Cari Blog Ini

Selasa, 26 Januari 2021

Tips Public Speaking dari Pak Dedi

 Tips Publik Speaking dari Pak Dedi



Menjadi seorang pembicara bukanlah hal yang mudah.Pak Dedi sejak tahun 2007 sudah banyak pengalaman tentang public speaking dan yang menyenangkan pada tahun 2008 menjadi pembicara di Trans 80-180 kali. Kenapa bisa sebanyak ini bahkan sampai 129 kali, mulai pandemi hanya 34 kali  di tahun 2016 ratusan mungkin ribuan. Sebagai pembicara Bapak Dedi sering menggunakan bahasa sehari-hari . Sebagai pembicara kita harus perhatikan bicara di kalangan  apa dan siapa yang akan kita hadapi, remaja, orang tua atau bahkan  anak sekolah.  

Dengan niat baik dan tidak berorientasi ke materi kita bisa berbagi menjadi narasumber bukan karena uang walaupun banyak tujuan.  Kita harus yakin dengan penampilan menunjukkan keyakinan diri sebagai seorang pembicara, berdasi, kemeja kotak-kotak atau dengan kaos karena event-nya ada game yang berkeringat.

Agar materi tidak kemana-mana, ngalor ngidul untuk tidak buang-buang waktu di satu topik kepanjangan dan topik yang lain habis maka kita tidak perlu pakai asisten. Beli remote control minimal dua remote control. Remote control yang satu rusak kita bisa menyiapkan remote remote control yang lain.

Tips menjadi public speacing dari bapak Dedi :

1.      Happy

2.      Kerjakan sendiri

3.      Pesiapkan

ü  Riset,baca cari buku, nanya teman, browsing, Di urutkansampai kita yaqin kuasai materi  

ü  Buat slide latihan.

Spayatidak mesla mesle slide bisa membeimbing kita supaya kita tidak keluar topik

ü  Jangan pakai asisten, namun pakai remot control.

ü  Ketahui minata udien

4.      Perhatikan gaya bicara orang yang sukses

5.      Usahakan datang lebih cepat dan nikmati tempat dimana kita akan bicara

6.      Ketahui kekuatan dan kelemahan kita

7.      Penampilan kita harus bisa dinikmati

8.      Senyum saat masuk ruangan dan mulai bicara

9.      Jadilah diri sendiri

10.  Dokumentasikan (foto atau oaudio)

11.  Amati perubahan

12.  Evaluasion

ü  Outstanding

ü  Excellen

ü  Verigood

ü  Averege

ü  Below evereg

Di awali dengan niat yang baik maka tujuan kita  akan tercapai,peserta senang ,panitia senang dan kita akan di undang lagi. Itu artinya kita sukses sebagai pembicara.

Bagaimana untuk menghindari demam panggung? Satu yaitu JAM TERBANG. Saat kita jadi pembicara pertama kali akan kita rasakan demam panggung, hal itu sangatlah wajar justru jika pembicara tidak merasakan hal itu maka akan kurang bagus. Kita  harus bisa mensikapi menghendelnya. Lalu bagaimana mengahadapi borring? Kita bisa ajak audien untuk dialog berjalan mendekati peserta. Pasti peserta akan lebih memperhatikan kita.

Untuk intonasi suara kita bisa latihan melalui hp mengurai satu slide kemudian di rekam, kita minta suami,istri atau anak kita untuk menilainya.  

Setelah kita tau tips sebagai Public Speaking kita akan sampaikan manfaat dari Publik Speaking :

1.      Meningkatkan profesionalisme

2.      Menaikkan level

3.      Memperluas jaringan

4.      Membuka kesempatan untuk berkembang

5.      Meningkatkan percaya diri

6.      Meningkatkan kemampuan memepengaruhi

7.      Meningkatkan kemampuan belajar

8.      Memberi manfaat hidup

9.      Keliling dunia dan banyak uang.

Waaw ternyata luar biasa sebagai public speaking kita bisa keliling dunia dengan tiket gratisdan banyak uang.

Bagaimana jika kita merasa grogi?  Untuk mengatasi hal ini  kita harus menguasai materi. Jika kita sudah menguasai materi maka insyaAllah kita akan lancar tanpa hambatan.

Sebagai pembicara kita akan lebih banyak peluang, ketika peluang datang kita harus bisa memuaskan, pandai mengatur waktu juga harus pandai-pandai  lobi kepala sekolah.

Jadi kalau kita serius sebagai public speaking kita bisa jadi pembicara yang di bayar paling murah Rp.15.000.000 paling mahal  2 M ( Makasih Mas )

 

Terima kasih semoga bermanfaat  salam sehat salam literasi.

Jan25AiseiWritingChallenge

Gunungkidul, 26 Januari 2020                                               

Sabtu, 23 Januari 2021

Lantunan Do'a

 

Lantunan Doa



 

Tengah malam yang sunyi

Bersujudku menghadap sang khalik

Kupanjatkan doa dengan khusuk dan pasrah

Menengadah kelangit menembus bulan dan bintang

Menghapus risau hati yang gundah

Menahan gejolak rindu  yang menderu

Ya rabb lindungi ia nan jauh di sana

 

Tengah malam yang dingin saat insan terbuai dalam alam mimpi

Kerlib bintang dan sinar bulan  

Di iringi desir angin merayu

Mampu menembus ke relung hatiku

Ku berbisik lembut

Angin sampaikan salam rindu ini untuknya

Untuk dia kekasih hati

 

Malam ini begitu sunyi hanya terdengar desahan suara hati mengingatmu

Malam ini begitu inginnya aku berada di sampingmu

Aku begitu rindu

Aku ingin jumpa denganmu

Walau sekejab

 

Esok kan dapati secercah mentari pagi

Kan ku rasakan hangatnya

Berjalan bersama lalui hari-hari indah dengan canda tawa

Ya raab itu mimpi kami

Ridhoi dan berkahi langkah kami


Gunungkidul, 24 Januari 2021

 

 

Sedekah Yuuk

Sedekah yuuk





Di Senja yang jatuh bersama gelap, waktu seakan melambat, memberiku masa untuk merenung, meresapi setiap peristiwa dan keadaan yang terjadi disekitarku. Innalilahi wainna ilaihi rajiun, pesawat Sriwijaya Airline jatuh dan menelan banyak kurban, belum usai duka dialami saudara kita di Kalsel karena banjir kini saudara kita di mamuju harus diuji kembali dengan gempa, Jember dengan banjir, dan meletusnya gunung Semeru.

Yang di udara terhempas jatuh

Yang di darat di guncang gempa

Yang di gunung disemburkan isinya

Yang di bukit dilongsorkan tanahnya

Mari kita doakan keselamatan saudara saudara kita di mamuju dan daerah lainnya yang sedang terkena musibah, semoga kita semua di lindungi oleh Allah SWT dan Indonesia tidak lagi mengalami bencana. Di bebaskan dari wabah corona. Hingga keadaan kembali normal seperti semula.

Tiada yang dapat kita banggakan, kedudukan, kekayaan, kecantikan dan apapun yang kita miliki, karena sesungguhnya apa yang kita miliki hanyalah titipan dari-Nya. Jika Allah berkehendak dengan mudah Dia akan mengambilnya. Tak pantas kita sombong dengan apa yang kita miliki. Sebelum semua terlambat sebelum kita menyesal alangkah baiknya kita sedikit sisihkan apa yang kita punya kepada orang-orang yang membutuhkannya.

Sesungguhnya harta yang kita miliki adalah harta yang kita sedekahkan, harta yang kita miliki sejatinya apa yang telah kita keluarkan. Itulah harta yang kelak akan menemani kita di alam sana. Sedekah juga dapat menjadi penolong bagi kita.

Dalam sebuah hadits disebutkan :

“Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan (di antara bencana itu) adalah penyakit kusta dan lepra,”

(HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir)

Bebaskan kami dari segala bala dan bencana. Jika memang sudah tiba masanya, wafatkan kami dalam keadaan husnul khotmah ya rabb.

Sahabat yuk sisihkan sebagian rezeki kita untuk kita sedekahkan kepada saudara kita yang terkena musibah, InsyaAllah sedekah kita bisa menjauhkan kita dari musibah. Aamiin

Link Donasi:

http://bit.ly/PrayForIndonesia

 

Transfer Donasi

BCA 094 301 6001

BSM 701 551824 8

a.n. Yayasan Rumah Zakat

Konsultasi & Konfirmasi transfer via WA Center di

wa.me/6282264367807 (Adam)

 

Salam sehat, salam literasi, tetap semangat jadikan hari-hari untuk selalu bermanfaat.

Jan23AiseiWritingChallenge

Gunungkidul, 23Januari 2021 

Kamis, 21 Januari 2021

I Won't lose

 I Won’t Lose



Mentari pagi pancarkan sinar cerahnya masuk di celah-celah candela rumahku menambah hangatnya suasana hati. Suara  nyaring lovebird di samping rumahku seakan menggerakkan seisi rumah untuk segera bangkit dan semangat untuk beraktivitas.  Pagi itu aku akan penuhi undangan dari BPKPD kabupaten Gunungkidul. Rasa minder dan was-was itu ada, bagaimana tidak aku dapatkan undangan untuk bergabung dalam diklat yang di selenggarakan BPKPD kabupaten Gunungkidul di antara guru-guru berprestasi dari seluruh Sekolah Dasar Se-Kabupaten Gunungkidul. Padahal aku bukan siapa-siapa aku hanya seorang guru biasa yang belum pernah menorehkan prestasi.

Dengan berbekal keyaqinan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar maka aku niatkan untuk  belajar bersama orang-orang hebat. Aku beranikan diri untuk penuhi undangan itu. Aku sampai di kantor BPKPD Kabupaten Gunungkidul tepat pukul 07.00 WIB cek in peserta pukul 07.30 WIB. Masih ada waktu untuk me-relaxkan tubuh setelah setengah jam perjalanan dari rumahku. Kuparkirkan sepeda motor kesayangnku yang setia dampingiku selama kurang lebih 8 tahun.

“Assalamu’alaikum buk “, sapaku pada seorang guru muda cantik yang datang lebih dulu dan masih berada di parkiran itu.

“wa’alaikumsalam “, jawabnya dengan lembut serta senyum manis menghiasi wajahnya.

Sepertinya aku pernah bertemu dengan ibu ini, dimana ya ( sambil mengingat-ingat dimana aku bertemu bu guru cantik ini).  Setelah obrolan ringan berlanjut akupun ingat dia adalah teman satu kelas saat prajabatan di tahun 2008. Hati yang tadinya ragu untuk mengikuti diklat seperti lebih tenang setelah merasa ada teman yang di kenal.

Waktu menunjukkan pukul 07.30 WIB, kami  para guru peserta diklat sebanyk 30 orang guru sudah melakukan cek-in peserta dan di persilahkan untuk memasuki ruang atas di lantai dua di kantor  tersebut. Jadwal pelatihan selama dua bulan  sudah kami dapatkan juga daftar peserta lengkap dengan alamat. Kami  segera menempati tempat duduk yang sudah tertera nama kami masing-masing. Aku dapatkan tempat duduk di no tiga baris dua dan duduk dekat dengan seorang guru putri. Tidak berkenalan pun kami sudah tau nama kami karena sudah tertulis di meja dan di tanda peserta kami. Kami bercakap ringan sebelum pemateri datang.

Seperti mimpi berada di antara guru-guru hebat ini. pada awalnya aku sangat minder, aku bagaikan alang-alang kering  berada di rerumputan nan hijau. Mereka sudah banyak berbekal pengalaman dalam ajang lomba-lomba dan telah banyak berpengalaman, sedangkan aku belum ada apa-apanya. Dalam diklat dan pelatihan ini nantinya harus ada output untuk menghasilkan sebuah PTK. Ya rabb apakah aku mampu. Bismilah aku ikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan semangat, aku pupus rasa minderku aku pasti bisa dan mampu. Allah pasti akan berikan petunjuk dan pertolongan bagi orang yang bersungguh-sungguh.

Hari demi hari tak terasa sudah hampir tiga minggu aku ikuti pelatihan tersebut waktunya untuk tugas membuat PTK. Peserta di bimbing mulai dari membuat judul tentang prosedur penelitian sampai pada seminar penelitian Sesuai materi yang pembimbing berikan kami pun mulai action.

Waktu yang di tunggu-tunggu tiba pengundian seminar PTK yang telah di buatun segera disampaikan ke peserta. Diantara 30 peserta dijadikan dua kelas agar pelaksanaan seminar tidak memakan waktu yang lama dengan dua pembimbing dan penilai. Aku mendapat undian no dua diantara 15 peserta yang lain. Waah dag dig dug rasa hatiku. Maklum berada diantara guru-guru hebat serta tim penilai yang belum pernah aku hadapi membuatku sedikit kurang percaya diri. Aku harus bisa aku harus kalahkan rasa minder dan takut ini aku harus percaya diri. Peserta nomor satu sudah menampilkan presentasi dengan lancar dan ada beberapa pertanyaan dari peserta dan pembimbing dapat ia selesaikan.

Tiba saatnya aku harus mempresentasikan hasil PTK ku. Bismilah, aku mulai menampilkan slide presentasi yang telah aku buat, aku paparkan dengan lancar alhamdulilah pertanyaan dua peserta dapat aku jawab dan juga pertanyaan dari pembimbing dan penilai. Ada sedikit yang perlu di revisi.

Akhirnya aku bisa kalahkan rasa takut dan minderku dengan semangat dan doa. Aku  merasa menjadi pemenang setelah aku berhasil membuat PTK dan dapat aku gunakan untuk usul PAK. Terlebih bahagia lagi dalam nilai PAK tertera nilai 4. Bersyukur padamu ya rabb. Terimakasih atas kesempatan  dan sehat yang telah Kau beri sehingga aku bisa mengikuti pelatihan yang sebelumnya diri merasa kecil dan lemah. Atas pertolonganMu aku mampu melewati semuanya. Setelah pelatihan itu pun aku bisa membuat PTK yang kedua. Dan mengajak teman-teman untuk membuat PTK serta meyaqinkan mereka bahwa membuat PTK itu tidak sulit asal ada kemauan dan semangat.





Salam sehat, salam literasi, tetap semangat dan terus berkarya.

#Kamismenulis

#Jan21AiseiWritingChallenge

Gunungkidul, 21 Januari 2021

Senin, 18 Januari 2021

Bahagia Bersama Meraih Ridho-Nya

 

Bahagia Bersama Meraih Ridho-Nya



 

Tidak ada kata yang bisa mewakili bagaimana rasanya berjuang di tahun 2020 ini. Tahun yang cukup berat tapi banyak sekali keajaiban. Allah tidak akan memberikan ujian pada hambanya sesuai dengan kesanggupanya. Tahun cantik yang ku lalui telah terplaning beberapa yang harus di jalani. Terpaksa ada yag harus tertunda dan belum terlaksana. Masuk bulan ke tiga di tahun cantik ini Allah berikan ujian pada negeriku bahkan ke penjuru dunia. Segala tatanan kehidupan berubah baik di bidang  ekonomi, politik, sosial maupun pendidikan.

Begitupula dalam kehidupan yang aku jalani. Di masa  pandemi ini aku banyak mengalami hal baru, terkadang ada  sesuatu yang buat hatiku sedih. Aku sadari karena sejatinya masih banyak yang lebih susah dariku, tak ada yang perlu disesali, terkadang orang yang jauh lebih susah mereka lebih tabah dariku. Sesuatu hal yang tadinya ku nilai sebagai hal negatif menjadi hal positif. Aku bisa manfaatkan waktu di rumah dengan berbagai hal kegiatan positif. Aku merasa terlahir kembali. Baru aku sadari arti pentingnya sebuah kebersamaan, kebersihan, ketaatan dan syukur dengan nikmat sehat yang Allah berikan.

Sore itu dalam dekapan senja aku langkahkan kaki untuk segera berlalu meninggalkan halaman belakang rumahku, berharap setelah senja berlalu aku bisa dapatkan kerlib bintang dalam kegelapan malam. Agar kerlibnya mampu menerangi hatiku yang kala itu dirundung pilu. Bagaimana tidak. Setiap senja datang aku selalu teringat bunda yang telah lama meningalkan ku dan tak kan pernah bisa kembali. Nasehatnya selalu terngiang dalam telingaku.

“ Nak jadilah istri yang sedikit banyak bisa menghasilkan uang untuk membantu suamimu, minimal jika kamu menginginkan sesuatu kamu tak perlu menunggu atau meminta dari suamimu”. Dengan spirit yang bunda berikan, alhamdulilah aku bisa semangat untuk bekerja. Setelah aku selesaikan sekolah di bangku menengah tingkat atas akupun tidak langsung kuliah, namun aku mencari pekerjaan di kota, berharap aku mampu menambah pengalaman kehidupan dan satu harapan bisa menemukan kekasih hatiku.

Hidup dalam perantaun yang jauh dari orang-orang yang kita cintai membuat aku bisa berpikir betapa diri ini lemah tanpa mereka. Aku bangkit aku semangat untuk mampu bertahan hidup di daerah orang. Walau dalam benak terkadang berpikir untuk kembali ke kampung halaman, namun  mengingat betapa besar harapan dan cita-citaku maka aku tetap bersabar dan bertahan. Dengan segala pedih dan perihnya persaingan hidup di kota. Di balik itu semua ada bahagia yang kurasa, aku bisa mendapatkan sesuatu dan aku gunakan untuk memenuhi segala kebutuhanku. Ada nikmat tersendiri di kala kita bisa merasakan hasil dari keringat sendiri.

“Halo, assalamu’alaikum, apa kabar nak ? “. Salam hangat dari ayahku dari kampung halaman. Suara ayahku kudengar lewat telepon rumah pemilik ibu kost yang sudah dua tahun aku tempati.

“Wa’alaikumsalam, alhamdulilah kabar baik yah”. Jawabku dengan perasaan bahagai karena lama tidak bersua dengan ayah dan bunda. Terakhir aku kirim surat memberitahukan aku kirim sedikit rijki untuk membantu ayah bunda di kampung.

“ Nak ayah sudah ijinkan kamu untuk mencari pengalaman untuk merantau, sekarang kamu sudah merasakan bagaimana berjuang dan bertahan untuk kamu memepertahankan hidup disana. Sekarang ayah minta kamu bisa kembali untuk pulang agar ayah bunda bisa tenang melihatmu bekerja di dekat rumah”. Pinta ayah saat itu.

Obrolan kami lanjutkan sampai akhirnya aku memahami maksud ayah untuk memintaku segera pulang. Alasan yang membuat hati seorang anak terketuk tidak tega melihat keadaan  orangtua yang membutuhkan kehadiran kita sebagai seorang anak. Akhirnya aku putuskan untuk menuruti keinginan kedua orang tuaku. Akupun mengundurkan diri dari pekerjaanku.

Harapan tinggal harapan, selama aku di rantau tak kutemui seseorang yang selama ini aku harapkan dan yang  kucari. Tak pernah aku dengar kabarnya. Waktu bergulir dengan begitu cepatnya, jika tidak karena orang tua akupun pasti masih menunggumu sampai akhirnya kita bisa hidup bersama seperti mimpi kita dulu. Bukan bukan karena aku ingkar janji, namun semua sudah terjadi. Orang tuaku sudah menerima lamaran dari orang lain. Sulit bagiku untuk menolak karena saat itu akupun juga belum tahu tentang kabar beritamu. Sudah lima tahun berlalu aku menunggumu. Tiada kepastian, aku sudah berusaha untuk menjaga semuanya selama kita tidak bersama aku tidak bisa menerima orang lain. Harapan  kita untuk bisa bersama jalani kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan mampu membuatku bertahan sampai tidak bisa menerima yang lain. tapi bukan untuk saat ini aku bisa menerima orang lain karena orang tuaku.

Setiap orang tua sama yaitu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya begitu pula orang tuaku. Aku hanya berdoa dan berharap apa yang menjadi harapan orangtuaku menjadi kenyataan. Aku bisa hidup bahagia bersama orang yang belum lama aku kenal dan melamarku memintaku untuk bisa dampingi mengarungi bahtera rumah tangga.

Kau datang saat acara lamaran yang disaksikan banyak orang disana. Ya rabb beri petunjuk-Mu. Saat itu aku tidak bisa temui dirimu, karena memang acara hampir saja dimulai. Bapak ketua rt yang saat itu menemuimu memberitahukan bahwa ada lamaran di rumahku. Aku tahu kau kecewa aku tahu kau bersedih.Tapi aku bisa buat apa. Kau datang bukan saat yang tepat kemana kamu dulu, kemana kau saat aku membutuhkan jawabanmu. Air mata tak terasa menetes di pipi. Sakit memang setelah selama ini kau yang kunanti-nanti datang bukan saat yang tepat.

Maafkan aku, bukan maksud aku untuk menghianatimu bukan maksud hati untuk menyakitimu. Aku doakan kau bisa menemukan kasih yang lain yang mampu buatmu bahagia. Maafkan aku.

Aku yaqinkan hatiku untuk salat istiharoh mohon petunjuk-Nya. Jika memang dia yang terbaik bagiku maka satukan dengan cara-Nya namun jika bukan yang terbaik bagiku maka jauhkan. Berulang kali aku lakukan hal itu tetap hati kecilku mampu menerima lamaran itu  dan menjadikannya imam dalam hidupku.

Merasa gagal dalam mempertahankan cintaku yang dulu aku impikan aku berusaha bangkit dan berharap bahwa jodohku adalah pilihan Allah yang terbaik bagiku. Satu keyaqinan aku mampu jalani dan menerima calon suamiku sepenuh hati.

Tidak sengaja setelah lamaran berlangsung itu aku bertemu dia. Dia sampaikan usahanya untuk bisa  menemuiku, aku berusaha menjelaskan semuanya dan aku memintanya untuk legowo iklaskan semuanya. Karena aku tidak mungkin membatalkan kesepakatan yang telah orang tua sepakati bersama.

“Dik mengapa kamu tega dengan semua ini? tanyanya datar.

“Mas maafkan aku, bukan maksudku untuk menyakitimu, setelah surat terakhir yang aku kirim tanpa ada jawaban itu membuatku mulai ragu untuk menunggumu. Sebenarnya aku masih bisa bertahan namun ternyata orangtuaku berkehendak lain. Aku tidak bisa menolak keinginan mereka, kuharap kau mengerti”. 

“Tidak bisakah kau batalkan lamaran itu?”. Dengan nada setengah memohon.

“Tidak Mas, aku tidak mungkin mengecewakan orangtuaku, maafkan aku”. Sambil berlalu meninggalkan dirinya yang masih duduk , harap-harap cemas.

Aku berlalu dengan perasaan yang tak menentu. Aku berusaha untuk tidak meneteskan air mata di depannya walau jujur aku merasa tidak tega dengan semua itu. Namun aku harus tegas karena tidak  mungkin aku semudah itu membatalkan lamaran yang telah terjadi.

Ketahuilah mas aku berharap kau bisa terima semua ini, kau harus mampu bangkit dan berdiri mencari cinta sejatimu. Aku bukanlah yang terbaik untukmu.  Ada seseorang yang akan menyayangimu dan dampingi hidupmu meraih kebahagiaan.

Di ujung malam yang sunyi kutermenung seorang diri. Tiada yang mampu aku lakukan selain pasrahkan semuanya pada-Nya. Kusebut kau dalam doa mohon yang terbaik Allah berikan untukmu.

Cinta dalam hidupku kini seakan mati, untuk yang petama yang pernah ada kini entah kemana .Tuhan tunjukanlah jalan agar kulupakan semua. Kegagalan hidup ini biar berlalu dalam diriku. Selamat jalan kasih selamat datang bahagia biarlah semua yang dulu kujadikan pedoman dalam hidupku.

Hari yang di sepakati untuk melangsungkan pernikahan itu telah tiba. Kemeriahan pesta pernikahan berlangsung. Suka cita keluarga besarku menunggu saat dimana acara pernikahan itu berlangsung. Bismilah ya rabb inilah jalanku biar semua kenangan bersamanya aku simpan dalam hati. Akan kujadikan pelajaran penting dalam hidupku. Bahwa sekuat apapun keinginan kita jika Allah tidak berkenan maka kita pun tidak bisa apa-apa. Terima dan syukuri apa yang telah Allah berikan pada kita. Cinta tidak harus memiliki. Sesuatu yang menurut kita baik beum tentu baik di hadapan Allah dan begitu sebaliknya sesuatu yang menurut kita buruk bagi kita namun belum tentu buruk dihadapan Allah.

Jalan masih panjang rintangan dan hambatan pasti menghadang, namun semua harus kita persiapkan dengan berbekal keyakinan bahwa Allah selalu ada untuk kita. Jika kita dekat Allah akan dekat. Selamt datang tahun 2021 hari baru semangat baru kemarin adalah kenangan hari ini adalah kenyataan dan esok adalah harapan.

Tahun 2021 keadaan mungkin masih tidak mudah, tapi dengan terus bersabar, berdoa dan berikhtiar Insya Allah kita harus yakin bisa melaluinya bersama dan kita akhirnya bisa bahagia bersama. Kita sambut mentari pagi dengan hati berseri untuk lalui hari yang penuh warna dengan iklas hati. Niscaya damai kan bersamai langkah kita.

Bunda tenanglah disana kini anakmu  telah berumah tangga dan apa yang menjadi keinginamu tercapai aku seorang istri yang bekerja dan tidak hanya menggantungkan pemberian dari suami. Aku bisa bagi waktuku untuk bekerja dan tetap melaksanakn kwajibanku sebagi istri dan ibu. Terimaksih bunda jasamu tiada tara.

#NubalaProjek

#First life . Untuk kita hidup adalah pengalaman pertama tidak apa gagal, sesekali menyesal, asal tidak berhenti melangkah.

Jan19AiseiWritingChallenge

Gunungkidul, 19 Januari 2020

 

Sabtu, 16 Januari 2021

Penutupan Dikdar Menulis Seribu Esai

 Penutupan Dikdar Menulis Seribu Esai




Jum’at, 15 Januari 2021, dalam pesan chat WA group Esai aku dapatkan undangan untuk penutupan Dikdar GM1000E. Tak sabar untuk bergabung mengikuti  acara tersebut. Bagaimana  tidak setelah dua minggu mengikuti pelatihan menulis Esai dan ada pengumuman kelulusan dari  instrukstur di kelompok kecil masing-masing yang terdiri dari 16 orang guru. Maka ingin segera mengikuti penutupan tersebut. Undangan tersebut  sebagai berikut :

Bapak Ibu Peserta Dikdar GM1000E yang telah dinyatakan lulus wajib mengikuti kegiatan Penutupan Dikdar GM1000E malam ini. Penutupan Dikdar GM1000E ini menggunakan Video Conference FCC. Adapun tautannya adalah http://s.id/penutupan-esai1.

Pembagian sertifikat dan tata cara pengunduhannya akan disampaikan saat Penutupan Diklat GM1000E.

Atas perhatian Bapak Ibu ,kami ucapkan terima kasih.

Salam hangat

Panitia DGM1000E

Akupun persiapkan diri tepat pukul 19.30 WIB. Sedikit terkendala sinyal diawal pembukaan acara namun alhamdulilah akhirnya aku bisa masuk ke room acara tersebut. Ada kurang lebih 300 orang yang bisa masuk gabung ke room.

Susuanan acara

1.      Pembukaan

Acara di buka dengan membaca doa

2.  Mendengarkan lagu Indonesia Raya dan Mars Gumun

Peserta mendengarkan lagu Indonesia Raya dan Mars Gumun.

3.      Laporan ketua penyelenggara

Laporan ketua di sampaikan dari Ibu Ari Widayani, M.Pd

Kegiatan Dikdar menulis seribu esai ini diadakan atas kerjasama dengan  Balai Bahasa  Propinsi Jateng, Intitute Solopos dan Gumun. Pendaftaran di buka tanggal 14-19 Desember 2020, pembukaan tanggal 21 desember 2020, penyampaian materi 21 s.d 23 Desember 2020, pelatihan terbimbing 23 Desember 2020 sampai 2 januari 2021, input kantong tugas & penilaian 3-7 Januari 2021, sidang kelulusan 8-10 Januari 2021.

 Awalnya ada 909 peserta yang daftar dalam Dikdar ini kemudian karena beberapa hal para peserta mengundurkan diri sehingga peserta mengerucut  tinggal 600-san. Peserta di bagi menjadi beberapa kelompok kecil  yang terdiri dari 16 orang dan satu intruktur. Alasan peserta yang mengundurkan diri karena :

Ø  Kesibukan di Sekolah masing-masing

Ø   Faktor Kesehatan ( banyak peserta yang terkena covid)

Ø   Faktor keluarga

Ø   Faktor melahirkan

Ø   Laptop dan gawai sedang rusak

Ø  Dan lain-lain

Output dari kegiatan ini yaitu menulis ( tergolong pemula ) dapat menulis esai, hasil esai akan dijadikan buku  yang berISBN dan tiga terbaik akan di muat di solopos. Alhamdulialah  dengan melalui proses yang luar biasa   akhirnya 437 peserta dinyatakan lulus dengan sertifikat 32 JP. Terimakasih para instruktur yang selalu sabar mendampingi peserta. Dan juga terimaksih para peserta yang sudah berusaha mennyelesaikan tantangan menulis esai. Semua tulisan peserta bagus. Jangan di lihat hasil namun kita lihat dari proses menyelesaikan tugas yang membutuhkan kesabaran dan kesungguhan sehingga peserta bisa di nyatakan lulus. Selamat untuk para peserta yang lulus semoga ilmu yang di dapat bermanfaat dan para peserta bisa  menyampaikan ilmunya ke rekan guru yang lain sehingga ilmunya semakin berkah.

Selama satu tahun ini ibu Ari ikut berperan dalam pelaksanaan dikdar menulis Esai dan artikel, untuk sementara undur diri karena menyelesaikan program doktor yang di tempuh. Mohon doanya semoga di mudahkan dan dilancarkan serta di berikan kesehatan.  Sekali lagi selamat dan sukses untuk kita semua semoga di kesempatan yang lain masih bisa bersamai peserta dalam kegiatan yang lain.

4.      Sambutan

a.       Bapak Sriwahono,S.Pd (Ketua Guru Mengajar untuk Nusantara/ GUMUN)

Ucapan syukur pada Allah Swt dan terimakasih kepada balai bahasa Provinsi Jawa Tengah, solopos Intitute, Guru Mengajar Untuk Nusantara serta ketua umum, instruktur dan peserta Dikdar yang telah menyelesaikan tugasnya sehingga bisa sampai lulus dan semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat.

Melalui pembibingan terstruktur peserta bisa menyelesaikan menulis esai. Tulisan yang peserta tulis dapat di cek melalui Turnitin sehingga bisa di cek plagiasi. Alhamdulilah diantara 437 peserta dan 63 instruktur berhasil dan dinyatakan lulus.

Harapan kedepan kegiatan ini merupakan titik awal untuk menulis dan dapat dikembangkan. Bisa dilanjutkan untuk menulis bisa jurnal, ataupun artikel dengan tanpa tendensi untuk ketenaran tapi untuk berbagi ilmu, berbagi manfaat. Bapak Sri Wahono berpesan untuk tidak berhenti sampai disini namun pesrta dapat menularkan ilmunya di sekolah masing-masing kepada teman-teman. InsyaAllah ilmu mengalir dan merupakan proses awal untuk mendalami ilmu tersebut.

b.      Bapak Suwarmin (Direktur Solopos)

Kerjasama yang sudah ada semoga bisa ditingkatkan . walau pelatihan bersifat online  kaitanya dengan hal tulis menulis. Semoga bermanfaat bagi yang di latih dan apa yang di peroleh dari pelatihan ini  sehingga mampu meningkatkan kwalitas diri sebagai pengajar.

c.       Bapak Ganjar  Harimansah,S.Hum( Kepala Balai Bahasa Propinsi Jateng)

Puji syukur atas semau rahmad-Nya kegiatan dikdar penulisan esai isa berjalan lancar. Kami sangat mendukung  mengumpulkan esai yang dihasilkan peserta. Selamat dan sukses meningkatkan diti dengan terus menulis.

 

5.      Kesan dan pesan peserta ( Bapak Luqman Hadi )

Terimakasih untuk narasumber hebat yang telah banyak memberikan ilmunya semoga bermanfaat. luar biasa melalui beberapa refisi akhirnya bisa lolos esai yang ditulis. Suatu proses yang begitu berharga sampai kami dinyatakan lulus. Terimakasih pula untuk instruktur yang sabar mendampingi kami

6.      Doa

7.      Penutup

Acara ditutup dengan membaca hamdalah.

Alhamdulillah kegiatan dikdar GM1000E telah usai. Selamat kepada peserta yang sudah menyelesaikan menulis Esainya yang telah dinyatakan lulus berhak mendapat sertifikat 32 JP dari GUMUN, BBPJT DAN SOLOPOS. Dan mohon mendouwload sertifikat melalui grup kelompok kecil masing-masing dengan mengirikan kode peserta.


Salam sehat, salam literasi, tetap semangat dan tebar manfaat.

Jan17AiseiwritingChallenge

Gunungkidul,17 januari 2021

KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026

  KEGIATAN KARANG PAMITRAN TINGKAT DAERAH TAHUN 2026 Sabtu, 12 September 2026, kegiatan karang pamitran tingkat ...