Cari Blog Ini

Minggu, 22 Agustus 2021

Gapailah Citamu

 

Gapailah Citamu



 

Pagi

Begitu cerah

Membawa kehangatan

 

Kulihat senyum indahmu

Damai menyentuh kalbu

Kulepas engkau putriku

 

Setahun telah kau tinggalkan

Asrama tempat menimba ilmu

Kembali pulang karena pandemi

Mengukir mimpi lewat maya

 

Tiba saatnya kau kembali

Tetap waspada mawas diri

Ukir mimpimu raih prestasi

Doa bunda selalu menyertai

 

Kuat, iklas jalani

Tinggalkan orang terkasih

Demi hari esok

 

Gapailah citamu

Jangan menyerah

 

Bersabarlah


             

Gunungkidul, 23 Agustus 2021

Masih Kita Jumpai

 

Masih Kita Jumpai



Bulan Agustus bulan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kemeriahan yang biasa kita saksikan dan lakukan untuk memeperingati HUT RI tersebut tak bisa kita jumpai lagi karena terkendala pandemi, namun ternyata tidak semua wilayah di Indonesia demikian. Tepatnya di wilayah Nagari Toboh ketek, kecamatan Enam lingkung, kabupaten Padang Pariaman, Sumbar diadakan berbagai jenis perlomban untuk memeriahkan hari HUT RI ke-76 ini. Di daerah ini termasuk zona hijau sehingga masyarakat sekitar tetap mengadakan perayaan 17 Agustus dengan sangat meriah.

Jenis perlombaan yang diadakan di antaranya panjat pinang untuk anak-anak, lari karung dengan memakai helm bagi anak-anak dan juga lomba merias untuk  ibu-ibu.  Anak-anak sangat antusias dalam mengikuti lomba. Semangat mereka begitu membara, tak jarang anak-anak ada yang sampai terjatuh namun terus tetap melanjutkan permainan sampai selesai. Bagi ibu-ibu yang menonton pun sampai dibuat ketawa oleh kelucuan dan keseruan lomba tersebut.



Lomba balab karung yang biasa kita lihat adalah kita berlari dengan masuk ke dalam karung, tapi untuk lomba balab karung kali ini lebih unik karena selain berlari dengan masuk kedalam karung  masih di tambah dengan menggunakan helm, bisa kita bayangkan selain kita susah untuk bergerak masih juga kita merasakan berat dan tak bebas saat menggunakan helm tersebut. Betapa sulitnya kita berlari ketika kedua kaki dibatasi dengan karung. Hal ini menggambarkan betapa berat para pahlawan dulu dalam berjuang untuk meraih kemerdekaaan.

Untuk generasi saat ini dengan mengikuti perlombaan diharapkan mereka dapat mengambil pelajaran dan dapat menumbuhkan sikap cinta tanah air serta menumbuhkan jiwa perjuangan yang mampu membuat mereka lebih giat lagi untuk belajar, mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif sebagai rasa syukur dan terimakasih untuk para pejuang kemerdekaan. Tanpa perjuangan mereka kita tak dapat merasakan kemerdekaan.

Terimakasih Indonesia, terimakasih pejuang negeriku tanpamu aku tak bisa seperti saat ini. Akan aku persembahkan baktiku untuk negeri tercinta Indonesia. Selamat Hut RI ke-76. Indonesia tumbuh Indonesia tanggguh.


#Day18AiseiWritingChallenge

#MerdekaBelajar

Gunungkidul, 22 Agustus 2021

Kamis, 19 Agustus 2021

Allah Al -Azimi Allah Maha Agung

Betapa luas alam semesta
Berapa luas jagat raya
Keterbatasan manusia tak dapat mengukurnya
Keagungan Allah sungguh luar biasa

Membuat kita selalu terpana
Gunung menjulang tinggi
Laut terhampar luas
Sinar mentari menerangi

Tuk gerakkan hati segera bergegas
Bangkit, berdiri dan bahkan berlari
Tak kenal letih tak kenal lelah
Mencari karunia Allah setiap hari

Tiada usaha yang sia-sia
Selama kita berusaha
Tetap semangat dan berkarya
Lalui hari dengan doa

Allah Al-Azim Allah maha agung
Segala puji atas anugrah sang pencipta 
Janganlah diri berlaku sombong
Segala yang kita punya akan sirna

Manusia sebagai Kholifah di muka bumi
Memanfaatkan, mengelola dan memelihara
Sudah saatnya berbuat nyata
Tidak merusak ekosistem alam semesta

Allah Al Azim Allah maha agung
Nikmati atas segala karunianya
Keindahan alam tak terhingga
Maha besar Allah dengan segala firman-Nya

#KamisMenulis
#SahabatLagerinal


Gunungkidul, 19 Agustus 2021




Selasa, 17 Agustus 2021

Tumbuhkan Sikap Nasionalisme pada Siswa

Mentari pagi bersinar begitu cerahnya menghangatkan bumi tercinta Indonesia. Semangat tak boleh pudar walau negeri sedang dilanda pandemi covid-19 banyak hal yang masih bisa kita lakukan sesuai dengan tupoksi kita masing-masing.

Jika kita lihat dan perhatikan bagaimana para pejuang kita pahlawan kita yang telah berkorban jiwa raga , darah dan air mata maka masihkan kita yang tinggal menikmati kemerdekaan ini akan menyia-nyiakannya. Mari kita lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk negeri tercinta ini.

Hari ini tanggal 17 Agustus dimana bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-76. Semula sebelum ada pandemi dalam memperingati dan menyambut HUT RI banyak kita jumpai berbagai kegiatan perlombaan-perlombaan baik di sekolah ataupun di kampung-kampung sebagai wujud rasa syukur dan sikap menumbuhkan cinta tanah air Indonesia.

Begitu pula  Sekolah Dasar Negeri Karanganyar yang biasanya mengadakan berbagai lomba baik sendiri ataupun kelompok namun saat ini tak mengurangi semangat para siswa SD N Negeri Karanganyar mengadakan lomba menulis baik puisi ataupun cerpen dengan tema kemerdekaan, menyanyi dan juga menggambar bendera merah putih. Siswa membuat dan menyanyikan lagu kemerdekaan kemudian di kirim melalui guru kelas masing-masing. 
Dengan menulis diharapkan siswa dapat meningkatkan semangat literasi dan melatih siswa untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Bapak ibu guru menyeleksi dan bagi siswa terbaik akan mendapatkan hadiah. Waktu mengerjakan dimulai dari tanggal 16 Agustus 2021 dan berakhir tanggal 17 Agustus 2021.
Antusias siswa sangat bagus mereka semangat berlomba-lomba menyelesaikan tugasnya. Harapan semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan semangat juang mereka. 
Dirgahayu Republik Indonesia jayalah negeriku sejahteralah Indonesiaku.

Indonesia Tangguh
Indonesia Tumbuh
Merdeka

Day16AiseiWritingChallenge
#MerdekaBelajar
Gunungkidul, 17 Agustus 2021

Sabtu, 14 Agustus 2021

Bermimpilah dan Beranilah untuk Mewujudkanya

Bermimpilah dan Beranilah untuk Mewujudkanya

 


Mengikuti kelas belajar menulis bersama PGRI yang di prakasrsai oleg guru TIK dan Bapak Wijaya Kusuma atau lebih dikenal dengan Om Jay membuat saya lebih bersemangat dan bermimpi untuk bisa terbitkan buku seperti peserta-peserta yag lain. Mulai bulan Maret 2020 mengikuti kelas ini banyak mendapatkan ilmu dan juga sharing dari nara sumber- nara smuber hebat dan juga teman-teman peserta menulis lainnya membuat hati tergerak untuk bisa seperti mereka.

Waktu pelatihan menulis kurang lebih satu bulan dan saya mendapatkan tawaran untuk bisa bergabung menulis antologi bersama teman-teman di gelombang 8 sebanyak 26 peserta. Buku Antologi pertama “ Kisah Inspiratif Sang Guru “ diikuti dengan menulis buku karya bersam bersam Kang Encon dan alhamdulilah berhasil untuk saya gunakan untuk penilain PAK. Tak hanya itu selama itu pula banyak yang menawarkan untuk menulis buku antologi.Saya ikuti seyiap mpment tertentu untuk menulis buku antologi.

Bagi saya menulis buku antoloi merupakn sarana Latihan untuk kita menulis buku solo. NIat awal untuk bisa meninggalkan jejak dan memilii buku solopun menjadi-jadi. Nara sumber dalam kegiatan belajr menulis saat itu Bapak Akbar Zainudin memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengikuti penulisan buku antologi dan juga buku solo. Saya adalah salah satu peserta yang membeli buku beliau yang berjudul “Uktub” dan saya daftar untuk bisa bergabung mengikuti bimbingan beliau tujuh bulan menulis buku solo.

Melalui tekat kuat, niat, konsisten sabar dan iklas saya pun bisa menyelesaikan buku solo saya yang kedua yang sebelumnya  bergabung dalam Aisei dan mengikuti challenge di bulan Februari dan dari challenge tersebut saya berhasil menulis buku solo perdana saya. Sampai bulan Agustus 2021 ini alhamduliliah saya sudah menuis 2 buku solo dan  32 buku antologi.

Buku adalah mahkotanya seorang penulis. Bersyukur akhirnya keinginan  untuk bisa menulis buku terwujud. Saya pun telah mendapatkan mahkota yag saya impikan. Dalam waktu yang tidak sedikit dan tentu juga materi yang tidak sedikit pula untuk bisa mencapai kesana. Akhirnya dari obrolan lewat WA dengan Mayor Nani Kusmiyati yang  membuat saya selalu bersemangat untuk belajar menulis dan menulis.

Beliau menawarkan saya untuk daftar ke YPTD dan bisa masuk ke grup WA. Awalnya memang saya sudah daftar namun karena terkendala suatu hal maka saya belum bisa menulis di akun YPTD. Bahkan saat itu untuk bisa menngikuti lomba blog bersama YPTD saya pun terlambat dan tak bisa ikut berperan di dalamnya.

Atas keberhasilan Mayor Nani menerbitkan buku gratis membuat saya tertarik untuk menulis bersama YPTD. Pengalaman dari buku-buku antologi dan buku solo saya dalam menyelesaikan membutuhkan banyak biaya, maka saya mencoba untuk bisa menulis di YPTD dan bisa terbitkan gratis. Untuk saat ini  penerbitan di YPTD berubah menjadi “bayar seiklasnya”. Saya sanagat setujukarena di dalam proses  menjadi buku banyk hal yang dilalui dan tentu memerlukan biaya.  

Hal itu tak menjadikan saya surut dalam menulis di YPTD saya tetap berusaha untuk bisa selesaikan naskah buku saya yang ketiga untuk bisa di cetak di YPTD. Luar biasa di jaman seperti ini masih ada slogan “bayar seiklasnya”. Kalau bukan karena dilandasi ibadah tentu bagi YPTD akan terasa berat. Niat yang salah akan berpengaruh pada hasil. Niat YPTD yang mulia memajukan literasi Indonesia dengan membantu menfasilitasi  para penulis pemula untuk bisa terbitkan buku adalah suatu kemuliaan.

Diperlukan banyak pihak untuk dapat memajukan dan melestarikan YPTD termasuk penulis pemula yang bergabung di dalamnya. Dalam rangka memperingati satu tahun YPTD ini, saya walaupun belum lama bergabung dan belum berhasil menulis buku di YPTD, namun ingin berikan sumbangsih sederhana dengan mengikuti lomba menulis dalam rangka HUT YPTD yang pertama ini. Tulisan sederhana namu berharp bisa memacu diri saya pada hal yang istimewa bersama YPTD.

Capaian luar biasa dalam satu tahun usianya YPTD telah berhasil menerbitkan 233 judul buku  penulis dari penjuru tanah air. Semoga dalam moment yang terindah ini bulan Agustus  kita peringati Tahun baru Hijiriyah 1443 H, HUT ke-76 Republik Indonesia dan juga HUT 1 YPTD. Kita jadikan cambuk semangat untuk bisa memajukan literasi Indonesia dengan terus berkarya. Mari kita bermimpi untuk bisa jadikan Indonesia sebagai kiblat literasi dunia bersama YPTD. Di mulai dari diri kita, anak kita, anak didik kita lingkungan kita sekolah-sekolah kita hingga bisa mencapai kabupaten, propinsi hingga kita berhasil menjadikan Indonesia sebagai kiblat literasi dunia. Bermimpilah dan beranilah utuk bisa mewujudkannya. Bersama YPTD kita pasti bisa.

Saran dan harapan kedepan untuk YPTD bisa mengadakan kegiatan-kegiatan pembinaan pada sekolah-sekolah agar guru-guru dan siswa di seluruh Indonesia bisa berperan aktif untuk menulis di YPTD agar banyak yang mengenal tentang YPTD dan nantinya dunia literasi makin maju. Untuk kedepan dalam mencapai tujuannya diharapkan YPTD  bekerjasaam dengan pihak donatur atau sponsor agar kelangsungan program-progam YPTD tetap berjalan exis.

Terimkasih YPTD telah menfasilitasi, terimakasih Bapak Thamrin Dahlan dan juga bapak ibu hebat semua yang tergabung di YPTD. Saya pribadi banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman dari bapak Ibu semua bersma YPTD. Mari maju bersaama niatkan menulis untuk ibdah. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk bisa terus berkarya berpartisipasi dalam dunia literasi untuk amal kebaikan. Salam sehat tetap semangat salam literasi.

 

“SELAMAT ULANG TAHUN YPTD”

SEMOGA KE DEPAN SAYAPMU SEMAKIN MENGEMBANG

MENYEBARKAN BENIH LITERASI DI SEGALA LINI

Gunugkidul, 15 Agustus 2021 

Jumat, 13 Agustus 2021

Ayo Bangkitlah

Bila

Perhatian ini
Masih milikmu

Sungguh aku merindukan
Hangat sang mentari
Menanti jawaban pasti

Dalam dekap kalbu menghantarkan
Merindukan pagi penuh kesungguhan
Dalam dekap naluri mengalunkan
Nada kasih sayang meneduhkan

Bersatu melawan segala cobaan
Tanpa harus saling menyalahkan
Para nakes tengah berperang
Masyarakat, pemerintah berupaya menghadang

Hilang resah gelisah
Sirnalah segala wabah
Kami ingin bebas

Ayo bangsaku
Teriakkan merdeka

Merdeka

Melawan luka
Enyahlah corona

Dengan segala daya
Ikhtiyar selalu dijaga
Pasrah Sang pencipta

Bangkitlah negriku majulah bangsaku
Wahai putra putri negri
Bersatulah, berjuanglah tanpa ragu
Berikan terbaik wujudkan mimpi

Jangan berdiam diri
Saatnya kita bangkit
Lawan hal tersulit

Untuk Indonesia
Ayo bangkit

Merdeka

Gunungkidul, 14 Agustus 2021

Kamis, 12 Agustus 2021

Hidup adalah Pilihan

"Ra, sepertinya aku udah ga betah lagi kerja di sini," ucap Lia.
" Loh kenapa Li? tanya Naura.
"Aku ga nyaman lagi, Ra.sebenarnya aku udah mencintai pekerjaanku ini, aku bahagia bisa belajar bersama anak-anak di kampung kita," jelas Lia.
"Jika sudah mencintai pekerjaanmu, ko keluar?" lanjut Naura.
"Aku ga mau tiap hari ribet sama suamiku gara-gara pekerjaanku, Ra. Dia ga mo ngertiin aku. Memang, Ra suami istri yang ga seprofesi itu di butuhkan pengertian yang kuat diantara keduanya jika tidak ya seperti aku ini pulang kerja selalu makan ati."  Dengan nada tinggi Lia jelasin ke sahabatnya.
"Sabar ya, Li! bisik Naura.
Sebenarnya Lia adalah seorang guru yang cerdas dan juga ringan tangan, tiap ada guru lain yang kesulitan ataupun membutuhkan bantuan ia selalu sempatkan untuk membantunya. Tak tau bagaimana nasib para guru di sekolah tempat ia bekerja. Mengajar secara daring yang di butuhkan guru bisa menguasai IT ternyata belum semua guru menguasainya. Lia lah satu-satunya orang guru yang lebih menguasai IT dibandingkan dengan guru-guru lain. 
Mendengar keinginan Lia untuk keluar dari kerja membuat Naura sedih, namun Naura juga tak ingin melihat sahabatnya itu kurang harmonis hubungan dengan suaminya. Naura menyerahkan sepenuhnya kepada Lia. 

"Li, jika keputusan yang kau ambil sudah bulat, aku hanya bisa mendoakan. Semoga keputusan ini adalah keputusan terbaik untuk dirimu, keluargamu dan juga masa depanmu." ucap Naura.
"Terimakasih ya, Ra." Kamu sahabat satu-satunya yang selalu membantuku, yang selalu ada buat aku. Terimakasih doamu, Ra, insyaAllah aku juga akan bekerja di tempat yang lebih dekat dari rumah agar aku juga bisa menjaga anakku." harap Lia.
"Sama-sama, Lia. Terimakasih juga kamu telah berjuang membesarkan nama sekolah ini selama 7 tahun, aku yakin apa yang telah kau berikan insyaAllah Allah akan berikan balasan yang terindah." sahut Naura.

Mereka berpelukan dan tak terasa butiran hangat menetes di pipi. Tak heran, mereka telah berjuang bersama di sekolah yang sama dan dengan harapan yang sama pula, namun Lia memutuskan untuk keluar dari sekolah tempat mereka mengabdi sebelum keduanya diangkat sebagai ASN.
"Jika ada apa-apa kasih kabar ke aku dan juga teman-teman di sini ya Li," pinta Naura.
" Tentu, Ra." InsyaAllah aku akan pamitan sama Ibu Kepala Sekolah minggu depan," jawab Lia. 
Keduanya berpandangan dengan penuh makna tak terucap sepatah katapun, namun hati bisa bicara. Mereka berat untuk berpisah. Kembali keduanya berpelukan.

#KamisMenulis
#SahabatLagerunal
Gunungkidul, 12 Agustus 2021


 

Ramadan Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu

Ramadan  Sebagai Sarana Mensucikan Nafsu Allahuakbar Allahuakbar gema takbir berkumandang. Sebulan telah berlalu tibalah kita di...