Cari Blog Ini

Kamis, 11 November 2021

Strategi Menangkal Hoaks

 

Strategi Menangkal Hoaks



Rabu, 10 November 2021 merupakan kegiatan pelatihan ke-5 GMLD. Pada hari ini akan diberikan materi tentang strategi menangkal hoaks oleh Ibu Ibu Heni Mulyati, M.Pd. Beliau lahir di Cilacap, 11 Januari 1982, menamatkan pendidikan S1 dan S2 dari UNJ pada bidang bimbingan dan konseling. Ibu Heni adalah seorang pembicara handal atau narasumber dalam berbagai forum seminar, Pelatihan, konferensi, dan Kursus.

Dalam dunia kepenulisan, beliau tercatat sebagai Tim Penulis Buku Informatika untuk SMA kelas X, XI, dan XII penerbit Andi. Koordinator Tim Buku Panduan (Literasi Media: Kurikulum, Panduan Fasilitator, dan Panduan Materi Narasumber) bekerja sama dengan Internews dan didukung USAID

Jurnal ilmiah yang telah diterbitkan, antara lain:

Publikasi Jurnal Pelatihan Keterampilan Sosial untuk Mengatasi Kecemasan Sosial Pada Anak Menjelang Bebas di LPKA dalam Jurnal Edukasi (Jurnal Bimbingan dan Konseling) Vol. 6 Nomor 1 Januari 2020 dengan Nomor ISSN 2460-4917 (edisi cetak), dan (e-Journal) 2460-5794. tahun 2019

Publikasi jurnal: In Search of Indonesiaan-Based Digital Literacy Curriculum through TULAR NALAR.Penulis: S.I. Astuti, H. Mulyati, & G. Lumakto Presented at The 3rd Social and Humaniora Research Symposium 2020 (Sores 2020), Bandung, Indonesia, October 24. tahun 2020

Publikasi jurnal: Constructing TULAR NALAR: A Digital Literacy Curriculum for Specific Themes in Indonesia.Penulis: S.I. Astuti, H. Mulyati, & G. Lumakto Presented at the … masyaAllah begitu luar biasa Ibu Heni dengan segudang karya dan prestasinya.

Sebelum pemaparan materi, moderator Bapak Muladi mengingatkan agar para peserta membuat resume di akhir sesi. Membuat resume yang baik sebisa mungkin hindari plagiarism. Di sini adalah guru motivator literasi digital. Kitalah yang tahu apa dan bagaimana seharusnya bertindak dalam dunia digital. Salah satunya adalah mematuhi etika digita. Plagiarisme adalah salah satu pelanggaran etika di dunia digital. Oleh karena itu marilah kita hindari plagiarisme.

Kehadiran tehnologi digital disatu sisi banyak memberikan kebermanfaatan dalam berbagai sektor kehidupan. Kemajuan didunia industri digital telah membawa peradadapan manusia berkembang demikian pesat. Kehidupan bermasyarakat pun menjadi semakin terbuka. Informasi dengan mudahnya dapat di akses oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Informasi bukan barang langka. Dulu  ada satu pomeo "siapa yang menguasai informasi, dia menguasai dunia". Saat itu, akses terhadap informasi tertentu hanya milik orang-orang tertentu. Informasi menjadi barang berharga.

Sekarang terbalik, informasi demikian terbuka, siapa saja bisa memperoleh infromasi dengan mudah. Namun tantangannya, tidak semua informasi yang tersedia adalah informasi yang benar. Bahkan sering kali informasi yang benar harus "bersaing" dengan informasi yang tidak benar alias "Hoaks". limit benar dan salah menjadi sangat tipis, karena hampir-hampir kita tidak dapat membedakan mana informasi hoaks dan bukan hoaks.

Informasi hoaks sangat berbahaya. Informasi hoaks dapat menciptakan perpecahan, menurunkan reputasi seseorang, menimbulkan opini negatif, menimbulkan keraguan terhadap fakta (mengaburkan fakta), dan tentu saja sangat merugikan masyarakat. oleh sebab itu, kita harus berusaha menghindarkan diri dari infromasi hoaks. Pertanyaannya, bagaimana caranya?

Mari kita ikuti paparan menarik dari narasumber cantik dengan tema "Strategi menangkal hoaks”. Beliau adalah seorang ibu Muda berparas cantik dengan ilmu dan pengalaman seabrek. Berikut pemaparannya.



Ada tiga hal yang dibahas pada sesi kali ini.

Sesi 1 membahas tentang perkembangan era digital dan banjir informasi.

Sesi 2 mengenai hoaks, motif, jenis, ciri, dan dampaknya.

Sesi 3 membahas tentang tips periksa fakta secara singkat.

Dulu internet belum kita temukan seperti sekarang ini. Media informasi sangat terbatas. Ada TV, radio, dan koran cetak. Jika ingin menghubungi saudara atau teman kita ke wartel atau telepon umum yang menggunakan koin. kirim surat melalui pos dengan menggunakan perangko itupun menunggu balasan berhari-hari. Dulu saat menonton TV harus pakai aki itupun juga tidak semua orang memiliki dan terkadang berbondong-bondong menonton di rumah tetangga. Sekarang, semua saluran TV apa pun ada di genggaman. Bahkan banyak juga sosok-sosok yang menjadi milyarder karena mempunya channel Youtube sendiri.

Saat ini di belahan dunia manapun kita sekejap bisa mengetahui dan melihatnya. Semua berubah. Siapa pun bisa menjadi pembuat, penyebar, dan pengguna informasi. Perubahan teknologi juga berdampak pada masifnya informasi yang diterima. Banyak informasi yang beredar di grup percakapan, baik informasi yang serius ataupun tidak serius. Belum lagi banyaknya grup percakapan yang kita ikuti.

Bisa jadi bagi beberapa orang situasi ini tidak nyaman. Ketika banyak informasi yang hadir pada satu waktu.

Selain kemudahan yang diberikan oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, ada sisi lain yang perlu jadi perhatian bersama, yaitu peredaran hoaks di masyarakat.

Mafindo sendiri melakukan pemeriksaan fakta berdasarkan laporan yang masuk. Terdapat 2.298 hoaks selama tahun 2020. Dilihat dari temanya, politik dan kesehatan menduduki peringkat dua terbesar dibanding tema-tema lainnya. (sumber: Litbang Mafindo).

Dilihat dari saluran peredarannya, FB, WA, dan Twitter menjadi tempat dimana hoaks banyak beredar.

Itulah mengapa penting bagi kita untuk dapat membedakan mana hoaks atau bukan dengan memiliki kemampuan periksa fakta yang cukup.

Ada beberapa situasi yang perlu kita sadari terkait dengan banjirnya informasi ini. Yaitu:

1.       Era Post Truth

Istilah post-truth menggambarkan situasi ketika hoaks memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan fakta yang sebenarnya.

2.      Matinya kepakaran

Matinya kepakaran adlah suatu frasa yang menggambarakan ketidakpercayaan terhadap pendapat para pakar atau ahli, yang nota bene memiliki pendidikan ataupun sertifikat sesuai kapasitas ilmunya (nichois, 2008)

3.      Filter bubble dan echo chamber

Kita berada di ruang-ruang digital yang membuat kita berada dalam lingkaran yang sama. Ruang ini menyaring informasi yang masuk. Informasi yang disampaikan cenderung sama dan berulang.

Filter bubble mengacu pada data atau history pengguna. Misal kita suka produk belanja tertentu, maka produk itu muncul di beranda.

Echo chamber berdasarkan kesamaan informasi antar pengguna. Misalnya minat kita informasi olah raga, maka yang muncul di beranda adalah informasi olah raga.

Era post truth ditandai dengan ketika suatu fakta diberikan, seseorang cenderung tidak menerimanya. Hal ini lebih dikarenakan emosi yang dominan dan keyakinan pribadi.

Misal, kita sudah percaya dengan si A. Ketika si B memberitahu bahwa ada fakta lain tentang A, kita akan menyangkalnya. Kita sudah yakin si A pasti benar dengan apa pun yang disampaikan.

Matinya kepakaran situasi yang perlu kita waspadai. Banyak orang, terutama masa pandemi, memberikan gagasan namun bukan ahli di bidangnya.

Misal latar belakang A namun memberikan pandangan tentang bidang lainnya. Atau bukan ahli kesehatan, namun merasa paling tahu bidang kesehatan.

Ada hal lain yang perlu kita sadari, kita semua berada di gelembung-gelembung kelompok informasi. Misal, saya akan memblokir orang yang tidak sesuai dengan ide dan pemikiran saya. Dampaknya lingkaran kita terbatas pada orang-orang yang satu ide saja.

Ada hal lain yang perlu kita sadari, kita semua berada di gelembung-gelembung kelompok informasi. Misal, saya akan memblokir orang yang tidak sesuai dengan ide dan pemikiran saya. Dampaknya lingkaran kita terbatas pada orang-orang yang satu ide saja.

Misal latar belakang A namun memberikan pandangan tentang bidang lainnya. Atau bukan ahli kesehatan, namun merasa paling tahu bidang kesehatan.




Kita akan masuk pada bagian kedua, mengenai apa itu hoaks, motif, jenis, ciri, dan dampaknya.

 Hoaks sendiri dari asalnya sudah digunakan abad ke-17. Asal kata ‘hocus’. Hocus pocus, mirip dengan sim salabim di sulap. Dari sisi pengertiannya, hoaks adalah infomasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar.



Mengapa masih ada yang percaya hoaks? Banyak alasannya. Ini beberapa di antaranya:

1.      Kemampuan literasi digital dan berpikir kritis yang belum merata

2.      Polarisasi masyarakat

3.      Belum cakap memilah informasi dan minimnya kemampuan periksa fakta



Ada banyak alasan seseorang menyebarkan hoaks. Salah satunya motif ekonomi. Ada orang-orang yang membuat situs tertentu yang isinya provokatif. Ketika orang mengunjungi situs tersebut, maka akan mendapatkan keuntungan ekonomi (click bait). Pembuat dapat uang, kita dapat perpecahan, debat, dan sebagainya.


Ada banyak motif lain yang perlu kita waspada bersama.

Ada tujuh misinformasi dan disinformasi yang dapat disimak pada tautan di bawah ini.

Misinformasi: informasi salah, penyebarnya tidak tahu kalau itu salah. Umumnya tidak disengaja.

Disinformasi ada unsur kesengajaan.

Simak tautan di bawah ini, sumber dari Youtube Mafindo:

https://www.youtube.com/watch?v=ojCpsFhmSS0

Berikut contoh hoaks yang mungkin kita pernah dapat. Ada yang namanya satire atau parodi, konten palsu, koneksi yang salah.

Contoh berikutnya konten yang menyesatkan, konten yang salah, konten tiruan, dan konten yang dimanipulasi.



Apa saja ciri-ciri informasi hoaks? Sumber informasi tidak jelas, biasanya bangkitkan emosi, kelihatan ilmiah namun salah, isinya sembunyikan fakta, dan minta diviralkan.

Mafindo rekomendasikan untuk sumber informasi gunakan rujukan media kredibel atau anggota Dewan Pers. Atau sumber dari lembaga resmi terkait.



Apa dampaknya? Akan timbul perpecahan dan saling curiga antara kita. Selain itu muncul kebingungan bedakan mana yang hoaks dan bukan.

Dapat pula membuat meninggal seorang karena terlalu percaya dengan informasi yang didapat. Karena percaya hoaks akhirnya terlambat penanganan medis.


Mari kita menonton video ini. Ini produksi Tular Nalar dari situs www.tularnalar.id

Video durasi lima menit dapat ditonton pada tautan di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=rX5z3PBmwtM


Setelah kita menonton tayangan tadi, narasumber memberikan beberapa cara cepat untuk periksa fakta. Bisa dilihat detail pada paparan.

Jika menerima informasi melalui WA, ini caranya untuk cek hoaks. Apabila bapak ibu ingin belajar lebih lanjut mengenai literasi digital, bisa ke www.literasidigital.id atau www.tularnalar.id. Bisa juga ke youtubenya Mafindo agar tahu hoaks terkini apa saja.

Ada tiga hal yang perlu dicek fakta: narasi, foto, dan video. Kalau kita mau ikutan sesi pelatihan ini, bisa ke sini.

Kelas Kebal Hoaks (KKH) Mafindo bekerja sama dengan Kominfo dan Siberkeasi. Gratis dan mendapat sertifikat. Pelatihan ini lebih detail teknis melakukan periksa fakta. Banyak praktik dan latihan. Ikuti juga IG @Siberkreasi atau @Turnbackhoaxid.



Demikian pemaparan materi pada hari ini. Marilah kita bijak gunakan media digital. Apa yang kita unggah akan meninggalkan jejak. Periksa dulu faktanya.

Berhati-hati dalam menerima informasi, saring dengan teliti dan pahami berita. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang menerima informasi dengan mentah tanpa tahu kebenaran informasi yang ada. Terimakasih Ibu Heni ilmu yang sangat bermanfaat.

Salam sehat, salam literasi tetap berkarya tebarkan manfaat. Berbagi itu indah berbagi tak kan pernah rugi.

#GMLD

Gunungkidul, 11 November 2021

Rabu, 10 November 2021

Berikan Hal Terindah

 

Berikan Hal Terindah


Sepuluh November hari pahlawan

Perjuangan mereka sungguh menawan

Pengorbanan mereka tiada lawan.

 

Jiwa raga tercurah untuk negeri

Semangat juang terpatri dalam diri

Bukan hanya jiwa namun juga materi

Semangat tak henti setiap hari.

 

Bersimpuh darah dan air mata

Banyak jiwa yang terluka dan meronta

Jerit pilu kian bertahta

Anak istri kehilangan yang tercinta

Iklaskan untuk Allah semata.

 

Kini apa yang bisa kita beri untuk pahlawan

Bukan, bukan hanya sekedar mengenang perjuangan

Bukan pula sekedar penghargaan

Tanamkan dalam jiwa tuk capai tujuan

Rela berkorban harus dipertahankan

Iklas dalam hati harus ditetapkan.

 

Isi hari dengan belajar dan saling menginspirasi

Tingkatkan kualitas diri dengan aksi

Bukan sekedar cari sensasi

Saling mendorong dan memotivasi

Sampaikan ilmu pada pengukir prestasi.

 

Lakukan terbaik mulai sekarang

Niatkan suci untuk berjuang

Demi mengharumkan negeri tersayang

Agar aman dari bahaya yang menghadang.

 

Ayo jangan hanya berfoya-foya

Teruskan perjuangan dengan selalu berkarya

Berikan hal terindah agar negeri berjaya.

 


 

Gunungkidul, 10 November 2021

Yuk Kita Cegah Cyber Bullying

 

Yuk Kita Cegah Cyber Bullying



Senin, 8 November dalam Pelatihan Guru Motivator Digital akan mendapatkan materi  dari bapak Munif Chatib, namun karena beliau sedang sakit maka dalam pertemuan ke empat ini akan di isi oleh Om Jay. Materi hari ini adalah tentang “Yuk Kita Cegah Cyber Bullying”

Apa itu cyberbullying?

Cyberbullying merupakan perilaku anti-sosial yang melecehkan ataupun merendakan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja yang dilakukan secara online atau di dunia siber. Berbeda dengan bullying yang terjadi di offline, Cyberbullying justru lebih parah. Hal ini karena pada bully offline biasanya yang tahu adalah orang-orang yang melihat secara langsung, namun kalau cyberbully, semua orang yang online dan terkoneksi dapat melihatnya.

Dapat dibayangkan kalau seseorang diserang atau di-bully di media sosial, diserang dengan hate comment penuh dengan kata kasar atau tak senonoh, semua temannya bahkan mungkin keluarganya pasti akan membacanya. Belum lagi kalau pelaku cyberbully mengarahkan teman-temannya untuk menyerang korban. Jangan remehkan cyberbully, karena dapat membuat kesehatan mental korban jadi terganggu.

Lalu, apa yang dapat dilakukan terhadap cyberbullying? Berikut tindakan yang dapat dilakukan dalam mencegah dan menghentikan cyberbullying.

1.      Jangan merespons. Para pelaku bullying selalu menunggu reaksi korban. Untuk itu jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak merasa diperhatikan

2.      Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini

3.      Simpan semua bukti. Karena aksi ini terjadi di media digital, korban akan lebih mudah mengcapture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak yang bisa membantu.

4.      Segera blokir aksi pelaku. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentuk komentar, pesan instan, gunakan tool preferences/privasi untuk memblok pelaku. Jika terjadi saat chatting, segera tinggalkan chat room.

5.      Selalu berperilaku sopan di dunia maya. Perilaku buruk seperti membicarakan orang lain, bergosip atau fitnah akan meningkatkan risiko seseorang menjadi korban cyberbullying

6.      Jika sudah meresahkan, laporkan pada pihak berwenang. Adukan pada pihak yang dipercaya dan berwenang. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor pada orangtua, guru atau tenaga konseling di sekolah. Selain mengamankan korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki sikap mental pelaku.

Yuk bersama kita cegah cyberbullying dan jangan sekali-kali menjadi pelaku cyberbullying. Bullying adalah penindasan yang dilakukan seseorang tanpa alasan karena merasa lebih memiliki power dibandingkan korban yang ingin di-bully. Power ini didapatkan dari rasa senioritas, kepemilikan, kedudukan, dan kepintaran. Biasanya, pelaku menutupi kekurangannya dengan cara bully. Faktanya, pelaku dan korban memiliki ketakutan yang sama. Namun muncul dengan cara yang berbeda.



Sekarang, dengan adanya dunia maya banyak pelaku cyber bully, (sebutan untuk pelaku bully di sosial media) berlindung di anonymous account untuk mem-bully orang lain. Setiap orang pun dituntut untuk pandai bersikap dalam menggunakan sosial media.

Ada banyak penyebab terjadinya cyber bullying. Berikut empat penyebab yang bisa membuat Anda menjadi korban.

1.      Tidak posting terlalu sering atau banyak

Posting terlalu sering dan banyak bisa mengganggu orang lain. Oleh karena itu, posting terlalu sering dan banyak dapat memancing adanya cyber bullying.

2.      Hindari konten posting-an yang aneh

Apapun yang diunggah ke sosial media, pasti menimbulkan pro dan kontra. Terlebih ketika posting sesuatu yang dianggap aneh dan mengundang bully, meskipun hanya bully di dalam hati. Oleh krena itu, sebagai pengguna social media, sebaiknya batasi mengunggah konten yang mengganggu.

3.      Pintar-pintar memilih teman di sosial media

Akun media sosial tidak harus selalu terbuka untuk semua orang. Semakin banyaknya teman di media sosial, maka Anda harus siap-siap dengan banyaknya komentar yang datang.

4.      Tidak sembarang bercerita di sosial media  Membedakan hal yang lebih baik diceritakan pribadi atau di media sosial. Karena, perbedaan persepsi biasanya terjadi di media sosial.

Penggunaan media sosial (medsos) untuk bersosialisasi dan berbagi, banyak informasi saat ini kerap memicu berbagai aktivitas yang dibarengi tindak intimidasi dan pelecehan terhadap orang lain. Ini menjadi salah satu dampak buruk kehadiran sosial media di tengah masyarakat atau biasa disebut cyberbullying.

Caranya, kita mulai dengan langkah sederhana. Seperti menyebarkan kampanye dan aksi BalasYang Baik di sosial media, kemudian ajak teman-teman untuk ikut dalam kampanye tersebut, dalam bentuk foto, video dan quotes. Kampanye anti cyberbullying harus terus disuarakan.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjelaskan dampak dari cyberbullying lebih berbahaya dibandingkan dengan di dunia nyata. Pelaku biasanya mengunggah informasi pribadi orang lain baik dalam bentuk gambar atau video dengan tujuan mempermalukan dan menyakiti korbannya. Korban akan mengalami trauma psikologis karena pelaku biasanya melakukan berulang-ulang dan menghasut orang lain untuk mengikutinya, meskipun orang lain itu kerap kali tidak mengenal korban

Kita perlu asesmen psikologi lebih lanjut untuk pemulihan secara psikis korban perundungan dunia maya. Kita juga perlu membeberkan cara pencegahan agar anak terhindar dari perundungan di media sosial, berikut ini informasinya.

1. Edukasi anak

Orang tua harus memberikan edukasi menggunakan jejaring online yang aman. Edukasi menjadi langkah paling dasar dalam mencegah cyberbullying. "Peran orang tua menjadi sangat dibutuhkan dalam kondisi tersebut. Keluarga adalah tempat pertama untuk memperoleh pendidikan," Itulah yang seharusnya kita lakukan sebagai orang tua dan guru.

Anak-anak mesti diberikan pemahaman mengenai hal-hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan melalui jejaring online, khususnya media sosial. Orang tua dan guru harus mampu menjadi pemandu.

2. Ajari Anak cara menghadapi perundungan

Selanjutnya, orang tua harus mengajari anak cara menghadapi cyberbullying. Meski, hal ini bisa dilakukan oleh pribadi sendiri, tetapi sebagai orang tua tidak ada salahnya mengajarkan.

Beberapa cara menghadapi cyberbullying yang bisa Anda ajarkan kepada anak yaitu tidak menanggapi apalagi sampai membalasnya dan sebaiknya blokir saja orang yang mem-bully jika hal tersebut tiba-tiba terjadi.

3. Bimbing anak untuk atur privasi, khususnya data pribadi.

Langkah selanjutnya anak harus mampu mengatur privasi di media sosial. Pengaturan privasi di media sosial sangat membantu mencegah kasus cyberbullying pada anak. Data pribadi anak penting untuk dirahasiakan supaya mereka tidak menjadi korban kejahatan digital. Meski, tidak ada informasi yang benar-benar privat, tetapi dengan mengatur hal tersebut pihak yang dapat mengakses informasi anak kita lebih tersaring.

Selain itu yang tidak kalah penting adalah edukasi tentang postingan. Berikan pemahaman bahwa apa yang sudah diposting tidak akan hilang, sehingga sikap selektif menjadi poin penting yang harus dimiliki oleh anak. Orang tua dan guru harus paham soal ini. Sebab informasi yang sudah diposting, ibarat paku yang sudah menempel pada kayu. Walaupun pakunya sudah diambil, bekas lubangnya masih ada.

Perlu untuk diketahui, cyberbullying adalah kondisi di mana seseorang merasa tidak nyaman terhadap komentar/informasi/gambar foto yang ditujukan untuk dirinya, yang bertujuan menyakiti, intimidasi, menyebar kebohongan dan menghina, yang diunggah di internet, jejaring media. Hal ini dilakukan oleh orang lain dengan tujuan tertentu. Anak-anak kita jangan sampai menjadi korbannya.

Pandemi virus corona (Covid-19) membuat banyak orang semakin akrab dengan internet. Sekolah, bekerja, berinteraksi dengan teman, semuanya dilakukan secara online. Selain itu, untuk menghilangkan rasa bosan, sebagian besar juga memilih bermain media sosial (medsos). Cyberbulying biasanya dilakuakn dengan cara online.



Kita sebagai orang tua harus memberikan contoh yang baik dengan belajar sepanjang hayat. Ini memang menjadi dilema karena banyak orang tua yang masih gaptek, kita kerjakan bersama PR yang ada di depan mata kita dengan terus bergerak mengkampanyekan Gerakan Nasional Literasi Digital

Untuk menghindarkan diri dari perilaku cyberbullying, anda bisa meningkatkan :

1.      Empati (memahami perasaan orang lain)

2.      Hati Nurani (mendengar suara hati yang membantu untuk melakukan hal yang benar )

3.      Kontrol diri (berpikir sebelum bertindak)

4.      Menghormati Orang lain (memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana ia ingin orang lain memperlakukan dirinya)

5.      Kebaikan Hati (menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan dan perasaan orang lain)

Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis pada tahun 2019, tercatat 49% pengguna internet pernah menjadi korban cyberbullying. Tentunya kondisi ini bisa berdampak bagi kesehatan mental pengguna internet. Peningkatan penggunaan teknologi dan internet di masa pandemi Covid-19 akan berbanding lurus dengan peningkatan cyberbullying.

Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan cyberbullying khususnya di medsos adalah memanfaatkan fitur-fitur yang ada. Saat ini sudah banyak medsos yang memiliki fitur untuk melindungi penggunanya dari cyberbullying. Contohnya untuk fitur private atau pribadi sehingga teman-teman di medsos hanya yang dikenal. Selain itu, ada fitur untuk menyaring komentar negatif dengan memasukkan kata kunci tertentu. Itulah yang sudah dilakukan.

Jadi memang pengguna medsos harus lebih aware untuk memanfaatkan fitur-fitur yang ada. Fitur-fitur itu dibuat bukan tanpa alasan, tapi untuk mengamankan medsos dari bullying.

Para pengguna medsos termasuk anak-anak muda, terkadang masih bingung cara melindungi diri dari cyberbullying dan langkah-langkah yang harus dilakukan. Padahal sudah ada fitur di medsos yang mendukung itu semua. Dengan begitu, pengguna medsos bisa menghindari perundungan dan menjaga kesehatan mentalnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills). Salah satu fokusnya adalah mengkampanyekan gerakan anti Cyberbullying.

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Om Jay membagikan link Youtube https://youtu.be/Rhinz16z7tM

Kenapa bullying bisa terjadi ? Apa sih bahayanya bullying itu ? Mari kita simak video berikut :

https://youtu.be/5CfLW5aEBAw

Contoh cyberbullying dapat anda baca di https://www.hipwee.com/feature/jenis-cyberbullying/

Bagaiman acara mencegah Ciberbullying dpat dibaca

https://www.situstarget.com/blog/mencegah-cyber-bullying/

Bullying atau perundungan kerap kita temui di mana-mana. Apalagi di jaman yang serba online ini, cyber bullying semakin marak terjadi. Terlebih para pelaku bullying itu bisa menyembunyikan dirinya di balik fake account.

Demikianlah materi hari ini, semoga dengan paparan tersebut, kita dapat melakukan pencegahan cyber bullying (perundungan dunia maya) terhadap anak-anak kita. Semoga bermanfaat, salam sehat, salam literasi, tetap semangat dan teruslah tebar manfaat.

#GMLD

Gunungkidul, 10 November 2021

 

 

Senin, 08 November 2021

Mudahkan Lancarkan Sehatkan Ya Rabb

Empat hari mendengar kabar sahabat mayaku sedang sakit, setelah beberapa minggu tak bersua. Biasanya kami sempatkan untuk say halo walau hanya sekedar mengingatkan untuk makan jangan terlalu capek dan sampai mana tugas literasi kita. Kadang tak terasa dalam obrolan lewat vidio call sampai berjam-jam. Kamk cerita tentang kerjaan kita masakan kita bahkan tentang mimpi kita kedepan. Di tutup dengan canda tawa dan saling memotivasi untuk terus berkarya.

Kini keadaan itu tak aku dapatkan, bahkan kemarin beliau sempat kirim chat dan meminta doa agar operasi berjalan dengan lancar. Ya Rabbi, selama ini yang saya tahu Mbak Nani sering mengeluhkan sakit magh. Huuf hati ini terasa sakit mendengarnya, namun apa yang bisa aku perbuat untuk bisa membantunya. Akupun sampaikan pesan agar Mbak Nani sabar dan semangat, Mbak Nani  pasti kuat dan segera sehat. Maaf aku hanya bisa berikan doa. Aku minta ijin untuk minta nomor putranya. Aku tahu setelah kepergian suaminnya beliau hanya tinggal bersama putra satu-satunya. Tak bisa aku bayangkan bagaimana repotnya putra Mb Nani mengurus dan menjaga sang Mama tanpa bantuan siapapun. Semoga selalu sehat dan sabar dalam menjaga sang Mama.

Sedikit yang bisa aku lakukan selain doa aku bisa chat putranya untuk sekedar mengingatkan dan menanyakan bagaimana keadaan Mamanya. Sebagai manusia, kita hanya bisa berusaha dan doa. Semoga ihtiyar pengobatan Mbak Nani mendapatkan kesembuhan dan bisa beraktifitas lagi. 
Kita tidak tahu doa mana, dan doa siapa yang akan Allah kabulkan. Untuk itu dengan kerendahan hati saya meminta untuk teman-teman pegiat literasi, blogger di seluruh Indonesia dan siapapun yang membaca tulisan ini untuk berkenan mendoakan kesembuhan Mbak Nani. 
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.
Salam sehat teruskah tebar manfaat lakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan hari ini.

Gunungkidul, 9 November 2021

Minggu, 07 November 2021

Mengebangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital

 

Mengembangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital

 

Pertemuan ke-3 dari GMLD hari Jumat, tanggal 5 November 2021 dilaksanakn melalui zoom meeting. Alhamdulilah walau cuaca kurang bersahabat saya dapat masuk ke room dan bisa mengikuti kegiatan sampai selesai. Nara sumber hari ini adalah Bapak Aris Ahmad Jaya. Beliau adalah seorang motivator sekolah-sekolah unggul di Indonesia, selain menjadi seorang motivator beliau juga sebagai coach dan konsultan bagi sekolah-sekolah unggul di Indonesia untuk menemukan kekhasan dan kekhususan.


Untuk membuka kelas beliau bertanya pada peserta tentang apa itu bakat kemudian banyak peserta yang mnenjawab. Beliau menyampaikan bahwa bakat adalah kemampuan bawaan seseorang, kadang-kadang tak pernah muncul apabila tidak di asah asih dan asuh, seperti emas 24 karat tak bisa terlihat bagus jika tak di asah di bentuk. Ternyata emas dalam bentuk batangan mempunyai nilai mahal namun tak pernah dipakai.

Di mulai dari sini nara sumber adalah seorang  lulusan Dokter Hewan IPB, memilih jurusan itu  beliau berkeinginan jika keluar bisa mandiri. Tidak menggantungkan orang lain. Ternyata beliau belum menemukan bakatnya. Dan banyak diri kita belum menemukan bakat kita. Sehingga kita hanya ikut-ikutan orang lain.


Kemudian nara sumber membagikan link atau meminta peserta untuk mencari temu bakat di google. Kita di suruh mengisi sehingga kita tahu bakat apa yang ada dalam diri kita. Di sana ada kekurangan dan kelebihan kita. Dari sana nara sumber memberi contoh dengan nama Aris Ahmad Jaya.

Bagaimana kita menemukan bakat diri.

Belajar dengan rumus 4 T

1.      Titi (Niteni) Melihat dari sekian bnayak cari yang paling menarik

Dari sekian banyak pelayanan dari dunia digital yang membuat anda senang atau menarik itu apa. Jangan hanya ikut-ikutan.

2.      Tiru

Contoh : Bapak Aris suka dengan sulap (sulap sederhana), beliau suka meniru hal yang disukai. Ynag menimbulan efek amazing di depan. Beliau menunjukkan ketrampilannya dalam sulap memasukkan sehelai plastik dalam jempol tangannya dan memberitahukan rahasianya.

Guru harus mempunyai ilmu sulap agar anak didik kita tertarik dengan kita. Sepintar apapun kita sebagai guru jika kita tidak menarik tentu anak didik kita tak akan bisa menerima apa yang kita sampaikan.

3.      Tambahin

Modifikasi, karena bealajar dari banyak orang maka kita bisa memodifikasi. Jangan hanya belajar dengan satu orang.

Bapak Aris menunjukkan pencarian dalam google tentang namnya. Dari sana kita temukan gambar-gamabr Bapak Aris Ahmad jaya. Itu menunjukkan bahwa kita dikenal tidak, tulis dengan konsisten dengan nama kita.

4.      Temukan

Temukan hal yang baru.

Bakat bisa kita cari kita kumpulkan kita ambil dan tiru. Kita tambah-tambahin kita modifikasi. Atau  ATM, Amati Tiru dan Modifikasi.

Kita bisa terkenal dengan pangung sendiri, misalnya di facebook. Instragram atau yang lain. Misal ingin jadi pendongeng. Kita bisa belajar, belajar saat ini tidak terbatas kita bisa belajar dari youtube.

Setelah kita titi, tiru, tambahin, temui,  lalu tuntaskan. Jika kita mau menulis maka tulis saja dan tuntaskan jangan menulis lalu mengedit sendiri namun serahkan pada editor. Maka tulisan kita akan selesai.

“Pemenang tidak melakukan sesuatu yang beda dia hanya melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda”

 

“Kuda yang memenangkan pacuan bukan bukan karena memiliki kecepatan 2 kali dari yang lainya, namun bisa jadi karena dia menjulurkan lidahnya terlebih dahulu ke finish disbanding kuda yang lain.

 

Guru motivator  tidak harus hebat tapi unik.

Beda bakat dengan Passion. Passion adalah  bakat yang  yang diperjuangkan di bayar dengan kesunguhan. Buah dari bakat yang di sungguh-sungguhkan. Bakat bukan segalanya, apa arti bakat jika tidak latihan.

Rahasia seorang motivator

Ø  Kalau anda ingin berbicara jika kita tak mampu berbicara dengan baik maka kita tampilkan film yang terbaik. Perlu mencoba mempraktekkan biarlah rang yang menilai.

 

Ø  Jadi guru motivator bagi anak didik kita adalah jadilah orang yang di terima. Kita harus jadi pribadi yang menyenangkan. Bagaimana bisa mnyenangkan, kita harus bisa memberi bukan hanya menerima. Artinya. Pribadi yang mampu memberi nilai tambah. Latihan-latihan Latihan untuk bisa menyenangkan.

 

Ø  Jika ada yang tak suka dengan kita. Maka apa yang harus kita lakukan? Tidak seorangpun bisa berubah kalau kita mengharapkan dia yang berubah namun kita berikan yang terbaik doakan dia .kita hidup bukan untuk dia tapi untuk kemaslakhatan. Semakin kita bahagia semakin dia susah. Karena rumusnya “lo omongin gue, gue bodo amat” asal kita lakukan hal baik tak melangar aturan maka tetap lakukan.

Kesimpulan

1.      Jika ingin dikenang kita harus bisa memberi bukan hanya menerima. Memberi tidak harus dengan uang. Kita bisa memberi apa yang kita punya untuk bisa menyenangkan hati orang lain.

Ketika kita bekerja karena ingin membahagiakan orang lain, kita tetap tak akan pernah bisa membuat mereka bahagia. Karena versi bahagia tiap orang berbeda, cara merespon pun juga berbeda. Jangan memaksa orang lain suka dengan kita. Tugas kita hanya lakukan yang terbaik dan serahkan semua pada Allah Tuhan yang maha kuasa.

2.      Tetap lakukan yang terbaik. Kebaikan yang kita lakukan akan menjadi sejarah dalam hidup kita.

3.      Cintailah apa yang kita kerjakan, kerjakan apa yang kita cintai maka tunggullah keajaiban yang terjadi.

Luar biasa materi hari ketiga ini. Begitu banyak hal yang menarik dan sangat bermanfaat untuk para peserta. Terimakasih Pak Aris, semoga apa yang Bapak berikan menjadi amal jariyah dan  semoga kita dapat mengambil ilmu dan mempraktekkan dalam kehidupan kita sebagai guru.

Salam sehat, salam literasi,  tetap semangat dan terus berikan yang terbaik apa yang bisa kita lakukan.

#GMLD

Gunungkidul, 7 November 2021

KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026

  KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026 Sabtu, 12 September 2026, kegiatan karang pamitran tingkat ...