengan profesi GPAI dan juga tunjangan digunakan secara utuh untuk syarat pencairan di tahun 2020. Syarat yang ada di aplikasi  untuk mengaploud presensi wajib dilakukan sebelum tanggal 20 di setiap bulannya.

Sampai hari ini masih ada beberapa guru yang  belum mengupdate siaga, akan di share di awal Desember 2021. Kalau tidak aploud presensi tidak bisa mencairkan dan tidak ada TPG terhutang. Guru yang belum mengupdate ada sebanyak 15 guru.

Sedangkan untuk Aplikasi Simpatika di gunakan  yang beragama Kristen, Katolik, Hindu dan Buda. Untuk tahun ini Guru Agama Kristen ada yang tidak mencairkan. Anggaran TPG dari dipa Kristen masih berlebih. Tahun ini sudah menggunakan aplikasi full juknis mengguakan simpatika. Tunjakan kinerja belum muncul di dipa Katolik terhitung 2020.

Untuk Agama Hindu Aplikasi Simpatika masih setengah-setengah belum digunakan untuk pencairan dan masih manual. Masih kurang 3 guru yang belum terbayarkan di tahun 2019.

Aplikasi yang digunakan untuk Buda adalah siaga Buda dan sudah digunakan  syarat pencairan di tahu 2021..

Untuk GPAI tahun ini tunjangan kinerja 92% dapat direalisasikan. TPG GPAI  mengalami kelebihan anggaran di seluruh DIY sebanyak 15 Milyar yang dignakan untuk menutupi tunjangan yang ada di madrasah. Pencairan untuk semester 2 tahun 2021 sesuai surat  dirjen dikmat Kristen untuk mencairkan tunjangan profesi guru setiap bulan.. Proses pemberkasan manual mengingat audit dari instpektorat. Utuk menggunggah absen di siaga di harapkan sebelum tanggal 20 per bulannya.

Selanjutnya untuk program 2022 melalui usulan dari peserta kegiatan yang mewakili tiap guru baik dari TK,SD,SMP,SMA/K dan pengawasas adalah sebagai beriut:

1.      Difasiltasi pembuatan PTK oleh Pengawas Dinas

2.      Diadakan Outbond

3.       Jenjang SD Di adakan Pembuatan Media Pembelajaran

4.      PPPKB untuk usul kenaikan pangkat. Kuota ditambah

5.      Workshop penyusunan soal

6.      Karya Ilmiah, Publikasi Ilmiah, Best Practice

7.      Buku Karya Bersama

8.      Pencairan TPG sesuai regulasi

9.      Evaluasi diri (1 Semester)

10.  Dari setiap kegiatan dapat dibuat resume dan di share ke media sosial

11.  Study banding ke kabupaten lain

Dari usulan yang ada ada beberapa yang tidak dapat di biayai dipa diantaranya :

1.      Buku Karya Bersama

2.      Pembinaan 18 kapenewon secara bergilir (selain rutin dari pengawas)

3.      Pengimbasan IT

4.      Kompetisi SIswa

5.       Penghargaan guru berprestasi

6.      Acara PHBN

7.      Pembuatan buku

Demikian rangkaian kegiatan pada hari ini sebelum acara di tutup Bapak Kepala kemenag kabupaten gunungkidul baru bisa hadir dan beliau menyampaikan semoga kegiatan evaluasi ini bisa di jadikan tolok ukuruntuk program kita selanjutnya. Apa yang sudahkita lakukanbisa kita tingkatkan lebih baik lagi.

Beliau berpesan  supaya kita senantiasa hati-hati dengan pikiran karena pikiran akan jadi kata-kata dan hati-hati dengan kata-kata karena akan menjadi perbuatan.  Perbuatan akan berdampak dengan perilaku kita yang akan mengarah pada hal baik atau  buruk surga atau neraka.

Kita bisa renungkan andai Allah sudah tunjukkan takdir kita, untung Allah tidak beritahukan takdir kita. Untuk itu kita semangat  berihtiyar dengan harapn bisa meraih tujuan kita. Allah tidak tunjukkan aib kita, jika di tunjukkan tentu kita tidak pede karena terlalu banyak dosa yang kita lakukan.

Allah menutupi apa yang kita lakukan kita diberi kesempatan untuk bertaubat dan mohon ampun artinya dalam kehidupan kita agar selalu berhati-hati jangan terjebak pada hal-hal yang dapatnya kesengan sementara.

Untung Allah tidak beritahukan takdir kita. Untuk itu kita Semangat untuk berihtiyar dengan harapan bisa meraih tujuan kita.

Dahulukan akhirat tapi jangan melupakan nasibmu di dunia. Yang kita pentingkan nilai keabadian. Nilai yang sementara akan kita dapatkan. Kita menanam rumput tak dapatkan padi kalau menanam padi kita mendapatkan rumput.

Terimakasih.                                  

 

Gunungkidul, 17 November 2021

 

 

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...