Cari Blog Ini

Rabu, 10 November 2021

Berikan Hal Terindah

 

Berikan Hal Terindah


Sepuluh November hari pahlawan

Perjuangan mereka sungguh menawan

Pengorbanan mereka tiada lawan.

 

Jiwa raga tercurah untuk negeri

Semangat juang terpatri dalam diri

Bukan hanya jiwa namun juga materi

Semangat tak henti setiap hari.

 

Bersimpuh darah dan air mata

Banyak jiwa yang terluka dan meronta

Jerit pilu kian bertahta

Anak istri kehilangan yang tercinta

Iklaskan untuk Allah semata.

 

Kini apa yang bisa kita beri untuk pahlawan

Bukan, bukan hanya sekedar mengenang perjuangan

Bukan pula sekedar penghargaan

Tanamkan dalam jiwa tuk capai tujuan

Rela berkorban harus dipertahankan

Iklas dalam hati harus ditetapkan.

 

Isi hari dengan belajar dan saling menginspirasi

Tingkatkan kualitas diri dengan aksi

Bukan sekedar cari sensasi

Saling mendorong dan memotivasi

Sampaikan ilmu pada pengukir prestasi.

 

Lakukan terbaik mulai sekarang

Niatkan suci untuk berjuang

Demi mengharumkan negeri tersayang

Agar aman dari bahaya yang menghadang.

 

Ayo jangan hanya berfoya-foya

Teruskan perjuangan dengan selalu berkarya

Berikan hal terindah agar negeri berjaya.

 


 

Gunungkidul, 10 November 2021

Yuk Kita Cegah Cyber Bullying

 

Yuk Kita Cegah Cyber Bullying



Senin, 8 November dalam Pelatihan Guru Motivator Digital akan mendapatkan materi  dari bapak Munif Chatib, namun karena beliau sedang sakit maka dalam pertemuan ke empat ini akan di isi oleh Om Jay. Materi hari ini adalah tentang “Yuk Kita Cegah Cyber Bullying”

Apa itu cyberbullying?

Cyberbullying merupakan perilaku anti-sosial yang melecehkan ataupun merendakan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja yang dilakukan secara online atau di dunia siber. Berbeda dengan bullying yang terjadi di offline, Cyberbullying justru lebih parah. Hal ini karena pada bully offline biasanya yang tahu adalah orang-orang yang melihat secara langsung, namun kalau cyberbully, semua orang yang online dan terkoneksi dapat melihatnya.

Dapat dibayangkan kalau seseorang diserang atau di-bully di media sosial, diserang dengan hate comment penuh dengan kata kasar atau tak senonoh, semua temannya bahkan mungkin keluarganya pasti akan membacanya. Belum lagi kalau pelaku cyberbully mengarahkan teman-temannya untuk menyerang korban. Jangan remehkan cyberbully, karena dapat membuat kesehatan mental korban jadi terganggu.

Lalu, apa yang dapat dilakukan terhadap cyberbullying? Berikut tindakan yang dapat dilakukan dalam mencegah dan menghentikan cyberbullying.

1.      Jangan merespons. Para pelaku bullying selalu menunggu reaksi korban. Untuk itu jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak merasa diperhatikan

2.      Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan ini

3.      Simpan semua bukti. Karena aksi ini terjadi di media digital, korban akan lebih mudah mengcapture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak yang bisa membantu.

4.      Segera blokir aksi pelaku. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentuk komentar, pesan instan, gunakan tool preferences/privasi untuk memblok pelaku. Jika terjadi saat chatting, segera tinggalkan chat room.

5.      Selalu berperilaku sopan di dunia maya. Perilaku buruk seperti membicarakan orang lain, bergosip atau fitnah akan meningkatkan risiko seseorang menjadi korban cyberbullying

6.      Jika sudah meresahkan, laporkan pada pihak berwenang. Adukan pada pihak yang dipercaya dan berwenang. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor pada orangtua, guru atau tenaga konseling di sekolah. Selain mengamankan korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki sikap mental pelaku.

Yuk bersama kita cegah cyberbullying dan jangan sekali-kali menjadi pelaku cyberbullying. Bullying adalah penindasan yang dilakukan seseorang tanpa alasan karena merasa lebih memiliki power dibandingkan korban yang ingin di-bully. Power ini didapatkan dari rasa senioritas, kepemilikan, kedudukan, dan kepintaran. Biasanya, pelaku menutupi kekurangannya dengan cara bully. Faktanya, pelaku dan korban memiliki ketakutan yang sama. Namun muncul dengan cara yang berbeda.



Sekarang, dengan adanya dunia maya banyak pelaku cyber bully, (sebutan untuk pelaku bully di sosial media) berlindung di anonymous account untuk mem-bully orang lain. Setiap orang pun dituntut untuk pandai bersikap dalam menggunakan sosial media.

Ada banyak penyebab terjadinya cyber bullying. Berikut empat penyebab yang bisa membuat Anda menjadi korban.

1.      Tidak posting terlalu sering atau banyak

Posting terlalu sering dan banyak bisa mengganggu orang lain. Oleh karena itu, posting terlalu sering dan banyak dapat memancing adanya cyber bullying.

2.      Hindari konten posting-an yang aneh

Apapun yang diunggah ke sosial media, pasti menimbulkan pro dan kontra. Terlebih ketika posting sesuatu yang dianggap aneh dan mengundang bully, meskipun hanya bully di dalam hati. Oleh krena itu, sebagai pengguna social media, sebaiknya batasi mengunggah konten yang mengganggu.

3.      Pintar-pintar memilih teman di sosial media

Akun media sosial tidak harus selalu terbuka untuk semua orang. Semakin banyaknya teman di media sosial, maka Anda harus siap-siap dengan banyaknya komentar yang datang.

4.      Tidak sembarang bercerita di sosial media  Membedakan hal yang lebih baik diceritakan pribadi atau di media sosial. Karena, perbedaan persepsi biasanya terjadi di media sosial.

Penggunaan media sosial (medsos) untuk bersosialisasi dan berbagi, banyak informasi saat ini kerap memicu berbagai aktivitas yang dibarengi tindak intimidasi dan pelecehan terhadap orang lain. Ini menjadi salah satu dampak buruk kehadiran sosial media di tengah masyarakat atau biasa disebut cyberbullying.

Caranya, kita mulai dengan langkah sederhana. Seperti menyebarkan kampanye dan aksi BalasYang Baik di sosial media, kemudian ajak teman-teman untuk ikut dalam kampanye tersebut, dalam bentuk foto, video dan quotes. Kampanye anti cyberbullying harus terus disuarakan.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjelaskan dampak dari cyberbullying lebih berbahaya dibandingkan dengan di dunia nyata. Pelaku biasanya mengunggah informasi pribadi orang lain baik dalam bentuk gambar atau video dengan tujuan mempermalukan dan menyakiti korbannya. Korban akan mengalami trauma psikologis karena pelaku biasanya melakukan berulang-ulang dan menghasut orang lain untuk mengikutinya, meskipun orang lain itu kerap kali tidak mengenal korban

Kita perlu asesmen psikologi lebih lanjut untuk pemulihan secara psikis korban perundungan dunia maya. Kita juga perlu membeberkan cara pencegahan agar anak terhindar dari perundungan di media sosial, berikut ini informasinya.

1. Edukasi anak

Orang tua harus memberikan edukasi menggunakan jejaring online yang aman. Edukasi menjadi langkah paling dasar dalam mencegah cyberbullying. "Peran orang tua menjadi sangat dibutuhkan dalam kondisi tersebut. Keluarga adalah tempat pertama untuk memperoleh pendidikan," Itulah yang seharusnya kita lakukan sebagai orang tua dan guru.

Anak-anak mesti diberikan pemahaman mengenai hal-hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan melalui jejaring online, khususnya media sosial. Orang tua dan guru harus mampu menjadi pemandu.

2. Ajari Anak cara menghadapi perundungan

Selanjutnya, orang tua harus mengajari anak cara menghadapi cyberbullying. Meski, hal ini bisa dilakukan oleh pribadi sendiri, tetapi sebagai orang tua tidak ada salahnya mengajarkan.

Beberapa cara menghadapi cyberbullying yang bisa Anda ajarkan kepada anak yaitu tidak menanggapi apalagi sampai membalasnya dan sebaiknya blokir saja orang yang mem-bully jika hal tersebut tiba-tiba terjadi.

3. Bimbing anak untuk atur privasi, khususnya data pribadi.

Langkah selanjutnya anak harus mampu mengatur privasi di media sosial. Pengaturan privasi di media sosial sangat membantu mencegah kasus cyberbullying pada anak. Data pribadi anak penting untuk dirahasiakan supaya mereka tidak menjadi korban kejahatan digital. Meski, tidak ada informasi yang benar-benar privat, tetapi dengan mengatur hal tersebut pihak yang dapat mengakses informasi anak kita lebih tersaring.

Selain itu yang tidak kalah penting adalah edukasi tentang postingan. Berikan pemahaman bahwa apa yang sudah diposting tidak akan hilang, sehingga sikap selektif menjadi poin penting yang harus dimiliki oleh anak. Orang tua dan guru harus paham soal ini. Sebab informasi yang sudah diposting, ibarat paku yang sudah menempel pada kayu. Walaupun pakunya sudah diambil, bekas lubangnya masih ada.

Perlu untuk diketahui, cyberbullying adalah kondisi di mana seseorang merasa tidak nyaman terhadap komentar/informasi/gambar foto yang ditujukan untuk dirinya, yang bertujuan menyakiti, intimidasi, menyebar kebohongan dan menghina, yang diunggah di internet, jejaring media. Hal ini dilakukan oleh orang lain dengan tujuan tertentu. Anak-anak kita jangan sampai menjadi korbannya.

Pandemi virus corona (Covid-19) membuat banyak orang semakin akrab dengan internet. Sekolah, bekerja, berinteraksi dengan teman, semuanya dilakukan secara online. Selain itu, untuk menghilangkan rasa bosan, sebagian besar juga memilih bermain media sosial (medsos). Cyberbulying biasanya dilakuakn dengan cara online.



Kita sebagai orang tua harus memberikan contoh yang baik dengan belajar sepanjang hayat. Ini memang menjadi dilema karena banyak orang tua yang masih gaptek, kita kerjakan bersama PR yang ada di depan mata kita dengan terus bergerak mengkampanyekan Gerakan Nasional Literasi Digital

Untuk menghindarkan diri dari perilaku cyberbullying, anda bisa meningkatkan :

1.      Empati (memahami perasaan orang lain)

2.      Hati Nurani (mendengar suara hati yang membantu untuk melakukan hal yang benar )

3.      Kontrol diri (berpikir sebelum bertindak)

4.      Menghormati Orang lain (memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana ia ingin orang lain memperlakukan dirinya)

5.      Kebaikan Hati (menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan dan perasaan orang lain)

Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis pada tahun 2019, tercatat 49% pengguna internet pernah menjadi korban cyberbullying. Tentunya kondisi ini bisa berdampak bagi kesehatan mental pengguna internet. Peningkatan penggunaan teknologi dan internet di masa pandemi Covid-19 akan berbanding lurus dengan peningkatan cyberbullying.

Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan cyberbullying khususnya di medsos adalah memanfaatkan fitur-fitur yang ada. Saat ini sudah banyak medsos yang memiliki fitur untuk melindungi penggunanya dari cyberbullying. Contohnya untuk fitur private atau pribadi sehingga teman-teman di medsos hanya yang dikenal. Selain itu, ada fitur untuk menyaring komentar negatif dengan memasukkan kata kunci tertentu. Itulah yang sudah dilakukan.

Jadi memang pengguna medsos harus lebih aware untuk memanfaatkan fitur-fitur yang ada. Fitur-fitur itu dibuat bukan tanpa alasan, tapi untuk mengamankan medsos dari bullying.

Para pengguna medsos termasuk anak-anak muda, terkadang masih bingung cara melindungi diri dari cyberbullying dan langkah-langkah yang harus dilakukan. Padahal sudah ada fitur di medsos yang mendukung itu semua. Dengan begitu, pengguna medsos bisa menghindari perundungan dan menjaga kesehatan mentalnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills). Salah satu fokusnya adalah mengkampanyekan gerakan anti Cyberbullying.

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Om Jay membagikan link Youtube https://youtu.be/Rhinz16z7tM

Kenapa bullying bisa terjadi ? Apa sih bahayanya bullying itu ? Mari kita simak video berikut :

https://youtu.be/5CfLW5aEBAw

Contoh cyberbullying dapat anda baca di https://www.hipwee.com/feature/jenis-cyberbullying/

Bagaiman acara mencegah Ciberbullying dpat dibaca

https://www.situstarget.com/blog/mencegah-cyber-bullying/

Bullying atau perundungan kerap kita temui di mana-mana. Apalagi di jaman yang serba online ini, cyber bullying semakin marak terjadi. Terlebih para pelaku bullying itu bisa menyembunyikan dirinya di balik fake account.

Demikianlah materi hari ini, semoga dengan paparan tersebut, kita dapat melakukan pencegahan cyber bullying (perundungan dunia maya) terhadap anak-anak kita. Semoga bermanfaat, salam sehat, salam literasi, tetap semangat dan teruslah tebar manfaat.

#GMLD

Gunungkidul, 10 November 2021

 

 

Senin, 08 November 2021

Mudahkan Lancarkan Sehatkan Ya Rabb

Empat hari mendengar kabar sahabat mayaku sedang sakit, setelah beberapa minggu tak bersua. Biasanya kami sempatkan untuk say halo walau hanya sekedar mengingatkan untuk makan jangan terlalu capek dan sampai mana tugas literasi kita. Kadang tak terasa dalam obrolan lewat vidio call sampai berjam-jam. Kamk cerita tentang kerjaan kita masakan kita bahkan tentang mimpi kita kedepan. Di tutup dengan canda tawa dan saling memotivasi untuk terus berkarya.

Kini keadaan itu tak aku dapatkan, bahkan kemarin beliau sempat kirim chat dan meminta doa agar operasi berjalan dengan lancar. Ya Rabbi, selama ini yang saya tahu Mbak Nani sering mengeluhkan sakit magh. Huuf hati ini terasa sakit mendengarnya, namun apa yang bisa aku perbuat untuk bisa membantunya. Akupun sampaikan pesan agar Mbak Nani sabar dan semangat, Mbak Nani  pasti kuat dan segera sehat. Maaf aku hanya bisa berikan doa. Aku minta ijin untuk minta nomor putranya. Aku tahu setelah kepergian suaminnya beliau hanya tinggal bersama putra satu-satunya. Tak bisa aku bayangkan bagaimana repotnya putra Mb Nani mengurus dan menjaga sang Mama tanpa bantuan siapapun. Semoga selalu sehat dan sabar dalam menjaga sang Mama.

Sedikit yang bisa aku lakukan selain doa aku bisa chat putranya untuk sekedar mengingatkan dan menanyakan bagaimana keadaan Mamanya. Sebagai manusia, kita hanya bisa berusaha dan doa. Semoga ihtiyar pengobatan Mbak Nani mendapatkan kesembuhan dan bisa beraktifitas lagi. 
Kita tidak tahu doa mana, dan doa siapa yang akan Allah kabulkan. Untuk itu dengan kerendahan hati saya meminta untuk teman-teman pegiat literasi, blogger di seluruh Indonesia dan siapapun yang membaca tulisan ini untuk berkenan mendoakan kesembuhan Mbak Nani. 
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.
Salam sehat teruskah tebar manfaat lakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan hari ini.

Gunungkidul, 9 November 2021

Minggu, 07 November 2021

Mengebangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital

 

Mengembangkan Minat dan Bakat Melalui Dunia Digital

 

Pertemuan ke-3 dari GMLD hari Jumat, tanggal 5 November 2021 dilaksanakn melalui zoom meeting. Alhamdulilah walau cuaca kurang bersahabat saya dapat masuk ke room dan bisa mengikuti kegiatan sampai selesai. Nara sumber hari ini adalah Bapak Aris Ahmad Jaya. Beliau adalah seorang motivator sekolah-sekolah unggul di Indonesia, selain menjadi seorang motivator beliau juga sebagai coach dan konsultan bagi sekolah-sekolah unggul di Indonesia untuk menemukan kekhasan dan kekhususan.


Untuk membuka kelas beliau bertanya pada peserta tentang apa itu bakat kemudian banyak peserta yang mnenjawab. Beliau menyampaikan bahwa bakat adalah kemampuan bawaan seseorang, kadang-kadang tak pernah muncul apabila tidak di asah asih dan asuh, seperti emas 24 karat tak bisa terlihat bagus jika tak di asah di bentuk. Ternyata emas dalam bentuk batangan mempunyai nilai mahal namun tak pernah dipakai.

Di mulai dari sini nara sumber adalah seorang  lulusan Dokter Hewan IPB, memilih jurusan itu  beliau berkeinginan jika keluar bisa mandiri. Tidak menggantungkan orang lain. Ternyata beliau belum menemukan bakatnya. Dan banyak diri kita belum menemukan bakat kita. Sehingga kita hanya ikut-ikutan orang lain.


Kemudian nara sumber membagikan link atau meminta peserta untuk mencari temu bakat di google. Kita di suruh mengisi sehingga kita tahu bakat apa yang ada dalam diri kita. Di sana ada kekurangan dan kelebihan kita. Dari sana nara sumber memberi contoh dengan nama Aris Ahmad Jaya.

Bagaimana kita menemukan bakat diri.

Belajar dengan rumus 4 T

1.      Titi (Niteni) Melihat dari sekian bnayak cari yang paling menarik

Dari sekian banyak pelayanan dari dunia digital yang membuat anda senang atau menarik itu apa. Jangan hanya ikut-ikutan.

2.      Tiru

Contoh : Bapak Aris suka dengan sulap (sulap sederhana), beliau suka meniru hal yang disukai. Ynag menimbulan efek amazing di depan. Beliau menunjukkan ketrampilannya dalam sulap memasukkan sehelai plastik dalam jempol tangannya dan memberitahukan rahasianya.

Guru harus mempunyai ilmu sulap agar anak didik kita tertarik dengan kita. Sepintar apapun kita sebagai guru jika kita tidak menarik tentu anak didik kita tak akan bisa menerima apa yang kita sampaikan.

3.      Tambahin

Modifikasi, karena bealajar dari banyak orang maka kita bisa memodifikasi. Jangan hanya belajar dengan satu orang.

Bapak Aris menunjukkan pencarian dalam google tentang namnya. Dari sana kita temukan gambar-gamabr Bapak Aris Ahmad jaya. Itu menunjukkan bahwa kita dikenal tidak, tulis dengan konsisten dengan nama kita.

4.      Temukan

Temukan hal yang baru.

Bakat bisa kita cari kita kumpulkan kita ambil dan tiru. Kita tambah-tambahin kita modifikasi. Atau  ATM, Amati Tiru dan Modifikasi.

Kita bisa terkenal dengan pangung sendiri, misalnya di facebook. Instragram atau yang lain. Misal ingin jadi pendongeng. Kita bisa belajar, belajar saat ini tidak terbatas kita bisa belajar dari youtube.

Setelah kita titi, tiru, tambahin, temui,  lalu tuntaskan. Jika kita mau menulis maka tulis saja dan tuntaskan jangan menulis lalu mengedit sendiri namun serahkan pada editor. Maka tulisan kita akan selesai.

“Pemenang tidak melakukan sesuatu yang beda dia hanya melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda”

 

“Kuda yang memenangkan pacuan bukan bukan karena memiliki kecepatan 2 kali dari yang lainya, namun bisa jadi karena dia menjulurkan lidahnya terlebih dahulu ke finish disbanding kuda yang lain.

 

Guru motivator  tidak harus hebat tapi unik.

Beda bakat dengan Passion. Passion adalah  bakat yang  yang diperjuangkan di bayar dengan kesunguhan. Buah dari bakat yang di sungguh-sungguhkan. Bakat bukan segalanya, apa arti bakat jika tidak latihan.

Rahasia seorang motivator

Ø  Kalau anda ingin berbicara jika kita tak mampu berbicara dengan baik maka kita tampilkan film yang terbaik. Perlu mencoba mempraktekkan biarlah rang yang menilai.

 

Ø  Jadi guru motivator bagi anak didik kita adalah jadilah orang yang di terima. Kita harus jadi pribadi yang menyenangkan. Bagaimana bisa mnyenangkan, kita harus bisa memberi bukan hanya menerima. Artinya. Pribadi yang mampu memberi nilai tambah. Latihan-latihan Latihan untuk bisa menyenangkan.

 

Ø  Jika ada yang tak suka dengan kita. Maka apa yang harus kita lakukan? Tidak seorangpun bisa berubah kalau kita mengharapkan dia yang berubah namun kita berikan yang terbaik doakan dia .kita hidup bukan untuk dia tapi untuk kemaslakhatan. Semakin kita bahagia semakin dia susah. Karena rumusnya “lo omongin gue, gue bodo amat” asal kita lakukan hal baik tak melangar aturan maka tetap lakukan.

Kesimpulan

1.      Jika ingin dikenang kita harus bisa memberi bukan hanya menerima. Memberi tidak harus dengan uang. Kita bisa memberi apa yang kita punya untuk bisa menyenangkan hati orang lain.

Ketika kita bekerja karena ingin membahagiakan orang lain, kita tetap tak akan pernah bisa membuat mereka bahagia. Karena versi bahagia tiap orang berbeda, cara merespon pun juga berbeda. Jangan memaksa orang lain suka dengan kita. Tugas kita hanya lakukan yang terbaik dan serahkan semua pada Allah Tuhan yang maha kuasa.

2.      Tetap lakukan yang terbaik. Kebaikan yang kita lakukan akan menjadi sejarah dalam hidup kita.

3.      Cintailah apa yang kita kerjakan, kerjakan apa yang kita cintai maka tunggullah keajaiban yang terjadi.

Luar biasa materi hari ketiga ini. Begitu banyak hal yang menarik dan sangat bermanfaat untuk para peserta. Terimakasih Pak Aris, semoga apa yang Bapak berikan menjadi amal jariyah dan  semoga kita dapat mengambil ilmu dan mempraktekkan dalam kehidupan kita sebagai guru.

Salam sehat, salam literasi,  tetap semangat dan terus berikan yang terbaik apa yang bisa kita lakukan.

#GMLD

Gunungkidul, 7 November 2021

Jumat, 05 November 2021

Yuk Kelola Jejak Digital dengan Baik

 

Yuk Kelola Jejak Digital dengan Baik


Pertemuan ke 2 Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital Rabu, 3 November 2021 ini akan dilakukan melalui WA grup akan mendapatkan materi dari narasumber hebat Bapak Dedi Dwitagama. Beliau adalah guru Matematika di SMKN 50 JAKARTA TIMUR, selain itu beliau adalah Guru Motivator, pembicara ke berbagai kegiatan seminar dari sabang sampai merauke.


Sesuai permintaan Nara sumber grup  akan tetap dibuka untuk lamgsung berinteraksi dengan para peserta. Kegiatan di buka dengan berdoa membaca basmalah

Sebelum memulai kegiatan Pak Dedi meminta peserta ada yang menjadi relawan untuk menjawab pertanyaan apakah peserta sekolah dari Tk sampai perguruan tinggi bisa menceritakan adakah guru atau dosen yang di kenang dan kenapa mengenangnya sebagai orang yang luar biasa .

Dari peserta GMLD ada yang berkenan menjawab yaitu ibu Eka  yang menceritakan guru Matematika SMP yang bernama bapak Sabar. Beliau sosok guru asik yang menyenangkan.

Kemudian ada peserta lagi yang menceritakan dosennya. Beliau seorang dosen yang multitalenta, setiap materi yang disampaikan dapat diterima oleh semua mahasiswa dengan paham, antusias. Gayanya energik, membuat kami belajar semangat tanpa ngantuk. Masih banyak peserta yang menjawab dan menceritakan guu-guru mereka dengan sesuatu yang membuat mereka berkesan.

Dari sekian peserta yang menjawab Pak Dedi meminta untuk mencari nama guru dan dosen yang mereka kagumi. Apakah ada foto yang tertera dalam pencarian di mesin google atau tidak.


Nama guru favorit anda sejak mulai dari seorang profesor dan nama guru SMA, SMP, SD tapi kenapa ketika di kopling foto mereka tidak ada. Nama mereka tidak ada di internet padahal mereka adalah orang-orang hebat. Tenyata tidak banyak jejak digital mereka bahkan ada yang tidak ada sama sekali di internet. Ini membuktikan bahwa guru atau dosen tersebut tidak mengelola dengan baik jejak digitalnya.

 Lalu bagaimana dengan anda ngajar di SD, SMP atau dosen perguruan tinggi kalau anda tidak serius mengelola jejak digital anda sendiri, Maka nama profesor guru-guru yang sudah kita browsing itu akan hilang ditelan waktu digantikan oleh guru baru yang kemudian hilang lagi karena semua tidak serius mengelola jejak digital dengan baik. Ketika seseorang mencari sesuatu sekarang ini ada mesin andalan oleh orang di seluruh dunia Google mesin pencari, seberapa hebat anda mohon maaf anda belum terhubung atau belum terlacak oleh Google.

Walau anda di sekolah di sukai oleh ratusan atau ribuan murid ketika anda bertanya atau memperhatikan di sekolah anda yang ketika lulus 3 tahun yang lalu. Apa yang terjadi? Mereka lupa hampir semua nama guru, itupun tadak sampai 5 tahun atau  yang tidak terlacak.

Jika alasanya jaman dulu belum ada internet  dan sebagainya anda berargumen yang salah. Coba cari Ki Hajar Dewantoro, Cut Nyadien, Laskar Pelangi, Manuel Kasiepo, dan sebagainya yang mungkin hidup di era internet belum ada. cari juga Sidarta Gautama, Dalai Lama, Mother Theresa, Nabi Muhammad, dan sebagainya yang berasal dari era internet belum ditemukan.

Apakah mereka mengelola jejak digitalnya sendiri ? ... tidak, bahkan mereka tak tahu apa itu internet, apa itu digital. Legendanya diarsipkan oleh orang lain, kita pun bisa seperti itu.

Maka di sini ada dua cara untuk merekam jejak digital dengan baik, pertama dilakukan sediri dan kedua dilakukan oleh orang lain karena pengaruhnya yang sangat besar terhadap perkembangan kehidupan. Mereka meninggalkan jejaknya dengan karya. Terus karya apa yang mudah dan cepat untk melejitkan nama kita.

Setiap manusia bersifat unik. Jika keunikan itu direkam dalam dunia digital, bukan tidak mungkin jejak tersebut akan mengantarkan kita kepada nasib baik sebagai orang yang unggul, selanjutnya melejit. Tapi bagaimana itu akan melejit jika kita tidak membuat jejak digital. Jadi peersoalanya bukan karyanya tapi perbuatan melejitkan keunikan diri anda yang mungkin kita anggap biasa-biasa saja tetapi ketika itu kita Kelola dengan baik maka itu akan menjadi sesuatu yang melejitkan nama kita dan dalam jangka waktu yang sangat lama. Caranya  kita bisa meninggalkan konten di instragram, di blog  di website di facebook di youtube atau apa saja media digital lainya.

Jejak digital itu berupa apa saja bisa berupa karya  lukis, tulisan, foto  bisa saja foto kemeja atau cerita keluarga anda kebun anda, seragam anda atau apa saja kegiatan yang kita lakukan. Karena saat ini dunia tidak terbatas.  Ceritakan dengan bahasa yang baik dan bisa di ambil kebaikan di dalamnya agar orang lain bisa mengambil kebaikan di dalamnya dan kemudian mendokumentasikan kebaikan itu dan tertertancap menjadi jejak digital. Tetapi jika kita tidak mendokumentasikan kebaikan kita jejak  digital yang kita bikin sendiri. Bagaimana kita mau di kenal. Kita tulis semau kita karena itu blog-blog kita, facebook kita atau pun twiter dan intragram kita. Tulis agar bisa menginspirasi orang lain. Kabarkan apapun kegiatan yang kita lakukan untuk memberitahukan kepada dunia, apa yang kita lakukan. Karena saat ada orang yang mengabarkan keburukan tentang kita maka yang di temukan adalah jejak digital keburukan kita.  

Bukan persoalannya ketersediaan jaringan alat bukan, walaupun di daerah kita  digital belum di anggap penting tapi sekarang pekerjaan apa yang tidak menggunakan digital ? kuncinya adalah pada niat memanfaatkan digital itu untuk kepentingan pekerjaan, memudahkan pekerjaan, meningkatkan kwalitas pekerjaan dan menebarkan kebaikan . Setelah itu digital menjadi suatu hal yang sulit kalau kesadaran itu semua sudah muncul pada diri seseorang.

Seberapa pun sederhananya kita, kalau kita meninggalkan jejak konten positif atau kebaikan di media digital maka akan ada sesuatu yang dikenang dari kita. Selain itu, Ketika kita sudah tiada, kebaikan yang kita tinggalkan akan mengalir terus sebagai amal jariah. Oleh karena itu, tiada alasan lagi untuk kita bisa tinggalkan jejak  digital dan  kelola jejak digital kita dengan baik.

Salam sehat, tetap semangat dan teruslah tinggalkan jejak digital kebaikan kita. Salam literasi.

 

#GMLD

Gunungkidul, 6 November 2021

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...