Cari Blog Ini

Selasa, 30 Desember 2025

Pada Mentari Tertumpu Harapan

Pada Mentari Tertumpu Harapan
Oleh: Sumarjiyati

Suasana pagi hari Selalu memberikan semangat
Tanda dimulainya hari baru 
Menanti sang  mentari  menyapa
Tangis bayi mungil memecah keheningan
Setelah perjuangn panjang terlewati

Tubuh mungil hadir dalam pelukan 
Berbalut kasih pancarkan kebahagiaan
Sinar itu tak pernah pudar 
Di hujung timur disinggasana kekar
Sang bayunpun terhirup begitu segar 

Mengiringi kaki menapak masa depan
Tertumpu harapan padamu sang pujaan
Jadilah sosok yang menawan
Selalu menebar kebaikan
Tetap rendah hati dalam segala keadaan
Karena semua yang kita punya adalah titipan

Dua puluh dua tahun genap usiamu
Doa terindah mengiringi langkahmu
Tiada yang dapat ibu berikan
Selain cinta dan kasih sayang
Sehat selalu bahagia mentyertaimu


Gunungkidul, 31 Desember 2025

Minggu, 21 Desember 2025

Challenge-Day 10

Calleng grup menulis cerpen: 🌻Hari 10 — Flash Drama

☘️Tugas:
Tulis adegan pertengkaran 5–8 baris. No backstory, langsung konflik.

 Farel (30-an) berdiri di bawah pohon di tepi jalan, memegang kotak kecil berwarna merah wajahnya tegang.
Elsa (25-an) datang dari arah  seberang jalan, tampak marah dan frustrasi.
Farel
Aku butuh jawabmu sekarang, Elsa katakan apa maumu.
Elsa
(Melangkah maju)
Tidak! Aku sudah bilang tidak. Kamu tidak perlu jawaban semua sudah jelas.
Farel
Jelas bahwa kamu ketemuan dengan mantan kamu itu, Berapa kali harus aku katakan? pilih satu di antara kami.
ELsa
(Menunjuk ke arah Adam)
jadi kamu tidak percaya! Ok! Ya aku memang ketemuan dengan dia
Farel
(Tertawa sinis)
Konsekuensi? Kamu yang bicara soal konsekuensi? Setelah apa yang kamu lakukan itu?
Elsa
(Suaranya meninggi, ada nada sakit hati)
Kemarin itu karena kamu duluan yang memulai! Kamu menghancurkan semuanya,Farel! Semuanya!

Farel
(Membuang kotak merah yang ada dalam genggamannya)
Baik! Ambil saja! Dan buang terserah kamu. Tapi jangan harap aku kembali.
Farel berbalik dan berjalan menuju mobi, membanting pintu mobil depan dengan keras.
Elsa terdiam, menatap kotak kecil merah tepat di hadapannya dengan mata berkaca-kaca dada berdetak kencang.
HANCUR.

(Atik) tugas ke 10
Gunungkidul, 22 Desember 2025

Kamis, 18 Desember 2025

Gerakan Pengembangan Pangan dan Gizi SD N Mulusan Paliyan

 

Gerakan Pengembangan Pangan dan Gizi SD N Mulusan Paliyan

“kamu mungkin tidak menanam jutaan pohon, tetapi jika kamu dapat , merawat  satu pohon dengan cinta dan perhatian, itu akan membuatmu hebat.”- Amit Ray


 

Sesuai himbauan dari Bupati Gunungkidul Ibu Endah Subekti Kuntarini,S.P, M.P agar menjaga kedamaian dan persatuan di tengah isu nasional, mendorong program pangan (Gerbang Pagi), edaran ramah lingkungan (Idul Fitri tanpa plastik), aturan ASN (tidak pamer kemewahan), serta himbauan keamanan dan ketertiban umum (Kamtibmas), yang semuanya bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat Gunungkidul melalui kebijakan publik dan ajakan moral.

Hari ini hari terakhir sekolah untuk menerima Raport semester satu tahun Pelajaran 2025/2026 SD Negeri Mulusan sebelum pembagian raport melaksanakan salah satu anjuran Bupati Gunungkidul yaitu Gerakan Pengembangan Pangan dan Gizi (Gerbang Pagi): Mendorong warga memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran dan tanaman obat sebagai lumbung pangan keluarga.

Di pimpin Bapak kepala sekolah SD N Mulusan  Bp Efa Mardidatun,S.Pd.SD menanam satu pohon Nangka di lingkungan sekolah di isaksikan oleh murid dan juga guru SDN Mulusan. Ketika di saksikan murid-murid kami berharap dapat menumbuhkan cinta lingkunganterhadap mereka. Semoga  pohon Nangka dapat tumbuh subur dan kelak berbuah. Kami tanamkan  kepada murid untuk mencintai dangan menjaganya dengan bergiliran menyiram dan merawat pohon Nangka tersebut.

Terimakasih salam sehat tetap semangat manfaatkan momen liburan dengan aktivitas positif Selamat berlibur.

Gunungkidul, 19 Desember 2025

Senin, 08 Desember 2025

Doa Bersama dan Penggalangan Donasi untuk Aceh, Sumbar dan Sumut

 

Doa Bersama dan Penggalangan Donasi untuk Aceh, Sumbar dan Sumut



Keyakinan bahwa semua peristiwa, baik yang menyenangkan maupun yang sulit, telah diatur sebelumnya oleh Allah SWT adalah bagian dari rukun iman (percaya pada takdir baik dan buruk). Tentu saja dalam setiap peristiwa ada hikmah di dalamnya. Kita tahu bahwa Aceh merupakan serambi Mekkah boleh jadi Allah membersihkan Aceh dari hal-hal buruk dengan cara mengirimkan banjir bandang.

Meskipun cobaan terasa berat, umat beragama meyakini ada hikmah atau pelajaran tersembunyi di baliknya yang mungkin tidak langsung terlihat.

 Ujian sering kali dipandang sebagai cara untuk menguatkan iman, menghapus dosa, atau meningkatkan derajat seseorang.

Kita sebagai warga negara Indonesia tentu merasakan betapa pedih yang di rasakan saudara-saudar kita di Aceh, Sumatra Barat dan juga Sumatra utara. Dari jauh kita hanya bisa mendoakan semoga mereka di beri katabahan, kesabaran dan bagi yang meninggal dunia semoga di ampuni dosa-dosanya di terima amal ibadahnya dan  mendapatkan surga yang indah di sisiNya. Ammin Selain itu kita juga bisa memberikan sedikit bantuan materi.


Warga SDN Mulusan Paliyan megadakan doa bersama dan penggalangan donasi untuk Masyarakat Aceh, Sumatra utara dan juga Sumatra Barat sebelum ASAS (Asesmen  Sumatif Akhir Semester Satu) di mulai. Semoga sedikit yang bisa di berikan bisa bermanfaat dan dapat memberikan pelajaran bagi  murid-murid dan seluruh warga SDN Mulusan Paliyan Gunungkidul.

Dengan ujian dari Allah ini kita bisa belajar bahwa takdir Allah itu pasti terjadi, yang kedua kita harus  bersikap sabar dan menerima kenyataan hidup dengan lapang dada. Dengan meyakini bahwa segala sesuatu adalah baik, seseorang didorong untuk lebih ikhlas dalam menghadapi kesulitan.

Selanjutnya bersikap Husnudzon (Berprasangka Baik). Ini mencerminkan sikap berprasangka baik kepada Allah SWT, meyakini bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya .

Bismilah semoga kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dapat kita jadikan sebagai pengingat untuk tetap optimis, bersyukur, dan tabah dalam menghadapi tantangan hidup, dengan keyakinan penuh pada rencana Ilahi. Kita Yakini bahwa segala hal yang terjadi dengan takdir atau ketetapan Allah Swt.

Gunungkidul. 09 Desember 2025

Senin, 01 Desember 2025

Deep Learning kunci Emas Meningkatkan Pra_Literasi di Paud

 

Deep Learning kunci Emas

Meningkatkan Pra_Literasi di Paud


Alhamdulilah masih di beri kesehatan dan kesempatan untuk bisa belajar bersama Aula BB Rulit. Dalam kesempatan ini kita akan belajar dan berbagi dengan nara sumber hebat Kak Lina Amelina,S.Pd. Gr seorang Penilik Kabupaten Sumedang, Penulis dan juga seorang guru penggerak. Beliau akan berbagi tentang Deep Learning Kunci Emas Pra _Literasi Paud. Mari kita Simak aparannya.

A.     Konsep Deep Learning dalam Pendidikan

Dalam konteks pendidikan, deep learning menekankan pada pemahaman konsep secara mendalam dan penguasaan kompetensi dengan cakupan materi yang lebih terfokus. Pendekatan ini kontras dengan surface learning (pembelajaran permukaan) yang mencakup banyak materi tanpa pemahaman mendalam.

B.      Elemen-Elemen Deep Learning

Meaningful learning (pembelajaran bermakna), mindful learning (pembelajaran penuh kesadaran), dan joyful learning (pembelajaran menyenangkan) adalah tiga elemen utama dalam deep learning.

1.      Meaningful Learning: Pembelajaran yang relevan dengan kehidupan siswa, menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan yang sudah ada.

2.      Mindful Learning: Siswa memiliki kesadaran penuh, fokus, dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

3.      Joyful Learning: Pembelajaran yang menyenangkan dan menggugah minat siswa, menciptakan suasana belajar yang positif.

C.      Pra-Literasi di PAUD

Pra-literasi adalah tahapan awal dalam mengembangkan kemampuan literasi anak-anak sebelum mereka memasuki pendidikan formal di sekolah dasar. Di PAUD, fokusnya adalah membangun fondasi yang kuat agar anak-anak siap mengolah dan memahami informasi di kemudian hari. Pengembangan literasi sejak usia dini sangat penting untuk mengoptimalkan kecerdasan dan kompetensi anak, termasuk kemampuan berpikir kritis dan analitis. Selain itu, penguatan ekosistem PAUD menjadi kunci untuk mewujudkan generasi Indonesia Emas. Ini melibatkan kolaborasi antara guru, orang tua, dan pemanfaatan teknologi pendidikan.

D.     Komponen Pra-Literasi yang Dikembangkan di PAUD

1.      Pengembangan Bahasa: Melibatkan kegiatan berbicara, mendengarkan, dan memperkaya kosakata anak.

2.      Kesadaran Fonologis: Mengenalkan anak pada bunyi-bunyi dalam bahasa, membantu mereka memahami hubungan antara bunyi dan huruf.

3.      Pemahaman Buku: Membacakan buku cerita dan berdiskusi tentang isi cerita untuk meningkatkan pemahaman anak.

4.      Menulis Permulaan: Memberikan kesempatan pada anak untuk mencoba menulis atau menggambar sebagai bentuk ekspresi diri

5.      Literasi Finansial: Pengenalan konsep uang dan penggunaannya melalui bermain peran dan kegiatan praktik.

6.      Literasi Numerik: Pengenalan angka dan konsep matematika sederhana.

E.      Kegiatan yang Mendukung Pra-Literasi di PAUD

·         Membacakan buku cerita dengan interaktif.

·         Bernyanyi dan bermain dengan rima.

·         Mengadakan diskusi kelompok tentang berbagai topik.

F.      Keterkaitan dengan Pra-Literasi di PAUD

Menerapkan prinsip deep learning dalam pra-literasi di PAUD berarti menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan relevan bagi anak-anak. Misalnya:

·         Membacakan cerita yang terkait dengan kehidupan sehari-hari anak, lalu membahasnya untuk memastikan pemahaman yang mendalam (meaningful learning).

·         Menggunakan permainan yang melibatkan bunyi dan kata, sehingga anak-anak fokus dan menikmati proses belajar (mindful and joyful learning).

·         Memberikan kebebasan untuk berekspresi melalui gambar dan tulisan, memotivasi mereka untuk terus belajar (joyful learning).

Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya menghafal huruf dan kata, tetapi juga memahami bagaimana mereka berhubungan dengan dunia di sekitar mereka, sehingga fondasi literasi menjadi lebih kuat dan bermakna.

G.     Contoh Langkah Pembelajaran Deep Learning dari Cerita Tomat Si Pembasmi Monster Sariawan untuk PAUD

Berikut adalah contoh langkah-langkah pembelajaran deep learning yang diadaptasi dari cerita "Tomat si Pembasmi Monster Sariawan" untuk diterapkan di PAUD, dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam yang bermakna:

Tahap 1: Membangun Konteks dan Pengalaman Awal (Meaningful Learning)

1.      Pengantar Cerita: Guru memulai dengan membacakan cerita "Tomat si Pembasmi Monster Sariawan" dengan ekspresif. Penekanan diberikan pada bagaimana tomat, sebagai tokoh utama, mengatasi masalah sariawan dengan cara yang menarik.

2.      Diskusi Interaktif: Setelah membaca, guru memfasilitasi diskusi yang mengajak anak-anak untuk berpartisipasi aktif. Pertanyaan yang diajukan meliputi:

  Siapa saja tokoh dalam cerita ini?

  Apa masalah yang dihadapi oleh tokoh utama?

   Bagaimana tomat mengatasi masalah sariawan?

3.      Pengaitan dengan Pengalaman Pribadi: Guru menghubungkan cerita dengan pengalaman pribadi anak-anak. Misalnya, bertanya apakah mereka pernah mengalami sariawan, bagaimana rasanya, dan apa yang mereka lakukan untuk mengatasinya.

Tahap 2: Eksplorasi Mendalam dan Pemahaman Konsep (Mindful Learning)

1.      Mencari Tahu tentang Sariawan: Guru mengajak anak-anak untuk mencari tahu lebih banyak tentang sariawan. Informasi dapat diperoleh melalui buku bergambar, penjelasan sederhana dari guru, atau video pendek yang relevan.

2.      Diskusi tentang Tomat: Guru menjelaskan kandungan gizi dalam tomat, terutama vitamin C, dan manfaatnya untuk kesehatan mulut dan tubuh. Penjelasan disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak PAUD.

3.      Aktivitas Sensori dan Kreatif: Anak-anak melakukan berbagai aktivitas yang melibatkan indra dan kreativitas:

·         Mencicipi Tomat: Anak-anak mencicipi potongan tomat dan mendeskripsikan rasanya.

·         Membuat Kolase Tomat: Anak-anak membuat kolase gambar tomat menggunakan berbagai bahan seperti kertas warna, biji-bijian, atau kain perca.

·         Bermain Peran: Anak-anak bermain peran sebagai tomat yang melawan monster sariawan atau sebagai dokter yang memberikan saran tentang cara mencegah sariawan.

Tahap 3: Aplikasi Pengetahuan dan Refleksi (Joyful Learning)

1.      Membuat Jus Tomat Sederhana: Guru (dengan bantuan orang tua atau asisten) membuat jus tomat sederhana bersama anak-anak. Proses pembuatan jus melibatkan anak-anak secara langsung, mulai dari mencuci tomat hingga menuangkan jus ke dalam gelas.

2.      Menyanyi dan Bergerak: Guru mengajak anak-anak menyanyikan lagu tentang tomat atau membuat gerakan tubuh yang menirukan pertumbuhan tomat dari biji hingga menjadi buah.

3.      Refleksi Akhir: Guru memandu anak-anak untuk merangkum apa yang telah mereka pelajari hari itu:

·         Apa yang mereka pelajari tentang sariawan dan tomat?

·         Bagaimana tomat dapat membantu menjaga kesehatan mulut?

·         Apa yang bisa mereka lakukan untuk mencegah sariawan?

Integrasi Komponen Deep Learning

·         Meaningful Learning: Mengaitkan cerita dengan pengalaman pribadi anak-anak dan memberikan informasi yang relevan tentang kesehatan.

·         Mindful Learning: Melibatkan anak-anak secara aktif dalam eksplorasi, aktivitas sensori, dan kegiatan kreatif.

·         Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui bermain peran, bernyanyi, dan membuat jus tomat bersama-sama.

Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya mengingat informasi, tetapi juga memahami konsep secara mendalam, mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, dan menikmati proses pembelajaran.



H.     Ide Pembelajaran di Rumah

Selain di sekolah, konsep pembelajaran Deep Learning bisa diterapkan di rumah. Berikut adalah beberapa ide penerapan pembelajaran tentang "Tomat si Pembasmi Monster Sariawan" di rumah, yang disesuaikan agar orang tua dapat dengan mudah melaksanakannya:

Tujuan:

·         Memperkuat pemahaman anak tentang cerita dan manfaat tomat.

·         Meningkatkan kesadaran anak tentang pentingnya menjaga kesehatan.

·         Menciptakan kegiatan yang menyenangkan dan bermakna bersama anak.

Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Rumah:

1.      Membaca Ulang Cerita Bersama:

·         Waktu: Pilih waktu yang santai, misalnya sebelum tidur atau saat bersantai di sore hari.

·         Cara: Baca kembali cerita "Tomat si Pembasmi Monster Sariawan" dengan intonasi yang menarik. Libatkan anak dengan meminta mereka menirukan suara tokoh atau adegan tertentu.

·         Diskusi: Setelah membaca, ajukan pertanyaan sederhana seperti:

·         Siapa tokoh kesukaanmu dalam cerita ini? Mengapa?

·         Apa yang membuat tomat bisa mengalahkan monster sariawan?

·         Apa yang bisa kita lakukan agar tidak terkena sariawan?

2.      Eksplorasi Tomat di Dapur:

·         Waktu: Saat menyiapkan makanan atau camilan.

·         Cara: Ajak anak untuk membantu menyiapkan tomat. Biarkan mereka mencuci, memotong (dengan pengawasan), atau mengupas tomat.

·         Diskusi: Sambil beraktivitas, bicarakan tentang:

·         Warna, bentuk, dan tekstur tomat.

·         Bagaimana tomat tumbuh (jika memungkinkan, tunjukkan gambar atau video).

·         Manfaat tomat untuk kesehatan (misalnya, mengandung vitamin C yang baik untuk daya tahan tubuh).

3.      Membuat Kreasi Bertema Tomat:

·         Waktu: Saat waktu luang atau akhir pekan.

·         Pilihan Kegiatan:

·         Menggambar atau Mewarnai: Sediakan kertas dan alat gambar, lalu minta anak menggambar tomat atau tokoh dalam cerita.

·         Membuat Kolase: Gunakan kertas warna, biji-bijian, atau bahan lain untuk membuat kolase gambar tomat.

·         Membuat Boneka Tomat: Gunakan kain flanel atau bahan bekas untuk membuat boneka tomat.

·         Pameran Kecil: Pajang hasil karya anak di dinding atau tempat khusus di rumah.

4.      Membuat Camilan Sehat dari Tomat:

·         Waktu: Saat ingin membuat camilan untuk anak.

·         Ide Camilan:

·         Jus Tomat: Buat jus tomat segar bersama anak. Tambahkan sedikit gula atau madu jika perlu.

·         Salad Tomat: Potong tomat kecil-kecil dan campurkan dengan sayuran lain seperti mentimun dan selada. Beri sedikit saus salad atau minyak zaitun.

·         Roti Panggang dengan Tomat: Oleskan roti dengan saus tomat, taburi keju, lalu panggang sebentar.

·         Libatkan Anak: Biarkan anak membantu menyiapkan camilan (dengan pengawasan).

5.      Bermain Peran:

·         Waktu: Saat bermain bersama anak.

·         Cara: Ajak anak bermain peran sebagai tokoh dalam cerita "Tomat si Pembasmi Monster Sariawan." Misalnya, anak berperan sebagai tomat yang melawan monster sariawan, atau sebagai dokter yang memberi nasihat tentang cara menjaga kesehatan mulut.

·         Variasi: Gunakan kostum sederhana atau properti yang ada di rumah untuk membuat permainan lebih seru.

Tips Tambahan:

Ø  Sesuaikan dengan Usia dan Minat Anak: Pilih kegiatan yang sesuai dengan usia dan minat anak Anda.

Ø  Jadikan Kegiatan Menyenangkan: Hindari memaksa anak untuk melakukan kegiatan yang tidak mereka sukai.

Ø  Berikan Pujian dan Dukungan: Berikan pujian dan dukungan atas usaha dan hasil karya anak.

Ø  Jalin Komunikasi yang Baik: Gunakan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk menjalin komunikasi yang lebih baik dengan anak.

Dengan menerapkan kegiatan-kegiatan ini di rumah, orang tua dapat membantu memperkuat pemahaman anak tentang cerita "Tomat si Pembasmi Monster Sariawan," meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga kesehatan, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

berdasarkan pengalaman dari Kak Lina sebagai pendidik dan praktisi PAUD, langkah-langkah konkret dan terstruktur yang dapat dilakukan guru untuk menerapkan konsep deep learning dalam meningkatkan pra-literasi pada anak usia dini mulai dari proses perencanaan kegiatan, pemilihan metode yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, strategi menciptakan suasana kelas yang mendorong eksplorasi dan berpikir mendalam, teknik pendampingan individual bagi anak yang perkembangannya berbeda-beda, hingga cara mengevaluasi progres pra-literasi secara menyeluruh tanpa membuat anak merasa terbebani serta bagaimana peran kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan belajar dalam memastikan bahwa proses tersebut dapat berjalan konsisten, menyenangkan, dan efektif dalam jangka panjang yaitu

Langkah awal dimulai dari perencanaan, seluruh guru berkumpul untuk mendiskusikan rencana pembelajaran. Tentunya, dimulai dari pembuatan KSP yang dijadikan acuan untuk pembuatan RPP. Tidak lupa banyak mencari inspirasi dari berbagai media, misalnya melihat you tube. Diskusi juga dilakukan di akhir pembelajaran atau tema misalnya. Seluruh guru mengevaluasi hasil pembelajaran yang telah dilakukan dan saling memberi masukan. Kolaborasi dengan orang tua bisa dilakukan parenting dan komunikasi secara berkala.

Demikan ilmu yang sangat bermanfaat yang kita dapatkan mala mini bersama naras umber hrbat Kak Lina. Semoga kita dapat menerapkannya dalam pembelajaran dan nantinya bisa memberi dampak yang luar biasa bagi murid kita. 

Salam literasi tetap semamgat dan teruslah belajar dan berkarya.

Gunungkidul, 1 Desember 2025

Pada Mentari Tertumpu Harapan

Pada Mentari Tertumpu Harapan Oleh: Sumarjiyati Suasana pagi hari Selalu memberikan semangat Tanda dimulainya hari baru  Menanti...