Cari Blog Ini

Senin, 15 November 2021

Menyalurkan Hobi Pada Platform Digital

 

Menyalurkan Hobi Pada Platform Digital



Alhamdulilah segala puji bagi Allah SWT atas segala karuniaNya hingga pada hari ini Senin, 15 November 2021 masih diberi kesempatan untuk bisa megikuti pelatihan Guru Motivator literasi Digital. Pada kesempatan ini akan mendapatkan materi dari Ibu Rita Wati, S.Kom dengan tema “Menyalurkan Hobi Pada Platform Digital” Beliau adalah guru di SMP Negeri 2 Mendoyo Kab. Jembrana Bali. Selain guru beliau begitu luar biasa seorang yang mampu memberikan motivasi guru-guru di seluruh Indonesia. Mengenal beliau pada salah satu Grup buku antologi yang di prakarsai Ibu Sri Sugiastuti atau Ibu Kanjeng pegiat literasi Nusantara.

Senang pada kesempatan hari ini mengikuti kelas Bu Rita, entah untuk yang kesekian kalinya. Sudah beberapa prestasi yang beliau raih namun beliau tetap rendah hati merasa memiliki ilmu yang pas-pasan padahal bagiku Bu Rita sungguh luar biasa. Dari bukunyalah saya tergerak untuk semangta menyelesaikan buku solo perdana saya. Terimakasih Bu Rita sebagai editor buku perdana  saya semoga kebaikan Bu Rita mendapat balasan terbaik dari Allah. Aamiin.



Dalam kesempatan ini diawali dengan pertanyaan tentang hobi peserta Bu Rita memulai untuk berbagi ilmunya. Melalui votting peserta menjawab pertanyaan Bu Rita.

https://www.menti.com/n5k43b66dn

Menurut beliau,  Jika hobi ini disalurkan melalui Platform Digital tentu akan sangat bermanfaat dan hasilnya akan di luar ekspetasi kita.

Yang hobi menulis bisa di salurkan ke dalam *blog. Bu Rita juga memberikan beberapa tulisan beliau yang di tulis dlam blog. Berikut  beberapa tulisan beliau :

http://www.ritapinang.my.id/2021/02/tuyul-dan-mbah-iwok.html

https://catatangurumilenial.wordpress.com/2021/09/09/cara-mengatasi-exambrow-tidak-kemakan-virus/

https://www.kompasiana.com/ritapinang/5ef07fca097f362b640b57e6/tips-menghilangkan-rasa-galau-tentang-pacaran

Ketiga plaform yang Bu Rita gunakan dalam menulis, beliau juga menulis di akun YPTD.

https://terbitkanbukugratis.id/rita-wati/08/2021/pjj-live-streaming-dengan-menggunakan-streamyard/

Jika hoby musik, bernyanyi bisa di salurkan di salurkan ke dalam youtube

https://youtu.be/8BCltpp4cqU

Bu Rita dengan senang hati membagikanlink youtubenya mungkin ada yang memerlukan

Materi CMS

https://youtu.be/AbWLx70xN08

1.    Fungsi Logika If dlm Ms.Excel https://youtu.be/8BCltpp4cqU

2. Membuat Sertifikat Masal dgn Mailmerge

https://youtu.be/vvnA6s_QX4A

3. Cara menyambungkan WA dari jarak jauh

https://youtu.be/W4ZUP42Pcoc

4. Fungsi Absolut dalam Ms. Excel

https://youtu.be/Q7cFp4iB-yQ

5. Cara Mebuat Blog

https://youtu.be/2ZFZzT8iWV8

6. Cara memasukan gambar, link hidup, dan youtube dalam blog

https://youtu.be/iGlVrcRUdn0

7. Cara merubah template blog pribadi menjadi tampilan profesional

https://youtu.be/XaqpkqtRtic

8. Cara membuat page border, Dropcap dan mengatur kertas di ms.word

https://youtu.be/1aOmxKNugyI

9. Cara Membuat running text di blog

https://youtu.be/1IszU8Kh0fE

10. Cara menggunakan wheel of names

https://youtu.be/aEDCRbE3PJI

11. Cara membuat daftar menu di blog

https://youtu.be/AZ0nF17Jt34

12. Mengetik Cepat Menggunakan Suara

https://youtu.be/TY-RV1M0sxI

Jika hobi menulis quotes bisa di salurkan melalui medsos. Bu Rita juga menyampaikan beberapa quotes.




Jika hobi kita salurkan dengan tepat dalam media digital hasilnya akan di luar dugaan contoh saja para youtuber yang berpenghasilan fantastis. Apalagi kita sebagai guru jika banyak konten materi pelajaran yang kita buat tentu saja akan jauh lebih bermanfaat dan tentu saja menjadi ladang amal bagi kita yaitu ilmu yang bermanfaat. Hasilnya pun akan diluar ekspetasi kita,Bu Rita mulai diundang menjadi  moderator nasional, narasumber nasional salah satunya  karena aktif membuat konten di blog dan youtube.



Selain itu tulisan kita di dalam blog dan tutorial di youtube bisa dijadikan buku. Banyak sekali manfaat jika hobi kita disalurkan kedalam Paltform Digital. Kita bisa lihat manfaat yang bisa kita dapati yang petama Dapat Membangun Personal Branding. Selain 5 manfaat yang telah Bu  Rita tulis dengan aktif menggunakan Platform Digital menurut beliau kita  akan semakin kreatif. Selalu ada ide baru untuk dituangkan hal tersebut tentu saja perlu dukungan komunitas dengan bergabungnya kita di dalam group GMLD ini semoga hobi kita dapat tersalurkan dengan maksimal.




Bagamana kiat agar HOBI kita terus bertambah dan berkembang dan tidak pernah surut? Seiring waktu berlalu dan kesibukan kita tentu kita kadang sampai tak tahu bagaimana menyalurkan hobi kita. Bu Rita memberikan tipsnya berikut :

1.      Tetaplah berada dalam komunitas yang memiliki hobi yang sama.

2.      Untuk membuat konten di youtube lebih baik satu tema, missal kuliner khusus kuliner atau mau membuat lebih dari satu akun bisa saja.

3.      Tak usah punya rencana yang muluk-muluk. Memiliki banyak grup dan berupaya untuk mengisi materi jika ada yang memerlukan.

4.      Memilih prioritas yang kita senangi dengan begitu tidak menjadi beban ketika menjalani

5.      Fokus akan membuahkan hasil yang maksimal

Banyak tanntangan yang akan kita hadapi, maka kita harus bisa mengalahkan tantangan tersebut missal tantangan menulis adalah ide. Kita harus banyak membaca buku, baca alam atau bisa blog walking. Tentu harus ada dukungan keluarga. Ketika ide itu datang tuangkan bisa kitacatat di hp, buku atau langsung labtop. Semua berproses, tidak instan asal mau berproses nikmati prosesnya. Jika konsisten pasti akan banyak perubahan baik secara kualias tulisan, tampilan, layout dan lain lain.

Sebagaimana kita ketahui seseorang menjadi mahir dan ahli pasti melalui sebuah proses. Jika hari ini kita merasa ilmunya cuma sedikit pemikiran itu hal yang  Bu Rita rasakan sebelumnya. Jadi... tetaplah semangat untuk belajar hal yang baru.

Bu Rita menyampaikan ketika peserta  telah bergabung dalam komunitas sesuai dengan hobi. Beliau katakan SELAMAT karena tidak lama lagi akan banyak kejutan yang akan di dapati dengan komunitas ini.

Demikian materi dari Bu Rita hari ini dan beliau akhiri dengan dengan salam penutup dan closing statement .

"Nothing is imposible in this world what we look upon today tomorrow maybe acomplished fact. "Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini apa yang kita lihat hari ini besok mungkin menjadi kenyataan.

Luar biasa materi hari ini, marilah kita salurkan hobi kita ke Platform Digital, bukan hanya hal yang alai atau konten sekedarnya namun hal-hal yang bermanfaat untuk orang lain dan tentunya bisa menjadi ladang jariyah untuk kita.

Salam sehat, salam literasi, tetap semangat tebarkan kebaikan. Berbagi itu indah berbagi tak kan rugi. Selamat berkarya.

#GMLD

Gunungkidul, 15 November 2021

Sabtu, 13 November 2021

Menjadi Pejuang Kebenaran di Tengah Gempuran Hoaks

Menjadi Pejuang Kebenaran di Tengah Gempuran Hoaks


Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital tak terasa sudah enam kali pertemuan. Di pertemuan ke-enam ini Jumat, 12 November 2021 peserta GMLD akan mendapatkan materi dari Ms Phia  Selfiarti dengan tema “Menjadi Pejuang Kebenaran di Tengah Gempuran Hoaks”. Sesuai jadwal yang di bagikan bahwa pelatihan di laksanakan  hari Senin, Rabu melalui WAG sedangkan di hari Jumat melalui Zoom Metting.

Cuaca hari Jumat tidak begitu bersahabat, hujan yang mengguyur dari pagi hingga sore hari tak kunjung reda, namun semangat untuk belajar tetap ada. Berusaha masuk room metting dengan dua kali terpental karena jaringan. Sedikit yang saya dapatkan dari pelatihan hari ini saya coba untuk membuat resume, semoga bermanfaat.

Masuk zoom metting langsung melihat wajah ceria Ms Phia hati sudah bahagia. Materi yang di sampaikan masih seputar hoaks. Selain hoaks Ada lagi yang di sebut fake news. Apa itu fake news? Fake news adalah berita palsu bertujuan sebagia click bait, bisa disengaja atau tidak untuk meyakinkan pembaca dengan sudut pandang tertentu. Kita perlu hati-hati dengan berita hoaks ataupun fake. Karena keduanya sama-sama berbahaya.



Dari materi sebelumnya sudah di jelaskan  bagaimana cara kita menanggapi berita yang kita terima. Jangan mudah terpancing dan waspadalah dalam menerima berita jangan ditelan mentah-mentah dan langsung menyebarkannya.

Dalam menghadapi hoaks dan fake yang marak beredar Ms Phia memberikan tisp agar kita selalu berpikira positif.

Tips agar kita selalu berpikir positif

1.      Tersenyum

Satu hasil studi dari universitas Kansas, menunjukkan tersenyum memiliki manfaat nyata yang berkaitan dengan Kesehatan. Hasil membuktikan, tersenyum membuat strees lebih singkat. Senyum juga mengurangi intensitas respon strees tubuh.

2.      Berlatih Reframing

Dari pada stress dengan semua berita hoaks yang ada, reframe pikiran kita dengan “beruntung kita bukan pribadi yang mudah terpancing”

3.      Bangun Ketahanan Diri

v  Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan teman

v  Terimalah bahwa perubahan adlah bagian dari kehidupan

v  Take action

v  Star never wait

Dengan berpikir positif kita akan sehat jiwa raga. Berfikir positif menjauhkan kita dari penyakit jantung. Bahagia akan memberikan energi positif dan  berpikir positif akan menjadikan kita terarah. Tidak mudah terpengaruh.

Hoaks itu seperti badai karena akibat yang ditimbulkan bisa menimbulkan konflik, memecahkan bangsa dan menimbulkan banyak masalah. Karenanya saat mendengar berita yang kita terima kita perlu cek kebenaranya jangan sampai karena mendengar berita yang belum tahu kebenaranya kita langsung meyakini berita tersebut tanpa di  teliti terlebih dahulu.

Demikian materi  yang disampaikan oleh Ms Phia yang begitu luar biasa karena peserta  bisa semangat dengan interaksi tanya jawab yang aktif. Terimakasih Ms Phia dan juga moderator Pak Deni serta PGRI yang mengadakan pelatihan GMLD yang sangat bermanfaat ini.

Salam sehat, salam literasi tetap semangat tebarkan kebaikan. Berbagi  itu indah berbagi tak kan rugi. Tersenyumlah untuk memulai hari jaga hati untuk selalu berfikir positif.




#GMLD

Gunungkidul, 14 November 2021 

Ayah

 

Ayah



Aku butuh Ayah

Kau besarkan aku dengan susah payah

Siang malam berjuang tak kenal lelah.

 

Ayah di pundakmu penuh beban

Lika-liku sebuah babak kehidupan

Tak ada keluh kesah emban kewajiban

Selalu berusaha mencukupi kebutuhan.

 

Ayah kau laksana pelita

Sebagai penerang saat gulita

Kau hantarkan aku menggapai cita

Balasan apapun tak kau pinta

Kau hanya ingin anakmu sukses semata.

 

Ayah aku tau jasamu begitu besar

Aku tak dapat membalas dengan dinar

Apalagi dengan emas dan rumah besar

Aku ingin berikan hal terindah dengan sadar

Mengamalkan yang telah kau ajar

Agar jariyah mengalir dan terpancar.

 

Ayah kini aku hanya mampu mengenang

Segala yang kau berikan penuh kasih sayang

Tenanglah dalam tidur panjang

Dalam pelukan sang penyayang

Dengan jubah dan mahkota surga berkilau bintang.

 

Ayah aku rindu segala tentangmu

Datang ke pusaranmu untuk bertamu

Sebagai pengganti bertemu

Berada di sana tak pernah jemu.

 

Ya rabbi ... diri ini tiada daya

Hanya mampu berupaya

Langitkan doa, sinari kuburnya dengan cahaya.

 

Gunungkidul, 13 November 2021

Jumat, 12 November 2021

Rajin Berlatih

 

Rajin Berlatih



Pengumuman seleksi untuk lomba pidato sudah di tempel di papan pengumuman sekolah. Seleksi akan di laksanakan perkelas mulai dari kelas 3 sampai kelas 6. Ketentuan seleksi sudah tertera di sana. Siswa yang berminat agar segera mendaftar kepada ketua kelas masing-masing. Perlombaan ini selalu ada di setiap tahunnya. Semua siswa pun sangat antusias dalam mengikutinya.

Tak terkecuali Hani, siswa kelas 4 yang sangat senang mengikuti lomba pidato di sekolahnya. Orang tua Hani pun juga sangat mendukung. Setelah membaca pengumuman dan mengetahui syarat dan tema loma Hani pun giat berlatih setiap hari. Bahkan dia rela tak bermain sepeda bersama teman-temannya.Padahal dalam hati Hani juga ingin bermain sepeda bersama teman-temannya. Pilihan yang sulit antara ingin berlatih dan bermain. 

Sore itu teman-teman Hani datang ke rumahnya untuk mengajak bermain. Namun Hani tak bisa ikut serta. Hani lebih memilih untuk persiapan lomba di sekolahnya.

“Han, ayo kita bermain sepeda!,” ajak Riska.

"Gimana ya, Ris. Sebenarnya aku juga ingin sih berkain sepeda, tapi hari ini aku ada jadwal latihan pidato sama Ibu," jawab Hani. Hani terdiam beberapa saat, seperti memikirkan sesuatu.

"Hai ... Makah bengong. Gimana jadi ikut ga?" seru Riska 

"Eee eee ... Gimana ya." Hani bingung.

“Waaah ntar ga asik donk, Han tak ada kamu. Ayolah,” rengek Riska.

Hani berpikir dan akhirnya putuskan untuk tak ikut bermain sepeda. Hani ingin berikan terbaik untuk Ibunya. Hani ingin berhasil dalam event lomba tahun ini.

“Lain kali saja ya, aku akan latihan pidato bersama Ibuku,” tegas Hani.

“Idiiih, lombanya kan masih lama, Han. Masih ada waktu kan, aku ikut daftar lomba itu juga, besok aja latihannya,” seru Riska.

“Tidak, Han. Maaf aku tak bisa ikut ya,” jawab Hani.

“Oke lah kalau begitu, aku ajak Dina dan Nira saja. Daaa… Hani.” Sambil berlalu Riska semangat mengayuh sepeda barunya.

Melihat Riska dan teman-trmanya berlalu, Hani seperti ingin menyusulnya. Pasti asik bersepeda di sore hari sambil melihat sawah yang menhijau serta senja yang indah. Bismilah Hani pun buang keinginanya untuk bersepeda.

Hani pun segera menghafal teks yang sudah di ada di tangannya. Hani membaca dan mengulang-ulangnya sampai hafal. Kemudian Hani mulai berpidato yang sesekali masih melihat teks. Ibu Hani sangat sabar mendampingi Hani dalam berlatih. Tak hanya itu setiap kakak Hani ada waktu Hani pun meminta Kakaknya untuk bersamainya berlatih. Tak jarang juga Hani berlatih di depan cermin di kamarnya.

“Nak, semangat ya berlatihnya. Jangan pernah lelah. Kamu bisa berlatih di depan cermin. Anggap saja kamu bicara di depan banyak orang sehingga kamu serius dalam membawakan pidato itu,” pesen Ibu Hani.

“Baik, Ibu. Pesan ibu akan Hani ingat selalu,” jawab Hani.

“Doa Ibu meneyertaimu, Nak. Ibu yakin dengan kamu rajin berlatih kamu akan memenangkan lomba itu,” ungkap Ibu Hani.

“Terimakasih, Ibu.” Disertai senyum manis Hani berlari menghampiri ibu dan memeluknya.

Waktu yang dinanti tiba, perlombaan segera di mulai. Hani terpilih sebagai wakil kelas 4 maju bersaing dengan kelas 3, 5 dan 6. Hani tetap pede walaupun harus bersaing dengan kelas 5 dan kelas 6. Semua pesan ibunya selalu dia ingat. Salah satunya Hani harus pede.

Tepuk tangan meriah menggema di aula sekolah siang itu. Hani dapat membawakan pidatonya dengan baik. Riska yang mewakili kelas 5 mendapatkan skor di bawah Hani. Riska sudah merasa mampu karena dia sudah pernah ikuti seleksi pidato di tahun lalu makanya dia jarang berlatih. Namun kali ini Riska di kalahkan oleh Hani.

Usaha tak membohongi hasil. Kesungguhan dan kerja keras Hani dalam persiapkan lomba pun terbalas dengan senyum kebahagiaan. Yaa …  Hani memenangkan perlombaan dengan skor tertinggi. Artinya Hani medapatkan juara 1. Ibu Hani dan juga wali kelas 4 dan juga teman-temannya sangat bangga terhadap Hani. Ucapan selamat Hani terima dari teman-teannya Ibu Guru dan juga keluarga di rumah.

Walaupun Hani mendapatan juara satau dalam lomba itu, namun Hani tidak sombong. Dia tetap rendah hati. Apapun yang dia perolah bukan karena dirinya hebat namun Hani merasa semua adalah karena Allah yang memudahkan sehingga Hani bisa kalahkan teman-temannya. Tak lupa Hani berterimakasih pada Ibu dna Kakanya yang selalu membimbing dengan sabar. Juga pada Ibu Eti wali kelas 4 yang juga selalu mengingatkan dan melatih Hani.

#30daysreadingastorywithyourkids

#onedayonestory

#ChallengeNovemberAisei

 

Gunungkidul, 12 November 2021

Kamis, 11 November 2021

Strategi Menangkal Hoaks

 

Strategi Menangkal Hoaks



Rabu, 10 November 2021 merupakan kegiatan pelatihan ke-5 GMLD. Pada hari ini akan diberikan materi tentang strategi menangkal hoaks oleh Ibu Ibu Heni Mulyati, M.Pd. Beliau lahir di Cilacap, 11 Januari 1982, menamatkan pendidikan S1 dan S2 dari UNJ pada bidang bimbingan dan konseling. Ibu Heni adalah seorang pembicara handal atau narasumber dalam berbagai forum seminar, Pelatihan, konferensi, dan Kursus.

Dalam dunia kepenulisan, beliau tercatat sebagai Tim Penulis Buku Informatika untuk SMA kelas X, XI, dan XII penerbit Andi. Koordinator Tim Buku Panduan (Literasi Media: Kurikulum, Panduan Fasilitator, dan Panduan Materi Narasumber) bekerja sama dengan Internews dan didukung USAID

Jurnal ilmiah yang telah diterbitkan, antara lain:

Publikasi Jurnal Pelatihan Keterampilan Sosial untuk Mengatasi Kecemasan Sosial Pada Anak Menjelang Bebas di LPKA dalam Jurnal Edukasi (Jurnal Bimbingan dan Konseling) Vol. 6 Nomor 1 Januari 2020 dengan Nomor ISSN 2460-4917 (edisi cetak), dan (e-Journal) 2460-5794. tahun 2019

Publikasi jurnal: In Search of Indonesiaan-Based Digital Literacy Curriculum through TULAR NALAR.Penulis: S.I. Astuti, H. Mulyati, & G. Lumakto Presented at The 3rd Social and Humaniora Research Symposium 2020 (Sores 2020), Bandung, Indonesia, October 24. tahun 2020

Publikasi jurnal: Constructing TULAR NALAR: A Digital Literacy Curriculum for Specific Themes in Indonesia.Penulis: S.I. Astuti, H. Mulyati, & G. Lumakto Presented at the … masyaAllah begitu luar biasa Ibu Heni dengan segudang karya dan prestasinya.

Sebelum pemaparan materi, moderator Bapak Muladi mengingatkan agar para peserta membuat resume di akhir sesi. Membuat resume yang baik sebisa mungkin hindari plagiarism. Di sini adalah guru motivator literasi digital. Kitalah yang tahu apa dan bagaimana seharusnya bertindak dalam dunia digital. Salah satunya adalah mematuhi etika digita. Plagiarisme adalah salah satu pelanggaran etika di dunia digital. Oleh karena itu marilah kita hindari plagiarisme.

Kehadiran tehnologi digital disatu sisi banyak memberikan kebermanfaatan dalam berbagai sektor kehidupan. Kemajuan didunia industri digital telah membawa peradadapan manusia berkembang demikian pesat. Kehidupan bermasyarakat pun menjadi semakin terbuka. Informasi dengan mudahnya dapat di akses oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Informasi bukan barang langka. Dulu  ada satu pomeo "siapa yang menguasai informasi, dia menguasai dunia". Saat itu, akses terhadap informasi tertentu hanya milik orang-orang tertentu. Informasi menjadi barang berharga.

Sekarang terbalik, informasi demikian terbuka, siapa saja bisa memperoleh infromasi dengan mudah. Namun tantangannya, tidak semua informasi yang tersedia adalah informasi yang benar. Bahkan sering kali informasi yang benar harus "bersaing" dengan informasi yang tidak benar alias "Hoaks". limit benar dan salah menjadi sangat tipis, karena hampir-hampir kita tidak dapat membedakan mana informasi hoaks dan bukan hoaks.

Informasi hoaks sangat berbahaya. Informasi hoaks dapat menciptakan perpecahan, menurunkan reputasi seseorang, menimbulkan opini negatif, menimbulkan keraguan terhadap fakta (mengaburkan fakta), dan tentu saja sangat merugikan masyarakat. oleh sebab itu, kita harus berusaha menghindarkan diri dari infromasi hoaks. Pertanyaannya, bagaimana caranya?

Mari kita ikuti paparan menarik dari narasumber cantik dengan tema "Strategi menangkal hoaks”. Beliau adalah seorang ibu Muda berparas cantik dengan ilmu dan pengalaman seabrek. Berikut pemaparannya.



Ada tiga hal yang dibahas pada sesi kali ini.

Sesi 1 membahas tentang perkembangan era digital dan banjir informasi.

Sesi 2 mengenai hoaks, motif, jenis, ciri, dan dampaknya.

Sesi 3 membahas tentang tips periksa fakta secara singkat.

Dulu internet belum kita temukan seperti sekarang ini. Media informasi sangat terbatas. Ada TV, radio, dan koran cetak. Jika ingin menghubungi saudara atau teman kita ke wartel atau telepon umum yang menggunakan koin. kirim surat melalui pos dengan menggunakan perangko itupun menunggu balasan berhari-hari. Dulu saat menonton TV harus pakai aki itupun juga tidak semua orang memiliki dan terkadang berbondong-bondong menonton di rumah tetangga. Sekarang, semua saluran TV apa pun ada di genggaman. Bahkan banyak juga sosok-sosok yang menjadi milyarder karena mempunya channel Youtube sendiri.

Saat ini di belahan dunia manapun kita sekejap bisa mengetahui dan melihatnya. Semua berubah. Siapa pun bisa menjadi pembuat, penyebar, dan pengguna informasi. Perubahan teknologi juga berdampak pada masifnya informasi yang diterima. Banyak informasi yang beredar di grup percakapan, baik informasi yang serius ataupun tidak serius. Belum lagi banyaknya grup percakapan yang kita ikuti.

Bisa jadi bagi beberapa orang situasi ini tidak nyaman. Ketika banyak informasi yang hadir pada satu waktu.

Selain kemudahan yang diberikan oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, ada sisi lain yang perlu jadi perhatian bersama, yaitu peredaran hoaks di masyarakat.

Mafindo sendiri melakukan pemeriksaan fakta berdasarkan laporan yang masuk. Terdapat 2.298 hoaks selama tahun 2020. Dilihat dari temanya, politik dan kesehatan menduduki peringkat dua terbesar dibanding tema-tema lainnya. (sumber: Litbang Mafindo).

Dilihat dari saluran peredarannya, FB, WA, dan Twitter menjadi tempat dimana hoaks banyak beredar.

Itulah mengapa penting bagi kita untuk dapat membedakan mana hoaks atau bukan dengan memiliki kemampuan periksa fakta yang cukup.

Ada beberapa situasi yang perlu kita sadari terkait dengan banjirnya informasi ini. Yaitu:

1.       Era Post Truth

Istilah post-truth menggambarkan situasi ketika hoaks memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan fakta yang sebenarnya.

2.      Matinya kepakaran

Matinya kepakaran adlah suatu frasa yang menggambarakan ketidakpercayaan terhadap pendapat para pakar atau ahli, yang nota bene memiliki pendidikan ataupun sertifikat sesuai kapasitas ilmunya (nichois, 2008)

3.      Filter bubble dan echo chamber

Kita berada di ruang-ruang digital yang membuat kita berada dalam lingkaran yang sama. Ruang ini menyaring informasi yang masuk. Informasi yang disampaikan cenderung sama dan berulang.

Filter bubble mengacu pada data atau history pengguna. Misal kita suka produk belanja tertentu, maka produk itu muncul di beranda.

Echo chamber berdasarkan kesamaan informasi antar pengguna. Misalnya minat kita informasi olah raga, maka yang muncul di beranda adalah informasi olah raga.

Era post truth ditandai dengan ketika suatu fakta diberikan, seseorang cenderung tidak menerimanya. Hal ini lebih dikarenakan emosi yang dominan dan keyakinan pribadi.

Misal, kita sudah percaya dengan si A. Ketika si B memberitahu bahwa ada fakta lain tentang A, kita akan menyangkalnya. Kita sudah yakin si A pasti benar dengan apa pun yang disampaikan.

Matinya kepakaran situasi yang perlu kita waspadai. Banyak orang, terutama masa pandemi, memberikan gagasan namun bukan ahli di bidangnya.

Misal latar belakang A namun memberikan pandangan tentang bidang lainnya. Atau bukan ahli kesehatan, namun merasa paling tahu bidang kesehatan.

Ada hal lain yang perlu kita sadari, kita semua berada di gelembung-gelembung kelompok informasi. Misal, saya akan memblokir orang yang tidak sesuai dengan ide dan pemikiran saya. Dampaknya lingkaran kita terbatas pada orang-orang yang satu ide saja.

Ada hal lain yang perlu kita sadari, kita semua berada di gelembung-gelembung kelompok informasi. Misal, saya akan memblokir orang yang tidak sesuai dengan ide dan pemikiran saya. Dampaknya lingkaran kita terbatas pada orang-orang yang satu ide saja.

Misal latar belakang A namun memberikan pandangan tentang bidang lainnya. Atau bukan ahli kesehatan, namun merasa paling tahu bidang kesehatan.




Kita akan masuk pada bagian kedua, mengenai apa itu hoaks, motif, jenis, ciri, dan dampaknya.

 Hoaks sendiri dari asalnya sudah digunakan abad ke-17. Asal kata ‘hocus’. Hocus pocus, mirip dengan sim salabim di sulap. Dari sisi pengertiannya, hoaks adalah infomasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar.



Mengapa masih ada yang percaya hoaks? Banyak alasannya. Ini beberapa di antaranya:

1.      Kemampuan literasi digital dan berpikir kritis yang belum merata

2.      Polarisasi masyarakat

3.      Belum cakap memilah informasi dan minimnya kemampuan periksa fakta



Ada banyak alasan seseorang menyebarkan hoaks. Salah satunya motif ekonomi. Ada orang-orang yang membuat situs tertentu yang isinya provokatif. Ketika orang mengunjungi situs tersebut, maka akan mendapatkan keuntungan ekonomi (click bait). Pembuat dapat uang, kita dapat perpecahan, debat, dan sebagainya.


Ada banyak motif lain yang perlu kita waspada bersama.

Ada tujuh misinformasi dan disinformasi yang dapat disimak pada tautan di bawah ini.

Misinformasi: informasi salah, penyebarnya tidak tahu kalau itu salah. Umumnya tidak disengaja.

Disinformasi ada unsur kesengajaan.

Simak tautan di bawah ini, sumber dari Youtube Mafindo:

https://www.youtube.com/watch?v=ojCpsFhmSS0

Berikut contoh hoaks yang mungkin kita pernah dapat. Ada yang namanya satire atau parodi, konten palsu, koneksi yang salah.

Contoh berikutnya konten yang menyesatkan, konten yang salah, konten tiruan, dan konten yang dimanipulasi.



Apa saja ciri-ciri informasi hoaks? Sumber informasi tidak jelas, biasanya bangkitkan emosi, kelihatan ilmiah namun salah, isinya sembunyikan fakta, dan minta diviralkan.

Mafindo rekomendasikan untuk sumber informasi gunakan rujukan media kredibel atau anggota Dewan Pers. Atau sumber dari lembaga resmi terkait.



Apa dampaknya? Akan timbul perpecahan dan saling curiga antara kita. Selain itu muncul kebingungan bedakan mana yang hoaks dan bukan.

Dapat pula membuat meninggal seorang karena terlalu percaya dengan informasi yang didapat. Karena percaya hoaks akhirnya terlambat penanganan medis.


Mari kita menonton video ini. Ini produksi Tular Nalar dari situs www.tularnalar.id

Video durasi lima menit dapat ditonton pada tautan di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=rX5z3PBmwtM


Setelah kita menonton tayangan tadi, narasumber memberikan beberapa cara cepat untuk periksa fakta. Bisa dilihat detail pada paparan.

Jika menerima informasi melalui WA, ini caranya untuk cek hoaks. Apabila bapak ibu ingin belajar lebih lanjut mengenai literasi digital, bisa ke www.literasidigital.id atau www.tularnalar.id. Bisa juga ke youtubenya Mafindo agar tahu hoaks terkini apa saja.

Ada tiga hal yang perlu dicek fakta: narasi, foto, dan video. Kalau kita mau ikutan sesi pelatihan ini, bisa ke sini.

Kelas Kebal Hoaks (KKH) Mafindo bekerja sama dengan Kominfo dan Siberkeasi. Gratis dan mendapat sertifikat. Pelatihan ini lebih detail teknis melakukan periksa fakta. Banyak praktik dan latihan. Ikuti juga IG @Siberkreasi atau @Turnbackhoaxid.



Demikian pemaparan materi pada hari ini. Marilah kita bijak gunakan media digital. Apa yang kita unggah akan meninggalkan jejak. Periksa dulu faktanya.

Berhati-hati dalam menerima informasi, saring dengan teliti dan pahami berita. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang menerima informasi dengan mentah tanpa tahu kebenaran informasi yang ada. Terimakasih Ibu Heni ilmu yang sangat bermanfaat.

Salam sehat, salam literasi tetap berkarya tebarkan manfaat. Berbagi itu indah berbagi tak kan pernah rugi.

#GMLD

Gunungkidul, 11 November 2021

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...