Cari Blog Ini

Rabu, 27 Oktober 2021

Ku Raih Mimpi Melalui Blog

 Ku Raih Mimpi Melalui Blog


Dari gruup WA aku jumpai twitboon tentang  selamat hari blogger. Waah ternyata ada hari blogger. Satu tahun aku mengenal blog rasanya terasa bahagia bisa mengikuti event hari blogger ini. Tahun 2020 membawaku mengenal blog dan berusaha untuk bisa menulis di blok. Pada awalnya bingung mau nulis apa. Beruntung aku bisa gabung di grup menulis gelombang 8 dari PGRI yang di prakarsai Om Jay.

Dari sana peserta di wajibkan untuk membuat blog. Om Jay yang saat itu begitu sabar mendampingi peserta bagaimana cara membuat blog.Tak lupa juga untuk Pak Brian yang selalu membantu aku dalam mengatasi segala kesulitan dalam membuat blog. Terimakasih untuk beliau semoga menjadi amal jariyah. Jadwal kegiatan belajar menulis diadakan setiap hari selama 30 kali pertemuan. Materi yang di buat resume dan di tulis di blog serta di kirim ke email Om Jay. Naah dari sana blog setiap hari terisi tulisan resume kegiatan menulis. Pada event-event tertentu kadang Om Jay mengirimkan gambar untuk bisa di ceritakan dan di buat tulisan.

Kali pertama saat menulis tantangan tentang uang satu lembar uang 100 ribuan, aku mendapatkan hadiah dari Om Jay berupa pulsa senilai 100 ribu. Bahagia begitu aku rasakan. Aku pun semakin hari semakin semangat untuk menulis, walau mungkin tulisanku hanya berupa curhatan atau impian. Aku tak peduli yang penting aku menulis setiap hari.

Benar apa yang Om Jay sampaikan menulislah setiap hari dan buktikan apa  yang terjadi. Menulis blog setiap hari dan dari komen beberapa sahabat mayaku aku bisa kalahkan tantangan satu persatu dan akhirnya dari blog lahirlah buku 32 antologi dan juga 2 buku solo. Hal yang dulu anggap itu semua tak mungkin namun karena keinginan yang kuat dan niat untuk bisa berbagi maka hal yang tak mungkin itu bisa jadi nyata.

Setelah pelatihan selesai tentu aku masuk ke komunitas lagerunal dari sini saya bisa selalu belajar untuk memperbaiki  tulisanku. Berharap kedepan melalui blog aku bisa menulis sesuatu yang lebih bermanfaat untuk orang lain terutama dalam hal ini menyangkut tentang tugasku sebagi guru PAI. Aku ingin kedepan blog yang aku buat berisi konten-konten materi PAI yang saya ajarkan.

Hari rabu malam di grup lagerunal aku mendapatkan link untuk bisa merayakan hari blogger ini. Dalam pertemuan ini saya bisa tau beberapa wajah-wajah sahabat lagerunal. Walau tak semuanya bisa gabung namun aku merasakan senang  dari percakapan para master hebat-hebat seperti Pak Brian, Mas Mo, Pak Rizky, Pak Padil, Pak Indra, Bu Pipit dan tentu Pak D yang sangat di tunggu-tunggu kehadirannya. Alhamdulilah aku mendapatkan energi positif untuk semangat ngeblog dan bahkan bermimpi untuk bisa membuat grup guru Blogger Gunungkidul. Seperti yang sudah di rintis oleh sahabat-sahabat lagerunal seperti komunitas guru blogger Lebak.

 

Terimakasih sahabat mayaku, selamat hari blogger, salam literasi teruslah menulis dan berbagi, menginspirasi melalui blog. Menulislah dan buktikan apa yang akan terjadi.


Gunugkidul, 28 Oktober 2021

Senin, 25 Oktober 2021

Semangat Juang

Semangat juang yang kau gelorakan
Untuk Negeri tercinta Nusantara
Mari saling menguatkan
Pemuda tetaplah bersatu membangun Negeri
Amankan negara dari serangan bertopeng belang
Hilangkan rasa keegoisan

Padamu para pemuda
Enyahkanlah kemalasan yang melanda
Melalui pendidikan cerdaskan kehidupan
Untuk generasi mendatang
Dengan berbagai kekuatan
Ayo majulah, bangkitlah para pemuda Indonesia

Gunungkidul, 25 Oktober 2021

Selasa, 19 Oktober 2021

Berlatih dengan Gigih

 

Berlatih dengan Gigih



“Ayo, Aril. Segera siap-siap kita akan berangkat,” ajak Bayu.

“Siap, Ndan. Sambil berlari Aril mengambil tas dan peralatan sekolahnya yang sedari tadi sudah disiapkan.

Aril dan Bayu segera berangkat untuk berlatih persiapan mengikuti ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer). Di jalan mereka jumpai Dory sedang bermain sepeda. Bayu mengajak Dory juga , namun bayu tak mengindahkan ajakan Bayu.

Adanya pandemi hampir dua tahun ini, menyebabkan pembelajaran tatap muka di sekolah di tiadakan. Bersyukur beberapa waktu terakhir pemerintah sudah mengizinkan untuk tatap muka walau terbatas. Saat pembelajaran normal biasanya di sekolah mereka  pelajaran tambahan TIK( Teknologi Informasi dan Komunikasi) sudah di berikan sejak kelas 4.

Sejak ada pengumuman untuk pelaksanaan ANBK bagi kelas lima, maka Pak Arif sebagai wali kelas lima dan dibantu Ibu Susi sebagai operator  sekolah mengajak para siswa untuk berlatiih mengoperasikan komputer. Siswa kelas lima ada 30 siswa. Mereka di bagi menjadi 5 kelompok. Tiap kelompok datang ke sekolah sebanyak 6 siswa. Kegiatan berlangsung tidak lama namun sangat membantu para siswa.

Beberapa siswa telah mampu membuka dan menutup komputer, namun untuk mengetik mereka belum terbiasa. Beberapa siswa yang orang tuanya telah memiliki komputer, saat berlatih di sekolah tinggal memberikan sedikit pelatihan saja. Sebut saja Dory, dia anak yang lumayan cerdas dan juga sudah terbiasa membuka laptop milik ayahnya di rumah merasa tak perlu lagi ikut pelatihan. Dory hanya datang sekali saja saat kegiatan pelatihan di sekolah diadakan.

Begitu juga sore itu Pak Arif tidak menjumpai Dory datang ke sekolah. Pak Arif tahu Dory sudah bisa mengoperasikan komputer saat pertama kali kegiatan ini diadakan, namun Pak Arif tetap meminta Dory untuk ikut berlatih terus. Ternyata himbauan dari Pak Arif tak dihiraukan.

“Sudah siap untuk berlatih anak-anakku? tanya Pak Arif.

“Siap, Pak. Kelima siswa menjawab dengan kompak dan begitu bersemangat.

“Jadwal hari ini hanya satu siswa yang tak masuk ya? lanjut Pak Arif.

“Iya, Pak. Tadi saya lihat Dory malah main sepeda, saya ajak namun katanya tidak mau berangkat, jelas Bayu

“Tidak apa-apa. Kita mulai saja untuk latihanya ya, silahkan kalian buka laptop yang ada di depan kalian.”! Perintah Pak Arif.

Ariel, Bayu dan juga ketiga temannya segera lakukan apa yang di perintahkan Pak Arif, Bu Susi juga mendampingi dan mengecek bagaimana siswa membuka dan login ke akun masing-masing serta mengisi data mereka.

Hari keempat mereka berlatih dan hasilnya pun sudah terlihat para siswa yang rajin datang ke sekolah dan gigih berlatih mereka tak mengalami kesulitan, hanya di awal-awal saja mereka mengalami kesulitan.

Hari yang di nanti sudah tiba bulan oktober ini ada simulasi ANBK. Segala persiapan di lakukan pihak sekolah untuk kelancaran pelaksanaan ANBK tersebut.  Orang tua siswa di rumah pun juga sudah mempersiapkan dengan mengingatkan dan memberi dukungan pada siswa dengan baik. Para siswa juga sudah mengikuti pelatihan cara mengoperasikan komputer juga cara mengerjakan soal  ANBK.

Walau persiapan sudah dilakukan namun ada juga siswa yang merasa kurang percaya diri dalam mengerjakan soal. Tentu Pak Arif dengan sabar memberikan bimbingan agar siswa tetap tenang dan mengerjakan dengan hati-hati. Saat para siswa baru mengerjakan beberapa soal tiba-tiba server eror, kepanikan pun terjadi begitu juga dengan Dory yang sudah merasa bisa namun ternyata dia juga panik.

Bu Susi sebagai proktor meminta siswa untuk tenang. Setelah di tunggu beberapa waktu baru bisa melanjutkan mengerjakan soal ANBK. Simulasi di hari pertama membuat Ariel, Bayu, dan juga siswa lainya terutama Dory untuk semangat lagi dalam berlatih dan belajar.

“Simulasi hari ini selesai, Bapak harap kalian lebih bersemangat lagi. Jika nanti  terjadi server eror saat mengerjakan, kalian harus tetap tenang, jangan panik. Besok masih ada latihan lagi Bapak harap semua siswa bisa mengikuti. Semoga kegigihan kalian dalam memepersiapkan semuanya dapat memeberikan hasil yang maksimal,” pesan Pak Arif.

“Baik, Pak. Terimakasih” Semua siswa menjawab dengan kompak. Mereka pun keluar ruangan dengan tertip dan rapi.

 

#30daysreadingastorywithyourkids

#onedayonestory

Gunungkidul, 20 Oktober 2021

Muhamamd Teladanku

 

Muhammad Teladanku



 

Mulia akhlakmu sejukkan jiwa yang pekat

Uswatun hasanah bagi umat

Haturkan doa dan salawat

Agar hati damai dapatkan safaat

Mulia akhlakmu musuh kan luluh

Masuk agama yang kau bawa

Agung cintamu menyayangi sesama

Damai senantiasa untuk alam raya

Salam sejahtera untuk semua

Ajaranmu kan selalu kami jaga

Wahai teladan yang tak pernah padam


Gunungkidul, 20 Oktober 2021

 

Gunungkidul, 12 Rabiul Awal

Minggu, 17 Oktober 2021

Rindu

Rindu


 

Deru waktu terus memburu

Hati terkoyak mengharu biru

Harap segera berganti hari baru.

 

Rindu ini begitu menyiksa

Denyut hati kian terasa

Perih pilu menjerat beraksa

Hanyut tenggelam tanpa tersisa.

 

Tiap detik waktu ingin selalu bersama

Melangkah dengan sejuta asa penuh atma

Tak peduli kunbungan cela mendekap sukma

Dasar hati terpatri sebuah nama

kita dalam balutan rindu yang sama.

 

Rindu jangan sabit aku dengan pedang

Jangan pula diriku kau tendang

Hati terkoyak kian meradang

Obati aku dengan irama berdendang

Balut pilu rinduku dengan dendang

Agar hati rasakan senang.

 

 

Kau dan aku saling mengisi

Walau jarak membatasi

 Tegur sapa lewat maya menghiasi

Lagu dan puisi sebagai solusi

Semua  bukan sekedar ilusi.

 

Kau yakinkan hati

Dengan mekar yang perlahan tapi pasti

Hingga terlihat betapa indahmu begitu berarti

Di saat senyummu sejukkan hati.

 

Doa terucap kuatkan hati

Berharap musim segera berganti

Satukan dua sejoli yang sehati.

 

Gunungkidul, 17 Oktober 2021 

Kamis, 14 Oktober 2021

HANCA

HANCA

 



Hiruk pikuk kehidupan

Antara harap dan kenyataan

Namun kadang tak sejalan

Cambuk semangat harus diterapkan

Agar senantiasa tetap bertahan

 

Hilangkan keraguan yang melanda

Akan hari esok yang gemilang

Nikmati prosesnya

Cacian dan hinaan tak usah di hiraukan

Anggap saja sebagai ujian

 

Hadirkan Tuhan setiap detik perjalanan

Agar senantiasa hati damai dan nyaman

Niatkan semua untuk ibadah pada  Tuhan

Cinta dan kasih sayang-Nya tak terbilang

Akan selalu hadir pada kita yang selalu berjuang



 

#KamisMenulis

#SahabatLagerunal

Gunungkidul, 14 Oktober 2021

Sabtu, 09 Oktober 2021

Mentari Bersinar Lagi

Namaku Syifa, aku tinggal bersama Ibu dan adikku satu-satunya Abidzar namanya. Kehidupan kami berubah setelah kepergian Ayahku atas kecelakaan waktu itu. Masih teringat jelas di mataku bagaimana kejadian itu menimpa keluarga kecilku. Ibuku sangat kehilangan begitu pula denganku adikku belum merasakan hal itu karena dia masih berumur 10 bulan.
Masa-masa kelam kami lalui, beruntung saudara-saudara dari Ibuku selalu datang ke rumah dan menghibur kami. Aku yang masih kelas 4 SD belum bisa  bagaimana menghibur Ibuku. Tiap kali kulihat Ibu sendiri, dia termenung dan akhirnya meneteskan air mata. Aku begitu sedih. Sedangkan aku sendiri juga sangat rindu dengan Ayah. 
Ibu lebih banyak diam, aku bukan hanya kehilangan Ayah namun aku juga merasa kehilangan sosok Ibuku yang penyayang, perhatian dan ceria. Tak lagi kudapatkan semua itu dari Ibuku. Aku selalu dihibur dan dinasehati Budeku, sedikit banyak aku bisa merasa nyaman. 

Hari-hari berlalu hingga sudah satu tahun kepergian Ayahku. Berkat dukungan keluarga Ibuku akhirnya  bisa berubah dan bangkit lagi. Untuk mencukupi kebutuhan keluargaku sekarang Ibulah satu-satunya yang bekerja. Atas bantuan Budeku Ibu buka usaha baru.
Aku bersyukur kini Ibuku mulai perhatian pada kami, walau di saat-saat tertentu Ibu suka marah dan bicara dengan nada tinggi. Saat Ibu seperti itu aku hanya diam menahan rasa tak nyamanku. Aku selalu berdoa agar Ibuku di beri kesabaran.
"Syifa, Syifa... Kemari, coba lihat ! " Teriak Ibuku.
Aku pun sedikit berlari dan menemui Ibukku.
"Iya, Bu. Ada yang bisa aku bantu? sahutku.
"Kamu, gimana sih, udah tahu Ibu repot, harusnya kau sudah angkat jemuran itu, bukan malah di biarkan jatuh kena angin seperti itu, cuba tu lihat! Seru Ibuku.
"Maaf, Bu. Tadi Syifa baru jagain Adek, belum sempat angkat jemurannya," ucapku.
"Sudahlah jangan banyak alasan." Ibu berlalu pergi. 

Segera aku angkat jemuran. Sejak kepergian Ayahku Ibu memberiku tugas untuk membantunya. Tugasku mengangkat jfmuran, mrnyapu dan mencuci piring. Setiap hari itu yang harus aku kerjakan. Jika tidak Ibuku akan marah dan selalu mengatakan, "sekarang Ayah sudah tidak ada kamu yang harus bantu Ibu". 
Suatu hari di tanggal 11 Juli aku lihat Ibuku tak keluar kamar, dia menyendiri dan tidak melakukan aktifitas seperti biasa. Sempat aku merasa lapar tapi ibu tak membuatkan makanan untuk aku dan adikku. Beruntung Budeku datang dan membawakan makanan untuk kami. Yaa, hari itu hari ulang tahun Ibuku. Jelas Ibu sedih, dulu saat masih ada Ayah, Ibu selalu di beri kado dan di ajak Ayah jalan-jalan walau hanya di taman kota untuk sekedar beli bakso bakar yang penting keluar rumah dan makan bersama.

Dua tahun sudah kepergian Ayah, selama setahun setiap hari aku mengumpulkan uang jajanku. Aku ingin di hari ulang tahun ibuku berikutnya tak ingin melihatnya bersedih. Aku berpikir untuk tahun ini harus bisa buat ibuku tersenyum bahagia seperti saat bersama Ayah. Aku akan memberikan sesuatu di hari ulang tahunya.

Selama satu tahun tanpa sepengetahuan Ibuku, aku mengumpulkan uang jajanku. Dengan bantuan Budeku aku membeli sebuah cincin. Walau kecil namun aku senang bisa membelunya dengan uangku sendiri.
"Bu, selamat pagi, selamat ulang tahun ya," sapaku saat Ibu keluar dari kamarnya. 
"Syifaaaa," Ibu sangat kaget dengan apa yang aku lakukan. Aku yang sebelumnya bangun setelah di bangunkan Ibuku, namun hari itu aku bisa bangun sendiri dan sudah rapi di depan kamar Ibuku. 
Aku tersenyum dan memeluk Ibuku.
"Ibu terimalah ini hadiah dari Syifa, Ibu jangan bersedih lagi, Aku sayang Ibu," bisikku. Sambil aku sodorkan kotak kecil yang aku bungkus dengar kertas warna ungu muda kesukaan Ibuku.
"Apa-apaan ini Syifa, kau dapat uang dari mana, Nak? Tanya Ibuku.
"Maafin Syifa, Bu. Syifa mengumpulkan uang jajan dan minta bantuan Bude untuk membelinya," jawabku.
Kulihat Ibu menangis dan kembali memelukku. Adek yang saat itu tidur terbangun dan berlari memanggil dan memeluk Ibu. Segera kami berpelukan bertiga. 

"Maafkan Ibu, Nak. Selama ini buat kalian sedih. Ibu sangat kehilangan Ayah kalian, Ibu egois hingga Ibu sering marah-marah pada kalian." Sambil terisak Ibu mengucapkan maaf itu.
Aku tak bisa menahan gejolak ini. Aku pun larut dalam tangis dan pelukan hangat Ibuku.
"Ibu tak perlu minta maaf, Bu. Syifa tau Ibu sangat sedih di tinggal Ayah, aku juga, Bu. Aku ingin Ibu tak sedih lagi ya, biarkan Ayah tenang di sana." 

Keadaan yang buatku sekarang bisa lebih dewasa dari pada anak-anak seusiaku. Aku terlihat pendiam namun dari sana aku justru bisa banyak berfikir. 
Pelan-pelan Ibu membuka kotak kecil Itu. Senyum Ibu kulihat begitu indah. Kembali Ibu memelukku.
"Syifa, sekali lagi terimakasih, Nak. Kau rela tidak jajan selama ini hanya untuk membeli kado untuk Ibu," kata Ibuku.
"Sama-sama Ibu, semoga Ibu suka," ucapku
"Tentu Nak, Ibu sangat suka, Syifa andai Ayah masih ada tentu ia sangat bangga terhadapmu. Jadilah anak yang solih ya ,Nak. Belajarlah yang rajin. Kamu harapan Ibu untuk bisa bantu dan jagain Adekmu." Nasehat Ibuku.
" Iya, Ibu.Syifa akan berusaha.
Pagi itu seperti kulihat mentari bersinar begitu indah, ya mentari itu Ibuku. Sinar dan kehangatanya selalu aku harapkan setiap waktu. 

#AiseiChallengeOktoberWeek1
#cerpenanak
#relaberkurban
Gunungkidul, 10 Oktober 2021




Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...