Cari Blog Ini

Minggu, 06 Maret 2022

Mama Kerja Bukan karena Tak Sayang

"Nizar ... Nizar, tunggu! pelan-pelan apa jalanya!" seru Arkan.
"Buruan Arkan, jangan sampai kita terlambat lagi mengikuti TPA sore ini," ajak Nizar. 
Nizar dan Arkan bergegas menuju mushola di ujung jalan di Dusunnya. Sebentar lagi bulan puasa datang dan TPA di lingkungan tempat tinggal Arkan dan Nizar di hidupkan kembali. Sebelum ini TPA dilaksanakan seminggu 2 kali di rumah Bu Nur. Beliau adalah guru Tk yang setahun yang lalu purna tugas. Untuk mengisi kegiatan di rumahnya Ibu Nur membuka TPA. Awalnya hanya beberapa orang namun sekarang sudah lebih banyak lagi.

Sekitar 5 menit Arkan dan Nizar sudah sampai di Mushola. Mereka segera bergabung dengan teman-temannya. Semangat belajar mengaji mereka sangat luar biasa. Guru pembimbing TPA yang sangat penyabar dan penuh kasih membuat anak-anak makin semangat. Kak Naning namanya, dia di bantu beberapa rekan teman seangkatannya. Satu-satu anak-anak di bimbing dengan sabar. 

Satu jam berlalu semua anak-anak yang datang sudah di simak semua. Kak Naning mengajak semua anak-anak untuk berdoa namun sebelum berdoa biasanya Kak Naning memberikan sedikit pesan. Kadang pesan itu berbentuk cerita kadang juga hanya sebatas obrolan ringan. Anak-anak sangat antusias mendengarkanya.

Sore itu Kak Naning bercerita tentang kasih sayang orang tua kepada anaknya. Betapa besar kasih sayang yang orang tua berikan pada kita. Tak lupa Kak Naning juga berikan kesempatan pada anak-anak untuk bertanya. 
"Bagamana adek-adek, kalian paham kan dengan yang Kakak sampaikan?" tanya Kak Naning.
"Kak apakah semua orang tua sayang pada anaknya? " tiba-tiba suara Arkan terdengar memecah keheningan dan kekhusukan anak-anak TPA.
"Tentu Arkan, semua orang tua sayang pada kita anak-anaknya," jawab Kak Naning datar. 
"Tapi kenapa Mama menitipkan Arkan pada Nenek, Arkan tak pernah di manja-manja sama Mama karena Mama kerja terus dan tak pulang bahkan saat malam hari Arkan pingin di ceritakan Cerpen, Mama ga bisa," protes Arkan.
"Arkan, Mama kan kerja cari uang sayang, kalau Mama Ga kerja siapa yang kasih uang untuk jajan Arkan,"jelas Kak Naning.
"Arkan ingin seperti teman-teman Kak, setiap hari bisa bermain, bercerita bahkan bisa di ajak jalan-jalan sama Ayah dan Mamanya," dengan sedikit menunduk Arkan terlihat sedih. 
Kak Naning  mendekati Arkan dan membelainya dengan penuh kasih sayang.
"Arkan yang manis, Arkan kan anak pinter dan solih. Arkan harus tau Mama bekerja itu juga karena sayang sama Arkan, Mama kerja untuk Arkan untuk masa depan Arkan, Arkan yang sabar ya!" pinta Kak Naning. 
Arkan terlihat nyaman dengan belaian Kak Naning. Kak Naning bukan hanya cantik namun sangat lembut. Hingga anak-anak yang belajar mengaji bersamanya merasa sangat dekat.
"Iya Kak, Arkan mengerti. Mama sangat sayang sama Arkan. Mama cari uang untuk Arkan juga," jawab Arkan mengerti. 
Kak Naning pun berpesan  agar  sebagai anak kita harus hormat pada kedua orang tua terutama Mama. Apapun keadanya mereka sudah berjuang untuk hidup kita. Perjuangan mereka tak bisa kita balas. Apapun yang mereka lakukan kepada kita adalah yang terbaik.

Doa penutup majlis di baca, satu-satu anak-anak berpamitan, namun Arkan sepertinya enggan untuk pulang ia merasa menemukan d sosok Mama pada diri Kak Naning ketimbang Nenek yang ada di rumah. Maklum Nenek sangat sibuk dengan pekerjaanya. Nenek Arkan membuka usaha dengan berjualan nasi rames dan juga makanan-makanan siap saji. Dengan kesibukanya itu Arkan jarang sekali bisa mengajak Arkan bermain dan membacakan cerpen. Namun demikian Nenek Arkan sebenarnya juga sayang sama Arkan cucu satu-satunya. 

Pelan-pelan Kak Naning menasehati agar Arkan segera pulang. Kak Naning meminta Nizar untuk mengajak Arkan pulang. Kebetulan rumah Nizar berdekatan dengan rumah Arkan. Akhirnya keduanya pun pulang dengan senyum mengembang di sudut bibir mereka.
Di sepanjang perjalanan pulang, Arkan sangat riang dia tak lagi sedih, bahkan sesampainya di rumah ia akan minta maaf pada neneknya dan mau minta ijin untuk bisa melakukan panggilan video Mamanya yang bekerja di luar kota. 
 
#cerpenanakweek1
#aiseichallengemaret
Gunungkidul,5 Maret 2022




Jumat, 04 Maret 2022

Baru di Siaga

 

Baru di Siaga


Jum’at, 4 Maret 2022, Kasi Pais Kemenag Kabupaten Gunungkidul mengadakan Zoom Meeting untuk segenap guru SMK,SMA,SMP,SD dan Paud. Zoom meeting di bagi menjadi beberapa sesi. Mengingat banyaknya pertanyaan mengenai updating SIAGA bagi guru Pendidikan Agama Islam yang telah memiliki sertifikasi pendidik maka  sosialisasi secara virtual melalui zoom meeting pun dilaksanakan dengan beberapa sesi. Pelaksanaan sesi pertama dimulai pukul 08.00 sd 08.50 wib di lanjutkan sesi kedua pukul 09.00 sd 09.50 wib sesi ketiga mulaipukul 10.00 sd 10.50 dilanjutkan sesi terakhir yaitu pukul 13.30 sd 14.30 wib.Pelaksanaan sesi pertama dimulai pukul 08.00 sd 08.50 wib di lanjutkan sesi kedua pukul 09.00 sd 09.50 wib sesi ketiga mulaipukul 10.00 sd 10.50 dilanjutkan sesi terakhir yaitu pukul 13.30 sd 14.30 wib.

Dalam kegiatan tersebut Bapak Sutadi selaku operator kabupaten menjelaskan bagaimana cara mengupdate data khususnya menu absensi. Berikut tutorial unggah absen online di SIAGA;

1.      Masuk ke Siaga Pendis

2.      Pilih Absensi

3.      Klik  tanda + / tambah

4.      Pilih Sekolah

5.      Pilih Bulan

6.      Simpan

7.      Kemudian  Input Absen (sesuaikan)

8.      Klik Masukkan jam masuk dan Jam pulang.

9.      Simpan

Dalam menu PAK dan Tukin hanya di isi oleh GPAI yang ber Nip Kemenag. Untuk Absensi di isi satu persatu dari guru dan harus setiap hari dientrikan. Pada bulan Januari dan Februari  masih bisa di rapel, namun tidak menutup kemungkinan untuk bulan berikutnya presensi Kemenag di Siaga harus di entri setiap hari. Bagi guru yang berNip Dinas menyesuaikan yaitu tetap presensi pada DHGTK.


Dalam pengisian Absensi ini harus diperhatikan tanggal merah. Jika salah menginput  maka kita akan mengulang dengan menghapusnya. Jam masuk disesuaikan yaitu menggunakan AM untuk Pukul 12 malam -12 siang. Sedangkan PM untuk pukul 12 siang-12 malam. Kepada GPAI untuk bisa sesuaikan jam pulang sesuai institusi masing-masing. Setelah entri lalu klik simpan kemudian Kembali ke pengaturan/ daftar absensi di douwload/ unduh. Tambahkan tanggal hari terakhir masuk. Setelah di mintakan tanda tangan Kepala Sekolah serta cap sekolah, kemudian discan dan di unggah.

Jika belum berhasil unggah karena ukuran besar maka kita perlu kompres pdf. Aplikasi yang bisa digunakan yaitu dengan 1lovepdf. Dengan pilih kompres pdf masukkan file kemudian pilih rekomendet compres lalu kompres. Atau juga bisa menggunakan aplikasi Pdf Go pilih kompres kuat. Setelah file pdf sudah di compres maka baru di unggah.

Selanjutnya untuk setiap bulannya  agar mengaplaud presensi. Unggah sebelum tanggal 5 di setiap bulannya. Demikian info dari Siaga Pendis semoga hal sederhana yang saya tulis dapat bermanfaat. Terimakasih, salam sehat salam literasi tetap semangat teruslah berbagi, berbagi itu indah berbagi tak kan pernah rugi.

Gunungkidul, 5 Maret 2022

Kamis, 03 Maret 2022

Terwujudnya Insan Beriman dan Bertaqwa, Cerdas, Terampil, Berbudaya dan Beradap”

 

Terwujudnya Insan Beriman dan Bertaqwa, Cerdas, Terampil, Berbudaya dan Beradap”


Tiga belas tahun sudah saya mengabdikan diri di SD N Karanganyar, Gedangsari Gunungkidul. Di SD ini saya banyak mendapatkan hal baru yang dapat saya gunakan untuk meningkatkan kualitas diri dalam hal belajar mengajar. Dari tahun ke tahun alhamdulilah banyak pencapain yang di raih sekolah ini. Empat SD yang terdapat di Gugus II Ngalang, SD Karanganyarlah yang memiliki siswa terbanyak. Artinya masyarakat percaya di SD ini mereka memiliki harapan terbaik untuk putra putri mereka menjadi seperti yang mereka harapkan.

Dalam memasukkan anak ke suatu sekolah tentu yang di lihat pertama adalah  Visi dan Misi sekolah.  Dari Visi dan Misi inilah orang tua dapat mengetahui capaian yang akan di peroleh oleh putra putri mereka. Di antara Visi Sekolah SD Karanganyar adalah “Terwujudnya insan beriman dan bertaqwa, cerdas, terampil, berbudaya dan beradap”

Berikut penjabaran dari visi SD N Karanganyar :

1.      TERWUJUDNYA INSAN BERIMAN DAN BERTAQWA

ü  Tertib menjalankan ibadah sesuai agamanya

ü  Unggul dalam aktifitas keagamaan

ü  Memiliki keyakinan teguh dan mengamalkan ajaran agama dengan benar

ü  Jujur,disiplin dan bertanggung jawab


  Kegiatan beribadah sesuai dengan keyakinan

2.      CERDAS

ü  Nilai Akademis baik

ü  Meningkatnya lulusan yang melanjutkan ke sekolah favorit/unggulan.

ü  Mampu berfikir aktif kreatif dalam pemecahan masalah

3.      TERAMPIL

ü  Memiliki keterampilan life skil

ü  Terampil membantu orang tua dalam kegiatan keluarga

ü  Terampil dalam bidang seni dan budaya


                   Kegiatan ektrakulikuler TI

4.      BERPRESTASI

ü  Menjuarai berbagai lomba di bidang akademis

ü  Menjuarai berbagai lomba di bidang non akademis

    Juara Satu O2SN Tingkat   Kabupaten

5.      BERKEPRIBADIAN DAN BERADAB

ü  Berakhlak mulia.

ü  Sopan santun dalam bermasyarakat.

ü  Memiliki kepedulian sosial.

ü  Bermartabat dalam hidup dan kehidupan.

ü  Menghargai keragaman budaya Indonesia.

ü  Menjunjung budaya local berwawasan global.


   Budaya mengucap salam serta santun  dalam bersikap

 Budaya antri

Untuk mencapai apa yang menjadi Visi dan Misi SD Karanganyar telah melaksanakan berbagai kegiatan. Sayang untuk dua tahun terakhir di masa pandemi ada beberapa kegiatan yang tak dapat di laksanakan. Kegiatan yang tak dapat di laksanakan di antaranya tentang menjujung budaya local berwawasan global. Kegiatan tersebut sebelum pandemi dapat di laksanakan dengan mengadakan pentas seni untuk menampilkan hasil kreasi siswa mulai dari kelas Satu sampai kelas Enam. Lomba-lomba kretivitas dan lomba keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan yang maha Esa juga tak dapat dilaksanakan. Namun untuk tertib menjalankan ibadah sesuai agamanya, sekolah masih dapat memantaunya.

Para siswa mendapatkan pengetahuan tentang beriman pada Tuhan yang maha Esa. Siswa di berikan pengertian bahwa iman tidak hanya sekedar percaya adanya Tuhan akan tetapi siswa di beri pemahaman bahwa iman harus di sertai tindakan. Yaitu setelah percaya adanya Tuhan maka sikap dan perilaku kita harus dapat mencerminkan perilaku yang sesuai dengan norma-norma dan tuntunan agama.

Pemantauan yang dilakukan oleh guru tehadap siswa adalah sebagai sarana atau cara mendisiplinkan siswa untuk tetap melaksanakan kewajibanya sebagai seorang hamba. Jika iman sudah tertanam dalam hati semua siswa maka ada ataupun tak ada bapak ibu guru siswa tetap menjalankan kewajibanya. Dimanapun dan dalam keadaan apapun siswa tetap patuh. Beriman adalah modal utama untuk siswa bisa menjadi insan yang mulia dan beradap. Seberapapun cerdas dan pintar seseorang tanpa memiliki dasar iman yang kuat maka akan mudah terombang ambing oleh keadaan.

Besar harapan sekolah dapat mencapai visi dan misi yang telah di tetapkan. Semua itu tak lepas dari peran orang tua yang ikut berperan aktif untuk bisa tanamkan perilaku beriman dan  bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa.

Salam sehat, salam literasi tetap semangat lakukan hal terbaik apa yang kita bisa. 


 #kamismenulis

#sahabatlagerunal

Gununkidul, 3 Maret 2022

Minggu, 27 Februari 2022

Indahnya Silaturahmi

Hari Sabtu, 26 Februari 2022 kami keluarga besar dari suami berangkat ke Bogor untuk menghadiri hajatan di tempat saudara. Kami melakukan perjalanan dengan menggunakan armada Bis yang bisa  memuat penumpang 32 orang. Alhamdulilah Bis datang tepat pukul 06.00 WIB.

Bismilahi tawakaltu 'alallahi la haula walaauata ilabillah... kulangkahkan kaki keluar rumah untuk melakukan perjalanan jauh. Alhamdulilah walau jauh namun saya dan juga keluarga yang lain sangat bergembira. Cuaca cerah membuat suasana perjalanan lebih menyenangkan. Lagu-lagu pop-dangdut juga lagu nostalgia kami dengarkan, bahkan di antara saudara yang bisa bernyanyi. Akhirnya reques Pak kondektur untuk karaoke. Lagu " buih jadi permadani" jadi pilihan. Waaw lagu yang buat suasana hati begitu sangat menyayat hati. Hehe . Terkenang dengan seseorang... cie cie..

Tepat pukul 12.30 WIB rombongan berhenti di reast Area. Segera kami berhamburan untuk ke kamar kecil serta ambil wudu dan tunaikan salat duhur. Bekal makan siang yang kami bawa dari rumah kami buka dan makan bersama. Selesai tunaikan salat duhur dan makan siang, rombongan kembali melanjutkan perjalanan.
Pada awalnya perjalanan lancar namun setelah sampai Tol Cikampek kendaraan terlihat sangat padat, akhirnya satu jam macet di sana. Saya dan juga putra bulik dari saudara suami berhenti di Cagak,Gunung Putri, Bogor yaitu pukul 21.15 WIB. Sedangkan saudara yang lain masih melanjutkan perjalanan ke rumah saudara yang memiliki hajat.

Di rumah Kakak saya sudah menunggu sahabat literasi yang saya kenal di grup menulis gelombang 8, Bu Nani Kusmiyati atau Mayor Nani, saya sering memanggilnya Mbak Nani.  Alhamdulilah akhirnya setelah hampir 2 tahun mengenalnya saya bisa bertemu beliau langsung. Beberapa kesempatan merencanakan untuk  bertemu  namun karena keadaan kami pun belum bisa bertemu.
Jauh sebelum acara ke Bogor saya sudah sampaikan ke Beliau akan silaturahmi ke Bogor dan jika tak ada kegiatan saya minta untuk Beliau bisa menemui saya di tempat saudara dan ternyata kesempatan pun berpihak pada kami. 

Wedang Ronde Jogja yang beliau pesan saya suguhkan untuk menemani obrolan temu kangen yang selama ini hanya bisa bersua lewat dunia maya. Wedang Ronde hangat menambah suasana obrolan yang makin hangat pula. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 22.30 WIB, Mb Nani yang di temani putra dan juga teman putranya pun segera berpamitan karena esok beliau akan ada acara untuk berkunjung ke tempat saudara di Cimahi. 

Alhamdulilah pertemuan singkat membuat kami tambah akrab dan insyaAllah silaturahmi akan tetap terjaga. Ternyata Mb Nani orangnya sangat ramah dan juga baik hati. Beliau sangat pemurah dan juga berjiwa kasih. Beliau memberikan oleh-oleh empon-empon yang di beli dari sahabat Beliau. Saya pun berikan oleh-oleh khas Jogja yaitu Bakpia Pathuk. Bahagia hati sangat terasa. Indahnya persahabatan. Persahabatan yang tulus tak memandang jabatan dan status sosial. Mb Nani yang seorang Mayor dan sekarang juga dosen tetap bisa bersahabat dengan saya yang hanya seorang Guru  PAI SD. Hehe. Bukan di nilai seberapa banyak kita memberikan sesuatu  namun  nilai keiklasan kita untuk bisa saling berbagi. Terimakasih Mb Nani dengan apa yang telah Mb Nani berikan ke saya, baik pengalaman, suport dan doa yang mampu membuat saya bisa belajar banyak hal. 
Lambaian tangan dan senyum indah bersamai malam itu. Teriring doa semoga selamat sampai rumah Mb Nani. Semoga lain waktu masih bisa bertemu dan tetap jalin silaturahmi. Aamiin.
Empon-empon yang ternyata banyak manfaat, silahkan jika berminat bisa pesan ke no hp yang tertera. 

Setelah Mb Nani pulang saya masih lanjutkan obrolan dengan kakak dan juga keponakan. Kebetulan 2 keponakan sata berulang tahun di bukan yang sama. Tiada perayaan namun kue ultah yang tiba-tiba di keluarkan oleh Kakak membuat keponakan sangat bahagia  kebetulan saya, anak dan suami berada disana. Jarang momen ini bisa kami temui.Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga pukul 02.00 dini hari kami baru istirahat. 

Pagi hari kami. Sudah bersiap untuk pergi ke acara saudara yang hajatan. Di sana banyak bertemu saudara-saudara yang lain yang berada di perantauan. Suasana bahagia dan haru bertambah saat ijab qobul telah terlaksana. Suasana khitmad prosesi ijab kabul membawa kami larut di dalamnya. Selamat menempuh hidup baru Mb Wulan dan Kak Fatur semoga menjadi keluarga yang samawa. Aamin.
Acara selesai hingga malam hari. Namun karena kami harus  pulang ke Jogja maka tak mengurangi rasa hormat  kami pun berpamitan.

Sekali mendayung satu dua pulau terlampau. Niat hati untuk memenuhi undangan acara nikahan saudara namun bisa bersilaturahmi dan bertemu dengan sahabat juga saudara-saudara lain yang merantau di Bogor.
Moment hari libur Isra' Mi'raj ini semoga bisa mengambil pelajaran untuk bisa meneladani Nabi Muhammad SAW dengan sifat-sifat mulia beliau. Keiklasan, ketulusan, kasih sayang dan juga rela berkorban adalah di antara sikap yang perlu kita ambil dari moment perjalan ke Bogor kali ini. 

Bersyukur atas nikmat sehat dan kesempatan yang Allah berikan. Terimakasih Ya Rabb atas limpahan kasih sayangMu, lewat sahabat dan saudara-saudara Kau telah berikan kenikmatan dan hikmah indahnya silaturahmi. 
Salam sehat salam literasi tetap semangat dan lakukan hal terbaik apa yang kita bisa. 

Gunungkidul, 28 Februari 2022


Kamis, 24 Februari 2022

Seindah Langit Biru

Rasa sesak di dada begitu menyiksa Mira. Betapa tidak, dua hari tak bisa menghubungi sesorang yang  selalu bisa buatnya tertawa. Ya Aldi ... Seorang laki-laki biasa namun bagi Mira begitu luar biasa. Sosok yang mampu membuatnya kuat dan bangkit dari keterpurukan. Aldi-lah yang selalu bisa buat Mira kuat lalui hari tanpa seorang Ayah dan Ibu. Bersyukur Mira menemukan Aldi yang setelah sekian lama menghilang. 


Pagi itu, Mira tetap berusaha menghubungi Aldi. Tak ada tanda-tanda Aldi bisa di hubungi. Roman muka Mira seperti gumpalan awan putih yang bergerombol dan entah kapan akan memudar jadi putih bersih.  Mira berusaha tegar, ia lakukan aktivitas seperti biasa. Hati tak bisa di bohongi. Kegalauan Mira sangat berpengaruh dengan tugas-tugas yang harus diselesikan. Hari terasa begitu lambat. Perasaan tiap melakukan pekerjaan Mira selalu gagal. Ya Rabb .... Pasrah Mira.

Adzan Duhur berkumandang, tiba waktunya untuk Mira beristirahat. Segera Mira beranjak untuk ke kamar mandi. Tiba-tiba nada dering handphone miliknya berbunyi.  Deert derrt.... Segera Mira ambil handphone yang sedari tadi tergeletak di meja tugasnya. Kak Aldi, nama dalam panggilan vidia call itu. Seketika roman bahagia terlihat jelas di muka  oval Mira yang bersih. Lesung pipit menghiasi pipinya saat tersenyum membuat orang yang melihatnya gemes.

"Halo, Kak Al ... Apa kabar? Kak Al kemana aja sih? Mira kangen tauu, " pertanyaan bertubi-tubi Mira lontarkan dengan sikap manjanya.
Aldi yang terpesona dengan rengekan manja Mira, hanya terdiam.
"Iih Kak Al, gimana sih orang ditanya malah senyum-senyum aja". Protes Mira.
Dengan sabar Aldi menjawab 
"Alhamdulilah, Dik. Kak Al baik-baik aja," jawab Aldi dengan lemah lembut.
"Terus Kak Al kemana aja dua hari ga kasih kabar ke Mira?, tanya Mira.
"Maaf Dik, Kak Al lagi bener-bener sibuk. Ada waktu sedikit untuk istirahat mau hubungin kamu takut waktunya kurang, kamu tau kan bagi Kak Al jika hubungin kamu hanya sebentar nanti malah bikin nyesek aja," jelas Aldi 
"Hmmmmmm, gitu ya?." Masih dengan muka masamnya. 
"Diiiik," panggil Aldi 
"Lihat Kak Al!. Seru Aldi. 
"Dik Mira ga kangen niih sama Kak Al?, tanya Aldi.
Lama Mira terdiam. Mira sebenarnya sangat kangen, tapi Mira malu  kalau harus bilang kangen. Namun tanpa diucapkan pun Aldi tau Mira juga jangen. Aldi hanya memancing agar Mira tak ngambek lagi.
"Dik Mira tau, Kak Al ga mau kehilngan Dik Mira. Ka Al dua hari ini begitu tersiksa dan ingin segera bertemu Dik Mira. Tapi ternyata Dik Miranya ga kangen sama Kak Al. Ya sudah Kak Al ga bisa apa-apa. Udah ya Kak Al tutup ya vc nya." Ucap Aldi.
"Iiiiih Kak Al.... Jangan," pinta Mira. 
"Lagian Dik Mira cuekin Kak Al, ya udah mending Kak Al pergi.jawab Aldi.
"Ga Kak, Mira kangen, Mira ga mau jauh-jauh dari Kak Al. Kak Al ga keberatan kan jika  Mira  minta Kak Al segera jemput  Mira. Bawa kemana Kak Al pergi," masih dengan gaya manjanya. Mira memohon.
"Dik Mira  ga minta pun, Kak Al akan segera jemput Dik Mira. Tunggu esok Kak Al pulang dan akan bawa Dik Mira selalu ada di dekat Kak Al selalu dan selamnya", jawab Aldi tegas. 

Seketika gumpalan awan putih pun memudar menjadi awan yang begitu cerah. Roman wajah Mira terlihat jelas terpancar berjuta kebahagiaan. Senyum mengembang di sudut bibir mereka. Aldi dan Mira berpandangan dan tak bisa berkata-kata, namun sinar mata mereka pancarkan cahaya keindahan. 
"Ok, udah adzan duhur kan, kita salat duhur dulu ya! ajak Aldi. 
"Iya Kak Al,  kita salat duhur dulu," jawab Mira. 


#kamismenulis
#sahabatlagerunal
Gunungkidul, 24 Februari 2022





Selasa, 22 Februari 2022

Genggam Duniamu


Hari aksara sedunia jatuh pada masa pandemi corona
Kembali membuka memori beyapa pentingnya aksara
Literasi di masa kini
Hampir setiap hari disajikan informasi
Kemampuan literasi di masa kini tak terbatas
Harus cerdas memilih informasi
Siapapun insan di bumi Nusantara
Harus menggelorakan semangat membaca
Agar manfaat dapat dirasa
Membaca dan menulis kan dapat mengasah kemampuan
Mulai dari hal sederhana hingga luar biasa
Bermula dari suka membaca buku
Akan bisa menghasilkan sesuatu yang bermutu
Untuk bekal hidup yang lebih maju
Kini masa corona masih merajalela
Kepekaan rasa jangan dilewatkan begitu saja
Mari lakukan sesuatu yang bermakna
Wujudkan sebuah karya nyata
Yang akan melegenda seoanjang masa
Wahai para pemuda
Satukan langkah satukan jiwa tuk gemar membaca
Agar kita menguasai dunia


#puisihariaksara
#ditulisdalambukuantogi2021
Gunungkidul, 23 Februari 2022

Senin, 21 Februari 2022

Bukan karena Rupa

Sepintas memang terlihat tidak menarik. Namun taukah anda Rambutan ini rasanya sangat manis. Rambutan ini namanya Rambutan Rafia. Ya karena buahnya kecil dan warnanya kebanyakan hijau. Pohon Rambutan jenis ini mayoritas tinggi-tinggi. Banyak dijumpai di daerah Gedangsari, sebuah kecamatan tempat aku bertugas. 13 tahun di Gedangsari seolah terasa sangat nyaman. Setiap musim Rambutan aku selalu ikut panen. Bagaimana tidak, karena aku tidak hanya makan namun juga selalu membawa pulang. Hehe ... (Kirmah) kata orang jawa yang artinya mikir omah. 

Dari rambutan aku bisa belajar tentang suatu hal.  Kebanyakan orang yang belum tahu rasanya mungkin tak mau membeli rambutan jenis ini. Ya karena memang kurang menarik. Biasanya orang melihat sesuatu dari tampilan luarnya. Warnanya, bentuknya dan juga baunya. Nha..menurutku tidak demikian. Memang sih mungkin ada beberapa yang melihat  juga tentang sesuatu yang indah itu menarik. Namun tidak semua yang indah itu enak. 

Dalam menilai seseorang juga kita sebaiknya tak melihat dari sekedar tampilannya. Kita perlu melihat juga dari sikap dan perilakunya. Kadang orang yang cantik tak selalu baik, namun orang baik akan selalu cantik. Dari tulisan ini aku mengingatkan diri ini untuk selalu berhati-hati dengan orang lain. Jangan menilai seseorang hanya karena bentuk fisik dan rupa. Berusaha untuk berbuat baik pada orang lain. Tulus iklas  untuk berteman. Berusaha untuk selalu bermanfaat untuk orang lain. Jangan batasi pertemanan dengan bentuk fisik dan rupa. Tetap berteman dengan siapapun. Sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik di hadapan Tuhan, begitu pula sesuatu yang kita anggap jelek belum tentu jelek pula di mata Tuhan.

Salam sehat, salam literasi tetap tebar manfaat dimanapun kita berada. 

Gunungkidul, 21 Februari 2022

KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026

  KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026 Sabtu, 12 September 2026, kegiatan karang pamitran tingkat ...