Tulis yang Kita Lakukan, Lakukan yang Kita Tulis
Cari Blog Ini
Sabtu, 31 Desember 2022
Silaturahmi Keluarga SD Negeri Karanganyar
Kamis, 29 Desember 2022
Jangan Korupsi Waktumu!
Jangan
Korupsi Waktumu!
Detik
demi detik, menit demi menit, jam, hari, minggu dan bulan berlalu hingga tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun. Dalam hitungan
hari kita akan meninggalkan tahun 2022 dan akan menyambut tahun baru 2023.
Selama satu tahun ini apakah yang sudah kita lakukan? Berapa waktukah yang
telah kita gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat dan berapa waktukah yang telah
kita gunakan dengan hal yang sia-sia. Berapakah waktu yang telah kita korupsi?
Dalam
menjalani kehidupan setiap orang sama dengan mendapatkan waktu 24 jam dalam
sehari semalam. Semua sama tapi yang kita dapatkan belum tentu sama, tergantung
bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu dengan sebaik mungkin.
Era sekarang yang menuntut kita untuk bisa selesaikan suatu bekerjaan dengan
cepat membuat kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu kita. Teledor sedikit
saja maka kita akan rugi. Bagiamana tidak, misalkan sesaat kita ada waktu maka
jika kita pegang hanphone maka banyak hal yang kita buka, selain chat wa, fb,
instragram atau melihat info diskon dari tokopedia bahkan hanya sekedar melihat
foto-foto yang ada d galeri. Hal itu membuat kita tanpa sadar telah korupsi
waktu kita.
Tanpa
di sadari kita sebagai guru, kita pun sering
korupsi waktu dengan tidak menhabiskan waktu kita selama seminggu 37
JPL. Terkadang setiap hari kita sering datang terlambat atau pulang lebih awal
dari jam pulang. Kelihatanya memang sepele dan kita tidak
terasa telah korupsi waktu kita.
Lalu
bagaimana kita menyikapi hal tersebut? Bagaimana kita agar tidak korupsi waktu.
Sebagai seorang guru tentu kita tetap menjaga agar kita bisa bekerja sesuai jam yang telah di tetapkan.
Jam datang jam pulang harus benar-benar kita perhatikan dan kita laksanakan
dengan baik.
Yang
pertama, dibutuhkan niat yang cukup bahwa
kita punya tujuan. Apa sebenarnya tujuan dalam hidup kita. Jika kita tahu apa
tujuan kita maka tentu kita tidak akan menyia-nyiakan waktu kita. Fokus pada
tujuan awal. Kedua, ciptakan sensasi
untuk kita lebih bersemangat jalani hari
dan memanfaatkan waktu yang ada. Misalkan saat pagi hari kita sudah semangat
untuk gapai semua mimpi walaupun kedengaranya sangat mustahil. Ketiga, berpikirlah bahwa kita akan
mati esok.Jadi akan sangat disayangkan jika kita hari ini hanya menggunakan
waktu kita untuk hal yang kurang berguna. Keempat,
tinggalkan teman yang sekiranya hanya membuat kita menyia-nyiakan waktu. Tidak
bisa mendorong kita untuk mencapai tujuan hidup kita. Pastikan berteman dengan
mereka akan mampu membawa kita pada perubahan yang baik. Kelima, ciptakan rasa senang dengan pekerjaan kita. Bersyukur kita
telah mendapatkan pekerjaan. Banyak orang di luar sana yang tidak mendapatkan pekerjaan.
Itulah
sedikit hal agar kita memiliki motivasi dalam hidup kita hingga waktu yang Allah
berikan untuk kita benar-benar dapat kita gunakan dengan hal positif. Nha di
moment akhir tahun ini waktu yang tepat untuk kita bisa merefleksi diri kita.
Apa yang sudah kita lakukan dan kita dapatkan selama satu tahun ini. Kemudian
dapat kita lihat apakah yang kita dapatkan sesuai dengan keinginan kita dan
tujuan kita. Jika belum maka tentu kita harus cari mengapa tujuan atau mimpi
kita belum bisa terwujud. Satu persatu benang merah kita urai. Kita perbaiki
dan pada akhirnya kita tahu bagaimana harus mencapai tujuan kita dan tidak
menyia-nyiakan waktu yang tersedia. Jalani hidup ini dengan baik karena segala
yang pahit manis setiap langkah perjalanan hidup sudah Allah tulis sedemikian
rapi.
Setelah
apa yang kita usahakan sudah mencapai titik tertinggi maka kita pasrahkan semuanya
pada sang pemilik jiwa Allah Swt. Mintalah dan berdoalah untuk selalu dalam
bimbingan-Nya agar kita tidak salah langkah dan pada akhirnya kita selamat
dunia dan akirat. Aamiin.
Salam sehat, salam literasi tetap semangat dan teruslah berkarya.
Gunungkidul,
29 Desember 2022
Selasa, 27 Desember 2022
Resensi Buku Dasawarsa Pelangi Kehidupan
Resensi Buku Dasawarsa Pelangi Kehidupan
Alhamdulilahirabil'alamin
segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Atas berkat rahmad dan kasih
sayang-Nyalah saya masih di berikan kesehatan, umur panjang hingga masih bisa melaksanakan kewajiban dan tetap bisa beraktivitas dengan lancar. Bersyukur
dengan mengucap tahmid dan tentu melaksanakan kegiatan dengan memanfaatkan kesehatan
yang saya miliki dengan berbuat baik dan semoga bermanfaat.
Ada
kebahagiaan tersendiri jika kita bisa melakukan hal yang terbaik. Begitu pula
saya sangat bahagia diberi kesempatan untuk bisa bergabung di RVL(Rumah Virus
Literasi) mengikuti salah satu program diantaranya program satu artikel dalam sebulan.
Memang kelihatanya hanya menulis, namun jika hal itu kita tidak benar-benar
niat maka malas pun menjadi salah satu alasan untuk tidak bisa taklukkan
tantangan ini.
Dalam
kesempatan ini saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Dwi Yulianti yang telah
berkenan memberikan hadiah berupa buku berjudul "Dasawarsa Pelangi
Kehidupan". Kebetulan saya yang mendapatkan undian kamis Menulis di
tanggal 14 Juli 2022 dalam program Kamis Menulis Lagerunal (Cakrawala Bloger
Nasional). Walaupun tertanggal 14 Juli namun karena kesibukan beliau buku baru
bisa saya terima di akhir bulan Agustus 2022. Alhamdulilah aku tetap terima dengan
senang hati dan teriring doa semoga Bu Dwi Yulianti mendapatkan keberkahan dan rezeki yang berlimpah sehingga tetap bisa
berbagi dan menginspirasi. Semoga
setelah membaca karya yang sangat
istimewa ini saya semakin semangat untuk terus berkarya. Aamiin.
Buku
dengan judul " Dasawarsa Pelangi Kehidupan" karya Ibu Dwi Yulianti.
No ISBN 978-623-308-580-9 dengan editor
Khoirun Nisak. Cetakan pertama Agustus 2021 di terbitkan oleh CV.
Pustaka MediaGuru. Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya. Buku setebal 146 lembar
dengan cover cantik berwarna biru muda dan putih sangat menarik siapa saja yang
belum membacanya. Gambar pelangi warna warni menambah cantik cover buku ini.
Tak
kalah menarik dalam buku ini terdapat 15 sub judul yang sangat menggunggah
pembaca untuk ingin menyelesaikan tiap judulnya.
Buku
ini menceritakan kisah perjalanan/ perjuangan seorang guru dalam meraih satu
demi satu mimpi yang di bangunya. Mimpi atas dasar rasa cinta dan kasih sayang
pada keluarga kecilnya, dua putra dan satu putri sulungnya yang cantik.
Saat
kegagalan yang ia alami menjadikan pecutan semangat untuk bisa bangkit, berdiri
dan berlari hingga mimpi-mimpi dapat ia raih. Satu dasawarsa terasa cukup untuk mewarnai hari dengan
mimpi-mimpi itu. Belum semua mimpi
terwujud, tetapi ada kepuasan tersendiri yang membuat penulis merasakan betapa
Allah sangat menyayangi dengan cara-Nya. Selalu ada hikmah yang dapat diambil
dari hal buruk atau hal yang tidak
sesuai harapannya.
Saat
rasa syukur itu hadir, maka banyak hal yang menghampiri bahkan penulis makin
berpresrasi dengan karya-karyanya membuatnya bangga dan tetap terus berprestasi
berikan hal terbaik bagi orang-orang terdekat dan orang-orang yang dicintainya.
Allah Swt selalu berikan jalan bagi siapapun hamba-Nya yang mau meminta dan
berusaha serta yakin bahwa Allah akan selalu berikan hal yang terbaik dalam hidup
kita. Allah akan berikan sesuatu di saat yang tepat dengan jalan terbaik-Nya.
Menurutku
buku ini akan lebih baik jika disetiap pergantian judul diberi kata-kata
mutiara untuk dapat membangkitkan pembaca hingga bisa menambah motivasi dalam
menjalani setiap episode kehidupan. Akan lebih cantik pula jika ada sedikit
gambar tentang putra-putri ataupun gambar yang sedikit menambh kecantikan buku
agar lebih menarik.
Demikianlah
resensi buku dasawarsa pelangi kehidupan yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Jika ingin
memiliki buku ini silahkan menghubungi penulis dengan alamat
dwiyulianti@gmail.com. Terimakasih salam sehat salam literasi tetap semangat
dan terus berkarya. Selamat membaca!
Gunungkidul,
27 Desember 2022
Minggu, 25 Desember 2022
Terimakasih Pak Dedi
Rabu, 21 Desember 2022
Senyum Terakhirmu
Dalam dekapan malam
Terisak tak kuasa kumenahan
Bersama rinai hujan malam
Kuteringat sosok yang begitu kurindu
Bersama bayangmu kupeluk mesra
Tiga belas tahun silam
Jelas dalam ingatanku
Kau berikan senyum terakhirmu
Ibu tak kan pernah hilang
Tak kan pernah sirna
Kau selalu ada dalam tiap tarikan nafasku
Kau selalu ada dalam untaian indah doaku
Ibu senyum terakhirmu
Buatku lebih tenang melepasmu
Aku yakin Ibu... kau bahagia disana
Bersama bidadari surgaNya
Ibu ... maafkan anakmu
Belum sempat buatmu bahagia
Ibu ... ijinkan aku tuk teruskan perjuanganmu
Ijinkan aku tuk mampu sepertimu
Kuingin sepertimu dengan luasnya sabarmu
kuingin sepertimu dengan tulusnya perjuanganmu
Kaulah sinar hidupku
Kaulah kunci kesuksesanku
Ibu... terimakasih atas kasih sayangmu
Terimakasih atas cinta kasihmu
Terimakasih atas jerih payahmu
Surga indah tempat kembalimu
Gunungkidul, 22 Desember 2022
Jumat, 16 Desember 2022
Hujan itu Menertawaiku, tapi Kini Kembali Memelukku
Hujan
itu Menertawaiku, tapi Kini Kembali Memelukku
“Aku lelah, aku capek, aku benciiiiiii,
benci semua ini!”. Teriak Keyla.
Hujan malam ini seperti menertawakan
Keyla. Tak sedikitpun mampu membawa ketenangan padanya. Padahal dulu hujan selalu
membawa Keyla pada sosok Erfan yang ia kagumi. Tidak kali ini hujan seperti menertawakan dirinya. Teriak sekenceng
apapun Keyla tak mampu datangkan seseorang yang ia rindu.
Tak biasanya Erfan begini, dalam
keadaan apapun ia selalu menghubungi Keyla. Desember beserta derasnya hujan
seperti mewakili hati Keyla yang sedang remuk redam.
“Fan, megapa kau tega biarkan aku menunggumu,
rindu ini menyiksaku Faaan,” rengek Keyla. Pikiran Keyla melayang dan
mengembara entah kemana. Tatapannya kosong dan butiran bening itu menetes dari
sudut matanya. Semakin malam semakin larut dan hujanpun masih saja tunjukkan
rinainya yang dingin.
Sejak pertemuanya dengan sosok
laki-laki yang sudah sejak bertengger lama dalam hatinya, Keyla merasa
menemukan jiwanya yang hilang. Ya… Erfan,
satu nama entah sekian purnama ia rindukan. Pertemuan tiga bulan yang
lalu membuat Keyla begitu merasa diri Erfan adalah benar-benar sosok yang bisa
buatnya bahagia. Singkat namun begitu bermakna. Bak hujan yang turun di tengah
kemarau nan tandus. Hujan mampu menyegarkan dan menumbuhkan benih-benih yang
sudah hadir sejak dulu kala.
Sekian puluh tahun mereka pernah
bersama dan menjadi sandaran ternyaman.
Masih segar dalam ingatan saat pertama kali bertemu. Rona bahagia terpancar
disana. Seiring berjalannya waktu benih-benih itu mulai tumbuh bersemi. Apapun
yang di rasakan selalu ada tawa menyertainya. Tak ingin semua berlalu.
Pertemuan itu kesempatan buat Keyla dan Erfan ungkapkan semuanya. Secangkir
kopi hitam menjadi saksi kisah dua insan yang saling merindu.
Baru kali ini mereka benar-benar bisa
memandang satu sama lain dengan penuh
rasa cinta. Hati tak bisa dibohongi. Tatapan mata itu menenggelamkan semuanya
dan memberikan isyarat tentang keduanya. Bahagia itu sederhana, bisa bercerita
tertawa bersama dan habiskan kopi hitam secangkir berdua.
“Fan, ini bener kamu kan?” Seolah tak
percaya Keyla memandang dan memanggil Erfan dengan penuh tanda tanya.
Hae … iya Key. Ini aku, aku datang
untukmu, untuk rasa kita.
Sepontan pelukan menyatukan mereka.
Aroma harumnya seduhan kopi membawa mereka bersama alunan nada rindu yang bergelayut
manja di lengan kokoh berlapis kasih. Butiran bening itu menetes hangat di pipi
Keyla. Keyla terharu. Ini nyata ini bukan mimpi.
“Kenapa kau menangis Key?” Tanya Erfan
dengan perlahn menghapus butiran bening itu.
“Kau tahu Erfan, aku bahagia. Semesta
membawa kita pada pertemuan ini. Ini seperti mimpi. Aku tak percaya, Faan”.
Kembali Kayla memeluk tubuh Erfan dengan manja.
“Keyla, ini bukan mimpi, ini nyata.
Lihatlah langit itu!” sambil memandang dan menunjuk langit biru Erfan tersenyum manis.
“Iya, ini nyata dan kita bisa nikmati
langit itu bersama. Kau ingat apa keinginan terbesarku? Tanya Keyla.
“Iya, kau begitu ingin kita bisa
melihat langit biru itu bersama, dan hari ini kita bisa benar merasakannya”.
Sambut Erfan.
Lalu keduanya memandang langit biru
dengan memanjatkan doa. Seperti yang mereka inginkan saat pertemuan itu belum
terjadi.
Pertemuan itu membuat Keyla dan Erfan
begitu yakin bahwa inilah cinta sejati mereka. Kedatangan Erfan yang hanya dua
hari telah membuat Keyla begitu bahagia. Saat Erfan kembali pun dia berjanji
datang kembali untuk Keyla. Dan empat bulan berlalu. Keyla masih dengan
setianya. Selalu menunggu kabar dari Erfan tiap detik waktu. Hari-hari terasa
indah walau mereka berada di kota yang berbeda. Jarak bukanlah penghalang
mereka untuk bisa merenda kisah cinta ini.
Tidak kali ini Keyla begitu menjerit
pilu, bahkan saat ia berteriakpun mungkin Erfan tak mendengarnya. Dua hari
Erfan tak menghubunginya, tapi seseorang telah mengatakan pada Keyla bahwa
Keyla tak perlu lagi menghubungi Erfan. Kata-kata wanita itu masih jelas
terdengar. Huuf Keyla dengar dan terima kata-katanya. Tanpa satu kata pun mampu
Keyla ucapkan. Tanpa ia sadari air mata itu mewakili hatinya. Jeritan hatinya, kerinduanya tentang hal yang
dialami bersama Erfan apakah akan hilang begitu saja.
“Tidaak… apa arti semua ini, Rabbi …
jerit Keyla. Aku harus bagaimana, aku tak bisa, aku tak ingin semuanya
berlalu.” Rintih Keyla.
Malam semakin larut, angin malam
berhembus bersama dedaunan di samping kamar Keyla dengan sisa-sisa gerimis.
Dingin menyeruak hingga tubuh Keyla pun menggigil. Sedingin hatinya yang tak lagi
bisa merasakan kehangatan canda tawa bersama Erfan. Keyla merebahkan tubuhnya,
masih dengan isaknya sampai ia pun tertidur.
Sayup suara adzan subuh terdengar, perlahan
Keyla membuka matanya. Tangisnya semalam membuat kedua mantaya sembab. Ia pun
bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Air wudu yang dingin menyejukakn wajahnya.
Sedikit bisa menentramkan jiwanya yang keruh. Namun kata-kata wanita kemarin
tak bisa hilang dari pendengaranya. Huuuf, siapa wanita itu? Dalam benak Keyla
bertanya-tanya. Seperti ada yang tak beres.
Keyla tunaikan salat subuh dan ia
tumpahkan semua isi hatinya pada Tuhan.
“Rabbi… padaMu aku serahkan semuanya,
hamba pasrah ya Rabb, apapun yang menjadi ketentuanMu hamba ikhlas. Hanya hamba
memohon tunjukkan hamba ke jalanMu, jalan yang Kau Ridhoi. Jika memang Erfan
bukan yang terbaik untuk hamba maka jauhkan ia dari hamba namun jika memang dia yang terbaik untuk
hamba satukan dengan caraMu ya rabb.” Doa-doa mengalir dari lubuk Keyla.
Berharap mentari kan beri kehangatan
untuknya dengan segala kasih sayang Tuhan. Keyla yakin Allah Tuhan semesta alam
tak akan biarkan ia selalu menangis. Setelah hujan dan gerimis pasti ada sinar
pelangi yang indah menyertainya. Dengan sisa semangat yang ada Keyla pun
bangkit dan akan menata kembali hidupnya. Apapun jalan yang kan di laluinya ia
berusaha tuk mampu melewatinya. Biarlah
waktu menjawab semuanya. Masih ada waktu untuk hari esok. Keyakinan Keyla
membuatnya kuat dan akan terus berharap.
***
Sinar mentari datang bersama nyanyian
kicauan burung dan sejuknya embun pagi. Keyla melangkahkan kakinya tuk susuri
jalan menuju tempat kerjanya. Ada yang lain pagi ini. Sapa lembut Erfan yang
selalu mengantarkannya tuk jalani kehidupan tak lagi ia dengar. Kenyataan bahwa
harinya tak seindah nyanyian burung pipit itu dan juga tak sehangat mentari
yang menyeka tubuh mungilnya. Sekuat
apapun ia berusaha tuk tak mengingat lagi kata wanita itu, namun sekuat itu pula rasa getir
melumuri hatinya. Ia tetap percaya
dengan Erfan. Apapun itu, Keyla tak harus semudah itu percaya.
Saat beraktivitas memang Keyla sedikit
bisa terhibur. Ia bisa selesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Namun ketka senja
mulai tampakkan sinarnya kembali hati Keyla terisis.
“Faan, dengarkan aku. Datanglah Faan ucapkan
satu kata untuk bisa yakinkan hatiku Faan. Jangan siksa aku seperti ini. Beri
aku kepastian jangan pergi dan menghilang begitu saja Faan, Please aku mohon.”
Seperti orang yang tak sadarkan diri Keyla ungkapkan semua bersama dengan senja
yang mulai tamaram.
Tiba-tiba ponsel Keyla bordering. Satu
nama tertera disana. Ya… Erfan. Dengan cepat Keyla mengangkat panggilan itu.
Tangis Keyla pecah. Belum sempat ia katakana sesuatu pada Erfan namun Keyla tak
bisa menahan tangisan itu. Erfan
biarkan tangisan Keyla mereda. Baru Erfan jelaskan semuanya. Jika hal itu dekat
pasti Erfan akan memeluk Keyla dan menenangkanya. Erfan tak setega itu
membiarkan wanitanya menagis dan bersedih.
“Key, boleh aku bicara?” suara lembut
Erfan menghentikan isak tangis Keyla.
Keyla masih terdiam.
“Key, aku tahu kamu pasti sedih dan
terluka. Maafkan aku yang beberpaa hari ini tak bisa menghubungimu. Ya… wanita
itu bude aku Key. Dia menghendaki aku menikah dengan anak temannya. Dan aku
diminta meninggalkanmu.” Jelas Erfan.
“Lalu, kamu diam saja Faan, dan biarkan
aku dengan sejuta tanya dalam kesedihan? Tanya Keyla.
“Bukan begitu Key, mengertilah. Budeku
sangat otoriter dan selalu menang sendiri Ibuku dari dulu harus selalu mengalah
untuknya. Dan aku butuh waktu untuk bisa lepas dengan keinginan bude ku itu.
Kamu yang sabar ya!” Pinta Erfan.
Erfan yang sejak kecil di asuh oleh
Budenya, hingga apapun tentang kehidupannya. Budelah yang paling berkuasa untuk
menentukan. Padahal Erfan bukan anak kecil lagi dan punya prinsip untuk
menentukan langkah dalam hidupnya. Bagaimana ia kan mencapai apa yang ia
citakan.
Hidup adalah serangkaian proses. Untuk
mencapai apa yang kita inginkan , tak semudah membalikkan telapak tangan Kita
harus berjuang tuk capai semuanya. Sertakan Tuhan di dalamnya. Sekuat apapun
kita berencana namun Tuhanlah yang berhaq tentukan semuanya. Keyakinan kan
membawa kita pada masa dimana kita akan merasakan betapa perjuangan itu begitu
indah.
Erfan yakinkan Keyla untuk bisa
menunggunya. Dengan penuh keyakinan Keyla siap menunggu Erfan dengan sejuta
mimpi yang tersemai dari lubuk hatinya. Kini Erfan dan Keyla berusaha untuk
saling menjaga. Biarkan waktu yang akan menjawabnya. Dan waktu yang dinantipun
tiba. Desember dan hujan adalah rindu. Semesta akhirnya berpihak pada mereka. Keyla kembali tersenyum
dan akan terus berjuang untuk segala rasa yang tercipta. Ikatan hati tak mudah
begitu saja terlepas, terukir indah satu nama dan Keyla tak ingin lepas dan
kehilangan Erfan. Kini perjuangannya, Ihtiyar dan doa terjawab sudah.
Gunungkidul, 16 Desember 2022
Kamis, 15 Desember 2022
Pembukaan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka PAI SD Kabupaten Gunungkidul
Pembukaan
Diklat Implementasi Kurikulum Merdeka
Alhamdulilahirabil
alamin segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan rahmad dan kasih
sayangNya sehingga pada kesempatan ini masih bisa beraktivitas dan melaksanakan
tugas dengan baik. Hari ini Kamis 15 Desember 2022 dari KKG PAI kabupaten
Gunungkidul mengadakan BIMTEK IMPLENTASI KURIKULUM MERDEKA dengan tujuan Guru
Pendidikan Agama Islam dapat memahami konsep dan penerapan kurikulum merdeka di
sekolah secara tepat.
Susunan
acara
1. Pembukaan
2. Pembacaan
kalam ilahi
3. Menyanyikan
lagu Indonesia raya
4. Sambutan
panitia
5. Sambutan
dan pembnaan Bp Faqih Somadi
6. Lain-lain
7. Penutup
Acara
di buka dengan membaca doa umul kitab. Selanjutnya pembacaan kalam ilahi oleh
Bapak Fauzi Afiq.
Sambutan
Panitia oleh Bapak Haryono Kegiatan Bimtek IKM bertempat di Aula PLHUT
Kementrian Agama Kabupaten Gunungkidul.
Sistem pendidikan di Indonesia yang memang memiliki wilayah besar ini cukup sulit menselaraskan sistem pendidikan. Tidak heran bila adanya ketimpangan kualitas belajar sangat lebar antara wilayah satu dengan yang lainya. Tentunya pemuihan sitem pendidikan dari kondisi krisis ini tidak dapat hanya dengan krikulum saja. Setiap perubahan besar selalu mlibatkan upaya dari pihak lain seperti kapasitas guru, kepala sekolah dan yang penting lembaga pendidikan itu sendiri.
Adanya Sistem kurikulum baru yang menghindarkan krisis belajar. Untuk mengatasi hal tersebut. Pandemi membawa kita pada perubahan. Pemerintah mengambil kebijakan dengan mencetuskan kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka. Hal itu bertujuan untuk dapat menghilangkan ketimpangan proses belajar di wilayah Indonesia. Antara satu daerah satu dengan daerah yang lain serta menyelaraskan sistem belajar. Materi dan cara mengajar agar semua daerah bisa selaras.
Tujuan IKM yaitu menggali mutu guru. Menciptakan ruang inovasi yang luas kepada segenap eksponen dan elemen pendidikan di Indonesia demi mewujudkan pemulihan dan perbaikan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Peserta bimtek
IKM terdiri dari 54 peserta dari 18 kapanewon di kabupaten Gunungkidul
Sumber
dana: biaya mandiri
Waktu
pelaksanaan Hari Kamis, 15-18 Desember 2022. Pelaporan hasil pelaksanaan
diklat. .
Selanjutnya Smbutan Bapka Faqih Kasi Pais Kemenag
Kabupaten Gunungkidul.
Take line kemenag Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat .
Munculnya
Covid 2019 yang membawa banyak perubahan dalam dunia pendidika. Karena pembelajaran
tidak tatap muka maka anak kurang tuntunan langsung dari guru. Selain itu juga
materi sangat lambat. Maka kurikulum merdeka bukan tanpa alasan. Kurikulum merdeka
untuk menanggulangi itu semua. Kemendikbud ristek Tujuan Munculah IKM
sebelumnya K13 itu di sederhanakan. Jangan punya asumsi atau memahami kurikulum
merdeka secara sepotong-potong tapi lihatlah secara menyeluruh. Dengan Bintek
IKM ini diharapkan guru PAI mampu untuk menerapkan kurikulum baru. Dalam IKM
ini dengan Profil pelajar Pancasila.. Nha bagamana cara belajar dengan profil
pelajar Pancasila.
Semoga
adanya diklat IKM INI DARI, OLEH DAN UNTUK kita.Maka lakukan secara
sungguh-sungguh dan menyeluruh. Sebagai guru PAI kemenag siap mengikuti Kumer
tahun 2024 siap untuk mengimplementasi IKM.
Acara
pembukaan Bintek IKM telah usai dan dilanjutkan penyampaian materi oleh
narasumber Ibu Siska Candra Ningsih, M.Sc dari Universitas PGRI yang merupakan pelatih ahli Sekolah Penggerak. Untuk Materi insyaAllah saya share di
waktu selanjutnya. Demikian pembukaan Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka.
Terimakasih
semoga bermanfaat salam sehat selam literasi tetap semangat dan terus berkarya.
Gunungkidul,
15 Desember 2022
Jumat, 09 Desember 2022
Ngeblog Dapat Apa?
Ngeblog
Dapat Apa?
Ngeblog
Aku mengenalmu
Dua tahun silam
Walau hanya blog gratisan
Ada banyak hal baru
Yang menbuatku terkesima
Belajar menulis
Membawaku
Mengenalmu
Kutemui teman
Dari berbagai kalangan
Cerita indah dan menawan
Berkunjung membuat hati bahagia
Berbagi cerita indah
Beri motivasi
Inspirasi
Lalu
Selain itu
Ngeblog dapat apa?
Teman, pengalaman, buku , hadiah
Masih ragukah dengan ngeblog
Ayo semangat kawan
Rasakan keuntungan
Ngeblog
Gunungkidul, 9 Desember 2022
Kamis, 01 Desember 2022
Pandangan Pertama tentang Blog
Rabu, 30 November 2022
PKKS di Hari Korpri
Senin, 21 November 2022
Kopdar RVL ( Rumah Virus Literasi)-1 di Yogyakarta
Kopdar
RVL ( Rumah Virus Literasi)-1 di Yogyakarta
Bersyukur
atas segala Rahmat dan karuniaNya, atas kesempatan yang saya dapatkan. Saya
mendapatkan undangan untuk kopdar
anggora RVL( Rumah Virus Literasi) dari
grup WA. Saya pun segera mendaftar untuk mengkuti acara tersebut. Membayangkan
bagaimana serunya acara itu. Saya bisa bertemu langsung dengan Nara sumber
pelatihan menulis yang saya kenal sejak tahun 2020 seperti Bu Kanjeng, Om Jay,
Mr Emko, Cak Inin dan Pak Ngainun Naim serta teman-teman pegiat literasi dari
berbagai daerah. Acara temu penulis yang tergabung dalam komunitas menulis
Rumah Virus Literasi (RVL). Acara ini berlangsung di BBGP/ PPPPTK Yogyakarta,
21-23 Oktober 2022.
Pada
acara Kopdar RVL 1 yang mengambil tema “Berliterasi Membangun Negeri” ini juga
diluncurkan 185 judul buku karya 17 penulis. Acara yang dibuka Plt Dirjen GTK
Prof Nunuk Suryani juga diisi dengan bedah buku, bazar buku, dan hibah buku
kepada Perpusda Yogyakarta.
Rumah
Virus Literasi (RVL) adalah komunitas menulis yang digagas oleh Much Khoiri
dosen Unesa Surabaya yang juga penggiat literasi. Komunitas ini beranggotakan
penulis lintas usia dan lintas profesi dari berbagai daerah. Ada yang dari Jawa
Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, bahkan ada pula yang dari luar Jawa.
RVL(Rumah
Virus literasi) merupakan komunitas menulis yang anggotanya paling dinamis dari
sekian komunitas menulis yang saya ikuti. Dari komunitas ini saya mendapat
energi baru. Energi untuk terus belajar dan belajar. Pecutan semnagt yang tak
henti-hentinya dari para nara sumber dan juga teman-teman pegiat literasi.
Saya
berangkat ke BBGP/PPPPTK MATEMATIKA YOGYAKARTA, bersama satu orang teman dari
sekolahku. Kami berangkat pukul 06.30 WIB dari Gunungkidul. Tepat pukul 08. 15
WIB kami tiba di lokasi. Kegiatan ini merupakan workshop dalam rangka
peringatan Bulan Bahasa dan meningkatkan pengembangan kemampuan literasi guru.
Dalam
kesempatan ini sayaselain saya bisa bertemu dengan para nara sumber hebat saya
bisa bertemu dengan sahabat literasi yang berasal dari satu daerah.Walaupun
kami sama-sama orang Gunungkidul, dan kenal di dunia maya akhirnya bisa
langsung bertemu. Seperti sudah lama mengenla walaupun baru pertama kali
bertemu dengannya. Bahagia dapat saya
rasakan dan juga teman-teman lainnya. Selama ini kami hanya bertemu lewat dunia
maya dan akhirnya kami bisa kopdar di Yogya.
Acara
di mulai pukul 08.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia raya. Dilanjutkan
sambutan Ketua Panitia Bapak Mukminin, S.Pd.M.Pd. Dilanjutjan sambutan dari
Ketua RVL ( Rumah Virus Literasi) Bapak Drs. Much Khoiri, M.Si. Dalam sambutanya beliau mengajak untuk
semangat dalam menulis apapun yang bisa kita tulis maka mulailah. Dari hal yang
sederhana kemudian bisa berlanjut dengan menerbitkan buku. Tentu menulis
hal-hal yang positif dan bermanfaat untuk orang lain. Tulisan yang bisa mengispirasi dan memotivasi.
Selanjutnya
Bapak Ngainun Na’im memberika materi tentang bagaimana menulis dengan mudah.
Semua orang asal bisa membaca semua bisa menulis. Menulis sebenarnya berkaitan
erat dengan kehidupan seorang guru dan dosen. Jika ingin lancar dalam karir dan mendapatkan kemajuan dalam hidup maka
mengasah keterampilan menulis menulis menjadi sebuah keharusan. Keterampilan menulis
diperlukan oleh siapapun dari profesi apapun.
Dalam
menulis terkadang kita jumpai kesulitan, dan biasanya desebabkan karena “jam terbang”
menulis yang belim tinggi. Karena itu agar kualitas tulisan semakin baik maka
langkah yang paling efektif meningkatkan “jam terbang”. Semakin sering menulis
maka semakin terlatih kemampuan dan semakin meningkat kualitasnya.
Bapak Ngainun Naim juga memberikan tips atau
kunci-kunci menulis yaitu :
1. Niat
Salah
satu kunci penting dalam menulis adalah niat yang kuat. Tanpa ada noat,
mustahilorang bisa menulis.
2. Mindset
Menulis
itu mudah tinggal kita yang mengerjakannya. Pendapat bahwa menulis itu mudah
penting di tanamkan agar dalam prakteknya betul-betul mudah. Menulis menjadi
berta jika mindset yang terbangun menulis itu sulit.
3. Tradisi
Membaca
Mustahil
seseorang bisa menulis jika jarang membaca. Menulis pada hakekatnya adalah
memproduksi dan mengembangkan hasil bacaan ke dalam bentuk tulisan. Semakin
banyak bacaan semakin banyak perbendaharaan wawasan yang akan di tuangkan dalam
bentuk tulisan.
4. Ngemil
Saat
kita sedang menulis dan terkadang belum selesai dan kita mengalami kebunuan,
maka lakkan hal ini kita ngemil sebentar.Kita rasakan sesuau dan akhirnya kita
bisa menulis kembali.
5. Praktek
Menulis
Kualitas
sebuah tulisan dipengaruhioleh salah satunya seberapa sering kita menulis.
Semakin sering menulis maka tulisan kita akan semakin bagus.
6. Menikmati
Proses Menulis
Menulis
harus dinikmati, jangan sampai menulis itu menambah beban, apalagi menjadi
penyebab stress. Jujur itu tidak mudah namun jika terus dilatih, kita bisa
kecanduan menulis.
7. Disiplin
Disiplin
itu mudh di ucapkan tetapi sulit di praktekkan. Mungkin langkah awalnya dengan
dipaksa. Lama-lama akan menjadi terbiasa.
8. Jangan
Mudah Menyerah
Banyak
yang ingin bisa menulis, tetapi terhenti sebatas sebagi keinginan belaka. Kunci
penting menulis itu salah satunya adalah tidak mudah menyerah.
Membaca dan menulis itu memiliki energi
besar untuk merubah hidup kita. Jadi mari membaca, serap energinya, dan menjadi
diri yang terus memiliki nilai tambah setiap hari. Setelah itu tulis dan
kembangkan agar diri kita semakin berdaya.
Ibu Rita Andriyanti
juga membagikan ilmunya tentang “ Travel Writing dan Catatan Harian”. Tulisan
jenis ini termasuktulisan populer yang merupakan fiture perjalanan. Sebuah
tulisan jurnalistik bukan berita. Ia nyata dan bukan khayalan. Tulisan informative
lebih dari sekedar memberi informasi, dapat menggiring imajinasi pembaca.
Lalu
apa tugas Writer Travel ? Membuat pembaca
dapat meraskan, seolah-olah ia menjadi bagian dari perjalann trsebut.
Kemudian tulisan jenis ini memiliki manfaat yaitu :
1. Mengabadikan
peristiwa perjalanan
2. Sumber
inspirasi bagi orang lain
3. Melepaskan
ketegangan/strees healing
4. Dapat
cuan/ sponsor
5. Belajar
di bidang agensi perjalanan, berita online dan lain-lain
6. Menambah
karya literasi
7. Amal
Jariyah
Dari
jenis tuisan ini apa saja yang ditulis/
Ø Transportasi
apa yang digunakan
Ø Penginapan
apa yang dipilih
Ø Kuliner
apa yang bisa diikmati
Ø Destinasi
wisata apa saja yang mesti dikunjungi
Ø Oleh-oleh
khas yang populer
Ø Bagaimana
melakukan ibadah saat di tempat tujuan
Ø Sertakan
foto sebagi penguat
Ø Lika-liku
peristiwa unik yang terjadi
Menjadi
Travel writer itu idaman kaum milinea saat ini. Bisa dilakukan oleh yang muda
hingga tua. Tidak hanya di tulis melalui buku tapi juga di medsos lainya. Seperti
: youtube, FB, blog, IG dan lain-lain. Keudian apa tugas dari Travel Writer? Yaitu membuat pembaca dapat
meraskan seolah-olah ia menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Saat sesi terakhir dengan Narasumber Om Jay memberikan
tantangan untuk peserta. Beliau memberikan
tantangan untuk menulis 3 paragraf tercepat. Om Jay memberikan tema Guru Bloger Indonesia.
Narasumber
memberikan hadiah bagi para peserta yang hadir. Peserta pertama yang
mendapatkan buku dari Bu Kanjeng adalah peserta dari Bekasi, karena satu
pertanyaan yang di ajukan kepada narasumber. Saya termasuk salah satu peserta
yang mendapatkan buku. Saat Om Jay
sebagai nara sumber maka ada tantangan untuk membuat tulisan tiga paragraf
tercepat dengan tema Om Jay Bapak Blogger Indonesia. Segera saya tulisan tentang
Om Jay dan klik langsung saya kirim ke no WA Om Jay.
Alhamdulilah saya mendapatkan salah satu dari 7 buku yang Om Jay berikan bagi peserta.
Berburu ilmu di negeri panda adalah buku pilihan yang saya ambil.
Terimakasih
Om Jay guru bloger Indonesia, karenamu saya punya blog karenamu saya bisa menulis
karenamu saya punya buku solo dan antalogi. Teriring doa semoga Om Jay selalu
sehat dan terus bisa memberi inspirasi dan motivasi pada kami penulis pemula.
Pertemuan singkat namun bermakna semoga bermanfaat. Salam literasi.
Tidak
hanya itu, aku juga bertemu Ibu Sumintarsih dan kami pun sempat berfoto bareng
dan bertukar buku. Waah indahnya silaturahmi. Ada rasa bahagia yang tak bisa di
ungkap dengan kata-kata. Kami mendapatkan ilmu dan juga berkesempatan untuk
bertemu tenan -teman.
Demikian
acara yang saya ikuti bersama RVL. Berharap masih ada kesempatan untuk bisa
bertemu di acara lain.
Terimakasih
Bapak Ibu narasumber yang telah banyak memberikan ilmu. Semoga menjadi ladang
jariyah untuk Bapak Ibuk. Aamiin
Salam
sehat, salam literasi tetap semangat dan terus berkarya.
Gunungkidul,
22 November 2022
Hari Kemenangan
Hari Kemenangan Oleh : Sumarjiyati Hari kemenangan hari yang suci Menyambut Lebaran dengan hati berseri Puasa sebulan telah ber...
-
Dan nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan. Itulah salah satu ayat Ar-Rahman yang tidak hanya sekali di sebutkan namun sampai ...
-
Terima, sadari , perbaiki Mendengar suaranya benci apalagi sampai melihat wajahnya. Bagaimana tidak aku menganggap d...
-
Aku Kamu dan Dia A ku seseorang yang mengagumimu K u rasa kau tau itu U ntuk bisa bertemu butuh waktu K au juga merindukanku A kank...